Hallo, saya newbie di sini. Masih belajar untuk menulis, semoga kalian suka.

Cerita ini saya masukan di rate M, karena akan ada konten-konten yang tidak cocok untuk anak-anak, termasuk kata-kata yang sifatnya kasar.

KyuMin (GS)

Selamat membaca :)

2

Awal Mula

Seorang pria muda berkulit pucat memasuki sebuah studio musik mewah. Diedarkan pandangannya keseluruh ruangan yang terdapat tiga meja dan beberapa sofa nyaman, serta meja tinggi yang cukup panjang dengan papan nama bertuliskan 'receptionist' di atasnya. Tak menemukan apa yang dicari, ia kemudian berjalan menuju meja tinggi.

"Ada yang bisa saya bantu, Kyuhyun-ssi?", seorang wanita cantik dibalik meja dengan kemeja motif bunganya bertanya pada sang pria muda yang ia panggil Kyuhyun.

"Formal sekali Heechul-ssi", jawab Kyuhyun sambil mengangkat alis kanannya.

"Ini jam kerja, tentu saja".

"Biasanya juga tidak begini", tampik Kyuhyun sedikit mencibir.

"Saya hanya sedang ingin terlihat profesional, seperti pegawai kantor di luaran sana", jawab Heechul tersenyum bangga.

"Bukankah kemarin kau ingin terlihat seperti lady rocker, noona?"

"Moodku berubah hari ini", jawab Heechul singkat, tanpa sadar menghilangkan kata formalnya.

Kyuhyun menggeleng sedikit menahan tawa.

"Baiklah aku akan seperti biasa saja padamu", gumam Heechul sambil memajukan bibirnya. Ia mengambil nafas dalam sebelum kembali bertanya pada pria didepannya, "jadi ada apa pagi-pagi sudah berada di sini?"

"Aku ada janji dengan Jungmo tadi. Apa noona sudah melihatnya datang?"

"Kau pelanggan pertama yang datang hari ini, dan seingatku kalian akan memakai studio nanti siang", jawab Heechul. "Memangnya kau tidak kuliah?"

"Bolos", jawab Kyuhyun singkat.

"Dasar adik kecil!", cibir Heechul.

"Aku sudah besar noona", kesal Kyuhyun. "Aku malas berada di kampus, ada wanita brengsek yang terus mengikutiku", moodnya langsung berubah.

"Siapa?", tanya Heechul heran.

Belum sempat Kyuhyun menjawab seorang pria dengan celana pendek dan kaos oblong putih membuka pintu kaca dari arah luar. Sontak Kyuhyun dan Heechul mengalihkan perhatian pada sosok tersebut.

"Oh.. noona!", sapa pria itu pada Heechul sambil mengangkat tangan kanannya.

"Selamat datang Jungmo-ssi", jawab Heechul tersenyum dan kembali pada mode formalnya.

Jungmo hanya melongo heran melihat tingkah Heechul yang menurutnya aneh. Tanpa mau memikirkan lebih lanjut, ia mengalihkan pandangannya pada pria di depan Heechul. "Kyu, Jinyoung tadi meneleponku, menanyakanmu sambil menangis. Dia bilang kau meninggalkannya di kampus", ucapnya.

"Kami putus", jawab Kyuhyun kesal.

"Kalian putus?", tanya Heechul memandang Kyuhyun sambil mengerutkan kening, lupa akan mode formalnya.

"Hmmm.. dia wanita brengsek yang ku maksud tadi".

"Oh..terima kasih Tuhan, setelah setengah tahun akhirnya kau sadar juga", ujar Heechul tersenyum senang. Kyuhyun memutar kedua bola matanya menanggapi komentar Heechul.

"Jadi sekarang kau mencoba kabur darinya?", tanya Jungmo.

"Enak saja", jawab Kyuhyun ketus. "Aku muak padanya. Dia berciuman panas dengan pria lain semalam di club, dan ini yang kedua aku melihatnya".

"Sudah dari dulu kan ku bilang padamu kalau dia murahan", ucap Heechul.

"Ku pikir dia benar-benar baik", ujar Kyuhyun.

"Masih saja membelanya, baik dari mana? kau hanya dimanfaatkan tau!", sanggah Heechul.

"Setidaknya begitu menurutku dulu, lagi pula dia bilang, dia mencintaiku!"

"Masih belum sadar juga ternyata! Kalau dia mencintaimu, dia tidak akan berciuman dengan pria lain".

"Aku tahu", jawab kyuhyun lesu.

"Kau masih menyukainya?", tiba-tiba Jungmo menyela perdebatan tersebut.

Hening sejenak sebelum Kyuhyun menjawab. "Aku tidak tahu, tapi yang pasti sekarang aku muak padanya".

"Sebenarnya wajar sih kalau kau masih suka, peletnyakan kuat sekali", ejek Heechul.

"Sudahlah noona, temanku ini sedang patah hati. Lebih baik kau menghiburnya", ucap Jungmo merangkul Kyuhyun.

Heechul menopangkan tangannya di dagu, terlihat berpikir serius. "Kau benar, malas juga membicarakan wanita itu", ucapnya mengakhiri perdebatan. "Dan ngomong-ngomong, malam ini kalian main kan?"

"Yup, dan sedikit pemanasan di sini", jawab Jungmo.

"Yang lain mana?", tanya Heechul kembali.

"Nanti siang baru kemari, mereka sibuk dengan urusan dunia", jawab Jungmo sedikit geli pada istilahnya.

"Hahaha..bisa saja kau", Heechul trekekeh.

"Kunci!", pinta Kyuhyun pada Heechul.

"Oh, sopan sekali Kyuhyun-ssi. Ini!", ucap Heechul sambil memberikan kunci dengan gantungan bertuliskan 'The Wood' berwarna merah pada pria muda didepannya. Kyuhyun mengambil kunci itu cepat, lalu berlalu tanpa mengatakan apapun, masuk lebih dalam, menghilang dari pandangan dua orang di sana.

"Moodnya cepat sekali berubah", ucap Heechul masih memandang ke arah Kyuhyun menghilang.

"Namanya juga sedang sedih", gumam Jungmo melanjutkan pembicaraan mereka setelah Kyuhyun sudah benar-benar pergi.

"Dia lebih terlihat kecewa dan kesal, menurutku", jawab Heechul.

"Meskipun kurasa dia tidak sampai tahap mencintai Jinyoung, tetap saja sakit", ucap Jungmo sambil menyentuh dadanya. "Walaupun sejujurnya aku juga senang mereka putus".

"Jangan bilang kau..", tanggap Heechul menuduh.

"Haish.. Aku belum selesai!"

"Ups..sorry, lanjutkan Jung".

"Begini, gadis itu memang cantik tapi menempel terus pada Kyuhyun apalagi jika menginginkan sesuatu, kadang sampai merengek. Aku sampai jijik melihatnya jika sudah seperti itu. Heran juga bisa-bisanya dia tidak ikut jijik sepertiku", sambungnya.

"Bukankah banyak pria menyukai gadis manja? sepertinya Kyuhyun kita itu satu diantaranya", timpal Heechul.

"Bisa jadi sih", jawab Jungmo. "Tapi apa kau tahu noona? Kurasa bahkan dia tidak tau, di kampus kelakuan Jinyoung tinggi sekali, terutama pada para gadis".

"Semoga mereka tidak berbalikan", gumam Heechul sambil menangkupkan kedua lengannya di depan dada seperti berdoa.

"Amin", jungmo menanggapi.

"Sudahlah susul Kyuhyun sana, jangan sampai dia menghancurkan salah satu gitar terbaik yang kita miliki", ucap Heechul dengan tampang khawatir yang dibuat-buat.

"Hahaha.. biarkan saja, suruh dia menggantinya", tawa Jungmo ringan.

"Sulit menemukan barang yang bagus, Jung", ucap Heechul sambil memutar kedua matanya.

"Okey.. okey.. aku masuk", Jungmo terlihat mengangkat kedua tangannya tanda menyerah.

Ruangan itu kembali terlihat lengang setelah Jungmo pergi ke arah Kyuhyun tadi menghilang. Wanita cantik bernama Heechul itu kemudian menelepon seseorang dengan ponselnya.

"Sayang, aku punya kabar bagus!", ucap Heechul pada lawan bicara diseberang sana sambil tersenyum miring.

0000

Alunan suara gitar listrik bernada tinggi terdengar mencolok di sebuah bar mewah di sudut Kota Seoul. Terlihat lampu-lampu sorot warna-warni bergantian menerangi sebuah panggung yang menjadi pusat keramaian di tempat itu. Beberapa ratus penonton mengelilingi panggung tersebut sambil berteriak dan bertepuk tangan memberikan semangat pada seorang pria di atas panggung berpakaian serba hitam dengan celana denim ketat dan kaus tangan pendek bertuliskan 'The Wood' berwarna merah, serta aksesoris gelang berbagai bahan yang melingkari kedua pergelangan tangannya. Wajahnya mendongak ke atas sambil memejamkan mata dengan keringat bercucuran di dahinya menikmati melodi yang dimainkan oleh jari-jarinya yang bergerak lincah diantara senar-senar logam benda putih kesayangannya. Suara gitar lain mulai terdengar mengikuti irama yang dimainkan olehnya, diikuti suara bass, keyboard dan dentuman drum yang berharmonisasi menghasilkan alunan yang memekakan telinga, namun disukai para penikmatnya. Pria itu kemudian berjalan mendekati mic yang berdiri di depannya, lalu mulai menyanyi mengikuti irama musik beraliran rock yang mereka tampilkan.

Lagu terakhir selesai dimainkan, perlahan tempat itu terlihat lebih terang karena hanya lampu berwarna kuning yang kini menyala menyorot panggung dan sekitarnya memperlihatkan dengan jelas sosok tampan yang tadi bermain gitar dan bernyanyi, sang vokalis, Cho Kyuhyun. Ia mengajak ke-empat temannya yang tak kalah tampan dan berpakaian sejenis untuk bergabung kedepan panggung membungkuk memberikan hormat tanda terima kasih kepada para penonton yang masih saja bersemangat mengeu-elukan penampilan mereka. Siwon berdiri dari balik drumnya kemudian berjalan kedepan panggung menempati posisi disebelah kanannya, diikuti oleh Donghae, Jonghyun dan Jungmo.

Heechul dan Eunhyuk, kekasih Donghae yang duduk di salah satu pojok ruangan berdiri menyambut Kyuhyun dan kawan-kawan yang baru saja turun panggung dan menghampiri meja yang mereka tempati. Tepuk tangan kecil mereka berikan sebagai penghargaan atas penampilan para pria tersebut, "selalu memukau", puji Heechul. Eunhyuk langsung memeluk Donghae, dan memberikan kecupan ringan di bibirnya.

"Tentu saja", jawab Kyuhyun sombong.

"Tadinya aku khawatir, kami akan tampil buruk karena seseorang yang patah hati, hahaha...", tanggap Jungmo sambil tertawa puas, diikuti oleh suara tawa yang lain kecuali Kyuhyun.

"Sialan kalian!", tanggap Kyuhyun sambil membanting tubuhnya di atas sofa nyaman dibelakangnya. Mengistirahatkan tubuh lelahnya setelah memainkan tujuh lagu di atas panggung.

"Santai saja man!", ucap Siwon padanya.

"Berikan aku gin kalau begitu", pinta Kyuhyun.

"Tidak ingin wine?", tanya Heechul.

"Aku butuh yang lebih kuat saat ini".

"Aku mengerti, kalian?"

"Beer saja, noona", jawab Jungmo.

Kemudian Heechul memanggil salah satu waiters yang berlalu lalang di tempat itu. Setelah memesan apa yang mereka inginkan, ia pergi meninggalkan meja mencari Hangeng sang kekasih tercinta, sekaligus pemilik tempat tersebut.

Dua orang wanita cantik berpakaian seksi berjalan mendekat ke arah mereka. Jungmo yang pertama menyadari kehadiran mereka menyenggol-nyenggol bahu Kyuhyun yang kini sedang memejamkan mata sambil menompangkan lengan kanannya di dahi.

"Diamlah, jangan ganggu ketenanganku!", respon Kyuhyun kesal.

"Pacarmu Kyu, dia sedang berjalan kemari!"

Merasa terusik, sontak Kyuhyun menyipitkan matanya ke arah Jungmo. Pria itu kemudian menggerakan kepala, memberikan isyarat padanya. Mengerti maksud Jungmo, ia mengalihkan pandangannya. Dilihatnya sang 'mantan pacar' berjalan ke arahnya bersama seorang wanita. Raut wajah Kyuhyun berubah menjadi datar ketika melihatnya. Suasana dingin tercipta di meja itu.

"Sayang, kau luar biasa tadi", sapa Jinyoung ketika sampai di depan Kyuhyun. Gadis itu langsung mengambil tempat, duduk menyelip diantara prianya dan Jungmo. "Aaw!", tiba-tiba ia menyuarakan jeritan kecil yang sontak menjadi pusat perhatian di meja tersebut. Ternyata pria di sampingnya mencengkram pergelangan tangannya sangat kuat dan sedikit mendorongnya.

"Pergi dari sini!", perintah Kyuhyun dingin.

"Sakit Kyu!", protes Jinyoung. Sementara teman wanitanya hanya bisa membatu di tempat, terlihat shock melihat perlakuan Kyuhyun.

"Sebelum kesabaranku habis, menyingkirlah dari hadapanku", Kyuhyun menatap Jinyoung dengan wajah datar penuh intimidasi. "Apa sikapku hari ini belum cukup dimengerti oleh wanita sepertimu? Aku muak melihatmu! Kita sudah berakhir, anggap aku tidak mengenalmu!", ucapnya dengan nada meninggi. Membuat suasana di sana semakin tegang.

Siwon menarik tangan Jinyoung dengan lembut, berusaha menjauhkan gadis itu dari 'singa yang mengamuk'. "Sebaiknya kau pergi, sebelum keadaan menjadi lebih buruk", pintanya pada Jinyoung. "Bawalah temanmu pulang", sambung Siwon pada gadis satunya.

"Wow! Kau mengerikan adik kecil", tiba-tiba Heechul menghampiri mereka sambil menggandeng sang kekasih setelah kedua wanita itu pergi. Membuat suasana sedikit mencair.

"Kalau aku jadi Jinyoung, pasti aku akan bunuh diri setelah keluar dari sini!", ucap Eunhyuk.

"Lalu bagaimana aku bisa hidup kalau kau pergi", tanggap Donghae dengan wajah sedihnya.

"Aku bukan Jinyoung sayang. Aku mencintaimu". Ucapan Eunhyuk disambut ciuman basah dari Donghae. Hal tersebut membuat suasana berubah panas dan membuat wajah ke-enam orang lainnya memerah melihat kejadian tersebut.

"Kalau mau bermesraan jangan di sini cantik!", protes Heechul. Membuat Donghae yang melepaskan ciumannya tersenyum lebar, sedangkan Eunhyuk hanya bisa tersenyum malu sambil menundukan wajahnya.

"Noona", panggil Kyuhyun yang ditanggapi oleh deheman dari Heechul. "Setelah melihat wajahnya tadi, aku baru sadar sekarang.. aku sangat membencinya", sambungnya.

Heechul menanggapinya dengan senyuman lebar, sementara yang lain juga ikut tersenyum kecil. "Lupakan! Sekarang kita bersenang-senang!", ucapan Heechul diikuti kedatangan dua orang waiters dengan minuman pesanan mereka, juga buah-buahan tropis di atas nampan yang disambut oleh keriuhan teman-temannya.

Mereka sedang tertawa-tawa dan bersenda gurau menceritakan kejadian-kejadian konyol yang dilakukan oleh Donghae dan Jungmo. Tiba-tiba sebuah ide muncul di benak Jungmo. "Hei, bagaimana kalau kita bertaruh. Sudah lama bukan kita tidak melakukannya! sekalian menghibur Kyuhyun", ucapnya dengan wajah sumringah.

"Boleh juga!", tanggap Jonghyun.

"Bagaimana menurut kalian?", tanya Jungmo pada temannya yang lain.

"Apa dulu yang akan kita pertaruhkan? Kalau menarik aku ikut", tanya Donghae di seberang meja. Diikuti anggukan oleh yang lain.

"Aku tidak tahu.. hehe..", jawab Jungmo tersenyum malu. "Apa kalian punya ide yang bagus?"

"Balapan?", ide Siwon.

"Kita sudah pernah melakukannya. Game saja!", tanggap Kyuhyun.

"Yaah.. itu apalagi sering, sudah ketahuan juga siapa pemenangnya!", kesal Jungmo.

"Telanjang di atas panggung?", celetuk Donghae sedikit mabuk, yang disambut cubitan Eunhyuk di perutnya. Membuat yang lain tertawa, sedangkan ia hanya bisa meringis kesakitan.

"Sangat tidak elegant", celetuk Heechul, yang disetujui oleh Eunhyuk.

"Kalau begitu taruhan nomor telepon, siapa yang paling banyak mendapatkan nomor telepon para gadis, itu pemenangnya!" , ide Jungmo.

"Lumayan..", tanggap Hangeng pelan, disambut lirikan tajam Heechul.

"Kau tidak usah ikut sayang...", rengek Heechul.

Hangeng hanya bisa mendesah pasrah. Kekasihnya itu galak bukan main belum lagi aneh luar biasa. Ia tidak mau sesuatu yang buruk terjadi.

"Menurutku itu kurang menantang. Gampang saja kita minta nomor mereka, aku hanya perlu memasang pengumuman. Yakin dalam waktu satu jam saja ratusan nomor sudah di tangan, atau mungkin ribuan", ucap Kyuhyun sombong sambil menyesap gin di gelasnya.

"Itu benar", dukung Siwon.

Pendapat-pendapat mulai berkumandang dari masing-masing orang, membuat suasana semakin ramai. Namun hampir semua ide ditolak. Hingga ide terakhir Jonghyun memunculkan perdebatan diantara mereka, terutama Eunhyuk yang sangat tidak setuju.

"Please jangan dia! Dia itu wanita baik-baik, aku tidak masalah kalau yang kalian pertaruhkan wanita macam Jinyoung, tapi ini Lee Sungmin!", ucap Eunhyuk meninggi.

"Aku ikut!", ucap Jungmo semangat mengabaikan Eunhyuk.

"Aku juga, walaupun tidak tahu yang mana orangnya, tapi sepertinya sangat menarik . Aku benar-benar sedang butuh hiburan saat ini", pendapat Kyuhyun, sambil memandang Eunhyuk dengan tatapan mencurigakan dan seringaian khasnya.

"Oh.. Tuhan! Bantu aku Hae, katakan sesuatu jangan diam saja..", rengek Eunhyuk pada kekasihnya sambil menarik-narik tangan Donghae.

Eunhyuk menolak mentah-mentah ide Jonghyun karena mereka menjadikan Lee Sungmin bahan taruhan. Ia tahu siapa Sungmin, mereka satu jurusan, bahkan satu angkatan. Meskipun tidak dekat, karena Sungmin adalah gadis pendiam dan tertutup, termasuk pintar namun tidak sombong.

Sebenarnya beberapa kali Eunhyuk berusaha untuk bisa dekat Sungmin tapi ia sadar gadis itu selalu memasang tembok penghalang pada orang lain. Bahkan pernah dua kali ia memergoki tangan Sungmin bergetar ketika mengobrol dengan teman pria seangkatannya juga, padahal hanya ngobrol biasa tentang perkuliahan. Semenjak itu ia tidak mau memaksa Sungmin untuk berteman dekat dengannya. Ia tahu Sungmin akan merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, jika taruhan ini dilaksanakan, ia takut sang gadis terluka.

"Biarkan saja sayang, lagipula aku penasaran tentang Sungmin", tanggap Donghae. "Kau ingin dekat dengannyakan? sekalian saja", tambahnya.

"Aaaah.. kau sama saja! tidak punya perasaan!", setelah mengekspresikan kekesalannya, Eunhyuk kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut. Ia merasa sangat marah pada sang kekasih. Bagaimana bisa Donghae bicara seperti itu, pengetahuannya soal Sungmin pasti sama dengan dirinya. Selain ada dalam satu fakultas yang sama, pria itu juga tempatnya mencurahkan segala isi hati, termasuk tentang Sungmin.

"Susul dia Hae!", perintah Heechul pada Donghae. Pria itu kemudian bergegas mengejar sang kekasih.

"Anak-anak.. sepertinya aku setuju pada Eunhyuk. Meskipun aku tidak tahu siapa gadis itu, tapi melihat reaksinya, ku rasa bukan pilihan yang bijak jika kalian masih melanjutkan taruhan ini", ucap Heechul pada ke-empat pria muda dihadapannya.

"Noona benar kawan, ku rasa Lee Sungmin itu gadis yang baik", ucap Siwon.

"Aku sih terserah kalian saja, aku hanya memberikan ide, aku tidak tahu kalau akan menjadi seheboh ini", sambung Jonghyun sambil mengangkat kedua bahunya.

"Jadi kita batalkan saja nih?", tanya Jungmo.

"Jadi atau tidaknya taruhan ini, aku tetap akan menjadikan Lee Sungmin kekasihku", jawab Kyuhyun, membuat enam orang lain disana memandangnya heran, bahkan Heechul mengangkat alis kanannya penuh tanya. "Lagipula Jonghyun bilang dia cantik, kan?", tambahnya menjawab wajah-wajah penuh tanya di hadapannya.

"Bagaimana kalau dia tidak secantik yang kau pikirkan?", tanya Heechul.

"Aku tidak pernah meragukan selera Jonghyun", jawab Kyuhyun.

"Kau tahu Kyu, kau aneh sekali kali ini", celetuk Jungmo.

"Apanya yang aneh? sudah ku bilang kan, aku butuh hiburan".

Heechul tersenyum miring menanggapi jawaban Kyuhyun. Ia menyandarkan tubuhnya di bahu Hangeng sambil berbisik sangat pelan, "ini menarik sayang, bukan kah begitu?"

Hangeng tersenyum menanggapi bisikan Heechul, ia mengelus-elus pucuk kepala sang kekasih penuh kelembutan. "Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan, tapi aku tahu kau menyukainya. Sama sepertinya", jawabnya pelan yang hanya bisa didengar sang kekasih.

Sebenarnya Kyuhyun tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Entah mengapa ia merasa sangat penasaran pada gadis itu setelah melihat reaksi Eunhyuk yang sangat tidak biasa menurutnya. Mungkin ia memang butuh hiburan setelah masalah Jinyoung, pikirnya. Satu hal yang pasti, keingininan lain muncul tanpa bisa dicegah. Ia ingin segera bertemu dengan sang gadis, Lee Sungmin.

Continue...

Nb:

Gimana chapter 2nya?

Saya berterima kasih pada teman-teman yang sudah memberikan review, memfavoritkan dan memfollow, juga sudah membaca di chapter sebelumnya.

Chapter kemarin pasti banyak typo ya? semoga yang sekarang lebih baik.. Walaupun belum ada Kyumin-nya, mudah-mudahan ga membosankan..

Makasih juga untuk '1 to 3 to 7', yang sudah berkenan memberikan masukan pada ff pertama saya. Memang banyak EYD yang salah, maklum masih belajar, hehehe... saya akan berusaha lebih baik ke depannya.

Thanks to review: ovallea, dewi. k. tubagus , WineKyumin137, TiffyTiffanyLee, abilhikmah, wike. mikiyjoju. 1, Alfiani Vinc, Wiprasetyalee -(maaf kalau ada yang belum tertulis namanya)-

okey deh... see you next chap guys! :)