~Balasan Review~

Triascita : makasih yah... review kmu paling panjang lho... aku suka tipe-tipe kayak kamu deh.. X9 *plak*
ikutin terus alurnya yah... kalo ada masukan. kuterima kok dalam bentuk apapun... (^o^)

: Maksih... :) terus ikutin yah,...

Kuromi no sora : makasih masukannya... :3
dirapiin yah...? apa mksudnya tntg tata bahasa ? di chap ini gmna ? bagus ? *ngarep*
violence nya dikit doang kok... nanti bakal ada gitu-gitunya... XD *plak* (apaan tuh ?)

Chiaki Katsumata : sankyu yah... :D
ikutin terus yah... jgn lupa review lagi yah... :3

semoga aja di chap ini udah ada perkembangan yah... :o
*dheg-dheg*

oh ya... Shera mw tanya... kira-kira sbg readers enakan kalo abdet tu jangka waktunya brp lama ?

ok..thx.. happy reading... (^o^)


"Kami akan menjamin keselamatannya,… Kami mohon… keluarga kami terancam hancur…"

.

.

"Dengan satu syarat"

.

.

"…Apa benar benih bunga Qin itu memiliki kekuatan cakra yang besar, nii ?"

.

.

"Karna bunga itu cuma satu. Dan takkan pernah ada lagi untuk beberapa puluh abad."

.

.

. "Sepertinya alur sudah mulai bergerak. Mulai dari sekarang, kuserahkan padamu. Aku tak menerima kegagalan seperti yang pernah terjadi dulu"

.

.

Chapter 2 : Hidden Association

Dahulu kala, hiduplah seorang Ratu dan Raja yang bahagia. Sang Ratu saat ini sedang hamil, sebentar lagi ia akan melahirkan tuan putri yang cantik. Suatu hari, saat sang Ratu tengah jalan-jalan, ia menemukan sebuah bunga yang sangat indah. Namun, ternyata, dibalik keindahan itu menyimpan sesuatu yang menakutkan.

Sang tuan putri ternyata tidak selamat. Sang Ratu gagal melahirkan putri mereka. Karena sedih, sang Ratu akhirnya mencari cara untuk dapat menghidupkan kembali putri mereka satu-satunya. Dan cara itu tak lain adalah dengan meminumkan benih bunga Qin yang ditemukan sang Ratu kepada putinya. Dan sang putri hidup kembali berkat adanya benih bunga Qin di dalam tubuhnya. Setelah itu akhirnya sang putri selamat dan mereka hidup bahagia bertiga selamanya.

Itu adalah cerita dari Nii-chan ketika aku masih kecil dulu.

Tapi entah mengapa…

Rasanya ada bagian yang hilang disana..

"Sakura… sakura… bangun"

"enghhh~" erang Sakura sambil mengerjapkan matanya yang terasa silau oleh cahaya yang masuk akibat ulah nii-chan nya yang membuka jendela. "Biarkan aku tidur 5 menit lagiiii~ Gaara-nii~" manjanya.

"Ini sudah lewat 15 menit dari waktu bangunmu, Sakura" sahut Gaara ramah sambil mengambil posisi duduk di pinggir ranjang Sakura. Ia membelai rambut Sakura yang tergerai. Membuat kenyamanan bagi sang empunya.

"Kalau begitu biarlah lewat sampai 15 menit lagi" jawab Sakura asal. Gaara mengerutkan alisnya lalu mengecup kening Sakura lembut.

"Kalau begitu tidurlah… Itu apabila kau tak ingin mengucapkan 'selamat jalan' kepadaku" ucapan Gaara sontak membulatkan mata Sakura. Ia kemudian bergegas bangun dan mengambil posisi duduk di depan Gaara.

"Apa Gaara-nii akan pergi hari ini ?" tanya Sakura. Raut wajahnya menunjukkan ketidaksukaannya ketika Gaara harus pergi melakukan suatu pekerjaan yang mungkin akan membutuhkan waktu lama.

Gaara menatap Sakura, dibelainya lembut pipi Sakura hingga turun ke bibirnya. Ia mengelus bibir tipis Sakura dengan ibu jarinya.

"Eum~ ?" Sakura agak bingung dengan tingkah Aniikinya pagi ini. Tapi sekali lagi ia tak terlalu ambil pusing tentang itu. "Ada apa Gaara-nii ?"

"Eemm….Liur"

Blush!

"Gaara-niiii !"

~'~

GAARA POV

Kulihat jam menunjukan pukul 8 pagi. Aku segera bergegas memakai jubah Kage ku. Meski sosok ku disini adalah sebagai pemimpin desa, namun aku adalah satu-satunya pemimpin desa termuda yang ada. Jadi tak cukup mudah bagiku untuk mendapatkan kesan kepemimpinan. Hanya saja ke-intelligent-an ku ini sangat bisa kuandalkan.

Hari ini aku ada pertemuan khusus. Biar kuberi tahu. Saat ini ada 2 desa besar yang sangat berpedoman terhadap desa lainnya. Bisa dibilang sama-sama lebih makmur dan lebih maju. Dan… persamaan lainnya adalah.. bahwa kedua desa itu juga sama-sama memiliki 'kekuatan' penting.

Karna kedua 'kekuatan' itu bisa menguntungkan serta merugikan satu sama lain, maka dibuatlah perjanjian damai. Dan disusun lah suatu organisasi rahasia yang dinamai 'Akatsuki'. Tugasnya adalah melindungi rahasia kedua desa, agar tak terjadi pertempuran serta kerusuhan.

Tugasnya hanyalah mengeksekusi orang atau kelompok yang mungkin dianggap ancaman. Yeah… ancaman.

"Selamat Pagi, Kazekage" sapa seorang wanita yang kutahu namanya adalah, Konan.

"Selamat pagi" balasku. "Apa semua telah berkumpul ?"

"Anda telah ditunggu di ruang khusus sejak pukul 7 tadi"

Mendengar itu aku segera bergegas memasuki sebuah ruangan besar. Disana ada meja yang membentuk setengah lingkaran dan kursi-kursi yang tertata rapi di sekelilingnya. Beberapa kursi telah terpenuhi, beberapa lainnya masih kosong. Aku segera mengambil posisi duduk di salah satu kursi di tengah.

"Bisa dimulai ?" sahutku langsung. Aku memang tak suka berbasa-basi.

"Kazekage-san, apa anda telah membaca surat dari kami ?" salah seorang pemuda dengan bola mata lavendernya, yang kutahu bernama Hyuuga Neji, menatapku kaku.

"Sudah" jawabku.

"Lantas…apa telah anda pertimbangkan ?" seorang gadis indigo dengan bola mata yang sama dengan pemuda tadi nampak gugup.

"Tergantung. Tergantung dari apa yang bisa kami andalkan dan jaminan dari kalian"

"Kami akan menjamin keselamatannya,… Kami mohon… keluarga kami terancam hancur…" sahut sang gadis sambil menunduk. Tangannya mengepal seraya menyelesaikan kalimatnya. "Kami butuh bantuan Sakura-hime"

"Kami tahu akan resikonya, tapi bukankah Akatsuki dibentuk untuk melindungi kedua desa ? lalu kami yang merupakan bagian dari Konohagakure ini seharusnya punya hak juga untuk dilindungi." Sahut Neji yang nampaknya mulai merasa labil.

"Lagipula…anda… yang merupakan ketua organisasi ini…seharusnya lebih bijak dalam memutuskan…" butiran air mata telah berjatuhan membasahi tangan gadis indigo itu yang sedang tertunduk. Benar-benar…. Aku bahkan sama sekali belum memiliki kesempatan untuk berkomentar.

"Dengan satu syarat" tanggap ku, akhirnya.

Kedua lavender itu kini menatapku. Menunggu syarat apa yang ingin kuajukan.

"Jangan sampai kedua 'kekuatan' itu dipertemukan"

END OF GAARA POV

~'~

Di ruangan yang sunyi itu, Sakura tengah terduduk di pinggir ranjangnya sambil memegang suatu buku besar. Dibukanya selembar demi selembar buku itu, memahami setiap maksud yang tersurat di dalamnya.

.Cklek.

Pintu kamar pun terbuka. Siapa yang berani mengganggu ketenangan belajarnya ? Sakura menatap sosok yang menyebalkan-menurutnya-itu. Tatapan itu langsung berubah jadi sebuah senyuman senang dan berlari ke arah sosok itu.

"Gaara-niii… !" Sakura mempererat pelukannya. Gaara tersenyum lembut sambil mengusap rambut Sakura. "Gaara-nii akhirnya pulang juga"

"Aku pulang, Sakura" sahut Gaara sambil mengecup pelan kening Sakura. "Apa kau tak nakal selama aku pergi ?"

"Tentu tidak. Sakura sedang belajar mengenai bunga herbal. Oh ya Gaara-nii… Ada yang ingin Sakura tanyakan"

Gaara menatap kedua iris emerald yang telah membiusnya itu. Membuatnya larut dalam sebuah ketenangan tanpa mendengarkan apa yang sedang diucapkan Sakura.

"…Apa benar benih bunga Qin itu memiliki kekuatan cakra yang besar, nii ?" pertanyaan Sakura seakan menjadi cambukan Gaara untuk kembali ke kenyataan.

"Ah..iya benar" jawab Gaara asal. "Jangan berpikir kalau kau bertekad untuk mencari bunga itu." Sahut Gaara cepat. Ia tahu betul apa yang saat ini sedang dipikirkan Sakura.

"Nee ? kenapa ? bukankah itu bunga herbal yang sangat manjur mengobati penyakit apapun. Bukankah akan bagus kalau aku memilikinya ? mungkin rasa sakit yang terkadang kurasakan di dada kananku akan hilang."

Gaara melepas pelukannya, menarik pelan tangan Sakura dan mendudukannya ke ranjang. Gaara kemudian mengambil posisi duduk di sebelahnya.

"Karna bunga itu cuma satu. Dan takkan pernah ada lagi untuk beberapa puluh abad. Lagipula bunga itu sudah pernah ditemukan beberapa tahun lalu. Kurasa kau takkan pernah mendapatkannya kecuali kau mau menjadi nenek-nenek peot yang berumur lebih dari seabad" canda Gaara membuat Sakura menatap kaget. Tapi kemudian ekspresinya kembali berubah, sepertinya ia memiliki ide lain.

"Kalau begitu aku akan mencari tahu siapa yang telah menemukan bunga itu, dan dimana bunga itu berada sekarang. Bebetapa tahun yang lalu…? hmm… kurasa tak akan selisih jauh dari umurku bukan..?" jelas Sakura dengan senyuman manisnya.

'itu tak mungkin, Sakura. Karna yang menemukannya adalah ibumu sendiri, dan lagi…kurasa kau tak perlu mencarinya… sebab bunga itu kini berada dalam dirimu." Batin Gaara. Gaara menghela nafas sebelum kembali bicara.

"Ngomong-ngomong… aku punya suatu misi untukmu"

Sakura menatap Gaara seolah berkata-apa itu ?-

"Kemampuanmu dibutuhkan di desa Konohagakure, ada sebuah keluarga yang terserang penyakit langka. Kurasa kau akan dengan mudah mnyelesaikan kasus ini. Sayangnya aku tak bisa menemanimu, saat ini aku tak bisa meninggalkan desa,..tapi tenang saja, aku sudah meminta beberapa anbu untuk melindungimu." Ucap Gaara sambil membelai rambut Sakura.

Sakura tersenyum. Ia memang selalu senang apabila ia dibutuhkan orang lain untuk membantu. "Serahkan padaku !"

~'~

Disisi lain, Konohagakure.

Ruang khusus Hokage.

"Terima kasih atas bantuan kalian, Hyuuga" ucap seorang pria dengan wajah yang sangar dan rambutnya yang panjang menutupi sebagian mukanya. "Kalian boleh pergi sekarang"

"Terima kasih, Hokage-san"

.Syut.

Setelahnya kedua pemuda dan gadis bermarga Hyuuga itu melesat hilang dari hadapan sang Kage. Sosoknya kemudian digantikan dengan seseorang dengan pakaian anbu resmi dan topeng yang menyembunyikan mukanya. Rambutnya yang mencuat ke belakang itu merupakan satu-satunya ciri yang tak bisa disembunyikan.

"Uchiha… Sasuke" seringai muncul di wajah sang Hokage.

"Sepertinya alur sudah mulai bergerak. Mulai dari sekarang, kuserahkan padamu. Aku tak menerima kegagalan seperti yang pernah terjadi dulu" tegas sang Kage.

"Saya mengerti"

.Syut.

Setelah itu sang anbu segera menghilang. Hokage pun menyeringai makin lebar. Sebuat senyuman kengerian terpancar darinya. Aura hitam yang menyelimutinya seakan memblokir akses masuk bagi segala yang di dekatnya. Sekali sang Kage memberikan perintah, tak ada yang akan dapat melawannya. Siapapun… kecuali orang itu memiliki kekuatan besar yang lebih kuat dari sang Kage.

TBC


Gimana ? kalau ada kekurangan yang terlewat review ke aku yah...

kutunggu... (^^)

jadi semangat ngapdate kalo banyak yg nge-review kan... (^^)

I'd try my best ! \(^o^)/

~Shera!~