InterClan Rivaly
Diclaimer © Masashi Kishimoto
Pairing : SasuSaku, GaaSaku, XxxSaku
Rate : T/M
Genre : Romance, Fantasy, Mystery, Spiritual
Warning : OOC, OC, Typo, Gaje, Abal, Sampah, dll
Summary :Persaingan antar Clan Uchiha dan Uzumaki. Siapakah yang akan memenangkannya? Lalu bagaimana dengan Vizzxia darah keturunan Uchiha-Uzumaki yang harus di musnahkan? Dan bagaimana dengan kalung 'Infern Luxibolus' yang ditemukan oleh Namikaze Naruto yang ternyata mata kalung itu adalah lambang kerajaan penguasa iblis?
If you don't like, don't read~
.
.
.
2a Class, Konoha High School.
Kelas ini terlihat sangat berisik, banyak yang mengobrol, banyak yang bercanda-ria, dan lain-lain. Tapi, mungkin hanya dua orang yang sedari tadi diam. Siapa lagi kalau bukan, Sasuke Uchiha dan Sakura Uchiha.
BRAK
Terdengar pintu terbuka, dan terlihatlah sosok lelaki bermasker yang berada tepat di depan pintu.
Tap tap tap
Lelaki itu melangkah masuk ke dalam kelas, dan menuju ke depan kelas.
"Selamat pagi, anak-anak!" sapa Kakashi dengan semangat.
"Pagi, sensei!" balas anak-anak yang berada di dalam kelas, kecuali Sasuke dan Sakura. Mereka hanya memandang malas sosok lelaki yang sekarang berdiri di depan kelas.
"Baiklah, anak-anak! Kelas ini kedatangan dua murid baru." Jelas Kakashi. Terdengar bisik-bisik para siswa dan siswi saat Kakashi menjelaskan tentang dua anak murid baru.
"Ehm!" Kakashi sedikit berdehem, "Kalian berdua yang di luar, silahkan masuk!" perintah Kakashi sedikit berteriak.
Terdengar pintu di buka, sontak semua mata murid kelas ini melihat ke arah pintu yang terbuka.
Kedua pemuda itu berjalan dengan santai menuju ke depan kelas. Satunya dengan wajah dingin, sedangkan yang satunya lagi berwajah ceria.
"Kenalkan diri kalian," perintah Kakashi.
"Nama saya, Uchiha Gaara." Kata pemuda berambut merah, dengan tato 'Ai di dahinya.
Terlihat Kakashi melirik malas ke arah Gaara.
"Nama saya Uzumaki Nagato! Salam kenal, semuanya!" kata lelaki bernama Nagato dengan semangat.
Gaara yang melihat itu hanya menatap Nagato sinis.
"Kyaaa tampan!"
"Kyaaa imut nyaa!"
"Baik. Uchiha Gaara, anda duduk di depan Uchiha Sasuke, dan Uchiha Sakura." Perintah Kakashi sedikit sinis. "Dan Uzumaki Nagato," terlihat saat memanggil nama Nagato menjadi ramah kembali, "Anda duduk dengan Uzumaki Pain," perintah Kakashi dengan ramah.
"Hn," balas Gaara dengan singkat.
"Baik, sensei!" balas Nagato dengan senyuman lebar di wajahnya.
Gaara melangkahkan kakinya menuju tempat duduk nya. Lalu ia mendudukan dirinya di kursinya.
Sedangkan Nagato, ia melangkahkan kakinya menuju tempat duduk nya. Ia mendudukan dirinya ke kursinya.
"Hei, Pain!" sapa Nagato.
"Yo, Nagato!" balas Pain dengan senyuman lebar di wajahnya.
"Jadi, bagaimana dengan rencana yang di beri tahu oleh Salgira Queen?" kata Nagato sambil berbisik.
Pain menyeringai, "Ya, pasti kita bisa mengalahkan Uchiha itu. Lagipula, para Uchiha di sekolah ini, sangat dikit." Balas Pein dengan nada yang sedikit meremehkan.
"Yeah, kau benar." Kata Nagato menyeringai kecil.
Sasuke, Sakura, dan Gaara berjalan bersama-sama di sepanjang koridor sekolah. Beberapa sepasang mata menoleh ke arah tiga Uchiha itu. Dan akhirnya, mereka langsung terpesona dan histeris.
Tiba-tiba, datanglah ketiga orang "Pengganggu" dari arah yang berlawanan. Siapa lagi kalau bukan, ketiga Uzumaki yang menyebalkan.
Sasuke menatap Pain dengan tatapan tajam dan dingin.
Sakura menatap Konan dengan tatapan sinis dan menusuk.
Sedangkan Gaara, ia menatap Nagato dengan tatapan datar, dan dingin.
Sedangkan ketiga Uzumaki itu hanya mengeluarkan seringai iblisnya.
Mereka semua saling mengeluarkan aura membunuh, yang membuat anak-anak yang di sekitar mereka langsung pergi untuk menjaga keselamatan.
"Hai Sakura! Kau semakin cantik, ya." Kata Pain dengan memberikan senyuman manis ke arah Sakura.
"Ya, terilahat manis." Lanjut Nagato dengan senyuman lebarnya.
Sedangkan Sakura yang mendengar itu hanya mendengus, dan menatap tajam ke arah mereka berdua.
Sasuke, dan Gaara yang mendengar itu hanya menatap mereka berdua dengan tatapan dingin, dan menusuk.
"Sasuke-kun, Gaara-kun, kalian semakin tampan, dan keren!" kata Konan dengan senyuman manisnya.
Sakura yang mendengar itu hanya menatap sinis ke arah Konan, sedangkan Konan yang melihat tatapan itu hanya menyeringai senang.
"Cukup basa-basinya, Uzumaki!" kata Sasuke dengan dingin.
"Cih, kau diam saja, Uchiha!" balas Pain, sambil menunjuk Sasuke. "Hah.. Sakura, kau sangat cantik. Tapi, kau dari Clan Uchiha itu. Kalau kau berasal dari Clan Uzumaki sepertiku, pasti kau sudah menjadi milikku." Kata Pain menyeringai.
"Kau..!" terlihat Sasuke, dan Gaara mengepalkan kedua tangannya. Kedua iris mata mereka berubah menjadi semerah darah. Wah, sepertinya mereka cemburu karena Pain yang sedari tadi menggoda Sakura.
"Sasuke, Gaara.. kalian kenapa jadi marah, sih?" kata Konan dengan seringainya.
Sakura yang mendengar itu pun kesal, kedua iris matanya berubah menjadi semerah darah.
Sepertinya ketiga Uchiha itu sedang mengeluarkan Sharingannya.
Sedangkan ketiga Uzumaki itu hanya menyeringai, kedua iris mata mereka berubah menjadi Violet.
Terlihat ada api yang menyala-nyala di masing-masing telapak tangan ketiga Uchiha itu. Dan terlihat air bening yang keluar dari masing-masing telapak tangan ketiga Uzumaki itu.
Mereka sudah menyiapkan diri mereka untuk saling menyerang. Baru saja ingin saling menyerang, aksi mereka sudah di hentikan oleh guru baru mereka, Uzumaki Kakashi.
"Apa-apaan ini!" bentak Kakashi kepada ketiga Clan Uchiha dan Clan Uzumaki yang berada di hadapannya.
"Jangan ikut campur!" desis Sasuke dingin.
"Kenapa? Saya juga berasal dari Clan Uzumaki." Balas Kakashi dingin.
"Dasar guru tidak tau diri!" kata Sakura dingin.
"Cih, pengacau!" kata Gaara dengan sinis.
Para Uchiha yang merasa terganggu atas kehadiran Kakashi, pun memasuki kelas mereka.
"Pain, Konan, Nagato.. kalian tidak apa-apa?" tanya Kakashi khawatir.
"Tidak apa-apa, sensei." Balas mereka. Lalu, ketiga Uzumaki itu memasuki kelas mereka, begitu pula dengan Kakashi.
2c Class
"Dikabarkan, besok akan di adakan 'Clan Contest' jam 7 malam, di Ballroom. Yang ingin mengikuti acara ini, tolong memakai pakaian khas Clan kalian masing-masing. Nanti yang mengikuti acara ini akan di test. Clan yang terbaik, itulah pemenangnya! Pemberitahuan yang lebih lengkap, ada di mading sekolah." Jelas Kakashi panjang lebar.
Terdengar bisik-bisik memenuhi ruangan kelas saat Kakashi menjelaskan tentang 'Clan Contest'.
"Anak-anak harap tenang!" teriak Kakashi, sehingga murid-murid menjadi tenang. "Ehm," Kakashi berdehem, "Clan yang wajib mengikuti 'Clan Contest' adalah Clan Uchiha, Clan Uzumaki, dan Clan Hyuuga. Yang lainnya, silahkan daftar sendiri." Jelas Kakashi.
Terlhat di sepanjang koridor sekolah seorang dua Uchiha sedang bercakap-cakap, meninggalkan Uchiha lain yang sedang kesal.
"Sakura, nanti pulang sekolah ada acara, nggak?" tanya seorang pria tampan berambut merah, Uchiha Gaara.
"Nggak," balas Sakura datar, "Kenapa?" tanya Sakura.
"Temani aku ke suatu tempat," kata Gaara.
"..."
"..."
"Terserah," balas Sakura cuek.
"Pulang sekolah, ya." Lanjut Gaara.
"Hn,"
Tiba-tiba seorang pria berambut Raven menghampiri mereka berdua.
"Sakura, pulang bareng, yuk." Kata Sasuke to the point.
"Aku udah janjian sama Gaara," balas Sakura sedikit menyesal. Terlihat mata Onyx nya menatap tajam ke arah Gaara.
"Hn, terserah." Balas Sasuke dingin.
Terlihat Gaara menggandeng tangan Sakura, ia mengajak pergi Sakura dengan mobil mewahnya.
Tanpa di sadari, sepasang mata Onyx sedang memperhatikan mereka berdua. Uchiha Sasuke, melihat mereka dengan geram. Kedua iris matanya sudah berubah menjadi merah. Ia pun mengikuti Gaara, dan Sakura dengan mobilnya.
"Sial, lihat saja kau, Gaara. Kencanmu tidak akan berjalan lancar." Desis Sasuke dengan seringai dinginnya.
Gaara membawa Sakura ke taman bermain. Dan tentunya taman bermain itu sangat indah. Sambil menggandeng tangan Sakura, Gaara sedang ingin mengatur detak jantungnya yang sedari tadi berdetak kencang.
"Sakura, apa kau mau Ice cream?" tanya Gaara datar.
"Ya," balas Sakura singkat.
"Yasudah, kita beli Ice Cream." Kata Gaara sambil tersenyum tipis.
Gaara pun membawa Sakura ke kedai Ice cream yang berada di taman bermain itu.
Sesampai di kedai ice cream..
"Mau rasa apa?" tanya penjual ice cream itu. Gaara menolehkan kepalanya ke arah Sakura, "Kamu mau ice cream rasa apa?" tanya Gaara.
"Strawberry." Balas Sakura datar.
"Pak, Ice cream Strawberry nya dua." Kata Gaara datar.
Penjual ice cream itu terlihat sedang membuat ice cream yang di pesan Gaara.
"Ini ice cream strawberry nya," kata Penjual ice cream itu sambil memberi ice cream ke Gaara, dan Sakura. "Wah kalian pasangan serasi, ya.. kapan-kapan datang lagi, ya! Dan semoga hubungan kalian lancar." Kata Penjual itu sambil tersenyum menggoda. Sepertinya Penjual ice cream itu sok tau tentang hubungan Gaara dan Sakura.
Gaara, dan Sakura hanya memasang ekspresi stoic nya, tapi tetap saja terlihat semburat kecil di kedua pipi mereka.
Sasuke yang sedari tadi mengawasi mereka langsung kesal saat mendengar kata-kata Penjual ice cream itu.
"Penjual sok tau! Apaan tuh, mereka gandengan tangan! Terus tadi penjual sok tau itu malah bicara yang aneh-aneh, cih!" desis Sasuke kesal.
Terlihat Gaara, dan Sakura duduk di tempat duduk yang panjang. Mereka duduk berdua dengan canggung. Beberapa menit kemudian, ice cream mereka sudah habis.
'Hari ini, Sakura terlihat semakin cantik.' Batin Gaara.
DEG
Gaara merasa kedua pipinya menghangat, jantungnya pun semakin cepat berdetak. Sakura yang merasakan ke anehan yang ada di dalam diri Gaara pun langsung menolah.
"Gaara, kau kenapa? Wajahmu merah, kau sakit?" tanya Sakura khawatir.
"Aku tidak apa-apa." Balas Gaara dengan muka stoic nya.
"Hari ini kau sedikit berbeda, aku suka." Kata Sakura dengan santai.
DEG
BLUSH
"Su-suka?" terlihat kedua pipi Gaara sedikit memerah. Oke, mungkin hari ini Gaara terlihat OOC sekali.
"Iya. Suka sebagai teman, kan?" balas Sakura dengan santai. Terlihat semburat merah di pipi Gaara menghilang, dan berubah menjadi datar.
"Oh,"
"Mengagetkan saja, aku kira.." gumam Gaara secara tidak sadar. Dan gumaman itu masih dapat di dengar oleh Sakura.
"Hah? Apa?"
"Aa.. tidak apa-apa." Balas Gaara. Sakura menaikan sebelah kedua alisnya dan memandang Gaara datar.
Sasuke yang dari kejauhan melihat itu hanya menyeringai senang, "Untung saja Sakura hanya menganggap kau teman. Rasakan!" kata Sasuke dengan seringainya.
Terlihat Gaara, dan Sakura saling pandang.
DEG DEG
Degup jantung Gaara semakin berdetak kencang, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Sakura. Tangannya menggenggam tangan Sakura dengan lembut.
Semakin dekat..
Sasuke yang melihat itu hanya membelalakan kedua mata Onyx nya, "Apa-apaan itu! Aku harus cepat, sebelum terlambat!" kata Sasuke kesal. Lalu, Sasuke keluar dari tempat persembunyiannya, dan berjalan ke arah mereka dengan santai.
"Ehm!" Sasuke berdehem. Terlihat Gaara, dan Sakura terkejut akan suara itu, sontak mereka langsung menjauhkan diri mereka sambil memasang wajah datar mereka kembali.
"Kau.. sedang apa kau di sini?" desis Gaara dingin.
Sasuke mendengus, "Ini tempat umum, aku tidak sengaja bertemu kalian. Tadi, kalian sedang apa?" tanya Sasuke santai, padahal di dalam hatinya sudah mencaci maki Gaara.
"Kami tidak melakukan apa-apa," balas Gaara datar.
"Hn," lanjut Sakura.
"Itu.. tangan?"
Dengan Stoic Cool, Gaara dan Sakura saling melepaskan tangan mereka yang sedari tadi saling bertautan.
'Memangnya aku tidak tau. Kau pasti sengaja mengacaukan kencanku dengan Sakura, kan?' batin Gaara kesal.
Sasuke menjatuhkan dirinya di kursi yang sedari tadi diduduki oleh Gaara dan Sakura. Ia duduk di sebelah Sakura.
Terlihat Sasuke menggengam tangan Sakura, "Kalian ini seperti sepasang kekasih, padahal kalian ini teman. Mungkin, di mata orang lain kalian tampak pasangan serasi. Tapi, bagiku.. tidak." Kata Sasuke sambil menatap tajam ke arah Gaara.
Gaara yang mendengar itu hanya membalas dengan tatapan sinis.
"Sakura, sekarang pulang bersamaku, ya." Kata Sasuke. Terlihat Sakura ragu, ia melirik ke arah Gaara, tak lama kemudian ia mengangguk.
"Gaara, aku pulang bersama Sasuke, ya?" tanya Sakura. Gaara yang melhat itu hanya memasang wajah dinginnya, "Hn," balas Gaara. Ia pun langsung pergi meninggalkan mereka berdua, dan Sasuke.. ia sedang menyeringai.
Sasuke menuntun Sakura untuk memasuki mobil nya. Sesudah itu, mobil itu melaju dengan kencang.
Mobil mewah itu sekarang berhenti di depan rumah mewah dan megah. Sakura dan Sasuke pun turun dari mobil.
"Thanks, sudah mau mengantarku." Kata Sakura.
"Hn,"
Hampir Sakura ingin membalikan tubuhnya, tapi tangan Sasuke menahannya. "Tunggu,"
Sakura berbalik, dan memandang bingung Sasuke, "Apa?"
Chuu~
Sasuke mencium pipi Sakura dengan cepat, ia pun langsung masuk kedalam mobilnya, "Bye, Sakura." Mobil itu pun melaju dengan cepat, meninggalkan Sakura yang masih mematung di sana.
"Mereka berdua hari ini aneh," kata Sakura yang sudah kembali sadar dari pikirannya, "Ck, sudahlah." Ia pun memasuki rumah nya, menghiraukan desiran aneh di dadanya.
"Sakura.. aku tidak akan pernah mau membiarkan kalau Gaara mendekatimu, karena kau.. hanya milikku."
.
.
.
TBC
Anon: kan udh ada di Warning kalau ini sampah. Kalau udh tau sampah, ga usah di baca :p
Flamer: insyaf? Hm.. mungkin.
Doremi saku-chan: ada
Karasu Uchiha: terserah.
Terserah apa kata kalian, ini fict Cuma buat nyoba-nyoba aja
Review?
Flame?
