CHAPTER 2 : New enemy

Hai semuanya ! maaf telat update, sebenarnya chapter ini sudah jadi berhari-hari yang lalu tapi karna tidak ada waktu jadi baru publish sekarang maaf ya yang sudah setia menunggu! Oh ya ini juga buat merayakan anime fairy tail yang akan muncul kembali pada bulan april, yang tepat pada bulan kelahiranku PLAKK! (maaf jadi curhat) untuk mempersingkat waktu mari langsung saja cekidot!

DISCLAIMER

HIRO MASHIMA

.

.

GENRE: Tragedy/Hurt/Comfort/Romance

.

.

Pair: Natsu D x Lucy H

.

.

Maaf bila gaje, OOC, typo, dan kekurangan lainnya

.

THIS EYE FOR YOU

CRINGG…! Sebuah alarm jam weker berbunyi untuk membangunkan seseorang yang sedang tertidur di kasur berukuran king size itu.

"ung..! sudah pagi ya, memangnya sekarang jam berapa", Natsu mengambil jam wekernya dan melihat pukul berapa sekarang. " oh ternyata baru jam 6 lewat 10 ya, lebih baik aku tidur sebentar lagi !"

Beberapa saat kemudian mata Natsu terbuka lebar, "hah jam 6 lewat 10 gawat aku terlambat kesekolah"

Natsu segera masuk ke kamar mandi untuk mandi setelah mandi ia pun memakai seragam sekolahnya lalu mengambil tas sekolahnya lalu ia pun keluar dari kamarnya dan menuju keruang makan untuk sarapan. Setibanya diruang makan ia pun melihat dua orang wanita yang satunya sedang menyiapkan sarapan yang satunya lagi sedang duduk dikursi sambil melahap sarapannya.

"ohayo oni-chan!" sahut adik Natsu yang bernama Wendy.

"ohayo Wendy!" sahut Natsu yang wajahnya agak pucat sambil menuju ke kursi makannya.

"eh oni-chan, kenapa wajah onichan kelihatan pucat? Ibu lihat wajah kakak terlihat pucat" sahut wendy.

"ha, Natsu sayang kenapa kau kelihatan pucat sekali?, lebih baik kau istirahat saja dan tidak usah pergi kesekolah dulu hari ini." Ucap Grandine.

"aku tidak apa-apa Ibu, mungkin aku Cuma kelelahan saja dan lagi tidak usah terlalu mengkhawatirkanku ibu aku kan sudah besar! Ucap Natsu sambil menunjukkan Grinnya

"kau ini, baiklah kalau begitu, cepatlah kau sarapan lihat jam berapa sekarang!."

"ha sudah jam 7:30 gawat aku terlambat, Ibu, Wendy kalau begitu aku berangkat dulu ya" sahut Natsu sambil berlari meninggalkan ruang makan untuk menuju kesekolahnya.

"HATI-HATI YA NATSU!" sahut Grandine sambil sedikit mengencangkan suaranya.

XXX

"gawat sebentar lagi gerbang sekolah akan ditutup" sahut Natsu sambil berlari menuju ke gerbang sekolahnya "tunggu pak jangan tutup dulu gerbangnya!" sahut Natsu akan tetapi petugas gerbang itu tetap melanjutkan kerjaannya untuk menutup gerbang sekolah "kalau begini tidak ada cara lain Hiaa!" teriak Natsu sambil melakukan seleding untuk memasuki sekolah yang gerbangnya hampir tertutup itu.

"BERHASIL! Yeah" teriak Natsu dengan gembira.

"kamu ini selalu saja terlambat" ucap petugas penjaga gerbang sekolah

"maaf ya pak soalnya aku terlambat bangun! Kalau begitu aku pergi dulu ya pak" ucap Natsu sambil berlari.

Setibanya Natsu di koridor sekolah dia tidak melihat satu siswa pun disana " hah, sepertinya semua sudah masuk belajar ya, mungkin aku akan dihukum oleh Laxus sensei lagi." Setibanya Natsu di depan kelas dia agak ragu untuk membuka pintu "apa aku harus masuk ya" pikir Natsu, tidak boleh berpikir seperti itu lebih baik aku masuk saja. Saat Natsu membuka pintu kelas dia tidak melihat Laxus sama sekali dia hanya melihat siswa dikelasnya yang sedang bercakap satu sama lain ada juga yang sedang membaca buku dll.

Tiba-tiba Erza datang menghampiri Natsu yang sedang berdiri didepan pintu itu

"oh Natsu kau terlambat lagi ya? Untung saja hari ini Laxus sensei tidak mengajar kalau tidak kau pasti akan dihukum" sahut Erza.

"oi flame head kau terlambat lagi ya dasar kau selalu saja begitu, semenjak Lucy masuk rumah sakit kau selalu tampak tidak bersemangat!"

"apa kau bilang prince boxer kau pikir aku ini robot tanpa baterai apa! Apa kau mau kuhajar."

"apa! kau ajak berantam ya, baiklah kalau begitu kemarilah akan kuhajar kau.

"rasakan ini prince boxer" sahut Natsu sambil mengarahkan tinjunya ke arah wajah Gray.

"aduh sakit tau" ucap Gray meringis kesakitan. "kalau begitu rasakan juga ini!" Gray membalas Natsu dengan mengarahkan tinjunya juga ke wajah Natsu.

Sementara Natsu dan Gray berantam disana mereka tidak sadar kalau ada aura pemebunuh yang sedang menuju ke arah mereka

"hei, apa kalian sudah bosan hidup haah!" sahut Erza dengan aura pembunuhnya.

Mendengar Erza berbicara begitu Natsu dan Gray langsung menghentikan perkelahian mereka. "maafkan kami Erza" sahut Gray dan Natsu bersamaan.

"oh ya Natsu apakah setelah pulang sekolah nanti kau ada rencana untuk menjenguk Lucy di rumah sakit?" Tanya Erza.

"ya aku memang berencana begitu, memangnya kenapa Erza apakah kau ingin kesana juga?"

"tidak nanti lain kali saja, soalnya aku ada rapat osis setelah pulang sekolah nanti."

"oh begitu berarti aku pergi sendiri saja."

XXX

"hah akhirnya sekolahnya selesai juga, baiklah waktunya unuk pergi ke tempat Lucy!" ujar Natsu dengan bersemangat.

"hoi Natsu kau ada acara hari ini ?" ucap Gray

"ya, aku ingin pergi menjenguk Lucy dirumah sakit, memangnya kau mau mengajakku kemana"

"uhm, sebenarnya aku ingin mengajakmu ke rumah Juvia, aku merasa agak canggung ke rumah seorang wanita sendirian"

"memangnya kau mau melakukan apa dirumah Juvia?"

"dia tadi mengajakku untuk mengerjakan tugas rumah bersama, sebenarnya sih aku menolaknya tetapi karena Erza mengancamku dengan kata "jika kau membuat salah satu sahabatku menangis maka aku akan membuatmu tidak akan bisa melihat hari esok lagi" jelas Gray

"maaf ice brain aku tidak bisa menemanimu" ucap Natsu sambil berlari meninggalkan Gray

"hah kenapa kau memangilku ice brain, dasar kau Flame Head. Hah jadi aku akan pergi kerumah Juvia sendirian jika aku tidak pergi kerumah Juvia maka Erza akan membunuhku nanti" sahut Gray yang sedang berbicara sendiri seperti orang gila.

XXX

Setibanya Natsu tiba dirumah sakit dia langsung bertanya kepada salah satu suster dirumah sakit magnolia. "selamat siang suster aku ingin bertemu dengan pasien yang bernama Lucy Hearttifilia?"

"oh Lucy ya dia sedang ada ditaman rumah sakit bersama salah satu temannya?"

"teman" pikir Natsu "oh mungkin Levy, terima kasih ya suster!"

"sama-sama!" ucap suster itu samabil tersenyum.

Setibanya Natsu di taman rumah sakit dia langsung mencari keberadaan Lucy "Lucy dimana ya?"

Natsu langsung menengok kearah salah satu bangku ditaman itu "oh itu dia Lucy, LU" baru saja Natsu ingin meneriakki nama Lucy dia langsung terhenti karna melihat seorang pria mencium kening Lucy.

"siapa dia?" Natsu langsung berjalan kearah kedua orang itu. "hey Lucy"

"suara ini, oh Natsu jadi kau datang ya!"

"geez Lucy bukannya aku sudah bilang padamu kalau aku akan selalu datang disini setiap hari"

"hehe maaf aku lupa Natsu"

"hey Lucy siapa dia? Tanya Natsu

"oh perkenalkan aku Sting Euclife pacar Lucy!" sahut Sting

"pacar, jadi dia ya pacar Lucy bukannya dia tidak peduli pada Lucy lagi jadi buat apa dia kemari" batin Natsu "aku Natsu Dragnell senang bertemu denganmu"

"oh jadi kau teman Lucy yang sudah membuatnya bersemangat untuk hidup lagi!, sepertinya ada yang ingin kau bicarakan dengan Lucy, kalau begitu aku akan meninggalkan kalian berdua" sahut Sting.

Saat ingin melewati Natsu Sting berhenti sejenak lalu membisikkan sesuatu padanya. "hei kau jangan berpikir kau bisa merebut Lucy dariku, dia adalah milikku dan juga dia adalah mainanku yang berharga."

Natsu yang mendengarkan bisikkan Sting langsung membulatkan matanya dan mengepalkan tangannya lalu mengarahkan tinjunya ke arah wajah Sting , namun tangan Natsu berhasil di pegang oleh Sting. "oh ya! satu hal lagi apapun yang kau katakan tentangku kapada Lucy dia tidak akan mempercayaimu sama sekali!" bisik Sting

"hei apa kalian berdua masih ada disini?"Tanya Lucy yang langsung menghilangkan suasana yang menegangkan itu

"y..ya kami masih ada disini, oh ya kalau begitu aku pergi dulu Lucy, Natsu!" sahut Sting sambil meninggalkan Natsu dan Lucy dan tidak lupa dengan senyum kemenangannya yang mengarah ke arah Natsu yang sedang emosi.

"oh ya Natsu apa yang ingin kau bicarakan padaku?" Tanya Lucy

"bukannya orang yang bernama Sting itu sudah tidak menghiraukanmu lagi?"

"ya kupikir begitu, karena dia tidak pernah datang menjengukku dirumah sakit, tapi tadi dia datang dan meminta maaf padaku karena tidak sempat menjengukku karena dia sibuk dengan sekolahnya!"

"jadi kau memaafkannya?"

"ya aku memaafkannya!, oh ya Natsu soal janjimu itu kau bisa melupakannya, aku tidak ingin membuatmu repot lagipula ada Sting jadi kau tidak perlu repot datang kemari setiap hari!"

Mendengar perkataan Lucy membut Natsu kaget "Lucy sudah kubilang aku tidak akan mengingkari janjiku!"

"tapi Natsu aku tidak ingin merepotkanmu"

"sudalah Lucy aku sama sekali tidak kerepotan kok! Lagipula aku senang dapat bertemu denganmu" sahut Natsu dengan memberikan cengirannya

"oh ya Natsu menurut pendapatmu Sting itu bagaimana?" mendengar pertanyaan Lucy,membuat mata Natsu langsung melebar dan tersiam sejenak "hei Natsu kenapa kau diam saja? Aku kan sedang bertanya"

"Sting itu" tiba-tiba saja datang seorang suster yang mengganggu pembicaraan mereka "nona Lucy hari sudah sore anda harus kembali kekamar anda"

"maaf tuan aku harus membawa nona Lucy ke kamarnya jika tuan ingin berbicara dengannya lagi tuan bisa datang besok." sahut suster tersebut

"tapi kan suster aku belum selesai bicara" "maaf nona anda harus kembali kekamar nona ini sudah menjadi peraturan dirumah sakit ini"

"sudahlah Lucy kembalilah ke kamarmu kita bisa membicarakannya besok!" "baiklah kalau begitu Natsu aku kembali ke kamarku dulu!"

"ya kalau begitu aku pamit pulang juga, sampai jumpa besok Lucy!" sahut Natsu"sampai jumpa besok juga Natsu!" balas Lucy

xXx

sesampainya dirumah Natsu langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa memperdulikan orang-orang disampingnya "ibu oni-chan kelihatan aneh hari ini?" Tanya Wendy

"mungkin kakakmu sedang tidak enak badan hari ini" jawab Grandine

Didalam kamarnya Natsu langsung berbaring di tempat tidurnya setelah selesai mengganti pakaiannya "Lucy sebenarnya seberapa cintanya kau terhadap Sting, jika kau tahu bahwa kau hanya menjadi mainannya saja apa kau akan memaafkannya?" batin Natsu

DEG! Tiba-tiba saja Natsu memegang kepalanya

"ukh sial kenapa kepalaku tersa sakit lagi, bukan hanya itu rasa sakitnya bahkan lebih parah, kepalaku rasanya seperti mau meledak saja. Sebaiknya aku pergi memeriksanya dirumah sakit besok"

TBC

Akhirnya chapter 2 update juga! Maaf ya buat chapter ini jika kurang memuaskan, review yang banyak ya! (sujud memohon)

Balasan review:

Koaru Dragneel: ini udah update tapi aku belum bisa memberitahu apa yang terjadi pada Natsu pada chapter ini, mungkin di chapter-chapter berikutnya baru akan diketahui

De Loki x: makasih, ini udah lanjut

Karinalu: untuk mengetahui Natsunya kenapa mungkin akan terungkap di chapter-chapter berikutnya

Oh ya minna aku akan mempublish cerita baru kuharap semuanya dapat meluangkan waktu untuk membacanya tapi cerita terbaruku akan bergenre k+ tapi romance ada kok ceritanya akan berkisar tentang kehidupan sekolah. Ops! Kelewatan.

Terima kasih ya yang sudah memberikan waktunya untuk membaca fic gajeku ini