Apa Sehun masih mengingatku?
Luhan
Jangan selalu mengirimiku pesan. Bukankah kau sedang sibuk, Tuan Oh. Siap-siap saja sana dengan acaramu.
"Lagipula, ia tidak benar-benar memperkosaku malam itu. Jadi, memang tidak seharusnya aku menceritakan kejadian itu."
"Hah, Brengsek." Luhan menggeram.
"Apa aku begitu tampan, hingga kau tak bisa berhenti menatapku seperti itu."
"Ia benar-benar pergi?" Luhan merasa kecewa,
Cha! adakah yang masih menunggu ff ini? yang penasaran, yuk cek chap 2 nya disini ^^veviihunhanhyojinfanfic.^^wordpress.^^com . jangan lupa hapus tanda (^^)
untuk pw bisa minta di fb aku Vevii HunHan, atau bbm 7476c3f1 .. atau bisa pm aku di akun ffn ini dg format uname kalian saat komen di chap 1 dan uname kalian saat akan komen di chap 2, thanks..
