"Kyaaa… anggota OSIS sudah datang! Beri jalan, beri jalan!" teriak seorang anak perempuan dengan nada memerintah.
Murid-murid yang ada di sekitar situ pun langsung memposisikan diri. Bukannya kesal, siswa-siswi SMA Suha justru terlihat sangat senang. Bahkan tidak sedikit yang terlihat antusias dengan sorot mata berbinar-binar. Di koridor lantai dasar, semua murid berjejer di tepi kanan kiri. Mengosongkan bagian tengah jalan, persis seperti para ajudan yang menunggu tuan besarnya lewat.
"Ada apa ini?" tanya seorang laki-laki kelas satu bernama Jeon Jungkook. "Kenapa semua orang memasang wajah aneh begitu? Apa perdana menteri mau datang ke sekolah ini?"
"Hah? Ini lebih penting dari perdana menteri tahu!" jawab Nayeon, teman perempuan yang berdiri di sebelahnya dengan penuh semangat. "Tiap pagi kita pasti menyambut kedatangan mereka! Siapa lagi kalau bukan anggota OSIS yang paling melegenda di Suha!"
"Memang apa hebatnya mereka? Cuma OSIS biasa saja kenapa diributkan?"
Nayeon menarik napas sekali sebelum menjelaskan, "Kau kan murid pindahan, makanya nggak tahu seluk beluk sekolah ini. Di Suha, pesona anggota OSIS sangat hebat, bahkan tidak berlebihan kalau mereka disebut sebagai orang yang paling berkuasa selain kepala sekolah! Karena ini adalah pertama kalinya ada OSIS yang memiliki karisma seperti mereka."
"Kok bisa?" Jungkook akhirnya penasaran juga, karena Nayeon berkata dengan heboh sekali.
"Mereka membuat beberapa perubahan di sekolah ini. Sangat jelas dan signifikan! Membuat sekolah Suha yang awalnya punya aturan kolot dan kaku jadi lebih santai dan menyenangkan. Hebat sekali kan? Ditambah lagi mereka pintar, keren, dan sama sekali tidak sombong!"
"Ya , mereka memang hebat…" timpal seorang anak laki-laki di sebelah mereka yang bernama Taehyung. "Tambah lagi satu alasan murid baru memilih sekolah ini."
"Tambah lagi? Memangnya ada berapa alasan sampai sekolah ini menjadi terkenal?"
"Kau bukan dari Goyang ya?" tanya Taehyung yang dibalas anggukan Jungkook.
"Aku baru pindah dari Seoul."
"Oh pantas saja…" Taehyung merasa maklum dengan teman barunya itu. "Di kota ini, Suha adalah yang paling populer, dan banyak sekali anak-anak SMP yang mengincar SMA ini. Bukan karena alasan akademis atau fasilitas. Tapi legenda sekolah ini yang membuatnya terkenal."
"Legenda?" Jungkook makin terlihat bingung. "Maksudnya? Terus apa hubungannya sama anak OSIS?"
"Tidak ada hubungannya sih," jawab Nayeon. "Sebelum ada OSIS yang terkenal seperti sekarang, sebenarnya sekolah ini sudah memiliki legenda lain. Jadi dapat dikatakan, dengan OSIS tahun ini tidak heran kalau Suha makin diminati banyak orang."
"Legenda selain OSIS?" tanya Jungkook bingung. "Apa itu?"
Taehyung dan Nayeon saling melepas pandang, tersenyum kecil sesaat, kemudian menjawab bersamaan, "Guardian."
"Guardian?!" suara Jungkook melengking. Dari sinar matanya terlihat ia sangat bingung dengan kata yang baru saja keluar dari mulut kedua temannya ini.
"Jangan keras-keras." Nayeon langsung membekap mulut laki-laki itu.
"Guardian itu maksudnya apa?" Kali ini suara Jungkokk jauh lebih pelan. Ia menatap Nayeon dan Taehyung dengan pandangan penuh tanya.
"Seperti namanya, Guardian adalah Penjaga. Lebih tepatnya pelindung Suha. Ini legenda lama, sudah ada sejak 17 tahun lalu. Apa pun masalah yang ada di sekolah ini, Guardian pasti bisa menyelesaikannya."
"Apa legenda itu sungguh-sungguh nyata? Berarti mereka sudah tua dong… sudah ada selama 17 tahun."
Nayeon dan Taehyung langsung menggeleng. "Guardian itu misterius, nggak ada yang tahu siapa dia , berapa umurnya, laki-laki atau perempuan, apa tujuannya menjadi Guardian, atau berapa jumlahnua. Semua serba misterius. Tetapi, karena Guardian selalu melindungi sekolah secara diam-diam, guru-guru pun menutup mata dengan masalah ini."
"Meski orang dewasa tidak mau mengakui, keberadaan Guardian sangatlah berarti di Suha," imbuh Taehyung.
Jungkook cuma bisa ber-ooh sebagai jawaban. Ia terlalu takjub dengan cerita kedua temannya.
Di minggu pertamanya pindah ke SMA Suha, ia sudah mendengar cerita-cerita aneh. Padahal awalnya ia berpikir kepindahannya dari kota besar Seoul ke Goyang adalah sebuah kemunduran. Pindah ke sekolah yang sama sekali tidak istimewa, cuma sekolah biasa, tak terlalu besar, terkesan kuno, di daerah pinggiran pula. Namun siapa sangka, ada sebuah cerita menarik yang sanggup membuatnya penasaran. "Ternyata sekolah ini bukan sekolah biasa ya?" gumamnya kemudian.
"Lalu bagaimana cara Guardian melindungi Suha?" Kali ini suara Jungkook terdengar lebih antusias.
"Lewat permohonan," jawab Nayeon sambil tersenyum. "Guardian membantu semua orang yang ada di sekolah ini tanpa terkecuali. Kalau kau punya masalah serius, kau bisa mengirim e-mail pada mereka."
"Hah? Lewat e-mail?"
Keraguan yang kembali terdengar dalam suara Jungkook tidak begitu mengganggu Nayeon, ia tetap saja melanjutkan ucapanya. "Kurasa, tak ada satupun di sekolah ini yang tidak percaya dengan keberadaan Guardian, karena mereka membantu Suha secara nyata. Meski di lain sisi identitasnya tetap misterius."
"Kok aneh?" Jungkook langsung mengerutkan kening. "Apa tidak ada yang berusaha membongkar identitasnya? Aku nggak percaya… 17 tahun keberadaan Guardian di sekolah ini, masa nggak ada yang penasaran sama jati diri mereka sebenarnya?" tanya laki-laki itu dengan nada skeptis. "Di dunia ini kan banyak sekali orang iseng dan sirik."
"Hahaha…" Nayeon dan Taehyung langsung terbahak.
"Ya, pendapat yang sangat masuk akal sebenarnya," tukas Taehyung di sela tawanya. "Tapi kalau kau sudah bertemu Guardian…" Ia lalu memelankan suaranya, bahkan nyaris berbisik. "Kau pasti akan tahu alasan kenapa tidak ada yang sanggup atau mencoba untuk membongkar identitasnya."
"Ya, benar sekali. Guardian memang keren kan? Sang pelindung misterius," imbuh Nayeon dengan nada yang sama.
Jungkook terdiam cukup lama, berusaha mencerna ucapan mereka. "Jangan bilang…" Ia sontak melayangkan pandangan curiga pada keduanya. "Kalian ini adalah orang-orang yang pernah bertemu dengan Guardian?"
Bersamaan, Nayeon dan Taehyung tersenyum simpul, yang semakin menimbulkan seribu pertanyaan di kepala Jungkook. "Kalian sungguh pernah meminta pertolongan padanya?" ulang laki-laki itu tak sabar.
"Kalau itu sih…" Nayeon menggantung ucapannya dan menatap Taehyung sejenak. Keduanya meletakkan jari telunjuk di ujung bibir masing-masing, lalu melemparkan pandangan penuh arti pada Jungkook yang cuma bisa bengong. "Rahasia," ucap mereka seirama.
"Kyaaa… Chanyeol sunbae!"
"Ah, Sehun!"
"Luhan tetap imut seperti biasanya!"
"Kyungsoo! Ya ampun, dia selalu saja menawan!"
Tiba-tiba sebuah sorak-sorai terdengar begitu keras, membuat ketiganya sontak menghentikan obrolan kecil mereka. Semua siswa Suha yang ternyata sudah berjejer rapi dari ujung koridor utara sampai selatan terlihat antusias. Sejak tahun lalu, anggota OSIS yang sekarang duduk di kelas dua memang membuat warga sekolah jadi tidak terkontrol. Setiap pagi, sambutan seperti ini jadi kegiatan yang dilakukan sejak tahun lalu. Mereka selalu menjerit histeris melihat empat anggota OSIS yang dinobatkan sebagai OSIS paling karismatik sejak sekolah ini berdiri.
Jungkook yang baru hari ini —dengan mata kepala sendiri— melihat anggota OSIS yang menghebohkan itu, kontan membelalakkan mata. Dia yang sejak tadi tidak begitu tertarik sekarang mendadak berubah jadi terkagum-kagum.
Nayeon langsung menyenggol lengannya. "Bagaimana? Mereka sangat berkarisma, kan?"
Kali ini, Jungkook otomatis mengangguk seperti terhipnotis. "Aku sama sekali nggak menyangka, di sekolah kecil seperti ini ada orang-orang seperti mereka!"
Nayeon dan Taehyung tertawa. "Mereka terlalu keren untuk cuma berada di sekolah negeri biasa, begitu maksudmu?"
Jungkook lagi-lagi hanya mengangguk, ia terlalu terkesima. Ditatapnya empat orang yang berjalan seperti top model di tengah para penggemar yang mengelilingi mereka. Empat laki-laki tampan. Bahkan, seragam SMA Suha yang sederhana yang terdiri dari kemeja putih, celana bermotif kotak coklat tua-coklat muda, blazer berwarna coklat, serta dasi cokelt tua polos, bisa terlihat begitu mewah ketika mereka memakainya.
Mereka nggak cocok berada di sini, terlalu mencolok! Mereka harusnya sekolah di sekolah internasional atau swasta nomor satu. Bagaimana bisa orang-orang sekeren mereka memilih sekolah pinggiran yang tidak istimewa seperti ini?
"Hei, Jungkook! Kau lupa menutup mulut tuh," seru Nayeon sambil tertawa melihat ekspresi teman barunya.
"Maaf…" Jungkook terlihat malu karena ketahuan bengong. "Mereka berempat jadi anggota OSIS sejak kelas satu?"
"Mereka yang pertama. Padahal menurut peraturan, OSIS selalu dipilih dari siswa kelas dua, tapi… karena mereka memang sangat menonjol waktu kelas 1 dan banyaknya penggemar yang mendukung, akhirnya mereka membuat rekor baru sebagai OSIS yang paling muda juga paling berpengaruh dalam sejarah. Keempat anggota OSIS itu adalah murid-murid terpintar di angkatannya."
"Wow!" Jungkook tak bisa dibuat lebih kagum lagi. Selain keren, mereka ternyata dikaruniai kepintaran yang luar biasa.
"Terus, siapa saja mereka?"
Nayeon langsung terlihat penuh semangat. Rasanya sejak tadi ia menunggu Jungkook bertanya akan hal itu. Ia langsung memandang anggota OSIS yang masih terhadang oleh siswa-siswi di tengah koridor, lalu menunjuk salah satu dari mereka.
"Nah Jungkook… yang berdiri di ujung kiri… namanya Lu Han sunbae, tinggi 178cm, jagoan IT, orangtuanya pemilik rumah sakit besar, dan ia menjabat sebagai sekretaris."
"Hebat! Kau tahu profilnya sedetail itu?" Jungkook langsung geleng-geleng, kembali mengikuti telunjuk Nayeon. "Yang pakai kacamata?"
"Ya. Bagaimana menurutmu?"
"Wajahnya imut sekali, tipe yang mudah di sukai oleh siapapun."
Nayeon tertawa mendengar komentar itu, seolah dia sendiri yang mendapat pujian manis Jungkook. "Oke, lanjut." Ia menggeser telunjuknya.
"Yang berdiri di sebelah Luhan sunbae, namanya Oh Sehun sunbae, tinggi 183cm, penakluk semua wanita, laki-laki yang sangat romantis. Kabarnya dalam sehari minimal dapat tiga pernyataan cinta dari anak perempuan maupun laki-laki. Jagoan sastra, orangtuanya pengusaha terkenal, dan ia menjabat sebagai bendahara."
"Hebat!" Lagi-lagi Jungkook cuma bisa terpana mendengar penjelasan Nayeon. Ia betah memandangi wajah Sehun dari kejauhan yang masih dikerubuti fansnya.
"Memang tampan sekali. Dia bisa membuat cewek-cewek tumbang, senyumnya juga menggoda banget!"
"Benar sekali. Apalagi dia juga masih single, semua perempuan bahkan laki-laki berlomba-lomba mendapatkan hati Sehun sunbae."
"Masih belum punya kekasih? Dengan wajah setampan itu?" Jungkook nggak percaya. Yah, untuk ukuran wajah seperti itu, rasanya memang belum ada yang pantas bersanding dengannya di sekolah ini.
"Sekarang lihat laki-laki yang berdiri di ujung paling kanan."
Kali ini Jungkook tidak sanggup berkomentar, ia terlalu takjub ketika mengikuti arah telunjuk Nayeon. Salah satu anggota OSIS itu berdiri menjulang, dengan wajah angkuh yang tajam. Tak ada seulas senyum pun di bibirnya. Ia hanya berdiri di sana dengan wajah bosan, berbeda dengan dua laki-laki tadi yang menebar senyum ke mana-mana.
Wajahnya tentu saja tampan, dengan mata coklat tua yang begitu dalam dan menghanyutkan. Sosok yang cool dan menyiratkan aura misterius membuatnya terlihat sanggup menarik siapapun. Tak terkecuali Jungkook. "Kalau dia…?"
"Namanya Park Chanyeol sunbae." Nayeon sadar betul arti pandangan Jungkook yang berbinar-binar. Siapa sih yang nggak terkesima melihat Chanyeol sunbae?.
"Chanyeol sunbae, tinggi 186cm, cool, dan jarang bicara, tapi punya fans perempuan paling banyak. Ranking satu di sekolah, jago bela diri, pangeran Suha, orangtuanya adalah donatur terbesar di sekolah, dan ia menjabat sebagai wakil ketua."
"Eh?" Jungkook langsung mengangkat sebelah alisnya. "Orang sesempurna Chanyeol sunbae cuma jadi wakil? Bagaimana ketuanya?"
Kali ini bukan hanya Nayeon, Taehyung yang sejak tadi diam tiba-tiba terlihat bersemangat. Keduanya menunjuk seorang laki-laki yang berdiri di tengah-tengah tiga lelaki tampan yang menjulang itu.
"Dia ketuanya?" Jungkook langsung menelan ludah, ia memfokuskan pandangan pada satu-satunya laki-laki bertubuh mungil di antara anggota OSIS. Wajahnya begitu tampan sekaligus cantik dan imut, tapi bukan itu saja yang membuatnya jadi sangat menarik. Ketenangan yang ditunjukkan sang ketua OSIS benar-benar membuat kaum hawa dan juga kaum adam terlena.
Ia tersenyum begitu lembut pada orang-orang yang menyerukan namanya. Rambut hitam pendek yang begitu halus, kulit lembut seputih salju, bibir penuh berbentuk hati yang merah alami, dan matanya bulat bersinar.
"Be…benar-benar tampan, tapi juga cantik. Apa dia bukan artis?" Jungkook sampai kehabisan kata-kata.
"Banyak juga yang tanya begitu. Tapi, dia nggak tertarik jadi artis," jawab Taehyung.
"Namanya Do Kyungsoo sunbae," lanjut Nayeon. "Tinggi 173cm. Tidak hanya pintar di bidang akademik, dia juga pintar masak, merajut, berakting, dan merangkai bunga. Orangtuanya memiliki bisnis di bidang kecantikan dan juga berteman baik dengan keluarga Chanyeol sunbae."
"Dia calon menantu paling sempurna, tentu saja. Dia juga sangat baik pada semua orang. Sangat lembut dan senyumnya… benar-benar menyejukkan hati. Dialah yang memegang kendali OSIS. Ide-ide cemerlang dan ketenangannya sungguh luar biasa."
Bersamaan dengan ucapan terakhir Nayeon, keempat orang hebat yang sedang dibicarakan melewati tempat Jungkook dan kedua temannya berdiri. Dan seolah tak bisa ditahan, Jungkook terus terpaku memandang anggota OSIS itu.
Matanya lalu bertumbrukan dengan Ketua OSIS, Do Kyungsoo.
Wajah Jungkook langsung memerah karena ketahuan memandangnya tanpa berkedip. Ia berusaha mengalihkan pandangan, tapi gerakannya tertahan dan makin terhisap oleh mata yang menyejukkan itu.
Tanpa disangka-sangka, Kyungsoo mengembangkan bibirnya. Ia tersenyum begitu manis pada Jungkook. Pesona yang dimilikinya membuat Jungkook terperangah.
"Hei Jungkook! Jungkook! Jungkooooook!" Nayeon dan Taehyung yang berdiri di sebelahnya terus memanggil namanya.
"Ah iya…"
"Kenapa bengong saja? Anggota OSIS sudah melewati kita, tahu!"
"Oh…" Jungkook langsung menggelengkan kepala, ia benar-benar termangu selama beberapa detik. Terpaku ditempatnya tanpa bisa ditahan.
"Mereka bukan orang biasa…" Tiba-tiba Jungkook memberi kesimpulan, masih dengan nada kagum.
Ada kepuasan di wajah Taehyung dan Nayeon. "Sudah kubilang, kan?" ucap keduanya kompak.
.
.
Bab Satu Selesai
