Tittle: Lady Rose
(2nd Chapter)
.
Author: RoséBear
.
Pair : Kai x Kyungsoo (KaiSoo)
.
Warning! Just a fiction story. GS. Sorry for typo.
Start story!
Pembeli mawar itu masih mencoba merasakan mawarnya, walau sudah memiliki goresan di kelopak. Pembelinya mencoba aroma yang begitu menggoda. Terlihat begitu rapuh dan butuh penopang kehidupan.
Kai yang pertama terbangun pagi itu. Ia tersenyum menyadari Kyungsoo meringkuk dalam pelukannya. Gadis itu seperti anak kangguru yang tak bisa lepas dari kantung induknya. Tubuh mereka tertutupi oleh selimut tebal yang memberi kehangatan walau mereka sudah mendapatkan dari tubuh lawan masing-masing.
"Aku berhasil menjadi yang pertama untukmu?"
Kai sedikit bergerak. Sangat pelan tidak ingin membangunkan Kyungsoo.
Diselundupkannya tangan yang bebas ke dalam selimut. Membelah selangkangan Kyungsoo, masih sangat sensitive padahal sudah mengangkanginya tadi malam. Tanpa sadar Kyungsoo menjepit tangan Kai membuat pria itu terkikik geli. Ia masukkan satu jarinya ke dalam lubang Kyungsoo, benar saja gadis itu menggelinjang hebat merasakan benda asing memasukinya secara tiba-tiba.
"Nghhh~" Kyungsoo mendesah dalam tidurnya membuat kejantanan Kai mengeras dan siap lagi padahal baru beberapa jam yang lalu mereka mengakhiri kegiatan semalam.
Bulu mata Kyungsoo yang lentik perlahan bergerak-gerak dan dengan lembut mata itu terbuka.
"Good morning~" Kai menopang kepalanya dengan tangan yang bertumpu pada siku. Menghadap Kyungsoo. Pria itu merendahkan wajahnya mendekatkan bibir mereka. Sebuah ciuman lembut namun lama kelamaan berubah lebih dalam dan menuntut. Memaksa Kyungsoo tidak hanya sekedar membuka mulutnya agar lidah Kai masuk, namun juga membuat gadis itu mendesah.
"Nghhhhhh tuannhhhhh Kimmhhhhhh~" lenguh Kyungsoo dahsyat ketika jemari Kai tak berhenti bermain di lubang kewanitaannya berputar membuat Kyungsoo menggila di pagi hari.
"Ukkhhhhh panggilanmu sungguh hebat. Kau membangunkan adik kecilku sepagi ini."
Kyungsoo pikir tidak hanya wajah. Namun sekujur tubuhnya memerah karena ucapan Kai melalui desahannya.
Jemari itu terlepas. Tubuhnya ditelentangkan dan kini berganti menjadi kejantanan Kai. "Kau merasakannya? Kenapa selalu seperti ini setiap melihatmu tersenyum, mendengar suara merdumu memanggil namaku."
Sungguh Kyungsoo belum siap jika harus menerima Kai lagi namun tidak bisa di pungkiri miliknya sudah basah akibat ulah jari Kai sebelumnya.
"Akkhhhh~" pria itu mengerang. Menahan pundak Kyungsoo, memasang pengaman dan mulai memasukkan kejantanannya menusuk lubang Kyungsoo semakin dalam membuat tubuh Kyungsoo yang menerima sensasi itu menggelinjang. Ini masih terlalu dini untuk memulai aktifitas seksual.
'Kenapa masih sempit padahal sudah kumasuki.' Batin Kai mengeram kesal. Ia menahan umpatannya. Rasanya terlalu nikmat untuk keluar dari dalam diri Kyungsoo.
"Akhhhh~" tidak butuh berlama-lama. Kai masih ingat dia tidak bisa menyiksa perempuan ini. Hanya beberapa kali hujaman hingga ia mencapai puncak yang panas lalu melepaskan Kyungsoo dengan kecupan penuh pada bibir hatinya.
"Aku akan mandi lebih dulu."
Kai bersiap lebih dulu. Sementara dia mandi dan selesai tidak lama kemudian keluar hanya dengan handuk di pinggang. Pintu kamar hotel berbunyi menandakan pesanan Kai datang. Sambil lalu dia menyalakan televisi, lalu mempersilahkan pelayan hotel menyiapkan sarapan dan juga pakaian yang dia pesan.
Pria itu bersiap sendiri. Dipandanginya Kyungsoo yang masih terlelap. Entah kenapa rasanya belum puas percintaannya semalam dan pagi ini. Pria itu duduk di pinggir ranjang. Menggoyangkan tubuh Kyungsoo agar dia terbangun. Cukup lama hingga akhirnya Kyungsoo sadar.
Rasa nyeri dan pegal menggerayapi tubuh Kyungsoo. Gadis itu tersentak sejenak. Menyadari itu Kai membantunya berdiri. "Mau kumandikan?"
"Hah?" Ia mendongak menatap kesungguhan Kai. Tapi Kyungsoo menolak, bagaimana jika Kai ereksi lagi saat menyentuh tubuh telajangnya di bawah guyuran air. Tanpa sadar pandangannya mengarah pada kejantanan Kai. Sang pria terkekeh geli. "Yeah kau benar... Membayangkannya saja membuat dia mengeras lagi. Baiklah aku pergi lebih dulu. Temui aku di ruangan saat kau tiba. Akan kuserahkan surat perjanjian dan juga uang yang kau minta." Dia mengecup lembut bibir bawah Kyungsoo cepat kemudian beranjak.
"Ini uang untukmu."
Sekarang Kyungsoo merasa benar-benar seperti seorang pelacur. Menerima uang imbalan atas jasa pemuas nafsunya.
"Kyungsoo~ untuk adik-adikmu." Lirihnya pelan sembari berusaha menahan air mata yang mulai memenuhi bendungan mereka.
Tak perlu membuang waktu berlama-lama. Kyungsoo memaksakan tubuhnya bergerak segera, Kai telah menyiapkan pakaian serta sarapan. Setidaknya Kyungsoo diperlakukan baik oleh tuannya. Tidak ditinggal di atas lantai dingin dengan tubuh telanjang seperti yang dia bayangkan selama ini.
~ RoséBear~
Di Kantor Kyungsoo berusaha menjaga cara berjalan. Ia dikenal sangat cantik dan cerdas dikalangan para pegawai lainnya. Padahal Kyungsoo baru bekerja, tapi bimbingan keras dari mantan sekretaris Kai yang telah mengundurkan diri karena usianya yang terlalu tua ia bisa mandiri dengan cepat. Menjadi asisten sekretaris Kai dua minggu dan telah seminggu ini dia berhadapan langsung dengan Kai.
Tapi hari ini entah kenapa detak jantungnya berpacu ketika berdiri di depan pintu ruangan Kai. Kyungsoo sudah memastikan jadwal Kai. Hanya ada satu pertemuan saja hari ini dan itu terjadi nanti sore. Jadi Kyungsoo bisa meminta izin mengantarkan uangnya pada para penagih hutang.
Tok tok
Akhirnya dia memberanikan diri mengetuk pintu.
"Masuk!" Suara itu terdengar seperti biasanya. Berbeda dengan semalam atapun pagi ini, sangat dalam dan juga mengintimidasi. Kyungsoo menelan ludahnya, dia harus menghilangkan rasa malu luar biasa. Pandangannya beradu dengan Kai dan disana seorang wanita cantik yang tidak Kyungsoo kenali. Sepertinya sudah berada disini sejak tadi pagi sebelum dirinya tiba. Entah kenapa muncul sedikit rasa cemburu. Tapi Kyungsoo menepis perasaanya segera.
"Duduklah disana." Perintah Kai segera. "Kau bisa segera pulang Baek. Terima kasih banyak."
"Hm. Sampaikan pada Chanyeol-ku. Aku hanya mengantarkan saja. Jangan lupa salinan asli serahkan pada Chanyeol."
Kyungsoo tidak yakin apa yang mereka bicarakan. Tapi terlihat sangat dekat. itu membuatnya merasa sesak. Kyungsoo buru-buru menundukkan kepala saat wanita cantik itu melewatinya.
"Yahh dia cantik Kai."
Untuknya? Kyungsoo ragu namun mendongakkan kepala pelan. Pandangan matanya bertemu langsung dengan sang tamu yang juga ikut tersenyum tanpa sadar.
"Pergilah Baekhyun!"
Perempuan itu bergegas pergi meninggalkan Kai dan Kyungsoo berdua saja. Beberapa saat diliputi keheningan. Kai mendekat, diikuti meletakkan map berisikan beberapa lembar kertas yangb seperti formulir pendaftaran pernikahan dan juga surat kontrak mereka."
"Sebaiknya kau isi keteranganmu di sini segera."
Dia mengangguk dan menurut pada ucapan Kai.
~ RoséBear~
Kyungsoo selesai. Ia menyadari sejak tadi Kai trus memandanginya tanpa jeda. "Ini," Ia menyerahkan kembali map itu pada Kai. Memalingkan wajah menghindari tatapan pria Tan. Tapi oh astaga! Apa otak Kyungsoo mulai bermasalah. Matanya menatap kejantanan Kai. Bertanya dalam hati 'Apakah ereksi lagi atau tidak?'. Sebab Kai berkata biasanya menegang jika melihatnya tersenyum atau mendengar panggilan Kyungsoo. "Kai~" sambung Kyungsoo memastikan. Sayangnya perbuatannya itu disadari Kai.
"Kau penasaran?"
"Engh?" Kyungsoo lantas mendongak menemukan seringai jahil di wajah tampan atasannya. Yeah, dia akui lelaki ini pada dasarnya sangat tampan. Kulit tan nan eksotis, mata kelam, hidung yang tidak terlalu mancung, bibir tebal itu sangat kissable, rambut hitam ditarik kebelakang, dan,,, jangan lupakan rahang tegas yang terukir sangat indah. Melengkapi ketampanan Kai secara fisik.
"Kenapa tidak merasakannya saja?"
Dalam detik itu tubuh Kyungsoo sudah ditindih Kai. Tangannya di tuntun untuk menyentuh kejantanan Kai. Benar saja, benar-benar mengeras.
"Ka-Kai."
"Nghhhhh~" pria itu lantas mendesah merasakan sentuhan jemari lentik Kyungsoo.
"A-aku mau izin pergi," Kyungsoo memalingkan wajahnya namun ia pastikan Kai mendengar suaranya.
Pria itu mendengar, segera ia lepaskan Kyungsoo.
"Hanya sebentar saja, aku akan kembali sebelum jadwal pertemuan dengan Mr. Kang sore nanti."
"Sore nanti kita akan menikah."
Degh
Seolah di hantam batu besar. Kyungsoo diigatkan dengan itu. Untuk hal itulah dia ada di sini mengisi formulir pendaftaran lalu kontrak jual beli tubuh mereka yang sebenarnya ilegal.
Susah payah dia meneguk salivanya. "A-aku janji akan kembali secepatnya. Hanya beberapa jam saja."
"Memangnya kau akan kemana?" Bukankah seharian kemarin kau telah pergi meninggalkan Kantor?"
Tak mungkin Kyungsoo bilang pada Kai. Dia sama sekali belum siap... Lama Kyungsoo mengigit bibir bawahnya bersyukur Kai memahami itu.
"Baiklah. Kau juga sudah memanggil namaku dengan baik. Pergilah, kau juga tidak bisa kabur begitu saja. Ini cek senilai 200 ribu dollar. Kau tidak perlu menunggu uang dari Perusahaan dan ini untuk keperluanmu."
Kai menyerahkan secarik cek lalu kartu debet pada Kyungsoo.
"Ti-tidak Kai. Uang ini sudah cukup," Kyungsoo sungguh tak butuh yang lain namun Kai tak bisa di tolak. "Kartu debet ini untuk mempersiapkan dirimu nanti sore."
Menjadi istri Kai yang hanya enam bulan saja. Karena Kai butuh itu untuk melanjutkan proyek besar perusahaan-nya.
~ RoséBear~
Lama setelah punggung gadis itu menghilang di balik pintu. Kai menerawang ke luar. Hatinya bahagia sebentar lagi sang mawar mahal akan menjadi miliknya. Mawar yang mekar setelah melewati badai besar.
Tidak Kai pungkiri betapa dia menginginkan Kyungsoo. Ia pikir sekali bercinta akan puas tapi nyatanya dia menginginkan lagi dan lagi.
Bayangan Kyungsoo di bawahnya, mendesahkan namanya hingga mencapai puncak kenikmatan memenuhi penglihatan Kai yang samar-samar.
"Nghhh~" membayangkannya saja sungguh merepotkan karena berhasil membangkitkan gairah Kai.
Kenapa gadis itu seperti obat terlarang yang memiliki zat adiktif. Berhasil membuat Kai kecanduan akan lubang hangat nan panas yang menjepit kejantanannya.
Pria itu sungguh tidak peduli berapa banyak uang yang dia keluarkan untuk Kyungsoo, itu hanya senilai gaji Kai saja. Walau sebenarnya dia masih bertanya-tanya untuk apa uang sebanyak itu bagi Kyungsoo.
Terlalu lama melamun dia tidak menyadari seseorang masuk.
"Yah! Apa yang kau bayangkan bajingan?"
"Oh. Kau sudah datang hyung?" Kai hanya tersenyum kecil menyambut kehadiran teman dekatnya.
Pria itu tinggi dan tampak sedikit berantakan karena dia baru saja tiba di kota ini setelah menempuh penerbangan yang panjang. "Kau langsung kemari?"
Kai beranjak menuju bar mini di pojok ruangannya. Menuangkan secangkir kopi dan juga teh hangat untuk dirinya sendiri. Lalu menghampiri pemuda tinggi yang menunggu di sofa.
"Sekretarismu mana? Kenapa di luar tidak ada orang?"
"Dia pergi keluar," Jawab Kai cepat. "Kenapa langsung kemari? Baekhyun akan meghinaku jika dia tahu kau menduakannya denganku," Kai terkekeh ringan menyadari resiko yang di ambil sahabat baiknya ini.
"Aku kemari ingin mengambil salinan kontrak yang asli. Karena aku tak mau waktuku bersama Baekhyun terusik karenamu. Kau tahu dua minggu tak menyentuhnya aku menjadi sangat frustasi."
Pria tan sukses mengeluarkan tawa menggelegarnya. Dia tahu, Park Chanyeol. Seorang pengacara sukses beristri dokter cantik Byun Baekhyun. Mereka adalah teman dekat sejak pertemuan mereka di pernikahan sepupu Kai.
"Dimana kau akan menikah?" Tanya Chanyeol tanpa menatap Kai. Dia mengecek data yang diberikan Kai. "Orang tuanya akan datang?" Tanya Chanyeol ragu.
"Hotel milik Kris hyung. Kurasa tidak. Kalau begitu kau butuh aku sebagai pengantar pengantin."
"Tidak Hyung. Aku tidak akan mengganggu percintaan kalian. Sudah kubayangkan itu akan sangat lama. Aku meminta mantan sekretarisku, setidaknya Pak Shin akan menyetujui permintaan kali ini."
Chanyeol mengangguk paham. "Dia memang selalu menyetujui kemauanmu. Ingat, dia menjagamu sejak kau kecil."
Mereka berdua adalah para pria dewasa. Tidak banyak percakapan yang bisa dilanjutkan, Chanyeol sedang tak ingin memberikan nasehat panjang lebar kepada Kai. Dia butuh memuaskan hasratnya kepada sang istri. Sudah terlalu lama menyiksa diri sendiri. Jadi dia putuskan meninggalkan pria Tan itu .
~ RoséBear~
Diwaktu yang sama, namun lokasi berbeda. Dimana Kyungsoo baru saja tiba di depan panti. Ia menghela nafas panjang sebelum melangkah masuk, keadaan sedikit membaik daripada saat dia datang kemarin. Pintu pagar berderit saat Kyungsoo mendorong besi tua setengah berkarat itu. Pemandangan pertama setelah melewati gerbang utama ia menyaksikan adik-adiknya membereskan halaman panti, memaku, memperbaiki letak pot bunga. Ada yang harus di pindahan ke tanah secara langsung karena potnya pecah akibat kekerasan penagih hutang.
"Ibu~" Kyungsoo memanggil ibu panti. Dia melambaikan tangan dengan senyum cerah seperti menyambut mentari. "Kyungsoo. Kau kembali nak? Kenapa? Seharusnya kau bersembunyi. Ibu tidak mau mereka membawamu ke prostitusi."
Jantung Kyungsoo tersentak mendengar perkataan ibu panti. Tidak Kyungsoo! Ini demi adik-adikmu. Ia kembali menguatkan hatinya sendiri.
Dengan pelan Kyungsoo meraih tangan lembut yang mengusap pipinya. "Aku punya uang untuk melunasi hutang-hutang kita. Kumohon hidup bahagialah setelah ini."
"Da-darimana kau mendapatkan uang sebanyak itu Kyungsoo?"
"Aku mendapat pinjaman dari Kantor ibu."
Tampaknyaibu panti masih belum percaya. Tapi Kyungsoo berusaha meyakinkan wanita tua yang begitu di sayanginya ini. Ia menghela nafas berat, lalu tersenyum.
"Lihatlah Ibu. 200 ribu dollar. Bukankah sebaiknya kita lekas membayar hutang?" Kyungsoo memperlihatkan cek yang tadi diberikan Kai. Dia berterima kasih ibu panti tidak banyak bertanya lagi. Ia malah bergegas bersiap dan mengajak Kyungsoo untuk ke tempat rentenir itu.
Mereka berhasil membayar hutang itu. Pihak Perusahaan konstruksi tidak bisa berbuat apapun lagi. Penagih hutang mendapatkan uangnya dan percayalah mereka memegang janji agar usaha mereka berjalan secara trus menerus.
~ RoséBear~
Kyungsoo tiba-tiba memandang jam di tangannya. Ia harus segera kembali atau Kai bisa berfikir Kyungsoo melarikan diri. Dalam hati sejujurnya dia ingin melarikan diri. Tapi pria seperti Kai tidak mungkin melepaskan dirinya begitu saja. Jika tertangkap yang ada Kyungsoo sudah tentu menerima hukumannya.
"Kyungsoo~ ada yang mengganjal dihatimu nak? Jika itu sangat berat, kau seharusnya bercerita pada ibu."
Nafas Kyungsoo pendek-pendek tersenggal mendengar perkataan ibu panti. Baru beberapa saat lalu dia berhasil menutupi semuanya. Haruskah secepat ini dia membuka aibnya sendiri?
Melihat keraguan di wajah Kyungsoo. Ibu panti segera menariknya lembut menuju lantai dua rumah.
"Apa ada yang menyakitimu?"
"I-ibu.. Jika aku mengatakannya berjanjilah jangan meninggalkanku~ a-ku melakukannya untuk menebus kesalahanku," Air mata mulai mengalir. Kyungsoo tak sanggup membendung semuanya lagi.
"Kesalahanmu? Kau tidak melakukan kesalahan sayang~" mendengar suara lembut dan belaian penuh kasih sayang. Kyungsoo larut dalam tangisnya ia memeluk ibu panti dengan erat.
"Uang 200 ribu dolar itu.."
"Uang itu pinjaman dari kantormu kan? Kau tidak melakukan penipuan kan?"
Kyungsoo cepat-cepat menggelengkan kepala. "Kantor meminjamiku 30ribu dolar ibu."
"Hnh? Lalu sisahnya kau dapat dari mana nak?"
Ibu panti berusaha untuk terlihat tenang. Dia tidak mungkin memarahi Kyungsoo. Perlahan mendengarkan cerita mantan Nona muda ini. Kyungsoo yang dulu sangat ceria kehilangan orang tuanya dalam sebuah tragedi mengerikan. Dia berubah sangat murung, dan senyumnya perlahan kembali beberapa tahun ini, ibu panti sangat tidak ingin melihat Kyungsoo bersedih kembali.
Sebesar apapun kemarahan ibu panti dia memendam semuanya. Air mata Kyungsoo tak terbendung lagi. Hatinya menjadi sedikit lega berhasil menceritakan pada wanita yang dijaga perasaanya. Kyungsoo tertidur sejenak. Tidak sadar ponselnya berdering.
Ibu panti menyadari itu. Dia belum tega membangunkan Kyungsoo~ panggilan dari " " orang yang baru saja diceritakan Kyungsoo.
"Kau dimana kyungsoo? Kau bisa melewatkan rapat ini. Tapi jangan melewatkan pernikahan kita sore ini. Akan kukirimkan alamatnya padamu dan segera kemari."
"Ma-maaf tuan. Kyungsoo tertidur. Salah saya tidak membangunkannya, dia akan segera kesana."
"Hng?" Suara Kai terputus. Tampaknya pria itu terkejut karena bukan Kyungsoo yang mengangkatnya, "Dia tidak akan melarikan diri. Mohon tunggu sebentar lagi."
"Baiklah. Aku kirim alamatnya."
Kai berhasil mengakhiri panggilannya. Ibu panti buru-buru membangunkan Kyungsoo. Gadis itu terkejut setengah sadar. Ia terlonjak dan buru-buru ingin pergi.
"Kyungsoo~ Bolehkah ibu ikut? Walau bagaimana pun ini pernikahanmu sayang~"
Ragu. Kyungsoo terpaksa menganggukkan kepala. Setidaknya di acara itu nanti ada ibu panti yang dikenalnya. Hati Kyungsoo sedikit menghangat.
~RoséBear~
Mereka tiba di alamat yang dikirimkan Kai. Mereka terdiam di loby hotel mengundang pelayan hotel untuk mendekat menanyakan apa yang mereka butuhkan. Sesuai instruksi Kai, Kyungsoo menyebutkan namanya. Pelayan itu langsung mengangukkan kepala. Membawa Kyungsoo kemudian ke lantai atas. President room telah di pesan oleh Kai. Gadis itu diminta bersiap-siap dan menunggu di sana. Dalam hitungan jam dia akan segera menikah dengan atasannya sendiri. Dengan alasan mereka masing-masing. Tidak ada cinta. Yang ada hanyalah gairah dan kebutuhan serta tanggung jawab.
Ibu panti menemani Kyungsoo bersiap diri. Gadis itu sangat cantik dibalut gaun putih yang telah disiapkan Kai. Entah kapan pria itu punya waktu menyiapkan pernikahan ini. Dahulu Kyungsoo piker menginginkan pernikahan yang cukup sederhana saja, dihadiri keluarga dan teman-teman dekat. Sayangnya yang hadir hanya ibu panti.
Selesai bersiap, seorang pria tua yang sempat Kyungsoo kenali sebagai sekretaris lama Kai telah menunggunya. Dia yang akan mengantarkan Kyungsoo menemui Kai. Sejak tiba di hotel, dia sama sekali belum bertemu dengan pria yang akan menjadi suaminya nanti.
"Nona~ jangan takut. Aku percaya tuan muda akan membuat anda bahagia."
"Tapi ini pernikahan."
"Yang seharusnya sakral dan penuh cinta," Potongan Pak Shin cepat.
~ RoséBear~
Dalam hitungan menit mereka telah menikah. Kai memagut bibir Kyungsoo lembut di hadapan beberapa orang yang di tarik sebagai saksi. Lama ciuman itu berubah menjadi semakin dalam. Pria itu memang menciumnya dengan sangat hati-hati, berbeda dengan gerakannya semalam. Suara deheman seseorang menghentikan aksi Kai. Ia melepas ciuamannya, sedikit tersenyum jahil pada Kyungsoo.
Sekarang mereka makan malam bersama beberapa orang. Kyungsoo hanya duduk diam disebelah Kai. Ia melambaikan tangan pada ibu panti yang mendekat bersama Pak Shin dan istrinya. Ketiga orang itu ikut bergabung di meja melingkar.
"Kai~" Kyungsoo memanggil begitu pelan. Namun pria tan bisa mendengarnya cukup jelas. Dia tidak mengacuhkan Kyungsoo, malah menunduk mendekatkan wajahnya memandang dengan tatapan bertanya.
Sesaat Kyungsoo meragu ingin memperkenalkan Kai pada ibu panti sungguh derajatnya tidaklah sama dengan Kai saat ini. Jika masih ada orang tuannya mungkin Kyungsoo bisa sedikit bersanding dengan Kai tapi saat ini?
Tidak Kyungsoo. Kai hanya memanfaatkan tubuh dan kewarganegaraanmu saja. Ia menguatkan hatinya sendiri.
"I-ibu. Dia yang mengasuhku."
"Ibu?" Tanya Kai memastikan. Dia menoleh menatap ibu panti yang tersenyum sangat ramah.
"Aku adalah ibu panti tempat Kyungsoo dibesarkan," Suaranya lembut,mengalun menenangkan pendengaran Kyungsoo. Ia menjadi hangat dalam suasana canggung ini.
"Oh perkenalkan. Kim Kai. Berarti anda yang mengangkat panggilanku tadi?"
Ibu panti mengangguk mengiyakan. "Terima kasih telah menjaga istriku selama ini. Sebuah kehormatan bisa mendapat restu anda langsung."
Apa yang barusan Kai katakan? Sungguh menyentuh hati Kyungsoo jika saja dia tidak ingat bahwa pernikahan ini diikuti rahasia jual beli tubuhnya.
Dalam diam Kai meraih tangan Kyungsoo di bawah meja. Menuntun tangan dimana jari manisnya melingkar cincin berlian yang sangat cantik menuju ke kejantanan Kai yang telah mengeras. Sesaat Kyungsoo terbelalak kaget, dia tahu maksud Kai. Pria itu meremaskan tangannya pada kejantanannya sendiri.
Ibu panti tidak menjawab. Dia sudah tahu yang sebenarnya terjadi dari cerita Kyungsoo.
Sementara Kai bergelut dengan perbuatannya, Kyungsoo berusaha sebisa mungkin agar tenang seperti Kai. Tapi kewanitaannya ikut panas dan berkedut karena merasakan ketegangan Kai.
Makan malam selesai lebih cepat. Tiba saatnya Kyungsoo berpamitan dengan ibu panti, dia memeluk wanita itu dengan begitu erat. Menyampaikan maaf yang begitu mendalam.
~ RoséBear~
Kamar hotel yang dipesan Kai layaknya sebuah apartemen mewah. Kelopak mawar bertaburan di sana. Di atas tempat tidur terdapat sebuket mawar yang warnanya berbeda daripada yang lain, begitupun bentuknya.
"10 tangkai mawar Juliet untukmu."
Entah kenapa Kyungsoo merasakan sisi romantis Kai. Lelaki itu duduk di pinggir ranjang dengan kaki bertumpu satu sama lain dimana tangan kanannya telah meraih buket bunga mawar yang nan indah itu.
Gerakannya seperti seorang penari ballet, ringan tanpa hentakan namun secepat kilat telah berada dihadapan Kyungsoo. "Aku membayar mahal untuk kamar ini." Bisik Kai seduktif. Tangannya melingkar di pinggang Kyungsoo menarik tubuh gadis itu untuk semakin mendekat, merasakan kejantanan Kai yang mengeras. Kyungsoo tahu maksud Kai, sangat paham kemana pembicaraan ini akan berakhir.
"Kau sudah tahu apa yang harus kau lakukan. Me- mu- as- kan -ku sayang~," Bisiknya begitu seduktif memberi sensasi geli pada sekujur tubuh Kyungsoo. "Buka bajumu," perintah itu mutlak.
Kai masih menunggu tanpa mengubah posisi mereka. Dengan ragu Kyungsoo membuka ikatan gaun pengantinnya, tapi tangannya kesulitan menggapai resleting di bagian pundak. Kai yang mengetahui itu segera meletakkan buket mawar juliet ke atas meja. Dengan gerakan sensual ia belai tangan Kyungsoo naik turun sebelum akhirnya berhenti di punggung gadis itu, menarik resleting baju. Jemarinya membantu membukakan gaun pengantin Kyungsoo, menurunkan hingga menampakkan pundak yang tak terlalu mulus mengingat percintaan mereka semalam, beberapa kissmark masih tercetak di sana. Kai menundukkan kepalanya. Menjilati tulang dada Kyungsoo membuat gadis itu mendongak memberi akses luas kepada pria yang kini menjadi suaminya. Kyungsoo mengeratkan tangannya pada kemeja putih Kai yang tampat sedikit kusut setelah setengah harian di pakainya.
"Tu-an tidak mau mandi dahulu?" Kyungsoo menawarkan. Kepala Kai menggeleng membuat rambutnya menggelitik rahang Kyungsoo geli.
"Coba kau panggil namaku dengan benar seperti pagi ini. Itu bisa memberi jawaban yang pasti kepadaku."
Sejenak Kyungsoo ragu namun dia mencobanya. "Kai~ nghhhhhh," panggilannya di ikuti lenguhan nikmat ketika tangan Kai berhasil melepas tali bra transparan milik Kyungsoo dan menjilati putingnya. Rambut Kai benar-benar menggelitik dada Kyungsoo pria itu telah menurunkan gaun pengantin Kyungsoo hingga pinggul. Sementara jemarinya trus saja naik turun di punggung Kyungsoo mencoba menarik mereka semakin mendekat.
"Kau bisa membebaskannya sayang? Penisku terasa sesak-hhhh," lenguhan Kai kesusahan.
Tangan Kyungsoo mulai menjalar membuka satu persatu kancing baju Kai. Memaksa pria itu menghentikan ciumannya pada puting kyungsoo agar bisa melepas kaos dalam Kai. Tidak berhenti di sana, Kyungsoo mulai melepas pengait celana Kai. Jemari lentiknya menurunkan celana dasar itu.
"Nghhhhhh Ka-Kaihhhhh~"
"Yeah. Trus Panggil namaku sayang." Bisik Kai pelan. Keduanya merasakan dingin AC namun panas luar biasa dari gairah yang memuncak ketika tubuh keduanya telah telanjang bulat tanpa sehelai kain pun.
Kai memegang paha kyungsoo, menaikkan paha kanannya membuat kejantanannya berani maju. Ia mencoba meledak ke dalam lubang basah Kyungsoo."Ukhhhh kenapa masih sempit-hhhh," pria itu memprotes lubang kewanitaan Kyungsoo. Ia mencoba melesakkan kejantanannya dalam posisi berdiri dimana satu kaki Kyungsoo terangkat, dan tangan Kai yang satunya memegang erat pinggul Kyungsoo yang ramping. Menempelkan tubuh mereka begitu ketat.
Kaki Kyungsoo yang terangkat perlahan melingkar di pinggang Kai. Pria itu juga menaikkan pasangannya membuat Kyungsoo kaget dan memeluk leher Kai kuat agat tidak terjatuh. Namun posisi ini semakin menanam kejantanan Kai disana. Rasanya menyiksa tidak bergerak sama sekali. Kyungsoo mulai terbakar gairah, ia menginginkan gerakan Kai.
Pria berjalan sembari menggendong Kyungsoo berhadapan. Seperti anak koala. Bergelayutan mempertahankan keinginan mereka. Sementara Kai berjalan, kejantanannya tanpa sadar menusuk vagina Kyungsoo menuju titik sensitivenya di sana.
Kai menjatuhkan Kyungsoo ke tepi ranjang. Sementara pria itu masih berdiri ia segera meraih kedua pergelangan kaki Kyungsoo mengangkatnya menampakkan lubang vagina Kyungsoo yang berkedut meminta di isi. Tidak perlu menunggu lama, seperti sudah hapal letak lubang itu Kai melakukan penetrasi dalam. Menghentakkan penisnya dalam sekali hentakan, berhasil mencapai bagian kabia Kyungsoo.
"Akhhhhhhhhh~" gadis itu mendesah hebat merasakan sensasi menggelenyar disekujur tubuhnya. Ia tersentak cukup kuat merasakan milik Kai yang keras dan benar-benar siap. Tangannya mencoba meraih seprei meminta untuk bertahan dari rasa sakit.
Namun kemudian Kai mengeluarkan miliknya, memasangkan pengaman lalu kembali menghentak Kyungsoo tanpa henti, dengan ia yang mengangkat pergelangan kaki Kyungsoo mempermudah proses penetrasinya. Lagi dan lagi dalam posisi yang sama hingga akhirnya secara bersamaan Keduanya melenguhkan nama lawan masing-masing.
Seprei ranjang mulai kusut, kelopak mawar bertaburan kemana-mana menyentuh kulit Kyungsoo ataupun berjatuhan ke karpet karena ulah Kyungsoo.
Selesai pencapaian puncak pertama, Kai mendorong tubuh Kyungsoo semakin ke kepala ranjang. Ia meraih bantal dan meletakkannya di bawah pantat Kyungsoo. Tangannya mendorong kaki Kyungsoo agar memeluk. Mendekatkan wajahnya pada kewanitaan Kyungsoo. Aroma yang memabukkan dan meminta Kai untuk memajukan lidahnya, mencecap rasa gadis yang selalu membuat kejantanannya menegang. Lidahnya mulai menari disana, menggoda Kyungsoo yang mulai kehilangan kendali. Tangan gadis itu menggapai udara kosong sampai akhirnya mencapai rambut Kai. Menarik kepala atasannya agar semakin memasukkan lidahnya. Kai menyeringai mendapati keliaran Kyungsoo di atas ranjang.
Malam itu president room dipenuhi suara desahan dari sepasang suami istri yang baru saja menikah. Suara itu mulai berubah menjadi dengkuran halus menjelang sepertiga malam.
"Aku berjanji akan memperlakukanmu dengan baik selama kau menjadi anak penurut," Janji Kai pada Kyungsoo. Ia mencium pucuk kepala Kyungsoo. Lalu turun mengecup kedua kelopak mata Kyungsoo, semakin turun ke hidung bengirnya. Hingga saat akan mencecap ke bawah, bibir hati itu bergerak.
"Ibu~ Ayah~"
Kai berhenti sejenak. Menjauhkan wajahnya dari Kyungsoo. Memandangi wajah polos Kyungsoo yang tampak berkerut, dia benar-benar menggemaskan saat ini.
To Be Continue...
Aku sadar ini terlalu lama. Tapi aku mencoba menyelesaikan bagian terakhir, kupikir ini pertama kali aku membuat cerita akhir seperti ini membuatku menggelengkan kepala, kadang tertawa sendiri. Percayalah jika kalian tidak melewatkan satu chapter 'pun hingga menuju bagian akhir kalian akan tahu jika cerita ini just a fiction. Aku membuat bagian berbeda tapi kita harus melewati beberapa roman picisan terlebih dahulu. Banyaknya Chapter? Cukup banyak! Hanya sedikit informasi yang bisa kuberitahu sampai saat ini. Selanjutnya silahkan nantikan pertemuan kita.
Preview
Lady Rose Ch 03
"Puaskan aku pagi ini sayang, maka kau tidak perlu pergi bekerja. Naiklah ke tubuhku." –Kai
Lady Rose Ch04
"Sebuah kebetulan melihatmu di luar mension Kai. Makan siang bersama Kyungsoo?" –Baekhyun
Lady Rose Ch05
Pria Tan terkekeh pelan mendengar jawaban formal Kyungsoo. Tanpa sadar dia mengambil sendok dan mengetuk kepala Kyungsoo membuat perempuan itu meringis karena terkejut. "Begitukah cara bicaramu pada suamimu nanti?"
'Kau sialan! Seperti malaikat maut saja.'
Lady Rose Ch06
"Bagaimana jika kubantu kau mengingatnya? Kau mengikuti kelas persiapan di Carl International School. Seorang supir selalu mengantar dan menjemput tiap kegiatan yang kau lakukan. Ahh supirmu, dia juga korban dalam tragedi itu bukan? Bersama Kedua Orang tuamu... Lalu.. "-Sehun
Salam hangat
.
RoséBear
(2017, 11 June)
Buyer of Rose Juliet; Try the Rose.
