Disclaimer : BLEACH by Tite Kubo

Warning : Gaje, aneh, garing kriuk kriuk, gak nyambung, de el el

Rated : T

"Fuuuh, semoga aku tidak melihatnya lagi" ujar Rukia lirih.

"Hey, cepat berangkat. Nanti pangeran idamanmu keburu pulang lho!" goda Hisana pada Rukia yang masih termenung disepedanya.

Dijalan Rukia masih saja mengingat orang yang selalu membayangi dirinya itu hingga membuatnya pingsan. Iapun agak mempercepat pacuan sepedanya agar tidak ketemu makhluk itu.

Tanpa diduga makhluk itu benar muncul didepannya. Rukia yang terkejut langsung mengerem sepedanya mendadak hingga sepedanya hampir terpeleset. Makhluk itu tinggi tegap dan hitam tak kelihatan karena gelap yang ia tahu makhluk itu punya rambut dan menyilangkan kedua tangannya didada. Ketika Rukia coba mendekatkan dirinya untuk memperjelasnya, makhluk itu hilang.

Rukia jadi geram karena makhluk itu selalu mempermainkannya. Ia langsung membanting sepedanya kesamping.

"Kurang ajar! Dimana kau makhluk jelek! Aku tidak peduli kalaupun kau itu maling, orang gila ba-bahkan ha-hantu sekalipun! Tunjukan dirimu! Asal kau tahu saja ya, aku ini pandai ka-karate!" tantang Rukia sambil mengepalkan kedua tangan mengumpulkan sebanyak mungkin keberanian yang ia punya.

"Apa kau mencariku?"

Never Let You Go

by Poppukoo

Chapter 2 "Who're You?

Rukia langsung ternganga dibuatnya. Dia bahkan berdiri diatas kabel listrik?

"K-k-k-k-kau si-si-siapa!?" ucap Rukia tergagap badannyapun gemetaran dan keringat dinginpun ikut keluar dari pori-pori kulitnya.

"Aku?" ucap makhluk itu menyeringai dari atas sana. Lalu menghilang seketika.

"Tu-tunjukan dirimu pengecut!" ucap Rukia memberanikan diri. 'Bagaimana ini? Bagaimana jika aku dibunuhnya? Bahkan dimakannya? Aku mohon Tuhan, selamatkan aku!' batinnya.

"Namaku?" tanya makhluk itu tiba-tiba muncul dihadapan Rukia bahkan berjarak sangat dekat. Rukia yang tambah shock langsung terjatuh kebelakang.

"K-k-kau ma-manusia!? Orange?!"

"Hentikan Kurosaki!" teriak seseorang dari belakang Rukia.

"Ishida!?" mata Rukia langsung melotot dibuatnya. "Maaf Kuchiki, aku harap kau tidak ketakutan" ucapnya.

"Tentu saja tidak, dia kan manusia!" balas Rukia sambil berdiri membersihkan roknya yang kotor akibat jatuhnya tadi.

"Temanmu ini rabun ya?" tanya Ichigo yang tiba-tiba disamping Ishida. "Apa kau bisa melihat hantu Kuchiki?"

"Bisa, tapi samar-samar. Memangnya kenapa?"

"Dia bukan manusia, tapi roh"

'Roh? Tapi badannya masih utuh, dan juga dia lumayan tampan. Eh!? Apa yang ku fikirkan! Sial…. Tenanglah Rukia…. Tapi dia benar-benar roh!' batinnya.

"Ini gara-gara kau! Lihat, dia jadi shock kan!?" tuduh Ishida.

"Aku hanya mengetesnya. Dia benar-benar bisa melihatku apa tidak!?"

"Memangnya kenapa!?"

"Karena, setiap dia melihat kearahku dia selalu melotot dan terkejut. Ya, aku pikir dia benar-benar bisa melihatku. Makanya aku mengetesnya, ternyata benar"

"Hah! Kau ini!, Ku-Kuchiki kau tidak apa-apa kan?"

"Hei, Nona!" ucap Ichigo langsung dihadapan Rukia. Perlahan-lahan Rukia ambruk kebelakang. Pingsan

*KEEP SMILE *

"Rukia"

"Bangun"

"Hey, kau tidak sekolah?"

"Ehmmmh, nanti Kak! Ini masih pagi" ujar gadis itu yang masih enggan membuka matanya.

"Benarkah?"

"Lho, suara Kakak kok berubah?" tanya Rukia sembari membuka sedikit matanya. "Gyaaa! N-Nii-Sama!? Maafkan saya, maaf!" Rukia yang kelabakan langsung ngacir ke kamar mandi.

"Hahaha! Apes sekali kau Rukia!" ejek Renji

"Makanya dilihat dulu sebelum bicara! Haha…Eh? Ssst, itu kan Kaien Shiba si pangeran tampan dari kelas 2-3!" tunjuk Matsumoto pada Kaien yang baru saja masuk ke kantin bersama teman-temannya.

"Hah! Lebih gantengan aku kali" ujar Renji sambil merapikan rambut merahnya. Matsumoto yang merasa geli langsung menyikutnya.

'Kyaa! Shiba-senpai! Oh, iya kemarin malam kan seharusnya aku…..oh iya! Tadi malam aku melihatnya, dan aku…..pingsan?"

Jam sekolah telah usai, semua murid berhamburan keluar sekolah. Disaat Rukia menunggu Matsumoto yang masih belum keluar, Ishidapun baru saja keluar dari gerbang.

"Ishida!" panggil Rukia dengan tampang geram. "Oh, kau? Ku kira kau tidak masuk" ucap Ishida dengan tampang tak bersalah sembari menghampiri Rukia.

"Sebenarnya apa yang terjadi semalam! Apa yang kau lakukan setelah aku pingsan!? Dan gara-gara itu aku tidak jadi ketemu dengan Shiba-senpai!"

"Te-tenang Kuchiki, tadi malam kau bertemu Kurosaki dan tiba-tiba kau pingsan. Asal kau tau saja, aku kemarin Cuma mengantarmu pulang kerumahmu. Kalau tentang Kaien Shiba, itu masalahmu. Sampai jumpa!" jelas Ishida sambil membenahkan kacamatanya dan pergi begitu saja.

Diperjalanan Rukia melihat kembali gadis itu di dekat tiang listrik di sebrang. Tapi kali ini gadis itu membawa bunga dan meletakkannya di bawah tiang itu. "Selamat hari istimewa" ujarnya.

Sebelum Rukia memacu langkahnya tiba-tiba Ichigo muncul tepat disampingnya. "Jangan kesana" ucap Ichigo.

"Ke-kenapa!? Kenapa kau selalu mengikutiku ha!? Kau itu sebenarnya ada masalah apa denganku!" gertaknya. Karena sadar ada sedikit keributan gadis itu menghampiri Rukia.

"No-nona?" tanyanya. "O-oh, maaf jika aku mengganggumu" ucap Rukia sambil menunduk.

"Tidak, kau marah dengan siapa?" tanyanya heran. "Ti-tidak, tadi aku Cuma marah pada musang yang selalu menggangguku" jawab Rukia melirik Ichigo.

"Mu-musang? Dimana?" tanya si gadis sambil tengak-tengok. "Dia sudah lari kok, o ya bukannya aku mencampuri urusanmu nona, tapi aku hanya ingin tanya… sebenarnya kenapa nona-

"Jangan tanyakan itu padanya" ucap Ichigo yang masih disamping Rukia.

"Ada apa?" tanya gadis itu. " Tidak, aku hanya ingin tanya. Dari blazer-mu, sepertinya kau bukan anak sini" tanya Rukia mengalihkan pertanyaan.

" Ya memang, sekolahku di Tokyo. Kau dari Karakura ya?" tanyanya. "Ya, em… agar lebih akrab, namaku Rukia Kuchiki" tanya Rukia sambil menawarkan jabat tangan.

"Senna Hirako" jawabnya menyambut jabat tangan Rukia.

Setelah itu mereka banyak mengobrol tentang apa saja. Mulai dari tempat tinggal, hobi, sekolah bahkan masalah tentang mata pelajaran yang mereka suka maupun tidak suka. Karena cuaca kurang mendukung alias mendung Senna pamit pulang.

"Terimakasih" ucap Ichigo tiba-tiba muncul.

"Argh! Kau ini sebenarnya siapa ha!? Selalu mengikutiku! Selalu muncul tiba-tiba! Jangan sok kenal denganku! Dan juga kenapa saat ku ingin tanya atau mendekat padanya kenapa kau menghentikanku!" ucap Rukia mengeluarkan segala amarahnya.

"O-okey, nona pendek… jika kau ingin tahu semuanya, ikut denganku!"

Karena Rukia penasaran, Ia menuruti perintah Ichigo. Merekapun pergi gedung kosong yang sudah lama tak ditinggali yang dulunya gedung itu adalah gedung olahraga.

"Apa yang ingin kau tanya?"

"Siapa kau? Kau itu apa? kenapa kau menyuruhku untuk ketempat menyeramkan ini? Kenapa kau selalu mengikutiku? Kenapa kau bisa kenal Ishida? Kenapa kau sering ada disekitar sini? Kenapa kau menghentikanku ketika aku ingin menghampiri gadis itu?"

"Ternyata kau itu kepo ya. Aku Ichigo Kurosaki. Aku ini roh orang yang sudah is dead. Karena ini satu-satunya tempat yang jarang dikunjungi orang dan juga aku sering menghabiskan waktu kemari , jika kita bicara dijalan tadi apa kau ingin dikira orang gila?. Aku mengikutimu itu hanya kebetulan, lagipula kau bisa melihatku jelas. Karena dia sahabat baikku. Karena aku is dead didekat tiang listrik tadi. Karena Senna adalah pacarku"

"….."

"Hey, itu cukup menjawab semua pertanyaanmu kan? Jika kau pingsan lagi tidak akan ada yang mengantarmu pulang"

"…."

"Hoaam" Ichigo menguap

"Pa-pacarmu!? Bagaimana bisa?"

Ichigopun menceritakan semuanya. Sewaktu masih hidup Senna adalah pacar Ichigo. Mereka pacaran sejak kelas 3 SMP sampai Ichigo sudah tidak ada status merekapun masih berpacaran. Dia sangat setia dengan Ichigo, walaupun pria belahan jiwanya itu sudah tiada. Buktinya ia sering mengunjungi Ichigo didekat tiang listrik itu tempat dimana Ichigo telah tiada.

Bahkan ia sering membawakannya bunga. Seperti hari ini, itu bukti tahun ke 2 mereka pacaran. Kadang ia juga menceritakan kejadian-kejadian lucu, senang, susahnya pada Ichigo. Ichigo juga sering mendengarkan dengan duduk disampingnya walaupun gadis itu tidak bisa melihatnya.

"Jadi wajahnya memerah karena malu ya?" tanya Rukia.

"Tentu saja. Pasti kau berfikir dia gila bicara sendirian?"

"Tidak kok"

Selang beberapa saat Ichigo kembali menghilang.

"Selalu saja begitu!" gerutu Rukia.

*KEEP SMILE *

"Ayo ayo ayo ayo! SLAM DUNK ! yeeee!

Tak henti-hentinya sorak-sorai pendukung para team di serukan. Akhirnya pemenang pertandingan kali ini adalah SMA KARAKURA dengan kapten Hisagi Shuhei. Semua penontonpun berhamburan ke arena pertandingan untuk sekedar memberi selamat bagi para pemenang. Rukiapun tak luput dari salah satu penonton itu.

Iapun menghampiri dan memberi selamat pada para pemain khususnya Kaien Shiba.

"Selamat atas kemenangannya, Senpai" ucap Rukia. "Terimakasih sudah menonton, aku harap kau tidak bosan" balas Kaien.

"Te-tentu saja tidak" ujar Rukia bersemu merah." Okey, O ya waktu di café kenapa kau tidak datang?" tanya Kaien sembari meneguk air mineral-nya.

"Maaf, waktu itu aku-"

"Kaien! Disini !" teriak seorang gadis melambaikan tangan dari atas bangku penonton. Kaienpun menghampiri gadis itu dan meninggalkan Rukia yang belum menyelesaikan kalimatnya.

"Sial, siapa gadis itu! Dasar pengganggu!" gerutu Rukia. "Dia Riruka Dokugamine sahabat baiknya" jawab Ichigo yang tiba-tiba muncul.

"Kyaa! Kau ini, bisa tidak sih muncul tidak tiba-tiba!" sebal Rukia. "Kau bicara padaku?" tanya seorang penonton lainnya.

"Bu-bukan, maaf!"

"Dasar aneh"

"Sudah kubilang jika bicara sendiri kau akan seperti orang gila" ejek Ichigo.

Karena takut disangkal orang aneh lagi mereka berdua pergi ke atap gedung sekolah.

"Kenapa kau mengikutiku lagi!?"

"PD sekali kau! Apa salahnya mengunjungi temanku sendiri!" jawab Ichigo sembari tidur-tiduran.

"Aku?" tanya Rukia menunjuk diri sendiri. "PD gila, Ishida lah! Tadi kebetulan lewat ada pertandingan… aku kesana, ternyata kau juga ada disana"

"Ishida? Sepertinya kalian akrab sekali"

"Tidak begitu sih, aku bosan karena tak ada teman ngobrol. Lagian Cuma dia yang bisa melihatku, sekarang tambah kau. Aku jadi tak kesepian lagi" ujarnya.

"Hah! Ternyata kau disini Rukia! Ayo pulang!" ucap Renji baru datang membuka pintu. Rukiapun menoleh kearahnya tapi ketika ia menoleh pada Ichigo. Ia menghilang.

*KEEP SMILE *

"Ukitake-sensei, saya mau izin ke toilet sebentar"

"Silahkan"

Setelah dipersilahkan Rukiapun pergi ke toilet. Setelah ia selesai bukannya kembali ke kelas, ia malah membelok ke arah kelas 2-3. Kelasnya Kaien Shiba.

Ternyata dikelas itu, sedang berlangsung pelajaran Matematika yang digurui oleh Nanano-sensei. Karena guru itu membosankan semua murid banyak yang tidak memperhatikan tak terkecuali Kaien. Ia terus bercanda dan tertawa terbahak-bahak dengan teman-teman sekitar bangkunya. Rukia yang melihatnya dari jendela malah senyum-senyum sendiri.

'Manisnyaaa, seandainya aku disitu' ucap Rukia dalam hati.

"Kau suka pemuda itu ya?" tanya Ichigo yang ikut-ikutan mengintip.

"Gyaa!"

"Sssttt, nanti ketahuan. Lihat, dia tidak lebih tampan dari aku"

"Tentu sa-, apa kau bilang? Dia jauh lebih tampan darimu, dia juga jago basket, bahkan semua olahraga pernah dijamahnya. Dia juga sering ikut lomba dan dia juga pintar. Dia itu pangeran di sekolah ini!" keluarlah semua amarah Rukia.

"Apa iya?" tanya Ichigo meremehkan. "Tentu saja!" gertak Rukia.

"Kuchiki?"

"Apa!?" tanya Rukia pada Ichigo. "Aku tidak memanggilmu, tapi orang itu" jawab Ichigo menunjuk apa yang ada dibelakang Rukia.

Ketika ia menoleh kebelakang rona merah karena malu langsung menghiasi wajah Rukia. Ternyata yang ditunjuk Ichigo adalah Kaien Shiba dan teman-temannya yang sedang dihukum. Mereka menjewer telingnya masing-masing sambil mengangkat satu kaki diluar kelas mereka. Sedangkan Rukia masih mematung ditempatnya

"Haha, anak itu aneh sekali"

"Dia bicara pada siapa?"

"Jangan-jangan dia-"

"Heh, bocah! Kau itu kesambet ya?"

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu langsung terlontar dari bibir teman-teman Kaien yang ikut dihukum.

"Ma-maaf para Senpai, a-aku pamit dulu, hehe" ucap Rukia langsung ngacir ke kelasnya.

"Dia itu fansmu ya?"

*KEEP SMILE *

"Ini gara-gara kau! Aku tadi malu sekali tahu!" bentak Rukia.

"Makanya jangan suka marah-marah nona kerdil" ejek Ichigo dari atas tiang listrik.

Dari kejauhan terlihat Senna yang akan menuju kemari. Ichigo yang melihatnya dari atas langsung menyuruh Rukia untuk pergi. Karena merasa tidak enak bila jadi pengganggu, Rukia menurutinya.

"Hai, Ichigo. Hari ini sangat melelahkan ya" ucap Senna sambil mengganti bunga yang ada di vas Ichigo dengan bunga yang baru.

"Ya, aku tahu. Kau pasti lelah dari Tokyo kemari hampir setiap hari" ucap Ichigo duduk disamping Senna. Walaupun Senna tidak bisa mendengar ataupun melihatnya ia senang karena Senna sering mengunjunginya.

"Ichigo"

"Hem?"

"Maaf, mungkin mulai besok aku tidak bisa mengunjungimu seperti biasa. Mungkin mulai jarang. Karena aku ada jadwal latihan tennis dan juga aku harus menemani ibuku dirumah. Kau tahu ayahku kan? Hihi… Dia akan sering keluar kota untuk mengadakan pameran lukisannya" ucap Senna yang perlahan-lahan cairan bening mulai terbendung dimatanya. Ichigo yang mendengarnya hanya menyandarkan kepalanya pada tiang itu.

"Ichigo, apa kau mendengarku? Aku…hiks…sangat merindukanmu…hikshikshiks" airmata Sennapun tak bisa terbendung lebih lama lagi.

"Dia menangis?" ujar Rukia mengintip dari balik dinding pagar rumah tetangga.

"Aku pulang dulu ya Ichi, kapan-kapan aku pasti mengunjungimu lagi" gadis itupun pergi bersamaan menghilangnya Ichigo.

"Ke-kemana hantu orange itu!?" tanya Rukia yang celingak-celinguk dibalik dinding.

"Dasar pengintip" tuduh Ichigo langsung muncul dibelakang Rukia. "K-kau itu! Dia menangis gara-gara kau tahu! Seharusnya kau menghiburnya!" balas Rukia.

"….."

"Heh! Ichigo!"

"….."

"Hei"

"Jika aku masih hidup pasti aku akan menghiburnya" jawabnya.

'Aduh, aku lupa kalau dia itu roh' batin Rukia pada dirinya.

" Ya, dia pasti tersiksa gara-gara aku. Seharusnya sebelum hari itu aku memutusnya, haha" ujar Ichigo tertawa kecil. Tak berapa lama ia kembali menghilang.

"H-hei, menghilang lagi. Apa ucapanku menyinggungnya ya, tapi dia kelihatannya sedih"

*KEEP SMILE *

"Makananmu keburu dingin"

"I-iya saya makan Nii-sama" jawab Rukia memakan makan malamnya.

"Daritadi kau melamun terus, sedang mikir apa?" tanya Hisana sambil mencuci piring.

"Tidak ada kok, Kak"

'Haduh, perasaanku jadi tak tenang gara-gara tadi siang. Jangan-jangan dia marah' ucap Rukia dalam hati.

"Hei Ruk-"

"Maaf ya Kak, Nii-sama… Aku akan ke rumah temanku untuk belajar kelompok sebentar ya" pamit Rukia langsung memacu sepedanya.

Ia bersepeda menuju ke tiang listrik yang tadi siang ,Ichigo tidak ada. Dijalan-jalan juga tidak ada. Disekitar sekolahnyapun tidak ada. Walaupun ia sebenarnya takut bersepeda sendirian melewati jalan-jalan yang sunyi dan gelap.

Tapi harus bagaimana lagi. Daripada perasaan tak tenang itu harus menghantui dia. Akhirnya ia dapat petunjuk kalau Ichigo pernah bilang "Karena ini satu-satunya tempat yang jarang dikunjungi orang dan juga aku sering menghabiskan waktu kemari"

Ia langsung membelokkan setir sepedanya di gedung itu yang kelihatan tak terawat, berantakan bahkan lampunya pun on off on off.

Rukia tetap memberanikan diri meskipun ia takut kalau melihat makhluk seperti Ichigo lebih banyak lagi. Dan ternyata benar, disana ia melihat seorang anak-anak kecil yang berlarian ada juga orang tua, dan juga ada gadis yang menangis.

'GLEK' ia menelan ludahnya dalam-dalam. Rukia mencoba untuk mengintip lebih dalam lagi mencari pria berambut nyentrik itu. Ternyata ia sedang bersama seorang gadis sebayanya yang rambutnya panjang dan hijau(?) yang merupakan roh juga.

"Ternyata dia punya gadis lain toh disini. Percuma aku pusing memikirkannya" ujar Rukia membalik badan dan ketika dia akan memacu langkahnya Ia terkejut. Ada 2 roh anak kecil yang tiba-tiba mencegatnya.

"Kakak dari dunia nyata ya?"

"Kakak sedang apa disini?"

"Kakak tersesat ya?"

"Apa kakak pengusir hantu?"

Anak-anak itu malah menghujati Rukia dengan sejuta pertanyaan dan tidak peduli dengan keadaan Rukia sekarang. Badannya kaku dan dingin, bahkan mukanya sangat pucat.

"Jinta, Yachiru! Kakak ini ketakutan sebaiknya kalian pergilah, biar aku yang tangani" datang lagi roh anak kecil yang lainnya. Jinta dan Yachirupun pergi.

"Selamat malam kakak! Namaku Ururu, Kakak pasti bisa melihat jelas kami kan? Ada keperluan apa kakak kemari?"

Rukia masih terdiam seribu kata.

"Kakak?"

"Bo-bo-bo-bo-bo-" Rukia mulai angkat bicara

"Boneka?"

"Bl-bol-bol-"

"Bola?"

"B-bolehkahah akhu bherthemu d-dengan I-I-I-"

"Ikan?"

"Ic-Ichig-g-o?"

"Oh, Kak Ichigo? Dia sedang ngobrol dengan Kak Nel-chan" ujar anak itu sambil menunjuk ke arah Ichigo yang sedang duduk dibangku penonton dengan gadis itu.

"B-bisa tolong di-panggilkan?" pinta Rukia.

Gadis itupun terbang alias melayang kearah Ichigo dan memintanya untuk menemui Rukia dibawah. Dan gadis berambut hijau disamping Ichigopun menghilang.

"Ada apa nona kerdil?" ucap Ichigo muncul tiba-tiba.

"Panggil aku Rukia! O ya, em… apa kau marah?"

"Marah kenapa? Perhatian sekali kau padaku, jangan-jangan kau menyukaiku ya?" tanya Ichigo sambil senyum-senyum.

"Ha? Narsis!... Em, aku minta maaf soal kemarin…"

"Soal apa?"

"Itu, waktu aku menyinggungmu tentang Senna…."

"Tidak akan" jawab Ichigo singkat dengan menyilangkan kedua tangannya di dada.

"Eh!? Kenapa begitu!?"

"Aku akan memaafkanmu dengan 1 syarat"

"Apa?"

TBC

Reviewnya monggo

Thanks :)