Chapter 2 : Memory or Nightmare

"Punggung?" terihat seseorang anak kecil berdiri di hadapanku.

"Dimana ini? kamu siapa?" tanyaku pada anak itu.

Dari perawakannya apakah dia seorang bellato? tubuhnya kecil, tapi aku merasakan sesuatu yang berbeda dari dia, tapi apa itu aku tak tau.

"Kamu siapa?! apa yang kamu lakukan padaku?!" Ku ulang pertanyaan ku dengan nada tinggi, aku tidak tau apa yang sedang terjadi sebenarnya, siapa dia dan dimana aku sekarang.

Dia menggerakan kepalanya ke arahku, tapi tidak semuanya, hanya setengahnya seolah dia hanya meliriku. Di.. dia tersenyum, apa maksudnya ini!.

"Kita pasti akan bertemu dan bermain lagi, jangan lupakan aku ya, ingat janji kita ya Fay." ucapnya dengan tersenyum.

"A.. apa maksudmu? janji apa yang kamu maksud? apakah kita pernah bertemu? siapa kamu?" aku terkejut dibuatnya, siapa dia? kenapa dia tau nama panggilanku saat masih kecil.

"Aku pergi dulu ya Fay, dah." ucapnya sembari melangkah pergi menjauh.

"T... tunggu! jangan tinggalkan aku! aku tidak mau sendiri!" apa yang aku katakan sebenarnya, mulutku reflek mengatakan itu dan tanpa di sadari air mataku mengalir.

Aku berlari untuk mengejarnya, tapi dia begitu cepat, dia semakin menjauh makin dan makin menjauh sampai akhirnya dia menghilang.

"TUNGGU JANGAN PERGI SHIN KAZUYA!"

"Hah hah hah hah.. hah.. hah... Mi.. Mimpi!" ucapku seraya memegang dadaku, kenapa dada ku terasa sangat sakit.

Tak sadar air mataku mulai keluar dari mataku, mimpi apa itu, siapa dia sebenarnya, kenapa dia tau panggilan masa kecilku dan apa maksud dari janji itu. "Kita pasti akan bertemu untuk bermain lagi, jangan lupakan aku ya, dan ingat janji kita ya Fay."

"TING TONG... TING TONG.."

Suara bell membuyarkan lamunanku, aku bergegas menghapus air mataku dan aku segera menuju pintu untuk melihat siapa yang datang.

"Pagi Ade... loh kamu habis menangis? ada apa?" ucapnya terlihat panik, ya dia Rurick.

"Entahlah, aku sendiri pun tidak tau, aku mendapat mimpi yang aneh tadi malam, setelah bangun tanpa sadar air mataku keluar begitu." jelasku.

"Mimpi? mimpi apa yang kamu maksud." tanya Rurick.

"Aku sendiri juga gak begitu mengerti, tapi rasanya sangat menyakitkan." ucapku.

"Memangnya mimpi seperti apa yang kamu alami?"

"Aku bertemu dengan seorang anak kecil dalam mimpiku, aku tidak tau siapa dia, aku dan anak itu sepertinya pernah bertemu di suatu tempat, tapi aku tidak ingat kapan dan dimana itu." jelasku.

"Bagaimana kamu yakin kalau kamu pernah bertemu dengan anak itu?" tanyanya.

"Dia mengatakan kita akan bertemu lagi, aku yakin aku mengenal anak itu, tapi aku gak bisa mengingatnya." lanjutku menjelaskan.

"Hmm , seperti itu.. lalu apa kamu ada petunjuk mengenai sosok anak itu?".

Aku menggelengkan kepala untuk menjawab pertanyaan rurick, aku begitu bingung dan resah, banyak pertanyaan pertanyaan yang muncul dalam kepalaku.

"Shin" ucapku lirih.

"Kamu mengatakan sesuatu del?" tanya Rurick.

"Kurasa namanya Shin.. Shin Kazuya." ucapku.

"Sh.. Shi.. Shin Kazuya katamu!" ucap rurick, dia terlihat terkejut, apa dia mengenal anak itu?.

"Ada apa rick? apa kamu tau sesuatu?." tanya ku penasaran.

"Ma.. maksud mu shin kazuya wakil Archon bangsa cebol itu?!" jawabnya dengan tampang terkejut. "Apa kamu serius namanya Shin Kazuya?!" lanjutnya.

"Ha..Haaah?! Wa.. wakil Archon? Y... ya aku tidak begitu yakin, sebelum aku bangun aku mengucapkan namanya, tapi bagaimana kamu tau nama itu rick?" tanyaku.

"Ah ia kamu kayanya baru bangun, pasti kamu belum melihat log chat leader kan? tadi pagi tuan Leonard mengirimkan pesan kepada seluruh anggota dewan." Jelasnya.

"Isinya tentang susunan dewan dari kedua bangsa yang lain, saat itu aku aku melihat nama Shin Kazuya dalam susunan dewan Bellato, tunggu sebentar." lanjutnya

dia mengambil log chatnya dan menunjukannya kepadaku.

"Lihat ini." ucapnya sembari menunjukan log chat yang berisikan pesan dari tuan Leonard.

"Ya kamu benar Rick, ada namanya dalam susunan dewan Bellato, tapi bagaimana aku bisa bertemu dia dalam mimpi? aku bahkan tidak mengenal siapa dia." tanyaku bingung.

"Aku juga gak mengerti del, lebih baik kamu lupakan saja, anggap saja itu mimpi buruk." ucapnya.

"He'em." ucapku dengan anggukan.

"Nah lebih baik kamu segera bersiap, hari ini rapat pertama kita sebagai dewan untuk chip war, jangan sampai terlambat, aku akan berangkat duluan ya, kamu sebaik segera bersiap dan berangkat." ucapnya.

"Ya baiklah." jawabku.

Mimpi buruk? apakah benar itu hanya mimpi burukku saja, tapi aku merasakan ada sesuatu yang lain, kenapa saat melihat anak itu pergi menjauh dada ku terasa sangat sakit dan sesak.

Aku yakin itu bukan hanya sekedar mimpi, aku merasa mimpi itu seperti potongan puzzle dalam sebuah kenangan, tapi aku tidak bisa mengingatnya.

"Ah sudahlah, lebih baik aku bersiap untuk berangkat." ucapku pada diriku sendiri.

.

.

.

.

Qora Alliance HQ

"Baiklah semuanya sudah berkumpul, kita akan membahas untuk chip war siang ini." jelas tuan Leonard kepada seluruh anggota dewan. "Seperti yang sudah saya kirimkan melalui log chat, sepertinya akan terjadi banyak perubahan pada susunan dewan dari Accretia dan Bellato, perubahan ini akan menjadi keuntungan bagi kita, karena banyak dari mereka adalah para prajurit baru." lanjutnya

"Maaf memotong penjelasan anda tuan, sebelumnya saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu, saya Julius Antonius selaku Wakil Archon." jelas tuan Julius.

Ya memang aku sendiri masih belum mengenal keseluruhan dari anggota dewan, hanya tuan Leonard, Rurick, kak Hanz dan Alice.

"Kita tidak bisa meremehkan kekuatan baru dari kedua bangsa itu, dari nama-nama yang saya lihat, dari pihak Accretia mereka mengangkat BlackBird sebagai team Support, dan lagi dia adalah seorang Merchen, memang namanya belum banyak di dengar dan terdengar asing, akan tetapi dalam chip war 1 bulan yang lalu dia telah membantai lebih dari 100 prajurit dari pihak Bellato dan Cora, kita tidak bisa meremehkan rocky itu." lanjutnya.

Ternyata dari pihak para kaleng ada pemula yang sangat mengerikan, kalo di bandingkan denganku, kayanya aku cuma kerikil di pinggir jalan deh T_T.

"Saya setuju dengan pendapat Julius, maaf sebelumnya, saya Caesar Antonius, saya selaku Wakil Archon dan adik dari Julius." Jelas tuan Caesar, memang kalau di lihat-lihat wajah mereka hampir terlihat mirip.

"Dari pihak Bellato pun ada nama seorang rocky yang patut kita perhitungkan, dari kabar yang saya dapatkan melalui mata-mata saya di Bellato, dia adalah satu-satu nya Armor Rider dengan RMAU, seperti yang kita tahu RMAU adalah keluaran terbaru dari update RedArmy kali ini, update kali ini benar-benar menjadi pukulan berat untuk kita, karena Grazier pun tidak lagi bisa mensummon Animus mereka yang melebihi 2 level di atas Graziernya." lanjutnya menjelaskan.

Ya memang update RedArmy kali ini sangat tidak menguntungkan untuk Cora, aku sendiri mendengar para Grazier yang mengeluh karena tidak lagi bisa mensummon Animus mereka dan lagi banyak PT Point para prajurit yang tidak terampil dalam militer pun menjadi tidak karuan.

"Hmm, ya kalian berdua benar, maafkan saya karena telah meremehkan musuh kita, dan saya mempunyai berita yang mungkin tidak menyenangkan." Jelas tuan Leonard, sepertinya suara beliau terdengar berat, ada apa sebenarnya.

"Pagi tadi saya mendapatkan kabar dari team pengintai khusus yang saya bentuk, Accretia dan Bellato akan melakukan alliansi pada war pertama ini." Jelasnya, yang membuat kami semua terkejut bukan main.

"Y.. yang benar saja! ini baru war pertama, tapi mereka sudah melakukan alliansi, benar-benar tindakan seorang pengecut!" bantinku.

"Kakak! apa maksudnya ini semua, ini war pertama pada periode ini, dan kedua bangsa rendahan itu melakukan alliansi?! jangan bercanda! kita tidak mungkin bisa menang melawan mereka!" bentak Alice sembari memukul meja rapat.

"Alice tenangkan dirimu! ini ruang rapat, dan sudah aku katakan berulangkali, di sini aku adalah atasanmu!" Bentak tuan Leonard, memang benar dalam politik tidak memandang apakah dia saudaramu atau temanmu, semua sama di sini.

"A.. Alice tenanglah, tuan Leonard benar, pasti beliau punya sebuah rencana untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya kamu kembali duduk." Ucapku untuk menenangkan Alice.

"Ma.. maafkan atas tindakan saya tuan Archon." Ucap Alice dengan kepala tertunduk dan dia pun kembali duduk.

"Maaf Del, aku terbawa suasana." jelasnya padaku

"Ya gak apa, sebaiknya kita percaya pada kakakmu, ok." balasku untuk menghiburnya, dan dia hanya menganggukan kepalanya.

"Saya sudah memikirkan hal ini, war kali ini kita akan bertahan, kemungkinan besar kita tidak akan bisa menahan gempuran dari kedua bangsa itu, bahkan untuk Failure 3 bangsa pun akan sangat berat." Kamipun mengangguk tanda mengerti. "Tapi kita tidak boleh kehilangan semangat, jangan pernah menunjukan wajah gelisah kalian di hadapan para prajurit, karena itu semua hanya akan menurunkan semangat juang mereka." jelas Tuan Leonard.

"kita akan menunjukan pada kedua bangsa itu, bahwa kita Cora Alliance tidak akan gentar walaupun harus menghadapi serangan dari 2 bangsa sekalipun, dan perasaan saya mengatakan Accretia akan berbuat curang pada war kali ini, ini menjadi kesempatan kita untuk memecah belah mereka, apa kalian mengerti?" Lanjutnya.

"YA KAMI MENGERTI." Ucap semua anggota dewan serempak.

"Baiklah cukup sampai disini rapat kali ini, persiapkan diri kalian dan briefing semua skuad pasukan yang kalian pimpin untuk war nanti, untuk Strategi apa yang akan kita gunakan, saya akan menjelaskannya 1 jam sebelum chip war dimulai melalui log chat Race." jelasnya.

"Satu lagi Alice dan kedua Wakil Archon, setelah ini temui saya di ruangan saya, dan selain ketiga orang itu kalian boleh membubarkan diri." ucap tuan Leonard dan rapatpun berakhir, semua anggota dewan membubarkan diri.

Akupun bergegas menuju ke ruangan Squad Support yang menjadi Squad di bawah perintahku.

"Huft.. Tadi benar-benar suasana yang menegangkan, aku harus memperseiapkan diri untuk nanti siang, dan segera membriefing Squadku, aku tidak ingin mendapat ceramahan dari tuan Leonard." ucapku menggerutu.

"HEI!" Teriak seseorang dari belakangku sambil menepuk pundakku, sontak aku terkejut dibuatnya.

"DEMI DECEM! Rurick berhenti mengejutkanku seperti itu, aku cuma punya satu jantung tau!"

"Haha maaf-maaf, jangan marah gitu dong, kamu keliatan tegang banget soalnya tadi pas rapat, tapi memang baru kali ini aku merasakan atmosfir seperti tadi, benar-benar menegangkan." jelas Rurick.

"Halah, padahal kamu sendiri ngga ngomong apa-apa tuh pas rapat tadi, malahan mukamu nunjukin kaya orang mau kencing di celana, coba kamu yang di bentak sama tuan Leonard tadi, pasti kamu langsung ngompol, haha." candaku.

"Cih, dasar nenek sihir, maksudmu aku takut gitu! Aku Rurick Raigorza tidak takut apapun kecuali kepada Decem yang agung!" ucapnya sombong sembari menyilangkan kedua tangan di depan dadanya.

"Ohhh begitu,hmmm... ah tuan Leonard, selamat siang."

"Tu.. tu.. tuan Leonard? Ma..Maafkan saya tuan, saya tidak bermaksud mengatakan itu!" ucapnya panik yang langsung membalikan badan dan menunduk.

"HAHAHAHA, lihat mukamu itu, udah kaya kepiting mau di rebus, hahaha." balasku.

"Hih, dasar nenek sihir kamu Del, awas bakal aku balas nanti." ucapnya dengan muka cemberut.

"Haha, 2-1 ya kita, ya udah aku mau mempersiapkan diri dulu, dan membriefing Squadku, kamu juga semangat rick, nanti kena omel tuan Leonard loh,haha." balasku dengan sedikit ledekan, dan akupun pergi meninggalkannya.