maaf ya lama update dan banyak banget kesalahan-,,-
Chapter 2
"kau itu kalau jalan lihat pakai ma–" ucapan Junmyeon terpotong setelah melihat seperti apa yang menabraknya, "maafkan aku… kau tidak apa-apa?" tanya si tersangka (?) penabrak Junmyeon yang ternyata seorang pria berpostur tinggi dengan suara berat sambil mengulurkan tangan kanannya, Junmyeon pun menyambut tangan si penabrak lalu berdiri sembari sedikit mengangguk menandakan bahwa dirinya tidak apa-apa, "Chanyeol?" sapa Minseok
setelah tiba di TKP, "ah~ Minseok-hyung…" balas si penabrak Junmyeon yang ternyata bernama Chanyeol itu, "kau tidak apa-apa Junmyeon?" tanya Jongdae, Junmyeon hanya menjawab dengan gelengan kepala, "kau kapan pulang?" tanya Minseok lupa dengan niatnya mengapa dia berlari menghampiri Junmyeon tadi, "tadi malam hyung…" jawab Chanyeol dengan senyuman yang tidak pernah lepas di wajahnya, dan Chanyeol pun kembali fokus pada korban tabraknya –Junmyeon, "kau tidak apa… Junmyeon-ssi? Maafkan aku terlalu terburu-buru…" tanya Chanyeol khawatir sambil memegang pundak Junmyeon, "a- aku- aku ti- tidak apa, maafkan aku juga tidak berhati-hati…" jawab Junmyeon terbata-bata, "baiklah kalau begitu… eumm~ maaf aku permisi dulu… hyung, chingudeul, Junmyeon-ssi… annyeong~" pamit Chanyeol lalu pergi meninggalkan ke-4 anak manusia yang tengah memperhatikan kepergian Chanyeol sampai menghilang terhalang tembok, kembali ke pemeran utama kita –Junmyeon. "kau kalau jalan jangan gegabah mangkanya Kim-agasshi…" omel Minseok, "yasudah ayo kita ke kelas…" ajak Jinri, tapi hanya Minseok dan Jongdae yang mengikuti langkah Jinri. Menyadari hal tersebut, ketiganya pun berhenti, "Junmyeon! ayo!" Jongdae pun menarik tangan Junmyeon.
"Minseok-ah, kau mengenal yang menabrakku tadi?" tanya Junmyeon memainkan sedotan di gelas vanilla milkshake-nya, dengan keadaan mulut penuh dengan makanan Minseok menjawab dengan anggukan, "memangnya kenapa?" tanya Minseok, "namanya siapa?" tanya Junmyeon dengan polosnya, tidak melihat raut wajah tidak percaya dari ketiga temannya jika Junmyeon menanyakan hal semacam itu, "ommona Kim Junmyeon~ kau tidak mengenal ketua OSIS sekolah kita?" tanya Jinri dengan ketidak percayaannya, "dasar kudet-_-" gumam Minseok, "kau habis tersesat dari goa mana Junmyeon?" tanya Jongdae. Kim Junmyeon memang keterlaluan, tidak mengetahui siapa ketua OSIS di sekolahnya, "memangnya dia ketua OSIS ya?._." tanya Junmyeon dengan… entahlah harus dibilang polos atau bodoh. "huft~ geurae… Junmyeon-ssi, yang tadi menabrakmu adalah ketua OSIS sekolah kita, namanya Park Chanyeol, kelas XI-3, rumahnya di Gangnam, umurnya 17 tahun… mengerti?" jelas Jongdae. "oooh~ namanya Park Chanyeol… hihi~" gumam Junmyeon sembari melamun dan sesekali senyum, "apa?" tanya Jongdae, "hah? Tidak…" sadar Junmyeon dari lamunannya, "tapi Minseok-ah bagaimana kau bisa mengenal dia? Dan dia memanggilmu hyung… apa kalian adik-kakak?" lanjut Junmyeon. "iya… benar juga hyung… bagaimana bisa?" tanya Jongdae yang juga baru menyadari hal itu, "ah iya… baru Jinri yang tahu ya? Aku kira kalian sudah tau…" kata Minseok, "Chanyeol itu saudara jauhku, aku juga bertemu dengannya hanya di sekolah saja dan itu juga jarang… rumah kami juga berjauhan…", Junmyeon dan Jongdae pun ber-oh ria dan kembali menghajar makanan mereka.
"aku pulang~ ^^" teriak Junmyeon setelah masuk kedalam rumahnya lalu merebahkan tubuhnya di sofa yang tidak terlalu besar mengingat rumah Junmyeon yang ukurannya sangat sederhana, namun tetap terlihat nyaman. "ah~ Myeonie… kau sudah pulang… bagaimana di sekolah?" tanya Ibu Junmyeon –Kim Jungah, menghampiri anaknya dan ikut duduk disamping Junmyeon. Mandengar pertanyaan Ibunya, Junmyeon kembali mengingat apa yang terjadi selama di sekolah tadi, sejenak ia mengingat bagaimana ia bertemu dengan Chanyeol sembari menunjukkan raut wajah yang senang, namun tiba-tiba raut wajah Junmyeon berubah menjadi raut wajah suram, yang membuat Ibunya bingung. Kalian pasti tahu apa yang membuat raut wajah Junmyeon dari berseri-seri menjadi kesal, yaa~ karena mengingat kejadian di ruang MultiMedia bersama Kris tadi. "hih! Menyebalkan…" gerutu Junmyeon, "siapa yang menyebalkan hm?" tanya Ibunya dengan lembut mencoba menenangkan Junmyeon, "tadi itu ada orang sombong berwajah mirip angry bird yang sangat tidak sopan…" jawab Junmyeon, Ibu Kim hanya tersenyum mendengar jawaban putrinya yang sedang badmood, "sudahlah… jangan dihiraukan, lebih baik kau mandi dulu lalu kita makan… sana~" titah Ibu Kim, "ne eomma~" Junmyeon lalu beranjak ke kamarnya membawa tas sekolahnya, sebelumnya ia mengecup pipi sang Ibu terlebih dahulu.
Junmyeon dan Ibunya melewatkan makan malam dengan khidmat, walaupun hanya berdua tetapi terasa sangat hangat. Malam itu Ibu Kim ingin berkata sesuatu pada Junmyeon, "Myeonie… Ibu ingin berbicara padamu…" kata Ibu Kim, "bicaralah Bu~ aku mendengarkan…". "begini Nak, mulai sekarang kau boleh berhenti berjualan kue beras…" kata Ibu Kim, "maksud Ibu?" tanya Junmyeon berhenti mengunyah makanannya, "maksud Ibu, kau boleh berhenti berjualan kue beras dan ikut Ibu bekerja di tempat Ibu bekerja…" jelas Ibu Kim. "mwo? (o.o) kerja apa Bu?" tanya Junmyeon –kaget, tentu saja. Mengingat Ibunya yang bekerja dari pagi sampai sore, dan Junmyeon akan bekerja di tempat Ibunya bekerja? Bagaimana dia bisa sekolah!
Ibu Kim terkekeh melihat reaksi Junmyeon, "jangan terlalu kaget seperti itu… kau bekerja sepulang sekolah, seperti halnya kau berjualan kue beras…" jelas Ibu Kim seperti tahu apa yang ada di otak anaknya, "memangnya kerja apa Bu?" tanya Junmyeon, "babysitter…" jawab Ibu Kim.
Hari ini dikelas terlihat Junmyeon sedang melamun di saat jam istirahat, memikirkan apakah ia akan menerima tawaran Ibunya untuk bekerja di kediaman keluarga konglomerat yang ditempati Ibunya bekerja. Terlalu memikirkan memang, karena bekerja sebagai babysitter sangatlah menyita waktu dan tidak seperti berjualan kue beras seperti biasanya yang bebas tidak ada jadwal, jika Junmyeon menerima bekerja sebagai babysitter, ia akan bekerja selama 4 hari per-minggu. Bagaimana dia bisa belajar? Pikirnya. "Junmyeon?", "AAAK!" teriak Junmyeon. "apa-apaan kau Jongdae?! Mengagetkanku!-_-" bagimana tidak kaget, Kim Jongdae itu memunculkan wajahnya secara tiba-tiba tepat didepan wajah Junmyeon disaat Junmyeon sedang melamun. Ada-ada saja.
"kau kenapa melamun terus sedari tadi?" tanya Jinri mendudukan dirinya di depan Junmyeon. Bagaimana dengan Jongdae? Ayolah, dia sedang ber-joking ria kembali bersama anak lain dikelas ini. "huff~ aku bingung Jinri-ah…" jawab Junmyeon, "bingung? Ada apa?" tanya Junmyeon, "aku akan bekerja…" jawab Junmyeon, "lalu?" Jinri penasaran, "menjadi babysitter… u_u" lanjut Junmyeon. Sementara Jinri hanya ber O.O ria, "dimana?" tanya Jinri kepo, "ditempat Ibuku bekerja…" jawab Junmyeon. "yasudah ikut saja…" kata Minseok ikut nimbrung tanpa memberhentikan kegiatan membaca komiknya, "tapi…" jawab Junmyeon setengah, "tapi apa Junmyeon? Kalau kau menerimanya kan lumayan, lebih membantu Ibumu…" sergah Minseok yang muncul sikap dewasanya, sementara Jinri hanya mengangguk. "hmm… baiklah… akan aku fikirkan lagi…" jawab Junmyeon pasrah.
Sendirian, ya… Junmyeon hanya sendirian sekarang menuju perpustakaan, bagaimana dengan sahabatnya yang lain? Mereka sedang dititah Park-seonsaengnim untuk membantu memeriksa tugas-tugas anak kelas X sebagai hukuman karena mengobrol saat pelajaran Geografi tadi. Disaat Junmyeon terus berjalan sampai akhirnya…
BRUGH!
Junmyeon menabrak sebuah tiang listrik berjalan –kiranya- sampai terhuyung kebelakang dan segeralah ditangkap oleh si tiang listrik tersebut yang ternyata adalah Kris. Kontak mata pun tidak dapat dihindari. Luhan, Jongin, dan Sehun yang sedang bersama Kris pun terdiam, sampai akhirnya…
BRUGH!
"ouch!" Kris secara tiba-tiba melepas dekapannya pada pinggang Junmyeon sampai bokong Junmyeon mencium lantai koridor, "aigo~" kaget Jongin namun Kris langsung menampilkan wajahnya yang dingin seperti biasa, tidak ada ekspresi merasa khawatir ataupun ekspresi lain lalu berjalan diikuti oleh Luhan, Jongin, dan Sehun meninggalkan Junmyeon yang masih meringis. Tiba-tiba…
BUGH!
Junmyeon memukul kepala Kris dengan sebuah buku yang cukup tebal yang ada ditangannya. "dasar pabbo! Kenapa kau menjatuhkanku! Dasar tiang listrik bodoh!" murka Junmyeon lalu pergi meninggalkan Kris yang sekarang malah meringis kesakitan sembari memegang kepalanya. Sementara Luhan, Jongin, dan Sehun hanya tertawa melihat adegan ayo-memukul-kepala-Kris tadi, "akhirnya ada juga yang berani padamu hyung… hahaha~" tawa Sehun dan Jongin meledak, "diam kalian!" omel Kris, "lucu sekali gadis itu haha~" Luhan pun ikut meledek Kris, "shit! Awas saja kalau bertemu lagi…" gerutu Kris lalu pergi meninggalkan ketiga sahabatnya yang masih tertawa.
Sekarang Junmyeon sudah berada di dalam perpustakaan, dagunya ia topang di meja dengan buku yang terbuka berdiri didepan wajahnya, sehingga setiap orang yang ada didepannya tidak dapat melihat wajah Junmyeon karena tertutup oleh buku. Junmyeon bukannya membaca malah terus menyumpahi Kris, "menyebalkan sekaliiii!" rutuknya dengan suara yang sangat pelan, mengingat dia berada di perpustakan –tempat yang disediakan untuk membaca dengan tenang dan bukan untuk berteriak, bahkan raja sekalipun tidak diizinkan untuk berteriak. "dasar orang aneh!", "angry bird!", "tiang listrik!", "alien!", "es batu!", "kulkas berjalan!", "dasar vampire!" kata-kata tersebut terus keluar dari bibir seorang Kim Junmyeon tanpa henti. "kau baik-baik saja?", "dasar tu–" rutukan Junmyeon terhenti setelah ia mendengar ada orang yang menginterupsi omelannya, 'siapa sih!' batin Junmyeon, "aku tidak ba–" jawaban Junmyeon terpotong setelah melihat orang yang menginterupsinya, "Junmyeon-ssi? Kau baik-baik saja?" tanya Chanyeol orang yang tadi mengganggu kegiatan ayo-omeli-Kris nya Junmyeon. "a… aku- aku baik- aku baik-baik saja…" jawab Junmyeon dengan wajah yang sangat tidak cantik (bengong), Chanyeol hanya membalas jawaban Junmyeon dengan senyuman, matilah kau Junmyeon melihat senyuman itu. "boleh aku duduk disini?" tanya Chanyeol meminta persetujuan dari singa yang sudah mulai jinak melupakan Kris itu. Junmyeon hanya mengangguk memperbolehkan, akhirnya Chanyeol pun mendudukan dirinya dikursi yang berhadapan dengan Junmyeon. Hening, ya hening… sudah 5 menit mereka (Junmyeon – Chanyeol) tidak mengeluarkan suara, Chanyeol hanya memperhatikan Junmyeon, dan yang diperhatikan pun salah tingkah sambil bergerak dengan gelisah. "berhenti melihatku seperti itu…" akhirnya Junmyeon membuka suara, Chanyeol tertawa kecil "kau lucu Junmyeon-ssi…"
TBC
chapter ini banyak bakbukbakbuk yaa~ wqwqwq~
