WHY ME?

.

CHAPTER 1

.

2016©yeyepapo

.

Pairing: Wonkyusung, Yesung centric

.

Genre: drama, angst, family, friendship

.

Warning: shounen-ai, latter!mpreg, TYPO

.

Disclaimer: cerita punya saya,/ SuJu punya Tuhan,/OC: Park Ryeojin punya saya

.

For other shipper who didn't like story with the cast please leave and don't BASH ANY OF THE CAST.

.

ONE MORE TIME

DON'T LIKE DON'T READ

.

ENJOY

.

PREVIOUSLY

.

Seorang pria yang tengah tak sadarkan diri terlihat terbaring di kasur putih dengan selimut yang menutupi tubuhnya sebatas dada. Seorang pria yang lebih tua terlihat duduk di sbuah kursi di samping ranjang yang lebih muda. Matanya menatap tajam si pingsan.

Terlihat sebuah pergerakan dari yang lebih muda. Perlahan mata sipitnya terbuka.

"euhh.."

Perlahan yang lebih muda mulai menyadari kondisinya dan saat dia melihat sosok lain di kursi di sampingnya dia langsung memasang wajah datar tanpa ekspresi.

"bagaimana perasaanmu Yesungie?"

"akan lebih baik kalau aku bukan kelinci percobaanmu.."

Jawaban yang ketus tak membuat yang lebih tua marah , malah dia membalasnya dengan tersenyum.

"yah maafkan aku karena membuatmu menderita setiap bulan.. setidaknya kau tahu kan bagaimana menjadi wanita yang setiap bulan-"

"cukup Ryeojin-ssi terimakasih sudah datang, aku sudah merasa lebih baik.. jadi anda boleh pergi.."

Ryeojin menatap Yesung dengan senyum maklum.

"baiklah.. sepertinya seorang yang sedang PMS memang tidak boleh di ganggu... aku sudah menyuruh dongsaengmu memasak makanan untuk mu.. dan obatmu untuk 1 bulan kedepan ada di nakas di sampingmu..."

Yesung tidak menjawab, dia memilih menatap jemarinya yang tertaut. Ryeojin berdiri dan membereskan barangnya lalu beranjak keluar. Menoleh sebentar untuk melihat ekspresi Yesung.

Klek.

Pintu ditutup begitu pula kebohongan Yesung. Sedari tadi dia menahan tangis yang hendak keluar. Tapi dengan kontrol emosi yang mumpuni membuatnya mampu menahannya, tapi saat tak ada orang meledaklah emosinya.

"kenapa aku?.."Tanya Yesung pada udara kosong.

Dengan posisi tidur miring dia menangis. Hingga matanya kembali terasa berat dan mimpi sekali lagi menyelimutinya.

NOW ON CHAPTER 1

Member Suju yang menunggu di ruang tengah dorm-kecuali Ryeowook yang di dapur- langsung auto focus pada sosok Dokter yang baru saja keluar dari kamar hyung mereka yang tadi pingsan.

"hyung kalian sepertinya mulai pikun ya hahaha.. sampai kehabisan obat.. kondisinya sudah membaik tidak ada yang perlu di khawatirkan.. penyakitnya kambuh karena dia kelelahan saja. Saya harap kalian juga bisa mencegah Yesung-ssi supaya tidak kecapekan..."

Siwon yang duduk paling dekat dengan Ryeojin berdiri dan menghampirinya.

"maaf Dokter, tapi sudah bertahun-tahun penyakit Yesung hyung di obati tapi sepertinya tidak ada yang berubah,, sebenarnya Yesung hyung sakit apa? Kalau Dokter tidak bisa menyembuhkannya.. saya akan dengan senang hati membawa Yesung hyung ke Dokter yang lebih ahli..."

Ryeojin memandang remeh Siwon.

"dengar anak muda.. yang mengetahui penyakit dan obat dari penyakit hyungmu itu hanyalah aku dan tidak ada Dokter lain yang tahu.. jadi kalau kau bisa menjaga tingkahmu, aku akan terus merawat hyungmu tapi jika kau memutuskan untuk melawanku siap-siaplah hyungmu akan menderita..."

Melihat suasana yang berubah kurang kondusif membuat Eunhyuk langsung berdiri dan menarik Siwon menjauh sebelum dia sempat menjawab perkataan sang Dokter.

"ah.. ne Dokter.. kami menghargai kerja keras anda.. terimakasih sudah datang dan merawat hyung kami.. dan saya minta maaf atas nama Siwon. Dia sebenarnya tidak bermaksud begitu.. kami hanya terlalu khawatir dengan hyung kami itu saja.. sekali lagi saya mohon maaf.." Eunhyuk mengulurkan tangannya untuk bersalaman

Ryeojin menerima uluran itu tanpa bicara dan hanya menggangguk sekilas lalu beranjak keluar dari dorm.

Begitu Dokter Park keluar dari dorm. Semua mata tertuju pada Siwon yang baru saja mendudukan dirinya di sofa di samping Kyuhyun. Wajahnya terlihat menahan amarah.

"Siwon-ah kita sudah pernah membahas ini bersama bahkan dengan Yesung hyung. Jadi kumohon seperti yang Yesung hyung inginkan.. jangan terlalu ikut campur tentang urusan penyakit Yesung hyung dengan Dokter Park... "

Sungmin mencoba meredakan amarah Siwon.

"tapi hyung.. beberapa bulan belakangan ini Yesung hyung collapse terus. Aku takut kalau penyakitnya itu tambah parah.. dan tadi saat Dokter Park bilang Yesung hyung tak apa-apa membuatku benar-benar emosi.. apanya yang tak apa-apa? Setiap dia collapse dia kesakitan.."

Siwon sepertinya bertambah emosi.

"sudah kita bahas lagi lain hari.. aku akan kabari member lainnya kalau Yesung hyung tak apa-apa.. dan Kyu, kau bantu Ryeowook di dapur sana.. nanti kalian suruh Yesung hyung makan bubur yang sedang di buat Wookie dan obatnya jangan lupa Yesung hyung suruh minum.. besok kita ada jadwal jam 12 untuk recording acara xxxxx.. yang lainnya kembali istirahat..."

Sungmin menutup pembicaraan. Dan member lain langsung bubar menuju kamar masing masing kecuali Siwon yang masih tetap terduduk di ruang tengah dan Kyuhyun langsung menuju ke dapur untuk membantu reyowook memasak.

000

"hyung.. bangun dulu.."

Kyuhyun membangunkan Yesung dengan pelan agar Yesung tidak kaget.

"euhh.."

Yesung langsung terbangun dan begitu dia sadar sepenuhnya dia mencoba duduk dibantu Kyuhyun. Sedangkan Ryeowook duduk di samping Yesung sambil membawa mangkuk berisi bubur susu yang masih hangat.

"makan dulu ya hyung. Habis itu minum obat.. tadi Dokter Park berpesan padaku untuk selalu mengawasi hyung minum obat. Apa selama ini hyung tidak minum obatnya teratur sampai hyung collapse lagi?"

Ryeowook bertanya dengan nada sepelan mungkin agar hyungnya itu tidak tersinggung.

"sudahlah Wookie biar hyung makan dulu bubur dan obatnya nanti dijawab kalau sudah selesai."

Kyuhyun bisa membaca kalau Yesung tidak ada niat untuk menjawab.

Mereka berdua memandang diam Yesung yang memakan buburnya dengan pelan tanpa memandang dua dongsaengnya.

000

Suara gelak tawa memenuhi ruang make up di salah satu ruangan di gedung KBS. Terlihat member Super Junior yang bersenda gurau di ruang make up sembari di make up. Sebenarnya mereka sudah selesai recording di KBS tapi setelah ini mereka ada pemotretan untuk majalah. Jadi mereka sekalian make up di sini dan nanti tinggal berangkat menuju lokasi pemotretan yang temanya outdoor.

Dari sekian member yang tertawa-tiwi beberapa memilih hanya tersenyum dan mengawasi tanpa ikut andil dalam candaan member lain. Yesung, yang semalam sempat collapse sepertinya masih sedikit lemas terbukti sedari tadi dia hanya memperhatikan tanpa ikut bercanda walau sesekali ikut tertawa lepas, selebihnya dia hanya tersenyum maklum. Ada juga Siwon yang terlihat murung sejak semalam, beberapa kali dia terlihat mencuri lihat ke arah hyung yang dia sayangi, Yesung.

"ah.. Yesungie.. bagaimana badanmu? Sudah mendingan? Sudah minum obatmu kan?"

Sang mother hen –Leeteuk – menanyakan keadaan sang dongsaeng yang memang memiliki masalah kesehatan-setahu mereka.

"aku sudah baikan hyung. Tadi aku sudah meminumnya sebelum recording.."

"oke baiklah.. kalau kau merasa kurang enak badan langsung istirahat ya jangan dipaksakan... "

Yesung mengangguk singkat.

Teriakan manajer membuat meraka langsung paham kalau waktunya untuk berangkat ke lokasi photo shoot.

Siwon langsung berdiri dan membawa tas jinjingnya, saat dia melihat Yesung membawa tas ransel yang terlihat berat Siwon langsung mengambil alihnya.

"hyung baru pemulihan jangan bawa barang berat-berat.."

Yesung yang kaget tasnya 'dirampas' Siwon mencoba mengambilnya kembali.

"tidak apa-apa Wonie.. aku sudah mendingan.."

"Tidak ada tapi-tapian.."

Perkataan mutlak Siwon membuat Yesung mempoutkan bibirnya sebal. Hal itu membuat Siwon gemas dan mecubit pipi Yesung lalu segera kabur saat Yesung sudah siap untuk berteriak.

"YAKK. CHOI SIWOOON..."

Member lain yang kaget mendengar teriakan Yesung menoleh, tapi langsung menggeleng maklum saat melihat Siwon berlari menjauhi sang vokalis sambil membawa tas jarahannya.

000

Sudah 2 jam mereka melakukan sesi pemotretan di salah satu taman kota tapi masih belum selesai. Dan sepertinya masih butuh sekitar 1 jam lagi untuk selesai. Di salah satu tenda yang digunakan untuk berteduh terlihat Yesung tengah bersandar di bahu Kyuhyun yang tengah bermain handphone.

"kalau hyungie sudah lelah mendingan tidur di van saja biar leluasa.. kalu di sini nanti lehermu sakit hyung.."

Kyuhyun mengalihkan atensinya sebentar untuk menengok hyungnya yang terlihat lelah, lalu kembali berfokus pada ponselnya. Yesung yang mendengar nada kekhawatiran dari maknaenya hanya tersenyum tipis dan malah lebih menyamankan dirinya di bahu sang maknae.

Kyuhyun yang merasa tidak digubris hanya tersenyum maklum. Mungkin hyungnya sedang ingin dimanja.

Baru sekitar 10 menit Yesung memejamkan netranya tiba-tiba perutnya terasa kram. Karena tidak mau membuat Kyuhyun khawatir, dia perlahan bangun dan langsung pamit ke toilet yang di sediakan di ujung taman.

"arghh... kenapa masih sakit. Seharusnya hanya kemarin saja..."

Sambil meringis, Yesung mendudukan dirinya di kloset. Mencoba menetralisir sakit diperutnya dengan mengatur nafasnya sendiri. Merasa sakit yang tak kunjung mereda dan keringat dingin mulai menetes, Yesung memutuskan untuk memanggil salah satu dongsaengnya untuk mengambilkan tasnya yang berisi obatnya.

"hyung.. Yesung hyung?! Kau tak apa kan?"

Terdengar suara Kyuhyun dari luar bilik kloset. Untuk sesaat Yesung merasa lega ada yang mengikutinya sampai ke toilet.

"nehhh... kyuhhh tolonghh nghh ambilkanh obhath kuhhh.."

Suara Yesung terdengar menahan sakit. Kyuhyun yang paham segera melesat keluar untuk mengambil obat Yesung.

Satu hal yang tidak Yesung sukai saat dia merasa kesakitan seperti saat ini adalah saat hyung dan dongsaengnya panik. Itu membuatnya merasa bersalah. Dan itu terjadi saat ini. Begitu Kyuhyun kembali ke toilet dia tidak hanya membawa obat Yesung tapi juga membawa Leeteuk, Heechul Siwon dan Eunhyuk. Mereka terlihat panik dan langsung membuka bilik kloset Yesung yang tak di kunci dan membopong Yesung keluar toilet untuk di bawa ke van.

"hyung kan sudah bilang jika lelah jangan dipaksakan..."

Leeteuk sibuk mengelap keringat dingin Yesung sedang Eunhyuk mengipasinya. Kyuhyun yang telah selesai meminumkan obat ke Yesung terlihat diam dengan penuh ke khawatiran di mukanya. Heechul yang biasanya cerewet memilih bungkam saat dia masih melihat raut kesakitan Yesung. Sedangkan Siwon terlihat panik dan khawatir sampai-sampai bingung dengan apa yang harus dia lakukan.

"ARGHHHHH..."

Tiba-tiba Yesung merasakan perutnya benar-benar sakit. Hal itu membuat orang-orang disekitarnya bertambah panik. Setelah meminum obat bukanya mereda tapi malah terlihat semakin menggila.

Kepanikan mereka tak sampai disitu, ditengah kondisi Yesung yang menggeliat-geliat menahan sakit mereka dikejutkan dengan sebuah pemandangan yang membuat jantung berhenti. Celana bahan Yesung yang berwarna putih gading tiba-tiba dirembesi suatu cairan berwarna merah. Dan mereka yakin itu DARAH. Yesung sudah tidak menjerit lagi tapi erangan-erangan penuh kesakitan keluar dari bibirnya.

"ASTAGA ADA APA DENGANMU RABID DOG.."

Heechul terlihat panik setelah sedari tadi terlihat diam. Leeteuk yang tak kalah panik segera ambil tindakan dan menghubungi Dokter Park.

"Dokter, Yesung mengalami.. pend-pendarahan... aku tak tahu keluar dari mana.. celananya berubah merah... dan dia kesakitan...ne.. alamatnya? Baik –baik.."

Setelah Leeteuk menelpon Dokter Park dia langsung berlari mencari driver mereka untuk mengantarkan mereka ke alamat yang di berikan Dokter Park.

"Heechul dan Eunhyuk kalian stay disini dulu.. kabari member lain tentang keadaan Yesung.. nanti aku kirimkan alamatnya. Siwon, Kyuhyun, kalian ikut aku.."

Yang dikomando mengangguk paham. Begitu driver sudah siap mereka langsung menuju ke alamat yang dikirimkan Dokter Park.

000

Di dalam mobil Yesung menggenggam erat tangan Kyuhyun dan Siwon yang ada di samping kiri dan kanannya. Wajahnya sudah terlihat pucat pasi dan keringat dingin terus mengalir. Darah yang merembes dari balik celana Yesung terlihat semakin banyak, hingga celana bahan Yesung basah oleh darah sampai mata kaki.

"aku tak kuat.."

Ujar Yesung lirih.. genggaman di tangannya mulai mengendur.

"andwe hyung.."

Kyuhyun dan Siwon berteriak serempak.

"jangan tidur, tetap sadar.. hyung dengarkan aku.. kau kuat.. sebentar lagi kita sampai..."

Siwon coba untuk membuat Yesung tetap terjaga, Leeteuk yang duduk di kursi depan menoleh panik,.

"hyungnim cepat sedikit.. perempatan di depan belok kiri nanti rumahnya kanan jalan. Dokter Park sudah menunggu di luar."

"aku lelah.."

Bisik Yesung menyerah.

TBC

Author note.

Untuk pertama kali saya minta saran kepada reader lanjutannya harus gimana? Karena saya sebenernya bikin ff ini awalnya pengen bikin hard mpreg n bener-bener sad ending tapi kayaknya kok terlalu berat ya? Jadi saya minta saran dari reader sekalian

Aku bakal lanjutin dengan requesan dari salah satu yang terpilih, tapi ceritanya harus ada konfliknya..

Ditunggu ya

Yeyepapo a.k.a justcallmeazi