Author : Melody-Cinta
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Genre : Romance (Pas nggak ya? =.=a)
Pairing : Tenten x Neji H.
A/N : Mungkin bakal ada slight..
--
Beautiful Tenten
Chapter 1 : Clothes & Hair
--
"Oke, kita sampai!!" ujar Ino saat mereka sudah turun dari Taksi. Sekarang, mereka sedang berada di salah satu mall di konoha. Namanya Konoha Village atau KonVille. Memang tidak terlalu besar sih, tapi semua yang mereka butuhkan ada disini.
"Nah, ayo kita masuk!" Sakura menarik tangan Tenten masuk ke dalam mall itu. Mereka mengikuti Ino kedalam sebuah butik pakaian.
"Selamat datang! Silahkan lihat-lihat!" seorang SPG menyapa Ino dkk. Ino hanya tersenyum dan mulai berjalan kearah deretan baju-baju dress.
"Nah, ini kelihatannya bagus untuk permulaan. Jangan langsung ke feminim, pelan-pelan saja. Jadi, warna kuning cocok untuk permulaan. Nih, pakai!" Ino menyodorkan baju terusan berwarna kuning. Baju itu panjangnya selutut, dengan sedikit lengan dan gambar bunga-bunga matahari.
Tenten mengambilnya dengan gemetar. "Baju apa ini? Ya ampun, kalau aku pakai baju seperti ini, apa tidak terlihat aneh?" Tenten melihatnya dengan aneh. Dia biasanya hanya memakai kaos oblong, jaket funky sama celana jeans saja. Lalu, sekarang disuruh pakai baju terusan?
Sakura menggeleng. "Tidak aneh kok, Tenten. Itu justru cocok. Sangat cocok. Ayolah, kau pakai itu ya~?" Sakura mulai merayu Tenten dengan gaya kekanak-kanakannya. Tenten pun menghela nafas pasrah.
"Iya, akan aku coba." dan dia pun berjalan masuk ke dalam ruang ganti. Tidak berapa lama kemudian, Tenten kembali keluar dengan baju yang dibawanya tadi. "Bagaimana? Aneh, kan? Sudah kubilang aneh~" Tenten mulai menunjukan baju itu kepada kedua temannya.
Ino dan Sakura yang tadinya bengong langsung menggeleng cepat. "Itu bagus, tau! Kau menyesal kalau melepas itu! Baju itu sangat cocok ditubuhmu! Aku jadi iri~" Sakura memuji dengan kesan mengancam.
"Iya. Kau sangat cantik memakai itu. Nah, sekarang lepas. Kau akan mencoba baju-baju ini!" Ino memperlihatkan beberapa baju yang sangat feminim—bagi Tenten—kepada Tenten.
"Eh? Masih ada lagi?" tanya Tenten. Dengan pasrah dia mencoba semua baju-baju itu dengan rasa kesal sekaligus pasrah.
***
"Haaah! Akhirnya selesai juga. Aku pegal memakai dan mencopot baju terus!" Tenten meregangkan kedua tangannya. "Nah, sekarang kita ingin kemana?" tanya Tenten dengan santai pada Ino.
Ino memperhatikan Tenten. "Hmm.. Rambutmu sepertinya kurang feminim. Apa itu? Model cepol dua? Jelek! Rambutmu harus sedikit.. ya.. mungkin digerai atau dikeriting.." ujar Ino sambil menopang dagu melihat Tenten.
"Kalau begitu kita akan ke salon! Ayo, aku tau salon yang bagus disini!" Sakura menarik tangan kedua temannya. Seperti biasa, mereka hanya menurut saja. Bagi Tenten sih, yang penting dia bisa jadi feminim dan disukai Neji. Itu sudah cukup.
"Selamat datang!" lagi-lagi, mereka disambut dengan ramah.
"Ah, terima kasih atas sambutannya. Ano, kita ingin membuat rambut teman kita ini jadi bagus dan feminim. Bisa anda lakukan?" tanya Sakura dengan senyum ramah.
"Ah, itu masalah gampang. Sini, biar aku yang tangani. Aku adalah hair stylist disini. Rambut temanmu akan jadi feminim dan lebih terlihat seperti perempuan." ujar seorang laki-laki dengan masker dan rambut putih. Entah dicat atau dia memang sudah tua. Laki-laki itu mendekat Ino dkk. "Oh, ya, namaku Kakashi Hatake. Senang bisa bekerja untuk kalian."
"Ah, ya, mohon bantuannya!" Ino dan Sakura berkata bersamaan. Mereka pun menyerahkan Tenten kepada Kakashi. Berharap Kakashi akan memberikan yang terbaik bagi temannya itu.
Minutes later..
"Nah, silahkan dilihat bagaimana hasil karyaku ini!" Kakashi mulai keluar dari ruangan khusus—ruangan dimana dia mempermak Tenten—dibelakangnya sudah ada wanita dengan rambut dikuncir kuda. Tapi rambutnya sangat indah, dengan rambut yang berbentuk spiral. Pokoknya bagus sekali!
"Wah! Benarkah itu kau, Tenten? Kau sungguh cantik!!!" Sakura terpesona akan kecantikan temannya itu. Ino hanya mengangguk setuju. Ino tidak dapat berkata apa-apa tentang penampilan Tenten sekarang.
"Nah, bagaimana dengan hasil karyaku? Bagus bukan?" tanya Kakashi dengan senyum bangga. Ino dan Sakura mengangguk-angguk. "Kalian bisa bayar dikasir. Aku mau pergi sebentar. Ciao!" dan Kakashi pun pergi.
"Apa aku aneh? Penampilan rambut ini sungguh sangat tidak biasa.." Tenten memegang rambutnya yang baru. Kedua temannya menggeleng. "Ah, tapi biarin deh! Yang penting aku bisa dekat dengan Neji!" Tenten menjadi amat sangat bersemangat.
"Sekarang kita ke kasir yuk!" ajak Ino. Sakura dan Tenten pun mengangguk. Mereka pergi kearah kasir.
***
Semua pembayaran ditanggung oleh Ino. Itu sih sudah jelas, Ino kan orang kaya. Jadi dia mempunyai uang yang cukup untuk membayar semuanya.
Dengan sabar, Sakura dan Tenten menunggu Ino dikursi tunggu. Tenten hanya dapat melihat-lihat ke sekitar karena dia tidak ada kerjaan. Beda dengan Sakura yang sibuk dengan HP-nya. Tak disengaja, dia melihat seseorang masuk ke salon itu. Rambutnya berwarna coklat panjang dan mukanya tampak familiar. Ah, dia kan Neji!, pikir Tenten. Dia pun berjalan kearah Neji.
"Hai, Neji!" Tenten menyapa Neji dengan senyum ramahnya. Neji hanya memasang wajah bingung.
"Ah, siapa ya? Apa kita pernah bertemu? Kok tahu namaku?" tanya Neji dengan penasaran. Tenten bengong, apa sebegitu berubahnya aku sampai Neji tidak menyadarinya?, pikir Tenten.
"Aku.. Aku Tenten. Anak basket. Masa lupa? Kita pernah bertemu di sekolah, kok!" jawab Tenten dengan senyum yang mengembang. Muka Neji tampak terkejut.
"Tenten? Bukankah kau itu tomboy, ya? Biasanya kau bergaya maskulin, kan? Kok jadi terlihat feminim sekarang?" Neji melontarkan banyak pertanyaan pada Tenten. Tenten hanya tersenyum.
"Iya. Aku hanya.. em.. ya.. merubah penampilan? Tidak boleh ya?" tanya Tenten dengan muka grogi. Dia takut sekali kalau-kalau ketahuan dia berubah karena Neji.
Neji menggeleng. "Tidak. Hanya saja kau terlihat lebih.."
"Neji!" sebuah teriakan dengan sukses memotong perkataan Neji. Membuat Tenten menjadi sangat penasaran.
"Ah, aku dipanggil. Kapan-kapan kita ngobrol lagi, ya? Bye!" dan Neji pun pergi meninggalkan Tenten sendiri.
"Tenten!" teriak Ino dari belakang Tenten. Menyadarkan Tenten dari lamunannya tentang perkataan Tenten. "Ayo kita pulang. Besok, kau akan kami ajari masalah perempuan." tambahnya lagi. Tenten pun mengangguk dan berjalan keluar Konoha Village. Tadi Neji ingin bilang apa ya?, pikir Tenten penasaran.
Bersambung..
Haha.. Fic gak jelas kayak gini ternyata dapat dilanjutkan juga.. Hm, tahap awal untuk jadi feminim ternyata udah membuat Tenten berubah banyak ya? Aku aja kaget. Tapi gak apa-apa. Itu masih perubahan Tenten diluar doang. Dalemnya belum jadi feminim. Hm, tolong reviewnya ya!
