Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : SasuNaru, yang lain nyusul
Genre : Drama/ romance
Rate : T
Warning : Boyslove, karangan author baru, geje, and the others warning.
Don't like don't read
Hiks .. hiks .. terharu baca review walaupun cuma satu .. makasih buat Son sazani
Selamat membaca ... (^_^)
Suasana pagi hari di Sunagakure International School sungguh membuat heran seorang Uchiha Sasuke, selain para gadis yang absen meneriakkan namanya, kehadiran seorang Hyuuga Neji di kelasnya pun membuat heran Sasuke, "kenapa orang yang seharusnya kelas 3 berada di kelas 2?" batin Sasuke, tapi karena pada dasarnya Sasuke itu cuek, maka dia mengambil kesimpulan bahwa sang Hyuuga tidak memiliki kapasitis otak yang cukup untuk berada di kelas 3 #dibakar rame-rame ama penggemar Neji (kyaaaaa ... gomen buat penggemar Neji T.T). Melupakan hal aneh yang terjadi Sasukepun memutuskan kembali meneruskan kegiatan melihat awan yang selalu dilakukannya di sekolah, tanpa menyadari bahwa dia menjadi perhatian bagi 4 orang pemuda yang duduk di sebrang mejanya.
"oi Gar, apa persiapan buat "itu" dah kelar?"tanya seorang pemuda Shikamaru pada pemuda berambut merah yang di jidatnya ada kanji "ai" yang bernama Sabaku Gaara. "sudah, kita tinggal menunggu darah dari si ayam" sahut Gaara sambil mengerling ke arah Sasuke. Sementara seorang pemuda lain yang memiliki ciri-ciri rambut oranye kemerahan dan memiliki pupil mata merah yang bernama Namikaze Kurama hanya menghela nafas, "menunggu sang pangeran lengah sangat susah, bahkan saat tidur si Uchiha itu selalu membawa katanya" kata Kurama lesu, "benar! Sangat sulit untuk mengambil darahnya bahkan hanya setets!" sahut Hyuuga Neji. "kita tidak bisa menunggu lebih lama, kebangkitan "dia" harus dilakukan sesegera mungkin". Kata shikamaru sambil mengambil ponselnya dan mulai mengetikkan perintah pada bawahannya agar bergerak. "kau benar Shika, kita harus bergerak sebelum "mereka". Sahut Neji.
~~~~~ Rafa n Rein ~~~~~~~~
Di sebuah rumah bergaya Eropa yang terletak di tengah kota, seorang pria bernama Namikaze Minato berjalan menyusuri bangunan yang terhubung dengan basement di rumahnya, Minato menatap nanar melihat sebuah peti mati yang terletak di basement, sebuah peti mati yang memiliki ukiran bergambar rubah berekor sembilan berwarna keemasan, perlahan Minato mendekati peti tersebut dan jarinya menyentuh perlahan ukiran tersebut, "jangan takut anakku, ayah akan melindungimu sekuat tenaga". Bisik minato, perlahan air mata turun membasahi pipi Minato.
TBC
Gimana minna?
Lanjut or stop?
Review yaaaaa
