Sakura-tearz33: hello mina-san! Sakura akhirnya siap juga buat chapter baru! Semuanya berkat dukungan teman-teman^^
Nah terus nih balasan review buat saudara-saudara yang baik hati kasih sakura saran n dukungan:
Sasunaru fanz:
Wuaah! Tengkiu bangeddd! Sakura sangat senang! Tidak peduli member ato apa, sakura dengan senang hati menerima! So mohon dukungannya lagi yah!^^
Zee rasetsu:
Ooh.. Tengkiu banged zee-san buat sarannya!^^
Sakura minta maap banged soal itu.. Mungkin karena faktor kebiasaan pake singkat-singkat gitu.. Maklum mase author ingusan_'
Tapi sakura pasti akan berusaha mengubah kebiasaan sakura yang jelek ini.. Oleh itu, mohon dukungannya lagi yah, zee-san^^
Chary Ai TemeDobe:
Aaa.. Sakura minta maap! Ternyata vulgar yah.. Sakura bakal berusaha tidak terlalu vurgal.. Karena padahal sakura merasa gak pande buat hal2 yang vulgar..heheh^^
N sakura bakal berusaha kurangin sifat sadis sasuke..
Kenapa bisa sadis ya.. hmmm.. Mungkin karena sakura suka sikap sasuke yang gitu? Hihihi^^(*ditabok)
Namikaze Sakura:
Makasih, namikaze-san! Sakura jadi makin semangat! N sakura juga akan merubah kekurangan sakura. Dan juga, sakura akan berusaha menghindari pemakaian kata2 yang vulgar. Mohon dukungannya tetap ya!^^
Misyel:
Wuahh! Sakura sangat hueepyy! Tengkiu banged misyel-san, karena sudah dijadiin favourite story! Sakura akan berusaha tidak mengecewakan misyel-san!^^
Yuna Pochi:
Makasih yuna-san buat pujiannya! Yup, cerita ini belum tamat.. Jadi mohon dukungannya lagi yah^^
Namikaze Shiruna Kuruta :
Heheheh..makasihh shiruna-san.. Maap kalau gak gitu hot. Coz sakura masih awam buat yang kek gitu2.. Jadi nantinya malah mengecewakan.. Makanya sakura mau mulai dari rate T dulu.. But, mohon tetap dukunganny yah^^
CCloveRuki:
Okaayyy, ccloveruki-san! Sakura akan berusaha memperbaiki kesalahan agar ga terulang lagi^^
Naruels:
Haittt naruels-senpai! Sakura akan berusaha memperbaiki semua kekurangan yang dimiliki sakura. Jadi mohon bimbingannya lagi yah^^
Dan buat reviewer lainnya, maap kalo sakura gak sempat balas di chap ini... Tapi sakura sudah membacanya^^mohon dukungannya lagi yu
*Sekali lagi, sakura berterima kasih banget atas saran, pujian n dukungan teman-teman sekalian! Sakura jadi terharu..! Hiks! TT._.TT
WARNING:bahasa aneh,salah ketik, alur aneh,yaoi, author ingusan, pokokna sudah diperingati ma sakura loo..
Please R n R!^^
Disclaimer: I don't own naruto.. Kalo beneran punyaku, bakal kuutamakan sasunaru loo^^ wkwkwk..(Dilempar pisau)
Chapter 2
"Sasuke.."
"..."
"Sasuke.. Cepat.."
"..."
"Aku tidak tahan lagi..cepat..!"
"..."
"Sasuke cepat!"
"Hn"
"HN KEPALAMU! AYO CEPAT MAKAN, TEMEE!"
Saat ini sedang siang hari di Sound Village. Sasuke sudah menginap semalaman untuk istirahat. Tapi sasuke tetap belum mau check-out. Karena dia tentu saja mau tetap dekat bersama malaikat pirangnya.
"Mana ada orang yang memarahi tamunya, Dobe"
"KALAU BEGITU CEPAT MAKAN, SASUKE TEME! AKU SUDAH MENUNGGU DUA JAM DISINI! KALAU KAU BELUM MAKAN AKU TAK BISA PERGI!" Teriak Naruto.
"Jangan teriak-teriak,Dobe. Kamu mau buat gendang telingaku pecah?"
"Kalau begitu CEPAT MAKAN! GRRR...!"
"Malas..."
"Sasuke! Kamu sengaja mau menganggu pekerjaanku yah!" Muka Naruto mulai tampak sedih seperti ingin menangis.
Sasuke yang melihat itu pun terkejut.
"...baiklah..."
"Eh! Benarkah! Arigatou Sasu..."
"Tapi ada syaratnya."
"Egghh!"
Senyuman seringai ala Uchiha tampak dimuka Sasuke. Bagaimanapun dia ini Uchiha. Mana mungkin dia melepaskan sesuatu tanpa pun mulai sweat dropped.
"Suapin aku."
"Apaa! Su..suapin!"
"Hn."
"Kamu mau mempermainkan aku yah, Teme!"
Sasuke yang mendengar tersebut pun menjadi kesal dan menarik Naruto hingga jatuh ke kasurnya dan Sasuke berada diatasnya.
"Mempermainkan? Aku serius. Apa kamu masih belum sadar, Dobe?"
"Sadar apa Temee!"
"Dasar...kamu memang Dobe... " Kata Sasuke sambil menghela nafas.
"Apaan s..."
"Aku suka padamu."
Tiba-tiba suasana menjadi sangat hening. Muka Naruto menampilkan ekspresi bahwa dia sangat terkejut.
"Aa..apa kamu bi..."
"Kubilang aku suka kamu, Dobe... sebagai KEKASIH."
Dan saat itu juga Sasuke langsung menciumnya. Naruto memberontak dan mendorong Sasuke menjauh darinya. Sasuke langsung bad mood karena baru sempat sebentar menikmati bibir merah yang menggoda itu.
"Bohong! Kamu pasti mempermainkanku Teme!" Kata Naruto yang tidak percaya.
"Kenapa kamu bilang aku bohong?" Sasuke mulai kesal.
"KALAU BEGITU KENAPA KAMU MENINGGALKANKU DIKONOHA!" Sekarang mata Naruto benar-benar mengeluarkan air mata.
Sasuke menjadi pucat.
"Ke..kenapa kamu hampir membunuhku waktu itu... hiks... padahal aku mati-matian mengejarmu..tapi... tapi... hiks... AKU MATI-MATIAN MENGEJARMU SELAMA 2TAHUN!" Suara Naruto semakin serak.
"Naruto...", Sasuke mulai merasa bersalah. Ingin rasanya dia menghapus air matan dari pipinya dan memeluknya dengan erat. Dia memang sangat menyesal kalau mengingat kembali kejadian itu. Tapi hal tersebut sudah terjadi dan Sasuke tidak bisa menarik kembali perbuatan yang telah ia lakukan kepada naruto.
"itu karena aku dendam pada Itachi," Sasuke mulai menjelaskan berharap Naruto mau memaafkannya,
" dan setelah mengetahui kebenaran itachi, aku ingin membunuh Danzou. Aku ingin membalas dendamku padanya. Dan mungkin waktu itu aku salah apa yang kubuat padamu! Setelah waktu itu, aku sangat menyesal apa yang telah kulakukan padamu! Aku seka..."
"BOHONG! Aku tidak percaya!"
Seketika itu juga Naruto lari keluar dari kamar Sasuke. Sebenarnya Naruto entah kenapa merasa senang bukan jijik akan perasaan Sasuke. Baginya, Sasuke-teme itu orang terpenting buatnya. Tapi dia takut untuk percaya, karena cepat lambat Sasuke pasti akan meninggalkannya lagi. Naruto pun mengunci diri di kamarnya. Sasuke yang mengejarnya pun terpaksa tidak berdaya. Karena memang patut buat Naruto untuk tidak percaya padanya lagi. Sasuke pun mengetuk pintunya.
Terpaksa Sasuke harus menghilangkan harga dirinya sebagai Uchiha dulu, "Naruto, aku tahu kamu sulit untuk percaya, maaf. Tapi aku benar-benar serius."
Naruto kaget. 'Si Sasuke pantat ayam minta MAAF! Sasuke yang merasa sebagai bos itu!' Dunia bakal kiamat.
"Tapi...", ternyata masih lanjut, Naruto pun mendengarnya kembali.
"Kau ini MILIKKU! Jangan pernah kau pikir bisa lari dariku, dobe! Hn." Ternyata topeng Uchihanya muncul lagi.
"JANGAN PANGGIL AKU DOBE, TEMEE!" Geram Naruto. Baru sebentar saja sudah dia rusakin suasana tadi.
Sasuke yang mendengar Naruto memarahinya dengan semangat pun tersenyum dan menjadi tenang. Dia kemudian kembali ke kamarnya.
Suasana pun menjadi hening. Naruto mengintip keluar dan melihat Sasuke sudah tidak ada pun merasa kecewa.
'Eegh! Kenapa aku kecewa! Bodoh bodoh bodoh!' Sibuk memukul sendiri.
'...'
'Sepertinya Sasuke teme serius. Tapi tidak mungkin dong aku memaafkannya begitu saja! Begitu-begitu Uzumaki juga ada harga diri, bukan Uchiha aja..HUMN! Biar saja dia.. Lagian besok aku akan pulang ke Konoha. Kalau dia bener-bener suka padaku dia pasti akan cari aku terus. Biar dia tahu rasa gimana mikirin orang seperti aku mikirin dia selama 2tahun. hahahaha'
Suasana menjadi hening sejenak lagi.
'Tapi gimana kalau dia gak mikirin aku.'Pikir Naruto.
"Aagh! Biar saja kalau begitu!" Teriak sendiri sambil menggelengkan kepalanya terus.
'Tapi gimana kalau dia gak cari aku' pikir Naruto dengan khawatir lagi.
"Aarg! Berarti dia gak serius! Jangan bodoh!" Bicara sendiri lagi.
"Tapi gimana kalo...'
"ARGHHHHHHH! Bisa berhenti pikir gak sih!"
Akhirnya Naruto sibuk berdebat dengan pikiran sendiri.
KEESOKAN HARINYA,
"Hn. Kenapa si Dobe itu belum datang juga? Padahal sudah siang begini."
Sasuke sudah menunggu kedatangan pirangnya selama 1jam. Padahal daritadi dia sudah menekan bel pelayanannya yang tersambung ke kamar Naruto.
'Apa dia masih marah? Tapi seharusnya dia tidak mungkin mengabaikan tugasnya.'
Akhirnya Sasuke pun memutuskan untuk pergi mengeceknya. Dan saat di koridor ia bertemu dengan kepala hotel.
" Naruto?"
"Oh tuan..selamat pagi.." Senyum kepala toko itu. Matanya berbinar-binar dengan lambang uang.
"Aku tanya mana NARUTO!" Sasuke menekan suaranya.
"Eh..gimana ya.. Naruto-kun bilang aku gak boleh bi.."
Sasuke langsung melempar sekantung uang ke lantai.
"Naruto-kun sudah kembali ke Konoha! Berkat usahanya sekarang usaha hotel saya sudah bekerja dengan baik!" Balasnya dengan ceria sambil sibuk memungut uangnya.
"APAA! Tch. Ternyata dia mau lari ya, sialan."
Sasuke langsung bergegas menuju kamar Suigetsu dan menabrak pintunya.
"SUIGETSU!"
"UWAHH!" Suigetsu meloncat kekagetan." Ada apa Sasuke, jangan datang tiba-tiba gitu donk. Paling tidak ketuk pin... "
"Sekarang kita menuju ke Konoha" Sasuke kemudian berbalik keluar dari kamar.
"Ooh... Kono... NANIII! Tu..tunggu dulu, kenapa tiba-tiba!"
Sasuke tidak menjawab, hanya terus lanjut berjalan.
"Apa tidak apa-apa kamu kembali begitu? Kamu pasti tidak disambut!"Kata Suigetsu cemas.
"Apapun akan kuhadapi daripada harus kehilangan Dobe-Ku." Jawab dengan singkat.
"Cih...ternyata karena ninja pirang itu. Tapi tetap saja ka..."
"Ikut atau TINGGAL?" Kata Sasuke langsung dengan nada dingin.
Suigetsu langsung terdiam. "Ck... Baiklah..." Suigetsu terus menggerutu tetapi Sasuke tidak memperdulikannya. Sekarang ini dia sibuk dengan pikirannya sendiri.
'Dobe... jangan kau pikir aku akan melepaskanmu begitu saja... Kamu sudah kutandai sebagai milikku.' Sasuke tersenyum sinis sendiri dan Suigetsu pun merinding.
'Aku jadi kasihan sama Naruto.' Pikir Suigetsu.
SEMENTARA ITU NARUTO,
"Hatchiiii! BRR! Kok tiba2 jadi dingin... Sniff"
Naruto sedang dalam perjalanan menuju konoha, atau bisa dibilang hampir sampai. Tetapi sesekali dia terus melihat ke belakang. Naruto berharap Sasuke mengejarnya, tetapi kelihatannya mustahil.
"Aarg, masa bodoh! Lebih baik aku fokus untuk melatih diriku" geram sendiri.
Kemudian Naruto pun tiba di depan gerbang Konoha.
"Wuahh! Ternyata memang lebih enak di desa sendiri! Dattebayo!" Naruto pun segera lari tidak sabar melaporkan tugasnya pada tsunade.
Tetapi dalam perjalanan Naruto merasa heran, kenapa sepertinya seluruh penduduk terus menatapnya. Bahkan sampai ada yang berbisik-bisik.
"Sebaiknya aku cepat-cepat ke tempat Tsunade-baachan"
Dan Naruto terus berjalan tidak menghiraukan tatapan aneh warga tersebut.
•••
"Tsunade-baachan! Aku pulang!"Teriak Naruto dengan ceria.
"Ohh... sudah datang... Bagaimana?" Tanya Tsunade yang tampak senang dapat melihat Naruto sekian lama.
"Berjalan lancar! Ooh! Sakura, Sai! Kenapa kalian ada disini! Selain itu, Kiba, Shikamaru! Ada apa? Kok kumpul disini?"Naruto keheranan.
"Yha ampun Naruto... kami ini sedang melaporkan tugas kami." Kata Sakura.
"Ah begitu yah... ahahah"tertawa Naruto.
" Yah tidak heran bagi 'ITU'nya kecil, mungkin otaknya juga kecil" kata Sai sambil tersenyum.
"Tch... SAI! Aku baru pulang kamu sudah cari masalah!" Geram Naruto.
"Nice Sai!" kata Kiba sambil mengacungkan jempolnya.
Semuanya pun langsung tertawa. Akhirnya suasana mereka terlihat riang lagi setelah kembalinya matahari Konoha. Tapi suasana itu langsung hening kembali, dan semuanya menatap Naruto dengan terkejut kecuali Tsunade. Bahkan muka Sakura sampai pucat seperti mayat.
"Eeh? Ada apa? Kok kalian diam semua?" Tanya Naruto yang kemudian membalikkan belakang badannya ke arah Tsunade. Kali ini Tsunade juga ikut terkejut.
"Ada apa Baachan! Kenapa kalian memandangku terus seperti itu! Kenapa kalian semua sama seperti orang-orang dijalan sih! Ada apa sebenarnya!"
"Na...naruto..",akhirnya Sakura mulai berbicara," ke...kenapa belakang ba...jumu..." Dengan gemetar Sakura menunjukkannya pada Naruto.
Naruto yang melihat ke belakangnya pun terbelalak!
"NANIIIII!" Teriak Naruto.
Dibelakang baju Naruto terdapat lambang kipas ala Uchiha. Sepertinya Sasuke yang diam-diam memasangnya.
"Sialaan! Teme... pasti Sasuke yang tempel di ba..." Sebelum seleasi bicara, Naruto sudah ditarik Sakura.
"Kamu bilang apa tadi?" Tanya sakura dengan cepat.
"Eh...itu..." Naruto sedang berpikiir bagaimana menjelaskannya.
•••
"Kamu bertemu dengan SASUKE!" Tanya Shikamaru tidak percaya.
Jangankan Shikamaru, semua orang disana termasuk Tsunade juga terkejut.
"Terus kenapa kamu tidak menariknya pulang, BODOH!" Kata Tsunade sambil memukul meja.
"Tapi...Baachan...aku sedang menjalankan tugas...aku tidak mungkin mengabaikannya bukan!" Kata Naruto sambil membela diri.
Memang benar sih pikir Tsunade. Tapi Tsunade mulai merasakan firasat buruk kenapa Sasuke menaruh lambang uchiha di baju Naruto. Jangan-jangan...
"Kalau begitu sekarang dia ada dimana? Kita bisa mengejarnya!" Dengan semangat Sakura terus bertanya.
Memang Sakura sudah tidak mempunyai perasaan terhadap Sasuke, tapi dia tetap sayang pada Sasuke karena merasa merupakan teman yang baik baginya.
"Ngg... Di tempatku bekerja...tapi..." Kata Naruto terbata-bata.
Saat itu ketika, ketika Tsunade melihat ke kaca luar, matanya terbelalak kaget. Tidak mungkin dia salah lihat... Di depannya dia melihat seorang rambut hitam dengan kulit putih pucat memakai kimono putih, berdiri diatas pintu gerbang masuk konoha. Selain itu, tampak seorang pria lagi yg berwarna rambut putih dan terdapat pedang besar dipunggungnya yang terengah-engah kecapekan. Dan saat itu juga pria rambut hitam itu langsung senyum seringai ketika menyadari Tsunade melihatnya. Ternyata firasat buruknya terjadi!
"Kalau begitu ayo kita berangkat!" Kata Sakura dengan semangat. Dia sudah tidak tahan ingin bertemu Sasuke.
"Sepertinya tidak usah lagi."Jawab Tsunade masih menatap keluar jendela.
"Eh?"Jawab Naruto dan Sakura dengan keheranan.
"Apa maksudnya?" Kiba keheranan.
"Tentu saja maksud Hokage-sama kalau sudah mustahil, karena orang yang mempunyai 'ITU' kecil sudah melewatkan kesempatan." Kata Sai tersenyum dan ketika hendak menyentuh pundak Naruto, Tsunade kaget dan langsung berteriak, " SAI! AWAS!"
"E..." Belum siap berkata Sai sudah langsung kena tendangan hingga terpental menembus pintu sampai ke lorong. "SAI!" Semua teriak kekagetan.
Sai pun memuntahkan sedikit darah. Naruto pun segera bergegas ke tempatnya. Tapi belum sempat beranjak dari tempatnya, Naruto tertahan oleh sebuah tangan yg memeluknya. Naruto kaget dan mulai pucat pasi. Semua orang disitu juga sangat kaget dan tidak percaya. Sai pun merasa heran kenapa semuanya kaku begitu. Sai pun kemudian menghapus darahnya di mulutnya dan kemudian ketika berniat melihat naruto, sai terkejut sekali. Dia seperti langsung merasa terbawa ke dimensi lain dimana penuh terdapat sharingan. Dia UCHIHA SASUKE! Sasuke telah mengaktifkan Mangekyou Sharingannya. Sai mulai berhalusinasi kesakitan terus. Semuanya sangat kaku tidak dapat bergerak sampai Tsunade berteriak, " HENTIKAN SHARINGANMU, UCHIHA SASUKE!"
Naruto pun sadar kembali melihat Sai yang sudah begitu kesakitan segera menampar Sasuke, " HENTIKAN, TEME! SAI BISA MATI!" Sementara semuanya berlari ke tempat Sai untuk menyadarkannya. Tetapi hal itu sia-sia.
Tapi Sasuke tidak juga menghentikannya. "CEPAT TAHAN DIA, NARUTO!" Perintah Tsunade.
"AKU SUDAH MENCOBANYA!" Teriak Naruto frustasi.
'Bagaimana ini..apa yang harus kulakukan.. Ayo pikir..pikir..'
"NARUTO!" Sekarang Sakura yang berteriak
"SASUKE! HENTIKAN! KALAU KAMU BERHENTI AKU AKAN MENCIUMMU!" Teriak Naruto tanpa sadar.
Suasana menjadi hening. Muka Sakura, Kiba, dan Shikamaru menjadi pucat hijau.
Naruto yang sendiri tidak sadar apa yang dikatakannya. 'Aaa...apa yang kukatakan tadi...ASTAGA!'
"Naruto, apa yang kamu katakan! Kamu bodoh yah! Musta..." Sebelum Shikamaru selesai bicara, terdengar suara tertawa mengerikan dari arah Sasuke.
Semuanya mulai berkeringat. Sakura yang baru mau bicara langsung dipotong Kiba, "Sakura! Gemetaran Sai sudah berhenti! Sekarang dia hanya pingsan!"
Sekarang suara tertawa itu berhenti.
"Dobe," terdengar suara dari arah Sasuke.
Naruto mulai pucat.
"Ingat janjimu itu." Senyuman seringai Sasuke muncul kembali, bahkan semakin LEBAR.
" APAAA!" Semuanya teriak terkejut.
Sedangkan Tsunade hanya menghela nafas dan berpikir,'yah ampun... sekarang benar-benar jadi masalah.'
Sakura-tearz33: gimana gimana? Gimana ceritanya? Repiuw please!^^
Tapi sakura masih heran, setelah membaca ulang dari internet, kok kata2 di fic chap 1 banyak yang hilang? padahal di document sakura semuanya beres n lengkap. Kira2 ada yang taw kenapa?
