Strawhat's crew akhirnya sampai di tempat yang telah diberitahukan Law sebelumnya. Luffy, Nami, Ussop, Sanji, Robin, Brook, Chopper dan Franky sudah bersiap diatas dek unutk menyambut nakama mereka yang terluka. "Zorrrooooooo…." teriak Luffy sekeras-kerasnya. Mendengar teriakan kaptennya, Zorro yang saat itu sedang terbaring di kasur memaksakan tubuhnya untuk bangun dari tempat tidur dan segera berkumpul lagi dengan teman-temannya.
Tetapi tiba-tiba kapal berguncang, membuat Zoro kehilangan keseimbangannya dan terjatuh lagi ke tempat tidur. Suara meriam dan tembakan terdengar dari luar. "Marine sialan" umpat Zoro dan ia pun memaksakan diri untuk bangun. Zoro berjalan dengan susah payah untuk membuka pintu kamar itu. Setelah terbuka, ia melihat keadaan diluar sekarang sangat kacau. Semua sibuk melawan serangan dari para Marine. Zoro tidak cukup bodoh untuk ikut ambil bagian dalam kekacauan tersebut. Matanya terus mencari dimana kapten yang memanggilnya tadi, atau teman-temannya yang lain. "Marine sialan" umpat Zoro sekali lagi. Ia sadar bahwa Marine pasti menyerang sebelum Sunny-Go mendekati kapal Law. Sekian lama mencari, akhirnya Zoro menangkap bayangan Sunny-Go di kejauhan. Tetapi kapal itu sangat jauh sehingga tidak mungkin untuknya kesana.
"Luffy…. Aku melihatnya. Aku melihat Zoro" teriak Ussop
"Dimana tepatnya?" balas Luffy sambil menghalau meriam dari Marine dengan Gomu-Gomu No nya
"arah pukul 10"
Luffy langsung memanjangkan tangannya kea rah pukul 10 sebagaimana yang telah diinstruksikan oleh Ussop.
Zoro melihat ada sebuah tangan yang memanjang kearahnya. Ia tahu kalau itu adalah tangan kaptennya. Ia meraih tangan itu sambil berteriak "Law, terima kasih atas segalanya. Aku berhutang padamu. Maaf aku pergi dengan cara ini, tapi suatu saat kita pasti akan bertemu lagi dan aku akan membalas kebaikanmu dengan cara yang semestinya". Law yang sedang berkonsentrasi melawan para Marine tidak berkata apa-apa, hanya mengangguk memberikan tanda bahwa ia mengerti.
"Zorrroooooooooooooo….." teriak Ussop, Chopper, Franky dan Luffy bersamaan sambil bercucuran air mata. Yang lain hanya bergumam "Zoro" dan Sanji bergumam "Marimo" sambil masih berkonsentrasi menghalau serangan Marine. Nami mengarahkan Sunny-Go menjauh dari tempat itu. Setelah mereka berhasil kabur dari kejaran Marine, Ussop, Chopper, Franky dan Luffy berlari kearah Zoro dan memeluknya erat.
"Hey, apa-apaan kalian. Lepaskan" tetapi tidak ada satupun yang melepaskannya.
Mereka semua bahagia akhirnya bisa berkumpul lagi, kali ini lengkap.
"Maaf ya aku terlambat"
"Sudahlah, yang penting kau sudah kembali. Mari kita berpestaaaaaa….. SANJIIIII, FOOD!" teriak Luffy
Semua larut dalam kegembiraan malam itu. Tidak ada yang lebih bahagia kecuali Luffy dalam pesta itu. Luffy sangat rindu akan kebersamaan dengan teman-temannya. Ia kangen dengan suara yang sedang berlatih pedang, suara omelan navigatornya, berdebat tentang siapa yang layak menjadi kapten, kangen masakan terenak dari koki baratie-nya, kangen dengan segala pujian yang diberikan adik kecilnya, kangen melihat tangan-tangan yang tiba-tiba muncul untuk menghiburnya ketika ia sedang bosan, suara ketukan palu tukang kayu yang selalu mempunyai ide brilliant untuk membuat sesuatu yang baru, dan suara violin yang mengalun indah di siang dan malam hari.
Luffy melihat kearah nakamanya satu persatu dan bersyukur karena mereka semua telah kembali. Mereka akan bersama-sama untuk meraih mimpinya masing-masing. Luffy berjanji pada dirinya sendiri untuk melindungi para nakamanya dengan seluruh kemampuannya yang ada. Ia tidak mau ada yang berkorban lagi untuknya. Luffy mengajak Zoro, Nami, Ussop, Sanji, Chopper, Robin, Franky, dan Brook bergabung dengannya bukan hanya untuk membantunya untuk meraih cita-citanya menjadi Raja Bajak Laut, tetapi ketika Luffy mengajak mereka, Ia berjanji untuk membantu mereka meraih cita-cita mereka masing-masing. Dengan begitu, baru ia akan menjadi Raja Bajak Laut yang sebenarnya, bukan hanya meraih mimpinya tetapi juga membantu meraih mimpi para nakamanya.
