Liontin
.
.
Gendre: Romance, drama , tentuin sendiri aja.
.
.
Rate: T (maybe)
.
Disclaimer: kyumin milik joyer, sungmin milik saya, tetap lee chunhwa adalah mertua saya XD , tapi epep abal dan absurd ini milik saya dan ide imajinasi sepenuhnya hanya saya seorang yang punya.
.
.
Summary: Liontin itu adalah satu-satunya jalan untuknya apakah sungmin dapat memecahkan kode liontin itu?, sungmin sangat berharap dapat bertemu keluarganya walaupun selalu dicegah neneknya, tetapi sungmin malah terjebak dengan kyuhyun namja sok berkuasa dan juga arogan.
.
.
Warning: GS,TYPO(s), DON'T LIKE DON'T READ! NO BASH!NO PLAGIAT!
.
.
Happy reading (*_*)/
.
.
Cho Kyuhyun : 24 tahun
Lee Sungmin : 24 tahun
.
.
.
Esoknya…
.
.
.
.
Pertemuan itu pun berjalan lancar, salahkan saja otak kyuhyun yang kelewat pintar yang dapat dengan mudah mengigat apa yang baru sudah di baca dan pahami saat waktu di restoran itu, walaupun data yang dilaptop semua sudah musnah karna keterodoran seorang karyawan yeoja yang membuat suasana hatinya hari ini benar-benar tidak bagus.
Yeoja itu benar – benar membuat kyuhyun kesal dan juga berdebar, entahlah dia tidak tau. Tetapi baru melihatnya sekali saja jantung ini tidak berhenti berdebar, detak jantung yang seperti tersengat ribuan volt, benar-benar mengacaukan pikirannya, dia benar-benar harus bertemu dengannya hari ini.
Setelah semua pekerjaan sudah selesai kyuhyun memutuskan untuk pulang saja, tetapi waktu masih menunjukan waktu 14.00 terlalu pagi untuknya pulang, di rumahpun suasana pasti sepi tidak ada siapun termasuk kedua oang tuanya, tiba-tiba saja kyuhyun berpikir tentang yeoja itu , kyuhyun tersenyum kecil.
"tuan kita akan pulang?."ucap changmin yang sedang mengemudi.
"kita pergi ke restoran kemarin."
Changmin berdenyit bingung "apa kita akan makan di sana lagi tuan?."
"tidak, aku akan meminta pertangung jawaban ke pelayan kemarin." Ucap kyuhyun datar.
Changmin hanya mengangguk patuh dengan suruhan tuannya itu, changmin sempat bingung untuk apa tuannya itu meminta pertangung jawaban ganti rugi untuk laptopnya, ayolah tuannya itu tidak semiskin itu sampai tidak bisa membeli laptop kembali.
.
.
.
"MWO!." Bentak kaget zhoumi tidak percaya apa yang baru saja noona nya katakan.
"bagaimana ini, aku takut zhoumi kalau sampai namja berjas itu benar-benar meminta pertanggung jawaban untuk laptopnya." Sungmin memasang muka menyedihkan tetapi donghae yang ada di samping zhoumi mengejap terposana malahan.
"kalau benar yang di katakana Minnie chagi, kurasa dia tidak akan meminta pertanggung jawaban, dia kan kaya." Ucap donghae.
"ta-tapi aku takut, uang dari mana kita." Sungmin tertunduk lesu.
"lagi noona, kenapa pakai heels saat bekerja tumben sekali, dasar ganjen." Sungmin yang dituduh sepertii itu mengembungkan pipinya kesal.
"aku tidak ganjen!." ucap sungmin telak dengan menghentak-hentakan kakinya pelan bergantian.
kalau sudah seperti ini, zhoumi selalu berpikir sebenarnya siapa yang posisinya sebagai dongsaeng, kenapa noonanya selalu bersikap kekanak-kanakan yang membuatnya gemas saja, dan lihat wajahnya yang tidak sesuai umur, umurnya sudah menginjak 24 tetapi seperti baru berusia 19 tahun sangat mengemaskan.
Sungmin memirik jam tangannya sudah hampir jam 15.00 "baiklah sudah waktunya." Sungmin bangun dari tempat duduknya, mempuka apron yang melekat manis di tubuh berisinya, di lemparnya apron itu ke zhoumi, zhoumi terlihat kesal tetapi itulah hiburan sungmin yang tiap hari membuatnya bahagia, mengoda adiknya, mukanya sangat lucu kalau sedang marah.
"jangan marah zho-zho manis, noona pergi dulu."sungmin mulai berganti sepatu talinya dengan sepatu heels, sungmin berlari kecil meninggalkan zhoumi dan juga donghae.
"Minnie chagi tidak berpamitan dengan donghae." Donghae memasang muka sedih seperti anak ayam yang kehilangan induknya.
Sungmin mengot dan melihat donghae dengan ekspresi melasnya itu membuat geli saja, sungmin hanya mnjulurkan lidahnya ke donghae, dan pergi meninggalkan restouran.
"ucapkan salamku ke halmeoni noona." Teriak zhoumi.
Zhoumi selalu mengantikan noonanya untuk menjaga restouran, bukan tanpa alasan sungmin harus menengok halmeoninya karna sedang dirawat dirumah sakit akibat penyakit Guilain Barre Syndrome yaitu penyakit langka yang menyebabkan tubuh menjadi lemah kehilangan kepekaan yang biasanya dapat sembuh sempurna dalam hitungan minggu, bulan atau pun tahun.
Ini sudah mengijak tahun ke 2, tetapi halmeoni belum terbangun juga dari komanya, sungmin dan zhoumi sangat merindukan halmeoni dan sangat berharap dia dapat sembuh total dan juga kembali bersama-sama, sungmin dan zhoumi telah mengusahakan berbagai cara hingga uang tabungan mereka sudah habis tak tersisa, sungmin selalu menanyakan keluarganya kepada halmeoni saat sakitnya belum separah ini, tetapi halmeoni selalu bungkam bukan tanpa alasan sungmin menanyakan itu, bisa saja keluarganya dapat membantu biaya pengobatan dan juga sungmin sangat ingin bertemu dengan kedua orang tuanya.
.
"ahh~ kakak mu benar-benar manis zho-zho."
Zhoumi yang mendengar perkataan donghae sangat ingin menyumpal apron ini ke mulut ikan itu, benar-benar membuatnya mual saat donghae membuat nada suaranya menjadi imut.
"kau itu bukan tipenya ikan." Ucap telak zhoumi.
Donghae melihat muka zhoumi kesal "kau tidak terima kalau aku nanti menjadi kakak iparmu kan." Tuduhnya.
Zhoumi memasang muka malas, temannya ini benar-benar sangat menyukai kakaknya? Serius? Ya ampun donghae bahkan kau berbeda usia 3 tahun dengannya.
"dia itu tidak suka orang korea."
"mwo! Kenapa?."
"aniyo, dia lebih tertarik ehm~ kau taulah seperti bule yah seperti itu." Zhoumi masih asik dengan pekerjaannya yang membereskan meja – meja di restoran.
"bule? Yang benar saja." Donghae tidak percaya dengan ucapan zhoumi, dia pasti yakin temannya ini tidak mau memberi restu untuknya.
"kau tau kenapa noona selalu memakai heels saat pergi kerumah sakit?."
"tentu saja, dia kan pendek jadi agar terlihat tinggi, sudah biasa wanita seperti itu."
"dasar sok tau, noona sedang naksir dokter disana, dia yahh orang korea tapi keturunan amerika jadi kau bisa kebayanglah."
"cih, kulitnya pasti bintik-bintik dan rambutnya blonde, seperti itu tipe sungmin? Cakepan aku kemana-mana lah." Ucap donghae bangga.
Zhoumi yang mendengar perkataan donghae hanya memutar matanya malas.
.
.
.
Rumah sakit..
.
.
.
Dengan membawa bunga mawar merah kesukaan neneknya sungmin berjalan anggun dengan heels yang digunakan.
"halmeoni, Minnie datang." Suara nyaring sungmin terdengar hingga sudut ruangan, di tutup kembali pintu ruangan rawat inap itu, ruangan itu memang hanya ada 1 kama yang khusus untuk stu pasien, walaupun sungmin sudah kekurangan uang untuk biaya rumah sakit yang membekak, tetap sungmin mengutamakan kenyamanan neneknya, apa pun akan sungmin lakukan untuk menyembuhkan halmeoninya yang sangat ia sayangi.
Sungmin berjalan kearah vast bunga yang bersebelahan dengan tempat tidur yang terdapat nenek tercinta, keadaan nya sangat membuat sungmin sedih, kabel itu menempel di sekitar tubuh neneknya, dan juga alat pernafasan itu tidak pernah di lepas sama sekali selama 2 tahun, matanya mulai berembum, dia tidak boleh menangis tidak di depan neneknya, dia sangat membeci kalau sungmin menangis.
Ssrttt..
Suara pintu tergeser terdengar dan sungmin mulai menghapus air matanya dengan kedua tangannya cepat, dia tidak ingin dilihat oleh dokter itu bahwa dia tidak tegar.
"lee sungmin kau sudah disini." Perkataanya ramah.
"ne dokter." Jantung nya tiba-tiba saja berdebar, ayolah jangan gugup lee sungmin.
"aku akan memeriksa nenek mu sekarang." Dokter itu mulai memeriksa, sungmin sangat gugup dengan hasil pemeriksaan nya dan juga berdekatan dengan dokter yang dia sukai tentunya kkk~.
"dok bagaimana keadaan halmeoni?." Ucap sungmin khawatir.
"detak jantungnya setabil, aku akan memberi dia obat, semoga lekas sembuh yah Minnie, dan kau jangan selalu bersedih."
Wajah sungmin mulai memerah, Minnie ya ampun manis sekali dokter.
Pemeriksaan pun selesai dengan cepat, dokter itupun keluar ruangan pasien dengan sungmin mengikutinya dari belakang, mereka duduk bersebelahan .
"heuh~ aku ingin halmeoni cepat sembuh." Ucap sungmin lemas.
" rajinlah pergi kegereja dan berdoa , jangan terlalu sibuk bekerja"
Sungmin mengerucutkan bibirnya kesal "aku suka pergi kegereja kok dok".
Dokter itu mengerutkan dahinya tidak suka "dok? Kita kan tidak sedang berperan sebagai dokter dan juga pasien lee sungmin".
"veron mianhe." Ucap sungmin dengan mengembangkan senyumnya.
"bagaimana dengan liontin itu?".
"aku bingung, apa yang di maksud dengan symbol ini, 1 hati yang di dalamnya dua tubuh." Ucap sungmin frustasi.
"kau sudah mencari di semua perpustakaan? Aku yakin di dalam symbol itu ada sebuah arti."
"perpustakaan itu sangat luas tidak mungkin aku mencarinya sendiri."
"besok aku libur, bagaimana kalau kita mencarinya bersama?".
"jinjja? Baiklah, veron gomawo." Sungmin tersenyum senang.
.
.
.
suasana restoran sedikit menegang, kyuhyun sudah sampai di restoran tempat sungmin bekerja , dan sekarang kyuhyun duduk berhadap – hadapan denagan zhoumi dan juga donghae yang ikut mencapuri , donghae berpikir ini masalah sungmin nya berarti adalah masalahnya juga.
"saya sebagai dongsaengnya meminta maaf atas kejadian kemarin". Ucap zhoumi menyesal.
"dan saya sebagai calon namjachingu nya juga meminta maaf dan meminta kemurahan hati anda tuan". Donghae melirik zhoumi dan mengedipkan sebelah matanya.
"cih, bocah ini." Ucap zhoumi dalam benaknya.
Kyuhyun melirik sekeliling " dimana yeoja bodoh itu?."
Zhoumi yang mendengar noona nya di ejek seperti itu, mengegeram marah dan mengepalkan tangannya kencang, tapi dia tetap harus mengontrol emosinya, di sini noona nya lah posisinya yang bersalah.
.
.
.
.
Sungmin baru saja sampai di restouran , tapi tunggu apa yang terjadi di sana? Mwo? Namja itu, sedang apa dia di sini, gawat bagaimana ini.
Sungmin berlari cepat menghampiri meja makan itu, kyuhyun melirik sungmin dan tersenyum kecil."akhirnya kau datang juga." Ucap kyuhyun datar.
"tuan berjas?kau serius kemari?."sungmin terkejut dengan yang dilihatnya, sungmin kira tuan berjas itu sudah melupakannya masalah kecil seperti ini ternyata tidak, Eotteoke _
"tentu, aku menagih pertanggung jawaban mu atas laptop yang sudah kau rusak noona."
"ta-tapi ku kira kau sudah memaafkan ku, kau kan orang kaya pasti mudah membelinya kembali."
Kyuhyun mengerutkan dahinya sebal, kyuhyun berdiri fari tempat duduknya dan menghampiri sungmin "yang ku tagih bukan laptop ku tapi data yang ada di dalamnya."
Sungmin menelan ludahnya kaku, benar-benar membuatnya bergetara, seram satu kata yangsungmin tangkap dari namja yang ada di hadapannya sekarang.
"ba-bagaimana aku membayarnya, aku tidak mempunya uang." Sungmin menunduk sedih, mungkin dengan memasang wajah seperti ini, sungmin pikir pria yang ada dihadapannya akan berpikir kembali dan akan member belas kasihan, tetapi ternyata pikiran sungmin salah.
Kyuhyun berpikir sebentar dan memperhatikan sungmin dari atas sampai bawah "bagaimana kalau kau menjadi maid di rumahku."
Sungmin mengejap bingung , "apa yang dia katakan? Maid?."
"besok bawahanku akan menjemputmu disini."
Sungmin yang masih bingung dengan perkataan kyuhyun hanya bisa menatap bingung dan mengikuti arah namja itu keluar.
Sungmin mengejar kyuhyun tetapi terlambat, namja itu sudah lebih dulu pergi meninggalkan restoran dengan mobil mewahnya itu. " tuan berjas tunggu."
.
.
.
TBC?
.
.
Ada yang atau kode "satu hati yang di dalam dua tubuh"?
Sebenarnya aslinya itu satu jiwa di dalam dua tubuh dan menurut saya terlalu aneh mengunakan kata jiwa karna di sini hati ini mengambarkan bentuk liontin itu sendiri.
oh iya yang belum tau veron itu siapa tau boybang seventeen? Nah di situ ada bule nyempil satu jadi member nah itu orangnya XD XD
.
.
Typo bertebaran
.
.
Kritik dan saran sangat dibutuhkan
.
.
Yang nyempetin baca epep aneh ini terimakasih^^
.
.
Jangan lupa hilangkan jejak dan ripiuwww XD
.
.
See you?
