Author : FishyMonkey

Judul : Strawberry

Cast : Lee Hyukjae, Lee Donghae, and other

Genre : Romance #may be?

Rated : T

Warning : this is Yaoi, Boys Love, if you don't like don't read okey?

Authot POV

"Selamat datang di Strawberry Villa…!" ucap hyukjae sambil membungkuk dan diikuti para pegawainya.

"Hhhh, disini sejuk sekali." Ucap sambil menatap sekitar.

"Biar ku antar ke villa kalian. Minho, Lee Joon, tolong tas mereka kalian bawa." Perintah Hyukjae pada dua orang pegawainya. Sedangkan pegawainya yang lain kembali ke tempat mereka semula.

Mereka berenam berjalan beriringan. Tak ada percakapn di antara mereka berenam. Selang beberapa lama mreka melangkahkan kaki, bangunan yang terlihat seperti rumah mulai terlihat. Designnya di ambil dari gaya Eropa. Catnya berwarna biru langit. Ada beberapa pot bunga yang ada di teras bangunan itu.

"Baik Nyonya Lee dan Tuan Lee, ini villa yang kemarin anda pesan. Apa anda mau beristirahat dulu atau ku antar berkeliling?" tawar Hyukjae dengan ramah sa,bil menunjukkan senyum manisnya.

"Ah baiklah, mungkin lebih baik kita berkeliling dulu." Ucap dan di balas anggukan oleh .

"Aku mau di sini sa-" ucapn Donghae terpotong karena jitakan 'sayang' eommanya mendarat dengan mulus di kepalanay.

"Ck ikan amis, kau ikut. Tidak ada bermalas-malasan di sini." Ucap sambil menatap anaknya tajam. Hyukjae yang melihat itu hanya terkikik geli. Donghae melihat tawa itu. Dia melihatnya. Pemandangan yang bahkan lebih indah dari yang ada di sekitar villa. 'Manis' itulah yang ada di pikiran Donghae saat dia melihat Hyukjae tertawa.

"Nah, baiklah mari saya antar berkeliling." Hyukjae menjulurkan tangannya mempersilahkan keluarga kecil itu untuk jalan duluan.

"Ah iya, saya belum memperkenalkan diri. Lee Hyukjae imnida. Bisa di panggil Hyukjae atau Hyukkie." Ucap Hyukjae sambil tersenyum.

"Ah, Hyukjae-ssi ini anakku namanya Lee Donghae. Sepertinya kalian sebaya eoh?" ucap sambil melirik mereka berdua bergantian.

"Ah, benarkah?" jawab Hyukjae meyakinkan.

"Sepertinya iya. Ikan ini sudah 20thn. Bagaimana dengan dirimu Hyukjae-ssi?" Tanya lagi.

"Ah, saya juga 20thn." Hyukjae tetap tersenyum.

"Ah, bagaimana kalau kalian kami jodohkan."

"Apa?" Tanya Hyukjae keget akan ucapan

"Waaah, bangunan apa ini?" mencoba mengubah perhatian dengan memandang gedung yang terbilang besar yang ada di depannya.

"Ani pabrik susu dan yogurt. Di sebalah sana ada sapi-sapi perah. Susu dan yogurt yang kami produksi dari sini alami dari sapi-sapi perah itu. Kamu juga menyediakan rasa strawberry yang rasa juga warnanya alami dari strawberry-strawberry yang ada di kebun belakang." Ucap Hyukjae menjelaskan.

"Jadi di belakang ada kebun strawberry? Pasti susunya sangat segar." Ucap kagum.

"Apa anda mau menyicipi susu dan yogurtnya? Kalau anda mau bisa saya ambilkan. Tenang saja, ini gratis." Ucap Hyukjae sambil bercanda.

"Jinja? Kami boleh mencobanya? Itu suatu kehormatan."

"Baiklah, akan saya ambilkan. Permisi sebentar." Ucap Hyukjae sambil melenggak masuk ke dalam pabrik. Selang beberapa menit, Hyukjae kembali sambil membawa nampan yang berisikin 3buah kotak susu dan beberapa yogurt.

Donghae yang melihat nampan itu berisi dua buah susu strawberry dan sebuah susu vanilla, langsung terburu-buru mengambil susu vanilla. Tidak ingin siapapun mengambil susu itu. Mr dan pun mengambil susu strawberry itu.

"Sudah kuduga pasti akan segar. Hyukjae-ssi, ayo kita lanjutkan berkelilingnya."

Hyukjae mengangguk dan meletakkan nampan itu ke meja yang ada di deketnya. Mereka berjalan lagi hingga akhirnya terlihat kandang-kandang sapi yang sangat bersih. Sapinya pun gemuk-gemuk juga terlihat sehat.

"Ini sapi-sapi perah yang saya bicarakan tadi. Di situ ada beberapa rumput, apa nyonya ingin mencoba memberi makan?"

"Eoh? Tidak apa kah?" ucap ragu.

"Taka pa nyonya. Sapi-sapi ini jinak. Apa nyonya juga mau mencoba memerah susunya?" ucap Hyukjae menawarkan.

"Sepertinya seru sekali. Baiklah akan ku coba. Donghae-ah, kau juga harus mencobanya!" ucap sambil menatap Donghae tajam.

"Aku? Aku juga? Apa? Apa aku tidak salah dengar?" Tanya Donghae sambil menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuknya.

"Anak muda, kaau ini masih 20thn. Sedangkan aku yang sudah menginjak kepala empat saja pendengarannya masih bagus." Lagi2 menjitak anak semata wayangnya. Dan lagi-lagi Hyukjae tertawa melihatnya. Dan Lagi-lagi juga Dongha terpaku melihat tawa itu. #terlalu banyak lagi-lagi #plakk

Dengan berat hati Donghae mengekori Eommanya yang berjalan menuju tumpukan rumput yang masih hijau den segar. Merka mengambil beberapa rumput itu dan menghampiri Hyukjae dan appanya yang masih sibuk mengelu-elus sapi-sapi itu.

menyulurkan tangannya mendekati bibir sapi itu. Dengan segera sapi itu membuka mulutnya dan melahap rumput-rumput itu. Melihat apa yang eommanya lakukan, Donghae pun mengikutinya. Dia tersenyum melihat betapa lahapnya sapi-sapi itu.

"Mereka jinak bukan?" ucap seseorang yang entah sejak kapan sudah berada di samping Donghae. Donghae mendongakkan wajahnya dan mendapati Hyukjae yang sedang menatapnya dengan tersenyum manis. Donghae yang melihat Hyukjae ada di sampingnya, segera mengakkan tubuhnya.

"Ehem, ne mereka jinak. Umurnya berapa?" Tanya Donghae. Hyukjae yang mendengar pertanyaan Donghae mengalihakan pandangannya pada sapi itu dan mengelus kepalanya.

"Kalau yang ini sudah dua tahun. Kalau yang di beri makan oleh nyonya Lee tadi, itu masih satu setengah tahun." Hyukjae menjawab pertanyaan Donghae sambil terus mengelus sapi itu sambil sesekali tersenyum. Donghae yang melihat Hyukjae t ersenyum pun ikut tersenyum. Seakan-akan mendapat sengatan(?) kebahagian dari namja manis bernama Lee Hyukjae ini.

"Ah Nyonya Lee, apa mau dilanjutkan ke kebun Strawberrinya?" Tanya Hyukjae yang mengagetkan dan yang sedang mengobrol berdua.

"Ah, baiklah. Aku ingin mencoba strawberrinya. Pasti enak sekali." Ucap dan berlari kecil menuju Hyukjae.

Mereka melanjutkan perjalan mereka menuju kebun strawberriinya hingga kebun itu terlihat. Kebun yang di dominasi warna hijau daun dan beberapa warna merah yang mencolok itu terlahat. Membuat lagi-lagi berdecak kagum. Kebun itu sangat bersih. Ada beberapa bangku taman dan meja kecil yang sengaja di taruh di kebun itu. Mungkin untuk pengunjung yang ingin menikmati ketenangan di situ sambil memakan buah strawberry sambil meminum secangkir the?

"Ini kebun strawberry-nya." Ucap Hyukjae sambil menjulurkan tangannya mempersilahkan , serta Donghae untuk masuk duluan.

"Hyukjae-ssi, siapa yang merawat kebun ini?" Tanya yang masih terkagum.

"Untuk kebun ini, seluruhnya saya yang merawat." Ucap Hyukjae sambil tersenyum. Dan membuat lagi-lagi kagum terhadap anak muda ini.

"Waah, hebat sekali. Kau jauh bertolak belakang dengan anakku. Dia sangat pemalas. Bahkan waktu liburan kuliahnya hanya dia gunakan untuk tidur." Ucap sambil melirik Donghae dan Membuat Hyukjae lagi-lagi terkikik geli.

"Ya, kenapa di kait-kaitkan dengan ku?" ucap Donghae sambil mendengus sebal. yang mendengar ocehan anaknya hanya berpura-pura tak dengar dan memulai percakapannya dengan Hyukjae lagi.

"Apa yang ada di sini semua milik mu Hyukjae-ssi?" ucap yang sepertinya penasaran.

"Ah, ani. Sebenarnya ini milik orang tuaku. Tapi karena mereka mewariskannya padaku, jadi aku yang merawatnya." Jawab Hyukjae sambil tersenyum.

"Mewariskan?" Tanya yang bingung dangan adanya kata 'mewariskan' yang ada di dalam kalimat Hyukjae tadi.

"Mereka.. sudah tiada." Ucap Hyukjae sambil menundukkan wajahnya. yang melihat gelagat Hyukjae segera mengelus punggung Hyukjae dan minta maaf atas pertanyaannya.

"Tak apa Nyonya Lee. Ah, bukannya anda mau mencoba strawberrynya? Akan ku petikkan beberapa kalau anda mau."

"Ah, tidak usah. Akan kami petik sendiri."

"Kalau begitu akan ku ambilkan sarung tangan dan keranjang. Permisi nyonya." Ucap Hyukjae meminta ijin untuk pergi sebentar dan di balas senyuman oleh . Hyukjae kembali sambil membawa empat pasang sarung tangan dan empat buah keranjang. Setelah itu membagikannya kapada keluarga kecil itu. Setelah itu mereka pergi memencar untuk memetik Strawberry-nya masing-masing.

Hyukjae yang melihat Donghae kebingungan atau mungkin tidak tahu bagaimana cara memetiknya segera menghampiri Donghae. Dia langsung berjongkok di samping Donghae.

"Seperti ini caranya. Apa kau belum pernah memetik Strawberry?" Tanya Hyukjae setelah memberi Donghae contoh memetik strawberry yang benar.

"Aku, aku belum pernah memetik strawberry sebelum ini. Itu karena aku tak suka dan tak tertarik dengan buah ini." Ucap Donghae sambil memetik satu buah strawberry. Hyukjae yang mendengar ucapan Donghae langsung menatap Donghae dalam. Merasa dirinya tengah di perhatikan, Donghae beralih menatap Hyukjae yang masih menatap dirinya. Kini mata merka bertemu. Tubuh Donghae membeku seakan dirinya tertarik menuju mata indah itu.

"Kenapa?"

"Hah?"

"Kenapa kau tak suka strawberry?"

"Aku tak suka rasanya. Aku tak suka asam."

'Jadi itu yang membuat dia mengambil susu vanilla tadi' gumam Hyukjae dalam hati.

"Hyukjae-ssi, dimana kita akan menaruh strawberry-strawberry ini?" teriak yang membuat kontak mata kedua insang ini terputus. Mendengar teriakan , Hyukjae segera menghampirinya.

"Akan ku bawa kedepan Nyonya. Apa anda juga ingin ke villa anda untuk beristirahat?" Tanya Hyukjae dan mengambil keranjang yang sudah penuh dengan strawberry.

"Ah, aku ingin mengganti pakaianku dengan pakaian santai. Kalau begitu kita kembali saja ke villa." Sahut yang berdiri di samping . Hyukjae melirik jam tangannya sekilas. Setelah itu kembali menatap Mr dan .

"Baiklah, kita kembali ke villa. Ehmm, Nyonya Lee, nanti jam 12 ada makan siang bersam pengunjung-pengunjung yang lain di gedung utama. Saya harap kalian akan datang."

"Ah kami pasti akan datang Hyukjae-ssi~~"

.

.

.

TBC/END?

.

.

.

Chap 1 update. Okeh sya tau ini pendek dan FFnya juga ancur -_-. bakal saya lanjut kalo review mencukupi. kalo bisa sama kaya kemarin sebelum FF ini kehapus~~ ^_^