A/N : Huaaaaaa! Kupikir nggak bakal ada yang ngereview karena aku udah lama nggak nongol! Hiks, makasih, buat yang udah review! Oya, maaf, kalau dalam chapter ini pertarungannya ngebosenin, ehehehe...
Disclaimer : BLEACH PUNYA GUE! (ditusuk Om Tite) Maksud gue, fanficnya 'Bleach : Another Version' ini yang punya gue. Yang asli punya Tite Kubo.
Summary : Bagaimana ya kalau di Bleach yang datang ke gensei diganti Hitsugaya Toshiro, si kapten cool yang pemarah (?) tapi imut itu? Apakah makin seru? Atau malah membosankan? Check it out!
Warning (s) : OOC, gaje sangat, lebay, alay, ada unsur shounen-ai dikit (iya, kok! Swear! Dikit! Slash gitulah istilahnya), dan bi-shounen (dikit juga)… Jadi, lumayan amanlah buat kalian yang nggak begitu suka shounen-ai
XxBLEACHxX
= Bleach : Another Version =
= By : 4869fans-nikazemaru =
= Chapter 2 =
New Life, Chaos
XxBLEACHxX
"Hei, kau mau ajak aku kemana?" tanya Toshiro. "Sepi begini… Kau bukan maho, kan?"
"Berisik! Memang tampangku seperti itu?" gertak Ichigo.
"Menurutmu? Bukankah sekarang hal itu bukan tabu lagi? Cowok dengan cowok…"
"Menjijikkan, siapa juga yang mau sama orang yang udah mati kayak kamu!"
Hitsugaya melipat tangannya. "Sudahlah, cepat katakan apa maumu!"
"ELO ITU YANG HARUSNYA CEPAT NGOMONGIN APA MAU LOE!" teriak Ichigo sambil nunjuk batang hidung Toshiro. "BUKANNYA TUGAS ELO UDAH SELESAI? KENAPA SEKARANG ELO MALAH MUNCUL DISINI?"
Toshiro menepis telunjuk Ichigo yang dari tadi mencet-mencet hidungnya. "Heh, sebenarnya kalau aku juga nggak mau begini! Aku ingin kembali ke Soul Society kalau bisa!"
"Ka-kalau bisa? Apa, sih, maksud-"
"Aku… kehilangan hampir seluruh kekuatan shinigamiku!"
"A-apa?" seru Ichigo tertahan. "Ta-tapi, aku juga sudah nggak jadi shinigami lagi, lho!"
PLETAK!
Jitakan melayang ke kepala durian Ichigo.
"BAKA!" umpat Toshiro. "Bukan karena sekarang kau nggak pakai shihakushou, kau bukan shinigami! Yang berubah jadi shinigami itu jiwamu, bukan tubuhmu!" Toshiro menepuk dadanya. "Aku yang sekarang nyaris kehilangan seluruh kekuatan shinigamiku, terpaksa berada di gigai ini! Kekuatanku hanya cukup untuk kidou! Itu saja aku tak yakin dapat mengeluarkan kidou yang kuat!"
"Umm, maaf, gigai?"
"Gigai adalah tubuh pinjaman untuk shinigami! Shinigami yang melemah masuk ke sini sambil menunggu tenaganya pulih! Sebab pada saat seperti itu shinigami jadi mudah diincar hollow!"
"Rasanya aku mulai memahami arah pembicaraanmu…" gumam Ichigo. "Intinya kau ingin aku menggantikanmu?"
Toshiro melipat tangannya. "Hm, tidak seperti tampangmu, ternyata kau cukup pintar! Ya, sekarang aku disini untuk membimbingmu-"
"KU TOLAK! KAGAK SUDI! NO WAY!" kata Ichigo.
"Kau…" Toshiro langsung berhasrat mencekik Ichigo. Jujur, dia tidak suka keadaan seperti ini. Dia tidak begitu pintar bersosialisasi, jadi, dia setengah hati untuk melakukan semua ini. "Kalau begitu kenapa kau-"
"Kenapa aku kemarin mau melakukannya maksudmu? Tentu saja karena kemarin aku harus menyelamatkan keluargaku! Sudah, sana cari orang lain!"
"Sudah kuduga, kata-kata tak akan mempan padamu," ucap Toshiro. Dia memakai sebuah sarung tangan berwarna biru bergambar tengkorak (A/N : sebenernya merah, tapi kurasa lebih bagus biru *dijitak*). "HEYAAAAAAAAAAH!"
"UWAGH!" teriak Ichigo saat tiba-tiba dia melihat dirinya keluar dari tubuhnya karena sarung tangan itu. "APA-APAAN KAU? AH, TUBUHKU! GYAAAAAAA!" Ichigo menatap horror ke arah tubuhnya yang tergeletak dengan menggenaskan ditanah. Ya iyalah, siapa juga yang nggak histeris saat melihat tubuhnya sendiri tergeletak dihadapannya?
"DIAM! IKUT AKU SEKARANG!"
XxBLEACHxX
"Hei, ngapain kita ke taman begini?"
"Sudah, tunggu saja…"
"Tapi, sudah 10 menit…"
"Sabarlah."
"Tapi, aku sudah ketinggalan pelajaran favoritku…"
"…"
"Lagipula tadi aku belum sarapan, aku lapar…"
"…"
"Oi, kalau aku pingsan disini-"
"AAAAAAARGH! KAU BISA DIAM TIDAK?"
Ichigo merengut. "Tidak sampai kau menerangkan tujuan kita disini!"
"Cih!" Toshiro mengeluarkan HP dari saku celananya. Dilemparkannya HP itu ke Ichigo. "Baca, tuh! Bisa baca kan? Apa perlu kubacakan?"
"Heh! Nggak usah, deh!" Ichigo membaca teks yang tertera di HP itu. "Umm, taman anak-anak Yumizawa, 20 m, 12:15?"
"Maksudnya, nanti pada pukul 12:15, sekitar 20 m dari taman anak-anak Yumizawa akan muncul hollow!"
Ichigo terbelalak. "A-apa? Ta-tapi, ditaman ini ada arwah anak kecil!"
"Berarti hollow itu akan mengincar anak itu."
Ichigo melirik jam yang ada dilayar HP. "Hah? Berarti seka-"
Sebelum Ichigo berhasil menyelesaikan kalimatnya, terdengar suara jeritan minta tolong. Tak lama muncul sesosok bocah dengan hollow mengekor dibelakangnya. Ichigo langsung menggenggam zanpakutounya. "Sial!" umpatnya. Begitu Ichigo akan melompat ke arah hollow itu, kata-kata Toshiro menghentikannya.
"Kau ingin menolongnya, Kurosaki?"
"Tentu saja! Dia 'kan…!"
Wajah Toshiro menjadi keruh. "Tapi, anak itu bukan keluargamu, kan? Kenapa kau menolongnya? Kau tadi bilang kalau kau hanya ingin menolong keluargamu, kan?" Toshiro menatap Ichigo tajam. "Heh, pria tak boleh menjilat ludahnya sendiri. Jadi, tak usah kau tolong anak itu!"
Ichigo tertegun. "Mana mungkin aku bisa diam saja melihat ada orang dalam bahaya dihadapanku, baka!"
"Kalau kau menolongnya berarti kau siap untuk menjadi seorang shinigami! Kau ingin menolongnya karena dia didepanmu? Naif sekali kau!" gertak Toshiro dengan nada bicara yang pedas. "Shinigami harus adil kepada semua roh! Baik jauh atau dekat, baik dikenal maupun tidak! Shinigami harus rela menolong walaupun harus mengorbankan segalanya! Jika kau tolong anak itu, berarti kau juga harus siap menolong yang lainnya. Apa kau sanggup, Kurosaki Ichigo?"
"…berisik!" ucap Ichigo. Dia langsung membunuh hollow itu dalam sekali serang lalu diacungkan zanpakutounya ke Toshiro. "Kau berisik sekali! Aku nggak peduli sama tugas rumit begitu! Aku menolongnya karena ingin! Memangnya salah? Bukannya kau tadi malam juga begitu?"
Toshiro terbelalak. "Eh…?"
"Makanya…" kata Ichigo sambil mengkonsou arwah anak itu. "Aku akan menjalankan tugas shinigami ini bukan karena kewajiban. Tapi, karena aku ingin! Yah, walau aku bukan orang sebaik itu… Aku mungkin akan kabur jika keadaannya tidak bagus."
"Ha-hah…?" heran Toshiro. "Jadi…"
Ichigo mengulurkan tangannya. "Iya, aku terima tugas shinigami itu!"
Toshiro tersenyum tipis.
XxBLEACHxX
Sesosok gadis berambut orange panjang duduk terbengong disebuah kafe. Tak lama kemudian, datanglah seorang gadis berambur hitam jabrik yang sepertinya tomboy. Dia menjitak pelan dahi gadis berambut orange itu.
"Hei, siswi SMU tidak boleh bengong seperti itu!" ucapnya.
Gadis berambut orange itu tersadar dari lamunannya. "Ah, Tatsuki-chan! Ehehehe, maaf…"
"Huh, kalau bengong sebaiknya kau usahakan jangan dengan mulut terbuka, Orihime! Tidak bagus. Bagaimana kalau ada lalat masuk?"
"Habis, sudah kebiasaan…"
Tatsuki duduk dikursi sebelah Orihime. "Hei, kamu tadi melamunkan apa, sih?"
Wajah Orihime memerah. "E-eto…"
"Haha… Ichigo lagi ya?" Wajah Orihime semakin memerah. Tatsuki menyikutnya. "Hei, Orihime! Memang apa, sih, sisi menariknya Ichigo?"
"Ah, itu! Wajah cemberutnya keren!" ucap Orihime polos.
"Keren? Seperti apa?"
"Seperti, uh… Ano…" Orihime mulai menyamakan ekspresi cemberut Ichigo dengan orang-orang yang dia ingat. 'Umm, wajah cemberut Kurosaki-kun itu kayak… Brad Pitt? Barack Obama? Power Rangers? Badut? Monyet? Kucing? Leo the Lion dari Fairy Tail (?)?' pikir Orihime nggak nyambung. Imajinasinya yang kelewat tinggi membuat bayangannya makin 'unik'. "Uh! POKOKNYA OKE BANGET!"
Tatsuki sweatdrop. "Uh, sudah, deh… Lupakan pertanyaanku… Kayaknya imajinasimu mulai hyper-active…"
"Oh, iya!"
"Ok, kita pesan apa, nih?"
XxBLEACHxX
Disebuah taman keesokan harinya…
"Hmm… Sudah kuduga… Pelakunya Stapleton… Ah, tidak! Kenapa harus ada kabut segala? Ayo, cepat tolong Sir Henry! Apa? Anjing Hound raksasa! Cepat lari, Watson! Cepat!"
"HEEEEEEEEEI!"
"WUAAAAAAAAH!" jerit Toshiro yang kaget sambil melakukan refleknya yang 'cantik', yaitu menonjok orang yang dibelakangnya. "JANGAN MENDEKAT!"
"GYAAAAAAAA!" Ichigo, untungnya, berhasil menghindari tonjokan Toshiro. "Toshiro! Apa-apaan, sih!"
"Kurosaki! Kau itu yang apa-apaan! Tiba-tiba muncul! Ganggu keasyikan orang saja!"
"Huh! Kamu itu bagaimana! Suruh-suruh orang buat latihan, eh, kau sendiri malah enak-enak baca komik!"
"Komik, gundulmu! Ini novel!" kata Toshiro sambil menunjuk novel yang dia baca. Ichigo melihat judul yang tertera disampulnya.
"Emm… 'Sherlock Holmes : The Hound of The Baskerville' karya Sir Arthur Conan Doyle. Hah? Elo baca beginian?"
"Urusai! Memang latihanmu sudah selesai?"
Ichigo mengetukkan tongkat pemukul baseball-nya ke tanah. "Jelas sudah! Memukul 100 bola isi merica, kan? Itu, sih, gampang!"
Toshiro kaget. Dia melihat ke arah disekitar mesin pelontar bola. Disana banyak sekali bekas merica. "Eh… Tunggu… Jangan bilang kalau kau pukul semua…"
Ganti Ichigo yang kaget. "Hah? Emang iya…" Novel Sherlock Holmes yang bertebal 304 halaman itu langsung melayang ke wajah Ichigo dengan 'anggun'. "UAGH!"
"BAKAYAROU! 'KAN, SUDAH KUBILANG! PUKUL YANG BERTULISKAN 'KEPALA'!"
"MAKANYA, MANA BISA AKU MEMBEDAKANNYA KALAU CUMA ELO TULIS PAKE HURUF KANJI KECIL BEGINI? SEENGGAKNYA ELO GAMBAR, GITU!"
Toshiro menghela nafas. "Hh… Dengar ya, kelemahan hollow itu adalah bagian kepala… Sekali serang bagian itu, kau akan langsung menang! Jadi, serang kepalanya dari belakang."
"Eh? Dari belakang?"
"Memang kenapa? Kau ingin melawannya secara 'face to face' biasa? Boleh saja kalau kau ingin mati! Hollow beda dengan manusia!" kata Toshiro. "Bagi shinigami level sepertiku, mudah saja mengalahkan hollow dengan sekali serang walau face to face. Tapi, bagi pemula, serang kepala dari belakang lebih kecil resiko gagalnya."
"Level sepertimu? Memangnya-"
"AH! KONNICHI WA, KUROSAKI-KUN!" panggil seseorang dari kejauhan. Ichigo menoleh ke belakang. Ternyata yang memanggilnya adalah seorang gadis berambut panjang dengan 'itu' yang 'wow'.
"I-Inoue? Kok, disini?" heran Ichigo saat melihat gadis itu.
Orihime, yang memiliki nama lengkap Inoue Orihime, tersenyum. "Ah, tadi baru belanja bahan untuk makan malam. Oh, wah! Hitsugaya-kun ya?"
Toshiro kaget. "Eh, umm… Siapa ya?"
Ichigo langsung membisiki Toshiro. "Dia Inoue Orihime, teman sekelas kita, bodoh!"
"Ah, konnichi wa, Inoue-san. Apa kabar?" sapa Toshiro dengan senyum ramah yang membuat Ichigo menatapnya horror.
Orihime langsung balas senyum. "Ah, iya… Baik, kok! Boleh kupanggil 'Shiro-chan' saja?"
Alis Toshiro langsung naik turun. "Shi-Shiro…-chan…?"
Melihat gelagat Toshiro, Orihime langsung panik. "A-ah! Kalau tidak boleh tidak apa-apa, kok!" katanya cepat-cepat. "Akan kupanggil 'Toshiro-kun' saja!" Toshiro mengangguk pelan. Setidaknya masih lebih baik dari 'Shiro-chan' tadi.
"Lho, Inoue, tanganmu kenapa?" tanya Ichigo.
"Eeh, kemarin sepulang dari café aku diserempet mobil… Ehehe… Aku bengong, sih…"
"Dasar! Harusnya kau marahi yang nabrak! Yah, tapi kamu setiap hari juga pasti terluka… Kau kurangi melamun, dong."
"Ehehehe…"
Toshiro melirik kaki Orihime yang terdapat lebam berwarna hitam mengerikan. "Maaf, bisa aku melihat luka ini?" tanyanya. Orihime mengangguk. Toshiro memeriksa luka itu.
"Mmm, ada apa, ya?" tanya Orihime.
"Tidak, sepertinya sakit, deh…"
"Wah, Toshiro-kun hebat! Iya, emang sakit banget! Lebih sakit dari tanganku!" kata Orihime. Tak sengaja dia melirik jam tangannya. "Wah! Gawat harus cepat pulang, nih! Acara lawak favoritku mau mulai! Sudah ya, Toshiro-kun! Kurosaki-kun!"
"O-Oi!" panggil Ichigo, namun Orihime sudah menghilang dari pandangan. "Hah, padahal mau kusuruh ke dokter! Dasar! Eh, Toshiro, ngomong-ngomong ada apa, sih, sama lukanya?"
"Hei, Kurosaki… Apa Inoue punya keluarga?"
"Iya, dulu dia punya kakak laki-laki yang jauh lebih tua… Tapi, sudah meninggal 3 tahun lalu… Aku ingat banget karena pas itu aku yang buka pintu. Ada cewek seusiaku yang membopong kakaknya sendiri. Karena ambulans yang terlambat, kakaknya meninggal," kata Ichigo. "Awalnya aku nggak tau kalau cewek itu Inoue… Taunya baru-baru ini. Kenapa? Kau tertarik sama Inoue ya? Jatuh cinta pada pandangan pertama, nih, yee?"
"Kau ingin kubunuh ya?" gerutu Toshiro. "Sudah! Sekarang sudah sore, ayo, kita pulang juga!"
Ichigo menggerutu. "Dasar… Eh, tunggu, kamu disini tinggal dimana? Emang punya kenalan?"
"Oh, ada apa ya? Kau tertarik dengan kehidupan pribadiku?" ledek Toshiro.
"A-APA? SIAPA JUGA YANG TERTARIK!"
"Kalau gitu jangan tanya! Dasar maho!"
'Si-sialan! Awas ya, bocah!' pikir Ichigo.
XxBLEACHxX
TOK! TOK! TOK!
"Ichi-nii!"
Ichigo membuka pintu kamarnya. "Ada apa, Karin? Makan malam udah siap? Ada PR yang nggak bisa? Cepat, aku sibuk, nih…"
Karin cemberut. "Huh, bukan itu! Ichi-nii tahu setelan kemeja, kaos, dan celanaku, nggak?"
"Hah? Mana aku tahu! Coba tanya Yuzu atau ayah!"
"Sudah, tapi nggak ada yang tahu!" ucap Karin. "Duh, dimana ya? Sialan, itu kan baju favoritku!"
"Hei, anak kecil nggak boleh ngumpat! Aku pokoknya nggak tahu! Sudah ya!"
"Eh, kalau tahu, kasih tahu ya, Ichi-nii! Soalnya piyamaku juga hilang!"
"Oke, oke…"
Ichigo menutup kembali pintu kamarnya. Dia menuju ke meja belajarnya. Walau tampangnya sangar, Ichigo termasuk murid yang rajin. Dia ingin memperbaiki image jeleknya. Dia selalu dianggap sebagai preman, padahal sebenarnya dia adalah cowok yang gentleman. Dia pantang sama yang namanya kekerasan terhadap cewek. Dia selalu menghormati cewek dan tak segan menolong mereka.
Pelan-pelan Ichigo membuka buku pelajarannya. "Hh, PR-nya banyak banget! Dasar…" gerutu Ichigo. Dia pun mulai mengerjakan PR-nya.
XxBLEACHxX
Ditempat lain, Toshiro nampak sedang bersiap tidur. Dia nampak sedang membaca novel Sherlock Holmes yang dia baca tadi untuk kedua kalinya. Dia serius membaca hingga…
Piiiiiiip… Piiiiiip… Piiiiiip…!
Toshiro merogoh saku bajunya. 'Hmm… Perintah ya… Ngg, lokasinya…' Mata Toshiro serasa mau keluar dari tempatnya. "Gawat…"
XxBLEACHxX
Piiiiiiip… Piiiiiip… Piiiiiip…!
"Hah? Siapa, tuh, yang main game? Berisik banget!" kata Ichigo. "Ah, sudahlah… Aku mau-"
BRAAAAAAAAAAAAAAK!
"KUROSAKI!"
"HUWAAAAAAAAAAAA!" teriak Ichigo kaget karena tiba-tiba terdengar pintu terbuka dibelakangnya diiringi dengan suara cempreng Toshiro (author dicekik). Oh, maaf, maksudnya suara merdu (?) Toshiro… Ichigo menoleh kebelakang. Kaget melihat Toshiro yang muncul dari lemarinya. "TO-TOSHIRO? KOK, DISINI? SEJAK KAPAN?"
Toshiro segera memakai sarung tangannya. "Tidak ada waktu lagi."
"Ha-hah? Ada hollow? Where? When? How? Why?"
"NOW… AND RIGHT HERE!" seru Toshiro yang dengan lincah menjauhkan Ichigo dari kasur sekaligus mengeluarkan jiwa shinigami Ichigo. "Cepat! Incar kepalanya!"
"HEYAAAH!" Ichigo langsung menebas topeng hollow tersebut. Namun, karena belum terbiasa, tebasan itu dangkal. Sehingga topeng tersebut pecah dan menampakkan wajah dibalik topeng itu. Ichigo terbelalak. "A-apa? Kau, kan?"
Hollow tersebut meraung dan kabur. Toshiro langsung menarik Ichigo. "Ayo, kejar!"
"Tu-tunggu! Itu tadi, kan, kakaknya Inoue?"
"Sudah pernah kujelaskan, kan? Hollow itu dulunya jiwa manusia biasa!"
Ichigo terbelalak. "Jadi, alasan kenapa harus menyerang dari belakang…"
"Ya, selain mudah… Itu juga agar kau tidak mengetahui identitas hollow…" ucap Toshiro. "Kesimpulannya Inoue dalam bahaya! Cepat! Sisanya aku terangkan dalam perjalanan!"
XxBLEACHxX
"Lho? Kok, tiba-tiba bonekaku jatuh?" seru Orihime.
Tatsuki, yang sedang main ke apartemen Orihime, menoleh. "Hah? Kamu naruhnya salah kali!"
"Yaaaaaaah! Sobek! Kejam!" keluh Orihime saat melihat bonekanya tersayat. "Eh, lho? Darah? KYAAAAAAAAAA!"
Tiba-tiba sebuah tangan raksasa mendorong Orihime hingga jiwanya lepas dari tubuhnya. Tatsuki yang tidak tahu apa-apa tersentak. "Orihime! A-ada apa? UAAAAAARGH!" Tatsuki terpental karena pukulan dari hollow yang menyerang Orihime.
"Ta-Tatsuki-chan!" seru Orihime. Tanpa memperdulikan nafasnya yang sesak akibat dari jiwanya yang keluar dari tubuhnya, Orihime mendorong kaki hollow tersebut. Setelah berhasil dia langsung mendekati Tatsuki. "Tatsuki-chan! Ayo, lari! Cepat!"
"Percuma, Orihime… Dia tidak bisa mendengar dan melihat kita…" kata si hollow.
Orihime tersentak. Ditatapnya hollow tersebut. "Ka-kau tahu namaku?"
"Apa kau lupa dengan suaraku, Orihime?"
Seketika Orihime terbelalak. Dia langsung teringat dengan seseorang. "…ka-kakak?"
XxBLEACHxX
"Hah? Jadi, hollow menyerang saudara sedarahnya?" teriak Ichigo. Saat ini dia sedang berlari (atau lebih tepatnya melompat) dari atap ke atap dengan Toshiro berada di punggungnya. "Kukira hollow itu menyerang siapa saja!"
"Bukan, lebih tepatnya, hollow yang menyerang siapa saja itu adalah… hollow yang sudah membunuh dan memakan jiwa keluarganya sendiri…" terang Toshiro tenang. "Lalu ada satu poin penting untuk diingat, Kurosaki. Hollow memakan jiwa bukan karena lapar, tapi untuk lari dari penderitaan. Sehingga, mereka mencari orang yang sangat mereka cintai dikehidupan sebelumnya…"
"Jadi, itu yang membuat adanya berita bahwa bila salah satu dari suami-istri meninggal, maka yang lain akan menyusulnya tak lama setelahnya?" celetuk Ichigo.
Toshiro mengangguk. "Ya, contohnya seperti itu. Lagipula luka lebam dikaki Inoue itu, bekas dari cengkraman hollow…"
"Eh?"
"Makanya, aku tanya apakah Inoue punya keluarga… Dan kau bilang dia punya kakak yang sudah meninggal. Itu sudah jelas… Inoue, pasti Inoue yang diincar!"
"Kalau begitu kita harus cepat!"
"Iya, ayo, yang cepat!"
"Eh, tapi, ngomong-ngomong kenapa kau mengambil baju Karin? Terus kenapa kau ada dilemariku, hah?"
Toshiro mendengus. "Soalnya hanya baju adikmu yang bernama Karin itu yang lebih mirip baju cowok! Lagipula ukuranku sama dengannya!" Toshiro berhenti sejenak. "Oh, kau ingin melihatku memakai baju adikmu yang satunya ya? Hmm? Hmm?"
Wajah Ichigo memerah. "U-urusai! Sekarang cepat jawab pertanyaan yang satunya!"
"Sebenarnya aku juga tidak mau. Aku punya uang buat nginap di hotel! Tapi…"
"Tapi?"
'Tapi, Soul Society akan curiga kalau aku tiba-tiba menarik uang dalam jumlah besar secara tiba-tiba…' batin Toshiro. "Tapi… Yaah, aku ingin saja… Lebih nyaman disana. Aku tidak butuh tempat luas, kok."
Ichigo menatap Toshiro. 'Sepertinya… bocah ini menyembunyikan sesuatu…'
"Ada apa, heh, maho? Dari tadi memandangiku terus?"
"GUE BUKAN MAHO!"
XxBLEACHxX
"I-ini benar-benar Nii-san?" tanya Orihime kepada monster dihadapannya. "Ke-kenapa, Nii-san? Kenapa Nii-san menyerang Tatsuki-chan?"
"Sudah jelas! Karena dia yang memisahkanku darimu!" ucap monster a.k.a kakak Orihime itu. "Sebelumnya, kau selalu rajin berdo'a untukku… Tapi, sejak bertemu gadis itu… Kau menjadi jarang berdo'a untukku. Kalau pun berdo'a, kau hanya membicarakan gadis itu atau bocah bernama Kurosaki Ichigo tersebut!"
Orihime terbelalak. "Bu-bukan! Bukan begitu… Nii-san!"
"BERHENTI KAU!" teriak Ichigo. Dia masuk lewat jendela dan langsung berdiri dihadapan Orihime. "Kalau kau mau bunuh Inoue, langkahi dulu mayatku!"
"Ku-Kurosaki-kun?" seru Orihime kaget. "Wah, iya, benar! Ku-Kurosaki-kun, kan?"
Sekarang jadi Ichigo yang kaget. "Lho? Inoue, kau bisa melihatku?"
"Hah?" heran Orihime. "Jelas, kan?"
Ichigo makin kaget. 'Apa? Bukannya kata Toshiro shinigami tidak bisa dilihat manusia biasa?' pikir Ichigo. Hollow kakak Orihime langsung menjawab pertanyaan Ichigo.
"Sudah pasti, kan? Itu jiwanya." Hollow kakak Orihime itu menatap Ichigo. "Jadi, Orihime… sudah mati…"
Jantung Ichigo rasanya langsung berhenti. "A-apa?" Ichigo menggeram. Tangannya mencengkram erat zanpakutounya. "KAU… SIAAAAAAL!"
TRAAAANG!
Tangan hollow tersebut berubah menjadi sisik. Membuat Ichigo tidak bisa memotongnya. "Cih!" Ekor hollow yang kini melayang ke arah Ichigo dan membuatnya terlempar dan menjebol dinding.
Toshiro, yang menunggu dilantai bawah, langsung menatap ke atas. "KU-KUROSAKI! Eh? Lho, lho, lho? UGYAAAAAAA!" jerit Toshiro histeris saat melihat tubuh Ichigo akan jatuh ke arahnya.
GABRUUUUUUUK!
Ichigo dengan sukses jatuh menimpa Toshiro. Padahal jika menggunakan rumus projectile motion, hal ini tidak mungkin (lho? Nyambung ke fisika?). Toshiro mengerang kesakitan karena tubuhnya yang berukuran imut-imut itu ditindih oleh Ichigo yang jelas berat badannya nyaris 2 kali lipatnya Toshiro. Shinigami ini berusaha bangkit. Begitu berhasil, dia langsung menampar-nampar Ichigo hingga sadar.
PLAK! PLOK! PLAK! PLOK!
"Bangun loe, Kurosaki! Main jatuh aja! Elo kira gue kasur busa, apa? Heh! Bangun! Keburu jadi hollow, tuh, si Inoue! F****NG WAKE UP, YOU B**CH!" teriak Toshiro emosi. Saking emosinya, Toshiro sampai ngumpat-ngumpat yang tentu saja umpatannya sudah author sensor dengan sesat dan nggak benar (lho?).
Ichigo tersadar. "To-Toshiro? Ah, maaf! Aduh! Please! Udah, dong, namparnya!"
"Gue belum puas! Seperti nama band Avenged Sevenfold, pembalasan harus dilakukan 7 kali lipat lebih kejam!"
"Iya, ntar aja dirumah elo tampar gue sampai puas!"
"Eh, Kurosaki! Jangan lupa bukakan pintu kamarnya!"
"Iya, iya!" ucap Ichigo. Dia segera bangkit dan menuju ke kamar Orihime lagi. Di kamar itu, dia melihat kakak Orihime yang berwujud hollow itu sudah mencengkram Orihime dan mencekiknya. Dia mencekik Orihime sambil terus menggumamkan bahwa Orihime adalah miliknya, jadi dia berhak melakukan apa saja.
Ichigo langsung memotong tangan hollow itu. "Heh! Kau tahu kenapa kakak lahir lebih dulu? Itu adalah untuk… melindungi adiknya yang lahir belakangan! Jadi…" Ichigo mengarahkan zanpakutounya ke hollow kakak Orihime. "Kakak yang berani menyakiti adiknya, sama sekali nggak pantas dipanggil kakak, tahu!"
"Ka-kau! Kau tak mengerti, Kurosaki Ichigo!" kata kakak Orihime. "Aku sudah membesarkan Orihime! Memberinya makan, pakaian, dan rumah… Orihime adalah milikku! Aku hidup untuk Orihime! Jadi, Orihime harus mati demi aku!"
Hollow itu melesat ke arah Orihime sebelum Ichigo berhasil menghentikannya. "Ah! Sial! Inoue, lari!"
Set!
Orihime memeluk kakaknya. Membuatnya hampir termakan oleh kakaknya. Darah mengucur dari tubuhnya yang terkena gigitan besar kakaknya itu. Semua yang berada diruangan itu tercengang.
"Maaf, Nii-san…" bisik Orihime. "Awalnya aku terus berdo'a, terus menyesali apa yang terjadi… A-aku… Pada akhirnya aku sadar bahwa semua itu akan hanya membuat Nii-san sedih. Karena itu, aku… Aku ingin menunjukkan, bahwa aku bahagia. Agar Nii-san tidak cemas…"
"Orihime…" bisik kakak Orihime. Tatapan matanya melembut.
"Nii-san, maafkan aku… Aku tidak tahu kalau… itu malah… membuat kakak kesepian… Aku… sayang… sayang sekali… dengan… Nii…-san…"
BRUK!
"I-Inoue!" jerit Ichigo panik saat melihat Orihime ambruk. Kakak Orihime juga ikut panik. Dia terus-terusan memanggil nama Orihime, adiknya tercinta.
"Tenang, Kurosaki!" teriak Toshiro yang baru saja memanjat jendela kamar Orihime. Dia nampak tersengal-sengal karena harus memanjat dengan susah payah. "Haah… Haaah…! Rantai karmanya… Haaah… Haaah… Masih ada… De-dengan kidouku, masih bisa… kembali… Haaah… Haah!"
"To-Toshiro! Elo nggak apa-apa?"
"Baka! Sudah kubilang, kan! Bukakan pintunya! Haah… haaah…! Kau pikir memanjat dari bawah ke sini mudah?" Toshiro segera menuju Orihime. "Kau minggir saja!" perintahnya pada hollow kakak Orihime. Toshiro mulai menyembuhkan luka Orihime.
"A-aku… apa yang telah kulakukan?" gumam kakak Orihime.
"Iya! Lihatlah jepit dirambut Inoue, itu pemberianmu, kan?" ucap Ichigo. "Dia pernah bilang kalau itu pemberian darimu. Makanya dia pakai setiap hari."
"A-aku…" Kakak Orihime tiba-tiba mengambil zanpakutou Ichigo.
Ichigo langsung panik. "O-oi! Apa yang kau-"
ZRAAAAAAZH!
Kakak Orihime melukai topengnya sendiri dengan zanpakutou Ichigo. "Kalau aku tetap begini, cepat atau lambat, aku akan menyakiti Orihime lagi…"
"E-eh… Tapi…!" tahan Ichigo.
"Sudah, Kurosaki…" kata Toshiro. "Memotong hollow bukannya membunuh hollow. Tapi, membersihkan dosanya… Agar bisa ke Soul Society…" Toshiro menatap Ichigo. "Itulah, maksud dari tugas kami, para shinigami."
"Syukurlah…" Hollow itu menatap Orihime. "Sayonara, Orihime…"
Orihime membuka matanya. "Selamat jalan… Nii-san…"
XxBLEACHxX
"Oh, jadi yang tadi malam kau pakai itu alat pengganti ingatan?" kata Ichigo.
Toshiro mengangguk. "Iya, ingatan mereka soal tadi malam akan diganti dengan ingatan yang lain. Sehingga kita tidak ketahuan. Bisa repot jika sampai ketahuan, tahu!"
Ichigo menatap ke arah Orihime dan Tatsuki yang sedang heboh menceritakan bahwa tadi malam apartemen Orihime dijebol oleh pesumo. "Hmm… Jadi, keluargaku dulu juga dikasih?" 'Pantesan mereka dulu aneh!'
Lagi-lagi Toshiro mengangguk. "Efektif, kan?"
XxBLEACHxX
= OMAKE =
"Haah… Selesai juga ya tugasnya… Tidur, ah…" kata Ichigo sesampainya dikamar. Dia dan Toshiro baru saja pulang dari apartemen Orihime. Saat kepala Ichigo tinggal beberapa inci menyentuh bantal, sesosok tangan mencengkram kerah bajunya. Tangan itu menyeretnya bangun dan membuat wajahnya langsung menatap wajah si pemilik tangan. "Toshiro! Apaan, sih? Ngantuk, nih!"
"Jangan bilang… kau lupa janjimu, Kurosaki Ichigo…" ucap Toshiro.
"Janji? Oh?"
Ichigo teringat dengan omongannya tadi. "Iya, ntar aja dirumah elo tampar gue sampai puas!" Wajah Ichigo langsung horror. "Eh, mmm…"
"Ufufufu, bersiaplah," kata Toshiro sambil menyiapkan tangannya.
"E-ehehehe… GYAAAAAAAAAAA! AMPUN, TOSHIRO! A-AMPUN! SOMEONE, PLEASE HELP ME!"
Keesokan harinya, bisa kita lihat Ichigo telah tepar dengan wajah yang tidak berbentuk dan terus menggumam 'ampun'… Ichigo pun dibawa ke RSJ Karakura karena trauma yang berat. Bleach tamat dengan akhir yang bahagia~ (WTF?)
= OMAKE SESSION : END =
4869fans-nikazemaru : "TAK PERLU BASA-BASI LAGI! JANGAN LUPA REVIEW YA!" (lambai-lambai tangan)
