Disclaimer : Naruto pastinya punya om Masashi Kishimoto
Warning : OOC, misstype,
Summary: Hyuuga Hinata, gadis yang sederhana dan menyukai seorang cowok sekarang menyukai cowok lain, apa yang akan dia lakukan?
Buat sAsULoVeLyHiNa makasih buat reviewnya, akan kuusahakan buat update kilat kok heheh
Untuk Kakashi's girl lanjutannya ada di chapter ini
-------X------
A story og Hyuuga Hinata
By Akasuna no NiraDEI Un!
"Aku..aku kencan? Bersama Naruto-kun?" kata Hinata tak percaya.
Setelah itu Hinata masuk kekelas dan tertawa-tawa sendiri,
"Eh? Kamu kenapa Hinata-chan?" kata Sakura yang heran melihat tingkah temannya yang tidak biasanya itu.
"Iya Hinata-chan, ada apa sih? Cerita ke kami dong" kata Temari membujuk Hinata.
"Ehm..sebenarnya.." lalu Hinata menceritakan semuanya, dan mereka tersentak.
"Hah? Naruto mengajakmu kencan? Saat acara menginap kita?" kata Temari terkejut.
"Iya, maaf ya Sakura-chan, tapi hari ini saja ya" kata Hinata memohon.
"Oh tak apa, lagipula dia kan orang yang kamu sukai, kalau tidak hari ini, ya kapan lagi?" kata Sakura tersenyum.
"Terima kasih Sakura-chan, selesai pergi pasti aku akan ke rumahmu!" kata Hinata.
"Yah itu kalau kamu beneran pulang ke rumahku, siapa tahu malah ke rumah Naruto, ahahahha" kata Sakura menggoda, muka Hinata memerah karena mendengar itu.
"Ti..tidak! Naruto-kun bukan orang seperti itu!" Hinata berkata setengah teriak.
"Hah? Seperti apa Hinata-chan?" kata suara maskulin itu, DEG, jantung Hinata tersentak dan tidak berani menghadap ke belakang.
"Kalian semua membicarakan aku ya?" kata Naruto dengan tampang tak tahu apa apa.
"Na..Naruto..kun, ti…tidak..ka…kami ha…nya a..AHHH!" Hinata lepas kendali dan pergi ke tempat duduknya,
'Kenapa aku tidak bisa tidak gagap didepan Naruto-kun sih? PAYAH!' teriaknya dalam hati.
"Hinata-chan, sebenarnya kenapa sih Hinata-chan itu?" kata Naruto ke Sakura dan Temari.
"Ehm kami tidak tahu, susah menjelaskannya deh Naruto, dah sana kembali ke tempat dudukmu" kata Temari.
"Ahh baiklah" .
"Anak-anak kembali ke tempat duduk kalian kita akan mengadakan tes" kata Anko tiba-tiba dan disambut dengan.
"EHH?" .
"Ayolah, nilai rata-rata kelas ini tidak pernah naik, yang menaikkan hanya Nara, Hyuuga, Uchiha, Haruno dan Sabaku saja" kata Anko sembari membagikan kertas ulangan.
Selain cantik, 3 primadona sekolah Konoha juga pintar dan ramah, itu kenapa mereka disukai banyak orang, Sakura yang periang, Temari yang berpikiran jauh ke depan, dan Hinata yang pemalu dan anggun.
Setelah test selesai, bel berbunyi menandakan waktu istirahat telah tiba, Hinata, Sakura, dan Temari memutuskan untuk membeli makanan di kantin.
"Gimana menurut kalian test tadi?" kata Temari.
"Hmm biasa saja, soal Anko-sensei mudah ditebak sih" kata Sakura sembari menduduki kursi yang sudah tersedia.
"Iya, benar kata Sakura-chan" timpal Hinata.
"Eh aku pesan salad dan jus alpukat ya, Teuchi-san!" kata Sakura kepada Teuchi-san, pemilik kantin.
"Kamu itu gak pernah makan daging ya, sok vegetarian" kata Temari melihat daftar menu.
"Eh, ini biar aku kurus dan dapat bersama Sasuke-kun" kata Sakura .
"Iya sih, aku pesan sushi dan jus melon ya Teuchi-san" kata Temari.
"Oh ya ngomong-ngomong di sini hanya Hinata-chan yang tidak punya pacar ya?" kata Sakura melihat Hinata.
"E..eh! aku…, aku".
"Makanya kamu tuh sering digoda cowok, udah cantik, pintar, anggun, apa yang kurang coba? Pacar? ahahhha" tiba-tiba muncul seseorang berambut pirang pucat kucir satu dan bermata hijau toska menimpali, primadona keempat yang berada di kelas lain dari mereka.
"Eh Ino-chan, emm Teuchi-san aku pesan mochi saja deh dan jus semangka" kata Hinata.
"Aku mau chicken yakiniku deh dan juga jus apel" kata Ino mengambil tempat duduk di sebelah Hinata
"Oh ya hari ini jadi kan menginap di rumah Sakura-chan?" kata Ino
"Ehm jadi sih, tapi si Hinata tuh mau kencan sama cowok Namikaze itu" kata Temari memakan chicken teri rollnya
"Hah? Benarkah itu Hinata-chan? akhirnyaa" kata Ino dan merangkul Hinata
"Ino-chan sesak,," muka Hinata mulai membiru
"Maaf, aku hanya senang saja, setelah sekian lama" kata Ino tertawa pelan
"Eh kalian pada ngomongin apa sih?" sesosok yang dapat membuat jantung Hinata berdegup kencang datang tiba-tiba
"Na…Naruto-kun?" kata Hinata terbata-bata
"Boleh kan kami bergabung?" kata cowok berambut hitam, bermata onyx dan emo ini. Uchiha Sasuke
"Boleh kok Sasuke-kun" kata Sakura
"Merepotkan" kata si cowok berambut nanas ini, Nara Shikamaru
"Maaf mengganggu" kata cowok yang berambut hitam dan bermata hitam, Sai
"Sai-kun, ayo! tak mengganggu kok" kata Ino merangkul lengan Sai
"Naruto-kun mau pesan apa?" kata Hinata yang akhirnya dapat mengendalikan gagapnya
"Mmh miso ramen satu! Sama air putih deh" kata Naruto
"Aku katsu bowl saja sama jus jambu" kata Shikamaru
"Aku hamburger sama jus tomat saja" kata cowok emo
"Aku nasi kare saja deh sama jus jeruk" kata cowok dengan senyum palsunya
Setelah semua selesai makan, Naruto berbisik ke Hinata
"Hinata-chan, nanti jadi kan?"
"I..iya terimakasih Naruto-kun" kata Hinata memainkan jarinya
"Hayo kalian pada ngapain? Ayo ke kelas, habis ini pelajaran Kurenai-sensei" kata cewek berambut pink ini
"A..ayo Sakura-chan, Temari-chan," kata Hinata dan beranjak pergi diikuti oleh Temari dan Sakura
"Aku kembali ke kelas dulu, bye semuanya! Ayo Sai" kata Ino menggandeng tangan Sai
"Hey dobe, ngomong-ngomong ada apa dengan kamu dan Hinata?" kata Sasuke
"Eh? Teme, tak ada apa-apa kok" kata Naruto
"Kamu suka sama dia kan Naruto?" kata Shikamaru tiba-tiba yang membuat muka Naruto memerah
"A…apa sih…? Tidak kok!" tetapi semburat merah tidak dapat berbohong
"Alah,,, bohong deh, ya sudah kita kembali kekelas saja" kata Shikamaru dan beranjak dari kursi
"Ayo dobe"
"iya teme"
Sementara waktu di ruang kelas 2-3…,
"Hei Hinata-chan" kata gadis berambut pirang pucat itu
"Hinata-chan" panggil gadis berambut pink
"Ng…," jawab gadis berambut indigo sekenanya
"Hinata-chan! kita kan sedang mendiskusikan acara kita nanti malam! Kamu malah bengong!" Kata Sakura
"yah wajar lah kita diduakan Sakura-chan, kan Hinata-chan ada kencan nanti" goda Temari dan muka Hinata memerah.
"Ma…maaf deh Temari-chan, Sakura-chan, kalian tahu kan,,, dia adalah first love-ku" kata Hinata membela
"Ya, kami tahu kok Hinata-chan, kami cuma bercanda" kata Sakura mengelus rambut Hinata
"Eh! Ada apa ini Sakura-chan? aku bukan adikmu!" Hinata merasa risih
"Ya, aku tahu, tapi aku tak punya adik dan kamu kuanggap sebagai adik kecilku" kata Sakura melepaskan tangannya dari rambut Hinata
"Iya, ya ia selalu mendiskusikan masalah first lovenya ke kita hahaha memang masih kecil" kata Temari
"Temari-chan! kamu juga sering mendiskusikan tentang Shikamaru itu kan? Padaku? Dan juga Sakura! Kamu juga meminta bantuanku saat itu ketika ingin menembak Sasuke kan? Kalian sama saja" kata Hinata
Muka Sakura dan Temari berubah menjadi serius,
"Iya juga ya, berarti kita sama-sama adik kecil! Hahahahah" Sakura tertawa renyah
"Iya, hehehe" Hinata juga tertawa lembut
"Iya" kata Temari tertawa kecil
"Eh kalian sudah ngerjain pr Kakashi-sensei?" sela Sasuke
"Hey teme, kamu ngapain ngerjain pr? Paling juga Kakashi masuk 10 menit sebelum bel" kata Naruto
"Heh, diam kau dobe" kata Sasuke
"Bagaimana jika kita jalan-jalan saja? Kebetulan kelasnya kosong" kata Sakura
"Ah! Ide bagus!" seru Naruto
"Merepotkan sih, tapi bagus juga" timpal Shikamaru
"Hey aku ikut ya!" kata Lee dengan semangat
"NGGAK" mereka semua serentak menjawab
"Yah, sudahlah, aku akan pergi bersama Kiba saja" kata Lee menyerah
'Kalau ada Lee bisa-bisa gak genap 3 pasang dong' pikir Sakura
'Kalau ada Lee kasihan aku, Sakura, dan Hinata dong' pikir Temari
'Kalau ada Lee aku gak bisa berduaan sama Naruto-kun' pikir Hinata
'Kalau ada Lee, kasihan si dobe' pikir Sasuke
'Lee itu merepotkan, aku gak mau sama dia' pikir Shikamaru
'Nanti aku gak bisa berdua sama Hinata-chan dong, untung saja' pikir Naruto
"A…ayo" kata Hinata dengan ragu-ragu
"Ehehe ayo Hinata–chan" Naruto menyentuh pundaknya dan melenggang pergi
"Hei! Kamu curang Naruto!" teriak Sasuke
"Nanti kalau Hinata-chan pingsan gimana?" kata Sakura dan melepaskan pegangan Naruto dari pundak Hinata
"Tuh lihat muka Hinata-chan sudah merah banget" kata Temari menampakkan muka Hinata yang benar-benar sangat merah
'Na…Naruto-kun memegangku?' pikir Hinata yang benar-benar bingung
"Hinata-chan! Kamu kenapa?" kata Naruto dan memegang kening Hinata
'Dasar Naruto/dobe tidak sensitive, bodoh' pikir mereka semua serentak
"Hey! Hinata-chan! Un!" tiba-tiba cowok berambut pirang dikucir satu mengecup pipi Hinata
"A…a…Deidara-senpai!" kata Hinata dan memeluknya
"Dimana Tobi-senpai?" tanyanya
"Ngg tidak tahu, makanya aku mencarinya sekarang, aku bersama Sasori" timpal Deidara dan seorang cowok berambut merah dan bermata coklat keluar
"Hey Hinata!" Sasori adalah sang puppet master, kelas 3 SMA masuk grup akatsuki bersama Deidara dan Tobi.
"Hei Deidara-senpai, Sasori-senpai" kata Sakura dan Temari dari belakang
"Oh 3 primadona kumpul disini semua, kalian pelajaran apa?" kata Sasori
"Kami pelajaran Kakashi-sensei Sasori-senpai" kata Hinata lalu melepaskan pelukannya dari Deidara
"Pantas saja, un!" kata Deidara
"Kalian bersama siapa?" kata Sasori yang sedaritadi merasakan aura-aura gelap dari belakang 3 malaikat itu.
"Oh, si Uchiha adik Itachi un!" kata Deidara dan sweatdrop karena melihat aura hitam dari dia
"Dan si Nara anak jenius dan Namikaze anak hyperaktif" kata Sasori mengklarifikasi mereka
"Eh? Kenapa kalian mengeluarkan aura hitam pekat gitu sih? Apalagi si Namikaze itu? Un!" kata Deidara
"Hei, kamu Deidara dari akatsuki itu kan? Yang mempunyai jurus andalan lempung-lempung itu?" kata Naruto berusaha untuk tenang
"Iya Un!" kata Deidara yang emang populer ini, pokoknya anggota akatsuki itu sangat populer, Rookie 12 juga terkenal
"Apa hubunganmu dengan Hinata-chan? Kenapa dia memelukmu?" kata Naruto mengeluarkan aura hitam pekat, matanyapun menjadi merah dan bekas luka di pipinya membesar
"Na…Naruto-kun stop, dia.., dia adalah temanku, orang yang berharga, pokoknya semua dari akatsuki berharga bagi kami bertiga" kata Hinata berusaha menutupinya
"Tapi Hinata-chan" mata Naruto tetap merah
"Iya, sebulan yang lalu kami diculik" kata Sakura membela mereka, sebenarnya kenyataan itu benar-benar mereka sembunyikan, tetapi pada akhirnya.
"Be..benarkah? Temari?" kata Shikamaru yang berpikir bahwa Ia tidak becus menjaga pacarnya
"I..iya benar Shika-kun" kata Temari
"Sebenarnya kami tak ingin mengingatnya, tapi akan kuceritakan pada kalian semua" kata Hinata menjelaskan dan mengelap matanya yang berair.
Flashback
"Hinata-chan! ayo! Kita harus segera pulang" kata Temari
"Iya!" Sakura berangkat pergi beserta Hinata,
"Huh, menyebalkan deh! Masa harus rapat OSIS lagi? Mana yang datang hanya kita bertiga!" Sakura mengeluh
"Sudahlah Sakura-chan, yang penting sekarangkan sudah selesai" Hinata bermaksud menenangkan
"Tapi ini sudah malam!" kata Sakura melihat bulan yang tersenyum diatas
"Iya juga sih" kata Hinata
"Eh teman-teman kalian pernah dengar gak kalau ada penjahat yang sering lewat dijalan sini" kata Temari
"Eh Temari-chan jangan nakut-nakutin ah!" kata Hinata
"Iya Temari-chan aku jadi takut, eh Temari-chan awas dibelakangmu!" kata Hinata melihat orang dibelakang Temari
"Terlambat" kata orang itu dan memukul bagian belakang kepala Temari yang membuat ia pingsan
"Byakugan!" bisik Hinata dan melihat
"Sakura-chan ada 5 orang, Sakura-chan 30 derajat timur laut!" kata Hinata
"Shannaro!" teriak Sakura yang berhasil membuat jatuh 1 orang
"Jyuuken!" Hinata melancarkan serangan yang juga dapat menghentikan gerakan 1 penjahat
Tetapi mereka semua terlambat menyadari 2 orang lainnya dan dibekap dalam tangan orang itu dan diberi obat bius
"Arrgh!" teriak Sakura dan Hinata sudah pingsan
Mereka semua bangun dalam kegalapan
"Hinata-chan, kamu sudah bangun" bisik Sakura
"I…iya, a..aku" Hinata hanya dapat berbicara sedikit, kepalanya sangat sakit
"Hoho ternyata 3 orang ini sudah bangun" tiba-tiba 3 orang muncul dari balik pintu
"SIAPA KALIAN?" teriak Temari
"Kami? Kami adalah penculik didaerah sini"
"Ke…kenapa kalian menculik kami?" kata Sakura
"Tentu saja untuk kesenangan kami sendiri, kami akan menikmati tubuh kalian dan membuangnya hahhhah" kata 1 penculik lagi
"TIDAK!" teriak Sakura
Mereka mulai memegang Sakura dan Hinata dan berusaha untuk melepaskan baju mereka dalam ikatan mereka, tetapi Hinata dan Sakura bergerak-gerak jadi agak susah dan juga menendang-nendang
"HEI! Apa yang kalian lakukan!" teriak orang berambut orange yang mempunyai banyak pierching, Pein
"Orang seperti kalian itu hina! Menculik 3 primadona kami dan mau memperkosanya" teriak orang berambut putih, Hidan
"Iya! Benar! Kalian tidak baik!" kata Tobi menggendong Temari
"Aku ingin memakan kalian" kata Zetsu
"Aku ingin uang kalian" kata Kakuzu
"Hei, kalian itu, bukan saatnya berkata seperti itu" kata Kisame
"Kalian ini tidak tahu tempat ya" kata Itachi menggendong Sakura
"Hei, Deidara lakukan" kata Sasori dan menggendong Hinata
"Baiklah un!" kata Deidara
"Kalian tahu tidak? Un?" kata Deidara mendekati sang pencuri itu
"E…eh TI…tidak" kata 3 pencuri yang sepertinya sudah ketakutan melihat muka grup akatsuki yang ancur, kecuali Sasori, Deidara, sama Konan tentunya
"Seni adalah…" kata Deidara memberi mereka semua masing-masing satu lempung
"KATSU! UN!" kata Deidara melompat keluar dari rumah yang terpencil itu, semua akatsuki juga keluar
"DUARRRR"
"Te..terimakasih, kalian akatsuki ya?" kata Hinata yang sedang dilepaskan ikatannya oleh Sasori
"Iya, perkenalkan aku Sasori" kata Sasori tersenyum, cowok cakep yang mempunyai baby face
"Aku Deidara, Un!" kata Deidara melepaskan ikatan di Sakura
"Aku Tobi the good boy" kata Tobi
"Aku Uchiha Itachi, kakak Sasuke" kata Itachi dan membuat mata Sakura terbelalak
"Sasuke-kun? Kamu kakaknya? Pantas saja mirip" kata Sakura
"Aku Kisame" kata Kisame melepaskan ikatan di Temari
"Aku Zetsu, dan ini Zetsu Hitam" kata Zetsu putih
"Perkenalkan" kata Zetsu Hitam
"Aku Pein, leader disini" kata Pein
"Aku Kakuzu, sang mata duitan" kata Kakuzu
"Aku Hidan, penganut agama jashin" kata Hidan
"Dan aku Konan, ini baju ganti untuk kalian" kata Konan menyerahkan baju ganti melihat baju mereka yang sudah robek sana-sini
"Terimakasih ya semuanya sebagai balasan aku akan menyembuhkan luka kalian karena ledakan tadi" kata Sakura tersenyum lembut
"Aku juga" kata Hinata yang juga diajari medic-nin oleh Sakura
"Aku juga" kata Temari yang juga medic-nin
"Terimakasih" kata semua akatsuki serempak
"Deidara-senpai terima kasih" kata Hinata dan memusatkan chakranya ke luka Deidara
"Tak apa-apa un! Aku senang membantu kok un!" kata Deidara dan tersenyum
"Hehe iya" Hinata tersenyum
"Hyuuga Hinata, itu namamu kan? bolehkan aku memanggil Hinata?" kata Sasori
"Boleh saja kok malah kelihatan lebih akrab, Sasori-senpai" kata Hinata tertawa
"Kamu imut ya Hinata" kata Sasori lagi
"Iya, kayak seniku un!" kata Deidara
"Hinata-chan juga baik" Tobi nimbrung
"Ehehe terimakasih semua" kata Hinata yang sekarang gentian menyembuhkan Tobi dan Sasori
"Itachi-senpai, Kisame-senpai, Hidan-senpai terimakasih" kata Sakura
"Namamu Haruno Sakura ya? Nama yang bagus" kata Hidan tidak nyambung
"Iya ehehe" Sakura tertawa renyah
"Terimakasih Pein-senpai, Kakuzu-senpai, Zetsu-senpai" kata Temari menyembuhkan Zetsu
"Tak apa-apa kok, kami senang membantu" kata Zetsu hitam dan putih bersamaan
"Iya" kata Pein
"Sama-sama" kata Kakuzu
"Konan-senpai yakin tidak luka?" kata Hinata setelah menyembuhkan 3 cowok tadi
"Tidak kok Hinata-chan terimakasih" kata Konan
END OF FLASHBACK
"Begitu ceritanya" kata Hinata mengakhiri ceritanya
"Aku harus berterimakasih pada Aniki ku berarti" kata Sasuke menyimpulkan
"Aku juga" kata Naruto
"Repot" kata Shikamaru
"Terimakasih sekali lagi ya Deidara-senpai, Sasori-senpai" kata Sakura dan Temari bersamaan
"Eh Hinata-chan aku bilangin un" kata Deidara mendekat ke Hinata, muka Hinata bersemu merah
"Iya Dei-senpai terimakasih ehehe" kata Hinata tertawa
"Eh besok pergi sama aku ma Dei ya Hinata" kata Sasori berbisik
"Iya Sasori-senpai, Dei-senpai jam 6 ya ehehhe" kata Hinata
"Tobi is a gooooood BOYYY!" tiba-tiba Tobi berteriak dari belakang
"Hey Hinata-chan! bagaimana kabar Hinata-chan?" kata Tobi melihat Hinata
"Dan Sakura-chan dan Temari-chan jugaaaaaaaaaaaaaa" kata Tobi memanjangkan huruf "A"
"Baik kok" jawab mereka serempak
"Nah karena Tobi sudah ketemu, kita pergi dulu, Bye!" kata Sasori menarik Tobi diikuti oleh Deidara
"Hey, Hinata-chan" kata Naruto
"Ya?" kata Hinata
"Mereka itu baik ya"
"EMANG" Sakura dan Temari menyahut dari depan
"Eh kalian itu mengganggu aku sama Hinata-chan saja" kata Naruto dan membuat muka Hinata memerah
"Iya iya Naruto huh! Sasuke-kun kita ke taman aja yuk" ajak Sakura
"Hn" tanggap Sasuke
"Shika-kun ayo ke kantin" ajak Temari
" merepotkan" kata Shikamaru
"Hinata-chan mau kemana?" Tanya Naruto
"Ng…Ng… ter…terserah Naruto-kun saja deh" kata Hinata
"Ayo kita keatap, disana anginnya sejuk" ajak Naruto sambil nyengir
"I..iya Naruto-kun" Hinata tersenyum dan melonpat ke atap, Naruto mengikuti
Sesampainya diatas, Hinata terkejut, anginnya benar-benar sejuk dan pemandangannya sangat indah,
"Na…Naruto-kun?"
"Iya?" kata Naruto tersenyum
"Ini benar-benar .., indah" kata Hinata sembari tersenyum senyum yang sangat tulus
Naruto membelakkan matanya, ia melihat Hinata yang rambut halus panjangnya diuraikan angin, matanya yang indah, senyumnya yang tulus dan parasnya yang cantik.
"Iya" kata Naruto menidurkan dirinya di atas atap sedangkan Hinata hanya duduk saja
Naruto mulai memejamkan mata biru langitnya itu dan menikmati angin yang bertiup, Hinata hanya dapat melihat wajah orang yang dicintainya itu dan beberapa detik kemudian Naruto terlelap, entah apa yang diimpikannya yang pasti Ia tersenyum. Hinata memerah melihat Naruto dan terus menatapnya. Ia mencintainya, Hinata mencintai Naruto. Ia adalah orang yang pemberani dan tidak mudah putus asa.
Hinata memutuskan untuk berbaring disamping Naruto, ia mencium bau citrus yang menyeruak dari tubuhnya, wangi yang khas. Matanya juga terpejam. Ia tertidur.
Setelah 1 jam lamanya, Naruto terbangun dan tersentak melihat perempuan yang tak asing lagi tidur disebelahnya. Aroma lavender yang menyeruak dari tubuhnya membuat Naruto tertarik. Ia mempunyai aroma yang unik. Rambut indigo yang dikucir satu ia biarkan berantakan, mata lavender yang tertutup, kulitnya yang putih. Ia benar-benar sempurna. Wajahnya sangat damai, ia seperti malaikat.
Tiba-tiba kelopak matanya terbuka dan menunjukkan matanya yang indah. Ia melihat sekeliling dulu baru ia sadar
"Naruto-kun kenapa kau melihatku seperti itu?" Tanya Hinata yang baru sadar ia diperhatikan oleh Naruto
"Errr tidak kok hhe" Naruto nyengir
"Ayo kita kembali kekelas, sebentar lagi Kakashi-sensei tiba" kata Hinata melihat jam mungil di pergelangan tangan Hinata dan Naruto dan Hinata kembali ke kelas mereka.
"APAAA?" teriak Sakura dan Temari saat mendengar cerita Hinata
"I..iya" jawab Hinata malu-malu
"Jadi benar ya ternyata si Sasori dan Deidara itu menyukaimu ya Hinata-chan" kata Temari santai
"Tidak! Bukan! Mereka tahu aku suka sama Naruto-kun lagipula mereka bukan orang seperti itu" bela Hinata
"Oh ya? Yasudahlah aku nurut kamu saja" kata Sakura
"Tapi kamu sering ya curhat sama Akatsuki?" Temari melihat kedepan kelas siapa tahu Kakashi sudah masuk, tetapi belum
"Yah tidak juga paling cuma aku pergi sama mereka semua satu minggu sekali" kata Hinata
"Hari apa? Kok kami tidak tahu?" kata Temari
"Hari Rabu sih tapi baru minggu lalu kami mulai sih" kata Hinata
"Um aku juga mau ikut ya kalau kaian pergi sama-sama lagi" Temari melanjutkan
"Aku juga!" teriak Sakura
"Sepertinya asyik bersama mereka, mereka itu agak yah nyentrik lah" lanjutnya
"Iya tapi itulah ketertarkan kita sama mereka, apalagi mereka juga gank terkenal" Temari membaca buku pelajarannya
"Apalagi Sasori sama Deidara-senpai itu adalah cowok paling ganteng di akatsuki, kamu beruntung Hinata-chan" Sakura mendesah lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi
"Yah aku bakal ngajak kamu deh kalau akatsuki pergi lagi, lagipula kenapa kamu masih mengincar Dei-senpai sama Saso-senpai sih? Kamu kan sudah punya Sasuke!"
"Yah cari cadangan pengganti ahahahhaa" Sakura tertawa
"Tapi kayaknya mereka berdua suka sama kamu deh Hinata-chan, lagipula kamu masih kosong kan diantara 4 primadona di Konoha" Temari menutup bukunya, ia hanya membaca sebentar,
"Emm iya sih, tapi apa salahnya pergi sama mereka berdua? Mereka kan juga temanku" Hinata beranjak dari tempat duduk mereka dan pergi ke tempat duduknya sendiri, tepat di sebelah Naruto
"Hei Hinata-chan" sapa Naruto
"Hei Naruto-kun" Hinata menyapa balik
"Kamu ngomong apa sama mereka berdua?" Tanya Naruto
"Ada deh mau tahu aja" Hinata tertawa pelan dan sepertinya Kakashi-sensei sudah masuk, jadi Ia menghadap ke depan
"Hinata-chan pelit" Naruto menambahkan dan menghadap kedepan juga
"Biarin, weekkk" Hinata sempat menjulurkan lidah ke Naruto dan berbalik kedepan
'Ya Tuhan, aku bisa bercanda dengan Naruto-kun tanpa tergagap lagi, aku sangat senang!'
-----x-------
"Yak pelajaran hari ini selesai, apa ada pertanyaan?" kata Asuma menutup kelas hari ini
"Tidak Asuma-sensei" teriak semua orang di kelas minus Sasuke dan Hinata
"Kalian boleh pulang sekarang" kata Asuma
Semua orang bergegas pulang dan menyisakan Naruto, Hinata, Sakura, dan Temari di kelas
"Hinata-chan aku sama Temari-chan pergi dulu ya bye" kata Sakura menarik lengan Temari
"Iya, bye juga" Hinata tersenyum
"Naruto-kun kamu tidak pulang?" kata Hinata masih membereskan buku-bukunya
"Tidak, aku mau menunggumu saja" sontak, muka Hinata memerah
"Oh yasudah terimakasih"
"Kamu pulang sama siapa Hinata-chan?" Tanya Naruto
"Aku sama Sasori-senpai, dia berjanji untuk mengantarku membeli buku, bye Naruto-kun" Hinata selesai mengepak barangnya dan hendak pergi ketika tiba-tiba tangan Naruto menghentikan gerakannya
"A..ada apa Naruto-kun?" Tanya Hinata
"Besok lagi kalau pulang sama aku ya Hinata-chan" Naruto cemburu
"Iya Naruto-kun aku janji" Hinata melepaskan genggaman Naruto dan melenggang pergi
"Yang penting ia sudah berjanji" Naruto berbisik lalu pulang ke rumahnya
-----x------
"Hei Hinata! Sini! Sini!" Sasori melambaikan tangannya
"Sasori-senpai? Iya aku kesana" Hinata pergi menuju motor sport milik Sasori
"Hei Dei-senpai kemana?" Tanya Hinata
"Deidara pergi sama Tobi ke toko lollipop" Sasori menyerahkan helmnya ke Hinata dan memakai helmnya sendiri
"Kita ke toko buku mana sih Sasori-senpai?" Hinata memakai helmnya dengan benar
"Mmmh toko buku Tuan Jiraiya kayaknya sih nama tempatnya itu" kata Sasori menstarter motornya itu
"Oh yang itu ya, yang punya koleksi lengkap icha-icha paradise sama tactics itu? Kan yang ngarang dia sendiri" Hinata menjelaskan
"Ya,,,Hei! Kok kamu tahu sih Hinata?" Tanya Sasori tersentak
"Ehh aku diberi tahu Kakashi-sensei"
"Kamu udah pernah baca?" Tanya cowok berambut merah itu
"Nggak, niat aja nggak ada" Hinata dengan polos menjelaskan
"Baguslah, jangan sampai ya, nanti kamu kayak si Pein itu Si raja porno" Sasori mulai mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi
"I….Iya,, Sasori-senpai! Jangan cepat—cepat!" Hinata berteriak di belakang Sasori
"Eh? Iya deh Hinata" Sasori mengendarai pelan-pelan
'Sasori-senpai itu baik ya? Karena kemarin aku bilang ingin mencari buku ia mau mengantarkanku, udah gitu dia cowok yang keren.., EH? Kok aku berpikir kayak gitu? Buang jauh-jauh Hinata! Kamu hanya suka kepada Naruto! Iya! Naruto!' Hinata bertingkah aneh dibelakang kursi itu
"Hei Hinata kamu kenapa?"
"Eh? Tak apa-apa Sasori-senpai" Hinata memerah
"Oh ya sudah, cepetan turun nih! Udah nyampe!" kata Sasori
"Sasori-senpai ikut kan?" Hinata bertanya dengan ragu
"Iyalah! Aku takut kamu diapa-apakan sama si penjaga toko mesum itu!" Sasori menunjuk pria yang berambut putih dan berbadan kekar, penjaga toko buku, mukanya terlihat sangat mesum saat Hinata melihat kepadanya
"Mukanya seperti Pein kan?" Sasori berkata dan masuk kedalam toko
"Selamat datang, cewek manis" Penjaga toko yang diketahui bernama Jiraiya itu menyapanya saat Hinata masuk
"Eh maaf ya dia pacarku" Sasori merangkul Hinata dan muka Hinata memerah
'Kok mukaku merah sih?' Hinata berpikir
"Iya aku tahu kok, lagipula mana mungkin cewek manis seperti dia tidak punya pacar, nah buku apa yang kalian cari?"
"Aku ingin membeli buku tentang resep ramuan yang tebaru" kata Hinata
"Baiklah, silahkan lewat sini" Jiraiya menunjukkan jalan, sedangkan Sasori berbisik
"Buku itu untuk siapa Hinata?"
"Untuk Sakura-chan, heheh dia kan medic-nin" kata Hinata
"Oh, iya iya tapi kamu juga medic-nin kan?" Tanya Sasori
"Iya sih, tapi Sakura-chan kan mengajariku" Hinata berkata
"Ini, judulnya pharmacology, harga ****** mau beli?" Tanya Jiraiya
"Iya, terima kasih" Hinata tersenyum
"Aku ingin mencari buku tentang kayu" Sasori menambahkan dan mengikuti Jiraiya
"Buku untuk apa?" Hinata bertanya
"Untuk kugutsuku Hin" Sasori menerima buku tersebut yang disodorkan oleh Jiraiya
"Eh Sasori-senpai tunggu ya, aku mau beli novel juga" Hinata berlari kecil ke tempat novel dan memilih-milih novel yang ia suka
"Ini dia aku sudah menemukannnya, ayo Sasori-senpai" Hinata tersenyum manis, muka Sasori memerah
"Hinata pangggil aku Sasori-kun saja, Sasori-senpai itu kepanjangan" kata Sasori dan pergi menuju kasir
"Ba,,,baik Sasori-kun"
"Nah gitu lebih baik" Sasori tersenyum, salah satu senyumnya yang terkenal
"Ini, terima kasih ya cewek manis" Kata Jiraiya sembari menyerahkan buku itu kepada mereka
"Eheh, maaf ya aku tak mau dia disentuh oleh tangan kotormu itu" Sasori menggandeng Hinata dan pergi keluar toko
"Sasori-kun, terima kasih" Hinata memberikan senyum termanisnya
Muka Sasori memerah, mau bagaimanapun Sasori menyukai Hinata, tetapi perasaan itu ia pendam karena ia tahu Hinata menyukai Naruto.
"Hinata" Sasori memanggil dia
"Iya?" Hinata mendongakkan kepalanya karena Sasori lebih tinggi dari dia, kira-kira tinggi Hinata sepundak Sasori dan Deidara
"Aku..," Sasori memeluk Hinata sangat erat, Hinata tersentak, tetapi ia diam saja karena pelukan Sasori itu sangat hangat
"Maaf ya, Hinata aku kelepasan" Sasori melepaskan pelukannya, sejenak Hinata merasa kedinginan karena kehangatan itu sudah tidak ada lagi
"Em,, tidak apa-apa kok Sasori-kun" Hinata tetap tersenyum, sementara Jiraiya memperhatikan mereka dari balik pintu
"Anak muda" lalu ia kembali pada pekerjaannya
"Hinata besok ya, jam 6 nanti aku jemput sama Dei juga" Hinata turun dari motor Sasori dan berkata
"Iya! Terima kasih atas hari ini Sasori-kun!" Hinata tersenyum dan menyerahkan helm ke Sasori
"Sama-sama" Sasori membalikkan badannya dan melesat pergi
"Hinata-nee! Kamu sudah pulang?" Hanabi keluar dari mansion Hyuuga
"Iya, Hanabi mau pergi?" Tanya Hinata
"Iya, aku mau pergi sampai malam,, oh ya Hinata-nee tadi siapa? Orangnya keren sekali ya" Hanabi berpikir sejenak
"AH! Dia pacarmu ya? Hinata-nee?" Hanabi tersenyum sinis
"Bukan! Bukan!" Hinata mengelak
"Oh ya pacar kakak kan yang namanya Namikaze itu kan? cowok populer di sekolah yang pintar olahraga dan keren juga"
"EH! Ti..tidak kok! Ti..tidak juga" muka Hinata memerah
"Oh Neji-nii kemana Hanabi?"
"Neji-nii pergi sama Tenten-nee sampai malam" kata Hanabi dan melenggang pergi
"Oh ya bilang ya kalau aku menginap di rumah Sakura-chan!" kata Hinata sebelum Hanabi menjauh
"Iya Hinata-nee" bayangan Hanabi semakin menjauh
"Sebaiknya aku bersiap-siap karena sudah jam 5" Hinata masuk ke kamarnya dan memberekan pakaiannya
Setelah itu ia pergi ke rumah Sakura diantar oleh supir pribadinya dan bertemu Sakura di depan rumah
"Hinata-chan kami sudah menunggu" kata Sakura disertai Temari dan Ino
"Eh? Kenapa? Biasanya aku kalau ke rumah Sakura juga cuma tinggal masuk kan?" Hinata bingung
"Iya karena kamu akan kencan dengan si Naruto itu kami akan bersukarela untuk mendandanimu" kata Temari
"Iya" kata Ino
"Eh, terima kasih ya semua" kata Hinata lalu masuk ke dalam
"Sakura-chan, ini untukmu" Hinata menyerahkan buku yang dibeli ke Sakura
"Wah! Ini buku yang bagus! Terima kasih Hinata-chan!" Sakura memeluk Hinata sangat erat
"Ayo masuk kedalam" ajak Temari
Hinata tidak terkejut jika didalam kamar Sakura hampir semuanya didominasi oleh warna pink, merah, dan hitam, tentu saja karena Sakura menyukai warna-warna tersebut. Temari lalu membukakan lemari Sakura dan berkata
"Ayo lakukan, kita masih punya waktu 1 setengah jam lagi untuk mendandaninya" kata Temari
"Waktu itu sangatlah cukup" kata Ino dan mengeluarkan kotak make-up Sakura
------x-------
Review sangat dikehendaki, hehe maaf kalau ada kesalahan semoga saja bisa update cepat
