Siang hari yg indah, matahari bersinar cerah dilangit biru penuh akan awan melayang-layang diterpa angin menyejukkan, tapi itu semua tidak bisa menghilangkan memori kesedihan seorang remaja bersurai merah itu, berdiri di atas atap bangunan sekolah memandangi area sekitarnya.

.

.

.

The Return of Destiny™

.

.

.

Pairing:

Naruto X ..?..

Warning:

OOC, Typo, Gaje, Mainstream, Godlike!Naru, Rinnengan!Naru, Sharingan!Naru.

.

.

.

Chapter 2

Flashback 5th lalu

10 Oktober 20XX Kyoto.

Di sebuah tempat penuh akan nisan-nisan berjejer rapi di lapangan hijau membentang luas. Terlihatlah seorang bocah lelaki bersurai merah jabrik, beriris ungu pola riak air di kiri dan hitam kelam di kanan matanya, memakai pakaian serba hitam, ia menangis dalam diam, menatapi kedua batu nisan dengan banyak bunga-bunga disana. Di samping bocah merah itu seorang pria dewasa bersurai putih jabrik panjang diikat satu, memakai pakaian serba hitam sama seperti bocah disampingnya. Menepuk pundak bocah itu dengan perlahan. Seharusnya ini menjadi hari bahagia untuknya, dimana hari ulang tahunnya yg akan di rayakan bersama kedua orang tuanya.

"Ayo kita pulang Naruto" ucap pria dewasa itu.

Bocah merah yg dipanggil Naruto itu menganguk sekali, mengikuti langkah pria dewasa itu meninggalkan kedia nisan bertuliskan nama kedua orang tuanya yg meninggal karena kecelakaan.

Langkah kecilnya berhenti saat merasakan kedua pundaknya di sentuh sesuatu, membalikan badan hanya menjumpai kedua nisan orang tuanya. Kembali berjalan dalam diam, mengadahkan kepalanya menatap langit biru dengan awan-awan seputih salju yg disinari cahaya matahari menyilaukan.

Tapi tunggu bocah itu menyipitkan matanya seperti melihat sesuatu tidak terduga, Malaikat, dia melihat seseorang dengan sepasang sayap merpati terbang dilangit dengan rendah tapi kenapa kakeknya ini tidak menyadarinya. Mungkin itu hanya hayalanya.

Naruto dan kakeknya yg bernama Jiraiya biasa dia panggil Jiji pergi meninggalkan pemakaman dengan mobil menuju kediamanya.

Sesampai di mansion Naruto hanya terdiam tak bersuara seperti biasanya yg selalu aktif dan ceria sekarang pendiam dan datar tidak berekpresi. Memasuki mansionya disambut ramah oleh parah maidnya Naruto tetap menghiraukanya dan terus berjalan menuju kamarnya mengunci diri.

Di dalam kamar Naruto duduk diranjangnya merenungi srmua ingatanya dengan kedua orang tuanya.

'Kaa-san, Tou-san' batin Naruto, mengalirlah cairan bening dari kedua mata berbedanya.

'Hoi Gaki' tiba-tiba suara sangat berat mengema di kepalanya. Naruto kaget bukan main dia langsung bersembunyi di bawah selimutnya.

"Si-siapa itu?" ucap Naruto terbata karna takut.

'Tutup matamu dan konsentrasilah' ucap asal suara itu memberikan intruksi pada Naruto.

Naruto hanya mengikuti saran asal suara itu, menutup mata dan berkonsentrasi.

Tes!

Kini tempat Naruto berdiri sudah berganti dengan sebuah aula cukup gelap yg digenangi air semata kaki.

Naruto membuka matanya kaget bukan main, tempatnya berada bukan lagi kamarnya. Tiba-tiba sesuatu berwarna biru berjumlah tidak terhitung membentuk kesembilan bentuk berbeda-beda.

"Akhirnya kau menemui kami Gaki" ucap sosok rubah raksasa berwarna orange, mata berpupil merah vertikal, dengan sembilan ekor melambai-lambai dibelakangnya.

"Si-siapa kau?" ucap Naruto masih kaget.

"Kau tidak mengenal kami Naruto?" ucap rubah itu atau Kyuubi. Naruto mengeleng dengan wajah polos khas anak-anak.

"Mungkin ini akan membantu" ucap Kyuubi mengulutkan tanganya menyentuh kepala Naruto.

Tiba-tiba tubuh Naruto terjatuh digenagan air, dia melihat, dia mengingat, dia mengetahui siapa dia. Semua ingatan dimasa lalu tentang siapa dirinya yg sebenarnya memasuki otaknya secara paksa menyebabkan dia tidak bisa menjaga keseimbangangnya.

"Apa kau berhasil mengingat kami Gaki?" ucap Kyuubi.

"Tentu aku mengingat kalian Kurama, Gyuuki, Choumei, Saiken, Kokuo, Son, Isobu, Matatabi, dan Shukaku" ucap Naruto mengingat semua teman-temannya.

"Naruto kami ingin bilang sesuatu padamu" ucap Son atau Yonbi Bijuu berventuk kera dengan empat ekir dibelakangnya.

"Apa itu?" ucap Naruto.

"Kami merasakan pancaran energi yg sangat kuat tapi itu baru sebagian kecil darinya, pancaran energi itu di Jepang, sebaiknya kau mulai melatih fisikmu dan semua jutsumu dari sekarang" ucap Gyuuki.

"Itu sudah pasti Gyuuki" ucap Naruto.

"Sekarang pergilah dari sini dan berlatihlah" ucap Kurama sambil menyentil keluar Naruto dari alam bawah sadarnya.

Naruto kembali lagi tersadar di kamarnya, menatap sekelilingnya, ia tersenyum miris, setidaknya dia bisa merasakan kehangatan keluarga walau hanya beberapa tahun.

"Mulai hari ini aku akan menjadi Naruto Uzumaki yg baru" ucap Naruto mengacuhkan kepalan tanganya ke luar jendela menampakan pemandangan sore hari.

The Return of Destiny™

Naruto berjalan dalam diam, memandangi suasana sore hari, disampingnya ada remaja yg terus-menerus berbicara soal berbau ecchi.

'Kenapa aku pulang bersama dia' pikir Naruto.

"Ah.. oppai itu sangat indah, bagaikan warisan dunia yg harus dilindungi" ucap Issei tanpa memperdulikan remaja pirang disampingnya menatap jijik dirinya.

Tep!

Tep!

Tep!

Terdengar suara langkah kaki disepasang telinga mereka. Di hadapan mereka kini ada gadis cantik bersurai hitam, beriris violet, memakai seragam sekolah yg tentu berbeda dengan mereka berdua.

'Siapa dia? kenapa orang ini mempunyai aura seperti Da-tenshi' pikir Naruto. Naruto tentu sudah banyak menemui makhluk supranatural saat pelatihanya, bahkan seorang dewa penguasa laut pernah menemuinya jadi tidak aneh bila merasakan aura selain manusia.

"Apa benar kau Issei Hyoudou-kun" ucap gadis itu.

Mulut Issei membeku dan sulit sekali untuk berbicara.

"Y-ya it-itu a-aku" ucap Issei terbata. Dia tidak menyangka ada gadis cantik dan sexy menemuinya biasanya paling-paling para gadis menemuinya untuk menghajarnya sampai babak belur.

"Emm... m-mau kau me-menjadi pacarku" ucap gadis sambil menundukan kepalanya karena malu.

Dong! Hilang sudah wajah tanpa ekpresi Naruto, ia tahu pasti akan ada sesuatu dibalik semua ini sementara Issei hanya melongo tidak percaya. Hei! ternyata ada juga gadis menyukai penjelmaan hawa nafsu itu.

"A-ku mau, ya sangat mau" ucap Issei penuh semangat.

"Kalau begitu sekarang kita pacaran dan namaku Amano Yūma, sampai jumpa Issei-kun" ucap gadis bernama Amano Yūma itu. Berlari dengan terburu-buru pergi meninggalkan mereka berdua yg mematung.

"YES! kau lihat itu Naruto-san akhirnya ada juga yang suka padaku " ucap Issei penuh semangat 45 sambil melompat-lompat tidak karuan sementara itu Naruto terus menatap punggung Amano Yūma yang mulai mengecil jauh dari pandangan.

'Sebenarnya apa mau dia? apa dia ingin kekauatan yang ada didalam tubuh Issei' pikir Naruto mengalihkan pandangnya pada Issei yang masih melompat-lompat.

'Dan juga kenapa ada Akuma Nekomata disini' pikir Naruto tanpa mengalihkan pandanganya kebelakang yg mendapati sebuah tangga jembatan yang ujungnya terlihat seorang gadis loli besurai putih sepundak, beriris emas, memakai seragam yang sama seperti mereka tapi khusus perempuan berdiri disana sambil menjilati ice cream.

The Return of Destiny™

Sudah beberapa hari ini Issei dan Yuuma pergi bersama, berangkat sekolah bersama, dan pulang sekolah bersama. Tentu Naruto selalu mengawasi meraka bukan maksud jadi penguntit tapi dia khawatir pada Issei, bisa-bisa saja saat berkencan dia ditusuk dari belakang oleh pacar sendiri itu sangat tidak etis.

Dan Naruto juga merasakan ada seorang Akuma selalu mengawasinya dimana saja itu membuatnya risih, pernah Naruto ingin sekali membakarnya dengan Amaterasu tapi itu sangat menguras cakra memang itu resiko bukan pemilik asli Sharingan.

Saat ini Naruto mengawasi Issei dan Yuuma pergi berkencan sepanjang hari dan lebih parahnya lagi dia selalu hampir ketahuan oleh Issei.

Naruto terus mengawasi Issei dan Yuuma yang kini berada di sebuah taman dari semak-semak, tapi yang mengherankan adalah ada gadis loli bersurai putih sepundak, beriris emas, memakai seragam perempuan Kuoh Academy ialah Koneko Toujou, maskot dari Kuoh Academy karna wajah imutnya namun datar dan tubuh lolinya seperti anak kucing. Ada sampingnya.

"Naruto-senpai, sedang apa disini? apa senpai menjadi penguntit" ucap Koneko tanpa mengalihkan pandanganya dari Issei dan Yuuma.

'Sial! dia mengintrograsiku' pikir Naruto.

"Tidak, aku hanya mengkhawatirkan Yuuma, bisa saja dia akan dirayu dan diperkosa disini oleh Issei" ucap Naruto.

'Jawaban macam apa itu!' pikir Naruto frustasi.

"Issei-kun, aku punya permintaan untuk mu" ucap Yuuma.

"Apa itu?" ucap Issei.

Yuuma mendekati Issei, sememtara Issei sangat gugup inilah yg ia tunggu-tunggu dari tadi sebuah ciuman.

"Maukah kau mati untukku" ucap Yuuma berbisik ditelinga Issei.

Bats!

Pakaian Yuuma hancur berganti dengan pakaian yang hanya menutupi daerah pribadinya dan muncul sepasang sayap gagak dibalik punggunya.

"Senang-senangnya sudah berakhir, salahkan lah Tuhan yang sudah memberimu Sacred Gear, dengan terpaksa aku harus membunuhmu" ucap Yuuma.

"Y-yuuma!" ucap Issei takut, dengan perlahan ia berjalan mundur.

"Dan satu hal lagi namaku bukan Amano Yūma tapi Raynare" ucap Yuuma alias Raynare.

Raynare menciptakan light spear di tangan kanannya dan melemparkannya pada Issei.

Greb!

Prank!

Tapi tiba-tiba saja muncul Naruto mengengam light spear dengan erat sampai dan Raynare kaget bukan main.

"Jadi, kau ingin membunuh Isseinya, itu sangat tidak baik gadis Da-tenshi" ucap Naruto.

"Na-naruto-san" ucap Issei kaget.

"Sialan kau manusia rendahan, rasakan ini!" ucap Raynare kembali menciptakan light spear rapi kali ini lebih besar dan melemparkanya pada Naruto.

Naruto dengan sigap langsung menghindar ke kanan, mata kanannya tiba-tiba beriris merah dengan tiga pun keluar dari tempat persembunyianya dengan Naruto tadi.

"K-koneko-chan" ucap kaget kembali melihat maakot Kuoh Academy ada disini.

"Issei-senpai sebaiknya kita pergi" ucap Koneko menarik tangan kanan Issei dan menyeretnya pergi.

"H-hei! apa yang kau lakukan!" ucap Issei sedikit berteriak masih tetap diseret Koneko.

Naruto kini berhadapan dengan Raynare yang sedang terbang. Naruto segera mengluarkan dua kunai dari balik blazernya.

"Aku terlalu meremehkanmu manusia, terima ini!" ucap Raynare melemparkan dua light spear kearah Naruto.

Naruto bersalto kebelakang menghindari semua light spear Raynare.

'Ini sangat merepotkan' pikir Naruto.

Naruto segera melemparkan kedua kunainya kearah Raynare sambil merapalkan handseal.

[Kunai Kage Bunshin no Jutsu]

Sring!

Sring!

Sring!

Tiba-tiba saja kedua kunai Naruto lesatkan menjadi belasan. Raynare segera mengepakan sayapnya menghindari setiap lesatan kunai. Raynare membulatkan mata, melihat Naruto sudah berada didepanya melayang dengan bola spiral berwarna biru cerah berputar di tangan kanannya tapi bukan yang itu melainkan mata beriris ungu pola riak air menatapnya seakan ingin melenyapkanya.

[Rasengan]

"AAARRGH!" teriak Raynare merasakan jutsu Naruto menghantam perutnya.

Buum!

Raynare menghantam permukaan taman cukup keras memgakibatkan retakan ditempat jatuhnya.

"Uuh! enggh!" gumam Raynare mencoba bangkit dari tempat jatuhnya.

Tep!

Naruto memdarat dengan sempurna dihadapan Raynare.

"Kali ini aku mengampunimu, tapi bila bertemu denganmu lagi seperti ini tidak segan-segan aku membunuhmu dengan tanganku sendiri" ucap Naruto.

Raynare berhasil berdiri dengan perlahan dia mengepakan sayapnya kembali meninggalkan Naruto.

Sing!

Tidak jauh dari tempat Naruto berdiri tiba-tiba muncul lingkaran sihir berwarna merah simbol khas klan Gremory.

'Sepertinya ini akan panjang' pikir Naruto.

Naruto tahu kini dihadapanya ada Rias Gremory salah satu great Onee-sama of Kuoh Academy , Akeno Himejima juga salah satu great Onee-sama of Kuoh Academy, Kiba Yuuto Prince of Kuoh Academy, dan maskot of Kuoh Academy, dan Issei salah satu Trio mesum of Kuoh Academy dalam gendongan pundak Koneko.

"Bisa jelaskan ini semua Naruto Uzumaki" ucap Rias penuh penekanan diakhir kalimat.

"Oke, oke tapi sebelum itu.." ucap Naruto disambung dengan melesatkan kunainya kearah semak-semak.

"Keluarlah, aku sudah tahu kalian yang terus mengawasiku selain mereka" ucap Naruto.

Keluarlah dari semak-semak dua gadis yang sama bersurai hitam hanya membedakan panjangnya saja, satu ini bersurai pendek sepundak, beriris violet dengan kaca mata membingkai pangkal hidungnya, memakai seragam perempuan Kuoh Academy, bertubuh sexy dan dada rata-rata. Dan satu lagi bersurai panjang sepaha, beriris coklat cerah, memakai seragam perempuan Kuoh Academy, bertubuh sexy dan dada diatas rata-rata.

"Ternyata Sona-kaichou dan Tsubaki-fuku kaichou" ucap Naruto.

"Oh Sona, sedang apa kalian berdua disana?" ucap Rias.

"Tentu saja kami mengawasi Naruto Uzumaki" ucap Sona.

"Souka, jadi kita sama-sama mengawasi Naruto" ucap Rias.

"Jadi, Naruto bisa kau ikut dengan kami?" ucap Rias.

'Ini pasti akan menjadi hari yang panjang' pikir Naruto.

Bersambung

Baiklah sekarang mari kita bahas review

Riki Ryugasaki : maaf typo, naruto pindahan dari Kyoto

Toro Kun : terima kasih sudah sempat review, masalah typo merupakan masalah yang wajar tapi akan saya usahakan untuk menguranginya

Rikudou Pein 07: terima kasih telah sempat review

Mrheza 26 : yap hampir sama karna inikan ficnya Dragon senpai yang saya ambil alih, tapi nanti ada perombakan jadi tunggu aja

David 997 : masalah pair kita lihat aja nanti yang pasti saya sudah punya listnya tapi ada kemungkinan berubah

Uzumaki Kuro : untuk kekuatan kita lihat aja nanti