NEVER
Jongin membuang mukanya. Ia sengaja tidak memfokuskan pandangan nya kepada sehun agar wajahnya tidak berubah menjadi merah hanya karena sehun terlihat semakin tampan jika dilihat dari bawah seperti ini.
'oh tuhan, haruskah aku menjadi uke?'
Chapter 2
Jongin yang masih melamun membuat sehun sedikit kesal karena merasa diacuhkan. Dengan sigap sehun membelai selangkangan jongin sampai akhirnya..
GRAB
"Aackh-! S..SEHUN!"
Jongin reflek berteriak ketika sehun tiba-tiba kembali meremas penis nya yang sudah sangat menegang dan sesak di dalam celana. Ia ingin berontak tetapi kaki dan tangannya sudah diikat membuat kedua pergelangan tangan dan kakinya menjadi nyeri karna tali yang bergesekan dengan kulitnya.
"Sudah keras rupanya. Apa kau ingin tanganku yang membantu penismu untuk kembali tertidur atau dengan mulutku yang mengulum penismu, Jongin?"
"Sehunnie kurang ajar sekali…."
"Aku bertanya jongin, bukan meminta pendapatmu tentang diriku."
Sehun kembali menggoda jongin dengan mencolek dagu dan mengecup bibirnya yang semakin terlihat merah merekah.
BLUSH
Jongin merona, Ia menggelengkan kepala dan melepaskan tautan antara bibirnya dan bibir sehun. Masih bersikeras untuk mendapatkan gelar seme, Jongin memalingkan wajahnya lagi. Mencoba mencari cara agar terlepas dari tali laknat ini.
'apa yang harus aku lakukan?! Bagaimana jika sehunnie berhasil mengambil keperawanan hole-ku? Astaga! Tidak, tidak akan pernah. Sehunnie tidak boleh melakukan itu pada jonginnie. Aku harus mengambil alih permainan ini! Tapi, bagaimana caranya? ugh!'
Jongin tiba-tiba saja mempunyai ide. Ia meronta-ronta berfikir bahwa sehun akan kewalahan menghadapinya dan mungkin melepaskan ikatan itu, membiarkan dirinya menjadi top dalam permainan ini.
Tapi, sangat disayangkan.
ternyata dugaannya salah lagi.
Sehun yang melihat jongin memberontak dan meronta-ronta seperti ulat bulu yang menggeliatkan badannya malah semakin bernafsu karena tubuh montok jongin terlihat semakin sexy ketika digerakan seperti itu. Sehun terus menatapnya dengan tatapan 'lapar' sambil mendekatkan dirinya dan duduk ditepi kasur, tepat disebelah jongin.
"apa kau berniat menggodaku, oh jongin?"
Sehun tertawa mengejek sambil mulai melepaskan baju yang melekat pada tubuh tan itu.
"aku tidak menggoda- eh? MWORAGO? BARUSAN KAU MEMANGGILKU APA HAH?"
Jongin membulatkan mata dan mulutnya ketika mendengar sehun memanggilnya "oh jongin".
Hell no?! Jongin masih tidak sudi jika marganya berubah menjadi oh. Seharusnya sehun yang berubah menjadi 'KIM SEHUN' kan? bukan malah 'OH JONGIN'.
Jongin menggerutu karna panggilan tersebut dan tidak sadar jika dirinya kini telah topless. Bajunya telah pupus menghilang entah kemana. saat jongin kembali ingin protes ketika menyadari dirinya dibuat topless tanpa izin darinya, sehun malah memilin kedua nipplenya dengan tiba-tiba dan menariknya dengan cukup kencang.
"A-AANHH! SEHUNNIE A-APA YANG KAU LAKUKAN?"
Jongin menjerit seperti wanita dan terasa sangat melengking ketika melewati pendengaran sehun, membuat sehun langsung menutup kuping dan memejamkan mata menikmaati betapa indah teriakan calon istri tercintanya.
"Kau tau jongin?" sehun mendekatkan wajahnya lalu menyingkapkan kesamping poni yang menutupi kening pria manis itu kemudian menatap lurus mata puppynya dengan tatapan maskulinnya.
" teriakanmu bahkan lebih melengking daripada kicauan burung beo dan kakatua. Sekarang aku tanya padamu, sejak kapan ada seme yang berteriak sekencang dan berlebihan seperti itu ketika nipplenya ditarik dan dipilin oleh orang lain?"
SKAKMAT.
DEG
DIG
DUG
Jongin ternganga ketika mendengar pertanyaan laknat seorang oh sehun. ia berusaha merusak eyecontact -yang sehun buat- dengan memutar bola matanya kearah lain asal bukan mata sehun karena sungguh, ia tidak kuat jika ditatap maskulin seperti tadi oleh sehun. Sekarang jongin rasanya ingin menjambak rambut sehun karena telah membuatnya kalah telak dan malu disaat yang bersamaan.
"Pertanyaan macam a-apa itu?! Aku tidak peduli, memangnya ada peraturan bahwa seme tidak boleh berteriak? Itu bukan menjadi alasan bagimu untuk menghalangiku mendapatkan gelar seme! Kau menyebalkan! Jangan sentuh tubuhku atau aku akan- AANGHHH!"
"Atau apa hm? Atau kau akan mendesah dan menikmatinya? Begitu, jonginnie?"
Jongin bersumpah sekarang mukanya sudah merah seperti tomat. Ia malu, sehun baru saja meremas kembali kejantanannya yang sudah mengacung dengan indahnya. Ternyata saat dirinya mengoceh tadi, sehun sudah melepaskan celananya dan membuatnya naked dengan keadaan penis mungil yang mengacung dengan (sok) gagah.
"SEJAK KAPAN KAU MELEPASKAN CELANAKU SEHUNNIE? APA-APAAN INI UGH! LEPASKAN AKU! AKU INGIN MEMBALAS PERBUATANMU! KAU CURANG! OH SEHUN CURANG! JANGAN MACAM-MACAM DENGAN KIM JONGIN ATAU AKU AKAN MENUSUK HOLEMU DENGAN- AAAAAKHHHHHH!"
"Atau kau akan kembali mendesah dan meneriakan namaku, kim jongin? Hahaha."
Sehun tertawa puas setelah berhasil memasukan jari kelingking nya. Ia hanya menggunakan ludahnya sebagai pelumas dan langsung memasukan satu jarinya kedalam hole perawan itu saat jongin sedang mengoceh kembali untuk kedua kalinya.
"UGHH- SIALAN SEKALI KAU SEHUNAAAAAKH!"
Jongin kembali menjerit ketika jari sehun mulai bergerak didalam holenya. Masih terasa sakit dan sedikit perih karena ini pertama kalinya untuk jongin walaupun ukuran jari kelingking sehun tergolong kecil dan kurus.
"Masih bertekad untuk menjadi seme, hm?"
Sehun mengeluarkan jari kelingkingnya dan di gantikan dengan jari tengah, memasukannya dengan sekali hentakan dan tepat mengenai prostat jongin.
"A-AAHH SEHUNNIE!"
"Iya jongin? Bagaimana rasanya hm?"
Sehun mendiamkan jarinya memberi waktu jongin untuk menjawab pertanyaannya yang dianggap benar dan tidak berdosa.
"u-unh? nikmat sekali.. apa itu tadi? Saat jari kelingking mu yang bergerak didalamku aku hanya merasa sedikit nikmat tapi ketika jari tengahmu masuk kedalam dengan sekali hentakan, aku merasa sesuatu bergerak diperutku sehunnie. Sungguh, rasanya sangat nikmat.."
Jongin mengungkapkan apa yang ia rasakan barusan dengan sangat detail dan tanpa disadari pipinya sudah merona ditambah tatapannya yang kini berubah menjadi sayu, wajahnya sangat horny dan..menggoda untuk digenjot sampai pagi.
"Jadi.. masih ingin mendapatkan gelar seme?"
"ne? uh.. seme ya? um.. seme? EH-SEME?! APA YANG KAU BILANG BARUSAN? TENTU S-SAJA! TADI ITU TIDAK ENAK, AKU HANYA BERBOHONG UNTUK MEMBUATMU SENANG TAU! TIDAK, AKU TIDAK SUKA DIMASUKI! LEBIH BAIK SEKARANG KAU KELUARKAN JARIMU DAN BIARKAN AKU YANG MEMASUKI HOLEMU SEHUNNIE!"
"Apa kau yakin tidak menyukainya, jonginnie? Baiklah kalau begitu.."
JLEB
"A-AAAKH AHH S-SEHUN! SEHUNNIE HAJIM-AKHH!"
Sehun terus menusukan jarinya kedalam hole jongin dan mengenai prostatnya dengan akurat. Ia senang ketika mendengar jongin mendesahkan namanya. Imajinasi liarnya tentang jongin yang ia gagahi sampai menangis membuat gundukan dibalik celananya semakin membesar. Sehun menambahkan jarinya kedalam hole jongin.
JLEB
"A-aanghh! micheoso..sehunnie! ahh! H-hentikan! Aaanhh-!"
Jongin memejamkan matanya, entah kenapa sekarang jongin merasa dirinya melayang karna ulah sehun. sekarang tiga jari sehun sedang mengocok holenya dan berkali kali mengenai titik spot kenikmatannya. Sungguh, rasanya jongin ingin mendesah dan meminta lebih kepada sehun. tapi apadaya, jongin masih sadar diri jika meminta lebih karna itu malah akan membuat dirinya semakin terlihat 'uke' dimata sehun.
Jongin berusaha menolak dengan mengeratkan dinding holenya tapi itu malah membuat sehun semakin beringas mengocok holenya dan entah sejak kapan kini tangan sehun yang lain sedang memanjakan penis jongin dengan mengocoknya bertempo lambat, mencoba mengggoda jonginnie nya.
"s-sehun sehun.. a-aku.."
Precum mulai keluar seiring sehun semakin gencar mengerjai tubuh jongin. Precum jongin mengalir mengotori tangan sehun dan lubangnya semakin berkedut, meminta sesuatu yang lebih.
Sehun tersenyum puas saat precum mengalir ditangannya yang menggenggam penis jongin, sementara hole jongin terasa berkedut dan meremas ketiga jarinya semakin erat menandakan bahwa jongin akan segera datang dan tentu saja, membuat lubang itu menginginkan sesuatu yang lebih agar semakin cepat mendapatkan puncak kenikmatan itu.
"apa kau menginginkan sesuatu yang lebih, jongin?"
'sial, sehun kenapa bisa tau apa yang sedang aku fikirkan? Jonginnie! Sadar- kau disini bukan untuk berakhir mengangkang dan digagahi, tetapi sebaliknya!'
Jongin berusaha menggelengkan kepalanya sambil menggigit bibirnya menahan agar tidak mengeluarkan desahan sementara sehun semakin membuatnya terbang dan terbang.. mendekati orgasme pertamanya.
"Mendesahlah, tidak usah ditahan seperti itu jongin."
Sehun menusuk dengan brutal hole jongin yang semakin mengapit jari-jarinya dan meremas-remas seakan jari itu sedang dilahap oleh dinding-dinding holenya.
"a-aku tidakhh menhhnikmatinya.. nmhh!"
Jongin bersusah payah mengontrol deru nafasnya yang semakin tak terkendali, badannya sudah mulai bergetar. Keringat sudah mengalir membanjiri wajah manisnya, ia memejamkan matanya ketika sesuatu didalam perutnya seperti memaksa ingin keluar.
"s-sehhunnie.. a..akuhh aku.. mau-"
"Tidak."
Sehun dengan cepat memotong perkataan jongin dan menempelkan jempolnya tepat dilubang penis jongin, tempat keluarnya sperma. Ia kemudian tersenyum kecil, melihat wajah jongin sudah berubah menjadi merah, menahan cairan cumnya dengan terpaksa karna sehun menutup lubangnya dan menekannya.
"s-sehunaah.. a-appo… ughhh please s-sehun please..i ini sakit.. akhh-!"
"kau ingin cum, jongin-ah?"
Jongin tidak kuat lagi untuk berkata dan menjawab pertanyaan sehun. Ia focus menahan sakit yang menjalar disekujur tubuhnya akibat menahan cum nya.
"uuututu.. appo?"
Sehun masih menggoda jongin. Namun saat dirinya melihat jongin yang sepertinya benar-benar kesakitan pun luluh dan membiarkan jongin untuk cum.
"Keluarlah untukku jongin, teriakan namaku."
Sehun akhirnya melepaskan tautan jempolnya dari lubang kecil itu dan mengocok penis merah jongin yang agak membengkak untuk membantu jongin mencapai puncak klimaks nya.
"AANHH S-SEEHUUNAAHH!"
Jongin menyemprotkan spermanya, mengotori tangan dan baju sehun serta perutnya sendiri. Melengkungkan badannya menandakan bahwa ia sangat merasakan nikmat yang luar biasa.
"hosh..hosh.."
Jongin mengatur nafasnya, dadanya naik turun dan penglihatannya masih kabur. Ia sibuk dengan pemikirannya sampai tak sadar bahwa seseorang telah memperhatikannya sejak tadi.
'INI NIKMAT, SANGAT NIKMAT. NIKMATNYA MELEBIHI KETIKA AKU MENGOCOK PENISKU DAN BERMAIN SOLO SENDIRI. JONGIN, SADARLAH.. ADA APA DENGAN DIRIMU?'
"Sudah merasakan bagaimana nikmatnya menjadi uke? Tenang saja, aku akan dengan senang hati menerimamu sebagai ukeku jongin. Tidak usah malu, aku yakin kau menyukainya."
Sehun berujar sambil mengedipkan sebelah matanya dengan genit. Membuat pria yang mendapatkan kedipan –maut – menjijikan itu membelalakan matanya.
"AWAS KAU OH SEHUN! AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMAAFKAN –AANGHHH!"
TBC
Kalian pernah liat ga sih reality show yang jongin teriak kaya cewek? Itu author ga ngarang, serius deh. Coba cari di youtube kalo belum pernah liat. Jongin tuh kalo udah teriak.. astaga suara author kalah sexy kali dari dia.
Haha, gimana ceritanya? Mau dilanjut atau udah? Maafin author, author memang random. Jadi jalan cerita gabakal ketebak, sesuai mood author aja. Btw, makasih ya yang udah review sebelumnya. Saya seneng banget dapet feedback dari kalian walaupun ga sesuai harapan, ga sampe 25. Tapi gamasalah, sebagai rasa terimakasih saya update duluan ini cerita hehe. Kalau mau cerita ini dilanjut, mohon reviewnya okay? Biar saya semangat ngelanjutinnya. Thank y'all!
