Eh... tumben amit sih ya, apdet cepet gini? Biasanya, nunggu sebulan dua bulan - -

Nyerocos gaje, mending lanjut!

Daisuki da Yo! (c) Uta Masaki and Ojou Yankumi

Chara: Teru, Watanabe, Ojou, Kokomi.

Warning: OOC, OC (Ojou, Kokomi, Watanabe), AU, EYD yang ancur.

Genre: Romance/Friendship.

Enjoy! (Uta and Ojou)

Sebelumnya:

"Aku boleh minta nomor hapemu?" tanya Teru

"untuk apa?" Ojou balik tanya.

"siapa tau ada PR, dan aku tidak tau, aku bisa menghubungimu"

"Oh, ini nomorku.. dadah!"

"aku punya rencana untuk nanti malam.." Teru berucap pelan

~Daisuki Da Yo!~

Seperti yang dikatakan Teru, dia punya rencana untuk malam ini.

~o0o~

Rumah Ojou, 06.45 PM

"Cklek" bunyi pintu yang dibuka, terlihatlah seorang gadis perempuan dengan rambut yang basah.

"Huaa... segarnya sesudah mandi.." katanya girang, dia langsung memasuki kamarnya.

Saat sedang mengeringkan rambutnya, Handphonenya bergetar, dilihatnya Handphonenya, ada panggilan masuk dengan nomor yang tidak diketahui, gadis yang bernama Ojou itu akhirnya mengangkat telepon itu.

"Konbanwa... dare no desuka?" tanya Ojou.

"Konbanwa mo... Watashi wa Teru." Jawab yang menelpon.

"Teru.. nani attanda?" tanya Ojou yang tidak tau tujuan Teru menelpon.

"Ng.. Ojou, malam ini kau ada acara, tidak?" tanya balik Teru.

"Eh? Aku tidak ada, memangnya ada apa?"

"Oh... bagaimana kalau kita jalan jalan?" tanya Teru agak salting.

"Eh... jalan jalan? Hmm... boleh juga, lagipula, aku tidak ada kerjaan di rumah." Kata Ojou ceria. Teru yang berada jauh dari Ojou, tanpa diketahui girang sekali.

"Oh! Oke, ditunggu di taman kota, ya!"

~Daisuki Da Yo!~

"Drap drap drap drap"

"T-teruuuu! Awaaaas!" teriak Ojou sambil berlari, dan ternyata gerakan kakinya tidak dapat dihentikan.

"Heh? Uwaaaaaaa!" teriak Teru juga.

"Buug!" mereka berdua bertabrakan lalu terjatuh.

"Ah... maaf ya Teru.. hehehe.." Ojou meminta maaf.

"Eh.. iya, ngga apa apa.." kata Teru sambil berdiri.

"Hehehehe... Eh, terus kita sekarang gimana? Mau ngapain?" tanya Ojou lagi.

"Hm.. apakah kau sudah makan malam?" tanya Teru sambil mendengar perut Ojou yang berbunyi dan meraung raung.

"E-eh.. belum.. heheh, apakah bunyi perutku sangat terdengar jelas?" tanya Ojou malu malu, Teru tersenyum, Ojou yang melihatnya langsung bersemu dan membuang muka.

"Kalau begitu bagaimana kalau kita dinner dulu?" tawar Teru, Ojou mengangguk.

"Oke."

"Restooo! Kami datang!" kata Teru semangat sambil menyeret Ojou.

"Eeeeeh!" Ojou mulai bersemu (lagi), Teru menghadap ke belakang dan menatap Ojou.

"Kenapa sih, kalo kamu kupegang pasti pipinya memerah, kalau kuseret pipinya memerah, ketubruk merah juga. Kamu kenapa sih? Sakit?" tanya Teru khawatir.

"Eh... a-aku tidak apa k-kok... " kata Ojou sambil bersemu dan gelagapan.

"Lagi lagi bersemu, sekarang ditambah gelagapan. Kamu demam, ya?" Teru memegang kening Ojou dengan wajah yang super childlish. Membuat Ojou pingsan dengan darah yang mengalir di hidungnya, alias mimisan.

"Ehh! Ojoou! Huwaaaaaa! Hito wa minna! Onegai kanaete!" Teru melirik Ojou yang masih tidak sadarkan diri. Teru mulai kebingungan, diputuskannya untuk menggotong Ojou ke bangku yang kebetulan ada di dekatnya. Saat dia mulai mengangkatnya..

"Buseeeeeeet! Naujubilleh! Beratnya lebih ringan dari yang dikiraaaa!"

Teriak Teru lebay.

Beberapa orang (karena sepi) yang lewat hanya ber-sweatdrop ria.

Akhirnya Teru menaruh Ojou di bangku, dan dipandanginya wajah Ojou.

Ojou masih tertidur dengan manisnya.

"Uwa... manisnyaa..." pikir Teru dalam hati.

"Hm..." Ojou mulai terbangun dari tidurnya, dia membuka matanya perlahan tapi pasti.

"Hah.. akhirnya kau sadar juga.." kata Teru lega sedikit bersemu.

"Apa yang terjadi padaku?" tanya Ojou dengan wajah polosnya dan sekalii lagi berhasil membuat Teru blushing parah.

"Tadi, kau pingsan," kata Teru singkat sambil ber-blushing ria, wajahnya sudah semerah apel yang sangat matang.

"Teru.. kau kenapa? Wajahmu merah.. tidak seperti biasanya? Biasanya 'kan, kau putih sekali seperti mayat, hihihihi.." kata Ojou sambil tertawa.

"Eh? Yang benar? Ah, sudahlah, sekarang ayo kita ke restoran.. aku sudah lapar sekali." Ungkap Teru jujur, Ojou mengangguk.

Teru memilih restoran dengan gaya khas Eropa.

"Selamat datang! Anda ingin mengambil meja dalam atau luar, Tuan?" tanya seorang penyambut ketika Teru dan Ojou memasuki restoran.

"Yang di luar saja." Jawab Teru, Pelayan itu bertanya lagi.

"Halaman atau taman?"

"Taman, aku ingin taman di belakang restoran, dan yang jauh dari kebisingan." Jawab Teru lengkap, Ojou yang tidak mengerti apa apa hanya bisa diam.

"Nah, Tuan, dan Nona silahkan ikuti saya," kata Pelayan itu sambil memimpin ke arah meja mereka yang berada di taman belakang.

Kalau kalian ingin tau, suasana di Restoran Eropa ini benar benar seperti di Eropa. Meja meja yang tersusun rapi di dalam restoran, bunga bunga hidup yang diletakkan di atas meja dengan jenis bunga yang berbeda tiap mejanya, musik klasik yang mengalun indah, pelayan wanita yang menggunakan gaun lolita khas Eropa, dan pelayan Pria yang menggunakan pakaian 'Dandy', dengan menu yang berkhas Eropa – Jepang, dan lilin di setiap mejanya.

Yah, itu keadaan di dalam restoran, jika diluar restoran, yaitu halaman depan, dengan suasana halaman depan Versailles Palace yang berada di Prancis, unik sekali, dengan meja yang disusun di labirin kecil, mereka tidak akan tersesat, karena labirin dengan tinggi semak semak (atau apa saya ga tau) setinggi dada orang dewasa, dihiasi dengan bunga bunga indah yang ada di semak semaknya, dan pemisah antara halaman depan dengan restoran adalah, semak semak belukar yang tinggi sekitar tinggi dinding rumah bagaimana mereka yang ada di dalam restoran bisa keluar dan yang berada di luar restoran ingin masuk? Yah, di tengah tengah dinding semak semak itu, dipasang sebuah pintu besar seperti yang ada di Istana. Jika keadaan halaman belakang, yaitu tempat Teru dan Ojou, disana sangat sepi, mungkin hanya ada 5 orang saja. Air mancur yang ada di tengah tengah padang bunga, dipinggir padang bunga terletak sebuah pafiliun yang di dalamnya disusun 1 meja yang hanya bisa untuk 2 orang, semak semak disana juga dibentuk sedemikian rupa, halaman yang rapih dan indah.

(Aish, ngelantur dan banyak deskripsi..)

Back to Ojou n Teru.

"Eh, Teru, kenapa kau memilih tempat yang sepi?" tanya Ojou bingung.

"Tidak ada salahnya kan? Hahaha.. kau mau pesan apa?" Teru balik tanya, jawabannya tadi membuat Ojou bingung.

"Aku pesan yang sama dengamu." Jawab Ojou singkat, Teru memesan Onion soup dengan dessert, apple tart dengan minuman Mocha. Hidangan pun datang.

"Uwaa.. kelihatannya enak, ya!" kata Ojou berbinar binar.

"Hahaha.. " Teru tertawa sambil tersenyum, pelayan tadi meninggalkan mereka berdua.

"Ojou, silahkan dimakan." Kata Teru sambil melahap Onion soupnya, Ojou langsung melahap Onion soupnya juga. Tiba tiba Teru tertawa melihat Ojou, Ojou memandang Teru bingung.

"Ada apa? Kenapa tertawa? Ada yang lucu ya?" tanya Ojou polos, Teru lalu mengambil sapu tangannya, dan mengelap kuah soup yang berserakan di wajah Ojou.

"Wajahmu yang cantik jadi ternoda tuh.. ^^" kata Teru, Ojou langsung blushing ga kira kira.

"E-eh! Teruuu.."

"Apa?" mereka berdua bertatap tatapan, keduanya langsung membuang muka.

"Ojou... sebenarnya.."

TBC

Talk Show~~ ^^

Ojou: Itoo-san, aku OOC bgt..

Uta: memang? huahahahahaha! XD
Teru: dasar, sutradara, kau membuatku jadi seperti itu..

Uta: cocok untuk imagemu kok! XD

Uta: aku nunggu kiriman e-mail ff.. makanya dipotong, jadii..

All Versa member: JAA NEE! JANGAN LUPA REVIEWS!