Warn,disclaimer,dll ada di chap 1...(Bilang aja malas nulis :V)
Well,Enjoy!
.
.
.
-AlphaK-L-
.
.
.
4. Duda!?
Siang itu,Arata pergi menyejukkan diri di supermarket,bersama dua balita imut yang biasa dia sebut "setan kecil".
Sebenarnya,Dia tidak ada ingin-inginnya membawa mereka. Dia terpaksa membawa mereka karena Istrinya yang sedang ada acara bersama teman-temannya memaksanya membawa mereka dengan ancaman pasaran "tidak ada makan malam".
Dia pun menaruh 2 bayi berusia 7 bulan di troli tempat Ia membeli barang. Walau sudah 2 bulan tinggal bersamanya,Arata masih tidak terbiasa dengan mereka. Walau yah,kadar kebenciannya sudah berkurang drastis,terutama pada bayi perempuannya,yang sangat senang mendekat pada "Papa"-nya,tidak seperti kakaknya yang selalu memasang wajah "Who are you?" pada Arata. Yah,walau begitu sang kakak juga bisa bersikap manis,terutama kalau Arata membawa biskuit bayi.
Kembali ke supermarket,Arata yang sedang memilih minuman dingin di counter terlihat begitu serius memilih minuman. Setidaknya sampai Ia mendengar "klontang klontang"... dengan gerakan patah patah,Ia menengok menatap si kembar. 'Sudah kuduga...' batinnya dengan facepalm. Si setan kecil ternyata saling membantu untuk menjatuhkan banyak kaleng soda. Arata pun jengkel berjalan menuju mereka. "Hentikan!" dia berkata dengan suara agak keras dan menahan pergelangan tangan mereka.
Ternyata,si kembar pun menangis karena "kesenangan" mereka dihentikan. Takumi yang memang lebih menyukai Yuuko daripada Arata pun berteriak "MA...MA... MAAAANAAAAA!". Sementara Ami yang menangis pun terisak.
Seusai teriakan itu,bisik-bisik pun terdengar "Kasihan ya,masih umur segitu ditinggal istrinya" atau "Pantas saja istrinya lari,mengurus anak saja tidak becus". Sukses membuat Arata makin jengkel.
Innernya berteriak 'BRENGSEK,AKU BUKAN DUDA!'. Ia pun segera membayar belanjaannya dan pergi dengan mood yang kacau.
.
5. Menanggung akibat dari kenakalan para "setan kecil"
Seminggu berlalu setelah kejadian di Supermarket terkutuk itu. Kejadian yang sukses membuat Arata tidak makan malam karena Yuuko melihat si kembar pulang dengan kondisi menangis.
Arata kembali mengawasi si kembar sementara istrinya memasak. Dia pun menggerutu karena Yuuko sangat senang menyuruhnya mengurusi mereka. Sang kembar sibuk bermain sememtara Arata menonton koleksi DVD Spongebobnya.
Tanpa sepengetahuan Arata,sang kembar menumpahkan kopinya yang ditaruh diatas meja. Saat Arata ingin menggenggam cangkir kopinya,Ia tidak merasakan apa apa disana. Penasaran,Ia pun melirik kearah cangkir kopinya mestinya diletakkan. Dengan wajah horor,Ia melihat kalau kopinya telah tumpah diatas gaun bermerk yang baru dibeli Yuuko dan ditaruh didalam plastik. Plastik itu dilumuri kopi,sampai gaun dan kursi tempat menaruh gaun tersebut juga terkena imbasnya.
'Tamatlah riwayatku...' batinnya.
"A~ra~ta~kuuuun~" suara "lembut" Yuuko yang mengecek keadaan mereka melantun indah ditelinga Arata.
Dengan gerakan seperti robot rusak,Arata menatap ke Yuuko. "I-i-iya Sssss-sayang?"
Malam itu,Arata tidur di sofa ruang tamu dengan banyak lebam diwajahnya.
.
6. Tapi,ternyata segala sesuatu itu tidak buruk juga kan?
Arata baru saja pulang dari kantor. Ia merasa sudah bosan hidup. Sudahlah dimarahi bosnya dan dimaki-maki pelanggan,begitu pulang dicerca istrinya yang marah karena Ia tadi pagi tanpa sengaja memecahkan pot bunga,dan sekarang Ia harus membelikan pot baru untuk istrinya.
"Aku pulang..." katanya dengan lesu. "Selamat datang,apa kau sudah membeli potnya?" Kata Yuuko.
"Yah,sudah kubeli" balas Arata.
"Mandilah dulu,kau pasti lelah kan?" Tawar Yuuko yang merasa bersalah karena merasa sudah berlebihan pada suaminya.
"Yah...terimakasih" balas Arata tanpa semangat hidup.
Selesai mandi dan makan malam,Arata pun duduk sendirian di ruang tamu. Dia merasa sangat depresi dengan semua kejadian hari ini.
Tiba-tiba,dia merasakan dua tangan kecil menarik narik ujung celananya. Ami yang melakukannya. Takumi pun datang tak lama kemudian,dan duduk di samping Arata.
Arata menggendong Ami ke pangkuannya dan tersenyum kecil sambil membatin 'Mungkin setelah semuanya,begini tidak buruk juga..."
Keesokan paginya,Yuuko menemukan Arata dan si kembar tertidur bersama di ruang tamu. Ia pun tersenyum kecil melihatnya.
.
.
.
-AlphaK-L-
.
.
.
Author's Note :
Kembali dengan AKL disini,huks huks ga ada review ya? gpp kok...aku jg ngerti jarang orang tahu Cyber Sleuth di Indo...tapi walau begitu,terima kasih bagi semua orang yang paling tidak sudah melirik fic ini walau hanya sekilas. Mungkin beberapa reader akan bingung,kenapa Yuuko sedikit munculnya. Jawabannya,karena saya ingin fokus ke tokoh utamanya,yang saya pilih sendiri,yaitu Arata. Saya juga membuat Ami lebih dekat drngan Arata daripada Takumi,yang akan kelihatan di chapter berikutnya. Chapter berikutnya saya timeskip ke 6 tahun kedepan ya,saat mereka masuk ke SD. Klimaks akan muncul di chapter 4. Sekali lagi, terimakasih! ^^ (Extra note : If anyones likes this fic but cant read Indonesian,just PM me and I will consider translating it to English).
