Naruto © Masashi Kishimoto
And
Totally Spies © Marathon
.
.
.
Jam 10:28 am
-Supermarket.
"Ramen, ramen dan ramen! Sepertinya Naruto memang pecinta ramen, tapi dia malah memanfaatkan isi dompet kita. aku menyesal tadi bilang punya kartu debit kehadapannya! Keterlaluan!"Clover menggerutu kesal sambil mendorong trolley-nya.
"tapi Clover, bukankah tadi kau mencintai dia?" tanya Alex.
"oh tentu saja, duh! Naruto itu tampan, atletis, kuat, lebih spesialnya lagi aku dan dia memiliki rambut pirang yang sama! kyaaaa~~!" Clover mendadak nge-fly kemana-mana begitu bentuk 'hati' berputar di atas kepalanya.
"Naruto adalah orang baru di Woohp, bukankah tadi dia bilang kalau Jerry merekrutnya?" tanya Sam.
"Jerry beruntung merekrut orang seperti Naruto! kalau begini caranya aku pasti akan bersemangat tiap kali ada misi"
"Yah, tapi satu hal yang kuharapkan dari Naruto adalah jangan sampai dia memanfaatkan isi dompet kita lagi" timpal Alex. mereka langsung tertawa.
Disaat ketiga gadis itu sedang berbelanja. ada seseorang yang iseng membuntuti mereka. dia sembunyi kesana-sembunyi kesini, mengendap-endap di balik susunan toples acar, langsung melata seperti ular ke kolong meja, sembunyi lagi di dekat trolley orang.
Dan akhirnya dia sembunyi di belakang maskot supermarket. dengan jahatnya, dia menarik si maskot supermarket dan langsung memukul-mukul orang yang ada didalamnya. akhirnya, dia berhasil mengenakan maskot 'bebek' tersebut untuk menyamar.
dia memasang sebuah gadget canggih berbentuk earphone ke kedua telinganya dan mendengar pembicaraan mereka. dia tahu, tiga gadis ini adalah agen rahasia dari Woohp. Well melihat tampang wajah mereka saja kelihatannya sudah terbiasa menghadapi kejahatan dan pembicaraan mereka ini akan jadi petunjuk baginya.
"ramen mana yang di maksud Naruto? yang ini atau yang paling besar?" tanya Alex.
"hmm.. tadi Naruto minta yang ekstra jumbo. yang itu saja" jawab Sam.
"Hel-lo! ini sudah ekstra jumbo semua dan harganya mahal-mahal" kata Clover. mereka bertiga langsung memeriksa isi dompet dan mendapati hanya membawa sedikit uang.
"eeeerrhh..." ketiganya miris melihat isi dompetnya yang nyaris kering.
"lain kali kalau Naruto menanyakan isi dompet kita, jangan beritahu dia ya.." kata Sam yang isi dompetnya hanya berupa 3 lembar uang.
"Clover! kau kan punya kartu, lebih baik kau saja yang bayar" timpal Alex.
"a-apa!? aku!? tidak bisa! kartu debit ku itu untuk shopping, bukan membeli makanan, duh!"
"ayolah Clover, hanya untuk ramen saja"
"kita patungan saja! aku tidak mau menggunakan kartu debitku! lagipula isinya juga sebentar lagi ha-"
BRUKKGGH!
tiba-tiba susunan tisu toilet langsung menimpa mereka bertiga.
"Uggghh!?"
"Hei! siapa yang melakukan ini!?" seru Clover, langsung protes.
"ugghh.. eh?!" Sam melihat seseorang yang sedang berdiri di atas rak, dia mengenakan kostum maskot bebek dan langsung turun kebawah. kemudian si bebek tersebut kabur.
"hei! dia orangnya!" seru Sam, langsung menunjuk ke maskot supermarket itu.
"apa!? seekor bebek!?" tanya Alex, sampai di buat heran.
"kejar dia!"
Dia terus berlari menghindari kejaran dari mereka. ketiga gadis itu memang sangat cepat kalau soal kejar-mengejar. dia pun langsung belok ke kiri, lalu ke kanan dan nyaris menabrak orang-orang yang melewati dirinya. bahkan sampai menabrak trolley orang yang berisi sayuran dan telur.
dia semakin panik begitu ketiga spies makin dekat untuk menangkap dirinya. bayangkan saja seekor bebek di kejar-kejar oleh tiga remaja tersebut, berlarian di antara rak-rak bahan makanan dan membuat kacau suasana.
"apa menurutmu lucu kalau kita menangkap seekor bebek di dalam supermarket?!" tanya Clover.
"dan lebih lucu lagi, bebek itu bisa berlari cepat tanpa berteriak 'kwek-kwek-kwek'!" tambah Alex, malah menirukan suara bebek.
"dia hanya menyamar! pasti orang itu mengintai kita!" seru Sam.
Sam, Clover dan Alex terus mengejarnya. mereka melihat si bebek tersebut seperti merogoh-rogoh sesuatu dari tasnya. dengan gesitnya, dia mengeluarkan sebuah pistol dan langsung menarik pelatuknya ke arah mereka. keluarlah sebuah jaring sintetis.
"AWAS!"
mereka bertiga lompat menghindari jaring sintetis tersebut. sementara dia tetap berlari.
"uggh.. aku tak percaya kalau seekor bebek bisa menggunakan pistol seperti itu!" seru Clover, kakinya terus melangkah cepat untuk segera menangkap orang asing itu.
"selalu ada cara untuk menangkapnya" kata Sam, si otak-maniak ini mengambil beberapa telur dan langsung melemparnya ke si bebek.
"waaaa-!?" Dia terkejut begitu sebuah telur melesat nyaris mengenai dirinya. tidak hanya telur. bahkan kaleng susu, sayuran, buah-buahan, dan seluruh bahan makanan supermarket juga di lempar untuk melumpuhkan dirinya. sampai papan diskon pun ikut di lempar pula.
"terus melempar kawan-kawan! Ha-!" kata Clover sekaligus melempar buah durian ke si bebek.
"ugh!?" untungnya si bebek bisa menghindari buah durian yang kulitnya tajam-tajam itu. dia tidak tahu harus berlari kemana karena kejaran mereka cepat sekali.
"fuh, nyaris saja-" PLAK!
Papan diskon 50% melayang kena kepala si bebek.
"Yeah! Kena!" seru Sam.
"yang ini akan melumpuhkannya!" Alex langsung mendorong sebuah trolley sekuat mungkin hingga Keranjang beroda itu melesat cepat sampai menabrak si bebek dari belakang.
"AAaaaaaa~!?"
si bebek sampai terjungkal kedalam trolley. keranjang beroda yang membawanya tidak bisa di kendalikan sampai-sampai ia menabrak susunan kotak sereal yang ada didepannya...
BRUAAGGH!
"Haaaaa~~!" Sam, Clover dan Alex langsung lompat dan menangkap si bebek tersebut di antara kotak-kotak sereal. akhirnya, tangan mereka berhasil memegang kostum yang sedang 'dia' kenakan.
"akhirnya! kau tertangkap juga, bebek!" kata Clover.
Sam langsung membuka kostum maskot tersebut, seketika mereka terkejut bukan main.
"APA!?"
Tidak ada orang didalamnya! yang memakai kostum ini menghilang, bahkan dalam sekejap mata. padahal tadi si bebek ini berlari dan terjebak di trolley, kemudian menabrak susunan kotak sereal tepat di depan mata mereka.
"tidak mungkin!? bagaimana dia bisa lenyap begitu saja!?" Alex tak percaya, dia melempar-lempar kotak sereal sambil terus mencari pelakunya.
"sial! kita kalah oleh seekor bebek, aku yakin dia punya gadget canggih untuk menghilangkan diri" tambah Clover.
Sam melihat ada sebuah gadget earphone di dalam kepala kostum tersebut, dia langsung mengambilnya dan memerhatikannya dengan sesksama. "dia meninggalkan gadget-nya sendiri, ini bisa jadi petunjuk" ucapnya.
"hei, lihat ini" Alex mengambil satu benda berbentuk seperti bintang. "dia juga meninggalkan benda yang ini. tapi.. ini namanya apa ya?"
"itu shuriken" jawab Clover.
"Shuriken dan Earphone, kita harus melaporkan ini pada Naruto" timpal Sam. disaat yang sama, manager supermarket sudah berdehem di belakang mereka.
"EHEM!"
"upss..."
"dasar anak muda, sudah melempar semua bahan makanan disini dan sekarang kalian menabrak kotak sereal"
"oh tidak" Sam, Clover dan Alex cuma bisa diam melihat seisi supermarket sudah berantakan.
Kembali ke Woohp
"Yosh! ittadakimash!" Naruto menepukkan kedua tangannya penuh semangat kemerdekaan dan langsung menyantap makanan favoritnya.
"nah, kau sudah puas kan?" tanya Alex.
"terima kasih! misi kalian sukses!" kata Naruto, memberi applause jempol untuk mereka bertiga.
"yah! kami harus membayar dua kali! membersihkan supermarket dan sekalian membayar ramen mu itu" tambah Clover, menyilangkan kedua lengannya ke dadanya.
slrruuup~ Naruto tetap menikmati ramennya, mengabaikan keluhan mereka tadi di supermarket.
Naruto kalo lagi makan ramen gantengnya makin kelihatan ya..., Clover bergumam di batinnya. lagi-lagi dia jadi Tsundere.
Naruto jeda dulu makan ramennya. "maaf membuat kalian repot di supermarket tadi. kalian mau tahu selama kalian pergi kesana? aku mendapati ada seekor babi yang tiba-tiba masuk ke ruangan ini" kata Naruto.
Seekor babi lompat ke atas meja dan mulai mengendus-endus ramennya Naruto.
"Oinky!" Alex menyeru, ternyata babi itu hewan peliharaannya Alex.
"oh? jadi.. ini peliharaanmu, Alex?" tanya Naruto sampai menaikkan sebelah alisnya. babi tersebut langsung menghampiri Alex dan bermanja-manja di antara kaki si spies termuda ini.
"tentu saja, aku menemukan Oinky di Groove waktu pertama kali SMA" ucapnya.
Naruto langsung berdehem "kau tahu peraturan disini, Alex. membawa seekor binatang ke gedung Woohp itu dilarang"
"Oinky itu bukan binatang, tapi dia hewan"
"erh!? Itu sama saja!" seru Naruto.
"Naruto, tadi kami mengejar maskot supermarket, dia menimpa kami dengan tisu toilet dan nyaris merangkap kami dengan jaring sintetis. Tapi akhirnya dia berhasil kabur juga" kata Sam, si otak-maniak ini langsung menaruh sebuah earphone gadget dan juga satu shuriken.
Naruto sampai mengedipkan matanya berkali-kali melihat gadget ini. "apa? ini kan..."
"orang itu seperti mengincar sesuatu dari kami. tapi aku tidak tahu apa yang ia incar" tambahnya lagi.
Naruto memerhatikan benda ini, shurikennya berbeda dari shuriken yang biasanya. yang ini bisa di lepas pasang dan ada tombolnya.
"ini shuriken gadget. seharusnya benda ini tidak bisa di miliki secara umum" ucap Naruto.
"yah, tapi sayang sekali. dia tidak meninggalkan pistol jaringnya"
"ada insial 'AW' di shuriken ini. Misi berikutnya nanti kita akan mencari tahu siapa AW" Naruto menjelaskan.
"kita bisa mencarinya sekarang!" ucap Alex.
Naruto menggeleng pelan. "tidak Alex, untuk sekarang kita tak mencarinya dulu, kita harus tunggu sampai besok untuk memastikan kalian tidak di ganggu lagi oleh mereka, aku paham dengan masalah tadi di supermarket, kurasa ada seseorang yang ingin mengincar sesuatu dariku" ucapnya.
Keheningan langsung melanda ruangan utama ini. Sam, Clover dan Alex terdiam.
"memangnya.. siapa yang sedang mengincarmu, Naruto?" tanya Sam.
"tidak kok, sebaiknya kalian berhati-hati jika sedang berpergian. orang tadi yang mengenakan kostum bebek bisa saja merencanakan sesuatu untuk menangkap kalian" ucapnya.
"jangan khawatir Naruto, kami tidak akan pergi kemana-mana selain shopping, sekolah, dan juga di beach house" ucap Clover.
"lagipula kau akan tetap aman disini, Naruto. Woohp punya petugas-petugas ahli untuk menjaga keamanan gedung ini" tambah Alex.
"aku tahu. tapi masalahnya, ini soal kalian. Mungkin kalian harus melatih kepekaan agar selalu waspada, tapi aku percaya pada kalian bahwa spies woohp tidak akan mudah di kalahkan begitu saja" kata Naruto, iris birunya memandangi ramen yang masih setengah ia makan.
"aku ingin tanya, memangnya umur kalian berapa?"
"kami 16"
"16?" Naruto terkejut didalam hatinya. Ya tuhan! gadis-gadis labil di usia segini sudah jadi spies?! ketiga gadis ini terlalu muda untuk menjadiagen rahasia. tapi Jerry mengatakan kalau Spy Gene mereka jauh di atas rata-rata daripada agen rahasia woohp yang terdahulu.
"wah? hebat sekali. menjadi spies di usia muda itu tidak mudah. ya sudah, sekarang kalian boleh pulang. terima kasih ramennya" kata Naruto. "oh ya! aku hampir saja lupa, ini hadiahnya untuk kalian!"
"Apa itu?"
"Ta-daa! kunci mobil!" ucap Naruto sembari menunjukkan sebuah kunci mobil ber-merk 'TITAN'. merk mobil termahal didunia dan terkenal karena kecanggihannya. pasang mata mereka langsung berbinar terang seperti bintang di langit begitu Naruto memberikan sebuah mobil.
"Woooaaaaaaahh!"
"Selamat menikmati mobilku, kalian boleh pinjam sesuka hati. asal kau tahu saja, mobil itu super canggih dari merk Titan lainnya. bagian belakangnya terbuka, joknya bisa untuk tiga orang, anti peluru dan juga orang-orang pasti bakal terkejut melihat mobil yang kalian kemudikan ini berjalan di tengah kota" kata Naruto.
"waaah! terima kasih Naruto! kau baik sekali!"
"iya dong!" Naruto langsung nyengir.
"baiklah! kalau begitu aku yang mengemudikan mobilnya!" kata Clover.
"bagus, sekarang pergilah dan biarkan aku menikmati ramen ini" Naruto menekan tombol Woohped, lagi-lagi lantai yang mereka pijak terbuka lebar dan membuat mereka terjatuh.
"WaaaaaAaAaa~!"
"untung saja Jerry menyiapkan tunnel khusus untuk mereka. hehehe" Naruto terkekeh dan kembali melanjutkan acara makannya.
Di gedung parkiran Woohp.
"yang mana mobilnya? apa Naruto memakirkannya disini?" tanya Sam.
"cari saja, duh! aku yakin mobilnya pasti paling mewah dan beda sendiri disini" timpal Clover yang sudah keburu bahagia karena akan mengemudikan mobil paling mewah didunia tersebut.
"kau yakin? sepertinya Naruto tidak memakirkannya disini" ucap si surai merah ini.
"kalau bukan disini, lalu dimana?"
"tadi dia bilangnya mobilnya itu di bagian belakang 'terbuka'. kalian mengerti maksudnya apa?" tanya Sam lagi.
"eh, kawan-kawan!"
"ada apa Alex?"
"apa yang itu mobilnya?" tanya Alex, tampangnya mendadak kaku begitu ia menunjuk ke sebuah mobil bak terbuk yang kelihatan kotor, kumal dan bajanya ada yang berkarat ditambah plat nya 'TITAN' seperti dibuat dari tulisan tangan. mobil itu mirip seperti mobil angkut barang.
"NARUTO!"
"hahaha!" Naruto tertawa licik.
TBC
Huaaaaahh~~ sulit juga bikin adegan aksi!
AN : soal usia gak tahu pasti sih. Disitus-nya menyebutkan usia mereka itu 14-22, tapi jelas kalo di antara bertiga itu :
-Sam paling tua
-Clover tertua kedua
-Alex paling muda
aku ngarang usia Naruto disini adalah 30 tahun #Authortukangngarang.
Oh ya! satu lagi, pakaian Naruto dan semua petugas Woohp mirip kayak di 'Men in Black' Coba bayangin Naruto pake jas hitam? Keren kan!
Oke, jika ingin lanjut katakan 'LANJUT' terima kasih sudah membaca guys!
Mind to Review?
balasan review chapter 1 :
-Rei01 = Oke bro! Nih lanjut :D thanks for the review guys!
-Naruto bakadobe = halo, salam kenal juga. Makasih udah review yaa :D Nah, soal pairing, aku masangin Naruto sama mereka bertiga kok, tapi sebagai teman. Menurut aku malah lebih baik NaruClover, soalnya mereka tuh cocok bgt. Klo NaruXSam hanya sebatas deket aja. Soal lemon? Waduh.. Author gak begitu pandai bikin lemon nih. Hehehe.. andai disini ada lemon, ntr takutnya mereka malah jadi OOC.
