Perjalanan Cinta Namikaze

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Genre: Romance

Rate: sepertinya T deh

Pair : SasuNaru

ItaKyuu

SasoDei

GaaNeji

Warning: Yaoi, boy x boy, Sho-ai

Summary: Naruto, Kyuubi dan Deidara Namikaze sekaligus Gaara Uzumaki meninggal kan kota konoha ke London dengan alasan berbeda. Setelah 4 tahun mereka kembali pulang, setelah kembali, akankah mereka dapat melupakan masa lalu atau malah masa lalu mengejar kehidupan mereka

Ini 100% yaoi.

Hallo…. neterya datang lagi nih dengan chapter 2. Semoga kalian menyukainya.

Silakan menikmati ceritanya

Umur pemain:

Naruto Namikaze :16 tahun (sma kelas 1)

Gaara Uzumaki : 18 tahun (sma kelas 3)

Kyuubi Namikaze : 21 tahun (kuliah)

Deidara Namikaze : 23 tahun (berkerja di perusahaan Namikaze )

Chapter 2:

4 tahun kemudian

London, Inggris

"Kak Dei….kak Dei…. bangun….nanti jam sepuluh kakak ada rapat….kak dei…!" teriak pemuda berkulit tan ,berambut pirang pendek, berwajah imut seperti perempuan, bermata biru bagai biru langit yang tertutup kacamata bergagang kuning. Menguncang tubah seorang pemuda yang berambut sama tapi panjang dan berkulit putih bersih

"Aaaaahhhh…..Naruto…..jam berapa?"tanya Deidara dengan suara serak sambil mengerakan tubuhnya yang kaku

"Jam 8 pagi…..ayo kakak bangun dan cepat mandi!" jawab Naruto sambil menarik tangan Deidara menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar. Setelah pintu kamar mandi tertutup Naruto membersikan kamar kakaknya dan menyiapkan pakaian yang akan di pakai kerja, ini adalah kebiasaan pagi Naruto, yang selalu membangungkan dan membereskan kamar ketiga kakaknya.

"Nanti kakak pulang jam berapa?"

Sebelum Deidara menjawab tiba- tiba terdengar teriakan nyaring "Kyaaa…..!Naru lupa membangunkan Kyuu-nii dan Gaara-nii. Kyuu-nii hari ini ada ujian jam sepuluh. Gaara-nii ada rapat disekolah. Aku pergi dulu kak!" teriak Naruto langsung berlari menuju ke kamar Kyuubi dan Gaara di lantai 2

Melihat tingkah laku adiknya, Deidara hanya bisa mengelengkan kepalanya di kamar mandi. Walaupun begitu dia sangat bersyukur, karena adiknya sudah kembali tersenyum dengan ceria meskipun senyumanya berbeda dengan yang dulu.

Setelah kedatangan keluarga Namikaze di london, Naruto langsung masuk rumah sakit yang terbagus dan terlengkap di london. Dan dia di periksa oleh dokter spesialis mata, ortopedi dan dokter kejiwaan. Membutuhkan waktu 3 tahun untuk menyembukan penyakitnya.

SASUNARU

"Pagi Iruka-san, Gaara-kun!"sapa Deidara sewaktu di ruang makan dan melihat Iruka sang Butler keluarga Namikaze yang sekarang berganti status menjadi pengasuh para Namikaze junior sedang sibuk di dapur dan Gaara sepupunya yang sudah dia anggap adiknya itu sedang duduk di kursi sambil membaca.

"Pagi kak"jawab Gaara dengan sedikit senyum dan menutup bukunya dan menaruhnya di meja

"Pagi Tuan muda Dei" jawab Iruka tanpa melihat karena sibuk menyiapkan sarapan

"Hari ini kita sarapan apa, Iruka-san?" tanya Deidara sambil duduk di sebelah kanan Gaara

"Ramen dan pai apel , tuan muda"iruka menjawab dengan senyuman sewaktu melihat wajah tuan mudanya pasrah dengan sarapan yang selalu sama setiap pagi "maafkan saya tuan….. tapi kalau tuan muda mau yang lain akan saya buatkan"

"Tidak usah Iruka, ini saja….mana Naruto dan Kyuu?"

"Tidak tahu, barangkali ke kamar Kyuu-nii. Setelah memangunkan aku dia langsung lari ke ka... "

"Aku disini Dei-nii, Gaara nii….bersama kak kyuu !?"jawab naruto memotong jawaban Gaara sambil sedang memegang atau bisa di bilang memaksa seorang pemuda berwajah sama tetapi berambut merah dan bermata merah

"Lepaskan aku…. kepala jeruk!...aku bisa jalan sendiri"teriak Kyuubi mencoba melepaskan diri dari adiknya yang memaksa

Tanpa mendengarkan teriak kan kakaknya, Naruto langsung saja mendudukan kakaknya di sebelah Deidara dan baru Naruto duduk disampingnya atau sebelah kiri Gaara

Melihat ada ramen di meja makan Naruto langsung berteriak riang "Waahh….ramen…! makasih Iruka-san, paling enak memang sarapan pagi dengan ramen. Selamat makan!" dengan lahapnya dia makan

"Cih…. kepala jeruk rakus. Pagi-pagi sudah makan ramen, entar sakit tahu rasa. Iruka mana pai apelku?"

"Ini tuan muda"

"Biarin. Kyuu-nii juga pagi-pagi makan pai"

"Ini lebih sehat dianding punyamu kepala jeruk"

"Makanan Naru sehat, Kyuu-nii. Benarkan kakak ?" tanya naru sambil menatap kedua kakaknya Deidara dan Gaara dengan wajah mengemaskan

Gaara hanya tersenyum dan mengusap kepala Naruto. "Iya, makan Naru sehat, karena buatan Iruka-san"

"Baik Gaara-nii. Oh yaHari ini Kyuu-nii, Dei-nii dan Gaara-nii pulang jam berapa?"

"Maaf sayang, kakak tidak tahu," jawab Deidara

"Hari ini aku pulang malam, karena ada acara sama temen. kepala kuning"

"Maaf Naru, kak Gaara nanti pulang malam"

"Iya….nggak bisa makan bareng dong, Naru bosan di rumah terus sama Iruka-san, aku ingin bersama kalian"kata Naruto ngambek sambil mengembungkan pipinya sepert i ikan kembung. Imut sekali

Melihat adiknya ngambek, membuat Deidara, Kyuubi dan Gaara merasa bersalah karena selama ini memang mereka hanya bertemu pada pagi hari atau sewaktu mengantar adiknya ke rumah sakit. Dan memang selama 4 tahun tinggal di london adiknya tidak pernah keluar rumah, kalau pun pergi hanya kerumah sakit dan selama ini dia bersekolah dirumah.

"Sudah jangan ngambek, hari minggu ini bagaimana kalau kita semua pergi ke Kebun binatang ZSL London"

"Mau….."seru naruto "kak Kyuu, kak Gaara ikut kan…..pasti ikut kan….?!"

"kakak pasti ikut Naru" jawab Gaara sambil mengusap kepala Naruto

"Asyik. Kak Kyuu...?"

"Emm…."

"Apa artinya? Itu Iya atau tidak?!"

"Iya, kepala jeruk!"

"Asyik….semua bisa pergi!" teriak Naruto gembira memuat ke tiga kakaknya senang karena melihat adiknya tersenyum kembali

melihat pemandangan itu Iruka juga ikut tersenyum senang, karena pagi ini para tuannya tersenyum bahagia.

"Maaf menggangu para tuan muda, saya hanya mengingatkan kalau sekarang sudah jam Sembilan dan waktunya tuan muda Deidara untuk berangkat ke kantor, tuan muda Gaara ke sekolah dan tuan muda Kyuubi ke kampus "

"Makasih Iruka, kakak berangkat sekarang. Naruto, baik-baik di rumah. Gaara, selesai sekolah langsung pulang, Kyuu jangan buat masalah di kampus. "

"Baik kak..."

"Cerewet…"kata kyuubi melihat tingkah kakaknya itu "Sudah jamnya. Aku berangkat ...Gaara katanya kamu nebeng ke sekolah, jadi tidak?"

"Jadi kak, ayo Berangkat"

"Hati- hati di jalan kak Dei, kak Kyuu, kak Gaara…"teriak Naruto sambil makan ramen dengan lahapnya

Setelah memersihkan meja ruang makan Iruka menemui tuan muda Naruto yang selesai sarapan langsung nonton tv di ruang tengah"Maaf mengaggu tuan muda Naruto, saya hanya mau minta ijin pergi ke supermarket soalnya semua bahan sudah habis"

"Aku ikut ya!? Aku malas di rumah terus…."

Iruka bingung dan bimbang pasalnya tuan muda tidak pernah keluar rumah dan berinteraksi dengan orang selain Iruka dan ketiga kakaknya, dia takut penyakit tuan mudanya kambuh. Memang dengan keluarganya sendiri tuannya dapat tersenyum tapi dengan orang lain belum penah Iruka lihat dia tersenyum.

"BOLEH YA…"paksa Naruto dengan mata puppy eyes, yang selalu membuat orang kasihan dan tidak tega. tak terkecuali Iruka yang telah terjerat oleh matanya sehingga membuatnya bimbang.

'Bagaimana nih, Aku tidak tega meninggalkanya sendirian? Apa aku ajak saja? Bagaimana penyakit tuan muda…..aahhh….sudah kuajak saja' teriak batin iruka yang bimbang

"Baiklah tuan muda boleh ikut"jawab Iruka pasrah dengan keadaan ini

"Horee!" Naruto yang mendengarnya senang "aku ganti baju dulu…"katanya langsung pergi menuju kamarnya

Melihat tingkah tuan mudanya, membuat iruka tertawa

'kurasa ini baik juga buat perkembangan mentalnya'pikirnya bersemangat

SASUNARU

Naruto POV

Senang…..gembira….. entah mengapa semua itu kurang untuk mendeskipsikan perasaan ku saat ini. Perasaan ini sangat kompleks sulit di lukiskan. Aku pernah dengar kalau manusia itu makluk social yang tidak dapat hidup sendiri. Ku rasa itu benar aku merasakanya sendiri, walaupun di rumah ada kak Dei, kak Kyuu, kak Gaara dan Iruka tetap saja aku ingin bermain dan mengobrol dengan lain.

Tapi….aku masih takut…karena rasa takut inilah, aku tidak dapat berbicara atau menyapa orang lain yang tidak aku kenal, kenapa aku punya rasa takut seperti ini?

"Tuan muda, kita sudah sampai"kata iruka dengan suara lembut. suaranya itu membubarkan semua pikiranku

"Iya" jawabku sambil keluar dari mobil

"Ayo kita masuk tuan muda"ajaknya.

Aku menjawabnya dengan senyuman, tapi entah mengapa semakin kita mendekati pintu masuk supermarket itu aku...

DEG…..DEG…DEG….

Detak jantungku berdebar dengan keras.. aku dapat mendengarnya Apa kah iruka juga mendengarnya? ku mohon...kumohon Iruka jangan dengar? karena aku tidak ingin pulang

"Tuan muda kenapa? Wajah tuan muda pucat?"tanya iruka dengan suara lembut dan juga khawatir

Pertanyaanya itu langsung membuatku berhenti tepat di depan pintu masuk supermarket karena terkejut "Aku tidak apa-apa Iruka-san" jawabku dengan senyum palsu.

"Tapi wajah tuan kelihatan puc…"

"Ayolah Iruka. Aku tidak apa-apa…..ayo kita masuk!" sahutku cepat dan langsung menarik tangan Iruka dan membawanya masuk kedalam ke dalam supermarket. Ku lihat dengan terpaksa Iruka mengikuti keegoisanku. Aku bukanya tidak peduli tapi aku ingin merasakan keramaian dan kebisingan ini lagi.

Kami membutuhkan waktu setengah jam untuk berkeliling mencari semua kebutuhan kami. Setelah lelah mencari kami beristirahat direstauran yang berada di dalam supermarket

"Tuan muda saya mau ke toilet dulu, tuan muda tunggu saya di sini ya? Jangan kemana-mana"

"Beres. Sudah sana pergi" suruhku dengan tersenyum sambil tetap mengarahkan pandanganku ke arah pengunjung yang datang. Sewaktu ku arahkan pandanganku ke pintu masuk. Tiba-tiba….

DEG…DEG…DEG…..

Jantungku kembali berdebar lebih keras, kar….karena aku melihat dia atau orang yang mirip dia. Aku tidak tahu. Yang ku tahu pandanganku tidak bisa lepas dari nya. wajah yang sama, mata yang sama dan yang berbeda hanya potongan rambut

Bbraaakkkkkk….

Suara kursi yang terjatuh, karena tanpa sadar aku telah berdiri dan mengikuti langkah pria itu. Semakin aku mengikutinya, perasaanku semakin tidak menentu, bayangan dia memenuhi pikiranku.

'Iya, sekarang kita bersahabat'

'Tenang….aku disini dobe,kamu jangan takut'

'Dobe…Dobe….sedang apa kamu disana? Ayo pulang '

'Kamu kenapa Dobe?'

'Itu punyaku Dobe….berikan!'

'Ini kado untukmu, Dobe"

'Terima kasih, Dobe

'BUAGH'

"Baka Dobe! Apa yang kau pikirkan "teriaknya memukul wajah ku, sehingga aku terhuyung kebelakang dan terjatuh dan menendang wajah ku, membuat kepala ku membentur lantai dengan keras.

"AAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHH….!" teriak ku sambil menarik rambutku. Aku merasakan tubuh ku saat ini bergertar, keringat mulai turun dari kening ku. Ingatan yang aku kunci mulai terbuka.

Dimana dia menamparku, mendorong badanku hingga terjatuh lantas menendangnya. Dengan kesetanan dia menginjak tangan dan kakiku lalu dia juga memukul wajah ku dan membenturkan kepalaku di dinding sehingga aku dapat merasakan aliran darah yang mengalir dari kening ku, turun kebawah dan masuk kedalam mata ku, sehingga membuatnya terasa pedih.

"Hentikan! Ku mohon! Hentikan !"Teriak ku lagi sambil meringkuk kesakitan. Karena Sekarang ini aku sudah tidak bisa lagi membedakan mana yang dunia bayangan dan mana dunia nyata . semua tercampur jadi satu dan pemukulan itu terasa nyata bagiku

"Ku mohon! Hentikan! Sakit!…aahhhh…..!hiks….kak Dei…kak Kyuu... kak Gaara tolong Naru, hiks….sakit! maaf…tolong berhenti….. sakit!" teriak ku kesakitan

"Pirang …..ku mohan tenang lah, tidak ada yang menyakiti mu disini ?" Aku mendengar suara tapi entah siapa, aku tidak bisa menebaknya. Orang bersuara lembut itu memeluk ku sambil memanggilku pirang untuk menenangkanku dan aku juga mendengar suara Iruka yang memanggilku

Tapi aku tak bisa membalasnya, ingatan ku di pukul dia membuat seluruh tubuh ku kesakitan. Yang bisa ku lakukan adalah berteriak….berteriak kesakitan dengan keras agar dia berhenti memukul ku. Pikiran dan tubuhku sudah tidak kuat menerima semua beban ini, sehingga membuat tubuh ku lemas tak bertenaga, mataku tertutup yang terlihat hanya kegelapan …

Normal POV

"Saaiiiii...saiii...!dari tadi kucari, teryata kau ada di parkir!"teriak Haku kesal kepada pemuda berambut raven pendek berkulit putih yang dari tadi memandang ke arah pintu keluar parkir. "Kau kenapa dari tadi melihat arah pintu keluar?"

"Tidak ada apa-apa"jawab Sai dengan tersenyum lembut penuh misterius, memuat Haku heran pasalnya Sai itu tidak pernah tersenyum. Sikapnya itu selalu dingin, kalau tersenyum pun hanya senyum palsu atau senyum menyeramkan yang membuat badan merinding bukan senyum lembut seperti ini.

"Oh...tadi aku dengar ada seorang pemuda berteriak kesetanaan. Apa benar Sai?"

"Hn, dia sudah dibawa pergi ke rumah sakit...hn... sudahlah ayo cepat pulang. Di rumah pasti Zabusa sedang menunggu kita"

"Astaga! Barang belanja masih di kasir, ayo Sai bantu aku angkat" kata Haku sambil berlari masuk kembali

Sedangkan Sai tersenyum lembut " Kau ringan sekali pirang, apa kita bisa bertemu lagi, ya? Aduh sial aku tidak tahu nama sekaligus alamatnya lagi. Aahh sudahlah Kalau dia memang takdirku kita pasti bertemu lagi"

"Sai, cepat ! Kenapa kau masih berdiri disana?!" teriak Haku kesal melihat Sai masih berdiri disana

"Hn" katanya sambil berjalan ke arah temanya

Bersambung...

HORE!...Neterya bisa juga ketik bab ke 2 (teriak dengan penuh semangat). Neterya gak nyangka akan bisa juga menulis bab ini.

Di bab ini sebenarnya masih sama dengan bab sebelumnya hanya Neterya tambah dengan kedatangan Sai. Di sini Sai adalah tokoh sentral antara hubungan SasuNaru, semua masalah dimulai dari dia, walaupun dia tidak tahu dan Neterya akan buat Sai jadi tokoh jahat. Jadi maaf para pengemar Sai.

Dibab selanjutnya masih sama tapi akan ada penamahan yang... entar deh kalian baca sendiri saja. Sepertinya Neterya akan cepat kirim karena Neterya lagi liburan dan pulang ke jawa tapi kalau tetap tidak bisa maafkan Neterya ya (sambil sujud minta maaf Berkali-kali)

Yang terakhir Neterya tidak bosan-bosanya minta sumbangan concrit/saran/ kritik/ pujian (yang terakhir tetap Neterya ngarep )di review readers semua? Terima kasih