"Siapa yang kamu telfon, minnie?"

Changmin menoleh kaget. Dadanya bergemuruh saat itu juga, berbagai pertanyaan muncul ketika melihat Ibundanya berada disini. Mungkin karena terlalu fokus dengan suara di telfon hingga ia sendiri tidak mendengar suara pintu kamarnya di buka.

"Eomma, sejak kapan-" suara Changmin tak keluar tatkala Ibundanya tersenyum,ah lebih tepatnya menyeringai.

"Sudah lama," jawab Jaejoong cepat. Memandangi kedua ekor mata Changmin yang bergerak-gerak gelisah. "Minnie, ada yang kamu sembunyikan selama ini?"

Changmin menunduk.

"Ayo, Ada yang ingin kami bicarakan padamu." ucap Sang Ibu lalu berbalik ke arah pintu keluar.

"Kami?" tanya Changmin dengan kerutan di dahinya. Ia punya firasat buruk mengenai ini.

Jaejoong yang sudah berjalan kecil ke depan segera menengok ke samping sekilas. Memandangi anaknya melalui bahunya. "Appamu pulang beberapa menit setelah kita, sayang."

Bahu Changmin merosot seketika, dengan pasrah ia berjalan mengikuti ibunya di belakang. Jujur saja, ia tidak bisa berurusan dengan ayahnya.

Jung Yunho Miliarder pintar tau segalanya yang sayangnya ayahnya sendiri.

CHANGKYU

Cho Kyuhyun turun lima belas menit kemudian. Dia mengenakan kaos putih longgar dan celana jeans selutut. Di kepalanya tersampir handuk putih kecil yang ia gunakan untuk mengusap rambut hitam legamnya yang masih basah. Senyum timbul dari wajah Kyuhyun saat melihat Ibu dan Ayahnya menunggunya.

"Selamat makan!"

Seruan Kyuhyun setelah ia duduk di kursinya. Kibum yang mendengar itu menepuk kepala Kyuhyun pelan menimbulkan protesan kecil anaknya. Siwon yang melihat kebiasaan anak dan istrinya hanya bisa terkekeh pelan sebelum ia memulai berdoa mengawali makan hari ini.

Tapi 20 menit kemudian hanya ada Kyuhyun di rumah, di temani guyuran air beradu dengan peralatan makan yang Kyuhyun cuci. Ayah dan Ibunya berangkat bekerja tepat pukul 7, sedang ia sendiri akan berangkat paling akhir namun pulang lebih awal.

Bekerja sebagai manager di sebuah perhotelan benar-benar menyita waktu ayahnya. Kibum ibunya juga sama, sehari-harinya wanita yang melahirkannya itu mengurusi toko keramik milik nenek kami di jantung kota.

Kini Kyuhyun yang menyerah dengan kesepian memilih merebahkan kepalanya di meja makan menunggu seseorang. Tidak juga mungkin ini hanya kebiasaan sehari-harinya sejak dulu.

Ting tong.

Bunyi suara bel yang di nantikan Kyuhyun terdengar juga, dengan ringan kakinya melangkah menuju ke pintu depan. Entah apa lagi yang ia dapat hari ini cukup membuatnya senang.

"Nona Kyuhyun," kata sosok tua sambil tersenyum saat pintu di buka lebar. Kyuhyun juga ikut tersenyum.

"Aku dapat paket lagi minggu ini?"

"Ya..kali ini mungkin sepasang sepatu," tebak sosok tua yang selalu mengantarkan barang di rumah ini. Kedua tangannya sibuk mengambil sesuatu di tas punggungnya. "Ini.."

Kyuhyun segera menerimanya sambil menggoyangkan barang yang ada di tangannya. "Aku penasaran sekali, siapa pengirimnya."

Sosok tua yang melihat itu terkekeh kecil sambil mengacak rambut setengah basah gadis ini. "Mungkin dia benar-benar penggemarmu nona kecil."

Kyuhyun menggembungkan pipinya ke satu sisi. Kedua tangannya memeluk barang itu ke depan. Dia tidak suka di panggil seperti itu, tapi mengingat sosok tua pengantar barang itu sudah melihatnya sejak umur 13 tahun ia kemudian tertawa kecil.

Mereka berbicara beberapa menit hingga sosok tua itu memutuskan untuk segera pergi lantaran sibuk.

...

Sekarang tinggal Kyuhyun sendirian lagi, di kamarnya yang luas. Di lantai atas memang hanya ada kamar satu yang mana miliknya sendiri. Ia mendesign ulang kamarnya 4 tahun lalu lantaran banyak sekali barang yang ada di kamarnya. Setiap minggu sejak ia berumur 13 tahun hingga sekarang kerap kali mendapatkan paket. Yang paling banyak adalah pakaian sehingga ia memiliki 3 lemari besar dan satu yang berukuran kecil itu pun akan membludak apabila Kyuhyun tidak menyumbangkan baju-baju berukuran kecilnya kepada orang lain.

Yang jadi pertanyaannya sekarang adalah siapa yang memberikan ini semua? Kyuhyun bahkan tidak tau, ia dulu pernah mengira ayahnya tapi itu tidak mungkin. Bukan berarti gajinya tidak mampu untuk membeli namun keluarganya tidak pernah boros hanya untuk membeli pakaian yang ia punya setiap minggu. Kyuhyun juga pernah enggan untuk memakainya setelah ia tau ini bukan dari ayahnya atau sang ibu namun lama kelamaan ia terbiasa. Yang membuat ia juga heran setiap pakaian atau sepatu yang ia dapat berukuran pas dengan tubuhnya seolah barang itu pernah ia cocokkan sebelumnya. Si pengirim benar-benar mengetahui dirinya. Akhir-akhir ini ia juga tau jika barang yang ia peroleh di produksi oleh butik berlabel YS, yang mana hanya akan membuat satu baju di setiap pembuatan.

Ia begitu terkejut, pasalnya ia tidak terlalu up to date pada dunia fashion, Kyuhyun hanya memakainya saja tanpa tau hanya ia sendiri di antara teman satu kampusnya yang paling up to date. Jujur saja, hingga sekarang ia tidak pernah memberitahukan soal ini kepada orangtuanya. Ia tidak mau ayah dan ibunya shock.

Yang pasti, ia percaya sosok pemberi ini begitu baik.

CHANGKYU

Jung Changmin duduk di depan tiga orang dewasa di depannya. Sesaat setelah ia duduk di depan mereka berbagai ekspresi di tampilkan oleh mereka. Namun, diantara yang lain pamannya adalah yang paling absurd. Sejak tadi adik ayahnya itu tersenyum terus menerus namun tak ada yang di ucapkannya sama sekali seperti kedua orangtuanya.

"Appa.." ucap Changmin pada akhirnya. Mata bambinya bertatapan langsung dengan mata musang Yunho.

Yunho menanggapinya dengan senyuman simpul sambil berdeham dia mendorong amplop coklat sejak tadi ada di meja ke arah Changmin. "Appa ingin tau, jawabanmu tentang ini."

"Apa ini?"

Pertanyaan itu hanya di jawab diamnya mereka. Dengan mantap, Changmin akhirnya membuka amplop itu dengan kening terangkat. Saat ia melihat di dalamnya ketakutan seketika muncul. Seperti dugannya ia ketahuan kali ini.

Atau mungkin, tidak.

"Appa tau yang kamu lakukan selama ini, nak."

Changmin menggigit bibir tipis nya mendengar itu tatapan nya segera beralih dari amplop yang ia masukan lalu ke arah Ayahnya. Amplopnya lantas ia letakan kembali di meja dan Jaejoong segera mengambilnya.

"Siapa sebenarnya gadis itu?"

Yunho bertanya kepada sang anak bukan berarti ia tidak mengetahui apapun tentang gadis yang di maksudkannya. Ia hanya ingin mendengar langsung dari sang anak.

"Yunnie, lihat.. gadis ini sangat cantik."

Jaejoong nyaris berteriak kecil di samping suaminya. Tangannya menunjukkan foto yang di pegangnya. Dan entah kenapa kata-kata random ibunya cukup mengalihkan pertanyaan ayahnya yang cukup sulit Changmin jelaskan.

"Boo.. kita harus dengarkan Changmin sekarang," tutur Yunho halus. Jaejoong mengerucut sebal segera menggeser posisi duduknya sedikit.

"Jadi, minnie.. Apa gadis ini tau kamu yang mengirim pakaian-pakaian itu?"

Changmin menggeleng.

"Astaga.. kenapa? Apa kamu tidak takut gadis itu dekat dengan laki-laki lain?"

Changmin tersenyum tipis menanggapi pertanyaan pamannya itu. Sambil membenarkan posisi duduknya ia berkata, "Itu tidak akan terjadi."

"Jadi itu alasan kenapa beberapa bodyguardmu ada di Seoul," ujar Yunho tepat sasaran melihat Changmin yang tak bisa mengelak lagi hanya mengangguk tenang di depannya.

"Kamu ingin eomma melamarnya untukmu, minnie?"

Dan lagi-lagi ucapan Jaejoong mampu membuat ketiga pria di sana menghentikan perkataannya.

CHANGKYU

14.23 KST

Kyuhyun keluar dari kelasnya hari ini. Di depan satu temannya telah menunggu dengan sabar.

"Astaga, aku sampai bosan menunggumu di sini kyu," gerutu gadis berambut coklat terang kepada Kyuhyun. Bibirnya mengerucut ke depan saat mendapati Kyuhyun hanya tersenyum kecil.

"Sudahlah,eunhyuk.. Ayo bukankah kita akan ke pameran lukisan sekarang." Ryeowook menarik Eunhyuk yang siap memarahi Kyuhyun lagi. Menurut dirinya Eunhyuk dan Kyuhyun harus segera di jauhkan karena itu dia memilih berada di tengah mereka.

"Memangnya kita boleh kesana, aku dengar tiketnya habis dalam waktu 5 menit setelah pembukaannya," kata Kyuhyun dengan gerakan berlebihan. Saat ini mereka berjalan keluar kampusnya.

"Memang benar, tapi jangan sebut aku Eunhyuk karena aku adalah keberuntungan," kata Eunhyuk sedikit narsis. Dia mengambil 3 tiket dalam sakunya dan menggoyang-goyangkan kedepan. Gummy smilenya keluar saat kedua temannya memutar bola matanya bersamaan. "Kalian harus berterimakasih padaku, aku membeli ini sambil memikirkan kalian.."

"Ya tuhan, aku tidak menyangka kau sebaik itu eunhyuk," ujar Ryeowook terharu.

"Eum.. Gomawoo hyukie," timpal Kyuhyun.

Mereka terdiam sesaat.

"Hei, kalian tau kenapa aku begitu ingin mengunjungi pameran itu?" ucap Eunhyuk lagi.

"Itu karena ada seseorang disana kan?" Goda Kyuhyun.

Pipi Eunhyuk segera memanas mendengar hal itu. Kedua temannya terkikik geli melihatnya. Tidak ada yang tidak tahu hubungan Eunhyuk dan Donghae yang di maksud Kyuhyun.

"Aish.. sudahlah, kamu ini!" Eunhyuk menutupi wajahnya dengan satu tangannya.

"A hahaha..."

Tawa ketiga gadis disana berderai terus menerus sampai ketiganya memasuki bis yang akan membawanya ke tempat pameran. Tapi mengingat ada larangan untuk tidak membuat kebisingan di dalam bus mereka terdiam duduk di bangku paling belakang.

"Sebenarnya ada alasan lain kenapa aku ingin kesana.." Eunhyuk berbicara dengan pandangan menerawang. Kedua gadis yang duduk bersebelahan memandang Eunhyuk bersamaan.

"Memangnya apa?" tanya Ryeowook pelan.

"Yak, kalian pasti tidak mendengar berita hari ini," kata Eunhyuk cepat.

"Aku hanya tau kalau pagi ini keluarga Jung Yunho pulang ke korea, hanya itu."

Ryeowook melirik ke arah Kyuhyun yang hanya mendengarkan percakapan mereka. Dia tau Kyuhyun jarang menonton televisi di rumahnya. "Kamu pasti baru tau berita ini kan?"

Kyuhyun menampilkan senyuman lebarnya kepada teman-temannya.

"Aku hanya malas memandangi layar berbentuk kotak itu," belanya.

"Ya ya terserah kamu saja Kyu, yang pasti aku ingin cepat bertemu cucu pertama keluarga Jung sang Miliarder itu," jelas Eunhyuk antusias.

"Maksudmu Jung Changmin?" sahut Kyuhyun cepat. Entah kenapa saat menyebut nama pria itu ucapannya begitu lancar.

Eunhyuk memiringkan wajahnya ke arah Kyuhyun. "Kenapa kamu tau?"

"Tentu saja dia tau,pabo!" Ryeowook menepuk kepala Eunhyuk sedikit keras. Membuat si gummy smile merengut sebal. "Kami tau karena kita satu sekolah menengah pertama dengan Changmin, yang lebih beruntungnya Kyuhyun satu kelas dengan pewaris keluarga Jung selanjutnya."

"Whoa, daebak.. pasti saat itu banyak sekali yang menyukai laki-laki itu, bagaimana wajahnya? Pasti sangat tampan kan?"

Ryeowook memutar bola matanya malas, pertanyaan macam apa itu? Batin nya berbicara. Namun tanpa di ketahui Kyuhyun sedang memandang jalanan dengan hati yang entah bagaimana tidak bisa Kyuhyun jabarkan. Eunhyuk yang pertama kali melihatnya segera menepuk pundak Ryeowook untuk melihat ke arah Kyuhyun.

"Dia kenapa?"

Ryeowook menoleh sedikit. Sedetik kemudian dia menyeringai. "Hyukie, apa kamu ingat saat aku bercerita tentang kisah cinta pertama Kyuhyun?"

Kyuhyun yang mendengar hal itu menatap Ryeowook horror. Mulutnya siap meluncurkan omelannya sebelum Eunhyuk membekap mulut Kyuhyun dari samping. Dia sengaja berpindah posisi cepat karena ingin mendengar cerita Kyuhyun.

Ryeowook tertawa saat kedua tangan Kyuhyun berusaha meraihnya. "Cinta pertama Kyuhyun itu Jung Changmin, Dia menyukai laki-laki itu hingga sekarang. Aku mengetahui hal ini karena ada kejadian memalukan saat kelulusan kami." Ryeowook tertawa lagi sambil menatap Kyuhyun yang mulai tenang. "Waktu itu sekolah kami mengadakan acara setelah kelulusan, acara itu sekaligus pertemuan terakhir kami dengan teman-teman. Kyuhyun mendapatkan peringkat dua kala itu setelah Changmin yang mengisi posisi pertama. Tiba-tiba acara belum di mulai tapi Kyuhyun sudah menangis sangat keras."

"Kyuhyun menangis?" potong Eunhyuk sedikit terkejut dengan ucapannya sendiri, namun segera meminta Ryeowook melanjutkan lagi.

Ryeowook mendengus, lalu pandangannya mulai menerawang lagi. "Ya Kyuhyun menangis, dia bilang itu karena ayah dan ibunya belum juga datang. Namun setelah orangtuanya datang lalu acara selesai dan dia bahkan belum juga menghentikan tangisannya, aku baru tau dia menangis karena hari itu terakhir kami bertemu dengannya."

Eunhyuk memandang Kyuhyun takjub tanpa di sadari tangan yang membekap Kyuhyun terlepas begitu saja. Dan Kyuhyun segera melontarkan ocehannya dengan muka memerah. "Aku tidak seperti itu."

"Aku berani bertaruh, jika Changmin berdekatan dengan gadis lain kau pasti cemburu."

"Bagaimana jika dia memiliki kekasih disana yang akan di kenalkan pada semua warga Korea?" Ryeowook menimpali.

"YAK! LEE HYUKJAE, KIM RYEOWOOK!

T

B

C

Hai.. Konbawa :) eh.. Oyasumi.. haha, buat yang sudah tidur..

Fio update cepet..

Semoga yang kemarin tanyakan bisa di jawab di chapter ini.. kwkw

Jujur aja, ini khayalan tingkat tingginya fio sejak dulu.. terinspirasi dengan ff fandom lain tapi berbeda. Pasaran memang ceritanya. Tapi fio seneng aja, ok cuzzz! Selamat baca..

8/05/2016

Love Changkyu