THIS FANFIC IS YAOI!
IF YOU DONT LIKE IT GET OUT OF THIS FANFIC!
IM SERIOUSLY WARNING YOU!
HANA ..DUL...SET!
GET OUT!
...
Summary : Sebuah kenyataan yang sangat amat di benci kedua namja yang sangat amat bertentangan,bukan takdir yang menemukan mereka akan tetapi nasib buruk dan rasa ketidakpedulian dari keduanya.
Genre : Hurt/Comfort, Drama, Romance, School life
Warning : Yaoi, OOC, Typo, Author Labil
Rated : T (maaf para yadongers)
_╩ Ξ ╩_
I Understand...I Just Don't Care
Chapter 2
"bisakah kau berhenti menyentuh pipi ku Kris?!"
"shireo! Bogoshipoda lu~ Jeongmal bogoshipoda~" Kris benar-benar tidak bisa berhenti menyentuh pipi Luhan dengan menggunakan jari telunjuknya sekarang,sedangkan Luhan sangat amat membenci hal itu apalagi melihat bahwa sekarang seluruh siswa sedang memandang kearah meja yang sedang mereka duduki sambil berbisik satu sama lainnya. Hhhhh...Jika seperti ini seharusnya aku tidak menegurnya tadi. Huh! Kris pabbo! Pabbo! Pabbo! Arghhh...
"ehem..." Kyungsoo yang sedari tadi hanya bisa diam duduk dihadapan mereka berdua kini mulai membuka suaranya,dia sangat amat penasaran ada hubungan apa sebenarnya Kris yang merupakan seseorang yang sangat amat dingin,tertutup dan jarang bicara serta memiliki karisma yang sangat amat tinggi dengan hyungnya yang sedikit gila,manja,keras kepala,dan terkesan seperti seorang yeoja.
"jadi... Kris sonbae sudah mengenal Luhan hyungku?" tidak bisa dipungkiri bahwa Kyungsoo sangat amat takut menanyakan hal ini. bagaimana tidak?
Ayolah siapa yang tidak takut jika berhadapan dengan Kris? Seorang yang sangat amat dingin namun tidak bisa dipungkiri memiliki aura memikat hati sekaligus membunuh jika kau sedang tidak beruntung jika dia memiliki mood yang tidak baik. Seorang sonbae yang sangat di puja oleh yeoja dan namja berstatus uke di SM High School,akan tetapi pada kenyataannya dia sangat amat tidak tertarik dengan semua itu,jangankan tertarik berbicara saja jarang sekali bahkan ia hanya berbicara pada dua orang sahabatnya saja dan beberapa guru yang ada, itupun menurut informasi yang di terima Kyungsoo selama dua hari bersekolah di SM High School.
"MWO?! LUHAN HYUNGKU? KAU SIAPANYA BOCAH?!" semua orang yang berada di kantin tersebut sangat amat terkejut mendengar Kris berteriak dan membentak seorang namja bermata bulat yang duduk berhadapan dengannya. Sedangkan Kris masih memandang wajah Kyungsoo dengan pandangan beraninya-kau-memanggil-dia-hyungku dengan sangat amat tajam. Hal ini tentu saja membuat Kyungsoo hanya bisa menundukkan kepala karna di tatap seperti itu,dia mulai ketakutan dan tidak pernah menyangka bahwa mungkin saja hidupnya akan berakhir di tangan Kris saat itu juga. Demi dewi manapun yang ada di alam semesta! Hari ini bukannlah hari keberuntungannya
PLETAK
(O_o)
Dengan gerakan cepat Luhan memukul kepala Kris yang sedari tadi menatap tajam kepada Kyungsoo. Sedangkan Kris tentu saja merasakan sakit yang sangat amat tersiksa pada bagian belakang kepalanya,tapi sekali lagi tentu saja dia tidak menunjukkan hal itu didepan Luhan. Bukan karna menjaga imejnya sebagai seorang namja bak pangeran,akan tetapi di karenakan dia tidak ingin Luhan merasa bersalah nantinya karna memukul dirinya. Wah..tidak taukah Kris bahwa Luhan sangat amat bahagia sekarang setalah memukul kepalanya? Apalagi melihat wajah Kris yang meredam amarahnya -_-
"YAK! Jangan membentaknya Kris!"
"lulu~ bocah ini siapamu? Jangan katakan bahwa dia namjachingumu,dia siapa lu? Eoh? Eoh?" perkataan Kris barusan membuat seisi kantin membuka mulut mereka lebar-lebar. Bagaimana bisa seorang Kris bisa bermanja-manja dengan seseorang bahkan dengan entengnya(?) memohon kepada Luhan untuk menjawab pertanyaannya. 'IGE MWO YA?' -Kyungsoo
"dia Kyungsoo,sepupuku yang pernah kuceritakan dulu,kau ingat sekarang?"
Kris mengerutkan dahi. Kris tampak berfikir keras sekarang
"MWO?!" Kris kembali menatap Kyungsoo dengan aura membunuh bahkan tatapan itu syarat akan kemarahan dan dendam yang mendalam. Hal ini tentu saja membuat Kyungsoo semakin menunduk dan bahkan sekarang membuat Baekhyun melanjutkan memakan ramyun yang ada dihadapannya dengan kecepatan kilat karna Kris. 'jangan libatkan aku. Tolong selamatkan aku hari ini Tuhan' -Baekhyun
"Aigoo..berhenti berteriak Kris,aku bisa tuli!"
"JADI DIA KYUNGSOO?! Sepupu yang sering kau kunjungi saat liburan saat masih berada di china? Seseorang yang mengambilmu dari ku yang ingin menghabiskan saat liburan bersamamu tapi dia selalu menyuruhmu datang ke Korea setiap liburan? DIA BOCAH KYUNGSOO ITU?!"
'O-oh sepertinya ini bisa menjadi masalah besar sekarang' batin Kyungsoo
Kris benar benar tidak bisa menahan amarahnya sekali lagi,sementara Luhan hanya membalas dengan menunujukkan facepalm andalanya "Eum...Iya dia Kyungsoo yang itu"
"dengarkan aku bocah!" Kris mulai menunjuk Kyungsoo yang sedari tadi melihat kearah nya dan Luhan
"N-ne sonbae?" Kyungsoo menatap Kris dengan tatapan jangan-bunuh-aku-disini
"dia ini miliku mulai dari sekarang dan selamanya,jadi jangan pernah menyita waktunya lagi dan mengajaknya liburan entah kemana karna dia adalah miliku. MILIKKU!" Kris merangkul bahu Luhan sehingga membuat Kyungsoo membulatkan matanya tidak percaya. Ada apa dengan hari ini? mengapa bisa hidup Kyungsoo seperti berada di ujung tanduk? Dan apa-apaan dengan sikap Kris?
"YAK! Siapa yang menjadi milikmu,eoh? Aku ini straight dan kita hanya sahabat Kris! Bahkan aku tidak yakin kita sahabat atau bukan,because the last time YOU LEAVE ME! REMEMBER?"
Kris menghembuskan nafas dan mencoba untuk memandang Luhan. Perkataan Luhan barusan memang benar kenyataan. Sangat amat benar dan sedikit menyakitkan sebenarnya,Kris meninggalkan Luhan saat masih di Junior High School untuk pergi ke Kanada tanpa pamit dan pesan satupun. Maka dari itu Luhan sendiri masih bingung kenapa Kris ada di Korea sekarang
"lulu~ mianhae..eoh?eoh?eoh? kau tau aku benci perpisahan maka dari itu aku tidak mengubungi mu. Tapi hey...look at me I'M BACK" Kris menatap luhan dengan wajah yang sangat amat menyesal sekarang.
"Aishh...lupakan"
Dia sungguh sangat amat muak dengan Kris sekarang,orang yang meninggalkannya. Luhan bangkit dari kursinya,Yah walaupun hanya sahabat tapi...entah kenapa sangat amat menyakitkan,entahlah Luhan juga tidak tau kenapa.
SRET
Luhan sontak berhenti karna lengan kirinya digenggam erat oleh Kris "Kau mau apa?! Lepaskan tanganku Kris!"
"kita harus bicara lu~" Kris memasang raut wajah memohon sekarang. 'DEMI TUHAN KRIS MEMOHON DEMI SEORANG NAMJA?!' - Baekhyun
"SHIREO! Lepaskan tangan ku sekarang!" Luhan menatap tajam kearah Kris dan menghentakan tangan Kris yang memegang erat tangan kirinya. Luhan sungguh amat sangat kesal sekarang,bahkan berbicara dengan Kris pun merupakan hal yang sangat amat dihindarinya. Katakan saja di egois, manja dan keras kepala setidaknya itu bisa membuat di bertahan seorang diri selama ini. Bertahan tanpa ada seseorang yang dulunya selalu ada untuk dirinya,yah setidaknya itu dulu.
'Jika seperti ini keadaannya maka tidak ada pilihan lain bukan?' Kris menghela nafasnya dan menutup matanya,sungguh dia benci jika Luhan mulai bersikap dingin seperti ini. 'Tidak ada pilihan lain sepertinya' batin Kris
Kris mulai menarik Luhan dari kantin kearah pintu untuk segera pergi dari sana. Luhan tentu saja menolak dengan cara meronta ronta tidak jelas,akan tetapi Kris tidak sebodoh itu Lu..semakin Luhan mencoba melepaskan genggaman tangannya Kris semakin mempererat genggaman tersebut, dan karna kesal dengan sikap Luhan yang menurutnya sangat amat kekanak kanakan,Kris mulai menggangkat tubuh Luhan di bahu kanannya. Yup! Dengan pose seperti ini sangat amat terlihat bahwa Luhan seperti di culik oleh Kris.
"YAK! NAGA PABBO TURUNKAN AKU!"
"diam berat lu"
"jika aku berat sebaiknya kau turunkan aku sekarang!"
"..."
"Kris! Turunkan aku!"
"..."
"YAK!"
"..."
"turunkan aku WU YI FAN!"
Kris sontak terkejut dan berhenti di tempat. Dia...dia sungguh sangat amat sangat merindukan Luhan memanggil nama aslinya. Well Kris terkejut karna bahagia bahwa Luhan masih sudi menyebut namanya sehingga menimbulkan senyum terukir diwajah kharismanya hanya karna Luhan menyebut namanya. Sangat sederhana sebenarnya bagaimana bisa seseorang tersenyum hanya karna hal sepele seperti yang Luhan lakukan.
"turunkan aku sekarang Wu Yifan"
"Aigoo...arasoe lu~"
Luhan menatap sekelilingnya dan bingung dengan keberadaannya sekarang setelah diturunkan oleh Kris. Dimana sebenarnya dirinya sekarang?
"kita di atap" dan kebingungan Luhan pun terjawab. Luhan tersenyum pahit dan menatap sekelilingnya dengan tatapan sendu 'masih sama seperti dulu ternyata' batin Luhan
"yak...neo gwenchana?" Kris mulai menguncangkan(?) tubuh Luhan maju mundur karna sedari tadi Luhan hanya diam dan terlihat seperti memikirkan sesuatu dan ini tentu saja membuat Kris bingung serta tentu saja khawatir dengan kondisi Luhan sekarang.
"aish..stop it Kris. Nan gwenchana!"
"kau melamun lu"
"yah...mau bagaimana lagi,seseorang baru saja menculikku di hadapan seluruh orang yang berada di kantin,terlebih lagi dia membawaku keatap sekolah sama seperti yang dia lakukan tiga tahun yang lalu saat dia menculikku dari lorong sekolah hanya untuk menawarkan sebuah persahabatan yang berujung bahwa kenyataannya aku ditinggalkan!. Dan jika kau bertanya apakah aku baik-baik saja? Yah.. aku baik-baik saja Kris! Dan aku berharap aku akan selalu baik-baik saja setidaknya selama ini memang itu yang kuyakin sejak kau meninggalkan ku!" Luhan mengambil nafas dalam-dalam dan mulai menatap Kris dingin.
"mianhae...jongmal mianhae lu,aku tau aku...aku...bersalah" raut wajah Kris sangat amat menyiratkan kesedihan,sungguh dia seperti seorang yang sangat bersalah sekarang,bersalah meninggalkan Luhan lebih tepatnya.
"pertama kau melangar janjimu,kedua kau meninggalkanku,ketiga kau pergi tanpa pesan dan tanpa ucapan selamat tinggal,keempat kau dalam kurun waktu tiga tahun pergi tanpa kabar sedikitpun,kelima kau membiarkan ku sendirian tanpa seseorang yang bisa kugunakan untuk bersandar Kris dan sekarang kau meminta maaf? Neo michesoe? Ottoke Kris? Eoh? Bagaimana bisa aku memaafkanmu? EOH?!" Luhan mentup mata rapat-rapat dan mencoba...dia mencoba untuk tidak mengeluarkan setitik air mata terkutuk yang sebentar lagi akan keluar. Sangat amat menyakitkan sebenarnya seseorang yang sangat amat disayanginya hampir mendekati saudara kini menjadi salah satu dalam daftar orang yang paling ingin dibunuh Luhan saat ini.
GREP
Kris menarik Luhan dalam pelukannya dan mulai menenangkan Luhan,mungkin dengan memeluk Luhan erat dia sedikit bisa menenangkannya,pikirnya.
"untuk kelima kesalahanku aku akan menebusnya lu...aku berjanji. Ani! Aku bersumpah! Aku akan bersumpah untuk menebusnya! Tidak bisakah kita berteman seperti dulu lagi?"
Luhan tersenyum getir dalam pelukan Kris 'haruskah aku mempercayaimu Kris?'
Hening cukup lama. Tidak ada yang bertindak untuk melepas pelukan masing-masing maupun menolaknya."otte? Kau mau?"
"kau kembali dan mengucapkan kata maaf Kris. Kau tidak tau aku merindukan tangan yang selalu menggengam erat tanganku saat aku membutuhkan tempat bersandar? Katakan saja aku seperti seorang yeoja sekarang. Aku tidak peduli! Kau yang menawarkan sebuah pertemanan dan aku menerimanya,kau tidak ingat? Aku mulai bermimpi buruk lagi Kris,bahkan mimpi itu semakin buruk setiap harinya. Neo molla? sakit rasanya memimpikan sesuatu yang bahkan tak ingin kuingat"
"neo pabboya!" Luhan berteriak keras dalam pelukan Kris.
"arra lu..untuk itu kau harus berjanji sekali lagi untuk temanmu yang bodoh ini"
'jebal lu...kumohon bisa kah kau menerimaku...setidaknya sekali lagi untuk orang bodoh ini' batin Kris.
Kris memeluk Luhan sangat amat erat kali ini,mencoba untuk tidak meninggkalkan Luhan lagi. Sebenarnya sungguh Luhan sangat amat merindukan pelukan Kris,pelukan sahabat yang sangat amat dirindukannya. Bagaimana tidak? Kris selalu ada untuknya...setidaknya itu dulu. Luhan mulai menutup mata dan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Kris,meluapkan semua kerinduan pada sahabatnya dan... perlahan tapi pasti ia mengganguk perlahan. Kris yang merasakan respon Luhan karna pertanyaannya kini mulai mengistrahatkan dagunya pada puncak kepala Luhan "gomawo lu~"
"jebal Kris...jangan pergi lagi. Kajima"
"I won't! I promise!"
Senyum yang hilang entah kenapa mulai kembali perlahan tanpa di sadari oleh Luhan. Kris adalah pengaruh yang sangat besar memang,dan tidak bisa dipungkiri bahwa Luhan sangat merindukannya.
_╩ Ξ ╩_
Luhan berjalan di sepanjang lorong SM High School setelah acara 'maaf dan memaafkan' yang dilakukannya bersama Kris. Yah... Luhan tidak bersama Kris sekarang...setidaknya saat ini. 'mengurus sesuatu katanya? Cih...sejak kapan dia peduli dengan sesuatu'
"HYUNG!" seorang namja bermata bulat mulai berlari kearah Luhan bersama dengan namja manis yang diseret sepanjang lorong SM High School,namja itu tidak lain dan tidak bukan adalah Kyungsoo dan Baekhyun yang malang,malang karna harus ditarik dan di seret oleh Kyungsoo karna mencari Luhan untuk sebuah penjelasan.
"hyung..hosh..hyung jelaskan padaku apakah aku akan dibunuh oleh Kris hari ini?" Baekhyun memutar bola matanya malas karna pertanyaan spontan yang dilontarkan oleh Kyungsoo. Baekhyun sungguh amat lelah dan mulai mengatur nafasnya sambil memegang kedua pinggangnya. Oh ayolah bagaimana bisa dia tidak lelah jika harus berlari dan diseret,well sebenarnya tidak apa-apa tapi masalahnya adalah dia baru saja makan dan demi tuhan! Berlari habis makan sungguh membuat jantungnya mulai copot(?) dari tempatnya! 'adakah hal yang lebih penting dari menanyakan hal itu saat in' Baekhyun menatap tidak percaya dengan Kyungsoo.
"tidak akan Kyungsoo ah,dia tidak akan berani melakukan hal bodoh seperti itu selama aku masih hidup"
"hyung~ kau yakin? Aku benar-benar masih ingin hidup sekarang~ jebal hyung bisakah kau menjelaskan dengan Kris sunbae bahwa aku...aku...aku adalah namja baik yang masih ingin hidup dan bernafas? Ani! Aku berjanji tidak akan menyeretmu lagi untuk berlibur ke Seoul untuk selamanya! Yah! Aku berjanji untuk itu semua!"
Luhan memasang facepalm sementara Baekhyun menggelengkan kepala sambil menutup matanya dia sungguh tidak percaya dengan Kyungsoo. Bagaimana bisa Kyungsoo berfikir bahwa Kris akan menghabisi nyawanya hanya karna hal sepele? Come on it's really rediculios,right?
*suara bel berbunyi* sumpah author gak tau musti nulis kayak gimana bunyi bel yang baik itu gimana maafin author *bow*
_╩ Ξ ╩_
Luhan,Kyungsoo dan Baekhyun kini sudah berada di kelas yang sama dan duduk dengan keadaan bangku yang sejajar. Kyungsoo di tengah,Baekhyun di sebelah kiri dan Luhan disebelah kanan dekat dengan jendela. Entahlah sampai sekarang Luhan sangat amat menyukai posisi duduk dekat dengan jendela,lebih nyaman untuk memikirkan sebuah masalah yang mungkin akan datang perlahan-lahan tanpa disadarinya.
CLEK
Suara pintu terbuka yang menampilkan 3 orang namja yang sangat amat *ehem* tampan(?) dan penuh karisma itu sekarang sedang berdiri dengan menunjukkan aura yang dapat membuat seseorang pingsan karna sangat amat mempesoana. Sementara itu dari arah tempat duduk kedua paling belakang dekat jendela,Luhan sedang membulatkan mata dan menatap tidak percaya dengan apa yang di hadapannya saat ini. Tatapan matanya ditujukan pada salah satu dari tiga namja yang ada berdiri di depan kelasnya. 'KRIS!'
"Anyeonghaseyo Suho iminida,aku adalah sunabae yang akan mengarahkan kalian dan membimbing kalian selama mengikuti acara penerimaan siswa baru ini" Suho namja yang memiliki senyum angelic itu lalu membungkuk sedikit dan mulai memperkenalakan namja yanga berada di sebelah kirinya yang bernama Chen dan namja disebelah kanannya yang tentu saja namja itu adalah Kris.
"sebelum kami mulai,bisakah kalian berhenti menatap kami sebentar dan bersikap...eum...santai? karna kami tidak nyaman dengan hal itu" Chen- namja itu sangat ramah dan terkesan agak dingin pada akhir kalimat yang diucapkannya.
"yah dia benar" Kris kini menatap dingin pada semua orang yang berada disana dan dalam sedetik kemudian tersenyum kearah Luhan yang menimbulkan efek pekikan tertahan pada yeoja yang ada disana " welll sebenarnya aku tidak keberatan selama yang menatap ku itu adalah Luhan"
Semua orang membulatkan mata tidak percaya dan menatap Luhan serempak. Sementara Luhan benar-benar merutuki Kris sekarang. Dia sangat amat merasa dipermalukan. Tidak taukah Luhan bahwa Kris menyeringai sekarang karna berhasil menggoda Luhan tepat didepan semua orang?
"cih...menjijikan!" seorang namja dari arah pintu mengatakan hal yang sangat amat jelas terdengar oleh semua orang yang berada disana. Dan tatapan dari seisi kelas kini teralihkan kepada seorang namja yang sedari tadi berdiri tepat di pintu masuk kelas tersebut.
"nuguya?" Kris memandang tajam pada namja yang beada di ambang pintu masuk dengan dingin dan sarat akan amarah.
"choneun Oh Sehun iminida,mianhae aku terlamabat karna harus berurusan dengan seorang namja gila tadi dijalan"-Sehun namja berwajah dingin itu hanya menjawab dengan singkat.
"cih...sebuah alasan yang sangat tidak massuk akal. Bagaimana bisa kau terlambat lebih dari tiga jam? Eoh? Seiisi sekolah bahkan sudah sempat istirahat satu kali,tidak masuk akal sama sekali" Kris mulai menatap Sehun dengan dingin sambil melipat kedua tangan didepan dadanya. Bisa dilihat dari situasi bahwa mereka sama-sama tidak suka satu sama lain dan mulai mengeluarkan aura membunuh keseluruh penjuru kelas.
"cih..terserah" Sehun mulai berjalan kearah bangku paling belakang tepat didepan bangku Luhan yang ternyata memang tidak ada penghuninya. Luhan yang sedari tadi menunduk karna malu karna digoda secara tidak langsung oleh Kris mulai mengangkat wajahnya dan menatap bingung pada Sehun yang mendekat kearahnya. 'Tunggu dulu...bukannya dia? SHIT! Arghhh...Kenapa bisa sekelas? Wae? Wae?'
Sehun sontak kaget melihat pemandangan namja yang tidak asing lagi sekarang berada dihadapannya,Sehun berdiri cukup lama di tempatnya tanpa ada niat untuk duduk...cukup lama sampai-sampai mengharuskan Kris berjalan menuju arah keduanya karna jujur Kris sangat amat penasaran dengan apa yang terjadi sekarang.
Kris sekarang berada di tengah keduanya dan menatap secara bergantian kepada Sehun maupun Luhan dengan tatapan yang sarat antara kebingungan dan amarah.
"kau tidak ingin duduk anak bar-" pertanyaan Kris terpotong
"kita bertemu lagi,dan sepertinya kita sekelas Luhan-ssi" Sehun tersenyum menatap Luhan mungkin lebih tepatnya menyeringai,setelah sempat melirik name tag Luhan tadi. Sedangkan yang ditatap kini menghembuskan nafas dan menutup mata nya beberapa kali sebelum akhirnya membalas tatapan Sehun. Dingin dan tajam.
"yah sepertinya begitu,setidaknya sementara kita sekelas sampai acara konyol ini berakhir,bisakah kau duduk sekarang?"
"wae? Kau tidak sabaran ternyata."
"cih...kau tidak lihat seluruh kelas menatap kita sekarang? Mereka bisa saja berfikir bahawa kita akan membuat sebuah perkelahian sekarang Sehun-ssi"
"I don't care about that. Kau tau berapa lama waktu yang kuhabiskan untuk menyuruh salah satu anak buah ku untuk mencuci ulang mobilku? Yah kau bisa menghitungnya,ani! Akan ku beritahukan! Waktu yang dibutuhkan adalah 3 jam...yah sekitar 3 jam!" Sehun berkata sambil memasukkan kedua tangannya disaku celana sragam sekolahnya.
"eumm... aku mengerti sekarang kenapa kau terlambat Sehun-ssi,well I don't care about that either. Aku rasa itu pantas untuk ukuran orang sepertimu" Rahang Luhan mengeras sekarang, dia mencoba untuk menahan emosi yang sebentar lagi keluar karna namja yang ada didepannya. 'Bagaimana bisa namja tembok ini mengatakan bahwa semua ini kesalahanku?'
Kris mulai merasa tidak bisa menahan rasa kebingungan dan amarahnya sekarang. Tanpa disadari Kris memutuskan untuk berdiri tepat didepan Sehun dan memunggungi Luhan. "duduk di tepatmu sekarang juga bocah. Dan berhenti menatapnya seperti itu!" Kris meninggikan suaranya dan menekan ucapannya pada kata terakhir untuk menegaskan pada namja yang ada didepannya ini bahawa Luhan itu miliknya.
"shireo. Neo nuguya? Kau siapanya? Namjachingunya?" Sehun menatap tidak kalah tajam pada Kris. Sehun sangat amat tidak suka jika pembicaraannya di ganggu oleh orang lain. Luhan yang sedari tadi diam melihat keduanya kini sontak berdiri dan menarik lengan Kris menjauh.
"tahan emosimu Kris! ikut aku"
Sehun menarik lengan Luhan yang tadi mencoba menyeret Kris menjauh. "chakamanyo Luhan-ssi. Kau mau kemana? Bukankah sebentar lagi ada pengarahan yang akan di berikan oleh sonbae yang ada disini? Kau mau kemana? eoh?"
"Yak! Lepaskan tanganmu darinya sekarang sebelum aku mematahkannya!" Kris menggengam bahu Sehun erat seolah ingin menghempaskan Sehun pergi agar menjauh dari dirinya maupun Luhan. "aku tidak punya urusan denganmu Kris sonbae. Namja ini harus membayar waktu selama 3 jam aku menunggu"
"STOP IT!" Luhan berteriak keras dan menghempaskan tangan Sehun yang menggengam erat lenggannya,dan tanpa memperdulikan keduanya maupun seiisi kelas yang menatap tajam kearahnya. Kini Luhan mulai berjalan kembali ke mejanya dan memutuskan untuk duduk di bangkunya kembali
(O-o)
Semua orang menatap ketiganya bingung dan tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Dan demi Tuhan ada apa dengan Kris seharian ini? Tidak cukupkah Kris membuat seisi kantin ricuh karna ulahnya saat jam istirahat tadi? Dan sekarang membuat sebuah perkelahian kecil yang sangat amat membuat suasana yang ada di kelas tersebut menjadi seperti tertutupi awan hitam kelam di seluruh penjuru kelas.
Sementara semua orang masih mentap kebingungan dengan apa yang barusan terjadi,Sehun kini mulai berjalan kearah bangkunya yang tepat berada didepan bangku Luhan. Sementara Kris? Namja tampan bernama Kris itu mulai berjalan menuju arah papan tulis dan berdiri disamping kanan Suho sambil terus menatap Luhan dan Sehun secara bergantian.
"ehem...okay karna kalian semua sudah tau mengenai kami bertiga bagaimana jika kalian yang memperkenalkan diri masing-masing terlebih dahulu?" –Suho mulai mengalihkan perhatian semua siswa dan memutuskan tidak mengungkit masalah yang baru saja terjadi. Great! Sekarang semua orang malah menatap bingung kearah Suho,bukan..mereka mentap Suho bukan karna permasalahan tadi. Mereka menatap Suho bingung karna tiba-tiba saja Suho mengalihkan pembicaraan dengan menyuruh mereka memperkenalkan diri,bukannkah tujuan mereka untuk memberikan pengarahan pada awalnya? Lalu kenapa sekarang meyuruh mereka untuk memperkenalkan diri?
"eumm...baiklah lupakan semua yang kukatakan tadi,Chen bisa kau jelaskan rencana acara penerimaan siswa ini untuk 5 hari kedepan?"
"eum...ne"
*suara bel berbunyi lagi* sumpah author gak tau musti nulis kayak gimana bunyi bel yang baik itu gimana maafin author untuk kedua kalinya *bow*
_╩ Ξ ╩_
"Baekhyun ah apakah kau tinggal sendiri atau bersama orangtuamu?"
"aku masih tinggal di hotel karna belum mendapatkan apartement yang layak,wae?"
"jeongmalyo?"
"Ne. Wae?"
"bagaimana jika kau tinggal bersamaku dan Luhan hyung di apartement kami? Yah itupun kalau kau mau"
"tentu saja aku mau! Bagaimana bisa aku menolak?"
"Aish..bisakah kalian berdua diam?!" Kyungsoo sontak saja berhenti melakukan kegiatan 'mengajak Baekhyun tinggal bersama' setelah mendengar perkataan Luhan. "Aigoo~ Luhan hyung kau benar-benar tidak bisa mengontrol emosimu hari ini hyung"
"bagaimana bisa aku mengontrol emosi ku Kyungsoo ah? Kris bahkan tidak percaya dengan apa yang ku jelaskan barusan. Aish.. bagaimana bisa Kris yang dulunya sangat amat lembut menjadi dingin dan terkesan seperti seorang monster sekarang?"
"aku rasa semenjak dia meninggalkan sahabatnya hyung...yah sepertinya semenjak saat itu" lirih Baekhyun. Baekhyun sekarang mentapa keduanya dengan tatapan bingung. Bingung karna melihat tatapan Luhan maupun Kyungsoo yang mentap dirinya seakan akan meminta untuk sebuah penjelasan atas pernyataannya barusan.
"maksudmu?" Luhan memiringkan kepalanya dan masih menatap Baekhyun bingung.
"Aigoo~ berhenti mentapku seperti itu hyung kau sangat amat mengemaskan" Baekhyun mencubit kedua pipi Luhan karna tidak tahan melihat ekspresi yang ditujukan Luhan barusan.
"YAK! LEPASKAN!"
"Shireo hyung! Kau sangat mengemaskan,bagaimana jika kau mengatakan Bbuing...Bbuing terlebih dahulu hyung"
"ARGHHH...aku ini namja diatas 10 tahun Baekhyun ah! Bagaimana bisa aku melakukan Bbuing Bbuing? ARGHH...LEPASKAN!" Luhan meronta karna tidak tahan dengan kelakuan Baekhyun yang masih mencubit kedua pipinya. Sementara Baekhyun? Well... Dia sangat amat menikmati menyiksa Luhan sekarang. "Lakukan Bbuing..Bbuing atau aku tidak melepaskannya dan tidak akan memberikan penjelasan apapun untuk mu hyung!"
"ARGHHH...Arrasoe!" Luhan mulai kesal dengan sikap Baekhyun sekarang,bagaimana bisa namja imut seperti Baekhyun sangat amat senang menjahili seseorang dan bersikap seperti kanak-kanak.
"Bbuing..Bbuing" Luhan mulai mengatur nafas dan memegang kedua pipinya yang sekarang mulai memunculkan warna kemerahan yang sangat amat nampak terlihat jelas dipipi putihnya setelah melakukan Bbuing Bbuing dengan terpaksa.
"jadi begini hyung, Kris sonbae sudah bersikap dingin semenjak pertama kali berada di SM High School. Menurut kabar yang ada dan tentu saja aku yakin kau pasti sudah mengetahuinya,dia pergi dari china dan pindah ke Kanada,right?"
Luhan mengganguk pelan sebqgai jawaban
"entah kau percaya atau tidak,Kris sangat amat menyesal dengan keputusan kedua orang tuanya yang memutuskan pindah ke Kanada. Dia menyesal,bahkan sangat amat menyesal karna harus meninggalkan orang yang di sukainya yang saat itu berada di China"
"Eh? Jeongmalyo?" Kyungsoo yang sedari tadi diam kini mulai tertarik dengan apa yang dibahas keduanya.
"ne..dan sampai hari ini aku baru mengetahui sebuah fakta baru bahwa orang yang disukainya adalah kau Luhan hyung" Baekhyun berhenti dan berbalik mentap Luhan sekarang
"eh? Nega?" Luhan menunjuk dirinya sendiri dan menatap Baekhyun meminta penjelasannya. "eum...ne hyung"
"aigoo~ itu tidak mungkin Baekhyun ah~ hahahhaha" Luhan tertawa sambil menepuk-nepuk kedua tangannya,sementara Baekhyun dan Kyungsoo hanya menunjukkan facepalm dan menggelengkan kepala masing-masing
"Kris dan aku? Itu tidak mungkin. Kami hanya terjebak dalam hal persahabatan karna sebuah masalah yang sangat amat menyakitkan tiga tahun lalu. Dan tentu saja karna masalah itulah kami berdua sangat amat dekat,dan seperti yang kalian tau sampai sekarang pun aku masih menggangap dia sebagai sahabat terbaik dan orang yang sangat amat aku butuhkan untuk bersandar. Dan...lagipula aku sudah straight dan menurutku dia juga sama"
"bagaimana jika dia mencintaimu hyung?" Kyungsoo tanpa sengaja melontarkan pertanyaan yang membuat Luhan membeku di tempat.
Luhan menatap Kyungsoo dan tersenyum,Luhan lalu membuka kancing lengan bajunya dan menyisingkan lengan baju seragam sekolahnya tersebut dan menunjukkan sebuah luka bakar yang berukuran setidaknya sekitar 5 centi yang ada pada pergelangan tangannya "itu tidak mungkin Kyungsoo ah karna luka ini lah yang menjadi penghalangnya"
"maksudnya?"
"..." Luhan tidak menjawab dan memutuskan untuk berlari meninggalkan keduanya yang masih berfikir keras tentang luka yang baru saja ditunjukan oleh Luhan.
"yak! Hyung berhenti!" Kyungsoo mulai mengejar dan tentu saja kita sama –sama tau hasilnya bahwa ditidak akan pernah berhasil dikarenakan kaki yang sangat amat pendek yang dimilikinya -_-
BRUK
Kyungsoo jatuh terduduk dan sukses membuat Luhan berbalik arah dan mulai berlari kearahnya begitupun juga Baekhyun yang masih berdiri ditempat awal.
"Neo gwenchana?" terdengar suara panik yang syarat akan kekhawatiran mulai mendekati Kyungsoo, dan tentu saja Kyungsoo bisa menebak dengan jelas bahwa ini adalah suara Luhan.
"YAK! Kau tidak punya mata sampai harus menabrak seseorang yang sedang berjalan?"
"mianhae...jeongmal mianhae...Eh? Kai?" Kyungsoo membeku masih dengan posisi yang sama. Dia sangat amat tidak yakin dengan apa yang ada dihadapannya sekarang. Di hadapannya kini terdapat seorang namja berkulit tan yang sangat amat tampan sedang menatap tajam kearah dirinya,seorang namja yang sangat amat ia kenal,namja yang dulu pernah menyandang predikat sebagai namajachingu nya selama 1 tahun bukan karna kata yang disebut cinta. Bukan juga karna rasa yang disebut kasih sayang.
"Neo...Nuguya?" Kai-namja berkulit tan itu menatap Kyungsoo dengan tatapan dingin dan syarat akan ketidaksukaan sangat amat terlihat jelas di wajahnya yang tampan. Tanpa memperdulikan Kyunsoo yang masih dalam posisi duduknya,Kai mulai melangkah pergi dan menjauh dan meninggalkan Kyungsoo yang mentap sedih kearahnya.
"Kyungsoo ah neo gwenchana?" -Luhan
"D.O KYUNGSOO~" Baekhyun mulai memeluk Kyungsoo dan memeriksa setiap inci tubuh namja bermata bulat tersebut.
"eum..nan gwenchana hyung,kajja kita pulang"
PENYAKIT YANG MENYERANG SISTEM PERNAFASAN – TBC
Annyeong~ Ai balik dengan membawa chapter 2 buat para reader. KYAAAAA! *muter lagu Thunder*
Apakah ini mimpi #apaan sih? Okay ai bener bener seneng banget sekarang karna kalian mau membaca ff ini dan ai juga mau minta maaf karna banyaknya kesalahan yang ada di chapter 1. Entah itu typo dan lainnya. Ai minta maaf banget. Sumpah ai malu banget pas ngebaca ff sendiri.
Jadi sebenernya ff yang ada di chapter satu itu adalah ff yang ai belom edit dan dengan seenak jidatnya ai sendiri ai updet tanpa ai baca terlebih dahulu,mianhae *deep bow*. Tapi please dont judge me. Okay? Ai masih author baru dan ini ff pertama ai.
Dan ai gak pernah nyangka kalo ada yang mau ngreview ff ini meskipun masih terbilang sedikit,gak pernah kebayang sebelumnya bahwa ada yang mau meninggalkan jejak mereka,dan perlu kalian tau bahwa di chapter 2 ini ai mengusahakan dengan sangat amat teliti supaya nggak mengecewakan para reader sekalian. dan meskipun masih ada aja yang ngikutin jejak ai dulu sebagai silent reders ai mohon dengan sangat BERTOBATLAH SEPERTI AI! Entah kenapa ai kesel sendiri pas udah jadi author karna silent readers yang ngebaca ff ini lumayan banyak. Ai pernah kok jadi silent readers tapi coba liat deh sekarang,ai udah tobat. Jadi ai harap para silent readers yang ada diluar sana bisa bertobat juga kayak ai -_-
Oh iya Ai masih dalam tahapan galau tingkat tinggi karna masih kepikiran "The Lost Planet INA" yang gak bisa ai hadiri karna masalah sepele yaitu SEKOLAH dan BEDA KOTA ALIAS KEJAUHAN. Sakitnya tuh di sini para readers sekalian *megang dada kiri* -_-
Tapi gak papa kok! Nan gwenchana! Beneran gak papa! Karna ai masih bisa ngeliat beberapa gambar Luhan lewat We Heart It, Twitter, dan videonya di Youtube. Plus ai juga ngadain konser bareng tiga temen ai yang bernasib sama dengan memutar semua lagu EXO dari album pertama sampe Overdose bertepatan saat EXO konser,yah beginilah nasib karna gak bisa ke Jakarta dan bernasib ngadain konser dikamar -_-
Apa kalian udah ngeliat video Sehun sama ade kecil yang ada di Youtube pas TLP INA? Coba deh kalian perhatikan lebih teliti dan seksama(?), ade kecil yang bikin ai ngiri itu make baju Luhan! Iya dia make baju yang bertuliskan Luhan! Ternyata begitu ai perhatiin 'si ade yang bikin ngiri itu' kayaknya dia fans nya Luhan dan ternyata malah Sehun yang gendong dia pas di pinggir stage. Aigoo~ ai curiga ade kecil itu Hunhan shipper,tapi bagaimana pun juga secara gak sadar ai ngebayangin kalau ade itu mencoba menyatukan Sehun dan Luhan dengan cara make bajunya Luhan dan nyari perhatiannya Sehun. Ai nampar diri sendiri karna mikir negatif tentang ade itu -_ _-
Oh iya ai minta maaf karna gak bisa balas balasan review para readers semua *deep bow*
.
.
.
Oke silahkan tinggalkan jejak kalian *bow*
