You're My London
Occ, GS, Typo(s), tidak sesuai EYD dll.
Ranted : T
Chapter : 2/?
Cast : KaiSoo
Another Cast : HunHan and ChanBaek
.
Chapter 2 : London
.
Notice : Perhatikan tanggal dan tempat kejadian, semua kalimat yang dicetak miring menandakan flashback, bahasa asing dan pikirkan cast tersebut. Seperti apa yang dituliskan pada Summary. "Kisah cinta ini akan sangat membingungkan jika tidak dipahami dengan baik – baik"
London, 20 April 2022
Kyungsoo tengah sibuk membereskan semua barang yang baru saja dia beli saat seseorang berlari kearahnya.
"Hi girl, you want me to help you?" Tanya wanita itu sambil menaruh sebuah kantung besar berisi makanan dipantry.
"Tentu saja, kau tau sendiri hari ini kita akan sangat repot." Gerutu Kyungsoo saat membersihkan beberapa sayuran.
"Tentu saja, hari ini ulang tahun dia bukan?" Tanya Baekhyun sambil mengeluarkan beberapa bahan makanan dari kantung belanjaannya.
"Hohohoo… sepertinya wanita – wanita ini tengah membicarakanku. Apa aku membuat kalian kesulitan?" Tanyanya sambil berjalan dan berdiri disebelah Kyungsoo yang terus menggerutu.
"Tentu saja, kau tau seharusnya kau juga membantu. Kalau saja kau itu bukan…"
"Hey, aku juga membantu, kau tau, aku dan Kai sedang membereskan ruang tamu dan sedikit menghiasanya." Selanya cepat.
"Whatever…" Gumamnya sambil mendorong Sehun dengan tubuhnya agar pria itu menyingkir.
"Oh come on… don't be mad like that. I love you." Kyungsoo mengerlingkan matanya sedangkan dibelakang terdengar kekehan pelan dari Baekhyun.
"I hate you too."
~You're My London~
London, 25 Maret 2020
Musim dingin yang menjengkelkan sudah berlalu dan hal itu membuat keadaan Kyungsoo membaik tapi tidak terlalu baik karena dia harus membawa payung jika dia pergi kemanapun termasuk ke kampus barunya. Dia bersumpah kalau bukan karena dia berada di London dia tidak akan pernah mau jika harus pidah sekolah, satu penyebabnya karena dia adalah social awkward.
Bagaimana dengan Luhan? Seharusnya Kyungso memang tidak berharap banyak pada Luhan, karena sekarang Luhan mengambil cuti dan lebih memilih membantu orang tuanya di kantor.
Akhirnya Kyungsoo berjalan dengan canggung memasuki kampus yang ada di salah satu pusat kota London, dia terpaksa membawa peta kampus ditangannya karena –tentu saja- dia tidak mau tersesat dan ditemukan terdampar bagaikan seekor anak kucing. Kyungsoo menggelengkan kepalanya untuk mengenyahkan bayangan mengerikan itu.
"You're new student here right?" Tanya seseorang yang menepuk punggungnya. Kyungsoo mendapatkan seorang wanita dengan tubuh ramping, rambut yang dikucir tinggi dan tangannya memeluk beberapa buku.
"Yes." Jawab Kyungsoo dengan canggung.
"My name is Baekhyun, I'm korean. I know my name is a little bit hard to say bec …"
"Nado." Sela Kyungsoo membuat Baekhyun terkejut.
"Bloodyhell! Aku kira kau…"
"Haha… Kyungsoo, Do Kyungsoo." Ucap Kyungsoo mengulurkan tangannya. Wanita itu menyambutnya dan tersenyum lebar.
"Hari ini aku ada kelas, kalau tidak keberatan… aku ingin meminta bantuan, kau tau aku tidak bisa terus menyembunyikan wajahku di balik peta ini." Ucap Kyungsoo sambil menunjukan peta ditangannya.
"Tentu saja, hari ini aku bebas, aku hanya datang untuk bertemu seseorang." Jawabnya dengan semnagat, detik berikutnya wanita itu membawa Kyungsoo menuju kelasnya. Tapi ditengah perjalanan, mereka bertemu dengan seorang pria yang cukup tinggi, bahkan sangat tinggi jika dibandingkan dengan Kyungsoo, kepalanya tertutup topi berwarna hitam yang senada dengan pakaiannya.
"Hi manis." Ucap pria itu pada Baekhyun. Kyungsoo menatapnya dengan alis berkerut. Sedangkan Baekhyun langsung menyikutnya pelan.
"Berhentilah Chan, tidakah kau lihat ada seseorang disampingku?" Gerutu Baekhyun. Sedangkan Chanyeol hanya mengusak rambutnya pelan dan tersenyum pada Kyungsoo yang langsung membalas senyumannya.
"So, who is this girl?" Tanya Chanyeol.
"My name Do Kyungsoo, I'm from Korea too." Jawab Kyungsoo sambil membungkukan badannya.
"Oh… so we have new korean here. Namaku Chanyeol, Park Chanyeol, sedang bertemu denganmu."
"Okay, karena kalian sudah berkenalan dan aku sudah bertemu denganmu…" Ucap Baekhyun menatap Chanyeol. "Jadi sekarang aku harus membawanya masuk ke lab bahasa atau Mrs. Katty akan marah padanya…"
"Dan setelah itu kau harus menemuiku dikantin, dan tidak ada alasan lagi My swetty Baek." Sela Chanyeol sambil menyentuh hidung Baekhyun membuat wanita itu langsung memukul tangan Chanyeol.
"Baiklah… baiklah… aku mengerti. Kau tau, sepertinya kau benar – benar harus berhenti memanggilku seperti itu. Itu menggelikan." Ujar baekhyun kemudian berlalu menggandeng Kyungsoo menuju kelasnnya. Tapi sebelum itu Kyungsoo membungkuk pada Chanyeol dan membiarkan Baekhyun menyeretnya.
Beberapa orang menyapa Baekhyun dan menatapanya saat meraka berjalan menuju lab bahasa. Beberapa kali juga Baekhyun menjelaskan setiap kelas dan ruangan yang mereka lewati, Kyungsoo mencoba menghapalkannya walau dia yakin sekali setengah jam kemudian dia pasti akan melukapannya. Tak lama kemudian dia sampai di lab bahasa. Untung saja Baekhyun dengan baik hati membukakan pintu untuknya dan memberi tau Mrs. Katty bahwa Kyungsoo adalah anak baru.
"Selamat bersenang – senang, dan tenang saja Mrs. Katty dosen yang baik, kau tidak perlu gugup jika bersamanya, selagi kau tidak membuatnya kesal." Bisik Baekhyun sebelum berlalu dan membiarkan Kyungsoo masuk kedalam lab bahasa.
Kyungsoo menemukan seorang wanita dengan pakaian yang sangat rapi dan terkesan formal, rambutnya sebahu berwarna pirang yang sangat cocok untuk wajahnya begitu putih dengan noda bercak di pipinya. Bibirnya yang dilapisi lipstik berwarna merah melengkung membuat senyuman manis.
"Come here dear, please introduce your self."
Kyungsoo menghela nafas panjang dan menatap semua teman barunya.
~You're My London~
Kyungsoo tengah berjalan menuju kanting dengan seorang pria disebelahnya, pria itu cukup tinggi dengan kulit putih pucat hampir trasparan, rambutnya dibiarkan berantakan membuat kesan cool menguar dari tubuhnya, pria disampingnya itu mengenalkan dirinya sebagi Sehun, salah satu mahasiswa yang sama sepertinya berasal dari Korea. Beberapa wanita berbisik – bisik saat Kyungsoo berjalan membuat wanita itu bertanya – tanya apakah penampilannya terlalu aneh untuk kota ini? atau apa?
Saat mereka sampai dikantin seseorang meneriakan namanya dan Kyungsoo menemukan Baekhyun dengan pacaranya yang bernama Chanyeol itu tengah menikmati makan siangnya. Tapi kemudian wajah Baekhyun terpaku menatap Sehun yang memasang wajah datarnya sambil berjalan menuju bangku mereka.
"Wow…. Bagaimana pria populer ini bisa berjalan bersama anak baru?" Ucap Chanyeol saat Sehun duduk disebelahnya.
"Kenapa? Aku hanya kasihan melihatnya sendiri." Tanya Sehun dan seketika itu juga Kyungsoo melihat ada perubahan di wajah Sehun, pria itu tidak memasang wajah datarnya itu lagi. Sehun menatap Kyungsoo yang sedari tadi memperhatikannya.
"Mwo?" Tanya Sehun Kyungsoo mengerjapkan matanya dan menggeleng.
"Tenang saja, dia selalu seperti itu, dia akan memasang wajah datarnya pada semua orang kecuali kita berdua." Ujar Baekhyun menjawah pertanyaan yang ada dibenak Kyungsoo membuat wanita itu mengangguk – angguk.
"Baekhyun, apakah ada yang salah dengan penampilanku hari ini? kau tau, tadi aku berjalan beberapa orang berbisik – bisik sambil memandang kearahku, mungkin Sehun juga mengetahuinya." Tanya Kyungsoo sambil menatap Baekhyun dan Sehun secara bergantian. Tapi kemudian tawa Chanyeol meledak membuat Sehun yang ada disampingnya terkejut.
"Bukan karena penampulanmu Kyung… tapi karena kau berjalan dengan bocah ini." Jawab Baekhyun sambil terkekeh.
Kyungsoo yang masih temengung membuat Chanyeol akhrinya berhenti tertawa dan menjelaskan bahwa pria dihadapannya itu adalah salah satu pria populer yang banyak di eluk – elukan namanya oleh hampir setengah mahasiswi di universitas ini. Kyungsoo baru menganggukan kepalanya dan menatap Sehun lekat – lekat.
"Sepertinya tadi itu akan menjadi pertama dan terakhir kalinya aku berjalan denganmu." Ujar Kyungsoo membuat Baekhyun dan Chanyeol tertawa, tapi kemudian Sehun memukul kepala Chanyeol seketika itu, dia menghentikan tawanya, walau kekehan pelan masih terdengar.
"Jangan dengarkan apa kata mereka." Ujar Sehun sambil menatap Kyungsoo yang mengangguk sambil terkekeh pelan.
~You're My London~
Semenjak hari dimana dia menginjakan kaki di universitas barunya, Kyungsoo tidak pernah lepas dari teman – teman barunya yang tak lain adalah Baekhyun, Chanyeol terutama dari pria bernama Sehun karena hampir setiap harinya dia memiliki kelas yang sama dengan pria itu. Kyungsoo entah harus bersyukur atau mungkin mengutuk Sehun karena setiap hari dia tidak perlu berbaur dengan orang lain karena sudah ada Sehun yang menemaninya tapi disisi lain dia harus siap di tatap oleh puluhan atau bahkan ratusan pasang mata setiap harinya.
Tapi lama kelamaan Kyungsoo mulai terbiasa, dia bahkan sudah bisa berbaur dengan mahasiswa lain namun tetap saja dia tidak bisa lepas dari Baekhyun, Chanyeol dan Sehun. Musim sudah lebih membaik, bahkan jauh lebih baik, hujan hanya turun beberapa kali dalam seminggu dan tentu saja Kyungsoo sangat senang dengan hal itu. Hampir setiap akhir pekan dia selalu memaksa Baekhyun dan kadang juga dia harus memaksa Chanyeol untuk mengantarnya mengelilingi Westminster tempat dimana dia bisa melihat semua yang di mimpikannya.
Kyungsoo belum bisa melihat semua keindahan kota London karena Baekhyun dan Chanyeol belakangan ini selalu sibuk dengan tugas mereka. Sementara Sehun, tentu saja Kyungsoo tidak bisa mengandalkan pria yang selalu sibuk dengan urusannya sendiri itu. Luhan? Oh… Kyungsoo bahkan hampir saja Luhan pada wanita itu, entahlan belakangan ini Luhan hanya datang beberapa kali dalam seminggu untuk mengajak Kyungsoo makan siang atau sarapan si café yang tak jauh dari universitasnnya.
Belakangan ini Luhan sedikit berbeda, dia terlihat semakin dewasa walau kadang dia tidak akan pernah bisa melepaskan image-nya sebagai 'Luhan yang selalu memikat setiap pria'. Mungkin itu karena sekarang dia sudah berada di lingkukan kantor, entahlah, namun hal itu membuat Kyungsoo menyimpan sedikit rasa kecewa karena Luhan tidak bisa mengantarnya untuk berkeliling London seperti apa yang dikatakannya dulu.
London, 5 Mei 2020
Bagian dari musim semi yang menyenangkan sudah datang, tugas yang menumpukpun sudah Kyungsoo selesaikan dengan baik membuat wanita itu akhir – akhir ini bisa sedikitnya terbebas dari lilitan menjengkelkan pelajaran dan dosen yang menjengkelkan itu.
Kyungsoo mencoba menelphone Luhan, berharap wanita itu memiliki waktu. Beberapa kali Luhan tidak mengangkat telphoenya membuat Kyungsoo hampir putus asa tapi saat ketiga kalinya dia menelphone Luhan menjawabnya.
"Oh Tuhan! Akhirnya…" Ujar Kyungsoo membuat Luhan terdengar terkekeh di ujung telphone sana.
"Ada apa Kyung?" Tanya Luhan.
"Sepertinya kau sedang sibuk hari ini." Tanya Kyungsoo sambil menatap kukunya yang sudah lama tidak urusnya.
"Sebenarnya tidak, aku baru saja hendak menelphonemu. Aku meminta dispensasi pada appa, kau tau aku juga masih remaja dan sangat membutuhkan waktu remajaku." Jawabnya sembari menekankan kata sangat dan remaja. Kyungsoo terkekeh pelan dan bersiul.
"Jadi kita pergi hari ini?" Kyungsoo mendengar Luhan menjerit kecil sebelum menjawab.
"Tentu saja, aku menjemputmu 2 jam lagi okay?"
"Sure."
Kyungsoo sudah bersiap dengan sebuah denim dengana baju atasan yang di rajut dengan rapi oleh tanganya sendiri, well… ya, Kyungsoo memang senang merajut ataupun menjahit sebuah pakaian. Bel berbunyi tepat saat Kyungsoo keluar dari kamarnya. Dia menyambar tasnya yang diletakan diatas meja dan berlari kecil menuju pintu.
"Lu… Sehun?!" Betapa terkejutnya Kyungsoo karena bukan Luhan yang berada didepan pintunya melainkan Sehun. "Bagaimana kau bisa ada disini?" Tanya Kyungsoo.
"Tanyakan pada Baekhyun dan Chanyeol. Kau akan pergi ?" Tanya Sehun menatap Kyungsoo yang terlihat rapi dan cantik dengan pita yang menjepit rambutnya disebelah kiri tepat diatas telinga.
"Begitulah aku akan pergi dengan Luhan-maksudku dengan temanku."
"Baguslah kalau begitu, kau tidak keberatan bukan jika aku ikut?" Tanya Sehun sambil bersandar pada ambang pintu menunggu jawaban Kyungsoo.
"Aku tentu saja tidak keberatan, tapi Luhan… entahlah."
Pucuk dicinta ulampun tiba, Luhan baru saja datang dan menatap dengan mata membelalak kearah Sehun, sedangkan pria itu menatapnya dari atas sampai bawah seolah – olah mengintimidasi Luhan.
"Kau pasti yang bernama Luhan." Ujar Sehun sambil menatap Luhan. Wanita itu menatap Kyungsoo dari balik punggung Sehun kemudian menatapnya.
"Ya." Jawab Luhan agak kaku.
"Kau tidak akan keberatan bukan jika aku ikut bersama kalian?"
"Em… tentu saja tidak." Jawab Luhan. Wanita itu menatap Kyungsoo dengan dengan kening berkerut.
"Oh, maaf Lu. Sebelumnya kenalkan ini Sehun dan Sehun ini temanku, Luhan."
Merekapun saling berjabat tangan dan tersenyum satu sama lain. Kyungsoo menjelaskan tenang semua kejadian ini. Luhan memakluminya dan merekapun pergi bersama, dikarenakan Sehun membawa mobil, akhirnya mereka memutuskan untuk menggunakan mobil tersebut. Luhan duduk didepan bersama Sehun yang mengemudikan mobil disampingnya, sedangkan Kyungsoo sibuk dengan tasnya, dia terlihat kebingungan mencarin sesuatu. Luhan mengerlingkan matanya menatap Kyungsoo melewati kaca spion.
"apa yang kau cari?" Tanya Sehun mendahuli Luhan. Kyungsoo mendongak dari tasnnya.
"Aku lupa membawa kameraku." jawab Kyungsoo sambil kembali mencari di tasnnya, berharap ada sebuah keajaiban dan tiba - tiba saja camera kesayangannya itu ada di dalam tas.
"Sudahlah, kau pasti melupakannya Kyung." Ujar Luhan sambil menatap Kyungsoo yang kini terlihat pasrah.
"Kau bisa menggunakan milikku." Ucap Sehun membuat dua wanita itu mendongak menatapnya. "Kameraku ada di kursi belakang." tambahnya menbuat Kyungsoo langsung berbalik dan menemukan sebuah kamera DSLR dengan lensa beresolusi tinggi.
Luhan menatap Kyungsoo yang tengah memekik kegirangan dan kembali menghadap kedepan, sudut matanya memperhatikan Sehun yang menemudikan mobil dengan santai, membuatnya terlihat semakin mempesona.
Tak lama kemudian mereka sampai di sungai Thames. Kyungsoo dengan cepat keluar dari mobil dan berlari kecil menuju jembatan yang tepat berada diatas sungai itu. Wanita itu, langsung memotret keindahan sungai itu dari beberapa sudut. Dan demi semua koleksi cat kukunya, dia benar – benar bahagia. Akhirnya dia benar – benar menginjakan kakinya di sungai ini. Kyungsoo menatap keatas dan menemukan sesuatu yang dikaguminya. London eye. Kyungsoo hampir memekik kegirangan kalau saja tak ada orang yang melintas didepannya. Dia menatap kearah Luhan dan Sehun yang berjalan menuju kearahnya, dengan sengaja Kyungsoo mengabadikan moment itu, karena mereka terlihat sangat Lucu, Luhan yang berjalan dibelakang sambil menatap langit sedangkan Sehun berada dihadapannya menatap ke arah sungai. Kyungsoo menunggu sampai mereka berada dihadapannya.
"Aku harap kalian tidak keberatan jika aku mengajak kalian ke sana." Ucap Kyungsoo sambil menunjuk roda pengamatan itu. Luhan menghembuskan nafas panjang dan merangkul Kyungsoo.
"Ini yang kau inginkan selama ini bukan sampai aku bosan mendengarnya, dan tentu saja tidak, ayo." Kemudian menarik Kyungsoo tapi sebelumnya dia menatap Sehun yang mengangguk dan berjalan mengikuti mereka.
Kyungsoo bersumpah demi apapun! Dia benar – benar menginjakan kakinya di benda berbentuk kapsul yang akan mengangkatnya keatas sana. Wanita itu sudah siap dengan kameranya.
"Bisakah kau memotretku disini?" tanyanya membuat Luhan dan Sehun langsung menyahut bersamaan.
"Sehun, tolong." Ucap Kyungsoo menyodorkan kamera itu pada Kyungsoo. "Tunggu sampai kita berada di paling atas." Tambahnya pada Sehun dan kembali memandang keluar. Kyungsoo bisa melihat semuanya dengan jelas, sungai Thames dan beberapa bangunan disekitarnya dan jangan lupakan beberapa orang yang terlihat sangat kecil di bawah sana.
Tanpa Kyungsoo tau Sehun memontret dirinya yang tengah asik memandang keluar. Luhan yang sadar akan ikut hanya menatap Sehun yang tersenyum sambil melihat kearah Kyungsoo.
"Sehun, sekarang." Ujar Kyungsoo sambil berpose dengan dua jari berbentuk v yang didekantkan dengan pipinya. "Bagaimana?" Tanya Kyungsoo berjalan kearah Sehun yang berdiri beberapa dihadapannya.
"Kau manis." Ucap Sehun acuh tak acuh sambil melihat foto Kyungsoo. Sedangkan wanita itu memutarkan bola matanya dan meraih kamera itu dari tangan Sehun. Tapi pria itu menghentikannya.
"Kenapa kau tidak ajak Luhan untuk berfoto bersamamu." Kyungsoo menepuk jidatnya, dihampir melupakan wanita yang tengah berdiri disamping ruangan itu. Kyungsoo langsung menarik Luhan yang sedikit lebih tinggi darinya dan merangkul wanita itu.
"Dia benar, kita harus mengabadikan moment ini." Ucap Kyungsoo. Luhan menghembuskan nafas panjang.
"Kau baru ingat padaku saat Sehun mengingatkannya." Ucap Luhan pura – pura kecewa. Kyungsoo mengerucutkan bibirnya dan menangkup kedua tangan, mencoba merajuk.
"Jangan menunjukan aegyo itu lagi padaku Kyung, kau terlihat menggelikan." Kyungsoo terkekeh dan menyikut Luhan pelan.
"Katakan saja Lu, aku tau kau bermaksud mengatakan kalau aku lucu." Saat Luhan mendengarnya dia berpura – pura muntah membuat Kyungsoo memutarkan bola mata dan Sehun terkekeh pelan.
"Jadi?" Ujar Sehun membuat perdebatan kecil itu berhenti. Kyungsoo dan Luhanpun mengabadikan moment mereka. Sehun tersenyum melihat dua orang sabahat ini, mereka benar – benar terlihat sangat dekat bahkan seperti saudara kandung walau banyak sekali perbedaan kontras diantara mereka.
Luhan terlihat cantik bagaikan seorang putri kerajaan dengan kulit putih mulus yang terawat dan mata yang bersinar indah, sedangkan Kyungsoo terlihat seperti seorang wanita dari pedesaan dengan sedikit perubahan pada pakaian dan tata rambutnya tapi hal itu tidak bisa menghilangkan aura 'innocent' yang menguar dengan mata bulat yang membuatnya semakin terlihat sangat menggemaskan.
"Aku ingin berfoto bersamamu Hun." Ujar Kyungsoo.
"Sini biar aku." Ucap Luhan sambil meraih kamera itu dari Sehun. Sang pria menyerahkannya dan berjalan kearah Kyungsoo. Untuk foto yang pertama Kyungsoo tengah mengerucutkan bibirnya dengan Sehun yang dengan seenak jidat meletakan tangan besarnya dikepala Kyungsoo membuat perbedaan tinggi diantara mereka terlihat jelas. Foto yang kedua Kyungsoo tertawa lebar dengan Sehun yang merangkul pundaknya dan sebuah senyuman di bibir Sehun dan hal itu membuat segelintir perasaan aneh menghampiri Luhan. Dia menatap foto itu beberapa saat sebelum memberikannya pada Kyungsoo.
"Kau ingin berfoto bersama Sehun?" Tawar Kyungsoo pada Luhan, tapi wanita itu dengan cepat –terlalu cepat- mengibaskan tangannya.
"Tidak usah, kita baru saja bertemu dan…"
"Tidak apa – apa, kemarilah." Sela Sehun sambil meraih tangan Luhan dan menarik wanita itu mendekat. Kyungsoo tersenyum lebar dan mengarahkan kamera itu pada Luhan dan Sehun. Luhan terlihat mencoba untuk bersikap biasa dan tersenyum dengan manis pada kamera. Dan Kyungsoo sangat pintar, dia mendapat posisi yang sempurna membuat foto itu terlihat bagus karena ada bias cahaya matahari membuat Luhan dan Sehun terlihat seperti malaikat yang baru saja turun dari langit.
"Jangan lupa kirimkan semua foto ini pada emailku oleh hun?" Ucap Kyungsoo.
"Sure."
~You're My London~
Luhan memutuskan untuk menginap dan tidur apartemen menemani Kyungsoo dan mengadakan pesta piama dengan beberapa snack dan minuman kaleng. Luhan mulai bercerita tentang pekerjaan dikantor yang terkadang menyenangkan tapi terkadang sangat menyebalkan, apalagi dia harus selalu bertemu dengan ahjussi tua yang selalu mencoba mendekatinya. Tentu saja, siapa yang bisa menolak Luhan? Tapi dia mengatakan kalau ahjussi itu tidak berani macam – macam karena dia tau Luhan adalah anak atasannya. Luhan juga tidak melewatkan JongIn sebagai salah satu topik pembicaraanya.
"Kau tau, dia baik sekali. Dia menungguku sampai aku selesai kerja dan mengajakku makan." Ucap Luhan sambil tersenyum.
"Sepertinya dia menyukaimu-oh tunggu, aku tau semua pria pasti menyukaimu." Sela Kyungsoo saat Luhan hendak menyela membuat kedua wanita itu tertawa. Tapi kemudian ponsel Kyungsoo menyala membuat wanita itu bangkit dari kasur. Dia menjilat jari jempol dan telunjuknya yang penuh dengan bekas snack.
"Berhentilah menilat jarimu Kyungsoo." Pekik Luhan membuat Kyungsoo mengerlingkan matanya saat dia akan membersihkan tangannya dengan baju Luhan kembali menjerit, membuat Kyungsoo akhirnya menyerah dan bangkit untuk mengambil tisu.
"Puas nyonya?" tanya Kyungsoo sambil mendelik. Luhan hanya tersenyum dan menghampiri Kyungsoo yang sedang duduk dimejanya. "Sehun sudah mengirimkan semua foto." Lanjut Kyungsoo sambil membuka email dan mendownload semua foto. Wanita itu mulai melihat satu persatu foto yang dikirim Sehun. Ponselnya kembali berdering, disana terpampang nama Sehun membuat Kyungsoo tersenyum lebar dan mengangkat telphone itu dan berjalan keluar kamar.
"Hallo Sehun."
Dan Luhan hanya bisa menatap Kyungsoo yang meninggalkan kamar. Dia yang penasaran kembali menatap laptop Kyungsoo dan melihat satu persatu foto itu. Dia menemukan fotonya bersama Sehun. Entah kenapa perasaan aneh mucul saat dia melihat foto dirinya yang berdiri disamping Sehun yang tersenyum tipis tapi tidak menghilangkan ketampanannya. Dengan cepat Luhan mengirimna foto itu pada ponselnya.
Tapi kemudian dia teringat akan sesuatu, Luhan kembali melihat foto – foto itu satu persatu dan mencari sesuatu tapi pada akhirnya dia mendesah sambil mengerutkan keningnya. Dia yakin sekali tadi Sehun membidik Kyungsoo dengan kameranya saat wanita itu membelakanginya. Tapi, kenapa dia tidak bisa menemukannya? Luhan tersentak saat Kyungsoo kembali duduk disampingnya.
"Kau sudah melihat – lihat? Bagaimana hasil fotonya?" tanya Kyungsoo. Luhan mengangguk agak sedikit kaku.
"Bagus, bagus, karyamu tidak terlalu buruk."
"Ini berkat Sehun yang meminjamkan kameranya padaku." Ujar Kyungsoo enteng.
"Kau terlihat dekat dengan pria itu." Ucap Luhan sambil menyikut Kyungsoo.
"Kau juga terlihat dekat dengan seseorang bernama JongIn itu." Balas Kyungsoo sambil menyunggingkan senyumnya.
"Panggil dia Kai, aku tidak terlalu suka nama itu. Dan asal kau tau saja, aku dekat dengan semua orang tidak hanya JongIn." Elak Luhan. "Sehun terlihat tertarik padamu kau tau." Lanjutnya membuat Kyungsoo tersedak dengan minumannya. Wanta itu menatap Luhan kemudian tertawa.
"Itu tidak mungkin, aku berani bertaruh jika itu terjadi kau bisa mengambil semua koleksi kuteku."
"jangan sampai membuat dirimu menyesal Do Kyungsoo, kita lihat saja nanti, aku akan mengambil semua koleksi itu darimu."
~You're My London~
London, 20 April 2022
Bel berbunyi membuat semua orang mendongak kearahnya. Kyungsoo dan Baekhyun tengah sibuk membawa sebuah kue yang baru saja mereka buat. Dan beberapa makanan dan salah satunya adalah hanwu kesukaan Luhan yang sengaja Kyungsoo minta pada ibunya yang berada di Seoul untuk dikirim langsung ke London. Kyungsoo hampir memekik kegirangan kalau saja disana tidak ada Baekhyun yang langsung membekap mulutnya. Setelah semua persiapan selesai, JongIn yang kebetulan berada didekat pintu langsung melangkah untuk membukanya, dia mendapati Luhan terbalut dress dengan bahan sequin dengan warna silver yang membuatnya semakin menganggumkan, sinar yang dipantulkan membuat kulitnya yang putih semakin cantik. Kakinya terbalut sebuah wadges berwarna hitam. Luhan menatap kedalam apartemen dan tersenyum.
"Hallo Honey." Sapa Luhan sambil melambaikan tangannya.
"WOW! You look beautiful today girl." Ujar JongIn, pria itu hanya membuka sedikit pintu membuat Luhan sedikit kesulitan untuk melihat kedalam.
"Thanks. Kemana Kyungsoo dan apakah kau tidak akan mengijinkanku masuk?" Tanya Luhan. Sehun berjalan semakin mendekati JongIn dan langsung menyeret pria itu yang sekarang tertawa dengan keras.
"Maaf Lu, kau tau hari ini dia sedang gila hari ini. Masuklah."
Dan saat masuk Luhan disabut oleh suara meletus yang mengejutkannya, dan tiba – tiba saja ada ketas warna warni berjatuhan diatas kepalanya. Dia menatap Chanyeol yang ada disampingnya sedang tersenyum lebar.
"HAPPY BIRTHDAY!" Teriak Kyungsoo, Jongin, Sehun, Baekhyun dan Chanyeol. Luhan hanya terdiam, dia terlalu terkejut dengan semua ini, dan Demi otak cerdasnya menjadi bodoh tiba – tiba, dia benar – benar lupa hari ulang tahunnya sendiri.
Kyungsoo dan Baekhyun mulai bernyanyi lagu ulang tahun dan menghampiri Luhan sambil membawa kue dengan bentuk rusa. Luhan tersenyum, dia menatap Baekhyun dan Kyungsoo secara bergantian.
"Make a wish deer." Bisik seseorang yang sudah berada disampingnya. Luhan tersenyum dan menatap pria itu. Luhan mengangguk dan menangkup kedua tangannya membuat beberapa permintaan di hari ulang tahunnya. Dia membuka mata dan meniup lilin yang berbentuk 23 itu. Kyungsoo menaruh kue itu di meja dan langsung memeluk Luhan.
"Happy birthday sweetheart." Bisik Kyungsoo dan mengecup pipi Luhan.
"Thank you so much my sist."
"Happy birthday~~" Ucap Baekhyun sambil bernyanyi dengan suara khasnya. Luhan tersenyum dan mengecup pipi Baekhyun.
"Thank you so much Baek."
Luhan membalikan badannya dan memeluk Chanyeol yang tepat berada disamping kanannya. "Happy birthday Lu." Ucap Chanyeol.
"Thank you so much giant Chanyeol."
Dia menatap dua orang yang berdiri disamping kanannya dan langsung memeluk seseorang dengan sangat erat membuat pria itu tertawa dengan suara khasnnya.
"Thank you honey. I love you."
.
.
.
To Be Continued
Maaf sekali karena author baru bisa update ini ff sekarang -_-v maaf sekali, author bener – bener sibuk, suwer dah… sampai – sampai kemarin author sempet sakit lagi karena kecapean sama semua tugas, les dan apapun itulah, maklum mau UN berberapa bulan kedepan -_-v DOAIN YA^^ mungkin author engga akan hiatus tapi kalau update pasti bakal lamaaaaa (apa bedanya) ._.v
Well… author nyaranin buat baca ulang dari chapter satu dan baca lagi chapter ini, kalau mau bener- bener ngerti apa yang author ingin sampaikan atau seengganya feelingnya dapet lagi tapi kalau engga mau ya no problem^^
Thanks for all reades, reviewers, side readers dan apapun kalian, bagaimanapun kalian author mau berterima kasih banyak, sebanyak – banyaknya. Maaf karena author engga bisa bales review satu persatu, so sooooorrrrryyyyyyyy…. Semoga kalian ngerti dengan kesibukan author.
XOXO
