A/N: Okay, ini chapter saya gak tahu jadi gimana. Udah lah.. yang minat ya baca, kala kaga yaudah. Ngebut juga.. jadi typo maklumin ya.. Enjoy

DON'T LIKE DON'T READ

Chapter 2 : Better condition

Matahari telah meninggi. Pertanda hari mulai siang. Tampak pemuda berambut raven keluar dari kamar mandi. Ternyata dia baru saja mandi. Membersihkan tubuh serta menyegarkan pikirannya.
"Oh sudah bangun dobe?", sapa Sasuke sambil mengeringkan rambutnya
"Uh, sudah mulai siang ternyata" , jawab Naruto sambil mengerjapkan matanya
"Ckckck dasar kebo." , ejek Sasuke sambil mengusek-usek rambut pirang Naruto
"Ah~ Prince teme! Rambutku jadi berantakan brengsek" ,balas Naruto sambil menggembungkan pipinya
"Kau jelek seka-"
"Selamat pagi. Sarapannya untuk saudara Naruto" , kata seorang suster rumah sakit itu yang tanpa sadar memotong perkataan Sasuke.
"Terima kasih sus!", ucap Naruto sambil tersenyum
"Dihabiskan ya.. semoga cepat sembuh. Saya keluar dulu" , pamit sang suster sambil melangkahkan kakinya keluar dari ruangan.

Sasuke menyambar makanan Naruto, membuka plastiknya, dan memegang piringnya. Kini dia duduk disamping Naruto. Menyendokkan bubur dan menyuapi Naruto.
Naruto hanya bisa cengo melihat semua itu. Ingat kawan, Sasuke adalah Prince. Prince of Shinobi. Dia tidak pernah melakukan hal semenye-menye itu.
"Apa yang kau lakukan bodoh? Cepat buka mulutmu dan telan ini."
Mau tak mau Naruto disadarkan dari lamunannya. Oh ya itu lebih dari cukup. Menyuapi seseorang itu tidak pernah dilakukan sebelumnya oleh sang Prince kita ini. Naruto patut mensyukuri itu.
Tanpa pikir panjang lagi Naruto membuka mulutnya.
"Hn. Lama" , kesal Sasuke sambil menyuapi oh ralat menjejeli Naruto.
"Aw! Ittai ne~" , protes Naruto
Rasa-rasanya Naruto menyesal telah bersyukur tadi. Sasuke bukanlah menyuapinya tapi menjejelinya. Oh Prince, tak ibakah kau melihat mulut Naru yang mempunyai 12 jahitan dan semua itu masih basah?
Oh tentu tidak. Ingat kawan, Sasuke adalah Prince. Catat itu.
"Manja sekali kau" , ledek Sasuke
"Brengsek! Apa kau tidak punya mata hah? Mulutku penuh jahitan! Dan jahitan itu belum kering!" , amuk Naruto
"Sssh, kau pikir dirimu siapa eh? Tutup mulutmu dan makan ini. Patutnya kau bersyukur aku mau me-nyu-a-pi mu bodoh" , jawab sang Prince tega
Tak pernah ada yang berani melawan direct order dari si Prince satu ini, termasuk Naruto. Dia hanya bisa diam dan menelan makanan itu sambil meringis pelan. Wajah Naruto pun dihiasi dengan penuh lipatan. Tentu saja, dia sangat kesal.

Usai 'menyuapi' Naruto, Sasuke menyingkirkan piring kotor itu lalu duduk diam di sofa. Dia mengambil Koran dan membacanya. Oh salah, dia tidak membacanya sama sekali. Dia malah asik dengan pikirannya sendiri. Memikirkan kejadian yang menimpa Naruto atas 'ulah' nya.
Sunyi pun kembali menyapa mereka. Naruto tidak suka dengan keadaan seperti ini. Dia meraih remote tv dengan tangan kanannya yang tidak patah dan menyalakan tv . Hanya dia yang tahu dia benar-benar menontonnya atau tidak. 5 menit kemudian dia beralih ke HP nya. Dia menuju ke menu Gallery lalu images dan membuka banyak folder dan sampailah dia pada sebuah foto. Tanpa ia sadari, tangannya mengelus gambar itu, dia tersenyum, dan matanya menjadi panas. Dia buru-buru berbalik memunggungi Sasuke alih-alih agar sang Prince tidak melihat kalau Naruto menangis. Memang kenapa dia menangis? Apa yang tengah dilihatnya? Oh, ternyata dia sedang melihat foto Sasuke yang sedang tersenyum sambil memejamkan mata. Foto itu dia ambil saat Sasuke sedang tidur. Hahahaha ketahuan ya begitu maniaknya Naruto dengan si Prince satu itu. Naruto sangat ingin melihat Sasuke tersenyum kembali. Tidak depresi seperti ini. Hatinya sakit teman.

" Kenapa kau memunggungiku? Apa yang sakit?" , kata Sasuke sambil beranjak dari sofanya.
Secepat mungkin dia menyeka airmatanya dan merilekskan dirinya, mencoba hatinya untuk tenang
"Ah tidak apa. Badanku pegel saja" , bohong Naruto dengan suara yang sedikit bergetar
"Hn."
Sebenarnya sang prince tahu Naruto baru saja menangis, tapi dia membiarkannya. Dia tidak suka mengusik privacy orang lain.

"Siang..maaf mengganggu. Saudara Naruto saatnya rontgen", ucap sang Dokter yang melangkah mendekati Naruto
Sasuke yang mendengarnya, menyingkirkan korannya dan membantu Naruto turun ke kursi rodanya.
"hah~ rontgen ya..membosankan. Prince, aku permisi dulu ya. Kau jangan nakal", izin Naruto sambil berusaha terlihat baik-baik saja
"Hn"
"Saya permisi dulu",kata sang Dokter
Naruto dan sang Dokter pun pergi meninggalkan ruangan itu dengan sang susuter yang mendorong kursi roda Naruto.

Hening kembali.

Sasuke hanya diam di ruangan. Duduk diam, menyesap kopinya dan sering kali menghela nafas. Di balik wajah stoic nya tak ada yang tahu kalau dia kini hampir menangis, tak sanggup menerima semua ini. Dia tak pernah tahu kapan semua ini akan berakhir. Dia hanya punya sedikit teman-teman dan mereka satu persatu telah menjadi incaran 'mereka'.Kalau waktu bisa diputar, dia lebih baik tak pernah dilahirkan, sehingga tidak ada orang yang tersakiti atas ulahnya.
…God, help….me, batin Sasuke
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Selang 3 jam, pria manis berambut pirang itu kembali ke ruangannya dengan ditemani sang suster. Dia tampak malas-malasan
"Kau tahu, rasanya membosankan sekali prince" , keluh Naruto
Tak ada jawaban dari Sasuke. Sasuke hanya melangkahkan kaki ke luar ruangan karena dokter ingin berbicara kepadanya dan meninggalkan Naruto sendirian.

"Kau bisa lihat ini. Serpihan tulangnya mengenai nerve nya dan itu sama sekali bukan kabar baik. Kelumpuhan 90% bisa akan terjadi. Kalau ku sarankan, sebaiknya dia ditangani keluar negeri saja, Jerman sepertinya salah satu yang cocok.
"Hn" , respon Sasuke sambil mengamati fragmen-fragmen yang dihasilkan dari gelombang elektromagnetik itu.
"Lalu, luka pada wajahnya kau bisa lihat sendiri itu bukan luka biasa. Robekannya terlalu besar dan dalam. Pengobatan biasa tidak bisa mengembalikannya seperti semula. Operasi plastik di Korea itu cukup maksimal." , terang sang Dokter
"Kapan dia bisa menjalankan semua itu?"
"Minggu depan. Sampai menunggu lukanya semua kering dan sedikit membaik"
"Baik. Ada yang perlu dibicarakan lagi , Dok?"
"Tidak. Terimakasih atas waktunya" , jawab sang dokter ramah sambil tersenyum.
"Saya permisi" , ujar Sasuke sopan sambil meninggalkan ruangan itu. Dia mampir sebentar ke cafeteria untuk memikirkan hal itu sambil menyesap secangkir kopi.. Hanya kemungkinan kecil Naruto akan menyetujuinya. Anak itu sangat keras kepala, dia tidak mau menyusahkan orang lain.
"sigh" , gumam Sasuke

Usai menghabiskan kopinya, Sasuke menuju ke elevator dan kembali ke ruangan Naruto berada. Dia memutar kenop pintu dan melangkahkan kakinya ke kursi yang ada di samping pria manis itu.
"Prince, apa yang kau bicarakan dengan dokter tadi?" , tanya Naruto penasaran
Tak ada jawaban
"Sesuatu yang buruk?" , tambah Naruto
"Pengobatan harus ke luar negeri" . sahutnya
"APA? Ah aku tidak mau!" , protes Naruto
Sasuke hanya diam. Dia sudah menduga ini sebelumnya
" Kau tahu, aku patut bertanggung jawab bodoh."
"Apa? Kau kira ini salahmu hah? Tidak salahmu sama sekali. Aku saja yang terlalu bodoh menjaga diri" , bela Naruto
"Apa kau kira aku senang dengan perbuatanmu eh? Apa kau kira aku bisa diam melihatmu hancur-hancuran seperti ini?...Just shut up for once... What the heck to you know about it? It's not like you ever had a 'family' in the first place. You were on your own right from the beginning! What makes you think you know anything about it, huh? I'm suffering now because Ihadthose 't i e s'. How on earth could you possibly understand what it feels like to lose all that?"
" …..then…After all that talk about your destiny, you don't really believe in it, do you?" , ucap Naruto dengan nada sedikit mengejek
"….tell you the truth, I never believe in fucking destiny. But, I'm being tied on that for God sake!"
"….berulang kali ku katakan kalau aku siap menerima resiko berteman denganmu, peduli setan dengan apapun yang 'mengikat'mu"
"Dan kau pikir aku senang ?Bagaimana kalau posisinya dibalik?" , timpal Sasuke
Naruto hanya diam. Dia tidak tahu harus menjawab apa
"Kau tahu sendiri kan bagaimana terpuruknya aku saat tahu Sasori meninggal karena 'ulah'ku"
"Itu bukan ulahmu Sa-"
"Padahal dia hanya kakak kelasku sewaktu SMP selama 2 tahun. Setelah lulus kami hilang kontak dan tidak ada berhubungan lagi sampai akhirnya dia meninggal. Tak bisakah kau bayangkan, orang yang tidak ada di samping ku kayak Sasori saja bisa buat aku sampai nyaris hancur gara-gara dia meninggal.
Apalagi tak sanggup membayangkan kalau kau sampai seperti Sasori. Apa kau kira aku tak sakit melihatmu seperti ini. Sahabat pertamaku yang telah mengubahku. Yang telah menemaniku selama 5 tahun. Nyaris setiap hari ketemu. Ada waktu aku koma, orang yang pertama ku lihat saat aku bangun dari koma. Dan menurutmu aku senang heh sama sikapmu yang siap terima konsekuensi jadi sahabatku? Asal kau tahu saja,sifatmu hanya bisa membuatku menghindar darimu bodoh. Aku sakit, tapi sialnya tak pernah cukup sakit buatmu"

Sasuke cukup terkejut atas apa yang telah ia katakan. Ia tak sangka ia lepas kendali seperti ini. Mengatakan apa yang ada dipikirannya terang-terangan pada Naruto. Tapi dia tidak menyesal, ia merasa lega sekarang. Tanpa disadari dia tersenyum. Dia puas melontarkan apa yang ada dipikirannya
Tapi bukan Sasuke namanya kalau ia terlarut dalam suasana. Ia mengembalikan ekspresinya kembali datar dan bertingkah laku seperti biasa.
Sementara Naruto, dia terperangah hingga sekarang. Tak percaya atas apa yang baru dia dengar, apalagi mendengar sang prince berbicara panjang lebar seperti ini.

"Jadi kumohon menurutlah sekali saja..Jalani saja pengobatan diluar negeri. Itu akan sangat membantuku menebus kesalahanku" , tambah Sasuke
Naruto tetap saja masih diam, dia tetap terperangah sambil memandang Sasuke
"Bagaimana?" , tanya Sasuke sambil mengayunkan tangannya
'Hoi" , hentaknya pada Naruto
Mau tak mau Naruto sadar lagi ke dunianya, dia mengerjapkan mata lalu nyengir
"Hehehe..gomenasai~" , ucap pria manis itu

'Hahahahaha Sasuke, kau tahu kenapa aku menolak ajakan itu? Sama sekali bukan karena aku tidak mau merepotkanmua. Mungkin itu juga. Tapi alasan terutama karena aku takut kalau aku sampai 'lepas kendali' ke luar negeri hanya berdua denganmu. Itu bukan ide yang baik kawan hahah.' Batin Naruto

"Lalu bagaimana? Kau mau kan?" , tanya Sasuke antusias
"Sejak kapan ada yang menolak direct order mu prince?" , timpal Naruto sambil tersenyum

Setidaknya suasana membaik. Sasuke terlihat lega sekarang. Seakan-akan bebannya telah hilang. Dan Naruto sangat senang melihat semua itu

'Demi Tuhan aku tidak pernah berbicara seperti itu. It's so freaking cheesy, dude. But I'm satisfied now.' Batin Sasuke. Dia tidak mengerti apa yang terjadi padanya. Seumur hidup dia tidak pernah menunjukkan kelemahannya seperti sangat sopan dan memohon. Mengatakan semua apa yang terganjal dihatinya. Entah kenapa di depan Naruto semua itu terlihat lebih mudah. Dia bisa hilang kendali seperti itu.

"Aissshhhhh….Aku mau pipis! Kebelet!" , celetuk Naruto tiba-tiba yang membuat pria berambut raven itu tersadar dari lamunannya
"Sigh" , gumam Sasuke

Dia bangkit berdiri, dan mengambil pispot.
"Jangan pakai pispot prince. Aku tidak suka." , tukas Naruto
"Kau sebaiknya sadar. Kakimu sedang tidak berfungsi sekarang. Tanganmu juga"
"Gamau!"
"…..sini. Aku bantu kau ke kamar mandi" , tawar Sasuke sambil mengangkat tubuh mungil itu dan membawakan tongkat penyangga"
"AW! AW! Pelan-pelan kek! Sakit!", erang Naruto cerewet
"Sssshhh…"
"Adaaaaawww! Sakiiiiiiiiiittt…."
Sasuke tidak mempedulikannya, dia terus menuntun Naruto sampai ke kamar mandi. Membantunya menggunakan tongkatnya.

Sesampainya di kamar mandi ketololan pun dimulai.
"Sudah cepat selesaikan" , perintah sang Prince
"…err….."
"Kenapa?"
"Err…aku tidak bisa buka celanaku sendiri. Tanganku kan tidak bisa digerakkan" , ucap Naruto dengan wajah sedikit merah.
Sasuke yang sudah terbiasa dengan keabnormalan kakaknya, Uchiha Itachi sama sekali tidak terganggu dengan keadaan itu. Dia menurunkan celana Naruto beserta celana dalamnya.
" Pfft, prince kok kayak nafsuan sih"
Naruto sebisa mungkin menjaga sikapnya. Dia berusaha menggoda Sasuke agar tidak salah tingkah
"….ngggg" , gumam Naruto
"Apa lagi?"
"Anu…. Aku juga tidak bisa pegang 'itu' ku"

Diam

"Haiiiiiiiissssssshh! Aduuuhhh kebelet nih! Gimanaa aaahhhh" . sentak Naruto yang sudah mati-matian menahan pipisnya
" ckckckckck"
Sasuke tanpa pikir panjang segera memegang 'itu' Naruto tanpa ekspresi. Naruto yang menyadari kembarannya dipegang bergidik tak karuan. Tapi panggilan alam yang telah tak sabar menunggu itu, membuatnya tak punya malu.

SSSRRRR!
Air seni Naruto keluar dengan lancar dan tanpa disengaja mengenai tangan sang Prince
"…" Tanpa mengatakan apapun Sasuke meremas kepunyaan Naruto
"Aaaah~ Gyaaaaa! Mesum!" , teriak Naruto yang kaget akan perlakuan sang Prince"
"..lagian udah dibantuin malah pipisin pula ckckckck.. Dikasi hati minta jantung" , balas Sasuke sambil mengusek-usekkan tangannya ke rambut pirang Naruto. Dia meninggalkan Naruto sambil nyengir tanpa dosa
"….AAA!Brengsek.. Baka Prince…wooii rambutku " , berontak Naruto sambil teriak-teriak tidak jelas
"Pffft, you smell like a toilet Naruto" , sahut Sasuke dari luar kamar mandi dengan senyum menghiasi wajahnya
"….set dah…brengsek. …apa dia tidak tahu apa yang telah dia lakukan. Sigh…kan benar" , gumam Naruto sambil melihat kepunyaannya yang kini mulai menegang. ….Demi Tuhan, tangannya lagi patah begini bagaimana bisa masturbasi.
"nggghh….ng..aaahh.. Saa…" , desah Naruto sambil memejamkan matanya
Sasuke yang merasa telah memberi waktu cukup untuk Naruto menyelesaikan panggilan alamnya menyusul Naruto ke kamar mandi
"aaahh..nnnhhh Sa….su….ke"
Sasuke yang berada dibelakang Naruto kini cengo dengan pemandangan dihadapannya

1 menit

2 menit

"Sasss….aaahh….." , erang Naruto erotis sambil menikmati permainannya sendiri. Matanya masih menutup dan wajahnya sedikit bercucuran keringat.
"Sasss..sukee! Aaaaa!" , teriaknya sepelan mungkin(agar tidak ketahuan) sambil membersihkan cairan putih kental yang sekarang telah melumuri kejantanannya.
"…aku baru tahu namaku serendah itu. Kau sebut saat kau cum, ckckckck" , tukas Sasuke meremehkan
Demi apapun di dunia ini, Naruto hampir terjengkal mendengar semua ini. Apa yang dia lakukan sampai masturbasi di depan pria yang dia sayangi. Ya Tuhan, kau jahat sekali
" hehehehe..err…ngg..namamu saja sih yang terpintas dipikiranku" , ucap Naruto ngasal sambil salah tingkah
"..pff..homo" ,respon Sasuke sambil ketawa pelan
Sasuke masuk ke kamar mandi dan membersihkan Naruto. Menyiram, menyabuni hingga bersih
" Kata dokter kau tidak boleh berlama-lama kena air. Lukamu itu bodoh, perhatikan"
Sasuke mengambil handuk dan mengeringkan Naruto. Menuntun dan membaringkannya di tempat tidur. Sementara Naruto, dia hanya diam. Wajahnya sangat merah dan dia salah tingkah sedari tadi.
Kini Sasuke meraih PSP nya dan asyik bermain disamping Naruto. Sementara Naruto mencoba menenangkan diri dan menstabilkan emosinya

" kau suka samaku ya?" , tanya Sasuke dengan mata yang tak beralih sedikit pun dari layar PSP nya
Ucapan Sasuke membuat Naruto tersedak air liurnya sendiri. Dia diam sebentar, mengedipkan matanya, lalu berteriak keras-keras(mulutnya tentu saja sudah membaik)
"woi….kesambet apa prince? PD sekali kau wkwkwkwkwkwkwkwkw"
"…suka bilang saja. Aku sudah terbiasa dengan itu"

Pria yang dikenal dengan Sasuke Uchiha itu memang sudah terbiasa dengan semua itu. Diluar sana banyak sekali perempuan maupun lelaki yang tergila-gila padanya. Demi apapun dia sampai stress menghadapi semua itu. Sewaktu dia dirawat dirumah sakit, ada pasien diruangan sebelahnya yang mencuri celana dalamnya entah bagaimana caranya. Sewaktu SMP ada adik kelasnya yang tidak melanjutkan ke SMA karena sang prince itu melanjutkan SMA dengan homeschoolingdan cewek itu menghabiskan sisa hidupnya untuk mencari-cari informasi tentang Sasuke hingga sekarang. Oh iya, cewek itu juga mempunyai 6 tato dan semua itu bertuliskan nama Sasuke. Lalu, sewaktu dia dipaksa ayahnya untuk ikut bermain golf dengan rekan ayahnya, saat sedang sedikit nungging untuk memukul bola golf, dengan sengaja rekan ayahnya meremas pantat sang Prince. Dan masih banyak lainnya.

"kau suka kan?" , tanya Sasuke sekali lagi sambil meletakkan PSP nya di meja disampingnya
" iya" , reflek pria berambut pirang itu
Entah setan apa yang telah merasuki Naruto untuk berbicara jujur. Refleknya sedang sangat tidak bersahabat sekarang. Rahasia yang selama ini telah ia pendam selama 5 tahun itu terbongkar sudah. Percuma dia menyimpannya selama itu. Tapi ya sudah, sudah terjadi mau bagaimana lagi

"oh" , jawab Sasuke acuh tak acuh tanpa ekspresi

Mampus..responnya cuma itu? Ckckckckckckck kejam sekali. Batin Naruto teriak.
"Ya tuhan mirisnya diriku wkwkwkwkwkw" , bisik Naruto sangat pelan pada dirinya sendiri.

"Hoi aku ngantuk. Aku tidur dulu ya" , kata Sasuke santai sambil beranjak menuju sofa
"ah iya" , jawab Naruto gugup

Sementara Sasuke tidur, Naruto menyalakan tv dan menonton animal planet untuk sekiranya mengalihkan pikirannya. Tak ada sejarahnya anak shinobi bermiris ria apalagi menggalau ria karena perasaan. Di layar lebar itu tampak seekor hiu sedang menyerang Naruto. Film itu cukup memicu adrenalin rushhingga Naruto bisa mengalihkan pikirannya atas apa yang terjadi tadi. Baru 15 menit Naruto menonton dan tiba-tiba Sasuke terbangun

!

Begitulah kira-kira keadaannya. Sasuke bangun tidak seperti biasanya. Mungkin dia mimpi buruk. Naruto yang menyadari itu mengalihkan pandangnya ke Prince
"..Ng..Kenapa kau? Heboh gitu bangunnya. Tidak seperti biasanya" , tanya Naruto bingung
"…..sial…mimpi aneh…sekali…set dah" , tukas Sasuke
"He? Wkwkwkwkwkwkw anak aneh.. baru tidur 15 menit aja udah mimpi wkwkwkwkwkwkw"
Sasuke yang mendengarnya menatap tajam ke Naruto lalu melempar bantal sofa kepada pria manis itu.
"wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkw!" Naruto yang dilempar malah tertawa. Semakin laknat pula.
"Ngepet"
"Hee…kau yang ngepet…kau yang babi prince…Wkwkwkwkwkwkw.. ….eh anyway, mimpi apaan emang?" , tanya Naruto penasaran. ": Jangan-jangan mimpi basah ya? Wkwkwkwkwkwkwkwkkw"
"…setan… kepiting idiot. Kau pikir aku sepertimu? Mesum, brengsek, homo." ,balas Sasuke
" .set..waw….waw… prince santai ngatainnya lah" , protes Naruto yang merasa dirinya sudah ditelanjangi habis-hiabisan.
"Hn" , gumam Sasuke dengan tampang belagu banget
"..udah deh..sana tidur lagi Prince" , saran Naruto sambil melanjutkan aktivitasnya menonton tv

Je ne comprend pas…francais

Tiba-tiba lagu Jack Dickson teralun lembut dari TV sebagai lagu selingan dari acara animal planet itu.
"Widiiihh, lagunya pakai bahasa apaan nih? Prancis ya? Je ne comprend pas..francais artinya aku tidak mengerti bahasa Prancis kan? Wkwkwkwkwwkwk satu-satunya kalimat yang aku ingat artinya nih dalam bahasa Prancis. Paling efektif..jadi kalau ketemu sama orang monyong-monyong(well, orang Prancis kebanyakan monyong ya kan? /ditimpuk) tinggal bilang Je ne comprend pas deh wkwkwkwkwkwkwkwkwkw"
"…ckckckckck idiot dasar" , sela Sasuke
"Prince..prince artiin lagunya dong." , pinta Naruto
"..tadi gak dengerin. …..judulnya apaan?
"Belle..yang nyanyi Jack Dickson" , jawab Naruto
Sasuke langsung menyambar laptopnya dan mensearching lagu tersebut. Sekitar 2 menit dia mendapatkannya dan sekarang sedang mendownloadnya. Sementara itu Naruto melanjutkan tontonannya.
"wissshh..serem..hiu nya wow" , gumam Naruto sambil melihat lekat-lekat film itu.
Usai meyelesaikan unduhannya Sasuke menyetel lagu tersebut
"Yang ini bukan lagunya?" , tanya Sasuke
"iyaaa Prince..yang ini…", jawab Naruto girang sambil mendengarkan lagu tersebut
Sasuke asik mendengarkan lagunya sambil ikut melafalkan liriknya pelan-pelan
"…bella…che fa…" , nyanyi Sasuke
" …..heh..bahasa apaan tuh Prince?"celetuk Naruto
' Sassshh..diam dulu"
"….But..belle..Je ne comprend pas…francais..So you have to speak to me some other way" , sambung Sasuke
"wiiiiisssss, cadaaassss… artinya apaan Prince?" , tanya Naruto berisik
"…diem dulu kau gendut..ini kelewatan bagian depannya gara-gara kau berisik idiot!" , geram Sasuke
"Jleb! Aku gendut? Demi Tuhan, ideal gini!" , protes Naruto

Sasuke mempause kan lagu tersebut lalu berkata
'"Ideal eh? Gak sadar apa… kerjaan mu disini cuma makan tidur..Kemarin timbang beda kan? Naik 1 kg. Ckckckckckck gendut" , terang Sasuke sambil senyum tipis terlukis di wajahnya
"Astaga! Baru 1 kg juga… gak gendut lah. Dari 65 ke 66 Cuma 1 prince… aku kan tinggi 180cm noh..sigh..payah deh punya Prince ceking" , ujar Naruto
"…kau bilang apa? "
"Eh..enggak..heheh..lanjutin prince..lanjutin…." , cengir Naruto
Sebelum melanjutkan lagu tersebut sang onyx sempat memandang Naruto tajam. Ya, deathglare. Pelanggaran bagi orang lain mengatakannya ceking. (Emang ceking woy! Tinggi 185 berat 55 wkwkwkwkwkwk)

"Oi..lienda.. Bella cha fa.. Bonita..bonita que ta.. But belle..Je ne comprend pas…francais..So you have to speak to me some other way"

Suara Sasuke mengalun cukup lembut dan merdu. Dia mengulang lagu itu 2 kali lalu mengambil gitarnya yang terletak disamping sofa. Dia bangkit berdiri dan menarik kursi disamping Naruto lalu duduk disamping pria manis itu.
Nada-nada halus nan nyaring mengalir dari bibir pemuda tampan itu bak air sungai yang mengalir tenang. Jari-jari lentiknya memetik dawai gitar dengan sempurna. Dia memainkan melodinya.
"wow..Prince…emang jago ya..baru dengar aja udah bisa mainin pakai gitar gini" , decak Naruto kagum
"Oi lienda..Bella .. Bonita..bomita que ta…But Belle..Je ne comprend pas ..francais. So you have to speak to me some other way.." . Sasuke menyanyikan lagu tersebut sambil memainkan melodi gitarnya. Semuanya terasa benar. Suara maupun melodinya. Dan juga tanpa ia sadari ia melakukannya dengan senyuman manis terpampang diwajahnya. Naruto yang melihat itu tak henti-hentinya berdecak kagum. Ia terkesima dengan sang prince satu itu. Auranya tenang, kharismanya lembut, suaranya merdu, gerakan tangannya sempurna. Yang jelas semua terasa benar.

"Waw….keren! Artinya apaan prince? " , tukas Naruto dengan mata berbinar
Masih sambil memainkan gitarnya ia bernyanyi kembali sambil menjelaskannya kepada Naruto.
"Oi..lienda..bella che fa….. " , lantun Sasuke lembut "Ini bahasa Itali, artinya,,Hey beautiful..beautiful. what's up"
"Hooo..terus?"
"Bonita..bonita que ta…. Ini bahasa..hn..Spanyol Artinya sama.. Beautiful..beautiful.. what's up?"
"But Belle..Je ne comprend pas..francais..yang tadi kau sebutkan, but beautiful I can't understand france"
"So, you have to speak to me some other way"
Sasuke menjelaskan arti lagu itu kepada Naruto sambil tetap memainkan melodinya. Entah kenapa dia merasa tertarik dengan lagu ini. Lagunya yang tenang dan sederhana membuat hatinya damai…apalagi…bersama Naruto..?

"Wow..Prince..lagi prince..lagi!" Naruto yang mendengarnya cukup terpukau dengan permainan Sasuke. Dia ingin mendengarkan lagu itu. Sasuke yang memang suka dengan lagu itu dengan senyum manis memainkan lagu itu kembali. Terlalu mahir memainkan gitar. Dia tanpa ragu menambahkan beberapa improvisasi di lagu tersebut. Merasa menghasilkan nada yang lebih sempurna membuatnya bangga dan nyengir tidak jelas. Dia memainkannya dengan penuh penghayatan.

"…..k-k-keren! Makin mantap aja..lagi..lagi Prince" , sambar Naruto cepat sebelum sang Prince meletakkan gitarnya
"…..buset..suka eh sama lagu ini?" , tanya Sasuke dengan menaikkan salah satu alisnya
"Iya! Bagus..keren..simpel..apalagi di improvisasi gitu…lagi!" , pinta Naruto tak sabaran
"..pfft, dasar bocah" , tukas Sasuke

"But..belle..Je ne comprend pas..francais. So you have to speak to me some other way" , ujar Sasuke, Di menyanyikan lirik terakhirnya saja lalu senyum simpul dan meletakkan gitar tak jauh dari tempatnya
"…." Naruto hanya diam. Dia merasa tersindir akan ucapan Sasuke. Atas bait terakhir yang Sasuke nyanyikan(untuknya)
'Heh, aku merasa kalau kau menyindirku. Seolah kau berkata : ..aku tidak mengerti caramu menunjukkan sayang kepadaku..Pakai cara yang lain kek idiot' Batin Naruto. Berbisik dengan batinnya sendiri membuatnya tertawa geli.

"..hoi…bengong lagi..udahan ah..bosan" Perkataan Sasuke menyadarkan Naruto kembali
"Ah, lagi dong Prince…manis lagunya" , ucap Naruto dengan wajah oh so cute saat mengatakan kata manis tadi
"Hn, dengarin dari laptop aja bodoh" , balas Sasuke sambil menyetel lagunya
"Bhuuuuu~~ Gak seru~" , protes Naruto sambil menggembungkan pipinya sedikit
"Peduli setan"
"Pellllliiiiiitttttt!"
"….diam kau gendut"
JLLLEEEBB!
"wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkw" ejek Sasuke
"ah setan kau pantat ayam! Aku gak gendut brengsek!"
"bodo..gendut"
" habis kau ceker!"
"gendut"
"monyong"
"gembrot"
"kampret"
"gembul"
"…sasuke brengsek! Apa sampai segitunya hah?" , teriak Naruto yang sedikit naik pitam
"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH"
"…." Naruto hanya diam sambil memandang(galak) sang Prince
"hee..apaan..wajah idiot gitu..malah lucu usuratonkachi"
"….brengsek"
"wkwkwkkwkwkwkkwkwkwk"

"…."
"Ng..apa? Kenapa mendadak diam?" , tanya Naruto
Yang ditanya malah berjalan mendekat ke Naruto lalu menoel pipi Naruto
"Tembem" , ucapnya sambil nyengir seperti anak kecil
"…gak tembem…woi" , protes Naruto sambil meratapi tangan dan kakinya yang tidak berfungsi. Tentu saja dia ingin mengahajar pria pantat ayam itu " Udah sana tidur aja! Rese!' , tambah Naruto sambil melempar bantal kea rah Sasuke. Tapi sayang sampai setengahnya saja tidak. Oh malangnya tangan Naruto
"wkwkwkwkwkwkkwkwk hahhahah" Sasuke terus saja tertawa. Dia tampak sangat bahagia menertawai Naruto seperti itu.
Sasuke bukannya kembali ke sofanya dia malah berjalan ke arah Naruto dan naik ke atas tempat tidur pria berambut pirang itu.
"…eits..apa-apaan ini, Tempat tidur anda di sofa..tuh bantal udah kelempar ke sofa" , ucap Naruto sedikit kalap karena sekarang jantungnya berdetak lebih cepat
"Aku tidur disini.. Sapi hamil lebih empuk sih daripada bantal sofa" , jawabnya sambil nyengir(menggoda)

Double JLEB!
"Wkwkwkwkwkwkwkwkwkkwkwkw", tawa Sasuke membahana kembali. Lalu tanpa dosa dia meletakkan kepalanya ke bahu Naruto
'Demi Tuhan..setan normal pun sadar si prince satu itu menggoda banget sekarang' Batin Naruto gusar. Dia takut kalau dia lepas kendali. Untuk pertama kalinya dia bersyukur atas tangan dan kakinya yang sedang tidak bisa digunakan sekarang.
"hmmm..awas ya sampe berileran" , tukas Naruto dengan nada sedikit mengejek
"…kau pikir aku Shikamaru eh?"
"wkwkwkwkwk lucu deh kalau kau jadi Shikamaru hahahahahahaha" Giliran Naruto sekarang yang tertawa
"Udah ah, jaangan berisik..aku bilang aku mau tidur" , sela Sasuke
"iya iya.." , jawab Naruto

Naruto kembali meraih remote tv nya dan menonton kembali animal planetnya yang terabaikan sedari tadi. Tidak sampai 5 menit dia sudah mematikan tv dan kini dia memandangi Sasuke. Naruto tidak bisa fokus kawan dengan Sasuke yang tidur dibahunya saat itu. Sasuke tidur dengan tampang tidak berdosa dan polos. Auranya juga tidak hitam, tidak ada tanduk maupun ekor iblis atau apa pun yang biasanya selalu setia menemaninya seolah tidak ada 'pertahanan' sama sekali.

"Sigh" , gumam Naruto
Naruto tak kuasa menahan gejolaknya melihat Sasuke yang tidur bagaikan anak bayi itu. Dia berusaha diam menenangkan diri…ya sebut saja meditasi. Tapi sayang, keberuntungan tidak berpihak padanya. Lagu ma belle kemabali beralun dari laptop yang lupa dimatikan itu.

Oi lienda
Bella che fa
Bonita, bonita que tal?
But belle,
Je ne comprend pas..francais
So, you have to speak to me some other way

Lagu yang mengalun lebut itu menemani Naruto yang kini tengah memandangi Sasuke tidur.
'Oi lienda bella che fa' Lagu itu kembali terputar ulang. Mungkin play again disana teratur secara otomatis.
'Kau juga tembem sas.." , bisik Naruto lembut sambil menoel pipi Sasuke
"Ga deh..gak tembem.. gembil wkwkwkwkwkw"
"nggghh" , erang Sasuke pelan. Mungkin saat tidur pun instingnya berjalan sempurna saudara-saudara. Naruto yang mendengar itu berhenti menoel Sasuke. Hanya dia yang tahu kenapa. Entah dia tidak mau Sasuke terbangun atau dia tidak mau melanjutkannya karena lepas kendali mendengar erangan Sasuke lagi. I myself prefer choosing the second option.

'But belle'
'Je ne comprend pas..francais'
'So, you have to speak to me some other way'

"….memang kau mau aku menunjukkan 'nya' bagaimana hah?" , tanya Naruto kepada Sasuke yang sedang tertidur pulas dengan senyum manis diwajahnya
"…zzzzzz"
"Hmm..nah kau saja tidak bicara..aku mana tahu juga harus gimana brengsek" , tambah Naruto sambil mengelus lembut kepala Sasuke. Senyum manisnya masih terpampang jelas diwajahnya.

.

TBC

.

Demi Tuhan gak tahu ini apaan. Melenceng sangat. …ah sudahlah..saya despereeeetttt…. Berkenan silahkan review.

Yoroshiku Onegaishimasu~