Sequel Of When I Was Your Man.

Special Present for my readers.

Another Title : Let Him Go

Pair : KyuMin/WonMin. Slight EunHae & YeWook

Genre:?

Well you only need the light when it's burning low.
Only miss the sun when it starts to snow.
Only know you love her when you let her go

.

.

.

Suasana sakral begitu kental terasa di gedung suci yang tak terlalu besar ini. Bangunan bercat putih yang mulai menua dimakan waktu itu tetap terlihat kokoh dan gagah. Banyak pasang mata tersenyum berdecak kagum melihat sepasang insan tengah mengucap janji suci di hadapan tuhan. Berjanji untuk saling mendampingi satu sama lain disaat susah dan senang, saling menjaga dan mencintai hingga maut memisahkan.

Lee Sungmin, baginya hari ini adalah hari yang sangat berharga. Dihadapan tuhan, ia dan Siwon mengucap janji sakral, disaksikan oleh keluarga, sahabat dan tamu undangan lainnya. Lengkap sudah kebahagiaan Sungmin sekarang. Siwon resmi menjadi suaminya.

Hampir 4 tahun mereka menjadi sepasang kekasih, well waktu yang cukup lama bukan?

Siwon mendekatkan wajahnya dengan wajah Sungmin. Mencium bibir plump itu lembut, kemudian memeluk namja yang kini sudah menjadi istrinya. Lee Sungmin sudah berubah menjadi Choi Sungmin.

Satu persatu tamu menghampiri keduanya saat mereka turun dari altar. Mengucapkan Selamat atas pernikahan mereka berdua, juga ada yang memberi sedikit wejangan agar hubungan mereka akan terus terjaga hingga kakek-nenek kelak.

Sungmin sangat bahagia. Pria yang ia cintai baru saja resmi menjadi suaminya. Hampir semua tamu sudah mengucapkan selamat, kecuali 5 orang itu.

Dimana mereka? Apa mereka tak bisa datang?

Kim Ryeowook, Kim Jongwoon, Lee Hyukjae, Lee Donghae dan... Cho Kyuhyun.

Sungmin mendesah kecewa saat mengetahui ke-5 sahabatnya itu tak hadir diacara yang amat sangat berarti untuknya ini. Apa mereka sesibuk itu sampai tak bisa datang?

Namja pemilik foxy eyes itu melirik Siwon melalui ekor matanya. Suaminya sedang sibuk mengobrol dengan beberapa rekan bisnisnya. Sungmin menutuskan untuk menemui tamu-tamu yang lain. Namun niatnya terhenti saat sebuah suara cempreng mengintrupsi langkahnya.

"SUNGMINNIE HYUNG." Ryeowook, sang pelaku berlari kencang kearah Sungmin tanpa mempedulikan 4 namja lain yang sedikit membungkuk maaf kearah tamu-tamu atas kelakuan Ryeowook tadi. Bibir pink milik Sungmin terangkat keatas. Mengulas senyum cantik saat melihat 5 sahabatnya yang baru saja datang.

"Hey, kenapa kalian baru datang?" Ucap Sungmin sambil pura-pura memasang wajah kesal yang justru malah dibalas dengan tawa ringan dari 5 namja itu.

"Mianhae Min. Aku, Kyuhyun dan Yesung hyung baru saja pulang dari Jepang. Dari bandara kami langsung datang kemari, namun sialnya terjadi kemacetan panjang tadi.." Jelas Donghae. Sungmin mengangguk tanda mengerti. Mereka datang saja Sungmin sudah sangat bahagia.

"Oh kami lupa. Chukkhae Minnie! Kau pasti sangat bahagia sekarang.." Ucap Yesung sambil merangkul pinggang Ryeowook. Sementara EunHae hanya senyum-senyum tidak jelas. Hah mereka itu memang aneh.

"Hyung, kau cantik sekali.." Tambah Eunhyuk. Pipi Sungmin memerah mendengar pujian Eunhyuk. Memang benar namja penyuka kelinci itu terlihat sangat cantik hari ini. Sebuah tuxedo berwarna putih susu dan kemeja berwarna senada melapisi tubuh indah Sungmin. He looks so pretty right?

"Terima kasih Hyukkie. Kau dan Ryeowook juga cantik hari ini."

"Ming, selamat ya.." Sebuah suara berat mengintrupsi Sungmin. Sosok namja tampan berambut coklat ikal yang sedari tadi hanya diam dibelakang Yesung. Siapa lagi kalau bukan maknae mereka, Cho Kyuhyun.

"Kyunnie, terima kasih.." Lirih Sungmin yang langsung membungkamkan mulut Ryeowook dan Eunhyuk yang tengah sibuk mengaggumi gereja yang tampak begitu indah ini.

Keempat pasang mata itu hanya diam memperhatikan Sungmin yang berjalan mendekat kearah Sungmin. Mereka tahu apa yang ada dibenak Kyuhyun saat ini, terlebih Yesung. Namja itulah yang paling dekat dengan Kyuhyun selama ini. Yesunglah tempat Kyuhyun mengungkapkan semua emosi dan luka yang ia rasakan saat Sungmin pergi. Yesung juga amat sangat tahu seberapa besar perang batin yang tengah berkecamuk di pikiran Kyuhyun melalui ekspresi wajah yang ditunjukan maknae mereka itu.

"Kukira kau tak datang, Kyu.." Sungmin menarik sebelah tangan Kyuhyun yang dulu pernah membelai sayang rambutnya meski hanya sesekali."Terima kasih.."

Kyuhyun yang sudah tidak tahan lagi, melepaskan tangan Sungmin lalu menarik tubuh yang lebih mungil darinya itu kedalam pelukannya. Kyuhyun merindukan tubuh mungil yang dulu selalu menjadi sandaran untuk dirinya. Meredam emosi Kyuhyun saat emosi namja itu sedang tersulut dan Sungmin selalu punya cara untuk membuatnya tenang. Sungmin sendiri tahu bahwa Kyuhyun masih mencintainnya. Diam-diam selama ia di Jepang, Sungmin selalu menanyakan kabar Kyuhyun melalui Ryeowook.

Sungmin membalas pelukan Kyuhyun sebentar sebelum akhirnya melepaskan diri dari kungkuhan Kyuhyun. Sungmin memandang Kyuhyun sambil tersenyum tulus. Kemudian meletakan kedua tangannya di pundak namja yang pernah mengisi hidupnya selama 2 tahun dulu.

"Aku senang kau mau datang Kyu. Kukira kau.." Sungmin menundukan kepalanya mulai tak berani manatap Kyuhyun.

"Kau kira aku tak akan datang karena aku masih mencintaimu, begitu?" Sungmin hanya mengangguk tak berani menjawab. Entahlah perasaan bersalah itu kembali melesak masuk kedalam hati Sungmin.

Kini gantian tangan Kyuhyun yang berada di pundak Sungmin dan menurunkan tangan namja itu dari pundaknya. Lalu menarik dagu Sungmin agar menatap lurus kearahnya. Beruntung para tamu undangan sudah berpindah ke taman yang sudah disiapkan untuk acara resepsi yang akan segera dimulai.

"Bukankah aku bilang akan datang? Dasar kelinci gendut.." Gurau Kyuhyun sambil menyentil kening Sungmin, lalu berjalan menghampiri hyung-hyungnya yang hanya geleng-geleng menyaksikan tingkahnya barusan. "Aku tak mungkin melewatkan hari bahagia orang yang kusayangi, Ming. Aku tak akan melakukan kesalahan yang sama.."

Sungmin tersenyum mendengar pernyataan Kyuhyun yang terakhir. Rasanya benar-benar hangat mendengar penuturan Kyuhyun.

"Yak dasar setan jelek. Tidak sopan sekali kau ini!" Teriak Sungmin pura-pura kesal. Kyuhyun terkekeh pelan. Suasana hangat seperti ini... akankah Kyuhyun dapatkan lagi nanti? Entahlah.

"Kau memang gendut tahu. Coba kau lihat dirimu dikaca, Ming!" Tambah Kyuhyun sebelum menghilang memasuki taman dimana resepsi akan dimulai. Padahal salah satu mempelainnya saja masih berada di luar.

"Min, lebih baik kau cepat kedalam. Aku yakin Siwon pasti sedang mencari istri cantiknya yang menghilang entah kemana.." Sungmin tertawa mendengar ocehan Yesung barusan. Hyung-nya yang satu ini memang benar-benar..

"Aku tahu kau lapar hyung. Sudah mengaku saja!" Cerocos Donghae tidak sopan yang langsung disambut dengan gelak tawa dari Eunhyuk, Sungmin dan Ryeowook. Sementara Yesung langsung merengut kesal mendengar kalimat Donghae barusan.

"Dasar ikan amis tidak sopan! Awas kau-"

"Stop Hyung! Sudah lebih baik sekarang kita kesana. Kuharap kalian menikmati hidangannya, ne?" Potong Sungmin sambil berusaha mengontrol tawanya yang tak mau berhenti. Akhirnya mereka berjalan ketaman karena acara akan segera dimulai dan benar saja, semua mencari Sungmin membuat namja itu hanya tersenyum merasa tidak enak.

.

.

.

Namja berambut ikal coklat itu tetap terduduk di tempatnya. Di tangannya, terdapat sebuah gelas berisi air berwarna merah yang Kyuhyun sendiri tidak tahu apa namanya. Namun gelas itu hanya bertengger manis di tangan Kyuhyun, karena sedari tadi sepasang obsidian itu hanya menatap pada satu titik. Pada seseorang yang kin sedang mengobrol bersama Eunhyuk dan Ryeowook.

"Dia cantik kan?"

Siwon ingin tertawa sebenarnya saat melihat namja yang baru saja ia sapa nampak terkaget-kaget. Kyuhyun berusaha menetralkan perasaannya sebelum menjawab pertanyaan Siwon yang tiba-tiba sudah berdiri disebelahnya.

"Haha cantik? maksudmu siapa Siwon-ssi?" Ucap Kyuhyun gugup. Hell, bagaimana tidak gugup saat kau baru saja tertangkap basah memperhatikan istri orang? Apalagi yang menangkap basah adalah suami dari orang itu sendiri. Benar-benar memalukan.

Siwon sedikit tertawa mendegar jawabannya Kyuhyun. Namja yang kini berstatus sebagai suami Sungmin itu tahu bahwa Kyuhyun berbohong.

"Lee Sungmin... dia pasti sangat berharga bagimu.." Ucap Siwon dan langsung membuat Kyuhyun tertegun.

Kyuhyun terdiam mendengar ucapan Siwon.

"Kyuhyun-ah, tak perlu berkelit seperti itu. Aku tahu semuanya. Semua yang pernah tejadi antara kau dan Sungmin."

"Apa begitu terlihat di wajahku kalau Lee- ah tidak maksudku Choi Sungmin itu begitu berharga untukku?" Gurau Kyuhyun berusaha sedikit mencairkan suasana diantara mereka dan sepertinya berhasil. Siwon tertawa mendengar gurauan Kyuhyun tadi.

"Bagiku, dia adalah diriku sendiri. Aku yang dulu pernah hampir kehilangan akal sehatku, namun Sungmin datang menawarkanku sejuta kebaikannya yang ternyata malah membuatku jatuh cinta padanya. Semua terjadi begitu saja. Sungmin yang aku tahu tengah patah hati itu menjadi teman yang amat sangat mengerti kondisiku. Sungminlah yang memberikanku semangat padahal kami belum lama saling mengenal. Dan saat aku tahu bahwa Sungmin sedang berusaha menghapus bayang-bayang seseorang dari pikirannya, sejak saat itu aku bertekat untuk mengerjar cintanya. Aku akan berjuang dan menghapus orang itu dari dalam dirinya dan menggantikanya dengan diriku. Membuatnya melupakanmu benar-benar sulit Kyuhyun-ah. Kau tahu, aku begitu iri padamu saat itu.."

Kyuhyun mengerutkan dahinya. Iri padanya? Apa Siwon sudah gila? Bahkan Kyuhyun merasa sangat bodoh karena kehilangan seseorang yang ternyata amat sangat berharga baginya.

"Apa yang bisa kau irikan dariku? Bukankah kau sudah mendapatkan Sungmin?" Tanya Kyuhyun penasaran.

"Kau bisa mendapatkan semua dari dirinya, Kyuhyun-ah. Dia mencintaimu tanpa perlu mencoba dan kau mendapatkannya semudah kau bernafas. Well, walau akhirnya akulah yang menjadi pemenangnya sekarang." Siwon sedikit mengingat kembali bagaimana perjuangannya demi mendapatkan Sungmin. Dulu ia hampir menyerah. Bak sedang berusaha menangkap angin dengan tangan. Itulah yang Siwon rasa.

"Aku benar-benar merasa bodoh saat itu. Ternyata memang benar, kau baru akan sadar betapa berharganya orang itu saat dia sudah tak berada di sampingmu. Aku benar-benar merasa kecewa pada diriku sendiri. Dulu aku merasa semua baik-baik saja tanpa peduli bagaimana perasaan Sungmin yang sebenarnya. Membiarkannya memendam semuanya sendirian. Padahal Sungmin sendiri selalu memikirkan kenyamananku dibandingkan dirinya sendiri. Memikirkan kesehatanku padahal waktu itu aku tidak melakukan hal yang sama untuknya." Kyuhyun tersenyum pahit. Tak ada gunanya lagi ia mengingat semua itu. Nasi sudah menjadi bubur. Sungminnya sudah menjadi milik orang sekarang.

"Yeah i know its not as easy as i say but... you'll receive the best one from god.." Ucap Siwon sambil tersenyum. Kyuhyun mengangguk saja. Mungkin memang benar tuhan menyiapkan yang terbaik untuknya.

"Siwon-ah, aku titip Sungmin padamu. Kuharap kau tak akan menyakitinya seperti apa yang aku lakukan dulu." Siwon tertawa renyah. Membuat wajah menawannya itu semakin terlihat tampan.

"Aku akan menjaga Sungmin. Kau tenang saja, Kyuhyun-ah. Dan apa kau mau mempersembahkan sesuatu untuk Sungmin?"

"Ne?"

.

.

.

Sungmin, Ryeowook dan Eunhyuk tengah sibuk dengan obrolan mereka. Sedangkan Yesung dan Donghae sedang berburu makanan yang rasanya benar-benar lezat. Para tamu undangan pun terlihat semakin berdecak kagum saat mencicipi makanan yang ada di pesta ini.

Eunhyuk tengah bercerita tentang Donghae, kekasihnya yang mirip ikan itu belum melamarnya juga hingga sekarang. Ryeowook yang sudah sering mendengar celotehan Eunhyuk hanya menggeleng-geleng pasrah. Sementara Sungmin mendengarkannya dengan baik sambil sesekali mengelus punggung namja penyuka monyet itu.

Suara instrumen yang mengalun berhenti dan digantikan oleh suara seorang namja yang sudah berdiri di panggung kecil yang sediakan untuk para penyanyi.

"I sing this song special for someone. Thanks for everything that we share, we did, and you've gave to me.." Suara berat itu sontak langsung mengalihkan perhatian semua tamu. Tak terkecuali Sungmin, Ryeowook dan Eunhyuk.

"I hope you like it and.. i love you so much"

Iringan musik kembali diputar namun bukanlah instrument piano romantis seperti tadi. Sementara namja itu, Kyuhyun sudah bersiap ditempatnya dengan sebuah microphone di tangan kanannya. Well, now we know what will he do.

Well you only need the light when it's burning low

Only miss the sun when it starts to snow

Only know you love him when you let him go

Only know you've been high when you're feeling low

Only hate the road when you're missin' home

Only know you love him when you let him go

And you let him go

Kyuhyun memandang lurus tanpa arah. Tak berani menatap apapun dihadapannya. Biarkan dia mengungkapkan semuanya. Biarkan ia mengeluarkan rasa sakit dan penyesalan yang ia tahan melalui lagu ini.

Staring at the bottom of your glass

Hoping one day you'll make a dream last

But dreams come slow and they go so fast

You see him when you close your eyes

Maybe one day you'll understand why

Everything you touch surely dies

Well you only need the light when it's burning low

Only miss the sun when it starts to snow

Only know you love him when you let him go

Only know you've been high when you're feeling low

Only hate the road when you're missin' home

Only know you love him when you let him go

Staring at the ceiling in the dark

Same old empty feeling in your heart'

Cause love comes slow and it goes so fast

Well you see him when you fall asleep

But never to touch and never to keep'Cause you loved him too much

And you dived too deep

Sedikit lagi. Ya sedikit lagi Kyuhyun akan menyelesaikannya. Lagu ini dan kisah cintanya yang menyedihkan, sekarang juga akan ia selesaikan.

Well you only need the light when it's burning low

Only miss the sun when it starts to snow

Only know you love him when you let him go

Only know you've been high when you're feeling low

Only hate the road when you're missin' home

Only know you love him when you let him go

And you let him go

Dan dalam satu tarikan nafas terakhir, Kyuhyun menyelesaikan semuanya.

Tamu undangan yang datang malam itu memandang kagum sosok Kyuhyun. Suara namja tampan itu benar-benar menyentuh. Dipadukan dengan lirik lagu yang cukup indah, suara bass itu benar-benar terdengar mengaggumkan.

Kyuhyun membungkukan tubuhnya untuk memberi hormat, kemudian mengambil langkah meninggalkan panggung kecilnya itu. Saat hendak menghampir kedua hyungnya yang tengah bersorah heboh, Siwon datang menghampiri Kyuhyun dengan 2 gelas minuman di tangannya.

"Suaramu benar-benar luar biasa Kyuhyun-ah. Kau melakukannya dengan baik.." Tutur Siwon sambil menyerahkan salah satu gelas yang tadi ia bawa pada Kyuhyun.

Dan oh jangan lupakan kata terima kasihmu Cho Kyuhyun. Suami Sungmin lah yang sudah memberikanmu kesempatan, padahal jelas-jelas ini adalah harinya dan Sungmin saja.

"Terima kasih untuk kesempatan yang tadi kau berikan. Aku tidak mengerti tapi.. aku merasa lebih lega sekarang.." Siwon mengulum senyumnya. Namja berlesung pipi itu melakukan ini bukan tanpa alasan.

Menurut Siwon, selama ini Kyuhyun belum menemukan cara untuk mengekspresikan semua perasaannya di depan Sungmin. Dan sekarang saat Kyuhyun sudah melakukannya, perasaan namja itu menjadi lebih lega bukan?

Siwon sendiri juga tak bisa membayangkan bagaimana jika dirinyalah yang ada di posisi Kyuhyun. Pasti benar-benar menyakitkan. Dan tak ada salahnya juga sedikit membantu namja itu.

"Sama-sama. Terima kasih juga kau sudah merelakan Sungmin untukku." Ucap Siwon tulus.

Kyuhyun tertawa. Seperti yang tadi ia katakan, perasaannya terasa lega sekarang. Semua yang ingin ia sampaikan sudah berhasil ia sampaikan.

"Wah kalian berdua sudah akrab ya?" Suara halus Sungmin membuat keduanya menoleh kebelakang. Sungmin sudah berada dibelakang mereka. Siwon menarik tubuh Sungmin mendekat lalu melingkarkan lengannya di pinggang Sungmin. Bukankan ini hal yang lumrah dilakukan oleh sepasang kekasih-Oh no maksudnya sepasang suami-istri seperti Siwon dan Sungmin.

"Hey setan jelek.." Panggil Sungmin.

"Apa kelinci gendut?" Balas Kyuhyun. Sungmin memutar bola matanya dan Siwon? Namja tampan itu terkikik yang langsung dihadiahkan cubitan dipinggangnya dari Sungmin.

"Aku ingin berterima kasih lagi padamu. Untuk kedatanganmu dan lagu itu.."

"Suamimu yang menya-"

"Ah Minnie, suara Kyuhyun bagus kan?" Siwon cepat-cepat memotong ucapan Kyuhyun. Sungmin tak perlu tahu kan soal itu?

"Ne, Wonnie suara Kyunnie memang bagus sekali." Jawab Sungmin.

"Selamat atas pernikahan kalian berdua. Aku ikut berbahagia." Tutur Kyuhyun tulus. Tak ada lagi bebas yang tertinggal disana.

"Ne Kyunnie. Aku harap kau cepat-cepat mengerimkanku undangan pernikahan." Kyuhyun terkekeh mendengar ucapan Sungmin.

"Benar Kyuhyun-ah. Aku dan Sungmin tidak sabar menunggu undangan darimu.."

"Wow mungkin Eunhyuk dan Donghae hyung dululah yang akan mengirimkan undangan pada kalian.."

"Maksudmu?" Tanya Sungmin yang tidak mengerti.

"Besok ikan itu akan melamar Eunhyuk hyung.." Jelas Kyuhyun.

"Benarkah? Ah Hyukkie pasti sangat senang.."

Mereka bertiga larut dalam obrolan yang cukup panjang. Sampai tak terasa acara pernikahan itu telah selesai. Malam mulai menjemput dan tibalah saat Yesung, Ryeowook, Eunhyuk, Donghae dan juga Kyuhyun harus berpamitan.

Kyuhyun menatap Sungmin dan Siwon sejenak. Siwon benar, dulu Kyuhyun lebih beruntung dari dirinya, namun Siwonlah orang yang tepat. Sungmin sudah bahagia sekarang dan Kyuhyun sangat bersyukur atas itu. Bukankah Kyuhyun pernah bilang, jika Sungmin bahagia, dirinyapun ikut bahagia. Thats simple.

Setelah berpamitan dengan Sungmin dan Siwon, mereka berlima langsung meninggalkan gereja. Karena Yesunglah yang menyetir, Kyuhyun bisa bebas duduk di jok paling belakang sambil mengamati pemandangan dari kaca mobil.

Hari ini, semuanya telah selesai. Kisah cintanya dengan Sungmin benar-benar sudah berada di halaman terakhir cerita. Tak butuh sequel atau semacamnya karena Kyuhyun akan langsung menutup kisah ini.

Kedua obsidian itu terpejam erat. Kyuhyun lelah? Itu pasti. Tapi rasa lelah itu tak ada artinya bagi Kyuhyun. Seulas senyum terlukis begitu saja di wajah pucat itu. Mulai sekarang Kyuhyun berjanji akan membiarkan semuanya mengalir sesuai cerita yang tuhan tulis untuknya. Setenang aliran sungai, biarkan takdir menjalankan perannya.

Dan satu hal lagi Kyuhyun dapatkan dari cerita yang kini akan menjadi masa lalu yang amat berharga baginya. Jagalah anugrah yang sudah tuhan berikan untukmu, nikmatilah detik-detik dimana kau masih memiliki kesempatan untuk menjaganya. Karena belum tentu nanti kau akan memiliki kesempatan yang sama.

Hargailah cinta yang orang lain berikan untukmu karena itulah anugerah terindah yang pernah kau miliki.

END

Annyeong semua. Anyone still remember this story? Kkk

Ini udah saya buatin sequelnya. Buat yang minta, silahka dibaca. Saya juga mau minta maaf buat yang minta Endingnya KyuMin balikan, saya ngga bisa bikinin. Dari alurnya memang sudah begini jalan ceritanya.

Buat yang baca, monggo di klik kotak review atau fav. Saya sangat menghargai readers yang bersedia meninggalkan saran untuk saya agar saya menjadi lebih baik. So review juseyo^^

Makasih buat yang nyempetin baca ff ini juga. Walaupun hasilnya kurang memuaskan hehe.

Big Love

-Winecouple203-