Title: One Confession

Gendre: Brothership/ Freindship/ Family

Rating: Fiction T

Chapter: 2

Cast: Park Jungsoo/Leeteuk(24), Park Donghae(20), Cho Kyuhyun(19), Park Hejoon(60), Min Hari(50), and Other Cast

Summary :

/Pengganggu! Kau pengganggu, aku benci kalian.../ tidak ada yang bisa aku harapkan darimu/ inikah alasannya? Kenapa sejak awal appa tidak mengatakan apapun?/ mianhae hyung.../

Selanjutnya...

Waktu menunjukkan pukul 7 malam, dimana saat ini sang pemilik rumah sudah duduk diujung meja makan yang terbilang cukup besar. Disebelah kanannya duduk dua orang namja yang tidak lain adalah Jungsoo dan Donghae. Pada sebelah kiri, Kyuhyun tengah duduk sambil memandang kedua hyungnya dengan pandangan yang berbeda.

Suasana makan malam terasa sangat canggung bagi Kyuhyun karena mereka semua tampak tak begitu dekat satu dengan yang lainnya. Kyuhyun melihat jika sang appa tiri nampak tidak perduli meskipun tahu jika tangan Donghae sedang terluka.

Apa mereka benar-benar ayah dan anak? Bagaimana bisa dia nampak biasa saja melihat anaknya terluka?

"Kyuhyun-ah... apa kau merasa betah tinggal disini?" tanya Hejoon pada Kyuhyun yang nampak sedikit melamun.

"eh... ne..." Kyuhyun nampak sedikit terkejut dengan pertanyaan Hejoon padanya.

"apa tanganmu baik-baik saja hyung?" tanya Kyuhyun pada Donghae. Nampaknya Kyuhyun sudah tidak sabar ingin menanyakan keadaan Donghae yang sempat membuatnya khawatir. Hejoon sangat terkejut dengan apa yang Kyuhyun lakukan dan membuatnya semakin canggung didepan Jungsoo dan Donghae.

Donghae dan Jungsoo juga nampak tidak suka dengan apa yang dilakukan Kyuhyun. Donghae sedikit menatap Hejoon dan seperti takut saat Hejoon memandangnya karena ucapan Kyuhyun tersebut. Mau tidak mau pertanyaan Kyuhyun dijawab Donghae dengan anggukan kepala. Kyuhyun terlihat puas saat Donghae menjawab pertanyaannya meskipun hanya dengan anggukan kepala.

"Hae-ya, temui aku setelah makan malam" ucap Hejoon pada Donghae dan beranjak meninggalkan ruang makan.

Wajah Donghae nampak takut dan Jungsoo terlihat memejamkan matanya seolah menahan amarah yang sudah memuncak. Dengan napas yang berat, Donghae bangkit dari tempat duduknya dan sempat memandang Kyuhyun dengan pandangan tak suka.

Jungsoo memegang tangan Donghae yang membuat langkah Donghae tertahan.

"apa perlu aku temani?" tanya Jungsoo dengan halus. Donghae menghempaskan tangan Jungsoo dengan keras dan beranjak pergi.

Kyuhyun terlihat semakin bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan anggota keluarga tersebut.

Tiba-tiba Jungsoo menghampiri Kyuhyun dan memandang sejenak wajah Kyuhyun.

"Kita perlu bicara" ucap Jungsoo dan berjalan menuju balkon rumah tersebut.

Kyuhyun mengikuti arah langkah Jungsoo dan berhenti tepat dibelakang Jungsoo.

Jungsoo berbalik menghadap Kyuhyun dan secara cepat mencengkeram kerah baju Kyuhyun.

"KAU... sudah aku peringatkan padamu, jangan pernah membuat masalah dan tetap diam!" ucap Jungsoo dengan geram. Tatapan matanya terlihat begitu penuh amarah. Kyuhyun sempat terkejut dengan serangan tiba-tiba dari Jungsoo namun dia tidak gentar dan mencoba melepaskan cengkraman tersebut. Kekuatan Jungsoo sangat kuat dan membuat Kyuhyun yakin jika Jungsoo tengah marah terhadapnya.

"lepaskan!" Pinta Kyuhyun karena kekuatan Jungsoo begitu besar.

"wae? apa kau sulit bernapas?" tanya Jungsoo namun tidak ada niatan sedikitpun melepaskan cengkramannya. Kyuhyun mencoba memberontak namun nyatanya dia memang lemah dan kalah dibandingkan dengan kekuatan yang Jungsoo berikan.

"dia... dia bahkan tidak bisa bernapas dengan nyaman dirumah ini..." ucap Jungsoo dan tatapan matanya mulai melemah begitu juga dengan cengkraman yang diberikan pada Kyuhyun.

Kyuhyun dapat melihat perasaan sedih dari cara Jungsoo menatap Kyuhyun. Tidak lama setelah itu, Jungsoo melepaskan cengkramannya.

"berikan alasan agar aku dapat mengerti..." ucap Kyuhyun pada Jungsoo.

"bagaimana aku dapat diam jika aku bahkan tidak tahu alasan kenapa aku disuruh untuk diam!" lanjut Kyuhyun.

"geurae... kau benar, seharusnya aku memberikan alasan padamu agar kau bisa mengerti... tetapi, apa kau bisa mengembalikan semuanya jika kau sudah tahu alasannya?" Jungsoo balik bertanya pada Kyuhyun yang begitu penasaran dengan alasan dibalik semua masalah yang ada dalam keluarga barunya.

Kyuhyun terdiam mendengar ucapan Jungsoo.

"kehadiranmu sudah cukup sebagai pengganggu keluarga kami jadi bersikaplah seolah kau tidak ada... jebal..." ucap Jungsoo dengan nada putus asa dan pergi meninggalkan Kyuhyun.

Dengan segala rasa penasarannya, Kyuhyun termenung dan mencoba berpikir dengan otak yang dimilikinya.

Dilain sisi, Donghae tengah menemui Hejoon diruangan kerja Hejoon.

"apa kau melukai dirimu lagi?" tanya Hejoon pada Donghae yang saat ini tengah berdiri didepannya dengan kepala tertunduk.

"mianhae..." hanya kata itu yang mampu keluar dari mulut Donghae saat berhadapan dengan Hejoon.

"apa hanya ini yang bisa kau lakukan? Sangat pantas jika eommamu menelantarkanmu dan pergi meninggalkanmu..." ucap Hejoon dengan nada marah dan sisnis.

"mianhae..." ucap Donghae meminta maaf lagi pada sang appa.

"apa kau hanya bisa meminta maaf saja, HUH? apa dengan melukai dirimu sendiri maka eomammu akan kembali? Tidak heran jika kau selalu mendapat posisi kedua disekolah karena kau tidak pernah menggunakan otakmu!" Hejoon kembali memarahi Donghae.

Hejoon memandang Donghae yang tengah berdiri didepannya. Ada sesuatu yang mengganjal hatinya saat dia melihat Donghae.

"pergilah..." ucap Hejoon menyuruh Donghae pergi dari hadapannya.

Namun langkah Donghae tertahan saat Hejoon mengucapkan sesuatu terhadapnya.

"berhentilah menyakiti dan menyalahkan dirimu sendiri karena semua sia-sia Hae-ya..." ucap Hejoon dengan nada lembut. Namun ucapan Hejoon malah semakin membuat Donghae sakit hati. Kedua telapak tangannya mengepal dengan erat mendengar ucapan Hejoon dan karena menahan amarahnya.

Donghae tidak memperdulikan lagi ucapan Hejoon dan memilih keluar dari ruangan Hejoon.

Sepeninggal Donghae, Hejoon bersandar dikursinya sambil memjamkan matanya.

"mianhae Donghae-ya... lebih baik kau membenciku karena kau akan semakin terluka jika kau tahu apa yang sebenarnya terjadi..." gumam Hejoon pelan.

Diluar ruangan, Jungsoo tengah berdiri menunggu Donghae yang baru saja keluar dari ruangan appanya.

"Hae-ya..." panggil Jungsoo.

Donghae hanya memandang sejenak Jungsoo kemudian berlalu melewati hyungnya tanpa sepatah katapun.

Jungsoo hanya menghela napas beratnya saat mendapatkan respon dingin dari Donghae.

Kyuhyun yang melihat kejadian tersebut dari jauh hanya diam dan mulai memahami suasana yang tercipta dari kedua kakak beradik tersebut.

Jungsoo hyung sangat menyayangi Hae hyung... lalu kenapa dengan sikap Hae hyung? Batin Kyuhyun.

Sebelum Kyuhyun tidur, dia menyempatkan menelpon sang eomma dan menanyakan kabar sang eomma yang tengah menjalani pengobatan diAmerika. Meskipun kanker adalah penyakit yang mematikan namun Kyuhyun masih optimis jika sang eomma akan betahan jika menjalani dan mendapatkan pengobatan yang terbaik. Sang appa tirinya begitu memperhatikan eommanya bahkan memberikan yang terbaik untuk kesehatan eommanya.

"eomma, apa kau merasa lebih baik?" tanya Kyuhyun.

"ne Kyuhyun-ah... eomma baik-baik saja disini, bagaimana denganmu?" tanya sang eomma.

"aku juga baik-baik saja eomma... bogoshipo...neomu bogoshipo" ucap Kyuhyun yang merasa sangat merindukan eomma disaat-saat seperti ini. Keadaanlah yang membuat dia harus merelakan sang eomma jauh darinya.

Min Hari sebagai seorang eomma juga sangat tersentuh dengan apa yang diucapkan Kyuhyun. Andaikan saja dia tidak sakit-sakitan dan andaikan saja semua jauh lebih baik lagi.

"Kyuhyun-ah... maafkan eomma..."

"wae eomma? Kenapa eomma meminta maaf padaku?" ucap Kyuhyun yang heran dengan permintaan maaf sang eomma.

"anio, hanya saja... maaf tidak bisa disampingmu saat ini" ucap Min Hari setengah berbohong pada Kyuhyun.

Mianhae Kyuhyun-ah,, eomma tidak bisa mengungkapkan yang sebenarnya terjadi. Jika kau tahu apa yang sebenarnya terjadi, apa kau akan memaafkan eomma dan Hejoon? Awalnya sangat sulit buat eomma menerima permintaan Hejoon tetapi semua juga eomma lakukan untukmu, demi kebaikanmu.

Flashback

"Hari-ya... gomawo sudah mau menjadi istriku dan menerima permintaan maafku... semua ini adalah permintaan terakhir dari Hyunjae. Dia memintaku untuk menjagamu dan juga menjaga Kyuhyun..." ucap Hejoon pada Hari.

"kau tidak perlu melakukan ini padaku dan Kyuhyun... kematian Hyunjae sudah ditakdirkan oleh Tuhan, dia akan senang jika bisa melakukan hal yang baik sebelum dia meninggal.. setidaknya masih ada yang selamat diantara kalian berdua" ucap Hari penuh sabar dan pengertian.

"selain karena permintaan terakhir dari Hyunjae, alasanku menikahimu adalah..."

Flashbasck End

"eomma? Apa eomma tidur?" panggil Kyuhyun karena Hari hanya diam saja diseberang teleponnya. Hari tengah melamun akan sesuatu yang membuatnya merasa bersalah pada Kyuhyun.

"eh, mianhae Kyu... eomma sangat lelah... kau tidurlah, bukankah disana sudah malam?.. semoga harimu menyenangkan sayang" Hari mengakhiri percakapannya dengan Kyuhyun.

Kyuhyun mengakhiri percakapan tersebut dengan berat hati.

Keesokan harinya, Kyuhyun tengah bersiap-siap menuju kesekolah yang sudah dipilihkan oleh appa tirinya. Dengan seragam yang bagus, dia berkaca dengan tampang yang bahagia.

"kau sangat tampan Cho Kyuhyun... hahahaha, aku memang mewarisi ketampanan appaku..." Kyuhyun berkaca sambil mengingat sang appa yang telah meninggal dunia saat usianya 15 tahun.

"aku merindukan appa..." wajah Kyuhyun berubah menjadi sedih saat mengingat sang appa yang meninggal 4 tahun yang lalu.

"ahhhh, gwaenchana... appa pasti sedang menjagaku disana... eomma, aku berangkat" Kyuhyun berkata seolah-oleh sang eomma berada disampingnya karena hanya eomma yang bisa membuat Kyuhyun bersemangat menjalani harinya.

Kyuhyun berjalan keluar dari dalam kamarnya dengan tampang yang gembira karena dia akan masuk disekolah yang baru.

"Teman baru, seragam baru dan...Oh?..." Kyuhyun menghentikan ucapannya.

"seragam kita sama? Hyung, apa aku satu sekolah denganmu?" ucap Kyuhyun tak percaya jika seragamnya dan juga seragam Donghae sama.

Donghae sempat memandang Kyuhyun sejenak karena dia pun terkejut dengan seragam yang dipakai Kyuhyun sama dengan yang dia pakai saat ini. Hanya ada satu kemungkinan jika mereka berada di sekolah yang sama.

Donghae melanjutkan jalannya menuju keruang makan diikuti dengan Kyuhyun yang berjalan dibelakangnya.

"woahhh daebak... kita satu sekolah hyung... aku benar-benar tidak menyangka dan akan seperti apa nanti kita..." ucap Kyuhyun dengan riang.

Donghae menghentikan langkahnya sehingga membuat Kyuhyun menabrak tas punggung Kyuhyun.

"aigooo... kenapa kau berhenti mendadak didepanku hyung? Kau harus memberikan tanda jika mau berhenti sehingga aku bisa belok dan tidak menabrakmu... setidaknya itu yang harus dilakukan saat mengemudi...hehehehe" Kyuhyun mencoba mengajak bercanda Donghae yang masih berdiri diam didepannya.

Donghae berbalik dan menatap Kyuhyun.

"hanya satu kemungkinan yang akan terjadi... kau akan satu sekolah denganku tetapi... jangan pernah mengatakan jika kita tinggal bersama..." ucap Donghae dingin pada Kyuhyun.

"wae?" Kyuhyun lagi-lagi meminta sebuah penjelasan agar dia bisa mengerti kenapa dia disuruh seperti itu.

"hanya lakukan dan diam..." Donghae meninggalkan Kyuhyun dan berjalan kembali.

"kenapa semua orang dirumah ini menyerakan,, penuh misteri,, dan mereka sama-sama menyuruhku tanpa memberikan alasan yang jelas... aigooooo" Kyuhyun ikut berjalan mengikuti Donghae.

Nampaknya Hejoon dan Jungsoo sudah lama menunggu kedatangan Kyuhyun dan Donghae untuk bergabung dalam sarapan pagi mereka.

"annyeonghaseyo... mianhae, kalian sudah menunggu kami" ucap Kyuhyun dengan sopan. Berbeda dengan Donghae yang malah langsung duduk ditempatnya. Hejoon maupun Jungsoo hanya diam melihat tingkah Donghae. Meskipun dengan berat hati dan juga penasaran tetapi kali ini Kyuhyun tidak ingin mencampuri urusan mereka dan lebih memilih duduk ditempatnya.

"semoga kau menyukai sekolahmu yang baru Kyuhyun-ah,, Donghae pasti akan senang satu sekolah denganmu... dan aku menampatkan kalian dikelas yang sama jadi aku harap kalian dapat bekerjasama dengan baik..." ucap Hejoon.

"kenapa anda menempatkan kami dikelas yang sama?" tanya Kyuhyun yang penasaran.

"anda? Panggil aku appa..." ucap Hejoon memprotes ucapan Kyuhyun.

Kyuhyun menyadari kesalahan yang sudah dia perbuat dan hanya senyumlah yang Kyuhyun berikan pada Hejoon.

"hanya saja sepertinya akan lebih baik jika kalian berada dikelas yang sama..." lanjut Hejoon.

Donghae hanya diam saja dan enggan untuk berbicara sedikit pun.

Kenapa dia hanya mau berbicara padaku saja? Dan mereka berdua hanya diam. Batin Kyuhyun.

Donghae dan Kyuhyun berangkat kesekolah menggunakan mobil yang sama diantarkan oleh sopir pribadi mereka. Sedangkan Hejoon dan Jungsoo berangkat kekantor dengan mobil yang lainnya. Jungsoo memang sudah belajar berbisnis dari sang appa meskipun dia sedang menempuh kuliah.

Meskipun berada dalam satu mobil bersama Hejoon namun Jungsoo enggan membahas ataupun berbicara jika memang tidak terlalu penting. Tetapi kali ini Hejoon memulai pembicaraan dengan Jungsoo.

"aku harap kau memperlaukan dia dengan baik..." ucap Hejoon.

"siapa yang appa maksudkan?" tanya Jungsoo.

"Kyuhyunie..."

"wae? kenapa aku harus memperlakukannya dengan baik?" tanya Jungsoo yang meminta penjelasan dari Hejoon. Tetapi Hejoon hanya diam saja tanpa memberikan alasannya.

"lalu bagaimana dengan Donghae?" tanya Jungsoo pada Hejoon.

"aku tahu jika selama ini kau mengetahui bagaimana hubunganku dengan eommanya Donghae... dan aku tahu kau lebih dewasa dalam mengambil keputusan karena kau sangat mirip dengan eommamu..." ucap Hejoon pada Jungsoo.

Jungsoo diam mendengar apa yang diucapkan Hejoon padanya. Meskipun Jungsoo hanya diam tetapi Hejoon tahu jika Jungsoo mengetahui alasan sebenarnya dibalik perceraian Hejoon dan eommanya Donghae.

"bagaimana jika minggu depan kita mengunjungi makam eommamu? Bukankah sudah lama kita tidak kesana?" ucap Hejoon pada Jungsoo.

Sebagai saudara tertua, Jungsoo begitu menyayangi Donghae dan mengerti bagaimana posisi Donghae apalagi Jungsoo tahu alasan yang Donghae tidak ketahui. Itulah alasan kenapa Jungsoo begitu perhatian meskipun Donghae bersikap acuh padanya.

Didalam perjalanan menuju kesekolah, Donghae meminta agar mobilnya diberhentikan sebelum masuk kedalam gerbang sekolahnya.

"kau akan kemana hyung? Apa kau tidak pergi kesekolah?" Kyuhyun bertanya pada Donghae tetapi tak dihiraukan oleh Donghae.

"apa kita kesekolah sekarang tuan?" tanya sopir tersebut pada Kyuhyun.

"anio,, aku akan mengikutinya ahjushi..." Kyuhyun keluar dari dalam mobil dan berjalan mengikuti Donghae.

"Hyung! Tunggu aku..." Kyuhyun setengah berlari mengikuti Donghae yang berjalan didepannya.

Terdengar bisik-bisik dari dua orang siswi yang mendengar jika Kyuhyun memanggil Donghae dengan sebutan hyung.

"mwo? Donghae punya seorang dongsaeng?"

"sepertinya dia siswa baru"

Gunjingan datang dari beberapa siswa yang melihat Kyuhyun dan Donghae. Donghae terdiam sejenak sehingga Kyuhyun dapat mendekatinya. Donghae kemudian berbalik dan tiba-tiba menarik kedua kerah seragam Kyuhyun dan membuat Kyuhyun terkejut.

"apa yang kau lakukan? Bukankah aku sudah memperingatkanmu HUH?" sentak Donghae pada Kyuhyun.

"wae? kenapa aku harus diam? WAE?" Kyuhyun balas membentak Donghae.

Ucapan Kyuhyun membuat amarah Donghae terpancing sehingga membuat Donghae melayangkan sebuah pukulan pada Kyuhyun.

BUGGGG!

Terlihat sudut kanan bibir Kyuhyun mengeluarkan darah akibat pukulan keras Donghae. Tak berhenti sampai disitu, wajah Donghae masih menampakkan kekesalan pada Kyuhyun. Donghae kembali menarik kerah baju Kyuhyun dengan tatapan amarahnya.

"Kau... Pengganggu!...aku sangat membencimu!" Donghae berteriak dengan keras karena emosi sudah mengendalikan akal sehatnya sehingga membuatnya tidak lagi menghiraukan teman-teman sekolah yang melihatnya dan membicarakannya.

Donghae hendak memukul kembali Kyuhyun, namun saat melihat kedua mata Kyuhyun terpejam dengan sangat erat membuat Donghae sedikit sadar akan apa yang dilakukannya. Donghae melepaskan tangannya dari kedua kerah baju Kyuhyun dengan keras sehingga membuat Kyuhyun jatuh terduduk.

Kyuhyun terdiam setelah mendapatkan perlakuan seperti itu dari Donghae.

Sebenci itukah kau? Apa kau tahu jika aku juga tidak ingin seperti ini? Apa kau kira hanya kau saja yang terluka?

TBC

Apa yang akan Kyuhyun lakukan setelah mendapatkan perlakuan seperti itu dari Donghae? Bagaimanakah sambutan teman baru Kyuhyun? Apa alasan yang disembunyikan Hejoon, Min Hari dan Jungsoo? Siapa yang akan lebih terluka jika alasan itu pada akhirnya akan terungkap? Lalu pada akhirnya siapakah yang akan melakukan "Satu Pengakuan"?

Next Chapter "One Confession" silahkan ditunggu ^^

Terima kasih sudah menyukai cerita-cerita brothership, friendship dan family dari saya.. Silahkan baca FF saya jika kalian suka gendre tersebut karena saya tidak akan membuat gendre lainnya.. yang lagi kangen Donghae oppa, sabar ya... author juga kangen...hehehehe...