OMAKE
© Celynn Koo
A Seventeen Story – Hong Jisoo and Yoon Jeonghan
Disclaimer : Jalan cerita milik saya, mohon tidak melakukan PLAGIARISME. Terima kasih.
Warning : Genderswitch. Non-idol!AU. Cameo!OtherIdols.
Genre : Humour. Drama.
"Cut! Oke!"
Jisoo mendesah keras dan melepaskan jas putihnya serta melonggarkan dasi kupu-kupunya. Ia tersenyum dan membalas sapaan staf-staf yang berlalu lalang disana. Sutradara pendatang yang juga juniornya waktu kuliah dulu, Lee Chan, berlari ke arahnya, "Hyung! Tadi itu bagus sekali! Aktingmu dengan Jeonghan-noona begitu sempurna!"
Jisoo menggaruk pipinya rendah hati, "Ah tidak kok. Jeonghan-ssi saja yang lead-nya bagus sekali, aku hanya mengikutinya." Chan menggeleng dan menghembuskan nafas, "Aku sangat berterimakasih kepada kalian berdua yang bersedia menjadi peran di film perdanaku ini. Walau imbalan yang diminta Noona sedikit aneh dan iseng sekali." Jisoo terlihat penasaran, "Apa itu, kalau aku boleh tahu?"
"Biasalah, menjadikanku 'bayi'nya," wajah Chan mengernyit dan bibir bawahnya ia majukan tanpa sadar, aksi ngambeknya yang biasa. Jisoo tertawa dan menoleh ke belakang ketika terdengar sebuah ketukan hak di ubin mengkilat gereja. Seorang wanita berjalan, Jeonghan, sudah berganti dengan gaun pendek yang sesuai dengan musim semi yang sedang bertransisi menjadi musim kemarau.
"Speak of the devil,"
"Channie-ku sayanggggg!"
"Terima kasih, Semuaaaaaa!"
Para staf dan pemain saling membungkuk satu sama lain dan sang sutradara mendatangi pemainnya satu persatu, mengucapkan terima kasih secara pribadi. Disampingnya, lawan mainnya tengah berbincang dengan Choi Seungcheol, dan entah mengapa hatinya seolah tak menginginkan hal itu terjadi; apalagi setelah mendengar-secara-tidak-sengaja apa yang tengah mereka bicarakan, otot terbentuk nan padat.
Ia melihat dirinya sendiri yang kerempeng dan misuh-misuh tapi, hei, ia mempunyai keluarga sendiri. Tidak seharusnya, dia merasa begini dan juga Yoon Jeonghan sudah dipinang oleh seseorang. Dia mendesah dan tidak menyadari sang sutradara berjalan kearahnya kalau saja tidak ada suara melengking Jeonghan yang kelewat sayang dengan sutradara mereka.
"Ah, kalian berdua disini," Chan menyapa mereka. "Terima kasih kalian berdua karena mau menjadi karakter utama dan memberikanku hak untuk memakai nama kalian!" Keduanya tertawa dan membungkuk juga untuk menghormati sutradara mereka, "Terima kasih juga karena telah menjaga kami!"
"Ah, kalian ingin pulang duluan kan? Silakan saja, sampaikan salamku kepada pasangan kalian, ya! Sampai jumpa besok malam!"
Keduanya pergi bersama ke parkiran dan mencari mobil masing-masing. Jisoo memencet remot portabel mobil merci hitamnya dan masuk ke kursi kemudi ketika tiba-tiba pintu disampingnya terbuka dan masuk Yoon Jeonghan–ah, maksudnya, Hong Jeonghan. Jisoo mengacuhkan istrinya itu dan lebih memilih untuk menyalakan mobilnya sedangkan Jeonghan mengamati gerak-gerik suaminya sebelum memegang tangan suaminya.
"Cemburu?"
Jisoo melirik, "Tuh, kau tahu."
Jeonghan mengambil wajah suaminya dan mendaratkan sebuah kecupan seringan kupu-kupu di hidung mancung suaminya, "Ya, ya, tapi Seungcheol sahabatku dan kau tahu dia punya istri, Sayang. Dan bagaimana rencana kita untuk besok? Tidak basa-basi dan langsung berkata, 'Tada! Kami sudah menikah, lho!' begitu?" Mau tak mau, Jisoo tersenyum dan tertawa mendengar ide konyol istrinya, "Yang benar saja, Sayangku! Begini saja, kau harus mengenyangkanku dulu baru kita bahas lagi, oke?"
"Kita mau makan dimana?"
Jisoo tertawa lagi, "Kenyang dalam arti lain, Sayang." Ia menambah sebuah kedipan dan tertawa tambah keras ketika istrinya memekik dengan wajah merah dan mendorongnya jauh-jauh.
"Yak!"
Omake : Fin.
Notes :
Abal, he eh, tahu kok.
Mohon masukannya, teman-teman!
Have a nice day!
Sekali lagi, ini saya kebut semalam!
