"Hachimon Tonko! Daisan...! Seimon Kai!"

BOOMMM!

Disclaimer :

Naruto - [Masashi Kishimoto]

Highschool DxD - [Ichiei Ishibumi]

By : ARIES.H

Warning : AU, Strong-Naru!, [mungkin alur berantakan], OOC, beberapa Typo!.

'Perasaan ini..'

Aura hijau terus meledak dari tubuh Naruto.

'Ini.. Perasaan ini seperti saat latihan dengan Guy-sensei .. ' batin Naruto senang, merasakan aura alam terserap ke dalam tubuhnya. Mengingat setelah kematian Guy-sensei 4 tahun lalu dia tak pernah merasakan lagi aura alam masuk ke dalam tubuhnya. Sehingga saat ini aura alam terserap ke dalaam tubuhnya menimbulkan sensasi tersendiri baginya.

Bahkan setelah kematian Guy-sensei dia berfikir, mungkin tak ada yang dapat mengalahkannya dalam bertarung tangan kosong. Dan karena itulah dia masuk ke dalam Dunia brandalan hanya untuk menghilangkan rasa 'kesendirian' itu. Bagaimana tidak, coba kalian bayangkan. Kalau hanya kalian lah yang mempunyai kekuatan untuk membunuh dengan mudah. Dan berfikir kalau kalian lah yang terkuat di Bumi. Nah itu, setelah kematian Guy-sensei dirinya merasakan hal seperti itu.

Tapi setelah dia mengetahui sebuah pesan yang di tinggalkan Guy-sensei. Kalau di Dunia ini ada Mahluk selain Manusia yang mempunyai kekuatan seperti dirinya perasaan senang timbul dalam hatinya, bersamaan perasaan aneh hinggap di hatinya. Dan karena itu, dia yang saat itu menjadi ketua geng terkuat di Kyoto, menginvasi kota-kota sekitar Kyoto bersama dengan pengikutnya. Berharap menemukan hal-hal yang mengganjal yang terjadi pada saat invasi ataupun di luar invasi. Tapi setelah satu tahun kemudian hasilnya mengecewakan, harapan yang dia harapkan tidak terkabul. Tak ada sesuatu yang mengganjal saat invasi-invasi terjadi. Malah setelah itu Polisi di beberapa Kota di sekitar Kyoto memburunya, untungnya saat melakukan invasi suruh anggota gengnya menggunakan topeng dengan gambar satu mata. Membuat dia dan para pengikutnya hingga saat ini tak ada satupun yang tertangkap oleh Polisi.

Satu tahun sudah, dia tak menemukan Mahluk yang di maksud Guy-sensei. Dan pada akhirnya dia menyerah untuk mencari mahluk yang di maksud Guy-sensei, bersamaan dengan itu perasaan 'kesendirian', 'kebosanan' mulai menggerogotinya. Sampai 1 tahun kemudian dia mendengar rumor panas tentang sebuah Kota bernama Kuoh yang sulit untuk di kuasai. Bahkan sampai dua geng terkuat di Kyoto setelah Root Army ikut adil mencoba menguasai Kota tersebut dan hasilnya dua geng terkuat itu pulang dengan babak belur, karena hal itu juga dia merasakan sesuatu yang ganjal.

Dan karena itu dia di sini.

Ingin membuktikan sekuat apa? Sampai membuat dua Geng terkuat yang sudah terkenal di Negara tetangga Jepang babak belur, sekaligus berharap menemukan mahluk yang di maksud Guy-sensei. Dan hasilnya benar, kalau mahluk supernatural yang di maksud Guy-sensei itu ada!

Aura hijau semakin banyak keluar dari tubuh Naruto. Bahkan karena itu, angin yang tadinya tenang bagai air sekarang bergejolak tak menentu.

Kedua tangan mengepal itu semakin mengerat dengan rambut pirangnya terangkat melawan gravitasi. Kulit yang tadinya putih sekarang sudah berubah menjadi merah. Bahkan matanya yang tadinya berwarna biru jernih sekarang putih tanpa pupil tengah memandang tajam Iblis reinkarnasi di depannya.

Krakk..

Sebuah retakan lebar tercipta di bawah pijakannya seiring aura hijau dari tubuh Naruto semakin membesar.

Di sisi lain Issei sudah siap dalam mode tempurnya. Instingnya mengatakan pertarungan ini sudah berbeda di luar nalar Manusia.

Matanya masih senantiasa menatap tajam sosok Naruto yang tak jauh di depannya. 'Sepertinya dia bukan Manusia biasa.' ucap Ddraig dalam alam bawah sadar Issei. 'Dan aku tak menyangka, masalah ini akan menjadi seperti ini. Ddraig.'

Tap!

Syuuut...

Kaki kanan berlapis kain hitam itu membelah udara menuju ke arahnya.

'Cepat!' shock, Issei melihat sosok ketua geng terkuat itu sudah berada di depannya.

Dugh!

Tanpa berkutik, inang salah satu Naga surgawi tersebut terpelanting ke samping kiri dan berhenti setelah menghantam tembok sekolah setelah menerima tendangan kuat kaki kanan Naruto.

BUM!

"Woo... Sensasi ini. Aku SUKA!" ucap Naruto setelah menapakan kedua kakinya, kemudian memandang kedua tangannya yang berkulit merah dengan warna hijau menyelimuti kedua tangannya.

"ISSEI!"

"Hanya segitukah?" Menatap dimana Iblis jantan berambut coklat tadi terpental, Naruto kemudian menoleh ke asal suara.

"Dan aku yakin kalian juga mahluk supernatur-" tak melanjutkan perkataannya karena merasakan bahaya Naruto dengan cepat menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

Wuss...

BRAKK..

Kepalan tinju berlapis armor merah dengan permata hijau itu beradu dasyat dengan kedua tangan Naruto yang di silangkan.

'K-kuat!'

Ssrrkkkkk...

Kedua kaki berlapis aura hijau itu tersered ke belakang beberapa meter hingga meninggalkan bekas hitam akibat bergesekan dengan alasan sepatu sport Naruto.

Tap!

Berhenti, mata putih tanpa pupil Naruto menatap tajam si pelaku.

"He! Terkejut?" ucap Issei dengan suara berat akibat tertutup helm armornya. Ya kini dirinya dalam mode Balance Breaker Secred Gearnya.

©ARIES.H©

"Bagaimana Buchou? Apa kita membantu Issei-kun?" tanya Akeno Queen dari Club Penelitian Ilmu Gaib itu kepada Kingnya, setelah sadar dari ke kagetannya atas melihat kecepatan yang dimiliki oleh ketua Geng Root Army itu.

"Sepertinya kita tak usah membantu. Dalam mode itu Issei sudah unggul. Tapi kemampuan ketua geng itu masih belum Issei ketahui, jadi mungkin akan sedikit sulit. Dan sekaligus aku ingin mengetahui sekuat apa Issei setelah latihan khusus dari Sensei." jawab Rias. Di samping kiri Akeno, Asia mantan birawati itu hanya memandang laki-laki yang pernah menyelamatkannya dengan pandangan khawatir.

Kiba, knight dari Rias itu hanya diam masih shock melihat kecepatan yang di miliki Naruto. Tak hanya knight Rias saja yang mengalami ke terkejutan, bidak-bidak Rias lainnya yaitu Koneko, Xenovia dan Gesper juga terkejut melihat kecepatan yang di miliki ketua Geng terkuat itu.

".." Sona. Entah apa yang di pikiran adik Maou Levithan ini.

"Pukulanmu kuat juga." ucap Naruto sembil menggerakan-gerakan kedua tangannya yang terasa kaku dan sedikit gatal. Mendengar perkataan mengandung 'meremehkan' itu, Issei yang kini dalam Balance Breakernya hanya memberikan delikan tajam di balik helm.

"Baiklah! Ayo! Kita mulai lagi dan tingkatkan levelnya!"

"Hachimon Tonko! Daiyon...! Shoumon Kai!"

BUM!

Menyilangkan kedua tangannya di depan wajah saat sebuah hempasan kuat aura hijau menerpanya dari depan.

'ISSEI!' seru Ddraig.

Kedua mata di balik helm armor itu membulat, saat sosok hijau tiba-tiba muncul di samping kanannya dengan kecepatan super gila.

BRAK!

Tubuh berlapis armor merah itu terpental ke luar halaman sekolah.

Shuutt...

Menghilang meninggalkan tempat pijakannya yang hancur berkeping-keping. Dan kembali muncul di depan tubuh Issei yang akan menghantam kekkai, Naruto dengan sekuat tenaga memukul dagu bagian bawah Issei.

BRK!

'Krak!'

Seolah terbuat dari kaca, armor helm merah yang membungkus kepala Issei hancur berkeping-keping. Memperlihatkan wajah Sekiryuutei yang tengah meringis bersama dengan tubuhnya terpental ke atas.

Shuutt..

Kembali menghilang meninggalkan tempat pijkannya yang hancur berkeping-keping, ketua geng terkuat itu kembali muncul di atas tubuh Issei dengan kaki kanannya terangkat ke atas.

[Boost!] . [Boost!] . [Boost!] . [Boost!]

"YUHUUU!"

BRAKKK...

'Krrkk!'

Sekali lagi armor Issei yang melekat pada lengan tangan bagian depan untuk menahan hantaman kaki tersebut hancur berkeping-keping. Dan hal itu kembali membuat tubuh berlapis armor merah itu menikuk tajam ke bawah.

'Brengsek! Kecepatannya itu! terlalu cepat!' umpat Issei dan merelakan tubuhnya menghantam keras permukaan tanah berlapis aspal di bawahnya. Dan detuman keras terjadi saat tubuh Sekiryuutei itu menghantam tanah.

'Oi! Jangan mengumpat bodoh! Dia sudah di depanmu!' ucap Ddraig.

Dan benar saja saat membuka kedua matanya dengan sempurna, sosok ketua geng terkuat itu sudah di atas tubuhnya dengan posisi kepala di bawah dan tangan kanan mengepal erat.

Shuut!

KEBOOMM!

Seketika tanah berlapis aspal dan semen di depan gerbang Akademi Kuoh itu terangkat ke atas di iringi sebuah hempasan angin kuat bercampur debu menerjang seluruh ruang dalam kekkai itu.

©ARIES.H©

Hening, hanya suara tanah berjatuhan lah yang terdengar setelah beberapa detik detuman keras terjadi.

"H-he!"

Deg!

Kedua mata tanpa pupil Naruto membulat, kaget. 'D-dia masih hidup!?'

BBUGH!

"Ohck!" Baru saja mau bereaksi, tubuh Naruto yang berlapis aura Hijau tersebut seketika terpental ke atas dengan wajah memucat seolah menggambarkan sekuat apa pukulan yang dia terima.

Shuut!

"Ini!"

Bugh!

Issei muncul dengan gerakan cepat di samping kiri tubuh Naruto yang tengah terpental ke atas dan meninju wajah ketua geng terkuat itu dengan keras sampai tubuh ketua geng itu melesat ke arah gedung Sekolah Akademi Kuoh.

"Dan ini..."

Sebuah energi naga terkonsentari di depan kedua telapak tangan Issei sehingga membentuk bulatan besar berwarna hijau kemerahan.

"UNTUK SEMUA YANG TADI KAUAKUKAN! DRAGON SHOOT!"

Shuuttt...

Cahaya hijau menyala terang..

KEBOOMM!

Berada di dalam sebuah kekkai berukuran kecil, mereka Club Penelitian Ilmu Gaib dan Sona terpaku merasakan getaran dasyat kembali terjadi kedua kalinya. Kalau saja tak ada kepulan debu di depan mereka, mungkin mereka dapat melihat dengan jelas pertarung tersebut. Kilatan hijau dan merah berada di balik debu tebal lah yang mereka saksikan.

Beberapa detik kemudian kening adik Maou Levithan itu mengkerut, 'Apa sudah selesai?' batinnya tak merasakan detuman-detuman lagi setelah getaran dasyat kedua tadi terjadi. Bersamaan dengan itu kepulan debu tebal yang tadi berterbangan dimana-mana yang menutup jarak pandangnya kini sudah menghilang memperlihatkan halaman sekolah mereka sudah tak terbentuk, apa lagi sebuah kawah sedikit besar tercipta di tempat yang tadinya gerbang besi sekolah mereka berdiri. Dan lebih parah lagi, bangunan sekolah mereka kini hanya tersisa tanah hitam yang mengeluarkan kepulan asal saja.

Tak jauh di dekat mereka, di udara terlihat sosok berarmor merah dengan sepasang sayap hitam yang membentang lebar di belakang punggungnya.

"Sudah selesai kah?" ujar Issei dengan helm armornya yang sudah pulih kembali. 'Sepertinya begitu, aku juga tidak merasakan lagi auranya.' ucap Ddraig dari alam bawah sadar Issei.

'Dan setelah ini kau harus melatih reflekmu, Issei. Aku merasa malu saat tadi kau jadi samsak tinju brandalan itu.' lanjut Ddraig.

'Ya ya ya... Aku tau Ddraig.' sambil terbang mendekat ke arah King nya berada.

Tap!

Kedua kaki masih berlapis armor merah itu mendarat tak jauh dari anggota Club Penelitian Ilmu Gaib dan Sona berada.

Cklz!

Helm armor bagian depan itu terbuka.

"Issei kau tidak apa apa?" tanya Rias berlari mendekati Pionnya setelah Kekkai yang di buat Akeno menghilang. Di ikuti di belakangnya Sona dan yang lainnya.

"Hehehehe.. Aku tidak apa apa Buchou." balas Issei, "tapi. Yang aku khawatirkan, apa semua murid sudah di pindahkan Buchou?"lanjut Issei serius.

"Tenang saja, anggota ku sudah memindahkan semua murid ke luar Kekkai." bukan Rias yang menjawab, tapi Sona lah yang menjawab dengan nada datarnya.

"Ara.. Sepertinya pelatihan khusus dari ero-sensei berhasil membuat Issei-kun bertambah kuat, Buchou." ucap Akeno.

"Issei-san, apa ada yang terlu-"

"Apa yang kalian lakukan di sini? apa kalian melupakan acara hari pertama masuk Murid baru di Underworld dan apa-apan ini!?"

Perkataan penuh ke khawatiran dari Asia terpotong oleh sebuah suara asing di belakang mereka.

Dengan serentak mereka menoleh ke asal suara tersebut.

"Sairaorg!" ucap Rias.

To. Be. Continued!

Next Chapter 3~

A/N : tidak ada yang mau author sampaikan untuk chapter ini, tapi terimakasih atas kalian yang merelakan waktu untuk membaca fic ini

Hachimon sebuah teknik Taijutsu tingkat tinggi, bahkan seorang Madara di buat ke repotan, jadi yang tau tentang Hachimon ini akan semakin mengerti Chapter 2 ini. Dan dalam Fic ini Naruto hanya Manusia biasa yang hanya di latih keras tubuhnya sehingga dapat menggunakan teknik Hachimon.

Review?