Nocturnal Lights
.
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
.
.
May Be - Yiruma
.
.
Cahaya mentari menyinari wajah Byun Baekhyun yang masih terlelap. Gadis itu perlahan membuka matanya. Sebelah tangannya ia gunakan untuk mengusap wajah, sedang tangan yang lain merogoh-rogoh sekitar guna mencari ponselnya yang kini entah di mana.
Gotcha!
Hah? Sudah jam setengah 7? Gawat!
Setelah mengecek beberapa notifikasi, Baekhyun meregangkan tubuh mungilnya. Ia mengisi daya pada ponselnya yang telah diletakkan di atas nakas. Baekhyun menguap sebentar, lalu bergegas ke kamar mandi.
Baekhyun mengeluarkan dress putih tanpa lengan dan shirt dress biru muda dari dalam lemari dan menaruhnya di atas kasur. Ia terdiam dan tampak fokus memilih diantara keduanya. Selang beberapa menit kemudian, akhirnya ia memilih shirt dress selutut berwarna biru muda yang dipadukan dengan sneakers kesayangannya. Untung saja tempat kerjanya membebaskan pakaian karyawan, jadi Baekhyun tidak perlu repot-repot memakai baju resmi setiap hari.
Selesai memakai baju, Baekhyun mematut dirinya di depan cermin dan mulai menyapukan makeup dengan sentuhan ringan. Baekhyun tidak menyukai dandanan yang terlalu tebal. Ia lebih suka tampil natural. Beruntunglah dirinya memiliki kulit seputih susu. Dalam berdandan, benda yang wajib dipakai Baekhyun adalah eyeliner. Terakhir, ia menyapukan liptint warna cherry di bibir tipisnya, lalu mengedipkan mata sambil memeriksa makeupnya.
Sempurna.
Puas dengan hasil makeupnya, kini Baekhyun tengah sibuk mengurus rambut panjangnya yang berantakan. Ia membawa semua rambutnya ke atas dan memutuskan untuk membuat messy bun. Dan, selesai.
xoxox
Baekhyun sampai di tempat kerjanya 20 menit kemudian. Ia disambut ramah oleh Junmyeon, Jongin dan Minseok, yang tak lain adalah rekan kerjanya. Baekhyun membalas sapaan mereka dengan ucapan selamat pagi sambil tersenyum lebar. Ia berjalan menuju ruang staff untuk menaruh tas dan mengambil apron. Selanjutnya, Baekhyun menyusul ketiga rekannya untuk membereskan kafe.
Baekhyun bekerja sebagai barista di sebuah kafe di kawasan Gangnam. Café Universe namanya. Waktu itu ia mendapat tawaran pekerjaan sebagai barista dari tetangganya, Sehun, yang merupakan teman dari pemilik kafe. Beruntunglah ia diterima sebagai pekerja tetap di sini.
Selesai bersih-bersih, Baekhyun mendudukkan dirinya di kursi samping Minseok.
"Eonni, kira-kira dia datang lagi tidak ya?", mata Baekhyun menatap perempuan di sampingnya dengan wajah berbinar.
"Ah, laki-laki kayu manis itu ya?"
"Iya, eonni! Ah, aku ingin cepat-cepat bertemu dengannya?"
"Maksudmu 'melihat' dirinya secara diam-diam dibalik tumpukan toples kopi?", ujar Minseok mengoreksi ucapan Baekhyun.
Baekhyun hendak membalas ucapan Minseok, namun bel berbunyi, pertanda ada pengunjung yang datang. Sontak keduanya berdiri dan mengucapkan salam. Baekhyun mendelik ke arah Minseok yang sedang tersenyum tanpa dosa ke arahnya.
xoxox
"B! 1 Iced Americano medium dan Iced Chocofrost untuk meja 5, atas nama Cinta"
"Aye aye Minseok eonni!"
Baekhyun menggerakkan jari gemulainya untuk meracik pesanan. Matanya melihat takaran bahan dengan fokus. Sesekali ia menggigit bibir bawahnya untuk menghilangkan rasa gugup. Walaupun sudah 5 bulan bekerja, tetapi Baekhyun masih merasa gugup saat meracik pesanan. Ia takut bahwa racikannya tidak sesuai dengan lidah pelanggan. Untunglah sejauh ini belum ada pelanggan yang komplain akan racikannya.
"Jongin, tolong antarkan ke meja 5 yah. Atas nama Cinta ya. Thanks", ucap Baekhyun sambil tersenyum manis. Jongin yang sedang asyik berbalas pesan dengan gebetan harus rela menghentikan aktivitasnya sejenak. Baekhyun terkikik melihat wajah kesal Jongin.
Belum sempat Baekhyun bernapas lega, ada lagi orderan yang masuk. Kafe ini selalu ramai pengunjung. Dan saat mendekati makan siang pengunjung yang datang bisa menjadi dua kali lipat. Sepertinya hari ini akan menjadi hari yang melelahkan.
Saking fokusnya bekerja, Baekhyun lupa bahwa ia menanti kedatangan laki-laki kayu manis itu. Dan entah apakah ini suatu kebetulan atau bukan, di saat Baekhyun menoleh ke arah pintu masuk, iris matanya bersirobrok dengan manik mata lelaki itu. Ah, rasanya Baekhyun ingin pingsan.
Mata Baekhyun tak bisa lepas dari lelaki itu. Kemeja putih dengan garis biru muda itu menempel dengan pas di tubuhnya yang tinggi. Rambutnya yang sedikit berantakan menambah kesan seksi. Ingin rasanya Baekhyun menerkam lelaki itu.
"Hot Butterscotch Coffee dengan tambahan bubuk kayu manis"
Oh Tuhan, bahkan hanya dengan mendengar suaranya bisa membuat Baekhyun keringat dingin. Suaranya berat dan dalam, sungguh seksi. Baekhyun tak dapat membayangkan bagaimana jika lelaki itu melakukan-
"Ya! Byun Baekhyun!"
Baekhyun tersentak dan mendapati dirinya diomeli Minseok karena bengong ditengah-tengah jam kerja. Baekhyun hanya bisa nyengir kuda ketika diomeli Minseok.
Butterscotch coffee.
Baekhyun tersenyum tiap kali meracik menu itu. Jarang sekali orang-orang memesan minuman ini. Kopi dicampur dengan sirup butterscotch dan diberikan saus caramel memberikan rasa pahit, manis dan gurih dalam satu tegukan. Baekhyun memberi sejumput bubuk kayu manis untuk menambah aroma rempah. Nah, selesai. Dan untuk kali ini, Baekhyun memberanikan diri untuk mengantarkan pesanan laki-laki itu.
"Umm, permisi. Atas nama Park Chanyeol?"
Dan kedua manik mata mereka kembali beradu.
haloo! chapter 1 sudah update yaaa, yang kemarin itu baru prolognya aja hehe
jangan lupa reviewnya yaaa :)
.
terima kasih
Babybaekchan2 | febioladanisa | baekheemochi
untuk reviewnya
xoxo
