My Reflection is You

Chapter 2

Disclaimer : Semua karakter disini milik Tuhan YME, diri mereka sendiri dan orang tuanya. Author hanya meminjam nama mereka demi menulis fantasy yang sudah lama tersimpan di khayalan Author.

Rate: M

Genre: Romance& Fantasy

Warning: BL, Yaoi, Mpreg, Typos, OOC, alur kecepatan.

Pairings: Yunjae,Changkyu, Sibum,Yoosu and many more. Pairings akan bertambah seiring perkembangan cerita.

DON'T LIKE DON'T READ

"Jinja?" teriak Junsu saat Jaejoong bercerita mengenai acara perjodohannya dengan Yunho di taman sekolah.

"sssstttt. Suie jangan keras-keras.''

"Aku gak tahu mesthi senang apa sedih."

"Tentu saja kau harus senang Suie. Aku akan menikahi seseorang yang kutaksir dan mungkin akan sangat kucintai"

"Tentu saja aku senang mengenai yang satu itu. Tapi kau tahukan cerita seram tentang Keluarga Jung."

"Ne, tapi aku terima konsekuensinya asalkan akhirnya dia memilihku untuk mendampinginya."

"kau seperti terkena guna-guna" guman Junsu

Tanpa mereka sadari seseorang telah mendekati mereka. Pemilik tubuh maskulin dengan rambut cepak yang memperlihatkan wajah sempurnanya.

"Hei Minho" sapa Junsu yang pertama kali melihat sosok itu.

"Hei. Nnm… bisa tinggalkan kami sebentar" pintanya ramah.

"Oh tentu saja" Junsu berdiri sambil melirik Jaejoong dan memberi kode kalau akan menunggunya di kelas.

"Minho waeyo?"

"ng…ng…" sungguh Minho begitu gugup. Jaejoong adalah orang yang 6 bulan ini mengalihkan dunianya. Dan hari ini dengan keberanian yang sengaja dia kumpulkan, Minho bermaksud mengungkapkan perasaannya.

"Joongie mungkin ini terlalu cepat, aku sungguh sudah tidak dapat menahannya lagi dan takut terdahului oleh orang lain. Joongie…. Aku mencintaimu. Maukah kau menjadi namjacingu-ku?"

Jaejoong tak langsung menjawab, hanya tersenyum lembut dan Minho tahu itu pertanda buruk. Harusnya dia memasang wajah terkejut tidak tenang seperti itu.

"Gumawo, telah mencintaiku, tapi maaf aku sudah dijodohkan oleh orang tuaku dan aku mencintai orang itu."

Minho sudah mempersiapkan hatinya untuk ini. Tapi tetap saja itu menyakitkan.

"Mianhae"

"Hmnn aku mengerti. Semoga kau bahagia''

"Tentu aku akan bahagia Minho, kita masih bertemankan?"

"Ne, tentu saja" Jawab Minho membalas senyuman Jaejoong.

.

.

Jaejoong tak mampu mengalihkan pandangannya pada sosok yang kini sedang terduduk disalah satu meja kafe tempat kerja part timenya. Yunho sedang duduk tenang dengan pandangan mengarah ke jendela kaca.

"Hyung, bawa pesanan ini kemeja 24 ne" tegur Sungmin yang tentu saja membuat Jaejoong kaget.

"Ne, ne"

"Waeyo hyung, tumben melamun, wajahmu juga merah"

"Ani. Meja no. 24 ne?"

Jaejoong bergegas membawa nampan berisi dark coffe itu. Matanya membulat sempurna saat ingat dimana letak mejai tu. Deg, deg jantung Jaejoong bedetak cepat dan semakin bertambah cepat saat dirinya menghampiri meja no. 24 dimana Yunho berada. Dengan kegugupan tingkat akut Jaejoong berusaha menaruh cangkir di meja namun…

Prang…Jaejoong menjatuhkan cangkir itu.

"Mianhae" Jaejoong membungkuk hormat kemudian duduk membersihkan pecahan cangkir.

"Akwh!" Jaejoong yang terkenal ceroboh itu sukses membuat goresan baru dijarinya.

Yunho yang sejak tadi memperhatikan Jaejoong, langsung berdiri begitu melihat darah yang mengalir di sela jari calon istrinya. Tanpa mengatakan apapun Yunho menghampiri Jaejoong menarik tangannya membawanya dari tempat itu. Jaejoong yang terlalu bingung hanya terdiam dan bergerak patuh mengikuti Yunho.

.

.

Donghae hanya bisa ber sweat drop ria saat Yunho membawa pasien memasuki ruang prakteknya. Demi para ikan kesayangannya, namja di hadapannya ini hanya tergores kecil diujung jari tengah kanannya.

"Yun, kau tahukan pasienku sedang mengantri banyak di luar sana?"

"Kau tahu aku bisa menggusur klinik ini"

"Aish..dasar"

Donghae segera meraih tangan Jaejoong, membersihkan darah, memberinya anti septic dan memasang Band aid.

"Ok. It's Done"

"Hanya seperti itu?"

"Jung Yunho, jarinya hanya tergores bukan terpotong" geram Donghae

"Gamsahamida, Donghae ssi" ucap Jaejoong yang sejak tadi membisu menyela pertengkaran tak berarti itu.

"Gwaenchana, Nah Mr Jung sudah waktunya membawa calon pengantinmu pulang ne"

Perkataan Donghae membuat Wajah Jaejoong memerah parah sedangkan Yunho tetap dengan wajah minim ekspresinya. Setelah berpamitan keduanya keluar dan Yunho kembali mengantar Jaejoong ke Kafe Bean Lover.

"Waktumu tinggal 29 hari lagi. Gunakan kebebasanmu dengan baik. Dan bila dirimu memiliki kekasih sebaiknya cepat kau putuskan. Aku tidak peduli kau mencintaiku atau tidak kita tetap akan menikah" kata Yunho dengan nada dingin khas miliknya.

"Ne..ne"

Tanpa mengatakan apa-apa lagi, Yunho berbalik kedalam mobilnya dan pergi meninggalkan Jaejoong yang masih berdiri di sana.

Dari kejauhan seorang namja berambut ikal dan berpipi chubby memperhatikan interaksi itu. Setelah tersenyum sesaat, namja itu kembali memainkan psp ditanganya.

.

.

29 hari kemudian adalah hal yang paling mendebarkan bagi keluarga Choi,tepat tanggal 6 Februari Yunho akan datang. Jaejoong sedang duduk terdiam diatas ranjang kamarnya. Perasaan gugup dan bahagia bercampur menjadi satu. Dirinya sudah bersiap karena sebentar lagi Yunho akan menjemputnya untuk menghadiri jumpa pers yang diadakan pihak keluarga Jung. Dalam masyarakat korea, pernikahan kepala keluarga Jung adalah perayaan besar. Dimana pernikahan akbar itu akan diliput media dan dihadiri para tamu penting negara. Keluarga Jung juga akan menggelar pesta terbuka secara terpisah dimana semua kalangan masyarakat bisa hadir.

Ceklek, Kibum membuka pintu kamar dan menghampiri putra sulungnya.

"Yunho, sudah datang. Joongie.."

Kibum mengusap kepala sayang putranya dan mengenggam tanganya erat.

"Kita memang tak mungkin menolak lamaran dari seorang Jung, tapi bila kau ingin kabur ini adalah kesempatan terakhirmu sebelum keluarga Jung mengumumkan pernikahan kalian. Umma dan Appa pasti dapat mengusahakan sesuatu, Umma punya banyak kenalan yang mungkin bersedia menyembunyikanmu."

"Itu tidak perlu Umma, Joongie akan baik-baik saja"

"Kau tidak akan baik-baik saja Joongie, tidak kah Joongie mendengar tentang tragedi yang menimpa para menantu keluarga Jung. Hanya sebagian kecil dari mereka yang bertahan hidup dan normal setelah suami mereka meninggal. Kebanyakan dari mereka mati bunuh diri atau menjadi gila. Umma tidak ingin kehilanganmu Joongie. Umma mohon kaburlah selagi bisa"

Air mata Kibum mengalir deras membayangkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan menimpa Joongienya.

"Umma tidak akan kehilangan Joongie, apapun yang terjadi Joongie akan terus bertahan walau tanpa Yunho 3 tahun setelah ini. Aku sangat mencintainya Umma jadi ijinkan aku mendampinginya. Percayalah bagi Joongie hidup bersamanya selama 3 tahun jauh lebih membahagiakan daripada hidup tanpa mengenalnya."

"Kau sudah berjanji dengan Umma ne, apapun yang terjadi jangan tinggalkan kami" bisik Kibum memeluk Jaejoong erat, mengecut pelipisnya

"Ne Umma" balas Jaejoong sambil memeluk Sang Umma.

Tak lama kemudian Siwon mengetuk pintu memberitahukan bahwa Yunho sudah datang. Kibum memeluk tubuh Jaejoong sekali lagi, merapikan baju yang dikenakan putra sulungnya dan mengusap pipi Jaejoong yang ikut basah karena tangisnya. Setelah itu keduanya mengantar Jaejoong kepada Yunho yang sudah menunggunya di halaman rumah kediaman Choi. Yunho dengan balutan setelan jas hitam berdiri tegap disamping mobil Lamborghini dengan Kyuhyun berada di depannya. Kyuhyun menyambut Yunho yang tidak ingin masuk ke dalam kediaman Choi karena keterbatasan waktu.

Yunho membungkuk hormat dan menyapa orang tua calon istrinya. Setelah itu Yunho membuka pintu mobil untuk Jaejoong. Jaejoong melihat keluarganya satu persatu dan tersenyum hangat, pesan tersembunyi agar mereka tidak terlalu khawatir. Pandangan mata Yunho dan Jaejoong bertemu sejaenak sebelum Jaejoong memutuskan untuk masuk ke dalam mobil. Yunho kembali membungkuk hormat kepada keluarga dan berpamitan. Yunho menyusul Jaejoong masuk ke dalam mobil. Kibum mengantar kepergian mereka sampai mobil mereka tidak terlihat. Siwon disampingnya memeluk istrinya erat.

"Joongie hanya pergi sebentar Bummie, tak perlu kau tangisi seperti ini"

"Ne Umma, calon suaminya juga bukan orang biasa. Ku dengar semua anggota keluarga Jung itu sangat menyayangi dan memanjakan istrinya. Hmnn jadi penasaran kalau Joongie hyung aku suruh untuk meminta sepuluh game keluaran terbaru bisa tidak ya?"

Duagh! Celotehan Kyuhyun berhasil membuat Kibum melayangkan jitakan sayangnya.

"Yak Umma Kyunie Cuma bercanda!"

.

.

Selama perjalanan mereka, baik Jaejoong dan Yunho hanya terdiam. Jaejoong tak berani mengatakan apa-apa karena terlalu gugup dan Yunho sengaja mendiamkan Jaejoong memberi kesempatan untuk menenangkan diri. Yunho baru membuka percakapan keduanya saat hotel tempat konfrensi pers akan diadakan sudah terlihat.

"Boo"

Jaejoong tersentak kaget dengan sapaan Yunho, dan wajahnya berkerut saat mendengar nama panggilan yang baru pertama kali didengarnya.

"Boo?"

"Ne, panggilanku untukmu. Kau keberatan?"

"Ani..."

"Apapun yang aku katakan di konfrensi pers nanti, kumohon jangan membantah atau keberatan. Aku sudah berusaha membuatnya lebih mudah bagi kita berdua"

"Ne"

Perlahan Yunho meraih tangan Jaejoong yang lansung disambut semburat merah di kedua pipinya.

"Gumawo, sudah menerimaku, hal itu sangat berarti bagi hidupku"

Jaejoong mengangguk pelan tak berani menatap Yunho atau menjawabnya. Dirinya sudah cukup kesulitan mengendalikan detak jantungnya yang tak karuan dan pipinya yang terasa amat panas.

.

.

Mini Hall yang digunakan keluarga untuk mengadakan Jumpa pers sudah dipenuhi oleh wartawan dan dijaga ketat oleh security dan bodyguard keluarga Jung. Jiyong dan Seung Hyun dua dari lima tetua Kwon yang selama beberapa generasi dipercaya sebagai keluarga pelindung keluarga Jung sudah memasuki ruangan sejak sepuluh menit yang lalu. Para awak media kini tinggal menunggu sang Kepala Keluarga Yunho yang akan membawa seseorang yang akan menjadi Nyonya besar Jung selanjutnya. Sejak menjadi kepala keluarga sejak berumur 21 tahun menggantikan Jung Kangin yang wafat, Yunho tidak pernah terlihat menggandeng yeoja maupun namja. Lalu tiba-tiba Keluarga Jung mengadakan konfrsensi pers, hal yang akan terjadi bila keluarga itu akan mengumumkan pernikahan kepala keluarga Jung. Semua pihak kini sedang berdebar-debar menebak siapakah yang akan menjadi pendamping Jung Yunho yang dalam sejarah Keluarga Junga adalah kepala paling disegani dan ditakuti. Ditakuti karena rumour kematian misterius orang-orang sekelilingnya.

Suasana tenang itu mendadak menjadi ramai saat Yunho memasuki ruangan dan menggandeng seorang namja cantik. Semua kamera langsung mengabadikan momentum itu. Dengan hati-hati Yunho menarik Jaejoong menuju bangku yang sudah disediakan. Yunho menarik kursi dan mempersilahkan Jaejoong duduk. Setelah yakin Jaejoong sudah duduk dengan nyaman, Yunho duduk disamping Jaejoong. Memandang Hangat wajah calon istrinya sejenak sebelum memberi kode kepada Jiyong, bahwa keduanya sudah siap.

"Selamat Siang, terima kasih telah datang. Seperti kebiasaan kami Keluarga Jung dan Kwon, kami akan mengumumkan pernikahan kepala keluarga Jung, Yunho yang telah memilih pengantinnya. Perkenalkan calon Nyonya Jung selanjutnya Choi Jaejoong dari keluarga Choi"

Suasana kembali riuh saat mengetahui berita yang paling ditunggu itu. Sebagian merasa kagum dengan pasangan paling indah keluarga Jung yang pernah mereka lihat namun sebagian merasa sedikit janggal, bukan hanya karena pernikahan yang terkesan mendadak tapi jarak usia keduanya yang terpaut lama untuk ukuran keluarga Jung. Dalam sejarah keluarga Jung, jarak usia antara Kepala Keluarga dan istrinya tidak pernah terpaut lebih dari 3 tahun. Dan rata-rata mereka sudah mengenal sejak lama dan menikah muda.

.

.

Minho meremuk minuman kaleng ditanganya saat melihat siaran langsung pengumuman pernikahan Yunho dan Jaejoong. Minho memang sudah merelakan Jaejoong, tapi lain masalahnya bila ternyata orang yang dijodohkannya itu adalah Jung Yunho. Tidak Minho terlalu menyayangi Jaejoong dan tak akan membiarkannya mengalami penderitaan sebagai menantu keluarga Jung.

Minho membuang kaleng minuman itu kasar dan berlari ke luar kamar.

"Mau kemana Minho?"Tegur Taeyang saat melihar Putranya terburu-buru melintasi ruang keluarga.

"Appa, Minho ingin keluar sebentar"

"Bila benar kau mencintai Jaejoong, kau harus merelakan mereka berdua menikah."

"Minho tidak mau Jae mengalami nasib seperti Henry"

"Minho kemarilah duduk dekat Appa"

"Appa, Minho buru-buru"

"Dimasa depan kau akan menggantikan Appa menjadi tetua bagi keluarga Jung, tidak ada salahnya Appa menceritakan sejarah Keluarga Jung sekarang dan juga sebab kenapa kau tidak boleh mengacaukan pernikahan mereka. Duduklah ini akan menjadi pembicaraan yang panjang"

Minho yang semula ingin cepat kabur dari sana, memutuskan untuk duduk mendengarkan cerita tentang keluarga Jung yang memang selalu membuatnya penasaran.

"Keluarga Jung adalah manusia normal saat berada di dunia mereka sebelum pindah kemari. Ethania adalah sebuah kerajaan di dunia yang berbeda dengan dunia kita. Ada portal khusus yang menghubungkan dua dunia kita yang hanya dapat dilakukan oleh orang –orang tertentu."

"Appa, Minho tidak meminta dongeng sebelum tidur"

"Ini bukan dongeng Minho. Hal ini benar terjadi. Sejak jaman kerajaan kuno korea bangsa mereka sudah sering datang kemari. Biasanya mereka mencari pengantin mereka yang terlahir di dunia ini. Bangsa mereka memiliki ciri khas berwajah pucat dan berambut raven, memiliki kecerdasan luar biasa beberapa dari mereka memiliki kekuatan unik. Mereka bertahan hidup dengan menyerap sari kehidupan tumbuhan hidup. Namun usia mereka hanya mencapai 30 tahun. Sekitar 100 tahun yang lalu terjadi perang besar di dunia mereka, kerajaan Ethania musnah. Namun sang Raja berhasil menghidupkan beberapa kerabat kerajaan dengan memecah jiwanya menjadi 23. Jung adalah keluarga bangsawan dikerajaan Ethania. Setelah kematian sang Raja, sang permaisuri membawa ke -23 orang itu menyeberangi dimensi dan terdampar di dunia kita. Sang permaisuri wafat mengorbankan diri menyegel pintu dimensi agar bangsa jahat yang menghancurkan Ethania tidak dapat menyeberang ke dunia ini. Seiring berjalannya waktu keluarga Jung membaur bersama masyarakat sekitar di dunia ini. Keluarga Kwon dibentuk oleh pendahulu keluarga Jung untuk melindungi keturunan mereka saat mereka meninggal karena usia mereka yang sebentar. Seperti yang kau tahu usia mereka rata-rata baru dibawah usia lima tahun saat orang tua mereka meninggal. Dalam perkembangannya keluarga Jung sangat berjasa kepada kita dan menguasai ¼ dari aset negara."

"Jadi cerita tentang mereka yang selalu meninggal diusia 30 merupakan kutukan adalah kebohongan besar?"

"Bagi masyarat kita menyebutnya kutukan lebih masuk akal dibandingkan dengan cerita sebenarnya yang mereka anggap sebagai dongeng"

"Lalu apa hubungannya dengan Jaejoong? Kenapa mereka tidak boleh berpisah"

"Karena mereka adalah Mate. Bangsa Ethania selalu lahir dan ditakdirkan berpasangan. Bila sampai mereka belum pernah bertemu dan salah satu diantara mereka mati, maka yang lain akan mengalami rasa kesepian yang luar biasa, dia akan sakit dan meninggal. Tradisi di bangsa Ethania, sang istri akan suka rela bunuh diri dengan racun dan dimakamkan bersama sang Suami. Hal itu dapat dilakukan disini tapi tetap saja kebanyakan mereka mati bunuh diri. Hanya sedikit yang mampu bertahan dan normal. Karena itulah Minho, tak ada yang bisa kau lakukan untuk Jaejoong, takdir telah memilihnya menjadi seorang Mate dari Jung Yunho."

TBC

Anyeong, Chapter 2 sudah selesai. Mian bila ceritanya tidak masuk akal karena genrenya memang fantasy. Terima kasih buat para readers, yang kasih review, yang fav dan follow cerita ini#bow. Tidak tahu kapan akan update chapter selanjutnya karena seminggu ini akan banyak kegiatan. Tapi akan diusahakan tetep update.

Ditunggu review dan saranya

Yeye Kyunie