ini adala scane lanjutannya...

SPECIAL GIRL

CHAPTER 2 COMMING NOW...

disclaimer always kishimoto-sensei.

story is mind.

don't like don't read, ooc, and other


"Hhh." Hanya helaan napas berat yang terdengar dari dalam ruangan kantor sebuah perusahaan ternama di Jepang, 'Uchiha Group'.

"Huft, Sakura…" Mendesah lagi heh? Apa yang kau pikirkan Tuan Muda?

Tuut…Tuut.. nomor yang anda hubungi sedang berada di luar jangkauan atau berada di luar service area cobalah beberapa saat lagi.

"Aarrghh.. kau menyebalkan hime, hari ini tidak ada kabar huh? Apa perlu aku menyusulmu? Kalau kita bertemu disana nanti jangan salahkan aku kalau kau ku seret pulang."

"…"

"Apa huh? Mencoba membela diri? Kenapa tak menjawab telepon ku? Haish aku jadi cerewet kalau melihatmu."

"…"

"Berhenti merayuku Sakura Uchiha-chan, uh baiklah-baiklah mmuuach."

Itulah percakapan sederhana antara Sasuke Uchiha dan selembar foto closs-up Sakura Haruno. Siang ini tunangan sejatinya belum memberikan kabar padanya, kemarin tunangannya hanya menelpon dan itupun hanya lima menit.


"Bagaimana Sakura? Ketemu handphone mu?" Tanya seorang gadis berambut pirang bermarga Yamanaka.

"Belum, bagaimana ini Ino? Aku bisa dihabisi Sasuke karena tidak memberi kabar, pasti Sasuke sedang kesal sambil memandang fotoku." Keluh wanita berambut pink yang diketahui bernama Sakura.

Mereka berdua saat ini sedang mencari sebuah handphone samsul galaksih milik kekasih Sasuke yang disinyalir sedang menghilang. Di tengah kepanikan mereka berdua tiba-tiba muncul ide instan Sakura yang memutuskan untuk pulang ke konoha duluan. "Ino sudah kuputuskan besok aku pulang kekonoha pagi-pagi, aku pinjam handphone mu untuk membooking tiket pesawat."

"Kau yakin jidat?"

"lebih dari yakin aku masih sayang pada tubuh ini, huh aku tak bisa membayangkan kalau tubuhku tidak dapat berjalan selama satu hari – kau taulah kenapa aku tidak dapat berjalan - dan leher serta dada ku petuh dengan tattoo buatannya." Sakura mulai bergidik ngeri akibat keganasan hormone kelelakian sasuke yang 'over' pada tubuh kekasihnya.

"aku turut beduka cita jidat."

Seharian itu mereka masih mencari telepon genggam milik kekasih sang Uchiha sambil mencoba untuk membooking tiket agar mereka bisa pulang secepatnya.


Jam pulang kantor, uchiha Group.

"Sialan kau Sakura, aku harus lembur malam ini karenamu, sepupu macam apa kau ini, membiarkan aku lembur hanya untuk memesan tiket kepala ayam itu." Sesosok wanita dengan raut wajah menakutkan sedang mengoceh tidak jelas, dan di ketahui bahwa wanita tersebut adalah sekertaris sang kepala ayam yang berarti Uchiha Sasuke, dan belakangan sekertaris ini diketahui bernama Uzumaki Karin.

"Naruto-nii, beritahu kaa-san aku pulang telat."

"memangnya apa yang kau lakukan di kantor ayam itu? Kenapa harus melembur! Kau tahu pacarmu ada dirumah, CEPAT PULANG SEKARANG!"

"Ha'i Naruto-nii, tapi kalau aku dipecat BAGAIMANA!"

"Ck, kalau si ayam itu memecatmu aku akan panggang dia."

"Baiklah aku pulang sekarang."

Uzumaki Karin memutuskan sambungannya dengan kakak tercintanya yang ternyata sahabat dari ayam Uchiha itu.

"Sasuke-sama, maaf aku pulang dulu yaa~ aku ingin pacaran dulu dengan kekasihku, dadaaaa~h."


ruang direktur Uchiha Group.

Uchiha Sasuke sedang tertidur dengan kepala diatas meja.

"Emmnhh…. Sakuraaa~hhh, t-terus yahh…u-ugh~hh….hhh, s-saki terus sayang…."(?) Uchiha Sasuke direktur utama Uchia Group cabang konoha sedang bermimpi hal tidak senonoh karena terlalu rindu, lalu selanjutnya apa yang terjadi?

"Sak-Sakuuuhhh… Arrgg-" Drrrtt…Drrtt.. handphone sang ayam bergetar, sangat tidak tepat saat sang uchiha sudah hampir di puncak mimpinya, membuatnya terbangun dengan aura yang kurang bagus. "-Arrghh.. Saku~hhh hyaAAAAHHHH MENYEBALKAN siapa yang mengganggu acara mimpi sempurnaku dengan my lovely tunangan impian calon istri idamanku. Uh? SAKURA!. Halo!"


"Saku-chan! Bukankah ini handphone mu?"

Duk.. duk.. duk..

Suara langkah kaki menggema di sebuah penginapan di daerah Suna, sang pemilik kaki yaitu gadis berambut pink sedang berlari tergesa-gesa menuju arah suara yang memanggilnya, lebih tepatnya di dalam kamar mandi.

"Ahh.. benar sekali itu handphone ku, aahhh~ syukurlah ini berarti masih rejekiku, eh ngomong-nomong kau menemukannya dimana Ino-chan?"

"Dibawah kloset ini, aku bingung bagaimana handphone itu bisa berada dibawah kloset, memangnya apa yang kau lakukan?" Tanya Ino sambil melipat kedua tangannya didepan dada, dan tidak lupa menggelengkan kepala tanda prihatin atas tingkah temannya yang sangat teledor itu.

"Hehe.." Sakura hanya menggaruk belakang lehernya. "E-etto tadi pagi pas bangun tidur aku kekamar mandi sambil membawa handphone ini, lalu aku bingung mau ditaruh dimana, jadi aku taruh bawah kloset ini, lalu aku lupa.

"Dasar kau ini sangat bodoh atau apa huh? Sudah tahu pacarmu itu seperti polisi yang menginterogasi narapidana, jadi handphone itu harus di pegang erat, jangan sampai lupa!"

"Iya Ino gomen, kalau Sasuke tahu kau menyebut dia pacarku, dirimu akan digantung di namsan tower yang ada di korea!" Seperti yang diketahui bahwa Sasuke sudah mengklaim Sakura sebgai tunangan mutlaknya bukan lagi pacarnya, jadi dia agak sedikit sensitive dengan kata pacar.

Sakura keluar dari kamar mandi untuk men-charge baterai telepon genggam tersebut, tak lupa menelpon sang kekasih yang sudah pasti khawatir karena dirinya tidak memberi kabar.

"Halo!"

"Halo Sasuke-kun, em.. sedang apa?"

"Kenapa baru menghubungi aku sekarang? Kau mau bermain api huh?" bukannya menjawab Sasuke justru memberikan pertanyaan pada kekasihnya.

"G-gomen-ne, aku salah sudah ceroboh melupakan dimana letak handphone ku, aku yang salah ini murni kesalahanku Sasuke-kun. Gomen-ne? Hm? Aku akan pulang besok pagi."

"Hn. Kau tau aku bingung apa yang kau lakukan hingga tidak menghubungiku. Aku jadi berspekulasi yang tidak baik tentang mu. Jam berapa sampai sini?"

"Mungkin jam sepuluh pagi, kau menjemputku apa tidak?"

"…"

"Sasuke-kun? Halo?"

Tidak ada jawaban yang terdengar dari seberang membuat sakura menghela napas, 'mungkin sasuke-kun lelah' itulah yang ada dalam otaknya sekarang.

Sedangkan Sasuke sedang menelungkupkan kepalanya diatas meja, pertanda dia sedang tertidur atau meneruskan mimpinya yang tertunda? Entahlah, hanya dia dan Kami-sama yang tahu.

tbc


huft sudah melalui proses editing tapi aku bingung knapa dari microsoft pas masuk ffn kormatnya berubah?

entahlah aku sudah berusaha semaksimal mungkin.

mianhe masih jau dari kata sempurna, dan pasti tulisannya masih banyak yang acak-acakan.

gomen,

terakhir,

terimakih banyak yang udah fav and review story aku, kisah flasback dua bulan lalu akan akan ada di chap selanjutnya.

khamsahamnida...