^^NARUTO : HANTU ? chap 2^^
Cast : Naruto and friends.
Disclaimer : Masashi K
Genre : Horror.
*Warning : abal, gaje, OOC, bikin mata merinding(?), dll*
ini fict sekuel dari 'NARUTO : DAILY LIFE IN KONOHA SCHOOL' yang ber-genre Humor & Romance#Promosi XD,
'Oh Tuhan~ selamatkan hambamu yang tampan bin sekseh ini' batin Naruto ketakutan tingkat akut.
'CREK' suara kenop pintu yang akan dibuka.
'CREK'
"Kuncinya ada padaku," bisik Temari pelan.
'BRAK' pintu dengan terpaksa ditendang oleh empunya.
Pintu yang malang pun roboh tak ber-pintu-an(?), menampakan secercah bayangan.
"Apakah itu hantu," bisik Hinata.
"Kuharap bukan," balas Tenten pelan.
1 detik
3 detik
5 detik
"Nyon... Eh, Lady Tsunade," teriak mereka semua dipojokan.
"Loh, ngapain kalian dipojokan semua," tanya Tsunade bingung.
"Eng... Gak, guru." balas semua terbata.
"Oh sudahlah, ayo cepat kalian bereskan, sudah akan larut malamnya, Cepat !" komando Tsunade yang suksek mengertakan semuanya.
-SKIP TIME-
Semua murid kelas 7b sedang mempersiapkan tempat untuk tidur.
"Sas hantu Mii-san itu bener ada," tanya Naruto ingin meyakinkan.
"Lihat tampang gue," balas Sasuke melotot.
'Gue nanya tentang setan, eh malah disuruh liat mukannya, emang gue apaan' batin Naruto -terpaksa- sambil memandang Sasuke.
"Keliatan !, gue seriuskan," Sasuke meyakinkan.
"Iy... Iya," jawab Naruto terbata sambil ketakutan melihat raut muka Sasuke.
"Hihihihi" terdengar suara aneh tepat dibelakang meja dipojok kelas.
"Kalian dengar itu," tanya Gaara menghentikan semua aktivitas teman-temannya.
'KRET' terdengar suara lemari yang terbuka yang sukses membuat semua memandang horor pada lemari besi tua yang berada dipojok depan kelas.
"Bukannya tadi guru Tsunade bilang, bahwa lemari itu sudah tak bisa dibuka lagi," tanya Kiba menyadarkan kefokusan semuanya.
"Yah karena tua, mungkin jadi bisa terbuka sekarang, tepatnya berkarat, hehe." ucap Shino tersenyum berusaha meyakinkan semua temannya, meskipun dia merasa ada hal yang ganjal.
Sasuke yang melihat Shino mulai agak gelisah, hanya bisa berseringai puas berbeda dengan yang lainnya, terutama Naruto.
'Akhirnya, bisa kubuktikan tentang misteri Mii-san ini,' batin Sasuke.
"Yah sudah, kita lanjut saja," ketus Temari.
"Tunggu, lihat ! Didalamnya ada sesuatu," ungkap Kabuto dan Chouji yang jaraknya paling dekat dengan lemari tua tersebut.
"Jangan, Abaikan saja," pinta Shino ketika melihat Kabuto dan Chouji yang akan mendekati lemari tua tersebut.
"MWO ! Baiklah," balas Kabuto dan Chouji menjauh.
"Hei Shino, ada apa? Tolong jelaskan pada kami," tanya Sasuke agak menekan pada setiap kata-katanya.
"Apa kalian tak sadar, itu barang milik sekolah. Kita tak boleh membuka seenaknya," jawab Shino berbohong.
'Apa yang harus kulakukan agar mereka tak mendekatinya,' batin Shino bingung dengan keadaannya sekarang.
"Tapi kita yang menemukannya. Secara logika, lemari ini disimpan dikelas, pasti isinya hanya tumbukan buku tulis, kertas ulangan, ataupun alat tulis yang pernah digunakan alumni kelas kita," jawab Shikamaru sambil mendekati kearah lemari besi tua.
"Hei, Nara ! Jangan" teriak Shino ketika melihat Shikamaru membuka pintu lemari yang belum terbuka.
'KREK' suara pintu dibukakan.
'BRAK' suara barang dalam lemari berjatuhan.
"Nah benar kan, cuman tumpukan buku dan alat tulis bekas," jawab Shikamaru enteng.
"Aaaahh~" teriak Hinata ketakutan.
"It... Itu darah," lanjut Hinata menunjuk ke arah lemari besi tua tadi.
'Sial' batin Shino.
Reflek Shikamaru menjauh.
'Tak... Tes... Clak' suara darah jatuh mengalir.
"Apa itu," tanya Naruto ketakutan.
"Jangan mendekat," jawab Shino mengangkat tangannya memberi tanda pembatas.
"aku takut," bisik Hinata.
"Aku juga," jawab Ino sambil memeluk Hinata satu sama lain.
"Aku akan memberi tahu guru Tsunade," pinta Kiba sambil membukakan kelas.
"Baiklah, Hati-hati," jawab Shino menasehati.
"Aku akan mengantarkanmu,"Neji beranjak menghampiri Kiba.
"Aku juga ikut," ungkap Tenten, Shikamaru, dan Naruto.
"Yah jangan banyakan," ketus Sakura.
"Lebih banyak, lebih baik," balas Naruto nyengir.
"Sudah tak apa," Sasuke menengahi.
Dengan gesit Naruto, Kiba, Tenten, Neji dan Shikamaru pun meninggalkan kelas.
Koridor
"Dari tadi kok gak ada orang yang lewat," tanya Tenten yang mulai ngeri melihat sekitar koridor.
"Benar, emang udah pada tidur. Dasar tumor," jawab Kiba sambil nyelingak-nyelinguk.
"Dih udaranya dingin sekali," Naruto gemeteran.
"Tunggu," ucap Neji menghentikan semuanya.
"Ada apa," tanya Shikamaru bingung.
"Loh itu ada cewe, tapi bajunya beda kaya angkatan kita," jawab Neji sambil menunjuk keujung koridor.
"Mungkin kakak kelas, sexynya," terka Kiba.
"Dasar bodoh, warna bajunya merah, kelas 3 kan warna hijau, kelas 2 warna coklat, dan kita biru, jadi secara logika dia itu siapa," ungkap Shikamaru menjelaskan.
"Benar. Aishh, aku takut," Tenten menggerutu ketakutan.
"Ayo kita dekati," ajak Neji meninggalkan.
"Hei tunggu," Naruto dan lainnya mengejar.
Kelas 7b
"Duh anter ke belakang," pinta Ino kepada Temari dan Hinata.
"Aku juga dari tadi nahan ! ayo," jawab Hinata.
"Jangan pergi berdua, itu terlalu berbahaya," komando Shino memberitahu.
"Aku antar," Kabuto mengajukan diri.
"Minimal harus berlima seperti yang tadi," ungkap Temari.
"Aku juga ikut," pinta Sai dan Gaara.
"Baiklah, hati-hati," ketus Sakura.
Ino, Hinata, Kankuro, Sai, dan Kabuto pun meninggalkan kelas.
"Sebetulnya apa yang kau lihat," tanya Sasuke membuyarkan lamunan Shino.
"Tak ada," jawab Shino singkat.
"Sudahlah jangan berbohong, beritahu kamu tentang benda aneh yang mengeluarkan darah itu," Sasuke mulai kesal.
"Sudah kubilang, kalian tidak usah tau," Shino menjawab dengan rasa gundah.
'Sial, bisa-bisa ia membukanya,' batin Shino lanjut.
"Aku tak percaya, eoh," ucap Sasuke mendekati lemari tua tersebut.
"Hei kau," dengan sigap Shino menarik Sasuke menjauh dari arah lemari.
"Lepaskan bodoh, aku tahu kau sedang menjaga suatu hal tentang isi lemari itu," amuk Sasuke mencoba melepaskan pegangan Shino.
"Sudah... Apa yang kalian lakukan heh, ini bukan saatnya bertengkar," ungkap Chouji melerai perkalian Shino dan Sasuke.
'Bzbzttt' suara listrik menyala hebat, dan ...
'CRAK' suara lampu sekolah mati bersamaan.
'Sial,' batin Shino tersadar.
"Aaah, kenapa mati," keluh Sakura.
Koridor
"Ciatth, kenapa mati," Naruto mulai ketakutan.
"Ayo cepat Naruto," cibir Shikamaru sambil menarik paksa Naruto.
TOILET
"Aaahhh," teriak Ino dan Hinata bersamaan.
"Sstt, jangan berisik," Sai memberitahu.
"Kenapa mati lampu ya, huhf ada ada saja," ungkap Kankuro.
"Yah didepan cuman tinggal belok, sudah dekat kok," Kabuto mulai mencoba menenangkan semua.
Sebelum masuk WC,
"Wah tenang, ada orang diWC-nya," ucap Hinata dan Ino mulai tenang.
"Jangan lama ya," Gaara memberi komando.
Koridor
"Permisi, boleh nanya," Kiba mulai bertanya.
"..." tak ada tanggapan sedikit pun dari orang yang Kiba tanya.
"... Coba lagi," bisik Shikamaru.
"Permisi, boleh nanya," Kiba menanya kembali.
"..." hanya angin semilir yang terdengar.
"Apa kalian sadar, lihat sekeliling. Tidak ada yang bersuara sedikitpun," Neji menyela.
"Benar, sepi sekali. Apa sudah pada tidur," tanya Tenten bingung.
"Tidur, kukira kosong. Secara logika jika orang tidur pasti mengeluarkan nafas," simpul Shikamaru.
"Jelaskan, aku bingung," Naruto bengong.
"Ehm~ pikirkan, ruangan kelas yang lebar itu pasti cukup luas untuk menggemakan suara sekecil itu, satu orang mungkin tidak jelas, tapi... Ini sekitar 20 orang, pasti terdengarlah aliran nafas saat tidur pun, bahkan mungkin ada yang ngorok," jelas Shikamaru menjelaskan.
"Wow, otakmu cepat berpikir," Naruto kagum.
"Dan jawaban semua ini hanya satu, mereka TIDAK ADA," lanjut Shikamaru.
"Benar, apa acara perkemahan jadi," Neji bertanya.
"Gak," jawab perempuan yang duduk membelakangi mereka semua.
"Akhirnya kau bicara, maksudmu mereka semua sudah bubar," tanya Kiba.
"Ya," jawab cewe tersebut singkat.
"Eh, itu apa," ungkap Tenten menunjuk cairan merah dikaki jenjang perempuan tersebut.
Toilet
"Permisi," ucap Hinata melewati perempuan yang sedang asyik cuci muka ditoilet tersebut.
"..." tak ada balasan dari perempuan tersebut.
"Hina, yang cepat ia. Aku tunggu disini," cibir Ino menunggu dipintu toilet.
"Ya~" jawab Hinata singkat.
Ino menunggu diluar pintu toilet yang dimasuki Hinata.
'BYUR ...'
'BYUR ...'
hanya suara keran air yang terbuka.
'Ini cewe kenapa, dari tadi cuci muka terus,' batin Ino aneh.
'KRUSSH' suara wastafel.
'CREK'
"Maaf lama, gelap sih," Hinata keluar.
"Hin lihat, dari tadi tuh anak cuci muka terus" bisik Ino pelan pada Hinata.
-TBC-
Buat chap 3(last chap) diusahakan updte cepat
