Halo semuaa~~ setelah menghilang beberapa hari/ halah, akhirnya ada satu ff saya yang update. Seneng rasanya setelah bingung kesana kemari cari inspirasi, ditambah Kurobas udah tamat itu rasanya nyesek pake banget. Duh sedih!

Ini chapter kedua. Silahkan~~


'Jika kau tetap diam begitu saja, kau tidak tahu kan bagaimana perasaannya padamu?'

.

.

.

.

.

- Reader's POV

Sepanjang perjalanan pulang, kata-kata Momoi terus saja terngiang di kepalaku. Uuhh membuatku pusing saja! Tapi, aku juga ingin tahu bagaimana perasaan Kagami padaku. Kami bersahabat sejak SMA, dan kami sudah saling mengenal satu sama lain.

Sejauh yang kutahu, dia belum pernah menjalin hubungan dengan perempuan manapun. Ketika SMA, dia bahkan pernah membuat Momoi menangis karena ketidak-pekaannya. Selain aku dan Riko, aku tidak pernah melihatnya berbicara dengan gadis lain. Jika kalian ingin mengatakan dia pernah berciuman dengan Alex, ibarat sebuah kaset rekaman yang diputar terus menerus. Hey, itu berita basi. Dan sialnya, Alex juga pernah menciumku di depan Kagami. Aku tidak tahu bagaimana mendeskripsikannya, tetapi saat itu aku melihat wajahnya sangat merah, entah dia marah, atau malu aku tidak tahu. Dan dia juga mengatakan "Don't kiss her again, never!" sambil menarikku ke dalam pelukannya.

.

.

.

-...-

.

.

.

Hari ini Kagami dan yang lain ada pertandingan melawan tim yang sangat kuat. Dan yah, sudah menjadi kebiasaannya jika berhadapan dengan lawan yang kuat dia tidak bisa tidur. Lihatlah warna matanya sama dengan warna rambutnya. Dia memang tidak berubah banyak semenjak SMA, kecuali dia sekarang terlihat semakin tinggi, dan tampan dimataku.

"(name)…" panggil Kagami.

"Ah iya, ada apa?"

"Ano…setelah pertandingan ini selesai, apa yang akan kau lakukan?"

"Hmm… tidak ada sih. Mungkin aku langsung pulang ke rumah," jawabku. "Ada apa?"

"Bagaimana kalau kau mampir ke rumahku untuk makan malam? Kau mau kan?"

"Baikla—" sebelum aku selesai menjawab, tiba-tiba datanglah segerombolan makhluk tak diundang yang mengintrupsi obrolan kami.

"Hoy Bakagami, kau tidak mengajak kami makan malam juga?" tanya Aomine.

"Kagami-kun, kenapa kau hanya mengajak (name)san saja? Kau menghianati teman-teman se timmu," kata Kuroko.

"Kagamicchi kau tidak mengajak kami? Hidoii-ssu!"

"Kagami, aku juga lapar…~~~"

"Setelah lelah bertanding pasti kita semua lapar. B-bukan berarti aku juga mau nodayo!"

"Semuanya, abaikan soal makan malam. Sebentar lagi pertandingan dimulai," kata Akashi yang membuyarkan obrolan makan malam barusan. Bisa kulihat wajah kesal muncul di wajah Kagami. Dasar, mereka memang tidak pernah berubah sejak SMA.

Tak lama kemudian pertandingan dimulai. Tampak tim kami berhasil mengambil alih bola dari tim lawan. Dan tak lama kemudian, Kagami berhasil mencetak skor pertama untuk tim setelah menerima pass dari Kuroko dan melakukan dunk. Inilah bagian favoritku ketika melihatnya bermain basket. Dia terlihat sangat keren ketika melakukan dunk.

Tim lawan tidak tinggal diam, mereka langsung mengambil skor yang telah dicuri oleh tim kami. Ini bukan pertandingan yang mudah. Meskipun begitu, Kagami dan yang lain tetap berusaha sekeras mungkin dan mengerahkan seluruh kemampuan mereka untuk meraih kemenangan. Dan pada akhirnya, tim kamilah yang menang dengan skor 113-91. Dan seperti yang tadi dikatakannya. Setelah pertandingan selesai, kami segera meluncur ke apartemen Kagami.

Kami? Ya, kami se-mu-a. semua anggota tim.

.

.

.

.

Sesampainya di rumah Kagami… -- Normal POV

"Kagami…~~~ cepatlah sedikit aku lapar...~~"

"Kagami-kun, kau mau membuat kami mati kelaparan?"

"Berapa lama lagi? Aku lapar," keluh Aomine.

"Sabar dikit kenapa," omel Kagami. Saat ini apartemen Kagami dipenuhi oleh segerombol makhluk warna-warni yang numpang makan di rumah mantan ace Seirin ini.

"Maaf (name), padahal aku yang mengundangmu untuk makan malam tapi sekarang kau malah membantuku menyiapkan makan malam untuk makhluk-makhluk itu."

"Haha tidak apa. Lagipula ini menyenangkan menghabiskan waktu bersama kalian semua," katamu.

'Setidaknya meskipun ada banyak orang tapi masih ada kau.' Katamu dalam hati.

Dan acara makan malam pun dimulai. Karena mereka semua atlet profesional, dan beberapa diantara mereka makan dengan porsi yang tidak normal (tahu lah siapa), kamu dan Kagami menyiapkan masakan dengan porsi yang sangat sangaaatt banyak sekali. Melebihi porsi untuk 8 orang. Dan ajaibnya, semua makanan itu habis (Eits, kamu juga kebagian makan kok, mereka tidak sejahat itu).

Setelah makan malam selesai, kalian istirahat dan ngobrol santai di ruang tamu Kagami. Karena besok tidak ada pertandingan, mereka ngobrol agak lama di rumah Kagami.

Malam semakin larut dan para atlet basket itu belum juga merasa ngantuk. Kamu yang tidak kuat menahan rasa kantukmu akhirnya tanpa kamu sadari kamu tertidur di sofa Kagami.

"Are, (name)chin tidur," kata Murasakibara yang menarik perhatian mereka. Kamu pun menjadi pusat perhatian para atlet tampan itu (?)

"Ini sudah malam dan wajar saja dia tertidur nodayo."

"Kalau begitu kami pamit pulang, dan tolong jaga (name)," kata Akashi.

"Jangan melakukan apapun pada (name)san, Kagami-kun."

"Kuroko teme, apa maksudmu?!" Kagami mulai marah, tapi ditahan karena takut membangunkanmu.

Dan setelah bocah-bocah tersebut pulang, Kagami menelepon ibumu dan mengatakan jika kamu tertidur di rumahnya.

"Moshi-moshi?" sapa pemilik suara di ujung telepon sana.

"Konbawa, nyonya (last-name)san."

"Are…Kagami-kun? Lama tidak berjumpa, apa kabar?"

"Baik nyonya (last-name)san. Ano, (name) tertidur di apartemenku… " belum selesai Kagami menjelaskan, ibumu langsung berkata.

"Ah begitu. Tolong jaga (name) ya. Mulai hari ini sampai besok aku dan suamiku pergi ke luar kota selama dua hari satu malam."

"Baiklah nyonya (last-name)san. Sampaikan salamku untuk tuan (last-name)san."

Setelah memberitahu ibumu, Kagami menghampirimu yang tertidur pulas di sofanya. Kagami melihat dan memperhatikan wajah tidurmu. Wajahmu terlihat sangat damai dan tenang. Awalnya dia hanya menunjuk-nunjuk pipimu dengan jarinya, tapi lama kelamaan dia mulai mencubit pipimu dan kau hanya berguman "Mmm…" lalu merubah posisi tidurmu. Setelah puas di pipi, Kagami menggodamu lagi dengan menutup hidungmu hingga kamu kesulitan bernafas, dan kemudian melepasnya. Kamu sedikit terbangun tapi kemudian tidur lagi.

"Kau pasti lelah," kata Kagami.

Karena takut kamu kedinginan, Kagami menggendong tubuhmu ala bridal style ke kamarnya dan menidurkanmu di ranjang miliknya.

"Entah kenapa, rasanya damai sekali melihat wajahmu ketika tidur (name)," gumam Kagami.

Untuk beberapa saat, Kagami terus memperhatikan wajahmu yang sedang tertidur. Sampai pada akhirnya timbul keinginan Kagami untuk melakukan sesuatu padamu. Perlahan tapi pasti, dia mendekatkan wajahnya padamu. Semakin dekat daann…

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Taigaaa I'm homeee~~~"

Oh crap! Alex tiba-tiba membuka pintu kamar Kagami dan melihat jarak antara wajah Kagami dengan wajahmu sangaatt dekat. Dilihat dari sudut pandang Alex, Kagami terlihat sedang menciummu.

"My bad Taiga. Kau tahu, mencium seorang gadis ketika tertidur itu termasuk kejahatan."

"Alex! I-ini tidak seperti yang kau lihat! K-kapan kau d-datang?" Kagami mulai panik sendiri, dan wajahnya sangaatt merah seperti warna rambutnya.

"Hee~ kau sudah besar rupanya. Well, aku tidak keberatan kau berpacaran dengan (name)," kata Alex sambil mengedipkan sebelah matanya. "Jadi, apa saja yang sudah kalian lakukan?"

"Teme, apa maksudmu?!" dan terjadilah pertarungan adu mulut antara Alex vs Kagami. Adu mulut secara bisik-bisik tentunya, karena takut membangunkanmu. Kamu tidak tahu jika malam itu terjadi debat capres di dalam kamar Kagami (?).

.

.

.

.

.

.

.

.

To be continued...


Sekiaaannn tunggu chapter selanjutnya dari author yaaaa, hiks :'(

Sejujurnya saya bingung antara mau lanjut ff apa enggak. Seperti yang udh pernah dibahas di ff Karya Seni, karena manga dan anime Kurobas udah tamat takutnya pembacanya udah pada pergi semua ('3')

Tolong sepatah dua patah katanya yaa hehehe *maksa*

Oke, saya akan kembali ke gunung lagi untuk bertapa (?)