.

.

.

How to Become A Gentleman

.

.

.

.

Author : Gelda Lee

Genre : Romance

ON-GOING

cast:

- Kim Taehyung (BTS V)

- Jeon Jungkook (BTS Jungkook)

- Other BTS Members

- Other Kpop idol

Disclaimer: I don't own the cast, I just use their name for my story

"Kim Taehyung sang Gentleman dan Jeon Jungkook yang jauh dari kata tersebut. Bagaimanakah caranya agar Jungkook bisa berubah menjadi seorang Gentleman?"

Chapter 2- Little Troublemaker

Jungkook yakin Taehyung membencinya. Setelah kejadian laknat semalam, Taehyung mengekorinya sepanjang waktu dan pelajaran yang diberikannya pun lebih kejam dari sebelumnya. Jungkook bersyukur karena memiliki otak jenius, tetapi jika dia harus mengalami ini setiap saat... sepertinya menjadi seorang idiot adalah opsi yang lebih baik.

"ck, sebenarnya apa masalahmu?!" geram Jungkook saat makan malam. Taehyung menghentikan kegiatannya sejenak, "apa maksudmu?" ujarnya tenang. "kau mengekoriku sepanjang hari, kau memberikanku pelajaran tambahan yang membuat otakku nyaris meledak, kau memaksaku untuk makan malam apa yang kau inginkan?!" ujar Jungkook.

Taehyung terkekeh melihat Jungkook yang mengamuk seperti anak kecil. "aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu, apakah itu menjadi masalah bagimu?" ujarnya. 'TENTU SAJA INI MENJADI MASALAH! ' pikir Jungkook. Sepertinya urat kesabarannya telah putus semenjak dia bertemu dengan Taehyung.

Let me tell you something.. when Jungkook snapped, it's not gonna be a good thing.

Jungkook mengulum senyum yang agak dipaksakan, "tidak ada masalah sama sekali.. sir" ujarnya. Taehyung tersenyum dan melanjutkan makannya. Tanpa sepengetahuan Taehyung, Jungkook sedang merencanakan sesuatu yang kejam. 'kau menantang orang yang salah... akan kutunjukkan apa itu neraka, wahai Kim Taehyung.

.

.

.

Saat semua orang telah terlelap, Jungkook mengendap-endap menyusuri lorong demi mencari kamar Taehyung. Entah ini sebuah keberuntungan atau tidak, Jungkook menemukan kamar pria sialan itu tepat disebelah kamarnya. Jungkook membuka pintu kamar Taehyung yang kebetulan tidak dikunci dan mendapati pria yang lebih tua darinya itu sedang terlelap dengan damai di kasurnya.

'jackpot!' pikir Jungkook, ini lebih mudah dari dugaannya. Rencananya untuk mmempermalukan Taehyung? Mencoret wajah tampannya itu dengan spidol permanen. Sungguh ide yang sangat jenius dari seorang Jeon Jungkook yang terhormat.

Sayang sekali, rencana Jungkook harus kembali gagal karena sebelum dia berhasil mencapai wajah Taehyung, pria yang lebih tua itu lebih dulu menarik badan bongsor Jungkook kedalam pelukannya.

Semula Jungkook mengira bahwa dia akan ketahuan sebelum menyadari bahwa Taehyung masih terlelap. Sial, entah kenapa memandang wajah mentornya itu cukup untuk membuat wajah Jungkook terasa panas. 'apa yang kau pikirkan bodoh, dia musuhmu! kalian berdua juga sesama lelaki, kenapa kau bersikap seperti gadis SMA yang sedang kasmaran!' batin Jungkook yang langsung menepis pikiran kotor dan sedikit tidak senonohnya itu. Semenjak kedatangan Taehyung, Jungkook mulai mempertanyakan kewarasannya.

"mmn, Taetae mau gulali.. ice cream juga.." gumam Taehyung. Jungkook nyaris meledak tertawa jika tidak teringat posisinya sekarang. Apa-apaan itu, Taetae? Oh, Jungkook baru saja mendapatkan informasi baru yang sangat berguna untuk menjatuhkan harga diri Taehyung.

Jungkook baru saja ingin menyingkirkan tangan Taehyung dan hal itu terjadi lagi. Taehyung kembali menciumnya di tempat yang sama, benda sakral yang bernama bibir polos Jeon Jungkook. Jungkook tersentak dan melepaskan pelukan Taehyung. Pria yang lebih muda itu berlari keluar sembari mengutuk Taehyung dengan segala sumpah serapah yang bisa diucapkan oleh bibirnya yang baru saja ternodai.

Tentu saja, Jungkook selalu kalah cepat dalam permainan taktik. Taehyung sebenarnya sudah terbangun sejak Jungkook mulai mengendap-endap masuk kedalam kamarnya. Pria yang lebih tua itu menyunggingkan senyum angkuh, "1-0 untukku Kookie" gumamnya disertai kekehan pelan. Taehyung senang bisa bermain dengan kelinci kecilnya yang nakal.

.

.

.

Paginya, Jungkook terbangun dengan wajah kusut dan masih merutuki Taehyung atas ulahnya semalam. "good morning young man. Having trouble sleeping?" sapa taehyung yang sedang menyesap earl gray, teh favoritnya. "shut up old man, or should i call you Taetae?" ujar Jungkook angkuh, dia masih berfikiran bahwa Taehyung akan merasa malu mendengar nama menggelikan itu.

Diluar dugaannya, Taehyung tertawa. "terserah jika kau ingin memanggilku dengan nama itu. Lagipula juga sebenarnya kau yang memberikan nama itu untukku" ujar Taehyung.

Jungkook agak terkejut sekaligus bingung. Lebih tepatnya terkejut karena reaksi Taehyung dan bingung karena apa yang diucapkan pria keparat itu barusan. "sejak kapan aku memberimu nama kekanakan begitu? Kau sendiri yang mengigau-" Jungkook refleks menutup mulutnya. Taehyung terkekeh, "dan darimana kau tau bahwa aku mengigau soal itu?" gumamnya.

"ah.. itu-err.." gumam Jungkook, entah kenapa dia sepertinya tidak bisa berbohong didepan Taehyung. Taehyung kembali menyesap tehnya dengan tenang. "tentang perkataanku tadi, kau akan mengerti jika sudah waktunya" ujarnya.

Jungkook kembali menaruh sedikit kecurigaan pada Taehyung. Ada sesuatu yang disembunyikan pria itu, dan Jungkook tidak bisa menebak apa itu.

.

.

.

"baiklah, kita istirahat 15 menit" ujar Taehyung. Jungkook langsung merosot dari kursinya dan menghela nafas. Soal-soal membosankan itu berhasil membakar otaknya yang sudah lama tidak dipakai. Andai saja Taehyung tidak ada, mungkin Jungkook sudah menghabiskan waktunya dengan membaca komik atau memodifikasi motor kesayangannya itu.

Taehyung tersenyum melihat kelinci kecilnya yang menggerutu sambil menaruh kepalanya diatas meja. "memangnya sesulit itu huh? Mungkin akan lebih mudah jika kau sering memakai otakmu untuk belajar" cibirnya yang dibalas dengan gerutuan malas dari Jungkook. "memangnya aku akan memakai semua bullshit itu seumur hidupku?" gumam Jungkook malas.

"kalau kau memang berniat menjadi penerus ayahmu, kau memang harus menggunakan semua pengetahuan ini seumur hidupmu" ujar Taehyung. "memangnya kau pikir aku mau meneruskan pekerjaan kotor pak tua itu? No thank you, setidaknya apa yang kulakukan masih jauh lebih mulia dibandingkan the stealer in suit yang melabeli dirinya sebagai ayahku itu" cibir Jungkook.

Anehnya, Taehyung justru tertawa mendengar cibiran Jungkook. "ada sesuatu yang salah?" tanya Jungkook. "tidak ada. Aku hanya sedikit terkejut saat kau ternyata mengetahui betapa 'kotor' nya ayahmu itu" ujar Taehyung santai. Jungkook hanya memutar bola matanya malas. "kau pikir aku sebodoh itu huh" ujarnya.

"well, kalau kau tidak mau meneruskan pekerjaan ayahmu itu.. apa mimpimu?" tanya Taehyung. Jujur saja, Jumgkook kaget saat ditanyai hal seperti ini. Semua orang di kehidupannya membuatnya tidak pernah berfikir tentang mimpi atau apapun itu. mereka berfikir bahwa semua itu hanyalah omong kosong yang tidak berdasar.

Taehyung mengernyit saat mendapati Jungkook yang hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaannya. "jangan bilang kau tidak pernah memikirkan apa mimpimu.." gumamnya.

Jungkook menghela nafasnya, "memangnya kau pikir dengan lahir di keluarga yang prestigius seperti ini... aku memiliki kebebasan untuk bermimpi?" ujarnya. Taehyung memberanikan dirinya untuk mengelus surai Jungkook yang sekarang ini berwarna ungu, membuat pemuda yang lebih muda sedikit terlonjak.

"well, you are going to be my wife. Aku tidak akan memaksamu untuk menjadi penerus ayahmu, jadi lebih baik pikirkan apa yang ingin kau lakukan oke? Kau punya kebebasan untuk itu" ujar Taehyung sambil mengecup kening Jungkook.

"ah, satu lagi. Sebenarnya aku lebih suka melihatmu dengan rambut hitam, sepertinya lebih cocok daripada rambut ungumu itu" kekeh Taehyung yang langsung pergi meninggalkan Jungkook sendirian di ruangan belajarnya.

Tentu saja, Jungkook hanya bisa memerah mendengar semua perkataan Taehyung. Lagi-lagi pemuda brengsek itu melecehkannya, hal yang aneh adalah dia tidak membenci perlakuan Taehyung barusan. Dia justru agak... menyukainya?

Siapapun tolong jangan katakan pada Jungkook bahwa dia mulai menyukai Taehyung, karena bocah arogan ini memang tidak mau mengakui bahwa Taehyung mulai berhasil mencuri hatinya secara perlahan. Maaf saja, hal itu tidak akan pernah dan tidak akan mungkin terjadi dalam kamus seorang Jeon Jungkook.

"sepertinya 2-0 untukku huh? Thank you baby, senang sekali aku bisa bermain dengan kelinci kecilku yang manis..." kekeh Taehyung dari balik pintu. Sepertinya Jungkook harus berhati-hati dengan kelicikan seorang Gentleman bernama Kim Taehyung ini.

TO BE CONTINUED


YO, GELDA LEE HERE! ngehee akhirnya gue bisa ngelanjutin ini lagi. susah juga nyari celah buat lanjutinnya karena tugas yang seabrek (curse you dosen T_T) maafkan klo gue ngupdatenya kelamaan dan kependekan, style nulis gue emang lumayan pendek. at least ceritanya kan bisa cepet selesai juga wkwkwk /ditabok readers/. maaf klo gue beneran ga bisa update kilat maupun ngepanjangin chapternya, real life yang semerawut ini bikin gue jadi ga punya ide buat manjanginnya (yakinlah abis ini kalian banyak yang mikir gue kebanyakan alasan hehehe). Lastly, Mind to Review so the story can continue?

Regards,

Gelda Lee