Should I Confess
.
.
.
Main Cast : Oh Sehun, Xi Luhan, Wu Yifan a.k.a Kris, Do Kyungsoo
Genre : Find it by yourself
Rate : T
Length : Chapter
Hope you all like it.
Here we go.
HUNHAN STORY BEGIN!
Luhan POV
"Xi Luhan, maukah kau menjadi kekasihku? Aku memang tak bisa menjanjikan apapun kepadamu, namun,dapat kupastikan, aku akan menjadi orang pertama yang meneteskan air mata ketika kau menangis, aku akan menjadi orang paling beruntung saat melihatmu tersenyum, aku akan menjadi orang pertama dan terakhir yang akan menjaga hatimu. Jadi, maukah kau bersamaku?"
Luhan termenung mengingat memory satu tahun lalu, disaat Sehun memintanya untuk menjadi kekasihnya. Kata-kata Sehun yang jauh berbeda dengan wajah tampan datarnya membuat Luhan meleleh seketika. Memang tidak seromantis Chanyeol yang disaksikan oleh hampir semua mahasiswa di kampusnya saat meminta Baekhyun menjadi kekasihnya dulu, namun untuk seorang Oh Sehun yang memiliki wajah dingin dan datar, ini adalah hal teromantis yang pernah dia lakukan.
Namun semua itu hanya masa lalu. Meskipun statusnya masih menjadi kekasih Luhan. Nyatanya yang ada dihati dan pikiran Sehun saat ini bukanlah Luhan, melainkan sahabat barunya, Do Kyungsoo.
"Haah,, lebih baik aku ke atap untuk menenangkan pikiranku." Luhan beranjak dari kelasnya menuju atap sekolah yang memang sudah menjadi tepat favoritnya saat sedang gundah. Suasana sepi dan tenang membuatnya leluasa untuk menumpahkan segala perasaannya.
.
.
"Sehun-ah, nanti kau jadi membantuku kan?" ucap namja bermata bulat kepada namja albino disampingnya.
"Pasti Kyung, akan kupastikan kau bisa mengerjakan ulangan dengan baik setelah aku mengajarimu nanti." Sehun menjawab pertanyaan Kyungsoo dengan mata berbinar dan bibir yang menyungginggkan senyum.
Mereka berdua berjalan sambil sesekali mengobrol, sebuah senyuman tak pernah lepas dari wajah keduanya, sampai salah satu dari mereka melihat ke arah atap sekolah. Hanya ada 2 orang namja yang ada di atap, namun bukan itu yang menarik perhatian namja albino itu, melainkan siapa dan apa yang sedang dilakukan kedua namja yang ada di atap sekolahnya itu.
Other side
"Hei, sedang apa sendirian disini Luhan?" tiba tiba sebuah suara bariton dibelakangnya mengharuskan Luhan untuk menghapus air matanya dengan cepat. Dia segera menolehkan kepalanya ke belakang untuk melihat siapa yang menyapanya tadi.
"Oh, kau rupanya. Ani, aku sedang tidak melakukan apa apa, Kris." Jawab Luhan sambil tersenyum tipis.
"Kau,, kenapa kau menangis Lu? Apa ada yang menyakitimu? Katakan padaku, aku akan membereskan orang yang berani menyakitimu." Uajr Kris sedikit emosi melihat orang yang ia sukai diam diam menangis.
"Ani, hanya saja, aku salah memilih tempat untuk menenangkan pikiranku. Awalnya aku pergi ke atap karna ingin menenangkan pikiranku, namun ternyata, disini aku malah dapat melihat dengan jelas hal yang membuat hatiku sakit Kris." Luhan menggigit bibirnya menahan tangis sambil melihat ke arah lapangan dibawahnya.
Disana tampak dua orang namja yang sedang berjalan sambil sesekali mengobrol dengan senyum diwajah mereka. Yup, siapa lagi kalau bukan Sehundan Kyungsoo. Semakinhari, keduanya semakin dekat, sampai sampai tak sedikit yang menggosipkan bahwa keduanya telah menjalin hubungan. Hal itu membuat namja bermata rusa yang kini tengah menatap ke arah mereka tersenyum kecut dan tak dapat menahan air matanya. Dia tak menyadari bahwa sedari tadi Kris memperhatikannya dengan seksama, dengan hati yang sama hancurnya dengan Luhan. Namun bukan hancur karna melihat Sehun dan Kyungsoo, melainkan kepada sosok yang sedang meneteskan air matanya saat melihat kedekatan Sehun dan Kyungsoo.
Tak tahan melihat namja yang ia cintai menangis, Kris menarik Luhan kedalam pelukannya. Dia rasakan tubuh mungil Luhan menegang dan tak lama mulai bergetar. Dia rasakan Luhan terisak pelan dipelukannya, Kris semakin mengeratkan pelukannya sambil mengelus dengan lembut punggug si mungil. "It's okay princess, you gonna be okay. I'll always be here. Jangan terlalu memikirkan mereka, kalau memang dia tak bisa menjagamu, biar aku yang menjagamu. Trust me, you'll be fine." Kris mengusap punggung Luhan sambil terus mengucapkan kata kata yang bagai penenang bagi Luhan. Tanpa mereka sadari, sepasang mata menatap mereka dengan sorot yang tak bisa ditebak, ada marah, kesal, dan sedih didalam sorot mata tersebut.
.
.
"Sehun-ah.. Oh Sehun." Sehun tersadar dari kegiatannya memandangi dua sosok yang tengah berpelukan diatap saat sebuah suara memanggilnya.
"Oh, mianhae Kyung, sepertinya aku harus pergi. Kita pulang bersama nanti, tunggu aku digerbang sekolah. Aku harus pergi." Sehun segera berlali meninggalkan Kyungsoo yang menatapnya dengan bingung, dia lalu menatap keatas, mencari tahu apa yang membuat Sehun mengabaikannya saat bicara tadi. Tatapannya berhenti ketika iris matanya menangkap apa yang Sehun lihat tadi, tiba tiba rasa sesak menjalari hatinya, bibirnya menyunggingkan senyum tipis namun menyayat hati.
Dia tau,, Kyungsoo tau, bahwa seorang Oh Sehun tidak benar benar melupakan seorang Xi Luhan. Memang Sehun tidak berbohong saat mengatakan bahwa dia menyukainya, Kyungsoo tau itu, dia percaya bahwa Sehun menyukainya. Namun, Kyungsoo juga tau bahwa Sehun tidak mencintainya. Namja albino itu hanya belum yakin dan belum mau mengakui bahwa Luhanlah yang ia cintai.
Kenyataan itu membuat Kyungsoo tersenyum pahit, dan saat dia menemukan sosok Oh Sehun di atap, dia memutuskan untuk segera pergi dari tempatnya berdiri, sebelum ia melihat apa yang terjadi selanjutnya. Dia tidak siap bila dia harus melihat apa yang terjadi selanjtnya. Dengan langkah gontai Kyungsoo berjalan menuju kelasnya tanpa mempedulikan apa yang ia lihat di atap.
.
.
"Lepaskan Luhan. Kau tak berhak memluknya." Suara dingin seseorang menginterupsi Kris yang sedang memeluk Luhan, sementara Luhan hanya menegang saat sebuah suara yang sudah sangat ia hapal memasuki gendang telinganya.
"Apa hakmu melarangku untuk memeluk Luhan? Luhan saja tidak mempermasalahkannya. Lebih baik kau pergi dari sini, aku muak melihatmu. Dan lebih baik kau berhenti menemui Luhan, aku tak ingin dia menangis karena orang sepertimu." Ucap Kris sambil terus memeluk Luhan. Dia tak peduli dengan tatapan tajam Sehun yang seakan dapat membunuh siapa saja yang dilihatnya. Dia malah semakin mengeratkan pelukannya saat Luhan hendak protes mengenai apa yang Kris katakan.
Sehun mendengus pelan.
"Huh, apa aku tak salah dengar? Seharusnya kau yang pergi dari sini sialan. Dan sudah kubilang lepaskan pelukanmu dari Luhan sialan." Sehun berkata dengan sedikit menggeram, dia berusaha menahan emosi yang sudah dipuncaknya. Luhan yang mendengar geraman Sehun, meminta Kris untuk melepaskan pelukannya, namun diabaikan begitu saja oleh Kris.
"Sialan, apa hakmu melarangku memeluk Luhan hah? Kau pikir aku takut padau?" tantang Kris tak mau kalah. Kris menatap Sehun sama tajamnya degan Sehun menatapnya.
Sehun mendengus pelan "Sialan."
BUGH
Kris terhuyung ke belakan saat Sehun melayangkan pukulannya tepat diwajahnya. Tanpa membuang buang waktu, Sehun segera menarik Luhan dengan paksa, menjauhkannya dari tubuh Kris.
"Satu hal yang harus kau ingat. Luhan adalah milikku. Luhan milik seorang Oh sehun." Sehun mengatakan hal itu dengan penuh tekanan dan sorot mata tajam. Dia lalu membawa Luhan pergi meninggalkan Kris yang tengah berusaha bangun sambil mengelap sudut bibirnya yang berdarah.
"Tak kan ku biarkan kau memilikinya Oh Sehun. Akan kubuat Luhan berpaling padaku."
.
.
.
hei,, ada yang nunggu nggak nih? hehe, maaf ya kalau aku lama (kalau ada yang nunggu)
idenya ada sih, tapi waku udah mau nulis, tiba tiba dia ilang entah kemana.. hehe..
segitu aja dulu ya..
happy reading and wanna review? :)
