Sebenarnya Hinata bukanlah tipe wanita yang terlalu banyak menuntut ini dan itu. Namun, kali ini Naruto sempat kebingungan saat Hinata memaksanya untuk membelikan ini dan itu. Tak biasanya Hinata begini, pasti ada hal yang mengganggu hatinya itu hingga membutakan pikirannya.
"Kau tak lelah dari tadi mengelilingi mall sebesar ini?" Keluh Naruto tetapi masih tetap mengikuti langkah kaki mungil Hinata.
"Wanita tidak akan pernah lelah untuk memperbaiki moodnya. Shopping itu salah satunya." Hinata kembali berjalan memasuki toko sepatu. Entah ini sudah menjadi kali yang keberapa.
"Apa bisa seperti itu?"
"Bisa!"
Langkah Naruto mendadak berhenti saat Hinata juga menghentikan langkahnya mendadak. Ia dengan kasar berbalik badan dan menatap Naruto dengan amarah yang membuncah. Seakan-akan siap menggigiti Naruto kapanpun.
"Hinata-chan? Kau kenapa, sih? Apa yang salah?" Tak segan Naruto membalas tatapan tajam Hinata dengan tatapannya.
"Kau yang salah! Dan Naruto-kun akan selalu salah!" Tunjuk Hinata dengan jari telunjuknya kepada Naruto. Naruto tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Ini menyusahkannya, pasti ada salah paham di sini.
"Apa yang salah dariku? Kenapa kau tak mengatakannya? Aku tak akan mengerti bila kau tak mengatakannya, Hinata."
"Di sanalah kesalahanmu," Hinata melangkah agar memperpendek jaraknya dengan Naruto. "Kesalahanmu adalah kau termasuk ke dalam kategori pria tak peka yang begitu menyebalkan!" Hinata berkata dengan begitu geram.
"Aku masih tak paham." Ketus Naruto tak kalah geramnya.
"Apa kau tahu sekarang tanggal berapa?" Hinata menunduk sambil meremas tangannya sendiri. "Ini hari jadi hubungan kita yang keenam. Kenapa kau selalu lupa dengan tanggal jadian kita, sih? Bulan lalu juga, aku ta―"
"Hinata." Naruto berkata lirih yang membuat Hinata menghentikan ucapannya. Lingkaran tangan Naruto di pinggangnya membuatnya merasa sedikit tenang. "Aku tak begitu peduli dengan tanggal jadian kita. Walaupun aku ingat, aku tak terlalu ingin merayakannya." Senyum Naruto mulai mengembang saat Hinata membalas pelukannya.
"Bagiku, perayaan tanggal jadian tak begitu penting. Karena yang terpenting bagiku hanyalah agar kau bahagia, Hinata. Merayakannya hanya membuat kita membuang-buang energi. Lagipula aku lebih menyukai perayaan pertahun daripada perbulan. Apalagi jika itu bisa sampai berpuluh-puluh tahun nanti. Membayangkannya saja begitu menyenangkan."
"Aku hanya takut kau tak serius denganku."
Naruto melepaskan sejenak pelukannya dan mengernyit. "Kenapa aku harus tak serius dengan pacarku yang imut ini, hm? Bisa kau jelaskan?"
Hinata menggeleng.
"Apa pun itu, aku tentu serius denganmu. Aku bukan tipe yang hobi berkencan dengan banyak wanita. Aku selalu mencintaimu, dan akan terus begitu. Jadi, jangan mengukur keseriusanku hanya dengan perayaan hari jadian, oke?"
Anggukan cepat Hinata membuat perasaan Naruto sedikit lega.
Apa pun itu Hinata, cintaku untukmu memang tak bisa diukur dengan apa pun.
.
.
Beloved
Based on Masashi Kishimoto's Characters
Original Story by MA
Re-make by Riyui
.
.
Warning : Typo, Alur cepat, dan segala kekurangan lainnya
.
II : Still?
.
.
.
.
"Wow!"
Naruto tak dapat mengelak dari kekagumannya pada file milik Nagato.
"Selengkap inikah?" gumam Naruto.
Naruto kembali membaca sebuah profil calon karyawannya yang terpampang jelas di komputernya.
Hyuuga Hinata.
Marganya belum berubah, artinya gadis itu belum menikah.
Pengalaman kerjanya cukup minim, jelas saja. Menjadi karyawan kantoran sama sekali bukan cita-cita yang gadis itu inginkan. Naruto paham.
Alamatnya berubah.
Naruto mengernyit saat melihat alamat baru dari gadisnya―ralat, mantan gadisnya.
Alamat itu bukanlah alamat appartment Hinata dulu saat masih kuliah, apa dia sudah tidak tinggal dengan sang sahabat alias Ino?
Itu juga bukan alamat kediaman Hyuuga. Jadi, Hinata sudah pindah dari appartment lamanya.
Naruto kembali mengscroll down profil Hinata. Tak ada yang boleh terlewat. Satu pun tak boleh.
Tak ada yang terlewat, dan tak ada hal-hal penting lagi.
Naruto menghela nafasnya. Menyenderkan tubuhnya ke kursi kerjanya yang amatlah nyaman. Matanya terpejam. Seketika, ia menjadi teringat akan kenangannya bersama Hinata.
Dulu, Hinata adalah gadis yang begitu lucu dan polos. Naruto sampai tidak tau lagi bagaimana ia harus menyalurkan rasa sayangnya pada Hinata. Naruto terlalu menyayangi Hinata. Amat. Sangat.
Dulu, Hinata adalah gadis cantik yang bisa dengan bangganya ia katakan 'Hinata adalah pacarku, jangan dekati dia atau kau kubunuh.'.
Dulu, Hinata adalah gadis yang selalu mewarnai hari-harinya. Oh Tuhan demi apa pun, Hinata adalah gadis yang begitu ia cintai!
Tapi itu dulu. Dulu sekali.
Sebelum egonya menyelimuti diri Naruto hingga menjadi begitu bodoh melepaskan sosok Hinata dua tahun silam. Entahlah, Naruto hanya merasa begitu bodoh saat itu.
Jika Hinata mau tau saja, Naruto sampai saat ini menyesal.
Sedetik dari waktu itu pun hingga sekarang, nama Hinata tak pernah berhenti dari hembusan nafasnya. Naruto tak pernah mencintai gadis lain lagi selain Hinata. Sungguh sudah ia katakan. Ia mencintai Hinata dengan amat sangat.
Inilah mengapa, melepaskan saat masih saling cinta itu begitu sakit. Sangat sakit rasanya.
Naruto tak tau bagaimana perasaan Hinata kini terhadapnya.
Sudah berubahkah?
Atau,
Masih sama seperti dulu?
Jika iya, bisa tidak mereka kembali bersama?
Kita saling mencintai, hanya karena takdir mengatakan untuk berpisah, haruskah kita berpisah?
"Argh!" Naruto menjambak rambut kuningnya frustasi. Dia memang benar-benar frustasi. Dan akhirnya Naruto kembali menghela nafas berat.
Ia harus kembali bekerja.
.
.
.
Tbc
.
.
a.n
hai! Ketemu lagi
maap pendek T.T anggap aja pemanasan baca, hahah.
Pertama, aku mau bilang dulu BIG SORRY untuk sepupu aku, MA yang entah baca entah enggak, maap mengecewakan:") lama gak ngetik jadi maklumin ya kalo tulisan aku udah gak bikin selera lagi(?)
Maap dan trims juga untuk kalian yang nungguin, entah ada entah gak ada pokoknya MAKASIH DAN MAAPPP!
Dan lagi, aku masih mau promo nih wkwk
Ada readers who is she? Who is she? New version has been update loch cek profil aku ya((:
Terus, ada kan yang punya wattpad? Follow aku yuk -Riyui baru bikinnnnn banget hehe, rencananya nanti mau publish naruhina,s story disana yuk yuk di follow
Makasih atas waktunya, see you soon...
