Chapter 2

Seoul, November 2016

8 am kst

Sehun terbangun karena suara gaduh dibawah, samar-samar dia mendengar ada orang yang sedang bertengkar. Dia ingin sekali ke bawah untuk mengetahui siapa yang sedang bertengkar tetapi dia mengurungkan niatnya setelah mendengar siapa yang sedang bertengkar. Park Chanyeol dan Suho.

"yak! hyung kau membela Sehun setelah dia tidak menolong Baekhyun?"

"dia menolong Baekhyun asal kau tau Park Chanyeol!"

"hahaha aku melihatnya hyung dia tidak menolong Baekhyun"

"kau hanya melihat Baekhyu Chan, tapi tidak melihat Sehun"

Sehun merasa bersalah karena menyebabkan kedua hyungnya bertengkar, menahan tangis dan mulai memberanikan diri turun ke ruang tamu untuk berkumpul dengan mereka. Mulai berakting memasang wajah datarnya menahan sakit yang masih terasa di kakinya.

Ruang tamu

"kau sudah bangun hun?" suara Lay mengalihkan pandangan mereka semua ke arah Sehun yang baru saja turun, menghentikan pertengkaran antara sang leader dan si tiang.

"sudah hyung, aku terbangun karena lapar" dia menutupi jika dia mendengar pertengkaran hyungnya

"makanlah hun,aku sudah menyisakan makanan untukmu tinggal kau panaskan saja" Kyungsoo mengintrupsi Sehun

"baiklah hyung"

"mm sehun, kakimu sudah tidak apa-apa?" sehun menatap kyungsoo untuk tidak mengkhawatirkannya didepan yang lain, tapi tetrlambat sekarang yang lain sedang menatapnya ah tidak lebih tepatnya ke arah kakinya yang masih membengkak.

"ah sudah tidak apa hyung" sehun kembali melangkahkan kakinya ke arah dapur untuk memanaskan makanannya.

Hening

5 menit

10 menit

15 menit

Sehun membalikkan badan karena ruangan terasa sepi, ah benar semua hyungnya tidak ada di ruang tamu pantas saja terasa sepi. Dia kembali melihat masakannya dan menuangkan ke piring, melangkahkan kaki menuju meja makan.

Sehun menikmati makanannya dalam diam.

Sret

Dia mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang menarik kursi dihadapannya, dia tidak jadi menyuapkan makanannya setelah tau siapa yang berdiri dihadapannya.

"chan hyung"

"makanlah hun, ku temani"

"tidak usah hyung"

"aku mengenalmu sehun, kau kan tidak bisa makan kalau tidak ditemani hun"

"baiklah gomawo" kata sehun dengan hati yang sedikit lebih baik karena ucapan chanyeol

hening

"mm hyung.."

"hm?"

"kau masih marah padaku?"

tidak ada jawaban

"hyung kau masih marah padaku?"

tidak ada jawaban

"aku selesai makan" sehun kesal karena tidak dijawab dan memilih untuk mengakhiri acara makannya

ah lebih tepatnya sehun marah karena merasa hubungannya dengan chanyeol seperti digantung antara berbaikan atau tidak.

Chanyeol menarik tangan Sehun untuk duduk dan melanjutkan makannya

"kau baru makan sesuap hun, kemarin kau hanya makan 5 suap dan sekarang hanya 3 suap kau tak lapar?"

"aku sudah kenyang hyung"

"kenyang apanya? Kau hanya makan sedikit dari biasanya"

"aku sedang tidak mood makan banyak"

"aku tau kau lapar hun, cepat habis kan makananmu dan kita bicara di taman belakang"

sehun melanjutkan acara makannya

10 menit kemudian

"aku sudah selesai makan hyung" sehun berjalan menaruh piringnya ke tempat cucian

"aku tunggu di taman belakang" Chanyeol berjalan menuju ke taman belakang duduk di ayunan

taman belakang

sehun mengamati chanyeol dari jauh, dia melihat chanyeol melihat kearah langit kemudian menatap lurus taman. Mengamati chanyeol dari kejauhan membuat dia merasa penasaran karena subjek yang diamatinya mengerutkan keningnya dan menghela nafas seperti ada sesuatu yang mengganjal. Sehun melangkahkan kaki mendekati chanyeol.

"hyung.." suara sehun menyadarkan chanyeol dari lamunannya

"duduk sini" chanyeol menepuk tempat disebelahnya mengintrupsi sehun untuk duduk disampingnya

"ada apa?"

"tadi kau tanya aku masih marah padamu apa tidak?"

"hmm" sehun mengangguk, kepalanya dia tundukkan takut-takut kalau chanyeol masih marah dengannya

"sebelumnya, apa kakimu masih sakit hun?"

"ani hyung"

"kau tak apa? Ada yang sakit lagi hun?"

"tidak hyung"

"kau yakin? Tidak ada "yang terluka lagi?"

ada, hatiku terluka karena kau hyung - batin sehun

"naikkan kakimu hun"

"hah? Untuk apa hyung?"

"ani, aku hanya ingin melihat kakimu"

"tidak usah hyung, kakiku sudah tidak apa-apa"

"coba sini kuperiksa"

"tidak usah hyung"

"cepat naikkan kakimu hun!"

sehun menatap chanyeol yang sudah memasang tatapan tajam, dengan ragu sehun menaikkan kakinya ke pangkuan chanyeol. Chanyeol menatap kaki sehun dan mengelusnya ada rasa bersalah terbesit dihati chanyeol tapi sebenarnya rasa khawatir chanyeol lebih dominan melihat kaki orang yang sebenarnya dia cintai terluka.

"bisa kau ceritakan yang sebenarnya oh sehun?"

sehun memandang chanyeol ragu untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, ah tidak dia sebenarnya merasa takut karena akan merusak hubungan chanyeol dan baekhyun.

"aku hanya terpleset hyung, aku tak apa"

"sudah aku katakan oh sehun, kita ini sudah mengenal lama aku tau saat kau berbohong atau tidak"

sehun terdiam, dia kalut dengan pikirannya sendiri

"bisa ceritakan yang sebenarnya hun? Aku bertengkar dengan suho hyung karena dia membelamu dan aku sempat membaca berita bahwa kau terjatuh saat di airport dan para fans sempat mengatakan di SNS bahwa kau terjatuh karena menolong baekhyun. Apa yang mereka katakan benar hun?"

sehun terdiam lagi, dia tidak tau harus berkata apa lagi

"katakan yang sebenarnya hun aku mohon"

tidak ada jawaban dari sehun. Chanyeol memandang sehun dengan tatapan tajam menahan amarahnya karena sedari tadi sehun tidak menjawab pertanyaannya padahal dia sudah kalut dengan pikirannya sendiri.

"Oh Sehun!"

sehun kaget mendengar bentakan dari chanyeol, sehun menahan tangisnya dia juga kalut dengan pikirannya sendiri. Tetap tidak ada jawaban dari sehun dan hanya suara isakan tangis sehun yang terdengar. Chanyeol memberikan waktu agar sehun kembali tenang, ingin rasanya dia memeluk sehun sekarang tapi dia mengurungkan niatnya, dia tidak mau kalau harus sakit hati karena sehun menolak pelukannya.

Anggaplah chanyeol tidak gantle karena tidak bisa mengungkapkan perasaannya lewat kata-kata dan perlakuan. Sehun sudah tenang dan dia memberanikan diri untuk bercerita.

"aku.. aku.."

"kau kenapa?" chanyeol mulai berjongkok depan sehun menggenggam tangannya.

"aku.. aku"

"tak apa kalau kau tidak bisa mengatakan sekarang hun, lain waktu saja. Dan anggaplah kita sudah berbaikan" chanyeol berdiri dan mulai meninggalkan sehun

"aku tidak berani aku takut aku akan merusak hubunganmu dengan baekhyun hyung" ssehun kemballi terisak

chanyeol terdiam dan dia membalikkan badan melihat sehun yang menangis kembali. Sehun menunduk tidak mengetahui bahwa chanyeol berjalan kembali ke arahnya. Chanyeol melangkahkan kakinya ke arah sehun, dia tidak tega harus melihat sehun menangis demi menjaga hubungannya dengan baekhyun.

Grep

chanyeol tidak tahan untuk tidak memeluk sehun, tadi dia sudah mempertahankan egonya untuk tidak melihat sehun menangis tapi sekarang dia sama sekali tidak peduli dengan egonya dan langsung menarik sehun kedekapannya. Sehun merasa kaget tapi dia tetap tidak bisa menghentikan tangisannya, dia sudah capek dan kalut dengan perasaan dan pikirannya sendiri. Chanyeol semakin erat memeluk sehun, telinganya merasa ngilu setiap mendengar suara tangis sehun dan hatinya serasa ditusuk setiap kali melihat sehun menangis.

"gwenchana hun" chanyeol berusa menenangkan sehun dengan mengelus punggung sehun yang masih bergetar

"maafkan aku hyung"

"tak apa, lain kali saja kau ceritakan padaku"

"maafkan aku.. maafkan aku"

"hei, sudahlah kau tidak salah hun, kalau kau belum siap lain kali saja"

sehun hanya terus menangis dalam pelukan chanyeol, membalas pelukan chanyeol dengan erat. Chanyeol sendiri sudah kalut dengan pikirannya sendiri mengenai Baekhyun.

kenapa baekhyun tidak menceritakan yang sebenarnya? kenapa dia cuma diam ketika semua member berusaha menenangkan aku dan suho hyung tadi ketika kita bertengkar masalah ini? kenapa dia cuma diam ketika aku terang-terangan memojokkan sehun di depan yang lain? - pikir chanyeol.