You are my world Chapter 1
Cast : Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Other Cast : Luhan , Sehun
Kris dan Jackson Wang
E
X
O
.
.
.
Lelaki itu berlalu setelah sekian lama bergelut dalam memorinya, bergelut dalam setiap kemarahan dan emosinya. Menahan setiap rasa sakit yang mendera pada jantungnya yang bahkan dia tidak tahu mengapa lelaki itu harus merasakannya. Tidak perduli seberapa kuat dia menyangkal bahwa serpihan kenangan itu sebenarnya nyata.
Melangkah meninggalkan ruangan yang sudah dipenuhi pecahan kaca, chanyeol mencoba bersikap seperti biasa menjumpai seseorang yang telah lama menantinya dalam kekhawatiran.
" Yeol, kau tidak apa-apa." Suara itu mendayu lembut menyapa untuk pertama kali, saat dia membuka pintu kamar mandi.
Chanyeol menatapnya dalam diam dan dinginnya aura yang selalu dia pancarkan, lelaki tinggi itu tidak akan tersenyum hanya untuk menandakan bahwa sebenarnya dia baik. Tangan kekarnya terulur menarik pinggang ramping namja mungil yang menatapnya sendu namun selalu ada rasa khawatir di dalam bola mata indah yang setiap hari memandangnya.
"aku baik-baik saja luhan." Bibirnya dia tarik menunjukkan smirknya yang tampan, membelai dengan lembut wajah cantik yang sangat dia kagumi.
"aku fikir terjadi sesuatu, kau tahu benar aku selalu khawatir pada mu." Luhan namja cantik itu membenamkan kepalanya pada dada bidang yang selalu menemaninya saat tidur, menjadi tumpuan dalam hidupnya dan menjadi sandaran untuk masa depannya.
Chanyeol menarik leher luhan pelan untuk dia dekatkan pada dirinya lebih dalam, mengelus bibir merah yang menjadi candu setiap paginya yang menjadi sarapan sebelum dia melanjutkan aktivitasnya. Kemudian menyesap bibir itu dengan segera dan melumatnya tanpa member luhan aba-aba untuk bersiap.
Memasukkan lidahnya ke dalam mulut namja itu tanpa perlu meminta ijin, mengajak luhan untuk bermain lidah dalam desahan tertahan yang sangat dia dambakan untuk di dengar setiap kali mereka bercinta.
" ahh." Desahan luhan terdengar perau di telinganya yang menandakan namja itu juga sudah terselimuti nafsu, saat tangan besar chanyeol mulai meraba dan merambat pada belahan paha luhan, lelaki itu merasakannya kembali.
"kau tahu B aku benar-benar sangat menyukai bibir mu." Chanyeol memandangi bibir merah muda yang sangat dia sukai, tersenyum dengan begitu tampan saat seseorang yang berada dalam dekapannya malah membenamkan kepalanyakarena malu pada dada bidang chanyeol.
Perlahan chanyeol mulai melepas ciumannya menyeka saliva yang terbentang antara mereka berdua, mengusap rambut berwarna gray itu dengan pelan dan memeluknya dalam kehangatan.
.
.
.
Lelaki itu berjalan menyusuri tangga bersama luhan dalam genggamannya, suara ketukan sepatu hanya terdengar di mesion yang begitu mengahnya. Tidak ada seorang pun berani bersuara ketika sang pemilik belum mengumandangkan kata-kata dari mulutnya.
" jaksa itu mulai memperkarakan kasus itu lagi." Suara itu dengan enteng berbicara pada chanyeol, saat mereka telah berada pada ruang tamu. Mungkin hanya dia yang berani bersikap sesuka hatinya dengan bersuara tanpa di perintah. Sedangkan bawahan yang lain hanya menundukkan kepala mereka dengan hormat.
"aku fikir kau sudah menyelesaikannya waktu itu kris." Chanyeol mengambil cerutu di atas meja dan dengan singap luhan menyalakan pemantik untuk dia sodorkan pada lelaki tampannya.
"oh ayolah yeol, seperti kau tidak tahu saja jaksa sialan itu! Sampai kapan pun dia tidak akan puas, jika tidak memasukkan kita kedalam penjara." Lelaki yang bernama kris itu memutar bola matanya malas, meminum wine yang berada pada tangan kanannya.
Sedangkan chanyeol masih terus menghirup cerutunya menikmati setiap detail rasa yang berada di dalam cerutu itu, menghisap setiap detail rasa daun ganja yang diolah kedalamnya. Tanpa memperdulikan kris yang terus berbicara panjang lebar, tangannya bahkan tanpa sadar bergerak meraba paha bagian dalam milik luhan. Ketika tidak ada satu orang pun yang berani mengintrupsi kegiatan pemimpin mereka, chanyeol mulai meremas paha luhan dengan mulut yang sedikit menganga. Sedangkan luhan hanya bisa pasrah dan menerima semua perlakuan kekasihnya, karena dia juga sangat menikmati itu.
"baiklah, mungkin harus aku yang mengurus jaksa itu."
Chanyeol melepaskan remasannya pada paha luhan dengan tidak rela, bagaimana pun dia harus bersikap professional sebagai atasan untuk bahawan yang mengabdi padanya. Membuang curutunya pada carpet biru yang mereka pijaki dan berdiri dengan tubuh tegapnya.
"dimana aku harus menemui jaksa kita kris." Chanyeol dan kris saling memandang sambil mengeluarkan smirk masing-masing.
"kau tidak perlu menemuinya, karena dia yang akan datang pada mu."
.
.
.
E
X
O
Sehun duduk sambil memandangi seseorang yang terbaring lemah pada ranjangnya, wajahnya yang begitu pucat ia elus dengan sangat hati-hati bagaikan porselin yang begitu rapuh. Infus masih saja bersarang pada tangan putih yang kian hari semakin mengecil, bahkan tabung oksigen juga masih setia berada pada tempatnya menutupi wajah sang pemilik. Pasien Monitor yang berada tepat disebelah sehun pun tidak menunjukkan detak jantung yang stabil.
"apa kau tidak mau mendengar kabar gembira." Sehun mendekatkan bibirnya pada telinga mungil itu, berharap seseorang yang terbaring di tempat tidurnya memiliki reaksi seperti biasa.
"aku sudah menemukan bukti lagi, kita akan menangkapnya." Lelaki itu menggenggam tangan itu dengan pelan, berharap kabar yang ia bawa akan membuatnya terbangun walaupun itu sebenarnya tidak akan pernah mungkin. Sehun menahan air matanya berharap dia tidak akan menangis seperti janji yang sudah dia ucapkan pada seseorang yang masih saja membisu.
"berjanjilah pada ku untuk tidak menangis."
Sehun berusaha menepatinya untuk tidak menangis meski terkadang dia tidak sanggup, dia juga hanya menusia biasa yang memiliki waktu terlemah dalam hidupnya. Melihat seseorang yang dia sayangi harus terbaring tanpa gerak dan suara yang sudah menjadi rutinitas yang selalu dia dengar dan lihat selama hidupnya.
"kapan kau akan bangun ini sudah 3 Tahun, aku sangat merindukan mu."
" Baeki tidak sayang sehun ya?." Pada akhirnya air mata itu keluar dari pelipis lelaki berusia 25Thn tersebut, tangisan itu begitu pedih dan menyayat hati bagi siapa pun yang mendengarkannya. Lelaki yang orang tahu begitu tangguh dan tegar diluar, sebenarnya adalah seseorang yang begitu lemah tanpa kehadiran namja yang terbaring kaku di ranjangnya.
" Hiks, Hiks ,Hiks aku kesepian dan hanya kau yang aku punya."
"jadi aku mohon baek, bangunlah sekarang."
"hiks, hiks, hiks bangun baek bangunlah."
Lelaki itu pada akhirnya berjalan dan mulai berlari meninggalkan ruangan ICU tempat namja itu di rawat, kakinya terasa gemetar saat langkahnya mulai memelan di akhir perhentiannya pada sebuah bangku taman. Wajahnya ia tangkupkan dengan kedua tangan yang begitu lebar, berusaha menutupi tangisnya dari orang-orang yang memandangnya iba.
Byun Baekhyun namja cantik yang terbaring di atas ranjang ICU itu adalah dunianya, kehidupannya, nafasnya dan juga cintanya. Jika Baekhyun tidak ada maka sehun pun akan hilang, jika baekhyun menderita maka sehun akan lebih menderita, jika baekhyun sakit maka sehun akan ikut merasakannya. Lelaki itu hanya berusaha menepati janjinya untuk tetap hidup tanpa ada baekhyun di sampingnya, dia hanya berusaha tegar dan kuat melawan dunia yang sebenarnya tidak sanggup dia lewati sendiri tanpa namja mungil itu. Karena sebenarnya alasan sehun masih tetap utuh dan tidak terbagi seperti potongan-potongan parcel adalah untuk menepati janji pada saudara kembarnya.
