TERIMA KASIH ATAS SEMUA REVIEWNYA
Sebenarnya mau update kemarin, tapi karna ada masalah jadinya di undur deh. gomen ya hehehe...
Naruto : Bukan milik saya
Warning : gaje, abal abal, tulisan yang membingungkan, dll
Pairing : Naruto x ...?
Summary :
Bagaimana jika Naruto di beri chakra klan Uchiha oleh kyuubi, dan mampu membangkitkan rinnegan dan sharingan bagaimana perjalananya menjadi the next sage of the six path ikuti ceritanya warning : gaje, abal abal, dll
Sebelumnya di Naruto : tne next sage of the six path
Kyuubi tersenyum sambil berkata "Naruto aku akan memberi tahu siapa orang tuamu sebenarnya"
Naruto menatap kyuubi dengan serius. "kau akan memberi tau siapa mereka kurama, mengapa mereka meninggalkan aku, apakah mereka mencintaiku, atau mereka membenciku"
"Sekarang dengar Naruto, orang tuamu menyayangimu sampai akhir hidup mereka, untuk nama Ayahmu, dia adalah idolamu, Yondaime Hokage, Konoha no Kiroi senko, Minato Namikaze, dan Ibumu adalah Red Death Halbanero, Uzumaki Kushina, mereka adalah ninja yang sampai akhir hidup mereka melindungi desa, tapi Naruto jangan biarkan kebencian yang menguasaimu. Tetapi kau harus mampu mengendalikan emosi, dan kau harus berjanji padaku bahwa kau akan menjadi kuat untuk mereka yang peduli tentang mu" naruto dan kurama pun tos persahabatan (tos ala killer bee).
Chapter : 2 Bertemu seseorang
Mentari pagi di Konohagakure no sato membuat pemandangan yang sebelumnya gelap menjadi terang, Semua penduduk memulai pekerjaan masing masing. Di sebuah apartement kecil terlihat anak berusia 6 tahun sedang tidur dengan tidak elitnya (Tengkurap sambil nungging dan banyak ludah di bantal) sampai sinar mentari membangunkannya.
"hooooam ternyata sudah pagi." ucap anak itu yang tak lain dan tak bukan adalah Uzumaki Naruto. Sambil mengucek-ucek matanya di berjalan menuju dapur dan memasak ramen cup.
"Setelah ini aku akan berlatih rinnegan." bartin Naruto.
Setelah makan Naruto lalu keluar dari apartementnya dan berlari mengelilingi Desa 2 kali. "Hosh-hosh-hosh Lebih baik aku berlatih di hutan kematian saja." ucap Naruto sambil ngos-ngosan, setelah berjalan cukup lama akhirnya Naruto sampai di depan Hutan Kematian.
Di dalam hutan kematian
Naruto lalu duduk di bawah pohon untuk bermeditasi menuju alam bawah sadarnya.
Mindscape Naruto on.
"Ada apa gaki kau memanggilku.?" Tanya Kurama.
"Anoo, Bagaimana caranya mengaktifkan rinnegan.?" Jawab sekaligus tanya Naruto, sambil menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Huh, Tinggal alirkan saja chakra ke matamu." Jawab kurama sambil mendesah.
"oooo. Begitu, hehehehehe." Ucap Naruto sambil menyengir.
Setelah itu Naruto berkonsentrasi untuk mengalirkan chakranya ke matanya. Semenit kemudian Naruto membuka matanya dan yang terlihat bukan rinnegan melainkan matanya berubah warna menjadi merah dengan pupil yang diitari oleh dua tomoe ya itu adalah sharingan.
"Hah, kok sepertinya berbeda." Batin Naruto.
"Kurama apa yang terjadi dengan mataku." Tanya Naruto ke Kurama.
"Itu..." Jawab kurama yang langsung di potong oleh Naruto
"Ada apa dengan mataku, kok sepertinya berbeda." Potong Naruto.
"Itu ... adalah mata Sharingan." Jawab Kurama.
"Hah kok bisa..?" Kaget Naruto.
"Huft... itu karna aku memberikan chakra uchiha kepadamu, karna itulah kau memiliki sharingan. Sebenarnya aku benci mata itu" Jawab kurama marah.
"Kenapa.?" Tanya Naruto.
"Karna aku di kendalikan dua kali oleh mata itu, tapi karna kau juga memilikinya tidak apa apalah" Jawab kurama.
Naruto hanya beroh,ria mendengarkan penjelasan dari kurama.
"Tapi apa fungsi dari mata ini dan juga apa elemenku.?" Tanya Naruto lagi.
"Fungsi dari mata itu adalah kau bisa melihat pergerakan lawan yang sangat cepat lalu kau bisa memprediksi jutsu apa yang akan di gunakan lawanmu dan juga kau bisa menghipnotis lawanmu atau bisa disebut juga genjutsu, untuk elemenmu kau memiliki 5 elemen karna kau mempunyai rinnegan tapi untuk saat ini kau hanya punya 3 elemen yaitu angin, api, dan tanah." Jelas kurama.
"He-hebat." Kata Naruto.
"Baiklah kalu begitu aku berlatih dulu kurama, Jaa." Ucap Naruto sambil meninggalkan Kurama di alam bawah sadarnya.
Mindscape Naruto off.
"Yosh! kalau begitu aku akan mulai berlatih ninjutsu, tapi sebelumnya..." Ucap Naruto berhenti lalu dia membuat segel tangan dan menghentakkan tangannya ke tanah lalu sebuah pelindung yang tak kasap mata muncul melindungi Naruto seketika.
"Baiklah aku mulai dari elemen angin dulu." Kata Naruto lalu membuat handsel dan berkata.
"fuuton : daitoppa." Lalu muncul badai angin yang lumayan dahsyat di depan Naruto dan "Duarr" badai tersebut menghantam pepohonan di depan Naruto dan membuat pohon pohon itu tumbang.
"Baiklah selanjutnya." Ucap Naruto lagi dan membuat handsel dan mengucapkan nama jutsunya.
"katon : goukakyuu no jutsu." Muncul bola api dari mulut Naruto yang lumayan besar menuju satu pohon besar dan membakar pohon itu beserta rumput yang ada di sekitar pohon tersebut.
"Hah hah hah lelah sekali" Kata Naruto dan matanya kembali seperti semula.
Naruto kemudian berjalan menuju pohon didekatnya dan duduk sambil menyandarkan kepalanya di bawah pohon itu. Setelah cukup lama dia istirahat di bawah pohon, Naruto memutuskan untuk segera kembali ke apartementnya karna hari sudah sore.
Ketika Naruto berjalan di jalan penduduk desa konoha banyak orang yang mengejek, mengolok-olok dan mencaci maki Naruto, Tapi Naruto hanya mengacuhkan omongan penduduk Desa.
Disaat Naruto akan melewati danau dia melihat ada seorang bocah tengah duduk sendiri di tepi danau tersebut sambil memandang tenggelamnya matahari.
"Cih, aku merasakan kebencian yan sangat besar di dalam diri bocah itu aku harus melakukan sesuatu agar dia tidak berada di jalur yang salah." Gumam Naruto dalam Hati. Setelah itu Naruto menghampiri anak itu. "Siapa kau dan kenapa kau ada di sini sendirian Lagi." Tanya Naruto ke anak tersebut, dan anak itu menjawab "Bukan urusanmu."sambil tetap memandang tenggelamnya matahari. "Cih, aku tau kau mengalami rasa sakit yang amat dalam di hatimu, aku juga pernah mengalami rasa sakit yang kau alami saat ini." Kata Naruto yang lansung mendapat tatapan tajam anak itu yang dari tadi tidak memperhatikan Naruto. "Tau apa kau tentangku hah...? kau tidak tau bagaimana sakitnya kehilangan anggota keluarga bahkan seluruh klanmu, Lebih parah lagi yang membunuh mereka semua adalah kakakmu yang ingin mengetes kemampuannya." Marah anak itu ke Naruto. "Apakah kakakmu melakukan semua itu tanpa alasan apapun, dan kau mempercayai bahwa yang dilakukannya adalah mengetes kemampuannya tanpa mencari tau alasannya, aku tau rasanya kehilangan anggota keluarga, bahkan sampai sekarang aku belum pernah melihat kedua orang tuaku, terlebih lagi penduduk desa ini semuanya membenciku, bahkan ada orang yang ingin membunuhku karna ada monster di dalam diriku, seharusnya kau bersyukur karna masih memiliki kasih sayang dari keluargamu." Jelas Naruto.
Anak itu langsung kaget atas penjelasan dari Naruto karna ada orang yang rasa sakitnya jauh lebih besar dari rasa sakit yang dirasakannya, tapi ia masih tetap ceria seakan akan rasa sakitnya benar benar hilang, sesaat anak itu melamun.
"Jangan bersedih terus, jangan biarkan kebencian menguasai dirimu masih ada orang orang yang mau berteman denganmu." Kata Naruto. "Teman ya." Batin anak itu.
"oh iya kita kan belum berkenalan, perkenalkan Namaku Uzumaki Naruto siapa namamu." Kata Naruto memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya.
Anak itu menjawab. "Hn, Uchiha Sasuke." Sambil menerima uluran tangan dari Naruto.
"Baiklah Sasuke hari sudah sore aku pulang dulu ya, jaa." Kata Naruto sambil melambaikan tangannya ke arah Sasuke.
"Terima kasih Naruto kau telah menyadarkan ku, kakak aku akan mencari tau alasannya langsung darimu dan membawamu pulang" Batin Sasuke.
TO BE CONTINUED.
Gomen masih terlalu pendek karna waktunya tidak mencukupi, kalau ada kata yang masih membingungkan saya mohon maaf mengingat saya author baru.
Dan tolong review juga tentang chapter ini ya karna reivewnya memberi semangat author untuk cepet update, baiklah sampai ketemu di chapter depan jaa.
