The Magic ©2013 Sansan Kurai
Super Junior Family © SM Entertainment
Other © Their Own Management
Fantasy, Supernatural
Story 1 : Exercise
Leeteuk terbangun dengan bersimbah keringat dingin. Dadanya naik turun menandakan nafasnya tengah memburu. Bola matanya nampak bergerak-gerak gelisah.
"Mimpi buruk lagi?"
Pertanyaan singkat itu membuatnya menoleh ke sumber suara.
"Heenim."
"Aku rasa benar apa kata mereka, harus ada yang menjagamu saat kau tidur. Jika tidak kau benar-benar akan membakar dirimu sendiri." Heechul menunjuk sisi tempat tidur Leeteuk yang terbakar. Melihat itu Leeteuk hanya mendesah pelan. Diusapnya peluh yang membasahi dahinya.
"Tak usah Heenim, kalian sudah cukup lelah dengan latihan kalian," sahut Leeteuk sembari bangkit dari ranjangnya. "Mereka sedang sarapan?"
"Ya, beberapa dari mereka dan mereka menunggumu." Heechul pun pergi meninggalkan Leeteuk yang tengah mengganti piyamanya dengan kaos lengan panjang berwarna putih serta jubah berwarna biru safir. Selesai memakai pakaiannya Leeteuk segera turun ke lantai satu dan menuju ruang makan. Diruang makan hanya ada tiga orang, Heechul, Kyuhyun dan Eunhyuk.
"Mimpi buruk lagi Hyung?"
Leeteuk melirik sekilas ke arah Heechul, namun Heechul hanya mengangkat bahunya, menunjukkan bahwa bukan dia yang memberi tahu mereka.
"Tidak, Kyu." Leeteuk menjawab dengan singkat lalu bergabung dengan mereka dan mulai sarapan dengan tenang. Tak ada yang menarik dengan sarapan pagi itu karena mereka terlalu sibuk dengan pikiran masing-masing, terutama Leeteuk yang jantungnya masih berdegup kencang karena mimpi buruk tadi. Pikirannya tidak fokus dan ia hanya mengaduk-aduk buburnya.
Ya, akhir-akhir ini Leeteuk sering sekali mimpi buruk dan mimpi itu selalu sama. Mimpi tentang Eomma yang membiarkannya melarikan diri. Berlari dari para penguasa kegelapan. Selama beberapa tahun terakhir Leeteuk tak pernah memimpikan itu, namun entah kenapa mimpi buruk itu datang lagi dan hampir setiap malam. Dan itu sudah berlangsung hampir sebulan. Kadang itu membuatnya takut untuk menutup matanya.
Yang masih belum ia tahu adalah, siapa yang berada dibalik penguasa kegelapan itu. Leeteuk benar-benar ingin mengetahui orang dibalik semua itu. Namun sampai saat ini ia tak bisa menemukannya, begitu juga dengan seluruh keluarga barunya.
Tring!
Bunyi nyaring itu sukses menginterupsi sarapan pagi itu. Leeteuk yang tak sadar bahwa sendoknya telah jatuh dan membuat kebisingan dipagi hari yang tenang itu terus menatap piring sarapannya dengan tatapan kosong. Semua yang hadir dalam sarapan pagi itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Sepertinya mimpi burukmu semakin parah."
Seakan sadar diperhatikan, Leeteuk menatap Heechul lekat-lekat lalu mendesah lelah.
"Apa maksudmu, Heenim? Aku hanya lelah."
"Lelah karena memikirkan mimpi buruk?"
"Hyuk.." desis Leeteuk.
"Baiklah-baiklah. Aku tak akan bicara lagi," sahut Eunhyuk sembari melanjutkan menghabiskan sarapannya.
"Lebih baik hyung makan jika tak ingin Shindong hyung marah," imbuh Kyuhyun.
"Aku ingin menghirup udara segar."
Tanpa menghabiskan sarapannya dan mendengarkan ucapan Kyuhyun, Leeteuk pun berlalu dari ruang makan menuju serambi luar. Leeteuk menghirup nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya lagi. Cukup lama Leeteuk menikmati suasana pagi yang cerah itu dengan mata terpejam.
Selama Leeteuk memejamkan matanya, ingatannya kembali ke beberapa tahun lalu saat ia menemukan keluarga barunya yang pertama dan itu benar-benar tak terduga.
Beberapa hari setelah Leeteuk melarikan diri dari desanya sembari membawa potongan batu blue sapphire, ia tak sengaja bertemu dengan Heechul. Sosok pria yang Leeteuk lihat sebelum Leeteuk tak sadarkan diri. Heechul yang melihat keadaan Leeteuk tak begitu baik segera membawa Leeteuk ke rumah pohonnya. Selama beberapa hari Heechul merawat Leeteuk hingga Leeteuk benar-benar sehat.
Dan saat Leeteuk telah pulih tak sengaja ia melihat cahaya berwarna biru muncul dari tas daun milik Heechul. Heechul yang melihat arah pandang Leeteuk pun paham. Heechul menunjukkan batu itu pada Leeteuk dan ia mengatakan bahwa ia memerlukan orang yang memiliki potongan batu itu untuk membalaskan dendamnya.
Leeteuk yang terkejut dengan penuturan Heechul segera menunjukkan batu blue saphhirenya yang memang hanya sebagian saja. Melihat batu yang dibawa Leeteuk reflek Heechul langsung membawa Leeteuk ke dalam pelukannya.
Heechul pun menjelaskan secara rinci kenapa mereka harus mengumpulkan pemilik potongan batu blue sapphire itu. Leeteuk yang paham pun ingin membantu Heechul serta dirinya sendiri. Leeteuk yang kekuatan mantranya belum seberapa pun meminta Heechul untuk melatihnya. Namun ternyata kemampuan Heechul sama dengan dirinya, masih berada di level 1. Dan sejak saat itu mereka pun melatih mantra mereka sembari mencari para pemilik potongan batu sapphire blue bersama-sama.
"Mengenang masa lalu?"
"Heenim! Kenapa kau selalu mengganggu ketenanganku!" protes Leeteuk saat melihat Heechul sudah berada disisinya.
"Hahaha~ Karena aku suka melihat wajah kesalmu itu," jawab Heechul. Leeteuk yang mendengar itu hanya mendengus kesal. "Oh iya, bagaimana dengan yang lain? Apa kau sudah menemui mereka lagi?"
"Mereka mungkin sudah mulai berlatih, aku tak ingin mengganggu mereka," ucap Leeteuk.
"Seharusnya kau mencari mereka karena kau lah sang ketua."
"Seharusnya kau yang jadi ketuanya, Heenim. Kau yang mengajakku untuk bergabung, jadi.."
"Kekuatan mantramu lebih unggul dariku," potong Heechul. "Dan kau sanggup melindungi kami semua dengan mantramu itu. Sedangkan aku? Aku selevel dibawah dirimu. Aku masih punya banyak kekurangan. Masih banyak mantra-mantraku yang belum sempurna."
"Hyung, kami pergi.."
Lambaian tangan Eunhyuk dan Kyuhyun pada mereka hanya dibalas dengan anggukan kepala. Eunhyuk dan Kyuhyun pun segera meluncur kebawah dengan tali. Ya, mereka memang tinggal di rumah pohon. Rumah pohon yang sudah dimodifikasi dengan mantra Heechul dan Leeteuk sehingga rumah pohon itu terlihat kokoh dan megah namun tak terlihat.
"Kau benar-benar tak ingin keluar dari rumah?" tanya Heechul, memastikan sahabatnya itu. Namun hanya dibalas gelengan kepala Leeteuk. Heechul mendesah pelan. "Aku rasa kau akan baik-baik saja, Teukie." Sekali lagi Leeteuk menggelengkan kepalanya.
"Sudah kubilang, jangan pikirkan kami. Lagi pula penguasa kegelapan masih belum menunjukkan tanda-tanda kehadirannya. Kau tak akan membuat mereka mengincar kita Teukie." Namun Leeteuk tetap menggelengkan kepalanya.
Heechul mengangkat bahunya, namun ia tersenyum samar. Heechul menggenggam lengan Leeteuk kuat-kuat dan segera berteleportasi sebelum Leeteuk sempat mengeluarkan protesnya.
"Kau gila, Heenim!" maki Leeteuk saat mereka sudah berada di dalam sebuah padang rumput yang luas dalam waktu 1 detik. Heechul hanya tertawa pelan mendengar makian Leeteuk.
"Eoh, kalian datang hyung?"
"Jika aku tak melakukan ini, ketua kita tak akan pernah mau keluar dari persembunyiannya, Hae," jelas Heechul.
"Kau benar-benar gila, Heenim," desis Leeteuk.
"Sudahlah hyung, ini juga demi kebaikanmu juga."
"Aku tahu, tapi tidak dengan cara seperti ini, Hankyung," protes Leeteuk.
Leeteuk menatap seluruh keluarganya yang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan, Leeteuk pun mendesah lagi. Ia benci ditatap seperti itu.
"Baiklah, karena aku sudah disini, aku ingin melihat kekuatan mantra kalian," ucap Leeteuk.
"Hyung! Tunggu!"
Dua orang pria tengah berlari-lari kearah mereka. Keduanya nampak terengah-engah dan membuat Leeteuk heran. Kedua pria itu adalah Eunhyuk dan Kyuhyun.
"Kenapa kalian tak berteleportasi?" tanya Leeteuk.
"Mereka akan berakhir dengan tubuh yang terpisah," gumam Heechul yang langsung membuat Leeteuk tertawa terbahak-bahak. Tawa yang sudah sangat lama tak ia tunjukkan dihadapan keluarganya. Selama sekian detik tak ada yang menghentikan tawa Leeteuk, mereka semua nampak menikmatinya. Namun, karena takut Leeteuk menyadarinya, Kyuhyun pun melancarkan protesnya membuat Leeteuk kembali tertawa keras hingga pria itu terbungkuk-bungkuk.
"Hyung!" Giliran Eunhyuk yang melancarkan protesnya, namun dalam hati sebenarnya ia senang karena bisa melihat hyung tertuanya itu tertawa lagi. Tawa yang sangat ia rindukan beberapa minggu terakhir ini.
"Ahh~ Hufh~ Baiklah.. Baiklah.." Leeteuk mengusap matanya yang berair dan kembali berdiri tegak. "Kenapa kalian tak bilang bahwa teleportasi kalian masih dilevel serendah itu?"
"Aku sudah mengatakannya pada mereka." Kyuhyun menunjuk hyung-hyungnya. "Tetapi mereka tak mau membant.."
"Kalau begitu kau yang pertama, Kyu," potong Leeteuk cepat sembari mengarahkan tangan kanannya ketubuh Kyuhyun. Eunhyuk yang berada disisi Kyuhyun pun segera menyingkir. Begitu juga dengan yang lain, mereka membuat formasi lingkaran mengelilingi Kyuhyun dan Leeteuk. Siap melihat dan mempertunjukkan tontonan yang sangat jarang mereka lihat dan tunjukkan.
"Ignis," ucap Leeteuk tenang. Bola api langsung keluar dari tangan kanan Leeteuk yang terangkat. Kyuhyun yang melihat itu segera mengangkat kedua tangannya.
"Scuto!" Sebuah tameng besi berukuran sedang muncul dihadapan Kyuhyun. Leeteuk menyemburkan bola api kecil itu kearah Kyuhyun. "Ugh!" Kyuhyun berusaha menahan api itu dengan tameng dihadapannya. Namun baru beberapa detik, tameng dihadapan Kyuhyun hancur dan tangan Kyuhyun nampak memerah karena terbakar. Leeteuk menyunggingkan senyumnya.
"Radix."
Tanpa bisa menghindar, tubuh Kyuhyun kali ini sudah terkunci dengan akar-akar yang muncul dari dalam tanah. Semakin keras Kyuhyun berusaha untuk lepas dari jeratan akar-akar itu, semakin kuat pula akar-akar itu melilit dirinya.
"Hyuk, maju.."
Eunhyuk masuk ke dalam lingkaran saat Leeteuk menyuruhnya.
"Frustrum." Eunhyuk menunjuk Kyuhyun dengan tangan kanannya. "Flamma," imbuh Eunhyuk sembari mengarahkan tangan kirinya ke arah Leeteuk. Namun Leeteuk tak diam, Leeteuk menangkis semburan api yang keluar dari tangan kiri Eunhyuk dengan mantra penghalangnya, namun ia tak berhasil membuat Kyuhyun tetap terikat karena Eunhyuk telah memotong akar-akar yang melilit tubuh Kyuhyun.
"Terima kasih," gumam Kyuhyun sembari bersiap melawan Leeteuk lagi. Eunhyuk hanya mengangguk singkat.
"Dissiliunt," seru Eunhyuk.
"Spiritus procellæ," teriak Kyuhyun.
Melihat serangan yang bertubi-tubi, Leeteuk hanya mengulurkan tangan kirinya, "depellendam." Mantra peledak yang keluar dari tangan kiri Eunhyuk serta angin ribut yang muncul dari tangan kanan Kyuhyun yang hampir mengenai tubuh Leeteuk langsung berpencar dan menghantam padang rumput jauh diluar lingkaran.
"Sungmin, Yesung, Kangin, Hankyung masuk. Eunhyuk, Kyuhyun kembali ke formasi."
Keempat orang itu masuk ke dalam arena pertarungan. Walau terlihat tak seimbang, namun Leeteuk tetap terlihat tenang. Kyuhyun dan Eunhyuk sudah masuk ke formasi lingkaran. Ryeowook yang berada disisi kanan Kyuhyun segera menarik tangan Kyuhyun yang terbakar dan segera memberikan mantra penyembuh pada Kyuhyun.
"Descendit," kata Yesung sembari mengangkat tangan kanannya. Tanpa diduga, tanah tempat Leeteuk berpijak amblas seketika. Leeteuk yang tak menyangka itu pun kehilangan keseimbangan. Tak membuang waktu lagi, giliran Kangin yang mengangkat tangan kanannya.
"Radix."
Akar-akar meluncur dari bawah tanah dan berusaha mengikat Leeteuk yang tengah berusaha untuk menjauh dari tanah amblas tempatnya berpijak.
Srett!
Akar itu berhasil menangkap kaki kiri Leeteuk, membuat pria itu terjerembab. Akar-akar itu mulai menjalar dan melilit tubuh Leeteuk.
"Profluentem," seru Sungmin dan air tiba-tiba keluar dari kedua tangannya menerjang Leeteuk yang sedang berusaha untuk bangkit setelah berhasil terlepas dari akar-akar itu.
Byurr~
Air itu menerjang tubuh Leeteuk yang langsung membuat Leeteuk basah kuyup.
"Avem!"
Semua terbengong-bengong –termasuk Leeteuk dan Hankyung sendiri saat burung-burung merpati keluar dari tangan Hankyung yang terangkat.
"Titillationem!" seru Leeteuk cepat sembari mengarahkan tangannya kearah Yesung, Kangin, Sungmin dan Hankyung yang masih terbengong melihat apa yang dilakukan Hankyung tadi.
"Hahahaha~" Tawa keras meluncur dari bibir Yesung, Hankyung, Kangin dan Sungmin. Keempat orang itu memegangi perut mereka –menahan sakit karena terus saja tertawa. Orang-orang yang berada dibarisan formasi lingkaran mau tak mau ikut tertawa melihat keempat pria itu tak bisa menghentikan tawanya. Ya, Leeteuk menggunakan mantra gelitik pada keempat orang itu.
"Agitare." Leeteuk menunjuk keempat orang yang tak bisa berhenti tertawa itu dan sesaat kemudian keempat orang itu sudah berpindah keluar lingkaran masih dengan tawa mereka yang tak kunjung berhenti. "Siccare," ucap Leeteuk sembari menunjuk dirinya sendiri, dan baju serta jubahnya yang semula basah kuyup kini telah kering.
"Zhoumi, Henry, Donghae, Shindong masuk."
Empat orang kembali diperintahkan masuk ke area pertarungan. Kali ini Shindong maju terlebih dahlu. Ia mengangkat kedua tangannya dan menyebutkan sebuah mantra yang tak bisa didengar oleh siapapun. Beberaa detik kemudian disekeliling Leeteuk sudah muncul ular-ular berbisa. Ular itu siap mematuk Leeteuk kapan saja.
"Giliranku!" seru Henry, ia mengangkat tangan kirinya. "Congelato!"
"Rejicimus! Ignis!" teriak Leeteuk saat menyadari apa yang dilakukan Henry. Seketika itu juga mantra beku milik Henry pun langsung menghilang tak berbekas. Sedangkan ular-ular disekeliling Leeteuk langsung terbakar hangus dan tak bersisa. Semua itu terjadi dalam sekejap mata.
"Shindong, Henry kembali ke formasi. Heenim, Ryeowook, Kibum, Siwon masuk."
Keenam orang itu segera berganti posisi. Heechul melirik sejenak kearah Yesung yang sepertinya nampak kesakitan karena terus tertawa. Tak ada dari mereka yang mau menarik mantra itu dari tubuh Kangin, Yesung, Sungmin dan Hankyung.
"Eiectionis!" Zhoumi tengah mengarahkan tangan kirinya kearah Leeteuk tanpa menunggu Leeteuk bersiap. Leeteuk yang memang tak siap langsung terlempar kebelakang beberapa meter dan tubuhnya langsung membentur tanah yang keras.
"Submergetur," imbuh Heechul. Tanah dibawah Leeteuk melembek seketika, berubah menjadi lumpur penghisap, siap menghisap tubuh Leeteuk jika Leeteuk bergerak.
"Inundatione!" imbuh Ryeowook dan air kembali menerjang Leeteuk, kali ini bukan air biasa seperti yang dikeluarkan Sungmin, namun air bahlah yang dikeluarkan oleh Ryeowook. Hanya tinggal Kibum dan Siwon yang belum menunjukkan kemampuan mereka pada Leeteuk. Kedua pria itu mengangguk bersamaan lalu mengangkat tangan kanan mereka.
"Corpus clauditis."
"Conclusi."
Kedua pria itu mengucapkan mantra yang berbeda. Leeteuk yang memang sudah tak mempunyai kesempatan untuk menangkis hanya bisa menerima nasibnya saat mantra pengunci tubuh serta mantra tutup mulut menerjang dirinya. Tubuh Leeteuk langsung ambruk seketika.
Heechul pun mengangkat kedua tangannya saat sadar bahwa Leeteuk telah kalah. "Rejicimus." Heechul mengangkat semua mantra yang berada pada Leeteuk. Siwon, Kibum, Zhoumi segera berlari kearah Leeteuk. Yang lain mengikuti dari belakang –kecuali Yesung, Kangin, Sungmin dan Hankyung yang masih sibuk dengan tawa mereka.
"Hyung, baik-baik saja?" tanya Siwon sembari mengulurkan tangannya untuk membantu Leeteuk berdiri.
"Hmm.. Ya.." jawab Leeteuk sembari menyambut tangan Siwon yang terulur. Siwon membantu Leeteuk membersihkan jubahnya dari rumput dan tanah lalu Siwon mengeluarkan mantra pengering agar pakaian Leeteuk kembali kering.
"Bagaimana Teukie?" tanya Heechul.
"Kalian sudah bertambah kuat namun konsentrasi kalian masih kurang," jawab Leeteuk. "Kalian masih belum bisa mengeluarkan mantra yang benar-benar kuat. Shindong, Zhoumi, Heenim, Eunhyuk, Kibum, Ryeowook serta Siwon, kalian hanya tinggal berlatih lebih giat lagi agar mantra kalian benar-benar kuat dan dapat melumpuhkan musuh. Sedangkan yang lain harus berusaha lebih lagi karena mantra kalian masih lemah."
"Hahaha.. Tolong... Hahahaaaaa... Aduuuhhh... Hahahaha.. Hyunggg.. Sakiiiiitttt... Hahahaha..."
Tawa kesakitan itu menginterupsi komentar yang tengah dilontarkan Leeteuk. Semua orang menoleh dan kembali tertawa saat melihat keempat rekannya tengah memegangi perut mereka dan tertawa sembari mengaduh kesakitan. Leeteuk langsung mengarahkan telunjuknya tanpa berucap apapun dan mantra gelitik itu pun menghilang dari tubuh Sungmin, Yesung, Kangin dan Hankyung. Keempat orang yang kehabisan nafas itu nampak menghela nafas panjang.
.
to be continued..
terima kasih untuk respon kalian di prolog dan setelah membaca review kalian saya memutuskan untuk mengupdate story pertama ini. hehehe.. mungkin mantra-mantranya sedikit membingungkan, tapi nikmati saja ceritanya.. jika ada yang tak mengerti dengan mantranya silahkan review.. oh iya, tolong berikan saya sedikit ide untuk story aneh saya ini..
mohon untuk tidak meminta story dengan genre yaoi atau romance atau genderswitch dan semacamnya, karena itu bukan bidang saya.. saya hanya mengkhususkan diri membuat story dengan genre fantasy, horor, brothership, friendship dan family.. jadi, saya tak akan membuat fanfic dengan genre salian yang saya sebutkan.. (oke, yang bertanya sudah saya jawab)
terima kasih atas dukungan kalian pada fanfic The Magic.. fanfic fantasy teraneh yang pernah saya buat.. semoga kedepannya fanfic ini tak mengecewakan..
oke, seian dari saya.. and enjoy the story.. ;)
