Warning : OOC, Nggak ada batasan EYD, nggak ada batasan typo, Garing dan Ega nggak nerima Flamer dalam bentuk apapun :3 oh yeah~~

Summery : Takdir menyedihkan yang membelenggu Naruto, membuatnya harus rela berjibaku diatas siksaan dunia yang kejam. Hidup sebatang kara membuatnya tumbuh menjadi remaja yang kuat. Namun tak selamanya takdir menyedihkan itu menyelimutinya, dibalik semuanya itu terselip sebuah takdir besar di masa depannya yang akan mengubah total hidupnya yang sengsara!

"Kau cucuku, ahli waris sah dari seluruh perusahaan prostitusi milik Kakekmu ini.. dan hanya kau yang pantas menyandang marga Senju dibelakang namamu..!!"

"Naruto, kau berhak mendapatkan kebahagian yang hakiki di dunia ini!!.."

Disclaimer : Masashi Kishimoto

NAIK DERAJAT

--

--

Rombongan mobil limosin mewah milik Tobirama melesat bagaikan kecepatan pesawat jet disepanjang jalan dermaga kota Gitzu. Didalam mobil, Dua bodyguard dengan tubuh kekar mengunci kuat kedua sisi lengan Naruto yang duduk berhadapan dengan kakeknya.

"Lepaskan aku!!.." Desis Naruto. Namun sayang dua orang bodyguard itu seolah tuli, bahkan mereka hanya menatap lurus kedepan tak bergeming sedikitpun.

Tobirama, pria tua kaya raya yang berasal dari keluarga Senju. Keluarga yang menurut sejarah memiliki nama yang besar bahkan pemerintah mengakui keberadaan keluarga Senju setara dengan keluarga kerajaan Otsutsuki yang juga berdiam di daratan utama kota Ginza.

Lelaki berparas tampan, namun garis keriput halus telah menghiasi wajahnya itu, sedari tadi hanya menghisap cerutu mahalnya didalam mobil. Memang sih jarak mereka belum terpaut jauh dari sekolah Naruto. Tapi kan remaja berambut pirang ini perlu tau maksud sebenarnya dari Tobirama yang membawanya pergi menjauh dari wilayah Gitzu Timur.

"Hei kau pak tua!! sebenarnya apa tujuanmu memperlakukanku seperti ini hah!!?..." Naruto menatap tajam wajah Tobirama.

Si pria tua, balas menatapnya dengan seringai. Ia menghembuskan asap cerutu yang tebal ke wajah Naruto. "Aku tidak akan menjelaskan detailnya sekarang.. tapi secara garis besar, kau harus tau nak! kalau kau adalah cucuku yang hilang 17 tahun lalu.."

Hanya jawaban yang seperti itu yang keluar dari mulut Tobirama. Naruto semakin geram, bagaimana tidak? sedari kecil Naruto telah diajarkan untuk tidak mudah percaya pada orang lain. Apalagi orang yang baru saja kau temui dan ia mengaku sebagai keluargamu yang sudah lama terpisah?!! psttt.. bulshitt!! Naruto tidak akan percaya sebelum ada bukti nyatanya.

Dan hello!! gara-gara Tobirama yang menyeret Naruto ke dalam mobil, Naruto jadi semakin terlambat untuk bekerja part time.

Urat kemarahan Naruto sudah di ubun-ubun, cukup tau rasanya jika Naruto pernah dibohongi oleh para relawan yang ia anggap sebagai orang tuanya dulu. Kenyataan pahit jika kedua orang tuanya sudah mati diseret Tsunami 17 tahun lalu membuat Naruto hidup sebatang kara. Jadi tidak mungkin ada sisa keluarganya yang masih hidup. Terlebih lagi bagi Naruto yang memang tidak tau seperti apa rupa wajah ayah dan ibunya.

"Sudahlah pak tua!! berhenti bersikap seolah-olah kau mengenalku dan mengklaim diriku sebagai cucumu!! Aku tau kalau ayah dan ibuku sudah meninggal!!... tidak ada lagi sisa keluargaku yang aku tau, jadi aku tidak akan percaya padamu..."

Tobirama mulai serius, nada bicara menyebalkan dari Naruto membuatnya marah. Ia mencekal kasar kedua pipi Naruto dengan tangan kirinya yang lebar. "BOCAH!!.. aku ini kakekmu.. anak perempuanku yang sudah melahirkanmu!!.. KAU HARUS TAU JIKA IBUMU ADALAH PUTRI KESAYANGANKU.."

"-Jika kau mau percaya, kakek akan jelaskan semuanya saat kita tiba di daratan utama kota Ginza... kakek akan jelaskan asal-usulmu.. dan semua yang ingin kau ketahui..." Lanjut Tobirama setelah kemarahannya mulai mereda dan ia melepaskan pipi kenyal milik Naruto.

"Kau ini bodoh atau apa!! walaupun kau berteriak, membentakku dan memaksaku untuk percaya padamu.. maaf saja tapi aku tidak akan pernah bisa menerimamu sebagai apapun didalam hidupku!.." Tobirama terhenyak sesaat. Napasnya naik lagi sejalan dengan urat kemarahan yang mulai menyembul di dahinya.

"CUKUP!!.. Jugo, lakban mulut bocah itu.. dia mewarisi mulut liar ibunya yang kurang ajar..!"

Satu bodyguard itu mengangguk paham ia melepaskan cekalannya pada lengan Naruto untuk mengambil lakban di saku jas hitam miliknya. Kali ini kesempatan untuk bergerak bagi Naruto. 'bagus.. aku tidak bisa lama-lama bersama pria tua tukang marah ini..' batin Naruto, sambil melirik sekilas ke samping.

Dengan memanfaatkan kesempatan, Naruto mulai menyusun rencananya sendiri untuk kabur dari mobil. Tobirama yang terlihat lengah dan seorang bodyguard yang nampak acuh. Semakin mendukung skenario rencana milik Naruto, Ia akan melompat dari dalam mobil sekarang. 'yah ide yang bagus Naruto..'

BUAAKK...

"Arrkk!!.. "

Naruto menyikut kuat perut bodyguard yang masih memegangi lengannya dengan sekuat tenaga.

"Apa yang...!?" Tobirama terbelalak ketika Naruto kembali menghajar bodyguard yang bernama Jugo saat ia berbalik dengan lakban ditangannya.

BHUAGG..

"Apa yang kau lalukan!!?..."

"-Pergi menjauh darimu.." Potong Naruto dengan cepat. Tangannya berhasil membuka pintu limosin. Tobirama yang hendak menggapai seragam sekolah milik Naruto sudah curang cepat untuk menahan pemuda nekat itu, untuk tetap diam didalam mobil.

"BODOH!! HENTIKAN MOBILNYA.." Teriak Tobirama ke pada sopir di depan. Namun semuanya sudah terlambat, cucunya dengan sangat nekat sudah berhasil keluar dari mobil.

TIIIIIIIIITTTTT...

GDBRRAAAAKKKKK...

Suara klakson mengagetkan Naruto yang melompat dari sisi kanan. Sebuah mobil sedan tepat melaju didepan Naruto. Tubuh remaja sintal itu sempat membentur body depan mobil sedan dan berguling ke bawah dengan sempurna.

Naruto berguling dua kali di aspal sebelum ia benar-benar berjongkok dengan luka memar di pipi dan goresan luka di siku.

"HEII, BOCAH APA KAU MAU MATI HAH!?.." Pengemudi sedan keluar dari mobilnya, ia hendak menghajar Naruto yang seenak jidatnya membuat mobil orang lain penyok dibagian atas penutup mesinnya.

"MAAF PAMAN AKU SEDANG BURU-BURU..!!" Teriak Naruto sebelum ia mulai berlari sedikit pincang karena lutut dan pergelangan kakinya terasa sakit. Kemudian Naruto melangkah menuju dermaga, tempatnya pulang.

Usai kejadian Naruto yang melompat dari mobil. Rombongan mobil limosin milik Tobirama berhenti mendadak, bahkan limosin mewah yang ia tumpangi oleng dan terpaksa banting setir ke kiri lantas berakhir dengan menabrak tiang listrik lampu jalanan.

Tobirama syok berat dengan kajadian ini. Ia keluar dari mobil dengan ekspresi yang sulit untuk dibaca. 40 meter di belakangnya Naruto, kelihatan mulai berlari menjauhi mobil sedan dan pemiliknya.

"Bos besar.. beri kami perintah untuk menangkap tuan muda.." Jugo menawarkan diri untuk mengejar Naruto yang kabur melewati dermaga lagi.

"KURANG AJAR!!.. anak itu sama seperti ibunya, Tsunade selalu membangkang, keras kepala dan dia juga sama liarnya dengan ibunya..." Desis Tobirama.

Akibat rombongan mobil Tobirama, yang masih memenuhi jalan. Kemacetan pun terjadi disana, dengan marah Tobirama memerintahkan semua anak buahnya untuk tidak mengejar Naruto dan kembali ke daratan utama kota Ginza sebelum sore menjelang.

--

--

"Dasar kakek tua bau tanah!!.. seenaknya saja mengaku sebagai bagian dari keluargaku.. tchi!! tukang tipu jaman sekarang!!.." Naruto menggerutu tidak jelas disepanjang jalan dermaga.

Jika sekarang Naruto pergi bekerja, maka jarak tempat restoran ia bekerja semakin jauh gara-gara insiden pemaksaan tadi. Ditambah kakinya cidera, seperti terkilir dibagian pergelangannya membuat Naruto mengurungkan niatnya untuk masuk kerja hari ini.

"Sialan gara-gara dia, kakiku terkilir.." Naruto akhirnya sampai di flat rumahnya. Para tetangga silih bergantian menanyakan keadaannya ketika mereka melihat Naruto yang datang dengan jalan terpincang. Walaupun hidup sendiri tapi Naruto sama sekali tidak pernah merasa kesepian. Para tetangga flat rumah susun senantiasa menyambut kepulangan Naruto, hitung-hitung modus bagi ibuk-ibuk komplek yang mempunyai anak gadis. Siapa tau mereka bisa mempromosikan anak mereka untuk menincut hati remaja pirang itu.

PUKKK..

BRRUUUGG..

Sampai dikamarnya Naruto langsung merebahkan diri. Ia membenamkan wajahnya di sela-sela bantal persegi. Sudahlah walaupun masih menggunakan seragam sekolah, Naruto sudah tidak peduli jika nanti seragamnya jadi agak kucal. Yang penting hari ia bisa berbaring sejenak, sambil menunggu rasa sakit dikakinya sedikit mereda.

--

--

Scorpio High School adalah sekolah favorit pada masanya. Sekolah ini sudah berdiri lebih dari satu abad yang lalu, hingga tak jarang ribuan alumni dari Scorpio High School yang berasal dari kaum bangsawan hingga pewaris kerajaan bisnis keluarga selalu berbondong-bondong untuk mendaftarkan anak-anak mereka masuk ke sekolah elit di kawasan daratan utama kota Ginza ini.

Begitu juga dengan cucu kembar keluarga Senju yang lain, yaitu Kushina Uzumaki dan Karin Uzumaki mereka berdua bersekolah di Scorpio High School karena suruhan dari kakeknya. Mereka berdua adalah cucu kandung dari keluarga Senju yang dicabut status marga Senju-nya oleh Tobirama. Insiden yang merenggut nyawa putri pertamanya membuat Tobirama berfikir jika status Senju yang ia hadiahkan untuk menantu pertamanya tidak lagi pantas disandang, setelah istri menantunya (anak pertamanya) meninggal. Meskipun Tobirama mencabut status Senju mereka tapi Tobirama masih menerima keluarga menantunya itu untuk tinggal satu atap dengan nya di mension Senju.

Apakah Tobirama kejam? ia sendiri membuang status marga cucu kandungnya, dan mengangkat cucu tiri sebagai bagian dari keluarga Senju! Aaa..!!! Jawabanya pasti tidak, itu masih mending ketimbang Tobirama harus mengusir secara kasar keluarga menantunya yang telah membuat putri pertamanya meninggal.

Kembali ke Scorpio High School, sekolah yang elit dengan fasilitas mewah. Sebanding dengan biaya yang harus para orang tua keluarkan untuk membayar tagihan sekolah elit ini per minggunya. Seorang siswi terlihat mendesah lelah. Setelah jam terakhir sebelum bel pulang, ia dihukum oleh gurunya untuk mengerjakan soal kimia seorang diri.

"Nee-chan lama sekali.." Karin Uzumaki, memberikan tatapan tajam pada sang kakak. Wajar saja gadis cantik berkacamata ini marah pada kakak kembarnya karena ia harus menunggu kakaknya 2 jam di taman sekolah.

"Gomen ne Karin.. gara-gara soal kimia dari pak tua Bee sensei, kau jadi lama menungguku.." Sang adik berdiri dari bangku taman. ia menggeleng kecil dan telah mengikhlaskan waktunya dua jam terbuang sia-sia hanya untuk menunggu sang kakak.

"Ayo kita pulang.. tadi aku sudah telpon Tou-san untuk menjemput kita.." Karin berlalu terlebih dahulu. Kushina hanya bisa mengikuti adiknya dari belakang. Sepertinya Karin dalam mode badmood dan Kushina tidak mau memperbesar perkara jika sampai ia bicara yang aneh-aneh akan membuat adiknya marah.

Mereka berdua unik, meskipun terlahir kembar. Tapi sifat dan perilaku mereka sangat jauh berbeda. ibaratkan dua sisi mata uang berbeda. Sang kakak lahir dengan keberuntungan, Kushina selalu ceria dan bersemangat. Sedangkan sang adik lahir dengan kedukaan. Karin selalu murung, pesimis, kaku, cenderung dingin terhadap orang, sensitif dan sangat cengeng.

"Oh iya kita melupakan 'dia'... apa tidak apa-apa kita pulang duluan?" Perkataan Kushina langsung membuat Karin menoleh.

"Nee-san tidak perlu memikirkan 'dia'!! tadi aku sudah melihat kakek, menjemputnya di pintu gerbang..."

Kushina hanya membuka mulutnya dengan bentuk 'O' yang sangat bulat. Kushina tau betapa murkanya sang kakek jika sampai Kushina dan Karin pulang sekolah lebih dulu dari 'dia'. Tobirama pasti menuding mereka berdua tidak becus sebagai seorang kakak karena 'dia' yang mereka bicarakan merupakan cucu tiri kesayangan Tobirama yang umurnya terpaut 1 tahun di bawah kembar Uzumaki ini.

TBC

hehehe.. baru ada Ilham dari atas untuk membuat chaper 2 ini..

maaf kalau ega lama up :'(

jangan lupa klik follow dan fav pada ffc ega yang ini ya.. dan juga jangan lupa review...

see you :3