Disclaimer: Naruto tetep punya masashi-sama

Warning: fic yang nggak jelas banget,

Fic yang terinspirasi dari salah satu komik yang nggak tau titlenya apa. Aku juga baru belajar buat fic. Maka dari pada itu, mohon bantuannyaaaa…!

Hai…. Ini chap2 nya dah aku buat. Moga2 nggak bikin kecewa.

Aku mau ngucapin makasih banget buat yang dah review, kasih saran n' pendapat, karena itu aku bisa tau banyak gimana cara buat fic yang bener n' nggak asal.

Mushamushafir

Rinzu15 The 4th Espada

Dandelion Dreamless

Temari fanz nonlogin

Yusei'Uzumaki'Fudo

Fidy Discrimination

Masahiro 'Nigth' Seiran

Ammai

Thia2rh

Lopelope

"Sakura ada apa denganmu ini aku…"

~yuuuhuuu~

"Ohayou Saku-chan". Sapa Sasori pada Sakura yang baru turun dari kamarnya, dengan mata yang bisa dibilang hanya 0,5 watt.

"Ohayou Oni-chan. Oni-chan dimana Naru-kun?"

"Aku disini Saku-chan", ucap Naruto yang baru saja keluar dari dapur.

"Sedang apa kau didapur."

"Aku hanya membantu Oni-chan membuat sarapan."

"Oyah Saku-chan, Oni-chan minta maaf semalam masuk kamar kamu" ucap Sasori sambil duduk di depan Sakura.

"Haa nggak apa kok Oni-chan."

Berarti yang semalam aku lihat Oni-chan toh, tapi kok nggak mirip Oni-chan yah… tinggi badannya ajah beda?' Batin Sakura

~yuuhuu~

Disekolah, masih saja Sakura memikirkan hal semalam.

"Yang itu semalam Oni-chan. Tapi dimana Naruto. Dia kan nggak ada waktu semala aku bangun."

Karena terlalu serius dengan pikirannya sendiri, Sakura tidak menyadari sedari tadi ada yang menemaninya berjalan dari gerbang sekolah sampai sekarang sudah didepan kelasnya.

"Ng… Sakura, aku kekelas dulu yah! Dah… "

"Ia." Sakura masih nggak sadar, sampai…

"wah Sakura, aku nggak nyangka tadi kamu jalan ama Sasuke-senpai. Aku pengen banget deh" ucap Ino sambil nari-nari nggak jelas (hehe becanda).

"Ino-chan tenang sedikit" ucap Hinata yang baru masuk kelas.

"Hinata gimana mau tenang, kamu tahu Hinata tadi Sakura jalan sama Sasuke-senpai loh… Ia akan Sakura?"

"Apa itu benar Sakura-chan ."

"Ng, hehe…" Sakura hanya nyengir nggak jelas.

~yuuhuuu~

Waktu terasa begitu cepat berlalu sampai ~Teng,teng~

"Baiklah anak-anak pelajaran hari ini sampai disini, jangan lupa klipingnya minggu depan di kumpul ucah Hatake-sensei sebelum keluar kelas."

"Kakashi-sensei itu selalu saja kasih tugas hufg"… ucap Ino

"Sudahlah Ino-chan, Kakashi-sensei memang begitu kan."

"Tapikan Hinata-chan."

"Aku duluan yah Ino-pig, Hinata-chan" ucap Sakura. Ino dan Hinata hanya menyaksikan Sakura yang sudah keluar kelas dan heran biasanya mereka bertiga pulang sama-sama, tapi hari ini Sakura aneh.

"Hinata-chan kamu ngerasa nggak kalo Sakura hari ini aneh banget."

"Ia Ino-chan, apa Sakura ada masalah yah"

~yuuhuu~

Digerbang sekolah,telah tampak sesosok yang sangat tak asing lagi bagi Sakura. Siapa lagi kalau bukan Naruto yang menunggunya dengan setia.

"Ayo kita pulang Saku-chan."

~yuuhuu~

Tak terasa sudah satu minggu lebih Naruto tinggal dengan Sakura. Tapi Sakura masih tak tahu rahasia Naruto yang sebenarnya.

Disuatu soreh, Sakura dan Naruto sedang berada di sebuah taman di bawah pohon sakura yang belum mekar.

"Saku-chan"

"Yah ada apa Naru-kun"

"Ng… seandainya aku harus pergi dan mungkin tidak akan bertemu lagi dengan Saku-chan, apa Saku-chan akan sedih?"

"Kenapa Naru-kun bertanya seperti itu. Tentu saja aku sangat sedih."

"oh.. begitu yah"

Suasana tiba-tiba menjadi canggung. Tidak ada yang mengeluarkan suara, hanya semilir angin yang menemani mereka. Karena tak enak dengan keadaan, Naruto mengajak Sakura untuk membeli gulali, di tengah perjalanan, Naruto masih sempat-sempatnya memberi lelucon pada Sakura.

Naruto tahu waktunya sudah tak lama lagi, dan hari itu pasti akan datang.

"Aku ingin meberitahunya tapi aku tidak bisa.

Aku takut dia akan membenciku, karena telah membohonginya.

Tuhan apa yang harus aku lakukan.

Aku tak ingin meninggalkannya, Aku mencintainya.

Walau dia tak tahu tentang perasaanku."

~yuuuhuuu~

"Hai Sakura", sapa Sasuke saat bertemu dengan Sakura di koridor sekolah

"Apa kabar senpai?"

"Baik, tapi jangan panggil senpai, Sasuke saja."

"Baiklah Sa-Sasuke". Kok aku jadi gagap kaya aziz gagap yah?' Batin Sakura

"Ng.. Sakura apa besok kamu ada acara?"

"Sepertinya nggak tuh , memangnya ada apa Sasuke?"

"Baguslah kalo begitu. Besok aku ingin mengajakmu jalan-jalan. Bagaimana? Apa kamu mau?"

Tanpa pikir panjang lagi Sakura langsung menyetujuinya.

"Ok".

" Sampai ketemu besok Sakura. Aku akan menjemputmu. Dah…"

~yuuuhuuu~

"Tadaima…" Tidak biasanya Sakura pulang sekolah senang begitu sekaligus nyengir nggak jelas, sampai Sasori dan Naruto yang ada diruang tengah sweedrop melihat tinggkah Sakura.

~yuuuhuuu~

Besoknya, hari yang ditunggu-tunggu Sakura.

Sakura dengan dress ungu selutut, sepatu kets yang senada dengan dreesnya, shall pink ditambah dengan sapuan makeup yang natural, menambah kesan asrih bagi Sakura yang memang sudah cantik dari sononya.

"Saku-chan mau kencan yah, dengan siapa?" tanya Sasori pas Sakura baru turun dari kamarnya.

"Nggak kok onii-chan, aku nggak kencan, aku hanya ingin keluar dengan teman."

Teng-tong, itu pasti Sasuke' batin Sakura.

"Aku pergi dulu yah, dah"

"Hati-hati Saku-chan" teriak Sasori dari dalam rumah.

" Ia onii-chan".

Memang betul tafsiran Sakura. Sasuke telah menunggunya di depan mobil ferari birunya.

"Sakura kau kelihatan cantik ucap Sasuke sambil mengluarkan seringai andalanya, sehingga membbuat Sakura memerah( kaya saos makao, hehehe enak tuh)

"Ayo Sakura ucap Sasuke saat membukakan pintu mobil untuk Sakura."

~yuuuhuuu~

"Wah aku sudah lama nggak ke taman hiburan"

"Hn, Sakura kau mau naik itu," tanya Sasuke sambil menunjuk wahana yang ada yaitu rollcoster.

"Ayo siapa takut."

Setiap wahana yang ada pasti dicoba SasuSaku. Sampai tak terasa sudah jam 8 malam.

"Aduh bagaimana ini sudah jam 8, aku takut Onii-chan akan marah padaku."

"Tenang saja Sakura, aku telah memberitahukan terlebih dahulu pada nii-sanmu kalau kita akan pulang malam."

"Kapan kau" ucapan Sakura terpotong oleh bunyi handphone Sasuke.

"Hn… hn… hn…"

"Sakura ayo aku antar pulang."

~yuuuhuuu~

"Terima kasih yah Sasuke atas hari ini."

"Hn… cepat sana masuk"

"Baiklah, sampai jumpa besok,,, dah…"

"Sudah jam 9.15 malam berarti Onii-chan sudah tidur' batin Sakura saat melirik jam dinding rumahnya.

Sakura tidak tahu bahwa masih ada satu mahluk yang belum tidur. Dia masih menunggu Sakura di beranda kamarnya dan Sakura. Tapi kali ini dia berbeda. Dia bukan lagi dalam wujud seorang anak kecil tapi pria dewasa yang sangat tampan. Rambutnya yang pirang terbawah hembusan angin malam, matanya yang biru laksana langit di hari yang cerah. Tapi ada sesuatu yang hilang dari wajahnya, cengiran khasnya yang membuat orang lain bahagia, saat melihat pujaan hati bersama pria lain.

"Aku kalah," ucap Naruto

~yuuuhuuu~

Saat masuk kedalam kamar, Sakura tidak mendapati Naruto diatas ranjang. Tiba-tiba Sakura melihat sesosok bayangan diberanda kamarnya. Sosok itu sangat familiar untuknya, rambutnya yang pirang, tapi ada yang berbeda dari penampilannya. Dia sangat mirip dengan sosok yang dia lihat malam itu.

"Apakah malam itu adalah Naruto dan sebenarnya Naruto itu siapa?"

CBT

Gimana chap ini ada kemajuan apa belom? Kalo belum mohon pendapat dan sarannya yah…

Maaf yah kalo ni fic mengecewakan. Maaf juga ni fic terlalu pendek.

Oyah aku mau tanya, pemenggalan kalimat tidak langgsung itu kayak gimana sih… aku nggak ngerti. Tolong dibantu yah…

~GOD BLEES YOU ALWAYS~