Konnichiwa minna~ Arigato untuk para senpai dan readers yang udah mau me-review fic pertama hamba yang gaje ini *bow* hamba senang banget udah banyak yang mau ngereview fic ini, baru chap pertama udah ada 12 orang baik yang mau review! *lompat-lompat* *ditendang* hamba jadi tambah semangat ngapdet fic ini cepat-cepat . balasan Reviewnya dibawah ya! Ok, langsung aja ya :D

Summary : Chap 2. "Saku-chan, aku dengar itu." Kata Sasuke yang sedang masuk ke dalam mobil.. Wajah Sakura merona karena Sasuke tidak pernah memanggilnya seperti itu. Hatinya terasa hangat. Mereka pun menuju ke Uchiha Mansion, yang ada di pinggiran Kota Konoha.

Desclaimer :

Naruto © Masashi Kishimoto

Everlasting © Ichikawa Hikaru

Warning : typo, gaje, abal, OOC, lemon masih diproses *kicked*

Enjoy minna~

Chapter 2

Kejadian perkenalan itu sudah 4 tahun yang lalu. Sekarang Sasuke dan Sakura sudah naik ke kelas 5 di Konoha Shogakko. Mereka adalah sahabat sejak saat itu, tapi mereka memiliki hubungan yang cukup aneh. Tidak seperti sahabat yang kebanyakan, mereka sulit untuk mengutarakan keinginan satu sama lain. Entahlah. Sasuke dan Sakura tetap merasa canggung untuk terbuka satu sama lain, padahal mereka sudah 4 tahun berteman.

"Sakura berangkat ya tou-chan!" Sakura berteriak sambil melompat keluar dari mobil sedan ayahnya.

"Belajar yang rajin Saku-chan! Nanti mau tou-san jemput?" Tanya Haruno Kazuki, ayah dari Haruno Sakura.

"Tidak usah tou-chan! Hinata-chan mengajak Sakura main dirumahnya pulang sekolah nanti. Jaa!" Sakura pun berlari masuk kedalam sekolah. Kemudian Haruno Kazuki pun menjalankan mobilnya menuju kantor untuk bekerja.

Sakura POV

Aku melangkahkan kaki ku dengan riang pagi ini. Cuacanya indah, hari di peretengahan musim semi. Aku menyukai daun yang hijau, benih dandelion yang berterbangan, dan tentu saja pohon sakura yang selalu bisa aku nikmati dari jendela kelasku. Aku mencintai musim semi. Semuanya indah.

"Ohayoooo!" teriakku ketika membuka pintu kelas. Ternyata sudah cukup banyak yang datang. Aku berjalan ke bangku yang ada di pojok belakang. Tempat dudukku dan Sasuke-kun. Tapi Sasuke-kun, dia belum datang. Mungkin harus mengantar Aniki kesayangnnya yang sering dia ceritakan itu.

"Sakura-chan!" sebuah suara yang kecil nan halus memanggilku. Akupun menoleh kebelakang.

"Hinata-chan! Baru datang? Dimana Ino-chan?" tanyaku pada Hinata. Biasanya gadis pirang itu sepagi ini sudah ada di sekolah, mengomeli orang-orang yang bertugas piket. Ketua kelas kami, Nara Shikamaru, orangnya sangat pemalas tapi sangat cerdas. Dia memberikan tanggung jawab kebersihan sepenuhnya pada Ino, wakil ketua kelas kami. Ino itu sangat perfeksionis dan cerewet. Jadi dia suka memarahi jika dimatanya pekerjaan membersihkan kelas belum terselesaikan dengan baik.

"Oh, Ino-chan. Dia tidak masuk hari ini. Kemarin pulang kehujanan, dan sekarang demam" kata Hinata sedikit murung. Ini berarti Hinata-chan akan duduk sendiri hari ini.

"Ino-buta no Baka. Harusnya dia tunggu hujan sedikit reda dulu kemarin, baru pulang! Huh padahal kemarin sudah kutawari tumpangan" Aku menggerutu karena kebodohan temanku itu.

"Kenapa Ino-chan tidak pulang bersama mu Sakura-chan?" Tanya Hinata lagi.

"Eng? Katanya dia harus membeli titipan kaa-san nya." Jawabku

"oh begitu"

"Ohayo Sakura-san, Ohayo Hyuuga-san" kata seseorang dari belakangku.

"Ohayo Uchiha-san"

"Ohayo Sasuke-kun! Kenapa terlabat? Biasanya kita datang hampir selalu bersamaan." tanyaku.

"Aku harus mengantar Itachi-nii no baka dulu kesekolahnya. Dia ada kegiatan eskul dulu pagi ini" jawab Sasuke biasa.

"Itachi-nii? Dia ikut eskul apa?" tanyaku penasaran.

"Sepak bola" jawab Sasuke

"Wah pasti keren sekali! Aku sangat suka dengan anak laki-laki yang bisa main bola. Oh! Main gitar juga!" aku berkomentar dengan riang. Tapi tidak ada respon apapun dari Sasuke.

"Ano, Sakura-chan… nanti sore jadi main ke rumahku?" tiba-tiba Hinata bertanya. Aku lupa ada Hinata disana.

"Jadi dong! Aku sudah izin dengan tou-chan tadi." Jawabku sambil tersenyum pada Hinata.

"Sakura, jadi nanti sepulang sekolah kau mau kerumah Hinata?" tiba-tiba Sasuke bertanya padaku.

"Hn. Memang kenapa?"

"Kaa-san menyuruhku untuk mengajakmu makan siang di rumahku setelah pulang sekolah. Tapi sepertinya kau tidak bisa." Katanya lagi. Wah, bertemu dengan kaa-san nya Sasuke? Aku mau sekali! Aku juga ingin berkenalan dengan Itachi, kakak yang selalu diceritakannya sepanjang waktu. Lagi pula Sasuke sudah pernah bertemu dengan kaa-chan, jadi aku ingin bertemu dengan kaa-san nya Sasuke juga. Tapi aku sudah berjanji duluan pada Hinata. Aku tidak enak hati bila membatalkannya hanya karena Sasuke.

"Wah! aku mau sekali! Tapi aku sudah janji duluan sama Hinata, bagaimana ini?" tanyaku bingung.

"Tidak apa Sakura-chan, kau kan sudah sering main saja ya main kerumah ku" kata Hinata lagi. Aku sering bercerita tentang Sasuke pada Hinata, jadi dia tahu kalau aku sangat ingin berkenalan dengan kaa-san dan aniki nya Sasuke. Akupun langsung melemparkan pandangan terima kasih pada Hinata dan merangkul pundak Hinata.

"Benarkah Hinata-chan? Kau tidak keberatan?" tanyaku memastikan lagi, yang hanya dibalas dengan anggukan dan senyuman lembut Hinata.

"Yay! Baiklah Sasu-kun, aku akan makan siang dirumahmu nanti" kataku ceria pada Sasuke.

"Sudah ku bilang jangan panggil aku Sasu-kun!" katanya sambil memelototiku. Wajahnya agak memerah, atau… hanya perasaan ku? Habisnya Sasuke itu kadang bisa dingin sekali. Aku benci sifat dinginnya yang sok. Dia jadi terlihat lebih tua.

"Hehe gomen Sasuke-kun. Jadi aku boleh kerumah mu?" tanyaku memastikan lagi.

"Hn."

TEEEEEEET!

Itu bel masuk kelas, kami mulai duduk di bangku kami masing-masing. Akhirnya Ibiki-Sensei pun memasuki kelas.

"Ohayo kodomo-tachi!" kata Ibiki-sensei agak serak. Sepertinya dia juga terkena flu karena hujan kemarin.

"Ohayo Ibiki-Sensei!" jawab kami kompak.

Pelajaran pun dimulai, tapi aku kurang bisa berkonsentrasi. Aku sibuk memikirkan bagaimana rupa kaa-san dan aniki nya Sasuke, sambil memperhatikan wajah Sasuke (yang tampan, menurutku) secara agak tersembunyi dari balik helai-helai rambutku. Kurasakan wajahku mamanas. Khawatir Sasuke akan melihat, aku pun mengalihkan pandangan ke pohon Sakura yang ada di halaman sekolah. Hm, jauh lebih baik.

…Sewaktu Pulang Sekolah…

Author POV

"Jaa Sakura-chan! Uchiha-san." Kata Hinata sebelum meninggalkan kelas.

"Jaa Hinata-chan! Hati-hati!" kata Sakura sambil melambai pada Hinata.

"Hai." Hinat berjalan keluar kelas dan menghilang setelah keluar dari kelas. Sakura masih sibuk membereskan peralatan sekolahnya.

"Hey baka! Kau lama sekali, Izumo sudah datang" omel Sasuke

"Matte* Sasuke-kun! … yak! Selesai! Ayo pergi!" Sasuke pun berjalan keluar dengan langkah yang cukup cepat, tanpa menunggu Sakura yang kepayahan mengejarnya.

"Sasuke-kun! Matte! Kenapa mesti cepat-cepat? Tasku berat!" kata Sakura sambil berlari kecil, berusaha mengimbangi langkah kaki Sasuke yang cepat.

"Aku tidak suka jika ada orang lain yang menungguku atau aku buat susah" katanya datar.

Akhirnya Sasuke dan Sakura sampai di gerbang sekolah dan melihat mobil sedan mewah berwarna hitam yang dipastikan milik keluarga Uchiha, karena ada Izumo yang berdiri di samping pintu mobil. Melihat tuan mudanya, Izumo langsung membuka pintu belakang mobil tersebut. Dia melihat Sakura. Izumo sangat suka dengan pembawaan Sakura yang sangat periang dan mudah bergaul. Selain itu Sasuke juga sering memberbicarakan tentang Sakura, walaupun itu hanya berupa gerutuan. Tapi tuan mudanya itu sangat jarang berbicara tentang teman-temannya yang ada di sekolah.

"Konnichiwa Sasuke-sama. Bagaimana sekolah anda?" Tanya Izumo sopan.

"Hn, biasa saja."

"Oh, ada Haruno-sama juga, konnichiwa." Izumo menyapa Sakura.

"Izumo-jii! Kan sudah Sakura bilang, panggil Sakura saja!" Sakura tidak suka dipanggil begitu oleh Izumo, karena menurutnya itu sangat kaku.

"Hai. Konnichiwa Sakura-sama" sapa Izumo lagi dengan sopan.

"Konnichiwa Izumo-jiisan!" balas Sakura sambil tersenyum manis.

"Sudah cukup kenalannya. Ayo pulang" tiba-tiba Sasuke menginterupsi. Sakura mendelik pada Sasuke dan berbisik 'Sasu-chan no Baka!'

"Saku-chan, aku dengar itu." Kata Sasuke yang sedang masuk ke dalam mobil. Padahal jarak mereka agak jauh dan Sakura hanya berbisik. Wajah Sakura memanas lagi, kali ini dengan panas yang lebih. Entah karena ketahuan, atau karena dipanggil Saku-chan. Karena Sasuke tidak pernah memanggilnya seperti itu. 'ku rasa karena keduanya' batin Sakura. Hatinya terasa hangat.

Mereka pun menuju ke Uchiha Mansion, yang ada di pinggiran Kota Konoha.

=Uchiha Mansion=

Sakura sangat terkagum-kagum melihat rumah Sasuke. Mansion itu sangat besar, dengan halaman yang luas juga hijau oleh ramput yang tumbuh dengan rapi dan pohon-pohon yang tidak terlalu tinggi. Juga banyak bunga yang tumbuh subur. Mawar, Melati, Lily, Matahari, Lilac, Aster, Kamboja dan yang paling penting juga ada pohon sakura nya. Sakura sangat terpana melihat halaman depan Mansion Uchiha.

"Izumo, kita tidak menjemput baka aniki?" Sasuke bertanya kepada Izumo memecah keheningan.

"Tadi pagi Itachi-sama berpesan agar jangan menjemputnya. Katanya dia akan pulang dengan Deidara-sama" Izumo mengatakannya dengan lancer dan sangat sopan. Khas pelayan Uchiha. Dalam hati, Sakura mencelos. Dia berpikir dia tidak bisa berkenalan dengan Aniki nya Sasuke hari ini. Padahal sakura sangat ingin.

Sasuke dan Sakura pun memasuki Mansion dalam diam. Interior rumah Sasuke sangat menakjubkan bagi Sakura. Ibunya dulu sering bercerita tentang rumah-rumah besar bangsawan di Eropa, dan seperti itulah kira-kira. Hanya saja rumah Sasuke terlihat lebih lembut karena tamannya yang indah, dinding berwarna caramel dan sinar matahari yang menembus jendela besar, membuat koridor menuju ruang utama terang benderang. Sesekali ada pelayan yang lewat dan menyapa Saasuke, membuat Mansion besar itu tampak hidup dan menyenangkan. Tidak seperti Mansion orang Eropa yang sering diceritakan oleh Ibunya.

Sasuke pun membuka pintu ruang utama. Itu adalah pintu yang paling besar nomor 2 yang pernah Sakura lihat setelah pintu depan Mansion Uchiha. Bau kayu dan perapian langsung menyergap hidungnya. Sangat menyenangkan. Matanya melihat 1 set sofa tamu yang berwarna merah beludru yang diletakkan ditengah ruangan. Terlihat mewah. Perapian yang cukup besar di dinding kanan, Grand Piano Hitam besar yang diletakkan agak jauh dari sofa tamu. Kemudian ada sebuah Jam besar yang menggantung di dinding, sebuah rak kaca besar yang didalamnya tertata banyak sekali gelas-gelas Kristal. Dinding ruangan diperindah dengan macam-macam lukisan. Ada lukisan diri, pemandangan, hingga abstrak. Lampu kristal yang sangat besar menggantung ditengah ruangan. Yang paling menyita perhatian Sakura adalah sebuah foto yang dibingkai dengan pigura besar berwarna emas. Di foto itu terdapat seorang pria paruh baya yang tampan menggunakan jas hitam formal yang mendampingi seorang wanita berambut hitam yang sangat elegan dan anggun sedang memangku seorang bayi lucu kira-kira berusi 8 bulan yang juga menggunakan setelan jas formal. Sang ibu duduk di sebuak kursi mewah di dampingi sang ayah disampingnya. Seorang bocah laki-laki yang terlihat seperti Sasuke pada saat kelas 2 (tentu saja tampan) berdiri agak didepan sang ayah dan berada disamping ibunya. Mereka semua terlihat bahagia. Sakura kembali terpana melihat foto keluarga itu. Mereka tampak sangat anggun, elegan dan menawan.

"Pria itu tou-san ku, wanita itu kaa-san ku, bocah itu aniki ku, dan bayi yang dipangku itu aku" Sasuke tiba-tiba menjelaskan.

"Wuah, Aniki mu… seperti kau di kelas 2! Mirip sekali! Beda model rambut saja" komentar Sakura. Di foto itu rambut Itachi pendek model biasa, tidak seperti sasuke yang ramutnya sudah mencuat keatas sewaktu mereka kelas 2. Tapi tetap saja itu tidak mengurangi pesona Itachi yang ada di foto itu.

"Foto itu memang diambil 9 tahun lalu. Aku baru mau masuk 9 bulan dan aniki sudah kelas 2 SD" jelas Sasuke lagi.

"Sewaktu kecil Sasuke itu cengeng sekali. Selalu bergantung pada aniki nya. Dia bahkan tidak bisa tidur jika tidak ada boneka yang diberikan Itachi pada ulang tahunnya yang kedua" Suara itu tiba-tiba saja terdengar dari belakang. Sakura segera berbalik tapi Sasuke langsung berteriak "Kaa-san! Kaa-san membuatku malu! Aku tidak bermain boneka!" Sakura bersumpah dia melihat semburat merah yang ada di pipi Sasuke. Peemandangan yang langka, dan itu membuatnya tertawa.

"Jadi gadis pink ini yang bernama Sakura? Cantik sekali." Kata wanita itu. Dia adalah wanita yang duduk di kursi di dalam foto tadi.

"Kaa-san, ini Haruno Sakura. Sakura, ini kaa-san ku" Sasuke memperkenalkan mereka.

"Watashi no namae wa Haruno Sakura desu**. Yoroshikhiku onegaisimasu obaa-san***" sakura membungkuk sopan.

"Sakura-chan, tidak perlu seformal itu. Kau kan teman Sasuke, jadi panggil aku kaa-san. Namaku Mikoto. Uchiha Mikoto" kata Uchiha Mikoto sambil tersenyum. Disuruh memanggil kaa-san nya Sasuke begitu membuat pipi Sakura merona lagi.

"Ka, Kaa-san." Panggil Sakura lagi dengan malu-malu.

"Kyaa Sakura-chan, kau imut sekali! Ayo kita makan siang. Ada banyak hal yang harus kau ceritakan dan ingin ku ceritakan padamu! Sasuke selalu membicarakan tentang mu…"

"Kaa-san!" teriak Sasuke malu. Wajahnya memas. Begitu pula dengan wajah Sakura yang makin memanas juga.

"…ya ampun! Aku selalu ingin punya anak perempuan! Ayo Saku-chan!" Mikoto pun menggandeng yangan Sakura yang masih cengo monuju ruang makan. Sakura berfikir Ibunya Sasuke sangat menyenangkan. Sementara Sasuke yang ditinggal pura-pura marah, tapi di dalam hatinya dia sangat senang.

Santap siang berlalu dengan penuh canda dan tawa. Walaupun mereka cuma bertiga tapi mereka sangat senang. Ternyata banyak hal yang Sakura tidak ketahui mengenai Sasuke, seperti Sasuke itu over protektif, perfeksionis dan juga egois. Semua diketahui sakura melalui cerita-cerita saat Sasuke masih kecil yang diceritakan oleh Mikoto.

Sakura dan Mikoto sedang duduk-duduk dibangku panjang di halaman depan. Sasuke sudah diusir oleh Mikoto dengan alasan ini pembicaraan perempuan. Sakura selalu ingin tertawa jika mengingat ekspresi Sasuke.

"Kaa-san, Sasuke sering membicarakan tentang Itachi-nii, dan mendengar cerita kaa-san tentang Itachi-nii Sakura jadi tambah ingin berkenalan."

"Ah ya! Itachi! Kaa-san lupa dengan anak itu. Paling dia sedang mengucapkan salam perpisahan dengan anggota klub sepak bola nya"

"Salam perpisahan, kaa-san?"

"yaaah kami sekeluarga akan pindah ke London besok lusa." Sakura merasakan dadanya sedikit sesak.

"A-Apa? Lusa? Kenapa Sasuke tidak cerita pada Sakura?"

"Karena Sasuke tidak tahu. Aku bermaksud memberi kejutan padanya. Sasuke sangat suka kota London, dan lagi pula disana ada Karin-chan. Makanya hari ini kaa-san mengundang Sakura makan sing bersama karena ingin berkenalan dengan gadis yang diceritakan Sasuke sepanjang waktu"

"Karin? Siapa itu kaa-san?"

"Dia anak rekan bisnis suamiku yang ada di London. Anaknya maniis sekali. Dia teman Sasuke sewaktu masuh sangat kecil. Karin-chan dulu tinggal di Jepang." Terang Mikoto panjang lebar. Sakura tidak dapat berucap lagi setelah itu, yang ada dipikirannya Sasuke tidak akan pernah muncul dihadapannya lagi besok lusa.

"Waah, hari sudah sore Saku-chan. Kau mau pulang?" Tanya Mikoto lembut.

"….H-hai. kaa-san"

"Sebentar ya, kaa-san panggilkan Sasuke" ketika Mikoto hendak berdiri, Sakura memegang tangan Mikoto.

"Tidak apa kaa-san. Sasuke pasti sedang istirahat. Sakura langsung pulang saja boleh?" sakura berkata dengan suara yang kecil dan senyum yang agak dipaksakan. Suaranya menyanggkut di tenggorokan.

"Hm, baiklah. Izumo akan mengantarmu pulang. Hati-hati dijalan Saku-chan"

"…Hai. Arigato, kaa-san"

Hal selanjutnya yang diketahui Sakura adalah, Sakura berada di dalam sebuah mobil mewah yang menuju rumahnya, dan dia menangis sepanjang perjalanan menuju rumahnya.

=Konoha Shogakko=

Keesokan harinya, Sakura melangkah kesekolah dengan langkah lesu. Pikirannya masih tertuju pada Sasuke yang akan pindah besok. Memang harusnya sebagai teman Sakura sedih, tapi lebih dari itu. Sakura merasa takut tidak bisa lagi melihat Sasuke. Baginya Sasuke sudah menjadi seperti kebiasaan. Pasti aneh sekali nanti kalau Sasuke sudah pergi.

Sakura pun menuju tempat duduknya dengan langkah gontai. Tidak menghiraukan sapaan dari Ino dan Hinata. Hari itu dia bangun agak kesiangan karena malam sebelumnya dia menangis dan tidak bisa tidur karena memikirkan Sasuke yang akan pergi. Ada lingkaran hitam dibawah matanya.

"Ohayo Sakura-san. Kenapa kemarin tidak pamit dulu padaku?" Tanya Sasuke yang ternyata sudah menempati tempat duduknya. Sakura tidak berani menatap wajah Sasuke, dia takut akan mulai menangis lagi.

"etto, ano, e…tidak.." kata sakura terbata-bata.

"Sakura? Kau kenapa? Sakit?" Sasuke merasa ada yang aneh pada Sakura. 'Biasanya anak itu cerewet sekali' pikirnya.

"Aku tak apa." jawab Sakura lemah dan agak dingin. Sasuke menyadari nada dingin itu.

"Hey, memang aku berbuat apa? Kau marah padaku?" Tanya Sasuke lagi

"…"

Sasuke bingung dengan diamnya Sakura. Dia berfikir lagi apa yang dilakukannya kemarin sehingga membuat Sakura menjadi seperti ini. Sakura yang dingin, dia benci itu. Itu bukan Sakura nya.

Hari itu saat makan siang.

"Engg, Sakura, apa kau membuat onigiri hari ini? Aku lupa lagi membawa bento. Apa aku boleh minta sedikit?" Sasuke mencoba menurunkan sedikit harga diri untuk memulai pembicaraan. Dia tidak suka Sakura yang itu. Padahal bento miliknya ada didalam tas biru nya.

"Maaf Sasuke-kun, aku tidak membawa bento. Aku kesiangan…" kata Sakura lagi. Itu juga hanya akal-akalan dari Sakura karena dia tidak bisa berdekatan lebih lama dengan Sasuke lebih lama lagi. Air mata itu bisa saja sewaktu-waktu tumpah.

"Oh, ya sudah, kau mau membeli makanan di kafetaria?" Sasuke mulai menghangatkan suasana. Sasuke cukup bangga pada dirinya karena bisa membauat Sakura bicara lagi padanya.

"I-iie, t-tidak perlu. Hinata-chan sudah mengajakku tadi. Aku kesana dulu Sasuke-kun" jawab Sakura terbata, masuh belum berani melihat wajah Sasuke. Sakura pun berlalu, sedangkan Sasuke menjadi kesal karena dibegitukan oleh Sakura, padahal dia tidak merasa bersalah.

Akhirnya sisa hari itu mereka tidak saling berbicara. Sangat dingin dan tidak mengenakkan. Begitu pula ketika malam saat Sasuke mengetahui dia akan berangkat ke London. Sasuke sangat senang, tapi agak berat rasanya karena Sasuke tidak ingin meninggalkan…seseorang. Sasuke mengangkat gagang telpon itu berkali-kali, mencoba menekan nomor telpon rumah Sakura. Tapi selalu diurungkannya karena gengsi sang Uchiha yang begitu besar. Padahal dia sangat ingin memberi tahu Sakura tentang keberangkatannya dan dia ingin mereka bermaafan sebelum dia berangkat, karena besok Sasuke sudah tidak masuk sekolah.

Tapi ego sang Uchiha sepertinya menang. Malam itu Sasuke tidak menghubungi Sakura. Hingga hari berikutnya, Sasuke mininggalkan Konoha menuju London dalam diam, tidak ada satu patah katapun untuk Sakura yang menangis diam-diam dan sendirian di bangku mereka berdua yang tidak pernah berubah sejak 4 tahun 6 bulan lalu. Sakura menangis karena Sasuke pergi dan marah pada dirinya sendiri karena tidak mengucapkan kata perpisahan untuk sahabat yang ternyata diam-diam disukainya itu. Sakura menangis di pertengahan musim semi, saat pohon sakura sedang tumbuh tinggi.

To Be Continue

*Matte : Wait for me!

**Watashi no namae wa Haruno Sakura desu : My name is Haruno Sakura

*** Obaa-san : Aunt

Balasan Review :

DhaiNa Kaka-chan : Arigato DhaiNa senpai! Hamba senang kalo senpai suka dengan fic hamba. Iya ini ceritanya bertahap, jadi harap sabar menunggu Lemonnya! Hamba janji akan mempersembahkan yang paling hot untuk senpai . *slapped*

xxx-san : Arigato xxx-san, maklum yah hamba masih newbie banget. Sarannya bagus banget untuk perbaikan fic hamba kedepan. Semoga xxx-san suka dengan ceritanya^^

Uchiha Sakura97 : Pasti. As soon as I can. Arigato senpai makasih sudah review ^^

Rizu Hatake-hime : hihihihi hamba juga suka yang chibi-chibi iimut . boleh dong! Maybe in next fic ya, pasti di bikinin deh! Ok, chap 3 paling lambat minggu depan!

Kurosaki Naruto-nichan : hihihi beres senpai! Chap 3 akan hamba update paling lambat minggu depan. Soal lemon harap bersabar, ne? hamba berusaha membuat cerita yang seapik mungkin. Nanti pasti dibikinin yang hot deh buat senpai! *kicked*

Yuna Mikuzuki Minako : arigato senpai~ ini udah hamba update chap 2, chap 3 hamba akan update paling lambat minggu depan. Hamba sebenarnya sudah baca fic senpai semua waktu jadi silent readers, tapi ga hambe review *slapped* hamba suka banget! Nanti hamba review deh, hehehe. Kamsahamnida^^

Pink Uchiha : hihihi, hamba suka yg chibi-chibi, jadi maksain prologue nya harus chibi! Hehehe. Ini udah di update chap 2 nya senpai^^ arigato gozaimasu :D

Xia-Sen'ryaku : Sip gan! Hamba janji Lemon yang hot banget ada di chap 4, mohon bersbar ya senpai arigato udah mau review

Thia2rh : okeeee, secepatnya akan hamba update! Arigato gozaimasu

Tabita Pinkybunny : hihi iyaaaa~ pasti akan hamb update cepat! Arigato, jadi tambah semangat deh update nya

4ntik4-ch4n : okeeeew !

Lilyna Sky Pea : sip, ini udah update. Arigato sudah suka sama fic hamba senpai

Chap 2 finally up (panjang banget ya, 8 halaman hamba jadikan 1 chap! *bangga* *dibakar*)! Gomenasai bagi para readers dan Senpai yang mengharapkan lemon yang hot *plak* harap bersabar! Lemonnya akan hamba hadirkan di 2 chap lagi. Chap 3 akan hamba update secepatnya, paling lama minggu depan. Terus bagi senpai dan readers kalau mau request atau kasih ide jalan cerita fic ini boleh kok! Sarannya sangat hamba harapkan. Oh iya! Di chap depan SasuSaku udah ga chibi lagi. Aku masih bingung Saku mau slight sama siapa, mohon kasih ide minna^^ Arigato gozaimasu ~

Mind to Review? Biar lebih semangat update nya. Hehe *dibakar*

Jaa~ !