Eunhyuk mulai memberontak dan hendak menyerang Kyuhyun. Kembali, Donghae menghalangi Eunhyuk.
"Tenanglah, Eunhyukie.." Donghae beusaha menangkan Eunhyuk.
Setelah beberapa saat kemudian, Eunhyuk tenang dan Eunhyuk bertanya.
"Jawab pertanyaanku, Kyuhyun-ah..."
"Apa?"
"Apa kau MENCINTAI Sungmin?" tanya Eunhyuk dengan menekan kata "Mencintai".
Kyuhyun kembali diam.
"Jawab aku!" seru Eunhyuk.
"Aku... aku tidak..."
.
.
.
Kehancuranku
.
T+
.
Kyumin Fanfic
.
Warn : Yaoi, typo bertebaran dimana-mana, tidak sesuai dengan EYD
.
Disclaimer : Mereka milik diri mereka sendiri dan Tuhan tapi FF ini milik saya. Dan ff ini terinspirasi dari salah satu kutipan di novel Supernova.
DILARANG COPAS!
DON'T LIKE DON'T READ!
JANGAN MEMAKSAKAN DIRI ANDA UNTUK MEMBACA APABILA ANDA TIDAK SUKA! KARENA SAYA TIDAK AKAN MENANGGUNG APABILA ANDA MARAH-MARAH.
.
.
Last Chap..
.
.
Eunhyuk terus menatap Kyuhyun dengan mata berkilat marah, nafasnya berburu karena ia terus saja menahan marah. Andai Donghae tidak menghalangi Eunhyuk mungkin sekarang Kyuhyun hanya bisa terkelapar lemah dengan luka lebam di kekujur tubuhnya. Berterima kasih lah ke Donghae, Kyuhyun-ah...
"Kau tidak mencintainya?" tanya Eunhyuk dengan suara yang mulai normal.
Kyuhyun tertunduk cukup lama. Dua pasang mata yang menatapnya kini seolah terus mengintimindasinya.
"Jawab Kyuhyun-ah.." desak Eunhyuk.
"Aku tidak..." Kyuhyun menggantungkan kalimatnya, menaik nafas lalu menjawab. "Aku tidak tau," jawabnya sambil tertunduk.
"Mungkin Kyuhyun belum menyadari perasaannya." Ucap Donghae supaya Eunhyuk tenang.
"Tengoklah Sungmin. Dia sangat tertekan," ucap Eunhyuk.
"A-aku... aku belum siap menemuinya." Jawab Kyuhyun dengan suara yang semakin melemah. Mereka bertiga diam. "Bisakah kita tidak membahas topik ini lagi? Aku merasa tidak nyaman." Ucap Kyuhyun yang diikuti anggukan kepala kedua namja di sana.
"Aku hanya akan memberitahumu sekali ini saja," Eunhyuk menatap Kyuhyun yang tadi tertunduk, Kyuhyun mulai menegadah dan ikut menatap Eunhyuk."Cinta tidak memandang gender. Memiliki cinta adalah hak setiap orang. Camkan itu!"
"Ne, arraseo."
.
.
Sungmin kembali melihat keluar jendela kamarnya, menatap jalanan kota Seoul dari balik jendela kamarnya yang sedikit terang –karena sinar matahari- dan berantakan.
"Kenapa kau hadir di saat yang tidak tepat? Kenapa aku harus memilikimu?" tanya Sungmin seraya mengelus perutnya yang datar.
Tok.. tok...
Terdengar suara ketukan pintu diiringi suara Sungjin, "Hyung, bisakah kau keluar? Aku akan mengajakmu menjenguk appa."
"..." Sungmin masih diam, tatapan kosongnya masih terlihat.
"Appa yang memintaku mengajakmu. Appa sudah siuman, hyung." Ucap Sungjin dari balik pintu.
"..." masih tidak ada sautan dari Sungmin.
Sungjin hanya bisa menghela nafas. "Aku mohon, hyung," pinta Sungjin memohon.
Tidak lama kemudian, Sungmin membuka pintu tersebut. Sungjin menyambut kedatangan Sungmin dengan senyum mempesonanya.
"Akhirnya kau mau membuka pintu kamarmu juga hyung," Sungjin mengamati Sungmin dari atas sampai bawah. Dia menyadari tubuh Sungmin yang sedikit kurus, berantakan, dan lingkar hitam di matanya. "Sepertinya kau harus merapihkan dirimu dulu hyung baru kita bisa berangkat ke rumah sakit." Ucap Sungjin seraya mendorong Sungmin kembali ke kamar, agar Sungmin mau mengganti pakaianya.
"Aku menunggumu di bawah, hyung!" teriak Sungjin.
.
.
Sungjin menunggu Sungmin entah sudah berapa menit yang pasti ini sangat lama. "Apa dia menggurung diri di kamar lagi?" tanya Sungjin dengan mata yang melihat ke jam dinding.
Sungjin berdiri dan hendak ke kamar Sungmin tapi baru beberapa langkah, dia sudah melihat Sungmin dengan pakaian dan keadaaan yang lebih baik dari sebelumnya. Sungjin tersenyum saat melihat Sungmin yang dari luar terlihat lebih baik.
"Beginikan lebih manis, hyung,"ucap Sungjin saat Sungmin sudah berada di sebelahnya.
Sungmin tersenyum dan berkata, "Gomawo,"
Sungjin yang melihat hyung manisnya ini tersenyum ikut merasa senang dan tanpa ia sadari ia ikut tersenyum. "Kajjia hyung! Kita berangkat!" seru Sungjin bersemangat.
Di mobil, Sungmin hanya mengotak atik ponselnya yang selama ini ia nonaktifkan. Saat Sungmin menyalakan ponsel tidak ada satu pesanpun dari Kyuhyun yang ada hanya dari sahabatnya, Eunhyuk. Inti pesannya sama saja, dia menanyakan kabar Sungmin.
Sungmin membalas pesan Eunhyuk.
To : Eunhyuk
Mianhe aku baru membalas pesanmu. Kau taukan kalau aku tidak mengaktifkan ponselku dan baru sekarang aku mengaktifkannya. Kabarku sekarang lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Sekarang aku dia ajak Sungjin menjenguk appa dan kau tau, Appa yang memintaku datang. Aku tidak tau kenapa appa menyuruhku datang. Entah itu untuk memarahiku atau apa. Yang pasti aku senang karena appa masih menganggapku ada. Bagaimana kabarmu dan Donghae?
Send..
Sungmin mengirim pesan tersebut dan langsung mengunci ponsel tochscreen-nya. Ponsel itu apabila sudah dikunci oleh sang pemilik maka harus dibuka dengan menggunakan kata sandi dan hanya Sungmin, Kyuhyun, Eunhyuk saja yang tau. Sebenarnya, kata sandi Sungmin itu dari dulu adalah nama namja yang sekarang tengah galau dengan perasaannya, "Kyuhyun". Yah, itulah kata sandi ponsel Sungmin. Sedangkan ponsel Kyuhyun ia menggunakan kata sandi dengan nama "Sungmin". Kenapa Sungmin belum menggantinya juga? Mungkin ia lupa untuk mengganti kata sandi itu. Atau... mungkin dia enggan untuk menggantinya?
.
.
Sungjin memakirkan mobilnya di tempat parkir nan luas ini. mereka langsung menuju kamar sang Appa yang berada di lantai 2. Setelah membuka pintu salah satu ruangan rumah sakit ini ternyata sang Appa sedang tertidur.
"Ternyata Appa sedang tidur," gumam Sungjin.
"Umma mana?" tanya Sungmin.
"Ehm... umma.. mungkin sedang makan. Aku juga tidak tau," jawab Sungjin dengan kedua bahu yang naik ke atas.
Sungmin mengangguk, "Kau lapar?" tanya Sungmin ke Sungjin.
"Kalau boleh jujur sih iya hehe..." ucap Sungjin diakhiri dengan cengiran.
Sungmin kembali mengangguk, "Aku titip ponselku. Aku akan membeli makan dulu," ucap Sungmin sebelum ia pergi.
"Sepertinya aku harus ke kamar mandi," Sungjin baru saja mau masuk ke kamar mandi tapi ia urung lakukan. Karena tidak lama kemudian setelah Sungmin pergi, ponsel putih touchsreen-nya bergetar tanda pesan masuk. Sungjin mengambil dan bingung karena ponsel Sungmin menggunakan kata sandi. "Padahal aku sudah sangat kebelet," ucap Sungjin di tengah kebingungannya.
"Aish, apa lagi kata sandinya?" tanya Sungjin ke angin. Sungjin nampak berpikir keras, 'Pasti ada sangkut pautnya dengan namja yang dekat dengan Sungmin hyung' batin Sungjin.
"Siapa ya nama namja itu? Aku lupa..." Sungjin masih terus berpikir keras hingga ia mengingat kejadian dimana saat itu Sungmin masih menjadi Sungmin yang dulu, Appanya juga masih sehat. Kejadian itu saat ia menemukan photo Kyuhyun di kamar Sungmin.
Flashback..
Sungjin terus mengedor-gedor kamar Sungmin tapi Sungmin tidak kunjung menjawab atau bahkan keluar.
"Hyung, buka pintunya!" seru Sungjin. Sungjin pun akhirnya langsung masuk karena ternyata setelah diperikasa pintu kamar Sungmin tidak di kunci. Sungjin langsung mengobrak-abrik meja belajar Sungmin. "Aigo, dimana dia menyimpan kunci mobilnya?"
Saat membuka laci paling bawah meja belajar Sungmin, Sungjin melihat photo dua orang namja yang sedang duduk di taman. Satu namja tengah memakan permen kapas dan satu namja lagi tengah memerhatikan namja yang memakan permen kapas sambil tersenyum. Sanggat manis...
"Hyung dengan siapa?" tanya Sungjin.
"Aku dengan Kyuhyun. Dia sahabatku," ucap seseorang dari belakang Sungjin.
Rupanya Sungmin tidak mengaku bahwa Kyuhyun itu lebih tepatnya siapa.
Sungjin yang terkejut pun langsung menengok ke belakang. "Eh, rupanya kau hyung," ucap Sungjin salah tingkah. "Mianhae, aku langsung masuk ke kamarmu. Soalnya kamarnya tidak di kunci jadi aku langsung masuk saja," ucap Sungjin yang secara tidak langsung memberikan penjelasan.
"Taruhlah photo itu di tempat semula.I tu sangat berarti bagiku!" ucap Sungmn tegas.
Flashback off
.
.
"Itu dia. Kyuhyun." Ucap Sungjin. Sungjin langsung mengetikan nama Kyuhyun dan berhasil. Ponsel itu terbuka. "Rupanya kau belum bisa melupakannya, hyung," ucap Sungjin prihatin. "Aigo, aku mau pipis~" Sungjin langsung menaruh ponsel Sungin di dekat sang Appa tanpa mengunci kembali ponsel Sungmin.
.
.
Dengan jinjingan dua plastik putih, Sungmin berjalan dengan sesekali tersenyum. Bukan karena ia gila atau apa. Tapi ia senang karena akhirnya ada sedikit kebahagiaan yang mulai muncul. Dengan langkah riang Sungmin menyusuri koridor rumah sakit ini. Tapi...senyumnya langsung luntur saat melihat sosok namja jangkung berdiri tidak jauh dari hadapannya.
"Kyuhyun-ah," panggil Sungmin lemah.
Namja itu dengan tampang tidak bersalahnya berjalan ke arah Sungmin. "Annyeong hyung... Akhirnya kita bisa bertemu lagi," ucap Kyuhyun ramah.
Tapi bagi Sungmin itu menjijikan. "Pergilah dari hadapanku, Kyuhyun-ssi," ucap Sungmin tajam.
"Dengarkan aku dulu hyung.."
"Aku bilang pergi!" tanpa sadar Sungmin berteriak.
Teriakan Sungmin ini membuat beberapa pengunjung rumah sakit terganggu.
"Sungmin-ah, pelankan suaramu. Kau membuat orang lain terganggu," berniat untuk membuat Sungmin tenang dengan cara memegang bahu Sungmin, tapi rupanya tidak berhasil. Bukannya tenang, Sungmin malah semakin memberontak karena Kyuhyun menyentuhnya.
"Aku bilang pergi! Pergi!" teriak Sungmn histeris.
Tes.. air mata itu menetes lagi.
"Hyung, tenanglah.." Kyuhyun terus saja berusaha membuat Sungmin tenang. Sekarang Kyuhyun menarik Sungmin dalam dekapannya.
Sungmin semakin memberontak, "Pergi!" teriak Sungmin masih dengan menggunakan kata "Pergi."
Tatapan orang-orang yang merasa terganggu menatap mereka berdua seolah berkata, "Tak sadarkah mereka ini dimana?" begitulah mungkin arti tatapan itu.
Petugas keamanan terpaksa turun tangan dan menyeret mereka berdua keluar. Di luar, Sungmin langsung menjauh dari Kyuhyun.
"Mianhae, hyung.." ucap Kyuhyun dari kejauhan. "Bukan maksudku untuk menghancurkanmu," lanjutnya.
Sungmin yang tadi berjalan, hendak masuk ke dalam lagi walau dengan cara bagaimanapun –petugas keamanan masih berjaga di pintu masuk. Tidak mengijinkan mereka berdua masuk. Kyuyun berdiri dan langsung memeluk Sungmin dari belakang.
"Mianhae..." Kyuhyun kembali meminta maaf.
"Kau terlambat," ucap Sungmin.
"Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali," Kyuhyun semakin erat memeluk Sungmin dari belakang.
"Bisakah kau melepas pelukanmu ini, kau membuatku sesak.." Sungmin kembali memberontak.
"HYUNG!" teriak Sungjin dan langsung menarik Sungmin agar berada di sebelahnya. "Siapa kau?" tanya Sungjin tajam. Kyuhyun diam. Dia hanya menatap Sungmin. "Apa kau yang bernama... Kyuhyun?" tanya Sungjin.
"Apa pedulimu?" tanya Kyuhyun balik.
"Tentu saja aku peduli! Gara-gara kau hidup hyungku hancur dan sekarang..." Sungjin tidak melanjutkan ucapannya. Dia teringat dengan keadaan sang Appa. "Hyung, ikut aku, Palli..." Sungjin langsung menarik Sungmin masuk kembali ke rumah sakit.
Kyuhyun hanya bisa diam melihat kepergian Sungmin, "Apa lanjutan dari perkataan bocah itu tadi?" tanya Kyuhyun bingung.
Dddrrrrtttt... dddrrrtttt...
Getar ponsel Kyuhyun, pesan masuk.
From : Ahra Noona
Kau dimana? Aku mencarimu kemana-mana!
Kyuhyun langsung menepuk jidat saat ia melupakan sang Noona yang masih ada di dalam.
"Aku harus masuk kembali!"
.
.
Di depan ruangan UGD, Sungmin, Sungjin, dan Sang Umma hanya bisa tertunduk. Sang Umma terus saja menangis di lengan Sungjin. Sungmin hanya bisa tertunduk dan menangis dalam diam, 'Baru saja aku merasaan kebahagian, lalu kenapa aku merasa hancur lagi?' batin Sungmin miris.
Sungmin mendekati Sungjin dan berbisik, "Kenapa Appa bisa sakit lagi? Bukankah Appa sudah siuman dan mulai membaik?" tanya Sungmin berbisik, takut sang Umma mendengar.
"Mianhae hyung. Tadi aku membuka ponselmu dan apa membaca pesan ini," Sungjin merogoh mantel bajunya dan menyerahkan ponsel Sungmin.
Sungmin menerima dan membaca pesan itu.
From : Eunhyuk
Syukyurlah kalau kau lebih baik dari sebelumnya. Kabarku dan Donghae? Tentu saja baik. Ah, aku sangat berharap kita bisa berkumpul lagi seperti dulu. Aku, kamu, Donghae dan... Kyuhyun. Oh ya, mengenai kandunganmu... bagaimana keadaan kandunganmu?
Bagai tersambar petir di tengah hari bolong, Sungmin membatin, 'Secara tidak langsung, aku yang membuat Appa –ku kembali sakit,'
Seorang namja dengan jas putih keluar dari ruangan rumah sakit itu. Sungmin, Sungjin, Umma Sungmin langsung menyerbu pertanyaan ke dokter tersebut.
"Bagaimana keadaan suamiku, dok?" tanya Sang Umma.
Dokter itu hanya berkata, "Maaf, kita semua sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi... kami tidak bisa menolongnya."
Semua nampak shock. Sungjin kembali menanangkan sang Umma yang menangis semakin keras.
'Aku hancur sekarang,' batin Sungmin.
Sungmn berjalan mundur dan langsung berlari entah kemana.
.
.
"Aish, Noona, mianhae. Bukan maksudku untuk meninggalkanmu. Tadi aku ada perlu," Kyuhyun terus saja meminta maaf ke Noona-nya yang sedang marah.
Perut buncit sang Noona terus dielusnya. "Jangan sok sibuk!" ucapan tajam Ahra.
"Kau sedang hamil noona. Jangan suka marah-marah," ucap Kyuhyun mengingatkan.
Sekarang Kyuhyun dan Ahra, Noona Kyuhyun, sedang berjalan keluar dari rumah sakit. Kyuhyun melihat postur tubuh yang sangat ia hapal berlari.
'Sungmin,' panggilnya dalam hati.
"Noona, kau duluan saja ke mobil. Aku ada perlu lagi," tanpa menunggu jawaban Ahra, Kyuhyun langsung berlari mengejar Sungmin.
"Hey, kau mau kemana?"
Panggilan sang kakak tidak ia dengarkan.
.
.
Kyuhyun mengikuti langkah Sungmin yang rupanya pergi ke atap rumha sakit. Kyuhyun terpaku saat meihat Sungmin berdiri di ujung pembatas dengan tangan yang ia rentangkan. Kyuhyun langsung berlari dan menarik Sungmin menjauh dari situ. Tidak peduli bahwa dirinya jatuh tertimpa Sungmin Kyuhyun langsung memeluk Sungmin sangat erat.
"Jangan lakukan itu hyung," ucap Kyuhyun saat dirinya dan Sungmin tengah jatuh terduduk dengan Sungmin yang berada dalam pelukannya.
Tangis Sungmin pecah, "Aku hancur," ucap Sungmin sambil mengeleng-gelengkan kepalanya. "Aku hancur..."
"Tenang, hyung. Aku ada di sampingmu,"
"Aku membunuh Appa-ku..." ucap Sungmin meracau.
Kyuhyun terus saja menenangkan Sungmin hingga akhirnya Sungmin tertidur karena kelalahan. Dalam hati, Kyuhyun terus saja meminta maaf ke Sungmin dan sangat menyesali perbuatannya.
'Berkat kehancuranku, aku sadar kesalahanku,' batin Kyuhyun.
Kyuhyun merogoh saku, mengambil ponselnya, menggirim pesan singkat ke suami Ahra. Yang intinya berisi suruhan agar suami Ahra itu menjemput kakaknya.
"Aku akan membawamu pulang, hyung,"
.
.
Hari Pemakaman...
.
.
Umma Sungmin terus saja menangis seolah air mata itu tidak akan pernah habis. Sungjin dengan menggunakan kacamata hitamnya dan Sungmin yang ikut jongkok di sebelah sang Umma. Walau dengan perasaan sangat bersalah, Sungmin berusaha merengkuh tubuh ummanya yang terlihat sangat rapuh untuk sekarang ini.
"Uljima umma..." Sungmin mengelus lengan ummanya agar ummanya sedikit tenang.
Kenapa Sungmin tidak menangis? Bukan, bukannya Sungmin tidak menangis. Dia hanya menahan agar dirinya tidak menangis.
Kalian bertanya bagaimana Kyuhyun membawa Sungmin kemarin? Saat itu, Kyuhyun membawa Sungmin dalam gendongannya ke rumah kediaman Lee tersebut. Dengan tekat yang kuat, Kyuhyun membawa Sungmin. Saat itu Sungjin dan Umma Sungmin siap memarahi Kyuhyun. Tapi, Sungmin yang masih dalam gendongan Kyuhyun membuat keduanya harus mau tidak mau menahan amarah yang siap meledak. Setelah Sungmin di tidurkan di kamarnya Kyuhyun langsung dimarahi habis-habisan. Banyak cacian yang ia terima dari anak dan ibu tesebut –Umma Sungmin sudah tau kalau Sungmin hamil. Tapi, diakhir pembelaannya, Kyuhyun mengatakan.
"Walaupun aku telat menyadari ini. Tapi aku yakin sepenuh hatiku bahwa aku sangat mencintainya dan aku akan bertanggung jawab dengan segala perbuatanku. Aku akan menikahinya walau itu harus di luar negeri. Aku akan membiayai hidupnya bersama anak kami nanti. Aku berani mengatakan ini karena aku mencintainya!" tegas dan penuh tekanan di setiap katanya.
Walau pun ragu dan Kyuhyun terus saja meyakinkan ibu dan anak tersebut hingga membuat mereka berdua yakin. Sekarang tinggal dua permasalahannya. Satu, meminta restu dari orang tuanya dan yang kedua, membuat Sungmin kembali kepadanya. Dari dua masalah itu, masalah keduanyalah yang paling berat. Membuat Sungmin kembali kepada dirinya. Sungmin melihat dirinya saja bagaikan melihat musuh terbesarnya. Bagaimana membuat Sungmin kembali padanya? Sungmin melihat dirinya pun enggan. Tapi, tidak ada yang tidak mungkin. Masalah kesatu yang menurutnya itu tidak berat. Karena, menurutnya tidak mendapat restu orang tuanya ia bisa pergi dan membawa Sungmin.
Kyuhyun hanya bisa melihat dari jauh Sungmin yang sedang jongkok dihadapan gundukan tanah tersebut. Sedikit demi sedikit para pelayat pulang.
"Sungmin-ah, ayo kita pulang.." ajak Ummanya.
Kenapa Umma-nya seperti tidak marah? Jawabannya klise, tidak ada satu Umma pun yang bisa marah lama dan membenci anaknya sendiri.
Sungmin tertunduk dan menjawab, "Umma pulanglah duluan bersama Sungjin. Aku ingin di sini bersama... Appa,"
Umma Sungmin dan Sungjin hanya bisa melihat Sungmin yang masih berjongkok prihatin. Sungguh, mereka tidak tega melihat keadaan Sungmin yang seperti ini.
"Saat matahati mulai terbenam, pulanglah," ucap sang Umma sebelum dia dan Sungjin pergi.
Saat Sang Umma dan Sungjin melewati Kyuhyun, Kyuhyun membungkuk hormat. Sang Umma berhenti sebentar dan berkata, "Aku percayakan Sungmin padamu dan ajak ia pulang sebelum matahari terbenam,"
"Ne, saya mengerti." ucap Kyuhyun dan kembali membungkuk hormat.
Kyuhyun berjalan mendekati Sungmin, berdiri dengan jarak beberapa meter saja.
"Appa, kenapa kau pergi meninggalkanku dulu? Harusnya kan aku yang pergi dulu," Sungmin mulai meracau.
Kyuhyun membatin, "Kenapa dia bicara seperti itu?"
"Appa senang tidak memiliki anak sepertiku? Pasti jawabannya tidak. Apalagi kalau appa punya cucu dari ku dan namja yang sudah menghamiliku. Pasti appa sangat amat membenciku. Benar bukan?"
Kyuhyun kembali membatin, "Kenapa denganmu, Sungmin-ah?"
Sungmin tiba-tiba tersenyum miris dan tertawa, "Appa, kau tau, walaupun namja itu sudah menghancurkanku tapi entah mengapa aku tidak bisa membencinya. Bukankah aku bodoh, Appa?" tanya Sungmin dengan tawa yang sarat akan kepedihan.
Kyuhyun hanya bisa melihat Sungmin iba, "Semua karenaku..."
Setelah Sungmin tertawa, ia menangis, "Aku tidak pantas menjadi anakmu appa... a-aku... aku tidak bisa membenci namja dari anakku ini appa. Mianhae.." Sungmin menangis sejadi-jadinya.
Sungmin memukul-mukul dadanya yang terasa sangat sakit. "Mianhae, appa..."
Kyuhyun yang melihat Sungmin seolah-olah menyakiti dirinya sendiri itu pun langsung berlari dan menghentikan kelakukan Sungmin.
"Hyung, hentikan.." Kyuhyun langsung mencengkam pergelangan tangan Sungmin.
"Kenapa kau di sini? Pergi!" Sungmin kembali berteriak-teriak.
Kyuhyun langsung memeluk Sungmin, "Mianhae hyung.. jeongmal mianhaeyo... bukan kau yang salah hyung. Tapi aku. Mianhae..."
Sungmin menangis dalam pelukan Kyuhyun, "Aku hancur, Kyuhyun-ah... aku hancur.."
"Ahni, hyung. Kau tidak hancur kalaupun kau hancur sekarang ini, sekarang inilah aku akan membuatmu kembali utuh."
"Terlambat Kyuhyun-ah.."
"Tidak ada kata terlambat, hyung,"
Sungmin diam hanya suara sesegukan dirinya yang tengah menangislah yang terdengar.
Dalam hati Kyuhyun, Kyuhyun bertekat, 'Aku tidak akan membuatmu menangis lagi! Di depan makan Appa-mu aku berjanji!'
"Aku akan menggugurkan kandungan ini, Kyu," ucapan Sungmin barusan langsung membuat pelukan Kyuhyun melongar.
"Apa maksudmu, hyung?" tanya Kyuhyun.
"Aku akan menggugurkan anak ini, Kyu. Ini juga demi kau, Kyu,"
"Jangan lakukan itu, hyung! Kalau kau melakukan itu, kau sama saja menghancurkanku." Ucap Kyuhyun sambil mencengkram bahu Sungmin. Sungmin diam menatap wajah Kyuhyun. "Aku mohon jangan lakukan itu! Jagalah anak itu hyung karena aku mencintai anakku dan... aku sangat mencintaimu hyung.." akhirnya Kyuhyun mengatakan kata-kata itu juga.
Sungmin menatap tidak percaya ke sosok Kyuhyun. Sedetik kemudian dia tertawa lepas.
"Hahahaha... aku tau kau tadi mendengarkan semua ceritaku ke Appa, bukan? Pasti kau sekarang telah mengecapku jadi orang bodoh." Sungmin terus tertawa, menertawakan kebodohan dirinya –menurutnya.
"Ahni hyung. Bukan kau yang bodoh, tapi aku! Aku yang bodoh!" Sungmin bungkam seketika. Kyuhyun langsung memeluk Sungmin, lagi. "Aku tau ini terlalu cepat. Tapi, sebulan setelah pemakanan Appa-mu ini, aku janji akan menikahimu, aku akan membawamu ke Amerika dan menikah di sana." Ucap Kyuhyun.
Dalam hati Sungmin membatin, 'Apa ini awal kebahagiaanku?'
.
.
3 Minggu Kemudian..
.
.
Keadaan Sungmin mulai membaik. Kyuhyun sekarang sudah berani keluar masuk rumah Sungmin. Umma Sungmin dan Sungjin pun mulai terbiasa dengan kehadiran Kyuhyun.
"Hyung~" panggil Kyuhyun.
"Hm?" Sungmin hanya berdehem sembari mengelus-elus rambut Kyuhyun.
Sekarang mereka berdua sedang berada di taman belakang rumah Sungmin dengan Kyuhyun yang tidur di paha Sungmin.
"Kalau ada pertanyaan mesin penghancur apa yang paling bagus, apa yang akan kau jawab, hyung?" tanya Kyuhyun.
"Tentu saja jawabanku adalah kau. Kau adalah mesin penghancur terhebat yang pernah ada. Terbukti diriku yang saat itu sangat hancur bukan?"
"Itukan dulu hyung. Sekarang tidak. Seminggu lagi kita menikah dan besok kita akan ke Amerika di sana semua sudah disediakan. Untung Appa dan Umma-ku langsung merestui hubungan kita," Kyuhyun berucap lega.
"Ya ya... mereka merestui kita karena aku sudah hamil seperti ini. Coba kalau belum, aku yakin Appa dan Umma mu tidak akan merestuinya. Aku yakin itu!"
"Ya, itu tidak mungkin!"
.
.
Hari Pernikahan..
.
.
Sungmin menatap pantulan dirinya di cermin. Dia tersenyum geli karena pernikahan ini dilakukan oleh sesama namja. Tidak pernah terbayangkan olehnya. Karena dulu Sungmin membayangkan dirinyalah yang menunggu di depan altar tapi sekarang... dirinyalah yang ditunggu.
"Sabarlah, kau akan mendapatkan Appa..." ucap Sungmin ke perutnya.
"Sungmin-ah~" panggil seorang dengan suara lembut.
"Masuklah Umma.." titah Sungmin.
Umma Sungmin masuk dengan balutan gaun nan indah.
"Aigo, anak umma sangat manis.." ucap Umma Sungmin sambil menyentuh wajah anaknya itu.
"Umma, apa appa merestui pernikahan ini?" tanya Sungmin hati-hati.
Umma Sungmin langsung menjauhkan tangannya dari wajah Sungmin, "Kau tau, sebelum Appa mu pingsan, dia meminta maaf padamu atas pelakukannya dan dia berpesan pada umma agar anak-anaknya merasa bahagia apapun yang terjadi. Kau bahagia bukan?"
Sungmin tersenyum dan mengangguk semanggat, "Berarti Appa merestuiku?" Umma Sungmin menggangguk. "Umma, apa Appa sudah memaafkanku?"
"Tentu saja Sungmin-ah, Appa pasti sudah memaafkanmu."
Sungmin memeluk sang Umma, "Umma, Mianhae.. aku tidak bisa menjadi anak kebangganmu, Umma.."
"Gweanchana.." Umma Sungmin balas memeluk.
"HYUNG! " teriak Sungjin dari luar dan langsung menerobos masuk.
Sungmin dan Sang Umma pun terpaksa melepas pelukan itu.
"Waeyo, Sungjin-ah?" tanya Sungmin panik.
Sungjin dengan nafas tersenggal-senggal dia menjawab, "Kyu-kyuhyun hyung..." ucapan Sungjin terputus. Keringat keluar dari pelipis Sungjin.
"Kenapa dengan Kyuhyun?" tanya Sungmin panik.
'Apa ini artinya aku akan hancur lagi?' batin Sungmin.
"Dia... di-dia..." Sungjin mengatur nafasnya dan berkata, "Dia..."
"Dia kenapa?" tanya Sungmin semakin panik.
"Dia lelah menunggumu terus di bawah, hyung! Dari tadi dia terus aja mengomel, menyuruhku agar kau cepat turun!" Sungjin langsung menyemprot Sungmin dan menyeka keringatnya yang keluar karena harus berlari untuk memanggil Sungmin.
Sungmin yang tadi sudah ketar-ketir, kalang-kabut langsung sweatdrop. "Baiklah-baiklah, aku akan turun. " Sungmin mencium pipi Ummanya dan berkata, "Aku mencintaimu, Umma,"
Sungmin berjalan, menuju Kyuhyun yang sudah berdiri gagah, siap menyambutnya. Senyum selalu terlihat di bibir plum miliknya. Sungmin melihat ke deretan bangku kiri. Di sana ada Eunhyuk dan Donghae. Di sebelah kanan ada keluarganya dan keluarga Kyuhyun. Sungmin memejamkan matanya, membayangkan bayangan sang Appa yang ikut tersenyum senang dengannya. Sungmin membuka matanya dan perasaan senang yang tak terhingga melandanya. Sungguh Sungmin bahagia sekarang.
Sungmin menyambut juluran tangan Kyuhyun, Kyuhyun ikut tersenyum.
"Kau sangat manis, hyung.." ucap Kyuhyun berbisik.
Sumpah itu terucap, sumpah yang akan terjadi sekali dalam hidup mereka berdua. Sumpah itu di tutup dengan ciuman mereka berdua.
'Akhirnya, kebahagiaanku datang. Ternyata benar, kehancuranmu adalah awal kesadaranmu. Aku akui itu benar bagi kita yang dari awal tidak menyadari perasaan kita. Sekarang aku bahagia dengan namja yang ada di hadapanku.'
"Saranghae, hyung.."
"Nado saranghaeyo, Kyuhyun-ah.."
.
.
FIN
.
.
Maaf ga bisa update kilat. Maaf bgt... #bow
.
.
Balasan review
.
.
ammyikmubmik : haha kasian Kyuhyun langsung di tampar... makasih udh review ^^
.
Cul Ah : emang, kata-kata "TENANG...CUMA TWOSHOOT" itu yang paling bagus haha.. sip, ini chap akhirnya. Makasih udh review ^^
.
Guest : sssipppp... makasih udh review ^^
.
sujushipper : ssiiippp... makasih udh review ^^
.
chikakyumin : sssiiippp.. makasih udh review ^^
.
Cho Na Na : hehe iya salah. Makasih bgt udh ngasih tau.. langsung di ganti saat itu juga #smile.. suka humor juga? Sama ! aku sangat suka humor #ga nanya. Waduh, aku ga bisa update asap berarti aku kaya Kyuppa dong. Makasih udh review ^^
.
sholania. dinara : waduh, berchapter-chapter? Twoshoot aja lama gini.. #meratapi. Kembali kasih, chingu.. makasih juga udh review ^^
.
PumpkinSparKyumin : sssiippp, sudah di lanjut chinguu... makasih udh review ^^
.
joyersV.A : kalau berchapter-chapter takut bosen jadinya hehe.. makasih udh review ^^
.
Kyurin Minnie : setelah membaca ini, Kyuhyun bertanggung jawab dong #smile.. makasih udh review ^^
.
KyuMinKyuMin : tenang chingu, Kyuhyun sudah sadar setelah aku sadarkan beberapa kali.. # udh review ^^
.
sun young : hore ga jadi di gentayangin! Kalau sampe di gentayangin, atut akyu.. #alay mode on. Sesuai pesanan anda. Happy ending.. ^^
.
paprikapumpkin : sepertinya Kyuhyun kurang menderita ya.. maaf.. #sad. Yah, aku ga update kilat, maaf #sad again. Ga jadi di peluk dong? #plak. Makasih udh review ^^
.
mayasiwonest. everlastingfriends : ssippp... ini happy ending kok.. mau lempar pake baskom? Mau di bantuin ga haha . makasih udh review ^^
.
chiikyumin : apa Kyuhyun sudah menderita? Pasti jawabannya belum #sadar diri. Ini lama g updatenya? #ini baru g sadar diri. Makasih udh review ^^
.
hyunmin317 : ssssiiiippp... ini udh kakak bikin jadi happy ending.. gimana suka ga, dek? #ngarep. Makasih udh review ^^
.
Hie :sipp, ini happy ending.. makasih udh review ^^
.
Princess Pumkins ELF : tenang, Kyuhyun ga nyakitain Sungmin lagi. kan udh tamat hehe makasih udh review ^^
.
hyuknie : tenang, dia hidup dan dia bahagia sekarang. Makasih udh review ^^
.
Evilbunny : sip, makasih udh review ^^
.
evil vs bunny : ini masih cepet g alurnya? Makasih udh review ^^
.
anotherkyungie : apa? Chingu nangis? Aku jualan tisu. Mau g? Sip, ini happy ending kok. makasih udh review ^^
.
JOYeerrElpeu : sssiiippp... makasih udh review ^^
.
KyuLoveMin : siiippp, nih happy ending... makasih udh review ^^
.
adindapranatha: happy ending dong. Makasih udh review ^^
.
Super Junior : jawabannya sudah terjawab di sini. Makasih udh review ^^
.
Sissyjoy : sipp, nih happy ending. Makasih udh review ^^
.
.
Maaf kalau balasannya ada kelewat ^^
Ada yang mau menfollow saya, follow twitterku yaw Ninaagustina_
Makasih semua sampai bertemu di FF yang lain.. #emang mau bikin FF lagi?
