Chapter 2
Disclaimer Fujimaki Tadatoshi
Kuroko No Basuke Fanfiction
.
.
"AKU Akashi SEIJUURO!" tegasnya masih dengan seringai seram mulai melangkah mendekati Kuroko
"Ada apa kau takut dengan aku yang sekarang? Tetsuya?" Sindirnya kembali namun tanpa seringaian seram seperti yang tadi
"Tidak" ucap Kuroko dengan tangan memeras baju sampingnya
"Lalu mengapa tanganmu sangat dingin?" ucap sang kapten mengangkat tangan yang sedari tadi memeras pakaian samping
"..." namun Kuroko tidak menjawab
"Ayo pulang, biar ku antar" ucap Akashi kembali. Mulai berjalan ke ruang ganti
"Tidak, biar-"
"Aku tak terima bantahan! Tetsuya!"
"Cepat! Sebelum hari semakin malam" Akashi berjalan tanpa memperdulikan yang di belakang
.
.
Di dalam mobil, sunyi tak mau pergi diantara mereka, tak ada yang memulai percakapan
namun tampak dari wajah Kuroko yang mulai berkeringat membuat Akashi bertanda tanya?
AC menyala udara dingin menyejukan, tanpa panas. Namun mata Kuroko yang memejam sedikit, membuat Akashi bertindak...
"KAKI MANA YANG KERAM!" Bentak Akashi membuat Kuroko tersentak kaget
"..." Kuroko masih belum menjawab
"JAWAB!" Akashi menyadari bahwa sedari tadi, Kuroko pasti menahan sakit keram karena peregangan yang kurang lama
"Ka-nan eghh~" ucap Kuroko, dengan Akashi yang segera mengangkat kaki Kuroko meluruskannya di bangku. Mencoba mengurangi rasa sakitnya
"LURUSKAN" ucap Akashi mulai menekan pergelangan kaki Kuroko perlahan lahan namun sangat terasa sakit. Mungkin karena sedari tadi ia menahan keram
"AGHHHHHHHH~" jerit Kuroko yang tertahan alis yang di satukan menampakan kesakitan yang sangat amat
"Bodoh! Mengapa dari tadi kau menahannya!" ucap Akashi setelah keram di kaki Kuroko, berangsur-angsur hilang, dan Kurokopun terbaring lemas karena sakitnya. Akashipun mulai duduk di samping Kuroko agar Kuroko dapat terbaring di pangkuannya
"Ma-af" ucap Kuroko masih memejamkan matanya
'Akhhhh~ suara rendah apa yang kau buat tadi! Tetsuya. Berhentilah selalu menggodaku!' ucap Akashi dalam hati
.
.
15 menit kemudian Akashi menggendong Kuroko yang tertidur ala pengantin
Tok tok tok
.
.
Dengan sedikit bersusah payah Akashi pun, bisa mengetuk pintu di depannya itu
"Ya sebentar" munculah wanita dengan wajah lembut dan surai yang sama dengan Kuroko
"Eh Tet-chan?" ucap sang ibu kaget di suguhi pemandangan di depannya
"Ahh maaf atas kelancangan saya. Saya Akashi Seijuuro, kami se Klub, maaf karena terlambat mengantar Tetsuya pulang selarut ini. Kuroko-san"
ucap Akashi melembut
"Ahh Akashi? Akashi-san yang itu?" ibu Kuroko mengingat perusahaan Akashi CORP
"Iya benar"
"Ah silahkan masuk. Aduh maaf merepotkan Akashi-san, sampai mengantar Tet-chan pulang" ucap wanita itu melihat Kuroko yang sudah tertidur dengan nyaman di pelukan Akashi
"Ah tentu saja tidak merepotkan" tentu saja tidak, karena Akashi sendirilah yang membuat Kuroko pulang malam
"Boleh aku bertanya?" ucap wanita itu setelah mengantar Akashi kekamar Kuroko untuk meletakkan Kuroko di kasur
"Tentu saja Kuroko-san"
"Dulu Tet-chan pernah bilang kalau dia menyukai seseorang apakah itu Akashi-san?" goda sang ibu membuat Akashi sedikit membuka matanya
.
'tentu saja yang di maksud Kuroko adalah Kagami'
"ya, saya pacarnya Tetsuya" ucap Akashi mengaku-ngaku, karena kesal bahwa yang di sukai Kuroko sebenarnya adalah Kagami
.
.
.
Paginya
"Tet-chan ayo bangun, nanti telat. Itu pacarmu sudah menunggu di bawah ayo bangunn"
"Eng...eh? Ka-san? Bilang apa?" ucap Kuroko mulai menyadari keganjalan di kalimat ibunya barusan
"Pacarmu sudah datang menjemput. Oiya tadi malam juga dia yang mengantarmu sambil di gendong ala pengantin lagi" ucap ibunya menggoda
"Siapa?" ucap Kuroko masih membulatkan matanya
"Tet-chan berhentilah bengong. tentu saja Akashi-san kan" ucap si ibu
"..." tiba-tiba Kuroko mulai panas dingin mulai mengingat jelas apa yang telah terjadi semalam
.
.
.
Didalam mobil
"Jangan tegang seperti itu. Tetsuya" ucap Akashi mulai membuka percakapan
"Lalu mengapa Akashi-kun mengaku, sebagai pacarku pada kas-san?"
"Mengaku? Memang itu kenyataannya" ucap Akashi mulai menampakkan lagi seringaian mengerikan
"Kapan? Dimana dan atas dasar apa? Akashi-kun bisa berkata seperti itu" elak Kuroko
"Sekarang! Di sini dan karna aku yang bilang! Apa yang ku ucap adalah mutlak Tetsuya!" ucap Akashi menatap tatapan Kuroko dengan intens
"A-Akashi-kun! Menyebalkan!" ucap Kuroko sangat pelan sekali
"Aku bisa dengar itu Tetsuya" ucap Akashi tanpa memandang surai baby blue yang di cintainya
"Mengapa Akashi-kun berbohong" ucap Kuroko mulai melemah
"Aku tidak berbohong, karna aku memang mencintaimu" ucap Akashi mantap
"Tapi yang ku sukai bu-"
"Kagami Taiga" ucap Akashi seolah menyindir
"..." begitu terkejutnya Kuroko langsung memandang Akashi horor, bagaimana Akashi bisa tahu ia bahkan tak pernah memberitahu siapapun bahkan pada ibunya sendiri.
"Jadi kau lebih suka bila, dengan Taiga itu?"
"Ap-"
"Bila kau bilang pada Daiki, dia mungkin akan melepaskan Taiga untukmu. Itu sudah pasti, bila dilihat dari sifat Daiki yang melakukan apapun untuk teman."
"Henti-"
"Kau bisa tiba-tiba muncul di tengah tengah hubungan mereka dan memutuskannya dengan mudah bukan. Ku yakin mereka juga akan menerima" ucap Akashi semakin menyindir
"Hentikan!"
"Kenapa?"
"Kaulah yang tiba-tiba muncul Akashi-kun" ucap Kuroko mulai dengan mata kosong menyiratkan luka dalam, yang membuat Akashi semakin kesal dengan kalimat kutukan yang ia lontarkan tadi
'sial' Akashi dalam hati
.
.
SETELAH SEKOLAH USAI
Para Kisedai plus Kagami akan pergi ketempat karoke untuk merayakan ulang tahun Kise
Kagami duduk di samping Aomine, disamping aomine ada Kuroko dan di samping Kuroko ada Akashi
mereka hanya memesan beberapa minuman soda dan berbagai macam jus, serta banyak makanan lainnya. Tentu saja Kise yang bayar. Karena Kise yang berulang tahun.
Lampu tidak di matikan, dan sekarang giliran Kise yang bernyanyi. Perlu diakui model berwajah tampan ini sangat ahli dalam bernyanyi walau teman temannya tak begitu menyukai rengekan nyaringnya
Karena haus Kurokopun langsung menenggak minuman yang ada di depannya disisi lain
.
"Oi Kagami! Jangan makan banyak banyak nanti kau gendut!" protes Aomine pada sang pacar
"Kalau aku gendut. Kau tinggal temani aku olahraga!" jawab Kagami santai, yang mengejutkan akan terjadi sebentar lagi~
"Aomine-kunnnn~" dan Kuroko mabuk mode onnnnnn!
"Tetsu? Kau? Mabuk?" ucap Aomine melihat Kuroko yang sedang menarik baju Aomine
seluruh orang yang ada di ruanganpun memandang sang bayangan yang tengah dilanda mabuk.
Akashi menggerutu sendiri karena kelengahannya membiarkan Kuroko menyentuh soda
.
.
"Aku gugh gak mabuk" elaknya
"Oi Tetsu, Bakagami cepat ambil air"
"OIII" tidak terima dibilang baka namun tetap menuruti sang pacar untuk mengambilkan air
"minum ini tetsu!"namun Kuroko menolak
"Ne~ bagiku Aomine itu seperti kakak ku sendiri" ucap Kuroko dengan wajah merah akibat soda dan ekspresi yang tak pernah di buat sebelumnya. Membuat semua yang ada di ruangan, terdiam membisu memikirkan betapa manisnya sang bayangan
"Iya, akupun begitu" ucap Aomine mencoba memberikan air lagi kepada Kuroko dan Kurokopun mulai meminumnya.
Namun tanpan Akashi yang sedari tadi cemas, mulai semakin cemas!
"Tetsuya ayo biar ku antar pulang" ucap Akashi mulai menarik Kuroko dari posisinya
"Aku belum selasai Akashi-kun!" tegas Kuroko dengan suara yang sedikit di tinggikan, membuat Akashi dan seluruh orang di ruangan ini terkejut bukan main
"Bagiku Kagami-kun pun gugh seperti saudaraku~" ucap Kuroko mulai berhenti minum, lalu air yang Aomine berikan di minum oleh Akashi seluruhnya
"tapi-"belum selesai Kuroko berbicara tangannya di tarik paksa hingga berhadapan dengan Akashi di sampingnya dan air pun di berikan kembali oleh Akashi. Dari mulut ke mulut
.
Glek glek glek gle glek~
.
Membuat Kuroko sedikit tersadar, dari mabuknya dengan wajah yang semakin merah padam, mata yang mulai terbuka lebar dan napas yang mulai habis membuat Kuroko tersadar, akan apa yang hampir ia katakan tadi, akan menghancurkan segalanya untung Akashi menghentikannya
"Kita pulang sekarang" ucap Akashi menghapus jalur air yang keluar dari mulut Kuroko, dan Kuroko hanya mengangguk tanpa suara
"Oi Akashi?"ucap Midorima memecah keheningan sangkin terkejutnya mereka semua
"Tanyalah saat di sekolah nanti, dan- siapa yang menaruh soda di depan Tetsuya tadi!" suara Akashi dengan nada seolah mengancam beserta aura gelap yang memenuhi ruangan
Dan semua orang melirik Kise
.
.
"Ah ternyata kau Ryota. Siap-siaplah, nanti saat di sekolah" ucap Akashi dan Kuroko menghilang dari balik pintu
"MINNAAAA HIDOI-SUU. JELAS-JELAS PELAYAN YANG MENARUHNYA~ MENGAPA KALIAN MENGORBANKANKU-SSU!" rengek Kise dengan air mata buayanya
'semoga kau masih bisa lihat hari esok'
doa semua kisedai plus Kagami saat itu
.
.
Selama di mobil masih sama seperti pagi, sunyi tanpa ada tanda percakapan
"Akashi-kun terimakasih. Telah menolongku tadi~"ucap Kuroko hampir seperti berbisik namun Akashi masih menatap lurus tanpa melihat Kuroko semenjak keluar dari tempat karoke tadi
"Ya" ucap Akashi singkat namun karena tidak mendapat respon lagi, Akashipun melirik Kuroko yang sudah setengah tertidur
"Tidurlah" kata-kata Akashi seperti mantra, yang tanpa hitungan detik kepala Kuroko sudah di tuntun ke atas pangkuan Akashi dengan nyaman. Sedangkan Akashi segera menghubungi Kuroko-san, ibu Tetsuya agar mendapat ijin Tetsuya menginap di rumahnya.
Selama perjalanan Kuroko terus memegangi baju Akashi, seolah tak ingin lepas dari pemiliknya, wangi mint dan vanilla yang bercampur membuat tidurnya nyaman dan tak ingin terganggu
.
.
PAGI HARI DI HARI MINGGU YANG CERAH
Surai merah yang pertama kali dilihat tak kala mengejutkan dengan si pemiliknya, betapa kagetnya saat matanya membulat sempurna melihat Akashi Seijuuro tidur di hadapannya, di atas kasur yang sama dan dalam pelukannya?
.
Kuroko TERTSUYA MEMELUK Akashi SEIJUUROOOO?
Hembusan nafas hangat di sela leher Kuroko membuat geli luar biasa, jantungnya berdetak sangat cepat seperti mau keluar matanya membulat sempurna.
Namun tak mampu untuk memecah ketenangan orang yang tengah tertidur di depannya, wajah merah padamnya mulai kembali terlihat ia tak bisa membayangkan ekspresi seperti apa yang ia tampilkan saat ini.
Sangat memalukan! ia menyukai Kagami namun jantungnya terus berdetak kencang dengan Akashi, yang menjadi penyebabnya ia sangat malu dan mengangkat tangannya dari Akashi hendak menutup wajahnya karena malu
"Hah~ tak bisakah kau biarkan aku bermimpi lebih lama lagi Tetsuya?" tiba-tiba suara bariton si pemilik surai merah ini, terdengar dengan mulai membuka matanya
Kuroko yang sedikit panik tak mau memperlihatkan wajahnya yang saat ini merah padam karena malu dan perasaan lainnya bercampur manjadi satu
.
Berakhir dengan kedua tangan indah mendarat di mata Akashi, menutup jalannya pemandangan yang tergambar di depan mata
"Jadi apa yang kau lakukan Tetsuya?"
"Ehh ano etto" ucap Kuroko mulai panik
"Apa kau ingin memberikanku morning kiss, lagi?" goda Akashi dari balik tangan Kuroko yang mulai turun dari suhu normal
"Lagi?" kata lagi? dan 'morning kiss'? sukses membuat Kuroko tersadar bahwa tangan, leher, seluruh tubuhnya di penuhi oleh kiss mark yang sudah berubah warna...
"Tetsuya kau kenapa? Tanganmu mulai terasa dingin apa kau sakit?" goda Akashi semakin menjadi-jadi
"AAA-" belum sempat ia berteriak
.
.
Bukk Krak
Suara pintu? Dan kaca pecah hampir bersamaan
"Oi Akashi?" ucap Midorima dan pasukan GOM (Generation of Miracle)
Menerobos masuk, Midorima yang membuka pintu, tapi Aomine lah yang melangkah masuk duluan
Belum sampai satu langkah mereka membatu, dengan kaca mata Midorima yang retak bersamaan dengan apa yang telah mereka lihat sekarang
Mengetahui para Kisedai, ada di depan Kuroko.
Kuroko semakin panik, ia melepas tangannya pada mata Akashi lalu segera menarik selimut secepatnya untuk bersembunyi, namun percuma saja.
Karena Kisedai tentu sudah menyadari siapa yang sedang bersama dengan Akashi di kasur yang sama dan di waktu yang sama
"Akhhh~ Shintaro!Daiki!Ryota!Atsushi! Bila tidak keluar sekarang juga, jangan harap selamanya kalian bisa keluar dari ruangan ini!" ucap Akashi dengan aura membunuh yang sangatttt sangatttttt sangatttttt besarrrr
Bukkkkkkk
Tanpa basa basi mereka segera menutup pintu kembali
"Tetsuya kau bisa turunkan selimut itu. Mereka sudah tidak ada" ucap Akashi mulai sedikit melembut. Namun Kuroko tak juga menurunkannya
"Bagaimana ini, bagaimana ini, Aomine tadi melihatku...ia- ia pasti akan cerita pada Kagami...dan ia- ia akan salah paham" ucap Kuroko hampir seperti berbisik namun cukup untuk dapat di dengar Akashi dan itu membuatnya kesal setengah mati
.
.
Pagi harinya yang menyenangkan, hancur dalam hitungan detik oleh para pasukan yang merepotkan
"Aomine tak akan cerita" ucap Akashi mulai berangkat dari tempat awal ia berbaring
"Eh- tap-" belum selesai Akashi segera memotong lagi
"Aku akan bicara dengan Daiki. jadi kau bisa tenang" ucap Akashi mulai dingin tidak lagi ramah seperti beberapa saat lalu
"eh?"
"aku akan menemui mereka, kau mandi dan berpakaianlah aku akan mengantarmu. Tetsuya" ucap Akashi pergi tanpa meninggalkan kesan selain hawa dingin yang menusuk tubuh
"Akashi-kun?" ucap Kuroko sedikit bingung
.
20 menit kemudian Kurokopun keluar dari kamar Akashi
Setelah mandi, menggunakan sabun yang sama, sampo yang sama dan air yang sama membuat tubuh Kuroko
Wangi vanilla bercampur mint membuat semua wanita maupun pria pasti tergoda
.
"Akashi-kun? Loh semua pada kemana?" ucap Kuroko tidak melihat teman teman se Klubnya satupun
"Ah mereka sudah pulang" Akashi masih duduk di ruang makan sambil meminum teh panasnya
"Begituya~" ucap Kuroko masih datar namun seperti ada suara melegakan tersisip disana
"Kau sudah berpakaian rupanya" ucap Akashi menyadari perubahan wangi Kuroko yang semakin lama semakin menggoda
"Kalau begitu, terima kasih atas semuanya. Aku pamit pulang dulu Akashi-kun" ucap Kuroko tidak duduk di bangku samping Akashi yang sengaja di siapkan untuknya namun malah pamit pulang. Sunggguh di luar ekspektasi sang emperior eye
"Makanlah dulu Tetsuya"
"Ah tidak usah, aku khawatir dengan ibuku. Jadi, aku pamit Akashi-kun. Untuk semuanya sekali lagi terima kasih" ucap Kuroko membungkukkan badannya lagi melihat Kuroko berulang kali membungkuk di depannya
Akashi justru merasa kesal, seperti dianggap sebagai orang asing.
.
"Biar ku antar" tegasnya mulai bangkit dari tempat duduknya
"Tidak usah Akashi-kun, aku naik kereta saja" elak Kuroko lagi membuat Akashi semakin menjadi-jadi
"Tetsuya!" tiba-tiba suara tegas, seperti membentaklah yang justru lolos dari mulut sang Akashi
"..." Kuroko hanya bisa membulatkan matanya menahan keterkejutannya, entah mengapa tiba-tiba terasa sakit di hatinya. Setelah mendengar Akashi tadi.
Akashi yang menyadari perubahan ekspresi Kuroko semakin kesal, menyalah kan diri sendiripun tiada arti.
"hati-hati di jalan" ucap Akashi masih dengan tegak berdiri di samping kursi tanpa memandang Kuroko
.
.
.
Kuroko yang mulai menyadari situasi canggung ini pun mulai beranjak pergi, walau sebenarnya ia ingin mengetahui,
Mengapa Akashi begitu baik padanya?
Mengapa Akashi selalu menolongnya?
Mengapa ia berteriak tadi dan hal hal lainnya?
namun apa daya kaki sudah melangkah keluar pintu dan tak bisa untuk kembali lagi
.
.
SENIN~~~~~~~
Kuroko berjalan sedikit lebih cepat untuk menemui Aomine di kelasnya, dan tepat ia sudah datang entah mengapa hari ini Aomine datang lebih cepat dari biasanya.
"Aomine-kun ohayo" ucap Kuroko datar
"oh Tetsu, ohayo"
"Empp ano aku mau bertanya, tentang kemarin"
"Kemarin? Oh ya kenapa tetsu?"ucap Aomine
"Akashi bilang apa pada kalian, sebelum kalian pulang kemarin?"
"Ahhh~ (tiba-tiba Aomine keringat dingin) Akashi cuman bilang pulang, jangan bicara apapun pada siapapun tentang kemarin dan lupakan.
Ahhhh malasnyaaa~ lama sekali pulangnya"
"Ini bahkan belum masuk dan Aomine-kun sudah bertanya pulang, memang Aomine-kun mau kemana?" ucap Kuroko masih dengan nada yang datar
"Ahhhh iya ada hal yang harus ku kerjakan, makanya malas sekaliiiii~" ucap Aomine hampir sama malasnya dengan Murasakibara
.
.
ISTIRAHAT ...
Kuroko yang hendak membeli susu vanilla di kantin tidak sengaja bertemu Kagami yang hendak ke atap untuk makan siang, namun ada hal yang aneh?
.
Mengapa Kagami seorang diri? Kemana Aomine?
"Ara Kagami-kun?"
"Yo Kuroko. kau mau makan di kantin, jarang-jarang ya"
"Aku hanya mau membeli susu vanilla saja. Etto Kagami-kun tidak bersama Aomine-kun?" ucap Kuroko sambil memasukan uang koin ke mesin minuman
"..." Kagami tidak menjawab, seperti melamun
"Kagami-kun?"
"Ah? Iya Kuroko?"
"Tidak bersama Aomine-kun, ku tanya" ucap Kuroko lagi
"Ahh~ iya sebenarnya sejak kemarin aku dan Aomine bertengkar" ucap Kagami menggaruk kepalanya dengan senyum getir membuat Kuroko terdiam untuk sesaat
"Kalau kau makan sendiri, mau makan bersama" ucap Kagami lagi
.
Setelah itu mereka berdua pun makan di atas sekolah banyak siswa lainnya juga namun setelah diam beberapa waktu akhirnya Kagamipun membuka mulut
"Sebenarnya beberapa hari ini aku sedikit sulit bertemu dengan Aomine" ucapnya dengan nada sama sendunya dengan yang tadi
"Maksud Kagami-kun?"
"Setiap aku telpon gak pernah di angkat, aku pesan pun lama sekali balasnya, aku ajak bertemu dia selalu gak bisa. Lalu~"
"Lalu?"
"Kemarin sore aku pergi ke mini market membeli bahan untuk makan, tanpa sengaja aku liat Aomine dengan Kise sedang jalan berdua. Aku tak tahu mereka habis dari mana dan mau kemana?"
"Tidak Kagami-kun coba kejar?"
"Tentu saja! aku kejar. Tapi mereka keburu naik kereta. Aneh padahal rumah Aomine hanya jalan kaki beberapa blok tapi mengapa harus naik kereta dan ku lihat Aomine dan Kise juga membawa tas lumayan berisi"
"Telpon?"
"Sudah juga, aku menelponnya tapi hp Aomine mati. Padahal masih sore tapi tidak mungkinkan hpnya sudah mati, aku gak ngerti apa yang Aomine coba sembunyikan. Jam 6 aku coba telpon tetap mati, jam 9 aku telpon lagi masih mati sampai jam 10 lewat aku coba akhirnya tersambung"
.
.
FLASHBACK~~
"Moshi moshi Aomine?" ucap Kagami tergesa gesa, mecoba menahan emosi sedari tadi sore
"Oh, ya Kagami ada apa?" ucap Aomine santai
"Aomine kau kemana ajah kenapa dari-"
'Aominechi pakaiannya ku taruh di sini-ssu'
"Kise? Itu suara Kise bukan?"
"..." Aomine tak menjawab apapun
TBC
